Tags

, , , ,

Someday We'll Know Rev

( 。・_・。)(。・_・。 )

Title : Someday We’ll Know 3

Pairing : Wonkyu, Yunjae

Genre : Romance, Angst, Family

Rating : PG

Disclaimer : All casts are belong to their self and God, the poster belong to @SuciiCho

Warning : Un-betaed a.k.a. Typos, GS, a little mention of drugs used, Several OC, a rather fast plot, OOC, AU

Summary : Where is happiness? Only yourself could answer that.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

“Kau pasti ingin mencari appamu bukan?! Akan aku bantu. Sekarang kau bereskan dirimu dulu, aku siapkan motorku. Kita coba cari di stasiun. Aku tunggu dibawah.” Ujar Kangin sambil beranjak pergi menuju pintu depan. Namun sebelum Kangin keluar sepenuhnya dari apartemen itu, Siwon memanggilya.

“Hyung..”

“Hm?”

“Terima kasih. Aku benar-benar berterima kasih.” Kangin tersenyum mendengar ucapan terima kasih dari Siwon. Kangin merasa sudah sepantasnya dia membantu ayah dan anak itu, karena mereka juga sering membantunya kala dia dalam masalah.

“Sudahlah. Kau bersiaplah. Semoga kita masih bisa menyusul ahjussi. Aku tunggu 10 menit Siwon.” Siwon mengangguk setuju dan bergegas menyiapkan diri. Siwon hanya mencuci mukanya yang lusuh dan merah karena habis menangis. Dia menatap cermin sebentar, meyakinkan dirinya bahwa dia pasti bisa menemukan Seungwoo. Dan dia tidak akan berhenti sampai Seungwoo benar-benar ditemukan.

“Appa, tunggu Siwon. Siwon pasti bisa menemukan appa.” Ucapan tersebut menjadi pemacu semangat Siwon untuk bisa menemukan Seungwoo. Dengan ketetapan hati yang baru, Siwon bergegas turun dan menghampiri Kangin yang sudah siap dengan motornya dibawah.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Sebulan kemudian

Siwon berjalan perlahan menuju kediaman keluarga Jung. Pandangannya memang lurus kedepan tapi pikiran Siwon kalut dengan masih belum ditemukannya Seungwoo. Siwon sudah mencari ke semua tempat yang sekiranya disinggahi oleh Seungwoo atau paling tidak bisa memberikan petunjuk padanya untuk menemukan keberadaan ayahnya tersebut, namun hasilnya nihil. Semua tempat yang disinggahi Siwon, semua orang yang ditanya oleh Siwon, tidak ada satu pun yang bisa memberinya petunjuk tentang Seungwoo. Siwon juga tentunya telah melaporkan hilangnya Seungwoo pada pihak kepolisian, dan mereka berjanji akan membantu Siwon sebisa mungkin. Tetapi hasilnya sama saja. Pihak kepolisian belum memberikan kabar apapun mengenai Seungwoo sampai hari ini. Seungwoo seakan-akan menghilang begitu saja seperti ditelan oleh bumi.

Hari ini tepat sebulan dia bekerja dengan keluarga Jung, namun Siwon memutuskan untuk mengundurkan diri karena dia sudah memutuskan akan memusatkan seluruh perhatiannya untuk mencari Seungwoo. Siwon merasa tidak cukup mampu menjadi supir Yunho jika dia harus menerima tugas tambahan dari Hwangsoo yaitu mengantar Kyuhyun kemana pun gadis itu inginkan. Ya, Kyuhyun memang meminta pada Yunho dan Hwangsoo agar Siwon juga bisa mengantarnya jika dia ingin bertemu dengan Yunho.

Awalnya dalam seminggu Siwon bekerja, dia masih bisa menggunakan waktu luangnya disiang hari karena Yunho selalu memintanya untuk tidak menunggunya di kampus. Yunho hanya minta untuk dijemput ketika dia telah menyelesaikan kuliahnya sehingga Siwon dapat menggunakan waktu kosong tersebut untuk mencari Seungwoo. Namun sejak minggu kedua, entah bagaimana caranya, Kyuhyun bisa membuat Hwangsoo memintanya untuk menunggu Kyuhyun di kampusnya setelah mengantar Yunho ke kampus. Hwangsoo meminta agar Siwon berjaga-jaga seandainya Kyuhyun ingin minta diantar kekampus Yunho atau minta diantar pulang kerumahnya sesuai dengan keinginan Kyuhyun saat dia meminta pada Yunho dan Hwangsoo.

Tentu saja, mau tidak mau Siwon harus menuruti permintaan dari Hwangsoo karena betapa pun menggelikannya permintaan Hwangsoo, dia tetap majikan dari Siwon. Jika ada orang yang perlu disalahkan atas bertambahnya tugas Siwon saat ini dan menyebabkan dia harus kehilangan banyak waktu, orang itu adalah Cho Kyuhyun. Apalagi gadis itu seperti ingin membalas dendam atas perlakuan Siwon tempo hari padanya saat mereka pertama kali bertemu. Kyuhyun terus menerus meminta Siwon untuk menunggunya di kampus dengan alasan dia ingin nantinya diantar ke kampus Yunho. Tetapi pada akhirnya, Kyuhyun tidak pernah minta diantar ke kampus Yunho, melainkan minta diantar ke tempat lain. Ada kalanya, Kyuhyun minta diantar ke mall hanya untuk sekedar melihat-lihat, ada juga Kyuhyun minta diantar ke sebuah toko game terkemuka di kota mereka, lalu Kyuhyun juga sering meminta untuk diantar ke game center untuk bermain disana dan Siwon harus mau menunggunya sampai Kyuhyun selesai.

Semua hal yang dilakukan Kyuhyun jelas sekali ingin menggangu Siwon dan untuk kali ini Siwon tidak bisa melakukan apa-apa untuk membalasnya karena perintah Hwangsoo sangat jelas. Ikuti semua keinginan Kyuhyun dan jangan membuatnya marah. Siwon hanya bisa menahan kekesalannya dalam hati dan terus mengikuti kemauan Kyuhyun tanpa dia sadari bahwa Kyuhyun sengaja melakukan hal tersebut bukan semata-mata ingin membalas dendam, tapi lama kelamaan Kyuhyun penasaran dan tertarik dengan pribadi Siwon.

Siwon memutuskan untuk berhenti bukan hanya karena tugas tambahan tak beralasan tersebut tetapi karena sekali lagi Siwon ingin dapat berkosentrasi untuk menemukan Seungwoo. Siwon tahu, bahwa dia tidak dapat mengandalkan orang lain untuk mencari Seungwoo. Satu-satunya orang yang bisa dia andalkan adalah dirinya sendiri.

Mungkin juga Kangin dan tuan Lee, namun mereka juga pasti memiliki kehidupan sendiri dan Siwon tidak mau mengganggu dan merepotkan orang lain. Siwon juga sudah berhenti dari kerja malamnya, namun dia tidak berhenti dari pekerjaannya di perusahaan tuan Lee karena beliau bersikeras agar Siwon tetap bekerja disana agar Siwon juga dapat melangsungkan hidupnya. Siwon tadinya menolak karena dia tidak merasa hidup jika belum menemukan Seungwoo, tetapi argumen yang diberikan oleh tuan Lee cukup masuk akal diotak Siwon. Tuan Lee mengatakan bahwa jika Siwon terlalu terfokus pada mencari Seungwoo dan menggunakan seluruh tabungannya untuk itu, nanti pada saat Seungwoo ditemukan, apakah Siwon bisa membawa Seungwoo untuk berobat seperti janjinya.

Hal yang dikatakan oleh tuan Lee tersebut membuat Siwon berpikir dua kali. Siwon memang ingin menemukan ayahnya secepat mungkin, tapi seperti perkataan tuan Lee, bahwa Siwon juga harus memikirkan tindakan selanjutnya apabila Seungwoo sudah ditemukan. Jika dia tidak mempunyai penghasilan, bagaimana dia bisa merawat dan menjaga Seungwoo. Maka dari itu, Siwon tetap bekerja dengan tuan Lee, tapi dia memutuskan semua pekerjaan yang dia lakukan sekarang, tidak terkecuali pekerjaan di keluarga Jung. Tuan Lee tidak berkata apa-apa, dia hanya mengangguk dan berjanji pada Siwon bahwa dia juga akan membantu Siwon mencari Seungwoo. Siwon sungguh sangat berterima kasih dengan kebaikan tuan Lee. Jika dia tidak ada, Siwon pasti sudah tidak berpikir secara logis lagi.

Siwon memasuki kediaman keluarga Jung dan langsung menuju ruang pelayan dan mengganti bajunya. Dia akan menyerahkan surat pengunduran dirinya hari ini sebelum dia bekerja. Siwon lalu mencari Shindong untuk menyerahkan suratnya tersebut dan menemukannya di halaman depan sedang memeriksa kebun. Siwon menghampiri dan menepuk pundaknya pelan. Shindong segera berbalik saat menyadari ada seseorang yang menepuk pundaknya yang ternyata orang tersebut adalah Siwon. Shindong tersenyum pada Siwon, karena dari sekian pelayan dan pekerja dirumah ini, Siwonlah yang paling rajin. Dalam sebulan ini, Siwon tidak pernah terlambat, tidak pernah membuat masalah, perilakunya sopan walaupun terkadang kata-katanya sedikit sinis, dan Siwon satu-satunya yang bisa membuat Yunho bersikap lebih baik dari sebelumnya.

Shindong tidak habis pikir ketika Yunho mau mengikuti jadwal tambahannya walaupun Shindong sedikit heran karena dalam lima hari sesuai jadwal, Yunho selalu tidak ikut sehari saja. Meskipun begitu, hal tersebut merupakan kemajuan karena sebelumnya Yunho hanya mau ikut sehari atau dua hari saja. Entah bagaimana caranya Siwon bisa membujuk Yunho agar mau menurutinya. Ingatan Shindong buyar ketika dia menyadari Siwon membungkuk hormat kepadanya. Shindong pun membalas dengan membungkuk kepada Siwon. Siwon kemudian mengeluarkan sebuah surat dari kantung celananya dan menyerahkan kepada Shindong. Awalnya Shindong heran dengan surat yang diberikan oleh Siwon, namun setelah membuka dan membacanya, Shindong mengetahui apa yang Siwon akan lakukan. Shindong terkejut Siwon mengajukan pengunduran dirinya karena masalah dalam keluarganya. Dalam pikirannya Shindong bertanya-tanya apakah sakit ayahnya sudah semakin parah.

Shindong memang mengetahui perihal ayah Siwon karena dia selalu memeriksa terlebih dahulu latar belakang setiap pelayan atau pekerja dirumah tersebut. Shindong memandang Siwon dengan raut wajah penuh tanda tanya. Siwon yang menyadari bahwa Shindong ingin tahu alasan jelas mengapa Siwon memilih mengundurkan diri hanya tersenyum dan membungkuk sekali lagi lalu pergi begitu saja untuk mengambil mobil. Shindong terpaku ditempatnya. Dia tidak tahu apakah dia harus memberitahu Hwangsoo atau cukup dia saja yang menyelesaikan, karena memang biasanya semua urusan pelayan atau pekerja yang mengundurkan diri ataupun dilepaskan oleh keluarga ini selalu melewati dirinya.

Setelah berpikir panjang, akhirnya Shindong memutuskan memberitahu Hwangsoo, karena Shindong yakin Hwangsoo pasti akan meminta penjelasan yang tidak mungkin bisa dia berikan karena dia juga tidak tahu apa-apa. Segera Shindong berjalan menuju ruang makan untuk menemui Hwangsoo. Sesampainya Shindong diruang makan ketika semua anggota keluarga sedang menikmari sarapannya, Shindong segera bergerak kearah Hwangsoo dan membungkuk hormat.

“Mohon maaf tuan besar atas kelancangan saya, tetapi saya ada berita yang mungkin tuan besar ingin mengetahuinya.” Sahut Shindong sopan. Hwangsoo melihat kearah Shindong yang sepertinya agak sedikit panik akan sesuatu, menjadi penasaran. Dia mengisyaratkan agar Shindong berbicara langsung dengannya diruang makan tersebut. Shindong menggangguk dan menyerahkan surat pengunduran diri Siwon kepada Hwangwoo. Hwangsoo mengambil surat tersebut dan membacanya. Ketika selesai, matanya membulat tidak percaya. Dia menatap Shindong meminta penjelasan akan surat yang dipegangnya kini. Namun shindong hanya menggelengkan kepalanya, tanda bahwa dia juga tidak tahu.

“Dimana Siwon sekarang?” tanya Hwangsoo sambil berdiri dari tempat duduknya, membuat Jihyun dan Yunho menatap Hwangsoo dengan pandangan bingung. Belum sempat Shindong menjawab, ucapannya sudah dipotong oleh Yunho.

“Ada apa appa? Kenapa dengan Siwon hyung?” tanya Yunho mengikuti jejak Hwangsoo bangun dari kursinya dan mendekati Hwangsoo yang sudah berdiri didekat Shindong.

“Nanti saja. Sekarang appa harus bertemu Siwon dulu. Kau habiskan dulu sarapanmu, nanti kau menyusul appa ke halaman depan.” Perintah Hwangsoo tegas. Yunho tidak bisa menolak, dia kembali duduk dan segera menghabiskan sarapannya. Jihyun yang mendengar kata-kata Yunho baru saja merasa sedikit cemas karena takut Siwon telah memberitahu siapa dirinya kepada Yunho. Dengan takut-takut Jihyun menanyakan hal tersebut pada Yunho.

“Yunnie..” mendengar Jihyun memanggil namanya Yunho menoleh kearah Jihyun sambil berusaha menelan roti bakarnya.

“Um.. Ada apa umma?”

“Kau kenapa memanggil Siwon dengan sebutan hyung?” tanya Jihyun hati-hati. Yunho yang mendengar pertanyaan Jihyun merasa aneh. Dia memutar badannya sehingga menghadap kearah Jihyun.

“Bukannya memang biasa begitu ya umma. Maksudku Siwon hyung itu lebih tua daripada aku, jadi sewajarnya aku memanggilnya begitu.” Jawab Yunho. Jihyun merasa bodoh dengan pertanyaannya tadi. Yunho memang memanggil semua yang lebih tua darinya dengan hyung atau noona. Dia lupa anaknya ini tidak pernah membedakan dirinya dengan siapapun. Berbanding terbalik dengan Jihyun ketika dia masih seumuran Yunho.

“Ah, tidak. Umma salah bicara. Maksud umma, kau itu kelihatan dekat sekali dengan Siwon ya. Padahal dia baru bekerja disini selama sebulan.”

“Oh itu. Siwon hyung itu keren sekali umma. Pokoknya keren. Walaupun hyung tidak kuliah sepertiku, tapi dia mengetahui dunia bisnis dengan sangat baik. Mungkin karena dia belajar dari tuan Lee atau suka membaca buku-buku bisnisku yang kadang tertinggal di mobil. Aku selalu kalah kalau adu argumen dengannya. Kata-katanya selalu masuk akal walaupun terkadang sedikit sinis. Dan jika aku kalah, aku harus mau ikut dalam pelajaran-pelajaran tambahan dari appa.” Jihyun memandang tidak percaya dengan penjelasan dari Yunho. Jihyun baru mengetahui alasan kenapa Yunho akhir-akhir ini berubah menjadi penurut jika soal pelajaran tambahan dari Hwangsoo. Ternyata Siwon alasannya.

“Siwon hyung itu cerdas sekali umma, sayang dia tidak kuliah. Seandainya dia kakakku, mungkin dia yang akan menggantikan appa di perusahaan. Pokoknya Siwon hyung itu bisa dikatakan sempurna jika saja dia merupakan anggota keluarga Jung. Bayangkan umma, Siwon hyung sudah tampan, gagah, pintar lagi. Jika ditambah pesona keluarga Jung pasti Siwon hyung terlihat hebat. Aku suk…”

“Sudah hentikan Yunho! Kenapa kau begitu mengidolakan dia?! Kau sendiri juga tidak kalah darinya! Kau lebih sempurna karena kau kaya!” Jihyun berteriak memotong ucapan Yunho karena tidak sanggup mendengar Yunho terus membanggakan Siwon. Dia tidak sanggup mendengar Yunho yang sama sekali tidak tahu siapa Siwon sebenarnya, terus membicarakan kelebihan-kelebihan Siwon seakan-akan Siwon adalah kakak kebanggaannya. Hati Jihyun miris ketika Yunho membicarakan kekurangan Siwon yang secara tidak langsung disebabkan olehnya.

“Umma ini kenapa sih?! Aneh sekali dari tadi! Ah, aku malas berdebat dengan umma. Lebih baik aku kedepan.” Ujar Yunho ketus karena dia tidak suka dengan ucapan Jihyun. Yunho yang memang tidak pernah memandang seseorang berdasarkan status dan kekayaan, merasa ucapan Jihyun tadi sudah keterlaluan. Namun sebagai anak baik dia tidak mau berdebat dengan Jihyun. Yunho memilih untuk pergi dan menemui Hwangsoo didepan karena dia penasaran dengan hal yang menyangkut Siwon.

Yunho juga tidak mengerti mengapa dia bisa begitu mudahnya dekat dengan Siwon, padahal dia baru bertemu dan berkenalan dengan Siwon sebulan yang lala. Yunho merasa Siwon tidak seperti pelayan dan pekerja dirumahnya yang selalu memanjakan dan menghormati dia selayaknya tuan muda dirumah itu. Siwon justru bersikap biasa saja dengan Yunho. Walaupun begitu, Siwon yang tahu tempatnya sebagai seorang supir pribadi Yunho sehingga perilakunya tidak pernah tidak sopan pada Yunho, akan tetapi Siwon tidak akan segan-segan menegur Yunho jika Yunho terlalu sering bermain dan melakukan hobinya yaitu menari disaat Yunho harus mengikuti pelajaran tambahan dari Hwangsoo.

Yunho merasa bahwa dia memiliki ketertarikan tersendiri terhadap Siwon. Yunho merasa bahwa Siwon seperti orang yang pernah dekat dengannya. Jika saja kakak kandung Yunho masih hidup, pasti umurnya sama dengan Siwon. Yunho masih ingat jika dia mempunyai kakak, hanya saja Yunho tidak ingat wajahnya dan Jihyun selalu mengatakan bahwa untuk tidak pernah lagi membicarakan kakak kandungnya itu didepan Jihyun juga Hwangsoo karena Jihyun pasti akan bersedih setelah kematiannya dan Hwangsoo pasti merasa tidak enak hati dengan Jihyun. Yunho yang memang polos, menyanggupi permintaan Jihyun tersebut dan tidak pernah sedikitpun menyinggung tentang kakaknya itu baik didepan Jihyun maupun Hwangsoo. Satu-satunya kenangan dari kakak kandungnya tersebut adalah kalung dengan bandul bintang yang selalu dia pakai dilehernya.

Yunho tiba dihalaman depan rumahnya. Disana sudah siap mobil yang biasa dipergunakan untuk mengantarnya. Dia juga melihat Siwon dan Hwangsoo sedang berdebat akan sesuatu. Yunho tidak melihat sosok Shindong, mungkin dia sedang mengurus hal lainnya.

“Maafkan saya tuan Jung, tapi ini keputusan akhir saya.” Suara Siwon membuyarkan lamunan Yunho. Dia segera beranjak mendekati Siwon dan Hwangsoo. Hwangsoo yang menyadari kehadiran Yunho mengisyarakat Yunho agar tidak bicara dulu. Yunho pun mengangguk menuruti kemauan Hwangsoo. Sedangkan Siwon yang melihat kedatangan Yunho membungkuk kepadanya.

“Siwon, aku tidak bisa memaksamu jika kau memang ingin berhenti dari pekerjaanmu, namun aku tidak bisa menyetujui begitu saja jika tidak dengan alasan yang logis.” Desak Hwangsoo agar Siwon mau menjelaskan semua hal yang menurutnya tidak masuk akal ini. Hwangsoo tidak mengerti mengapa Siwon memutuskan untuk mengundurkan diri. Hwangsoo terus bertanya-tanya apa bayaran yang dia berikan kurang, apa pekerjaan yang dia berikan terlalu berat, apa situasi dirumahnya tidak mengenakan untuk Siwon, atau mungkin Yunho membuat masalah sehingga Siwon merasa tidak betah. Hwangsoo melirik sebentar kearah Yunho yang masih diam mengikuti perintah awalnya tadi.

“Yeobo, ada apa ini? Kenapa Yunho belum berangkat?” tanya Jihyun yang tiba-tiba datang dari dalam rumah. Jihyun berjalan agak terburu-buru ketika dia bermaksud menghampiri Hwangsoo dan Yunho. Sesampainya Jihyun ditempat Hwangsoo dan Yunho, dia melihat ke arah Siwon yang membungkuk padanya hormat. Jihyun agak canggung dengan perilaku Siwon tersebut. Dia hanya mengganguk pelan menanggapi Siwon. Hwangsoo yang menyadari Jihyun berada disampingnya segera menyelipkan tangannya di pinggang Jihyun.

“Tidak ada apa-apa yeobo. Kau kembali saja kedalam.”

“Tidak. Aku ingin tahu, karena sepertinya ini masalah untukmu.”

“Tapi, yeobo..”

“Tidak. Aku tetap disini. Nah Siwon, ada apa ini? Kelihatannya kau membuat sesuatu yang besar sehingga suamiku terganggu seperti ini.” Sindir Jihyun. Sebenarnya dia tidak mau terlalu sinis berbicara dengan Siwon, tapi dia tidak tahu bagaimana harus bersikap dengan Siwon yang mungkin masih membencinya. Siwon hanya tersenyum menanggapi sindiran Jihyun, lalu menatap kearah Hwangsoo, seakan tidak memperdulikan Jihyun.

“Jika tuan bersikeras untuk mengetahui alasan saya, maka akan saya katakan.” Hwangsoo yang mendengar ucapan Siwon merasa sedikit senang karena Siwon mau terbuka mengenai masalahnya. Sebelum melanjutkan Siwon menatap bergantian antara Yunho dan Jihyun lalu kembali menatap Hwangsoo. Hwangsoo menyadari bahwa Siwon bersikap aneh dengan terus memandang Yunho dan Jihyun seakan dia ingin menyampaikan sesuatu. Namun Hwangsoo mengesampingkan hal tersebut dan menatap kearah Siwon.

“Saat ini saya harus memusatkan perhatian saya untuk mencari ayah saya tuan. Beliau pergi sebulan yang lalu dan sampai saat ini beliau belum ditemukan. Pekerjaan ini secara tidak langsung membatasi waktu saya untuk menemukan beliau.” Ketiga orang didepan Siwon tersentak mendengar berita tersebut. Yunho yang sedari tadi berdiri disamping Hwangsoo secara tidak sadar beranjak ke samping Siwon dan meremas pundak Siwon. Siwon tersenyum dengan reaksi Yunho terhadapnya. Dia melanjutkan ucapannya agar dia bisa segera bekerja untuk terakhir kalinya dengan baik pada keluarga ini.

“Maka dari itu tuan Jung, bukan maksud saya untuk berlaku lancang, namun bagaimanapun saya tetap berhenti hari ini. Terima kasih anda sudah berbaik hati menerima saya yang tidak mempunyai pengalaman. Semoga saya bisa bertemu anda lagi dalam keadaan yang lebih baik.” Dengan ucapan itu Siwon membungkuk dan beranjak membukakan pintu untuk Yunho. Yunho yang melihat bahwa Siwon sebentar lagi tidak akan bekerja dengannya, merasa bahwa dia tidak bisa tinggal diam saja dan membiarkan hal ini terus berlanjut tanpa adanya penyelesaian yang lebih baik dari berhenti. Terlebih lagi Yunho menyadari bahwa Siwon sedang mengalami masalah yang serius. Dengan cepat dia sudah berada didepan Siwon dan menutup pintu mobil itu dengan keras.

“Hyung! Jangan berhenti. Jika kau memang membutuhkan waktu untuk mencari ayahmu. Aku bisa berangkat dengan transportasi umum, sorenya baru kau menjemputku.”

“Tapi Yunho..”

“Tidak! Biarpun appa mengizinkanmu untuk berhenti kerja, aku tidak akan mengizinkanmu hyung.”

“Siapa bilang appa akan mengizinkan dia berhenti Yun..” ucap Hwangsoo singkat. Dia mendekati keduanya dan berdiri disamping Yunho. Yunho menatap Hwangsoo dengan pandangan senang karena Hwangsoo sependapat dengan Yunho.

“Appa..” sahut Yunho lirih. Hwang menoleh sesaat pada Yunho dan mengangguk tanda bahwa dia mengerti keinginan Yunho agar Siwon tetap bekerja dengan mereka. Hwang kemudian mengalihkan tatapannya kepada Siwon dan meremas pundaknya.

“Siwon, aku tahu kau pasti khawatir dengan keadaan ayahmu sekarang, tapi berhenti dari pekerjaanmu dan mencarinya tanpa ada petunjuk sama sekali juga tidak akan banyak membantumu.”

“Tuan, saya..”

“Tidak. Dengarkan aku dulu. Aku bisa membantumu.” Jihyun yang mendengar bahwa Hwangsoo bersedia membantu Siwon mencari Seungwoo menjadi panik. Dia takut jika Hwangsoo bertemu dengan Seungwoo maka semua masa lalunya akan terbongkar. Siwon yang melihat Jihyun menjadi tegang dan kelihatan panik mengerti bahwa wanita itu tidak mau ketahuan jika dia pernah menikah dengan Seungwoo dan memiliki anak laki-laki selain Yunho.

“Tidak. Tuan yang seharusnya mendengarkan saya. Maafkan saya tuan, namun keputusan saya sudah bulat. Walaupun perkataan tuan ada benarnya namun saya tidak ingin masalah saya mengganggu pekerjaan saya disini. Jadi saya moh..”

“Mohon maaf kami mengganggu. Kami dari kepolisian.” Tiba-tiba datang dua orang pria beseragam polisi berdiri didekat mereka semua. Hwangsoo dan Yunho membalikkan tubuh mereka untuk melihat siapa pemilik suara tersebut. Dan ketika meeka menemukan bahwa suara tersebut milik polisi, raut wajah keduanya menjadi bingung and sedikit khawatir. Mereka berdua berpikir mengapa ada dua orang polisi di halaman depan mereka. Siwon yang melihat para polisi tersebut sepertinya menyadari maksud kedatangan mereka. Siwon yakin bahwa ini ada sangkut pautnya dengan obat-obat yang sering dia beli dari teman-temannya diklub malam.

Siwon tahu bahwa ini juga ada sangku pautnya dengan penggrebekkan polisi yang dilakukan diklub malam tempat Siwon bekerja dulu kemarin malam. Banyak Bandar narkoba disana yang tertangkap oleh polisi. Ada juga beberapa pengguna yang tertangkap basah sedang menggunakan narkoba juga terjaring dalam operasi polisi tersebut. Memang saat penggrebekkan itu terjadi Siwon sudah tidak lagi bekerja disana, namun dia yakin polisi tidak akan tinggal diam jika ada satu saja orang di klub malam tersebut tidak sengaja atau bahkan sengaja menyebutkan namanya.

“Ada yang bisa saya bantu pak polisi?” tanya Hwangsoo singkat. Dia benar-benar tidak bisa menduga maksud para polisi ini datang ke kediamannya.

“Kami kemari setelah mendapat informasi mengenai tersangka penyalahgunaan obat-obatan terlarang.” Jawab salah satu polisi itu tegas. Hwangsoo terkejut bukan main. Dia semakin tidak bisa menduga apa yang sedang terjadi karena tidak mungkin orang dirumahnya mampu melakukan tindakan krimidal seperti itu.

“Tersangka? Keluarga kami keluarga baik-baik pak polisi. Tidak mungkin ada tersangka seperti itu dirumah kami.” Jelas Hwangsoo tidak setuju dengan pernyataan polisi baru saja. Hwangsoo melihat kepada dua polisi tersebut dengan pandangan menuntut adanya penjelasan yang masuk akal.

“Apakah anda mengenal laki-laki bernama Choi Siwon?” Semua orang yang berada ditempat itu langsung mengalihkan pandangan mereka kearah Siwon. Siwon yang tahu bahwa ini akan terjadi padanya suatu saat hanya bisa mendesah pasrah. Ternyata benar dugaannya bahwa ada salah satu dari mereka yang ditangkap polisi kemarin malam ada yang menyebutkan namanya. Siwon hanya berpikir cobaan apalagi yang harus dia jalani kali ini. Siwon menatap Hwangsoo, Yunho, dan terakhir Jihyun yang menatapnya tidak percaya. Siwon memejamkan matanya sesaat, mencoba tegar menghadapi ini semua karena dia mengerti apa yang akan terjadi padanya jika polisi sudah turun tangan seperti ini.

“Saya yang bernama Choi Siwon.” Sahut Siwon pelan. Dia sudah tidak punya tenaga lagi untuk bisa menghadapi semua permasalahan yang datang padanya. Pertama ayahnya yang menghilang dan belum ditemukan dan sekarang dia harus menghadapi tuduhan yang akan dikenakan padanya.

“Anda Choi Siwon?” tanya salah satu polisi tersebut, meyakinkan bahwa benar orang yang dihadapannya sekarang adalah orang yang harus dia bawa ke kantor polisi.

“Benar.” Mendengar jawaban Siwon, polisi tersebut mengisyarakat kepada rekannya untuk menangani Siwon dengan memborgolnya dan membawanya ke mobil polisi yang ada diluar kediaman Jung.

“Anda kami tangkap dengan tuduhan penyalagunaan narkoba.” Siwon pasrah ketika salah satu polisi tersebut mendekatinya dan menaruh kedua tangannya kebelakang. Kedua pergelangan tangan Siwon diborgol dan dia digiring oleh polisi tersebut menuju mobil polisi yang terparkir diluar. Semua orang yang melihat kejadian itu terlalu terkejut sehingga terdiam begitu saja sampai Yunho menyadari bahwa Siwon sudah jauh dari pandangannya. Dia segera mengejar Siwon dan para polisi tersebut keluar.

“Tunggu!” teriaknya meminta polisi tersebut untuk tidak langsung membawa Siwon seperti itu.

“Yunho!!” panggil Jihyun sambil mengejar Yunho yang sudah berlari mengejar Siwon dan polisi-polisi tersebut. Hwangsoo yang melihat keluarganya berlari keluar seperti itu ikut menyusul. Saat dia sampai diluar gerbang, Hwangsoo melihat Siwon yang sudah ada didalam mobil polisi dan Yunho yang memukul-mukul jendela mobil tersebut. Hwangsoo juga melihat bagaimana reaksi Yunho ketika mobil tersebut melaju pergi meninggalkan kediamaannya. Hwangsoo sedikit heran dengan sikap Yunho yang agak berlebihan. Yunho masih saja terus memanggil Siwon dengan keras dan Yunho juga bermaksud mengejar mobil tersebut jika tidak dihalangi oleh Jihyun. Hwangsoo lalu mendekati keduanya. Dia mengambil Yunho dari Jihyun dan memeluk Yunho yang sekarang telah menangis. Hwangsoo benar-benar tidak mengerti mengapa Yunho bisa begitu dekat dengan Siwon. Pasti ada sesuatu yang menyebabkan Siwon begitu berbeda dengan orang-orang disekitar Yunho sehingga Yunho bersikap seperti sekarang. Namun Hwangsoo tidak memikirkan hal itu sekarang. Dia memfokuskan mencari tahu sebab Siwon bisa dituduh dan ditangkap seperti ini. Hwangsoo harus mengetahui apa yang sedang terjadi sekarang.

Kelihatannnya hari ini dia tidak bisa pergi untuk bekerja, tidak dengan situasi keluarganya yang seperti ini. Dia terus memeluk Yunho tanpa memperhatikan satu orang didekatnya yang juga sudah menangis. Hwangsoo tidak memperhatikan Jihyun yang sudah kembali kerumah menuju kamarnya masih dengan linangan airmata.

Kantor Polisi

Siwon sedang termanggu didalam sel kecilnya saat seorang polisi datang membuka kurungan tersebut. Siwon mengangkat kepalanya saat polisi tersebut membuka lebar pintu penjara tersebut.

“Choi Siwon, kau bebas.” Sahutnya sambil berdiri disamping pintu perjara yang sudah terbuka itu. Siwon berdiri dan menatap polisi tersebut dengan padangan tidak percaya. Siwon berpikir bagaimana mungkin dia bisa bebas semudah ini.

“Apa?” tanya Siwon bingung. Polisi tersebut hanya tersenyum ramah. Dia menepuk pundak Siwon beberapa kali sambil akhirnya melepaskan borgol yang masih mengaitkan pergelangan tangannya.

“Kau bebas. Ada yang menjaminmu. Sekarang keluarlah. Orang tersebut menunggumu diluar.” Siwon bingung dengan apa yang dikatakan oleh pak polisi tersebut bahwa ada seseorang yang menjaminnya, karena belum ada satu hari dia berada disel tersebut. Siwon mengira bahwa dia akan lama berada didalam penjara ini karena kasusnya, namun sepertinya Tuhan masih menyayanginya dengan adanya seseorang yang berbaik hati untuk menjaminnya. Dalam pikirannya Siwon, orang yang mungkin menjaminnya adalah tuan Lee, Kangin atau bisa saja dokter Cho, dokter Seungwoo. Dokter Cho mengetahui bahwa Siwon membeli obat-obatan tersebut walaupun yang bersangkutan sangat menentangnya.

Siwon mengikuti pak polisi tersebut dan keluar dari selnya dan berjalan sampai keluar dari kantor polisi tersebut. Ketika mereka berdua sampai didepan kantor polisi tersebut menunjuk kearah sebuah mobil mewah yang terparkir tidak jauh dari pintu kantor polisi tersebut.

“Orang yang menjaminmu menunggumu disana.” Jelasnya singkat.

“Terima kasih pak.” Siwon tersenyum kepada polisi tersebut dan membungkuk kepadanya. Siwon berbalik dan baru saja akan menghampiri mobil yang ditunjuk ketika suara polisi tadi memanggil Siwon.

“Choi Siwon..”

“Ya?” Siwon berbalik kembali dan menunggu apa yang akan diucapkan oleh polisi tersebut.

“Kau beruntung karena tuduhan terhadapmu tidak kuat untuk bisa dibawa kepengadilan. Jumlah narkoba yang kau beli tidak melebihi batas maksimal sesuai ketentuan hukum. Namun, aku sarankan, jangan sekali-sekali kau beli barang haram itu untuk tujuan apa pun.” Siwon tersenyum mendengar nasehat polisi tersebut. Dia memang berbuat bodoh karena mengandalkan narkoba untuk membantu ayahnya mengurangi kesakitan akibat kanker. Namun dia tidak memiliki banyak pilihan. Obat yang diresepkan oleh dokter Cho tidak sanggup untuk dia tebus. Sedangkan obat terlarang tersebut bisa dia dapatkan mudah dan cukup murah karena dia kenal beberapa bandar saat dia bekerja di klub malam itu. Siwon sadar apa yang dilakukannya memang tindakan kriminal meskipun dia memang membeli narkoba tersebut dalam jumlah kecil, tapi Siwon akan melakukan apa saja demi Seungwoo. Apa saja.

Siwon mengangguk menanggapi nasehat polisi itu dan membungkuk hormat sekali lagi padanya sebelum dia berjalan kearah mobil mewah itu. Siwon ingin menyampaikan rasa terima kasihnya pada orang tersebut dan berjanji bahwa dia akan membalas kebaikan orang tersebut. Ketika Siwon sudah sampai disamping mobil tersebut, supir yang sudah menunggunya sedari tadi membukakan pintu mobil tersebut agar Siwon dapat masuk.

Sesaat Siwon tidak bisa melihat secara jelas siapa yang sudah ada didalam mobil, tetapi karena Siwon ingin segera mengucapkan rasa terima kasihnya, maka Siwon segera memasuki mobil tersebut. Siwon mengira dia akan melihat sesosok pria karena dia masih berpikir bahwa yang sudah menjaminnya adalah tuan Lee, Kangin atau dokter Cho. Namun betapa terkejutnya Siwon ketika mendapati sosok yang ada didepannya adalah sosok seorang wanita. Siwon pun mengenal wanita ini dan dia semakin terkejut menemukan wanita tersebut ada ditempat seperti ini dan menjaminnya.

“Apa yang anda lakukan disini nyonya Jung?” tanya Siwon dengan nada datar. Wanita yang ternyata Jihyun itu berbalik dan menatap bola mata Siwon lekat. Jihyun tidak segera menjawab melainkan memilih menyuruh supirnya untuk segera menjalankan mobil mewahnya. Supir tersebut melaksanakan perintah dari Jihyun dan menjalankan mobil, meninggalkan kantor polisi.

Mobil tersebut terus melaju membawa penumpang didalamnya sampai ke sebuah taman. Sang supir memarkirkan mobil di dekat taman tersebut kemudian mematikan mesin mobil dan segera membukakan pintu untuk Jihyun. Siwon mengikuti tindakan supir itu dan membuka pintunya sendiri kemudian keluar dari mobil Jihyun. Jihyun berjalan kearah Siwon dan menarik tangannya agar mau mengikuti dia ke salah satu bangku taman yang tersedia. Awalnya Siwon masih ragu untuk mengikuti kemauan Jihyun tersebut, namun mengingat wanita ini yang sudah menjaminnya, maka Siwon akan mencoba memberikan kesempatan untuk Jihyun berbicara dan menyatakan apa maksud dia sesungguhnya.

Jihyun merasa sedikit lega karena Siwon tidak menolak dan menampik tangannya yang sekarang masih menggenggam tangan Siwon. Jihyun senang karena Siwon tidak menolak sentuhannya. Biar bagaimana pun Jihyun merindukan putra sulungnya ini walaupun dia telah melakukan berbagai hal yang menyakiti hati Siwon. Dan sepertinya Jihyun akan melakukan hal yang sama sekali lagi. Namun dalam pikiran Jihyun, dia harus melakukan ini demi Yunho dan juga Hwangsoo. Jihyun menatap Siwon sesaat sebelum mengajak Siwon untuk duduk bersama dibangku taman tersebut.

Setelah Siwon duduk di depan Jihyun, Jihyun langsung mengeluarkan sebuah amplop coklat tebal dan menyodorkan kepada Siwon. Siwon sempat bingung dengan amplop tersebut, tetapi sedetik kemudian dia tahu apa isi amplop tersebut. Siwon hanya tersenyum sinis sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia sempat tertipu dengan kebaikan Jihyun yang mau menjaminnya dan sentuhan lembutnya tadi. Siwon sadar bahwa Jihyun tidak akan pernah berubah. Pasti dia menginginkan sesuatu jika dia berbuat baik padanya.

“Siwon ini untukmu. Pakailah untuk keperluanmu dan juga untuk mencari Seungwoo. Jika kurang, jangan segan-segan menghubungiku. Tapi aku mohon ag…”

“Agar saya segera pergi dari kehidupan nyonya dan keluarga nyonya bukan?!” Potong Siwong dengan nada sinis. Jihyun hanya terdiam dan akhirnya mengangguk pelan. Tiba-tiba saja Siwon tertawa dengan keras sehingga menyebabkan beberapa orang di sekitar mereka sempat berpaling kearah Siwon dan Jihyun. Jihyun menatap bingung kearah Siwon karena dia tidak tahu kenapa Siwon tertawa seperti itu. Beberapa menit kemudian, Siwon berhasil menguasai dirinya dan menghentikan tawanya. Siwon melihat kearah Jihyun sebentar kemudian berdiri dan berjalan meninggalkan Jihyun tanpa mengambil amplop berisi uang tersebut. Jihyun yang kebingungan dengan sikap Siwon ikut beranjak dari bangku taman dan mengejar Siwon yang sudah berjalan beberapa langkah menjauhi Jihyun. Jihyun mencekal lengan Siwon mencoba menghentikan langkah Siwon, namun hal tersebut tidak berlangsung lama, karena Siwon langsung menepis tangan Jihyun.

“Jangan sentuh aku!” seru Siwon tegas. Dia menghentikan langkah kakinya sejenak sebelum akhirnya melanjutkan lagi berjalan. Jihyun yang tidak mau digantungkan begitu saja oleh Siwon tetap mengejarnya dan mencoba meminta Siwon untuk berhenti dan mendengarnya. Siwon tidak memperdulikan Jihyun dan terus saja berjalan sampai akhirnya Jihyun mengucapkan kata-kata yang membuat Siwon berhenti seketika.

“Kenapa sikapmu seperti ini. Aku hanya ingin membantumu. Kau sama saja dengan appamu. Pantas saja dia gagal dalam hidupnya!” teriak Jihyun karena kesal Siwon tidak mau mendengarnya sedikit pun tanpa sadar bahwa dia telah mengucapkan hal tabu kepada Siwon. Jihyun yang melihat Siwon berhenti, ikut menghentikan langkahnya. Jihyun berpikir kali ini Siwon akhirnya mau mendengarkannya, hanya saja saat melihat tatapan tajam Siwon meskipun matanya sudah berkaca-kaca, Jihyun sadar bahwa dia sudah menyakiti hati Siwon sekali lagi.

“Appa saya bukan orang gagal nyonya. Tolong nyonya jangan seenaknya bicara mengenai appa saya seolah-olah nyonya mengenal beliau.” Siwon mengatakan hal tersebut tanpa menyadari bahwa airmatanya sudah jatuh. Jihyun yang melihatnya merasa bersalah namun dia tidak bisa berkata apa-apa.

“Nyonya tenang saja. Saya tidak akan mengganggu hidup nyonya. Saya akan menghilang sehingga nyonya tidap perlu takut jika tuan Hwangsoo ataupun tuan muda Yunho mengetahui tentang siapa saya sebenarnya. Lagipula, saya sudah pernah bilang bahwa nyonya tidak punya hubungan apa-apa dengan saya. Jadi nyonya tidak perlu khawatir.” Siwon mengatakan hal tersebut sambil berusaha menghapus dan menahan airmatanya yang terus saja mengalir.

“Terima kasih karena nyonya mau menjamin saya di kantor polisi tadi, tapi tolong nyonya jangan hina saya lagi dengan memberikan uang itu kepada saya. Saya memang miskin nyonya, tapi saya masih punya harga diri. Saya masih punya tangan dan kaki ini untuk merawat appa saya. Nyonya tidak perlu susah payah memikirkan kami yang tidak punya hubungan apa-apa dengan nyonya.” Sahut Siwon lagi dan kali ini dia tidak bersusah payah menghapus airmatanya. Siwon berpikir percuma saja dia dia melakukan hal itu berkali-kali jika airmatanya terus membangkangnya seperti ini. Jihyun yang mendengar Siwon menuduhnya seperti itu bermaksud menjelaskan bahwa niatnya hanya ingin agar semua kembali seperti semula, saat dia tidak bertemu dengan Siwon sehingga tidak ada lagi orang yang terluka.

“Siwon.. Bukan maksudku unt..”

“Apa pun maksud nyonya, saya tidak akan menerima apa pun dari anda. Seperti yang selalu saya sampaikan pada nyonya, saya dan appa saya tidak punya hubungan dengan anda. Kami akan menghilang dari hidup anda seperti anda menghilang dari hidup kami tiga belas tahun yang lalu. Kami sudah mati dimata anda seperti yang anda katakan pada Yunho.” ucap Siwon, membuat Jihyun membelalakan matanya. Jihyun tidak tahu harus menjelaskan apa pada Siwon. Tapi yang terpenting bagi Jihyun, darimana Siwon bisa tahu jika Jihyun mengatakan pada Yunho bahwa Seungwoo dan Siwon telah meninggal.

“Darimana…” Jihyun mengucapkan apa yang ada dipikirannya, tapi sebelum dia bisa menyelesaikan perkataannya, Siwon memotongnya kembali.

“Tidak penting saya tahu darimana. Jika nyonya sudah menganggap kami mati, maka kami memang mati.”

“Tapi Siwon, berikan umma kesem..”

“Ummaku sudah mati.” Jihyun merasakan sakit yang begitu dalam ketika Siwon secara terang-terangan mengucapkan itu padanya. Airmata Jihyun ikut turun seperti halnya Siwon. Jihyun terduduk sambil menutup mulutnya, berusaha agar tangisannya tidak terdengar oleh orang lain. Namun isakan-isakan yang keluar dari mulutnya masih bisa terdengar oleh Siwon. Siwon yang melihat Jihyun seperti itu hanya bisa memandangnya. Siwon mendesah pelan lalu mengusapkan kedua tangannya ke wajahnya. Kali ini Siwon memenangkan pertarungan dengan airmatanya, karena mereka telah berhenti mengalir di pipi Siwon. Dia lalu membalikkan tubuhnya dan bermaksud meninggalkan Jihyun sendiri, namun sebelum itu Siwon mengatakan sesuatu.

“Saya hanya akan mengucapkan ini satu kali saja nyonya. Orang yang anda bilang gagal itu, sampai sekarang masih sangat mencintai nyonya. Orang itu tidak pernah sekali pun membenci nyonya. Dia tidak henti-hentinya mengatakan pada saya bahwa seberapa besarnya kesalahan umma saya pada saya, umma tetaplah umma. Saya harus menghormatinya bahkan tidak boleh menaruh dendam padanya.” Jihyun semakin tidak bisa menahan perasaan sedih dan bersalahnya. Dia terus terduduk sambil menangis, tidak perduli jika orang-orang memperhatikannya. Siwon yang mendengar tangisan Jihyun hanya terdiam sesaat sebelum melanjutkan lagi ucapannya.

“Saya hanya berharap bahwa suatu saat saya bisa mengikuti permintaan appa saya tersebut. Saya hanya berharap umma yang saya kenal sebelum saya berumur tujuh tahun bisa kembali lagi pada saya. Namun itu hanya khalayan saya, karena kenyataannya umma saya sudah mati baik hati dan perasaannya.”

“Siwon.. hiks..hiks.. Umm..umma moh..mohon.. Maafkan umma..hikss..hikss..” Siwon tidak menanggapi perkataan Jihyun. Dia memilih berjalan meninggalkan Jihyun yang sudah berdiri dan memanggil-manggil namanya.

“Siwon…Siwon.. hiks..hiks.. Ma..maafkan umm..umma nak… Siwon..” hal itu saja yang terus diucapkan Jihyun. Kata maaf terus diucapkan Jihyun kepada Siwon, namun Siwon tidak bisa mempercayai Jihyun setelah berkali-kali kata maaf keluar dari mulutnya, Jihyun tetap melukai hati Siwon dan juga Seungwoo. Tidak, Siwon berpikir di tidak mau terjerat pada kasih sayang palsu dari Jihyun. Dia harus bersikap tegar dan menganggap Jihyun memang sudah mati walaupun di lubuk hatinya yang paling dalam, Siwon merindukan kasih sayang seorang ibu. Kasih sayang yang pernah dia terima sebelum ibunya memutuskan meninggalkan dia dengan Seungwoo.

Jihyun terus memandang punggung Siwon dengan linangan airmata yang tak kunjung bisa berhenti. Sampai akhirnya Jihyun tidak lagi bisa melihat sosok Siwon dan Jihyun tidak sanggup lagi menahan rasa sakit dan rasa bersalahnya.

“SIWON!!”

Apartemen Choi

Siwon membuka pintu apartemennya perlahan dan memasuki apartemennya tersebut setelah melepas sepatunya. Dia beranjak ke dapur untuk mengambil air mineral di kulkas kemudian berjalan pelan ke sofa di ruang tamunya. Siwon langsung merebahkan tubuhnya yang letih baik secara fisik maupun mental karena berbagai permasalahan yang selalu datang dalam beberapa minggu ini. Terlebih lagi setelah kejadian tadi ditaman. Siwon masih tidak habis pikir dengan perilaku Jihyun yang bermaksud memberikannya uang sebagai ganti agar dia mau pergi dari kehidupannya. Jika Siwon diberikan pilihan, dia juga tidak ingin terlibat lagi dengan Jihyun. Namun sepertinya takdir terus mempermainkannya, seakan mereka tidak puas dengan segala penderitaan dan kesulitan yang telah dialami Siwon dan juga Seungwoo.

Kembali teringat dengan Seungwoo, Siwon bangun dari sofa dan memeriksa ponselnya, berharap ada seseorang yang mengabari soal keberadaan Seungwoo. Seharian ini Siwon memang belum dapat memeriksa ponsel itu karena kejadian yang terjadi padanya. Siwon melihat ada beberapa panggilan tidak terjawab dan beberapa pesan. Siwon mulai melihat pesan-pesan dari nomor yang dia kenal terlebih dahulu.

From : Kangin-hyung

Siwonnie, maaf aku sementara tidak bisa membantumu dulu. Aku ada masalah sedikit. Aku sedang diluar kota sekarang. Aku titip apartemenku. Aku akan kabari jika aku kembali. Yang tabah bro..

From : Tuan Lee

Siwon! Aku mendapat kabar dari Hwangsoo bahwa kau ditangkap polisi. Aku tunggu penjelasan darimu secepatnya. Oh, aku juga sudah menghubungi dokter Cho karena aku pikir dia juga harus tahu. Hubungi aku segera.

From : Dokter Cho

Siwon! Apa aku bilang!! Kau bisa kena masalah gara-gara narkoba. Dimana kau sekarang? Kabari aku secepatnya. Oh satu lagi, aku tahu aku hanya akan menambah bebanmu dengan pesan ini, tapi aku harus mengingatkanmu bahwa Seungwoo harus segera masuk rumah sakit. Tidak bisa ditunda lagi. Jadi segeralah temukan appamu yang keras kepala itu. Aku tunggu kabar darimu.

From : Yunho

Hyung!! Kau dimana? Tadi saat aku kekantor polisi, kau sudah tidak ada. Kalau kau tidak menghubungiku hari ini juga, aku akan datang ke apartemenmu.

From : Tuan Jung

Siwon. Apa kau sudah pulang ke apartemenmu? Jika sudah, tolong segera hubungi Yunho. Dia panik sekali ketika tahu kau sudah bebas dan tidak kembali kerumah kami. Kita juga belum selesai membahas soal pengunduran dirimu. Aku tunggu kabar darimu.

Siwon melepaskan pandangannya sejenak dari ponselnya itu. Dia mengusap wajahnya dan menarik nafasnya perlahan dan membuangnya. Siwon berpikir bahwa dia telah merepotkan dan mengkhawatirkan banyak orang walaupun dia tidak ingin seperti itu. Siwon kembali melihat dua pesan terakhir untuknya. Keduanya tidak memiliki nama sehingga Siwon tidak membukanya. Setelah semua pesan penting dia baca, baru dia beralih membuka pesan tanpa nama pengirim tersebut. Siwon membuka yang pertama, dan betapa terkejutnya dia ketika pengirim pesan itu adalah gadis usil kekasih Yunho, Cho Kyuhyun.

From : Unknown Number

Yah!! Dasar kuda! Kenapa kau tidak datang kekampusku hari ini?! Apa kau sudah bosan dengan pekerjaanmu sekarang hah?! Mau aku adukan pada Hwangsoo ahjussi?! Aku bosan jika kau tidak ada, tahu!. Aku tak punya orang yang bisa aku ajak beradu argumen denganku. Pokoknya awas kalau besok kau tidak ada. Kabari aku secepatnya. Jaga kesehatanmu. Cho Kyuhyun, si cantik nan baik hati.

Siwon tertawa kecil ketika selesai membaca kembali pesan dari Kyuhyun. Dia tidak mengerti dengan sikap gadis ini. Baru saja Kyuhyun mengejeknya dengan sebutan kuda, lalu kenapa dalam kata-kata akhirnya dia menuliskan jaga kesehatan. Siwon bingung sekaligus terpana dengan kepribadian ganda dari Cho Kyuhyun ini. Siwon berpikir sebenarnya Kyuhyun itu membencinya atau tidak. Siwon menggelengkan kepalannya dan melupakan sejenak mengenai Cho Kyuhyun dan beralih pada pesan terakhir di ponselnya. Siwon membuka pesan tersebut dan membacanya. Matanya terbuka lebar ketika dia selesai membaca pesan tersebut. Segera saja dia mengambil jaket, dompet dan ponselnya lalu segera keluar dari apartemennya. Pesan yang tadi dia baca masih teringat jelas dipikiran Siwon.

From : Unknown Number

Selamat siang. Saya Yoo Hyori, saya menulis pesan ini karena sejak tadi saya mencoba menghubungi anda tapi tidak ada yang mengangkat. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa kenalan anda bernama Choi Seungwoo sekarang sedang ada dirumah sakit J. Kelihatannya beliau sudah parah dan saya berpikir sebaiknya keluarga yang bersangkutan harus berada disampingnya. Jika anda menerima pesan saya, segera kerumah sakit. Saya akan menceritakan semua.

Rumah Sakit J

Siwon terengah-engah ketika dia sampai dirumah sakit J. Siwon berlari dari apartemennya sampai rumah sakit ini karena sudah tidak banyak taksi yang beredar disekitar lingkungannya. Terlebih lagi pada malam hari seperti ini. Setelah mengatur nafasnya, Siwon segera memasuki lobby rumah sakit tersebut dan menemui suster jaga untuk menanyakan dimana kamar Seungwoo. Suster tersebut langsung memeriksa apakah nama Seungwoo termasuk pasien dirumah sakit tersebut. Ketika Siwon menunggu suster tersebut mencari nama Seungwoo, seseorang menepuk pundaknya pelan. Siwon berbalik dan menemukan seorang wanita paruh baya sedang menatap dengan pandangan sendu. Siwon bingung dengan tatapan wanita itu padanya sampai wanita itu memperkenalkan dirinya.

“Apa kau Choi Siwon?”

“Benar ahjumma. Apa saya mengenal ahjumma?”

“Saya Yoo Hyori, nak.”

“Oh, anda yang menghubungi saya mengenai appa saya. Terima kasih ahjumma. Terima kasih banyak. Dimana appa sekarang?” Sejenak Hyori tidak menjawab pertanyaan Siwon. Dia malah meremas pundak Siwon dan membawanya pada dekapan eratnya. Karena Siwon lebih tinggi dari HYori sehingga Hyorilah yang menyembunyikan wajahnya di dada Siwon. Sedangkan Siwon sendiri meletakkan dagunya pada pundak wanita tersebut. Raut wajah Siwon masih mencerminkan kebingungan sampai dia diajak oleh Hyori ke sebuah ruangan.

Diruangan serba putih itu, terbaring sebuah tubuh yang telah ditutupi kain putih sampai kewajahnya. Ada seorang pria paruh baya berdiri disamping ranjang tersebut. Pria tersebut juga memasang tampang sendu seperti Hyori. Siwon tidak mengerti maksud Hyori membawa Siwon keruangan ini. Siwon hanya ingin segera menemui Seungwoo dan membawanya pulang untuk berobat namun ketika Siwon mengutarakan hal tersebut kepada Hyori, wanita tersebut justru terus memintanya untuk masuk keruangan ini dan mendekati tubuh diranjang rumah sakit itu.

“Bukalah.” Sahut pria tersebut ketika Siwon sampai ke pinggir ranjang tersebut. Suara pria itu sedikit mengejutkan Siwon karena suaranya mirip sekali dengan suara Seungwoo. Siwon pun mengikuti ucapan pria tersebut dan membuka kain putih yang menutupi wajah orang yang terbaring di ranjang itu. Ketika kain itu tersibak, Siwon membuka matanya lebar dan berpenggangan pada pinggir ranjang tersebut karena Siwon tidak tahu apakah dia sanggup untuk bediri.

Didepan mata Siwon terbaring kaku Choi Seungwoo dengan matanya yang tertutup dan wajahnya yang memucat. Bibir Seungwoo yang biasanya cerah dan memberikan senyum terindahnya pada Siwon sekarang membiru dan juga tertutup rapat. Siwon mencoba untuk mempercayai pandangannya sekarang bahwa yang ada didepannya ini adalah Seungwoo. Dengan perlahan, Siwon kemudian mengarahkan kedua tangannya pada wajah Seungwoo untuk membelai wajah ayah tersayangnya itu. Betapa hancur hati Siwon ketika merasakan dinginnya wajah Seungwoo menandakan bahwa Seungwoo benar-benar telah meninggalkan dirinya. Siwon terus membelai wajah Seungwoo lembut sambil sesekali memanggil nama Seungwoo dan memintanya untuk segera bangun. Siwon masih tidak mau percaya bahwa Seungwoo sudah tidak ada didunia ini lagi.

“Appa. Bangun appa. Siwon disini appa. Siwon disini menjemput appa.” Namun Seungwoo tentu saja tidak dapat mendengar lagi permintaan lirih Siwon. Dia tetap menutup matanya membuat Siwon tidak lagi membelai wajah Seungwoo namun mulai menguncang-guncangkan tubuh kaku Seungwoo.

“Appa.. Jangan marah sama Siwon appa.. Maafkan Siwon terlambat menjemput appa. Tapi sekarang Siwon sudah disini bukan?! Ayo kita pulang. Appa harus segera masuk kerumah sakit. Siwon sudah mampu bayar.” Siwon terus menerus menguncang tubuh Seungwoo. Melihat keadaan Siwon seperti itu, Hyori dan Hyunjae, nama pria disamping ranjang tadi yang juga merupakan suami dari Hyori bergegas menghampiri Siwon.

Mereka berdua masing-masing memegang lengan Siwon, memintanya agar tidak terus menguncang tubuh Seungwoo. Namun Siwon terlalu kuat untuk mereka. Segera saja Siwon sudah terlepas dari pegangan Hyori dan Hyunjae, tetapi Siwon tidak lagi menguncang tubuh Seungwoo melainkan menundukkan badannya dan memeluk erat Seungwoo. Siwon tak mampu lagi menahan airmatanya dan dia menangis meraung-raung memanggil Seungwoo.

“Appa! Appa jangan tinggalkan Siwon! Siwon tidak mau kalau tidak ada appa! Siwon mohon ajak Siwon kalau appa mau pergi! Ajak Siwon!”

“Nak Siwon, sudahlah.. Biarkan appamu tenang disana nak.” Sahut Hyori mencoba menenangkan Siwon dan member pengertian bahwa Seungwoo sudah tidak ada didunia ini lagi. Hyori ingin agar Siwon bisa menerima kenyataan tersebut demi Seungwoo juga. Namun Siwon tetap menolak jika Seungwoo telah meninggal. Siwon masih bersikukuh jika Seungwoo hanya sedang menghukumnya karena kesalahan Siwon dengan berbuat seperti ini.

“Tidak! Appa hanya pura-pura tidur. Appa sedang kesal dengan Siwon karena Siwon lagi-lagi mengecewakan appa! Appa… ayo bangun… Siwon janji kali ini Siwon jadi anak baik-baik. Siwon janji Siwon akan banyak berbuat kebaikan sehingga Siwon tidak akan membawa sial lagi buat appa. Agar Tuhan mau berbaik hati sama Siwon sehingga Siwon mampu membahagiakan appa. Ayo appa.. bangun…”

“Siwon..” Hyori terkejut dengan penuturan Siwon. Wanita itu berpikir mengapa Siwon berbicara seolah-olah dia adalah seorang pembawa sial. Tidak ada di dunia ini yang bisa menghindari namanya kematian. Semua sudah diatur oleh Tuhan dan bukan karena nasib seeorang. Hyori terenyuh melihat kesedihan Siwon seperti itu. Seungwoo benar-benar sangat berarti baginya. Hyori meneteskan airmatanya menyaksikan betapa terpukulnya Siwon dengan kepergian Seungwoo.

“Appa..Appa.. Siwon mohon appa… Siwon mohon.. At..atau appa mau Siwon gantikan? Siwon rela menggantikan appa. Siwon saja yang pergi appa. Asalkan appa mau bangun. Asalkan appa sehat, Siwon rela… Appa.. Bangun… Appa…” Namun berkali-kali Siwon memanggil Seungwoo, hasilnya sama saja. Seungwoo tidak akan bisa bangun lagi. Seungwoo tidak akan bisa memeluk Siwon lagi. Seungwoo tidak akan bisa tertawa bersama Siwon lagi. Seungwoo tidak akan memberikan nasehat bijaknya untuk Siwon. Seungwoo sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Seungwoo sudah pergi untuk selama-lamanya.

Menyadari bahwa Seungwoo memang tidak akan kembali lagi, Siwon seperti mendapatkan sesuatu. Dia bergegas berlari meninggalkan ruangan itu. Hyori dan Hyunjae yang panik akan emosi Siwon yang labil saat ini segera menyusul Siwon. Ketika mereka bisa menemukan Siwon, ternyata yang bersangkutan sedang terlihat bergumul dengan penjaga rumah sakit. Ditangan Siwon terdapat sebuah pisau, yang sepertinya merupakan pisau lipat. Penjaga itu memegangi tangan Siwon yang menggenggam pisau tersebut, berusaha untuk melepaskannya dari genggaman Siwon. Siwon terus berontak, berusaha melepaskan diri dari penjaga tersebut sambil meneriakan sesuatu.

“Lepaskan! Aku harus menyusul appa! Dia sendirian kalau tidak aku! Lepaskan!!” Hyori dan Hyunjae terkejut mendengar bahwa Siwon mencoba menyusul Seungwoo. Segera Hyori memanggil suster dan dokter yang ada untuk bisa memberikan Siwon suntikan penenang. Semua orang dirumah sakit tersebut mengelilingi Siwon berusaha menenangkan Siwon yang histeris dan terus berontak, sampai ada salah satu dokter pria mampu memberikan suntikan penenang kepada Siwon sehingga Siwon menjadi lemas dan tertidur karena pengaruh obat bius tersebut.

Hyori dan Hyunjae segera meminta pihak rumah sakit untuk membawa Siwon ke salah satu kamar rawat. Pihak rumah sakit pun segera melalukan permintaan pasangan Yoo tersebut dan membawa kesalah satu kamar rawat dirumah sakit tersebut. Didalam batas kesadarannya Siwon masih mengucapkan permintaan maaf dan permohonan agar dia boleh menyusul Seungwoo.

“Ap..appa.. Siwon akan segera menyusul appa.. Si..Siwon minta maaf ka..karena Siwon telah mengecewakan appa… Tunggu Si..Siwon appa..Tung…” ucapan siwon terhenti karena akhirnya pengaruh obat bius itu bekerja sempurna. Walau Siwon tertidur, airmatanya masih terus mengalir, menandakan hatinya yang hancur dan kesedihan karena kehilangan ayah tercinta. Siwon tidak tahu bagaimana hidupnya nanti setelah kepergian Seungwoo. Kerena Seungwoo satu-satunya harapan Siwon Seungwoo adalah pegangan Siwon untuk bisa menghadapi hidup ini. Tanpa Seungwoo, Siwon bukan apa-apa. Tanpa Seungwoo, Siwon sudah tidak bisa merasakan kebahagiaan karena kebahagiaan itu telah pergi bersama dengan perginya Seungwoo.

TBC

Advertisements