Tags

, , ,

Title : Don’t Leave Me 2

Pairing : Wonkyu

Disclaimer : All casts are belong to their self and God

Warning : Un-betaed, GS, OOC, AU

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

“Kau gantikan aku. Aku mau keruanganku. Ada sesuatu yang harus kerjakan. Apa pun keputusanmu aku akan terima. Permisi.” Aku segera berjalan cepat menuju ruanganku meninggalkan pria yang mirip Shiyuan itu dan Ryeowook yang mungkin kebingungan dengan sikapku. Sayup-sayup aku mendengar pembicaraan mereka.

“Apa aku menyinggungnya?” tanya pria itu pada Ryeowook.

“Aku juga tidak tahu. Tapi sudahlah, mungkin Kyuhyun-ssi memang ada pekerjaan yang harus dia kerjakan dulu. Kau bersamaku saja ya.” Aku masih mendengar nada suara manja yang dikeluarkan oleh Ryeowook. Aku tidak perduli dengan itu, yang aku perdulikan sekarang adalah cepat masuk keruanganku.

Sesampainya didalam ruanganku, aku segera menutup dan mengunci ruangan tersebut dan beranjak ke kursi dibelakang meja kerjaku. Aku menutup kedua wajahku dengan tanganku, mencoba meresapi apa yang baru saja aku alami tadi. Aku terus berada ditempat itu dengan posisi yang sama, berusaha agar bisa mengendalikan diriku, namun usahaku sia-sia belaka. Bayangan wajah Choi Siwon selalu berputar dibenakku. Matanya, hidungnya, tubuhnya, senyumannya. Semua sama persis dengan Shiyuan. Siwon seperti kembaran Shiyuan. Aku terus berpikir apakah Siwon adalah reinkarnasi Shiyuan? Apa Siwon memiliki sifat yang sama dengan Shiyuan? Apakah Siwon memiliki kebiasaan Shiyuan? Berbagai pertanyaan baru berkecamuk didiriku, membandingkan antara Shiyuan dan Siwon.

Aku menggelengkan kepalaku. Aku tidak mau terlalu terfokus pada Choi Siwon. Aku menyakinkan diriku sendiri bahwa ada hal penting yang harus aku lakukan dibandingkan harus terus memikirkan Siwon yang mirip dengan Shiyuan. Aku terus berkata pada diriku sendiri bahwa aku tidak boleh menganggap Siwon sama dengan Shiyuan. Mereka berbeda karena Shiyuan sudah meninggal, sedangkan Siwon masih segar bugar dan merupakan salah satu model di pargelaranku nanti. Model. Oh tidak, bahkan pekerjaan yang digelutinya juga sama dengan Shiyuan. Oh Tuhan, apa yang harus aku lakukan?

( 。・_・。)(。・_・。 )

Malam sebelum pargelaran 

Aku memandang panggung untuk pargelaranku yang akan dilaksanakan di gedung bernuansa eropa kuno ini nanti dengan seksama. Aku mengamati apakah semua sudah sesuai dengan yang aku harapkan. Pargelaranku selalu menjadi momen penting bagiku. Aku seakan diingatkan bahwa untuk mencapai posisiku sekarang ini, aku harus merasakan berbagai macam situasi dan kondisi yang menguras tenaga dan mentalku. Pargelaran ini juga merupakan pengingatku bahwa aku tidak akan menikah dan hanya akan membuatkan gaun-gaun indah itu untuk semua wanita yang lebih beruntung daripada aku. Pengingatku tentang cintaku pada Shiyuan.

“Sedang apa anda berdiri disini sendirian Kyuhyun-ssi?” suara berat itu mengagetkanku, membuatku berbalik dengan cepat dan menyebabkan aku tersandung dengan salah satu kabel yang berada dibelakang kakiku. Aku merasakan tubuhku jatuh kebelakang. Aku menutup mataku menunggu sakit yang akan aku terima. Namun, aku tidak merasakan apa-apa. Aku justru merasakan sepasang tangan kekar memeluk pinggangku dan menahanku agar tidak jatuh. Aku membuka wajahku perlahan dan melihat wajah tampan yang dimiliki oleh Choi Siwon.

“Anda tidak apa-apa Kyuhyun-ssi? Aduh kenapa kabel ini bisa ada disini! Hei kau!” teriak Siwon memanggil salah satu kru yang menangani properti. Ktu tersebut langsung mendekati Siwon. Begitu kru itu sampai didepannya, Siwon langsung menegur kru tersebut akibat kelalaian mereka akan kabel yang belum dibereskan. Aku hanya terpaku mendengar Siwon terus menegur kru tersebut tanpa berbuat apa-apa. Aku hanya masih terkejut dengan kedekatan kami tadi tanpa aku sadari bahwa salah satu lengannya masih merangkul pinggangku. Kami terus berdiri berdekatan sampai akhirnya Siwon selesai menegur kru itu dan dia langsung membereskan kabel yang tercerai berai di bawah tersebut. Aku masih saja dengan alam pikiranku sendiri sampai-sampai aku tidak menolak ketika Siwon menggenggam tanganku dan membawaku pergi dari ruangan itu keluar gedung. Sesampainya diluar, Siwon yang masih terus menggenggam tanganku, menarikku agar lebih mendekatinya dan bisa berhadapan dengannya.

“Tunggu disini.” Pintanya dan aku hanya mengangguk, masih belum dapat mencerna apa yang sedang terjadi sekarang. Lalu, tidak sampai 10 menit aku menunggu di luar gedung ini, aku melihat sebuah mobil sedan hitam berhenti didepanku. Pengemudinya, yang ternyata Siwon, keluar dan berlari kecil kerahku untuk membukakan pintu mobil disamping pengemudi.

“Masuklah. Saya akan mengantar anda pulang.” ajaknya singkat sambil memberikan senyum simpul kepadaku. Mendengarnya akan mengantarkanku pulang, aku menjadi sadar bahwa aku sudah terlalu dekat dengannya. Aku menggelengkan kepalaku, bermaksud menolak ajakannya, karena selain aku tidak mau mempunyai hubungan lain sebatas designer dan modelnya, aku juga kemari membawa mobilku sendiri.

“Tidak terima kasih Siwon-ssi. Aku membawa mobilku sendiri.” Tolakku halus. Siwon kelihatan berpikir sejenak lalu dia menutup pintu mobilnya. Aku merasa sedikit lega namun juga sedikit kecewa. Lega karena aku tidak perlu berlama-lama dengannya yang aku tahu pasti hanya akan menambah kesedihanku karena melihat wajahnya yang begitu mirip dengan Shiyuan. Mengingatkan aku akan kepergian Shiyuan. Lalu kecewa, karena bagaimana pun aku mencoba mengingkarinya, aku tahu bahwa aku tertarik padanya. Aku kembali lagi memperhatikan Siwon yang hanya berdiri bersandar di mobilnya. Aku sedikit heran mengapa dia belum pergi juga. Apa yang sedang dia tunggu.

“Um.. Siwon-ssi. Mengapa kau masih disini? Aku sudah bilang bahwa aku membawa mobilku sendiri sehingga aku tidak bisa ikut denganmu.”

“Saya mendengar dengan jelas Kyuhyun-ssi. Saya hanya menunggu anda untuk mengambil mobil dan saya yang akan ikut bersama dengan anda.” Aku membelalakan mataku mendengarnya berbicara seperti itu. Dia masih waras tidak sih? Aku berdecak kesal dan menatapnya sengit.

“Apa maksudmu?! Dan bisakah kau tidak berbicara seformal itu padaku?” tukasku. Namun Siwon bukannya menghindar karena tahu aku sednag marah dengannya, dia justru tersenyum manis sambil mengangkat tangan dan membuka telapak tangannya seakan dia menyerah dan tidak ingin agar aku lebih marah dari sekarang. Melihat gelagatnya itu, aku menarik nafasku berusaha meredam kekesalanku.

“Baik.. baik.. Aku sudah berniat mengantarkanmu pulang. Jadi dengan mobil siapa pun bukan masalah buatku.” Sahutnya bersikeras. Aku semakin jengkel dengan tingkah lakunya. Dia pikir dia itu siapa?!

“Lalu bagaimana dengan mobilmu? Apa akan kau tinggalkan begitu saja disini?”

“Tentu saja tidak. Aku tidak mungkin meninggalkan kekasihku sendirian. Dia sudah menemaniku sejak aku membelinya. Aku akan mengambilnya nanti setelah mengantarmu pulang.” Mendengar Siwon berkata seperti tadi aku seperti diingatkan kembali dengan kenanganku bersama Shiyuan. Sama seperti Siwon, Shiyuan juga sangat menyukai mobilnya. Benda itu seperti kekasih keduanya selain aku.

Flashback

“Shiyuan. Bagaimana dengan mobilmu? Apa mau kau tinggalkan disini?” tanyaku manja sambil bergelayut dilengan kekar Shiyuan. Shiyuan tertawa kecil lalu mengacak rambutku pelan.

“Jangan bicara hal mengerikan seperti itu baby. Kekasihku ini bisa sedih jika aku tinggalkan. Aku akan mengambilnya setelah mengantarkanmu.” Aku mengerucutkan bibirku dan melepaskan peganganku pada lengannya lalu menyatukan kedua lenganku didepan dadaku dan menatap kesal pada Shiyuan. Dia ini jika sudah menyangkut mobilnya selalu begitu. Shiyuan benar-benar menyebalkan.

“Huh! Kau lebih cinta mobilmu itu daripada aku.” Cibirku sambil berjalan lebih dulu meninggalkannya. Shiyuan semakin tertawa kemudian menyusulku dan menarikku kedekapannya sambil mencium pelipis dan pipiku mesra.

“Jangan marah sayang. Kau yang paling aku cinta didunia ini.”

End Flashback

“Kyuhyun-ssi.. Kyuhyun-ssi… Kyuhyun-ssi!!” Siwon memanggilku dengan keras membuatku terkejut dan membalasnya dengan,

“Eh iya. Maafkan aku Shiyuan.” Aku tersentak dan langsung menutup mulutku sendiri. Kenapa aku bisa sebodoh itu memanggil Siwon dengan nama Shiyuan. Dasar mulut ini. Kenapa kau selalu saja kelepasan?!

“Shiyuan?” tanya Siwon bingung. Pasti dia bingung. Shiyuan itu bukan namanya. Aku jadi gelapan sendiri, mencoba mencari alasan kenapa aku bisa tanpa sadar memanggilnya dengan nama mantan kekasihku yang sudah tiada.

“Eh? Oh, maafkan aku. Aku…”

“Sudah 2 kali kau memanggilku Shiyuan. Apa dia mirip denganku?” Belum selesai aku mencoba menjelaskan kepadanya, Siwon sudah lebih dulu menebak bahwa Shiyuan memiliki kesamaan dengannya. Aku sempat ragu apakah aku harus jujur padanya dan mengatakan bahwa Siwon memang mirip sekali dengan Shiyuan. Bahkan mereka terlalu mirip. Seperti anak kembar. Seperti Shiyuanku terlahir kembali. Akhirnya setelah berdebat dengan diriku sendiri aku memutuskan untuk jujur kepada Siwon. Dia akan tahu juga nantinya.

“Iya. Dia mirip sekali denganmu.” Sahutku perlahan. Siwon tersenyum lalu memegang dagunya sendiri lalu mengucapkan sesuatu yang membuatku memutar mataku malas.

“Oh berarti dia sangat tampan.”

“Tampan, tapi tidak senarsis kau.” Ujarku sedikit sinis, namun sekali lagi Siwon hanya tersenyum dan semakin besar kepala.

“Hei, aku hanya berbicara soal fakta.” Aku hanya menggelengkan kepalaku sambil tersenyum kecil. Aku harap dia tidak melihatku tersenyum karena tingkah narsisnya itu. Aku tidak mau dia melihatku terpengaruh dengan semua tindakannya yang semakin lama semakin membuatku penasaran.

So, sampai kapan kau akan terus berdiri disana Kyuhyun-ssi? Kau tidak mau pulang? Atau jangan-jangan sebenarnya kau ingin aku mengantarmu pulang Cuma kau gengsi. Tidak usah jual mahal begitu Kyuhyun-ssi, aku tahu aku menawan. Jadi kau tidak perlu malu-malu jika ingin jalan denganku. Kita..”

“Kau ini tidak berhenti bicara ya?! Menyebalkan sekali.” Kataku sengit. Dia ini benar-benar.. Argh!! Kenapa dia selalu membuatku kesal. Dulu Shiyuan tidak pernah seperti ini. Eh?! Tunggu dulu.. Kenapa aku membandingkan Siwon dengan Shiyuan? Kenapa aku seperti ingin sekali agar Siwon bisa seperti Shiyuan. Oh, sadarlah Kyuhyun. Siwon bukan Shiyuan. Dia orang yang berbeda. Namun, disudut hatiku aku tahu bahwa aku ingin sekali lagi bisa merasakan kehangatan kekasihku meski dia berwujud orang lain. Aku..

“Tapi kau suka bukan?!” Segera saja aku langsung tersadar bahwa Siwon masih ada disini. Apalagi dia semakin narsis dengan ketampanannya itu. Sesaat juga membuatku lupa akan Shiyuan karena aku terlalu fokus dengan rasa kesal yang menggunung karena tingkahnya itu.

Oh God!” seruku lalu bermaksud meninggalkannya sendiri menuju mobilku, namun aku kalah cepat darinya. Sedetik saja, tangannya sudah memegang lenganku erat dan menahanku agar tidak pergi.

“Tunggu Kyuhyun-ssi. Jangan marah begitu, aku hanya bercanda. Aku tetap masih ingin mengantarmu.” Sahutnya dengan suara memelas. Pria ini.. Mengapa dia bisa berubah dari orang yang narsisnya tidak ada habisnya menjadi seseorang yang terlihat begitu menggemaskan. Namun aku harus menolak pesonanya itu. Jangan lihat matanya Kyuhyun. Jangan lihat matanya yang seakan meminta dirimu untuk membelainya. Ingat dia bukan anak anjing yang lucu. Ingat itu Kyuhyun.

“Dan sudah aku bilang aku tidak perlu kau antar.” Sahutku kembali menolaknya. Aku berusaha untuk tidak melihat langsung kematanya. Mata itu bisa menggoyahkan pendirianku.

“Ayolah.. Kenapa sih kau ini jutek sekali?!” Apa?! Tadi kau memelas padaku sekarang kau mengejekku. Pria ini benar-benar menguji batas kesabaranku. Dan Siwon sepertinya tahu bahwa aku kesal sekali padanya terlihat dari gelagatnya yang sekarang sedikit kikuk karena tatapan tajamku.

“Oke.. Aku salah bicara. Tapi serius Kyuhyun-ssi, biarkan aku mengantarmu. Ini sudah malam, tidak baik wanita secantik kau menyetir sendirian. Bagaimana kalau ditengah jalan kau dihadang oleh pencuri mobil, lalu kau diperkosa, lalu kau ditinggalkan begitu saja, lalu kau..”

“Oke.. Oke.. Fine!! Kau boleh mengantarku. Seriously Siwon-ssi. Kau itu sebenarnya sedang memang baik karena memberi peringatan padaku atau mendoakanku yang jelek-jelek sih?!”

“Hei, hal tadi bisa saja terjadi. Jadi, dimana mobilmu?” Aku menghela nafas berat. Aku benar-benar kalah darinya yang tidak mau kalah ini.

“Pakai mobilmu saja. Aku malas mengambilnya.” Titahku sambil berjalan kemobilnya.

“Ya ampun, kenapa tidak sedari tadi saja sih. Merepotkan.” Gumamnya namun masih bisa aku dengar dengan jelas.

“Apa katamu?!”

Nothing. Silahkan tuan putri.” Sahutnya sambil memberikan aku senyum dengan lesung pipinya itu dan membukakan pintu penumpang untuk aku. Aku menggelengkan kepalaku, tidak habis pikir kenapa aku bisa berurusan dengan pria aneh dan menyebalkan macam dia. Semoga urusanku dengan dia berakhir dengan selesainya pargelaran busana kali ini.

After Party Setelah Pargelaran Selesai

Suara hingar binger musik dansa didalam ruangan ini membuatku sedikit pusing. Aku memilih keluar dan berjalan kearah balkon dari tempat pesta ini untuk menghilangkan sakit kepala dan sedikit menghirup udara segar. Sebenarnya aku tidak menyukai acara seperti ini. Aku ingin segera pulang dan berendam di bathtub, menyegarkan diriku setelah seharian ini aku berjibaku dengan semua hal berkenaan dengan pargelaran busanaku kali ini. Pargelaran itu seperti pargelaranku sebelumnya, berjalan dengan lancar dan berakhir dengan sukses. Aku mendapatkan review baik dari para kritikus fashion yang aku undang untuk pargelaran kali ini.

Hhh.. Mungkin salah satu kunci kesuksesan kali ini adalah para model yang bisa membawakan semua desain pakaianku dengan sempurna. Terlebih lagi untuk koleksi pakaian pria. Aku tidak mau mengakui ini tapi Siwon terlihat sangat menonjol diantara model pria lainnya. Bisa dibilang dia selevel dengan Yunho-ssi yang memang model kelas atas dan sudah dikategorikan sebagai model internasional. Aku sendiri sampai terpana ketika dia berjalan di catwalk membawakan pakaianku dengan sangat anggun. Aku seperti melihat Shiyuan hidup kembali. Oh tidak Kyuhyun! Jangan lagi! Kau hanya menyiksa dirimu jika kau terus saja membandingkan Siwon dengan Shiyuan. Shiyuan sudah tiada. Kau harus menerima itu.

Saat aku terlalu memikirkan Shiyuan, aku tidak sadar bahwa seseorang sudah berdiri disampingku dan terus menatapku. Merasakan seseorang melihatku secara intens, aku menolehkan kepalaku kesamping dan menemukan Siwon sudah berdiri disampingku dan menatapku lembut.

“Sedang apa disini Kyuhyun-ssi?” tanyanya langsung. Aku menatapnya sesaat sebelum kembali mengarahkan pandanganku kearah kota yang sekarang dipenuhi lampu-lampu yang bercahaya sangat indah.

“Hanya mencari udara segar. Kau sendiri?” tanyaku balik tanpa memandangnya.

“Mengikutimu.” Mendengar perkataannya tadi, aku tidak bisa tidak tertawa. Siwon seperti penguntit saja jika dia serius dengan ucapannya itu. Aku menggelengkan kepalaku dan memukul lengan atas Siwon pelan. Siwon sendiri juga ikut tertawa mengikutiku. Setelah tawa kami reda, kami terdiam selama beberapa waktu. Menikmati suasana malam yang lumayan sejuk dan kebersamaan yang nyaman yang aneh diantara kami berdua. Lalu Siwon kembali memecah kesunyian kami dengan ucapan yang membuatku bingung.

“Kau tidak cocok memasang wajah bersedih seperti itu Kyuhyun-ssi.” Aku tidak mengerti mengapa dia berkata demikian. Aku bersedih? Apa aku terlihat bersedih? Apa Siwon melihatku sedang bersedih saat memikirkan Shiyuan tadi? Ah, tidak. Tidak mungkin. Ini pasti hanya salah satu candaan atau omong kosong dari seorang Siwon.

“Sedih? Buat apa aku bersedih? Justru aku sekarang sangat senang karena acaraku berlangsung dengan sukses. Sedikit terima kasih untukmu juga.” Sahutku mencoba menutupi kegugupanku, takut Siwon benar-benar telah melihatku bersedih. Aku tak mau itu terjadi. Aku tidak mau orang lain tahu urusanku, ceritaku, lalu mengkasihani diriku. Tidak. Itu bukan aku.

“Mana ada terima kasih yang sedikit.” Candanya. Aku tersenyum lega. Sepertinya aku berhasil membuatnya melupakan tentang ucapannya tadi.

Take it or leave it?!” candaku balik. Aku berupaya agar kami tidak mengungkit lagi mengenai diriku.

I’ll take it.” Sahutnya sambil tersenyum. Aku semakin tersenyum senang karena aku berpikir bahwa kami tidak akan membahas soal diriku lagi, sampai Siwon memanggilku dengan lirih dan dengan nada suara yang sendu.

“Kyuhyun-ssi.”

“Hm?”

“Apa kau masih berpikir untuk menyusul Shiyuan?” Bagaikan disambar petir aku terkejut bukan main. Aku langsung memandangnya dengan mata yang terbuka lebar. Apa yang Siwon bicarakan?! Aku masih terlalu kaget untuk bisa menanggapi ucapannya.

“Kuixianku yang cantik.” Aku menarik nafas dan tanpa sadar mataku sudah berkaca-kaca. Ucapan itu.. Ucapan itu yang selalu Shiyuan katakan padaku setiap saat. Bibirku bergetar, tubuhku bergetar, airmataku sudah turun, dan aku menutup mulutku menahan isakan yang akan keluar dari mulutku. Siwon yang memang selalu menatapku tersenyum getir ketika melihat aku menangis dalam diam. Dia mengarahkan jemarinya kearah wajahku dan menghapus perlahan butiran airmata yang masih setia membasahi pipiku.

“Ternyata apa yang diucapkan oleh hyung memang benar adanya. Kau memang cantik walaupun kau itu suka sinis.”

“Kau..?!” Aku sudah tidak sanggup lagi untuk menahan emosiku. Ada apa ini?! Siapa Siwon sebenarnya? Mengapa dia bisa tahu soal ucapan yang sering dikatakan oleh Shiyuan?! Mengapa dia memanggil Shiyuan dengan hyung?!

“Maaf aku tidak jujur padamu sebelumnya Kyuhyun-ssi. Aku punya alasan untuk itu. Aku kenalkan diriku sekali lagi ya Kyuhyun-ssi. Namaku Choi Siwon. Aku saudara kembar dari Shiyuan yang terpisah dari kecil. Salam kenal.” Oh Tuhan. Saudara kembar Shiyuan. Aku tidak pernah tahu Shiyuan punya saudara kembar. Shiyuan tidak pernah cerita jika dia memiliki saudara. Tidak. Ini tidak mungkin. Pasti Siwon mendapatkan informasi dari seseorang yang tahu mengenai aku dan Shiyuan lalu sekarang dia mencoba mempermainkanku. Mempermainkan perasaanku.

“Tidak mungkin. Kau jangan asal bicara Choi Siwon! Mana mungkin kau saudara kembar Shiyuan!” bentakku marah. Aku menepis tangannya yang ada diwajahku. Aku menghapus kasar airmataku sendiri walau mereka terus saja mengalir tiada henti.

“Aku tahu kau akan bereaksi seperti ini Kyuhyun-ssi. Maka dari itu, aku tidak langsung mengatakan bahwa Shiyuan dan aku bersaudara. Namun kalau kau tidak percaya, aku juga tidak akan memaksa. Aku datang ke Korea, mencari dirimu, bersusah payah agar bisa ikut dalam salah satu pargelaranmu, hanya karena aku ingin memenuhi janjiku pada Shiyuan hyung.” Aku semakin tidak mengerti dengan semua ini. Kapan Shiyuan bertemu dengan Siwon? Kapan Shiyuan membuat janji yang aku tidak tahu dengan Siwon? Kenapa Shiyuan tidak pernah bilang apa-apa soal Siwon kepadaku. Kami saling bertatapan, masing-masing dengan pikiran dan pertanyaan mengenai semua masalah yang berkaitan dengan Shiyuan. Oh, Shiyuan. Apa maksudmu dengan semua ini? Kau membuat aku dan Siwon berada dalam situasi yang rumit. Situasi yang menyangkut perasaan kami berdua.

TBC

Advertisements