Tags

, , , ,

Someday We'll Know Rev

( 。・_・。)(。・_・。 )

Title : Someday We’ll Know 7

Pairing : Wonkyu, Yunjae

Genre : Romance, Angst, Family

Rating : PG

Disclaimer : All casts are belong to their self and God, the poster belong to @SuciiCho

Warning : Un-betaed a.k.a. Typos, GS, a little mention of drugs used, Several OC, a rather fast plot, OOC, AU

Summary : Where is happiness? Only you could answer that.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

“Kanker otak?!” ulang kami berdua. Kami masih tidak percaya jika ibunya Yunho mengidap penyakit menakutkan seperti itu.

“Betul. Dan beliau sudah cukup lama mengidapnya. Tadinya beliau cukup menjaga kesehatannya agar bisa bertahan lebih lama, namun akhir-akhir ini beliau seperti tidak bersemangat untuk hidup dan saya sering mengingatkan beliau untuk rajin meminum obatnya ag..” perkataan dokter itu terputus begitu saja diotakku ketika aku mengetahui kenyataan sebenarnya bahwa wanita yang sekarang sedang berbaring didalam ruang rawat itu mengidap kanker otak. Terlebih lagi dia tidak memperdulikan kesehatannya sendiri karena sesuatu yang aku yakin ada hubungan denganku.

Aku tak tahu harus merasakan apa sekarang. Marah, sedih, kecewa, kasihan, rindu, dan semua perasaan yang ada bercampur aduk. Aku menyandarkan tubuhku sendiri di dinding dekat pintu masuk kamarnya. Yunho yang aku tahu juga sangat terkejut dengan berita itu menyadari keadaanku yang galau dan kacau. Dia segera menghampiriku dan memelukku. Aku pun memeluknya dengan erat dan untuk pertama kalinya dalam hidupku setelah ditinggal oleh wanita itu, aku mengeluarkan kembali airmataku demi dia. Airmata untuk ibu yang sudah melahirkanku sekaligus ibu yang juga sudah membuangku.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Siwon mendesah untuk yang kesekian kalinya hari ini. Pikirannya tidak terpusat pada kuliahnya, melainkan bagaimana keadaan Jihyun sekarang. Sudah sebulan sejak Siwon pertama kali mengetahui bahwa Jihyun mengidap kanker otak dan sudah sebulan pula Hwangsoo belum juga datang dan menjenguk Jihyun. Seakan-akan Hwangsoo sudah melupakan bahwa Jihyun adalah istrinya. Karena masalah ini, Siwon mau tidak mau merasakan rasa bersalah karena secara tidak langsung dialah penyebab retaknya rumah tangga antara Hwangsoo dan Jihyun. Padahal dia tidak bermaksud seperti itu ketika dia mengungkapkan bahwa Jihyun adalah ibu kandungnya. Namun semua telah terjadi, dan yang bisa dia lakukan sekarang hanya berdoa dan mendukung Yunho agar bisa tegar menghadapi masalah ini. Siwon sendiri walau dengan perasaan bersalah, masih belum sanggup untuk menerima Jihyun kembali sebagai ibunya. Rasa sakit hati karena ditinggalkan dan rasa pedih karena menyaksikan langsung penderitaan Seungwoo membuatnya selalu ragu untuk bisa membuka pintu maafnya kepada Jihyun.

Saat Siwon masih memikirkan keadaan yang menimpa dirinya, Yunho dan Jihyun, kelas hari ini berakhir. Siwon yang sadar bahwa dosen dan siswa lainnya sudah mulai pergi satu per satu dari kelas itu, juga ikut membereskan buku-bukunya dan langsung pergi keluar mengikuti yang lain. Siwon berjalan perlahan sampai pelataran parkir. Dia bermaksud untuk mengunjungi Jihyun dan Yunho, yang hari ini izin tidak masuk kuliah untuk menjaga Jihyun. Selama sebulan ini, Yunho sering meminta izin untuk tidak kuliah. Beruntung pihak kampus memberikan dispensasi kepada Yunho. Yunho hanya masuk jika ada kuis atau tes-tes yang harus dia ikuti. Begitu Siwon sampai dimobilnya, dia langsung masuk dan menyalakan mesin mobil, memacu kendaraan roda empat itu menuju rumah sakit.

Rumah Sakit – Kamar Rawat Jihyun

Siwon memandangi wajah Jihyun dengan tatapan sedih. Perasaan awalnya yang masih tidak mau memaafkan ibunya itu perlahan mulai menghilang setelah melihat bagaimana rapuhnya Jihyun sekarang. Terlebih lagi Siwon mengetahui bahwa Jihyun menolak pengoabatan yang seharusnya dia lakukan untuk menyembuhkan penyakitnya. Tak ada yang tahu alasan mengapa Jihyun menyerah begitu saja, tapi Siwon mempunyai firasat bahwa dia adalah salah satu alasan tersebut. Jihyun terbaring tidur dengan wajah yang semakin tirus dan terlihat sangat pucat. Melihat keadaannya seperti itu, Siwon menghela nafas berat sebelum tangannya membelai lembut wajah Jihyun mulai dari kening sampai ke pipi dan menetap di sana.

“Hyung?” suara Yunho membangunkan Siwon dari pikirannya tentang Jihyun. Siwon hanya menoleh sekilas sebelum kembali lagi menatap wajah Jihyun. Melihat Siwon yang sepertinya sudah melunak terhadap Jihyun, hanya bisa tersenyum kecil. Dia pun memasuki ruangan itu dan mendekati Siwon yang duduk di samping ranjang Jihyun.

“Ada kabar dari tuan Jung, Yun?” tanya Siwon tiba-tiba. Yunho sedikit tersentak namun dia menjawab bahwa Hwangsoo belum memberikan kabar apa pun tentang keberadaan dirinya. Siwon kembali menghela nafas. Sudah kesekian kalinya sejak Siwon mendengar kabar menyedihkan ini, dia menghela nafasnya. Orang bilang jika terlalu sering menghela nafas, maka satu kebahagiaan akan menghilang. Siwon sudah sering kehilangan sesuatu dari hidupnya dan sepertinya dia akan kehilangan lagi orang yang pernah berarti dalam hidupnya.

Siwon mendadak berdiri dan menghadap ke arah Yunho. Dengan perlahan, Siwon menarik tubuh Yunho dan memeluknya dengan erat. Merasakan sentuhan hangat dari Siwon, Yunho merasa terenyuh dan tiba-tiba saja Yunho menangis dengan keras. Teriakan tangisnya tertutupi oleh bahu Siwon yang memang menjadi sandaran kepala Yunho. Siwon terus memeluk Yunho karena dia mengerti betapa sedih dan kecewanya Yunho dengan semua hal yang menimpa dirinya, Jihyun dan Hwangsoo. Hanya saja, Siwon tidak bisa berbuat banyak untuk membantu Yunho selain menjadi tempat Yunho untuk berbagi karena separuh dari kesedihan Yunho secara tidak langsung disebabkan olehnya.

Retaknya hubungan Hwangsoo dan Jihyun bagi Siwon adalah kesalahannya. Siwon berpikir jika dia tidak datang dan mengganggu kehidupan Jihyun maka hubungan Hwangsoo dan Jihyun akan tetap harmonis sampai sekarang dan Jihyun memiliki seseorang yang mengasihinya untuk menemaninya saat dia sakit seperti ini. Namun Siwon tidak terlalu larut dalam rasa bersalahnya karena dia tahu rasa bersalah tidak akan membuat situasi ini terselesaikan. Yang ingin Siwon lakukan sekarang hanyalah membantu Yunho agar bisa mengabari Hwangsoo dan mendampingi Jihyun disaat-saat terberat dalam hidupnya.

Jika orang menanyakan betapa cepatnya Siwon berubah pikiran tentang Jihyun, Siwon pasti akan menjawab bahwa dia masih tetap belum bisa menerima Jihyun secara seutuhnya. Namun di satu sisi Siwon juga tidak akan membantah jika dia merasa sangat sedih melihat situasi Jihyun sekarang ini. Siwon sadar, bagaimana pun dia kecewa dengan Jihyun dulu, Jihyun tetap ibu yang mengandungnya dan melahirkannya. Siwon tidak mau melupakan bahwa Jihyun pernah berjuang dengan maut untuk dapat membawanya ke dunia.

Isakan Yunho membawa Siwon kembali dari perasaannya sendiri. Siwon mulai melepas pelukannya dari Yunho lalu menyeka bekas airmata adik kesayangannya itu. Mata Yunho terlihat sedikit merah karena menangis, maka Siwon hanya menyentuh mata Yunho dengan jarinya sehingga Yunho menutup matanya.

“Kau sudah lega Yun?” tanya Siwon setelah dia merasa Yunho tenang dan membuka matanya perlahan. Yunho mengangguk lemah sebagai jawaban atas pertanyaan Siwon. Siwon lalu mengacak rambut Yunho dan mencium cepat rambutnya.

“Kita akan bisa melalui ini Yun. Kita akan membantu umma untuk sembuh. Kita akan bersama umma menjalani semua ini.” Ucap Siwon tenang namun tegas. Yunho menatap Siwon tidak percaya. Yunho berpikir apakah Siwon sudah memaafkan Jihyun dan mau menerimanya kembali. Seakan bisa membaca pikiran Yunho, Siwon tersenyum dan mengacak rambut Yunho sekali lagi.

“Memaafkan dan menerima umma bisa kita bicarakan nanti Yun. Yang penting sekarang adalah kesehatan umma.”

“Tapi hyung, jika kau memanggilnya umma, berarti kau sudah mau menerimanya. Kau sudah mau memaafkannya.” Sahut Yunho mencoba agar Siwon mau jujur pada perasaannya sendiri. Bahwa sekuat apa pun Siwon ingin menyangkal bahwa dia masih belum bisa mengakui Jihyun, Siwon masih tetap menyayangi dan tanpa sadar menerima ibu kandung mereka berdua.

Siwon hanya tersenyum sebagai tanggapan dari pernyataan Yunho. Dia terlihat bimbang, namun sekali lagi, Siwon berusaha mengesampingkan masalah tersebut dan tetap fokus pada penyakit Jihyun dan bagaimana bisa memberitahu Hwangsoo tentang Jihyun.

“Wonnie? Yunnie?” lirih Jihyun lemah memanggil kedua putranya tersebut. Siwon dan Yunho segera mendekatkan diri mereka ke arah Jihyun yang masih mencoba membuka matanya secara perlahan. Dengan tangannya yang tidak ditusuk oleh jarum infus, Jihyun membuka masker oksigennya agar dia lebih mudah untuk berbicara.

“Wonnie. Yunnie. Kalian.. disini.. menjenguk umma..” sahut Jihyun terbata-bata. Sepertinya Jihyun masih lemah karena penyakitnya dan kekeraskepalaannya untuk tidak melanjutkan pengobatan.

“Umma..” Yunho memanggil Jihyun lirih. Yunho masih saja tidak habis pikir mengapa Jihyun menyiksa dirinya seperti ini. Merasa Yunho akan membujuknya lagi untuk melakukan pengobatan, Jihyun memalingkan wajahnya. Siwon sedikit terperanjat ketika Jihyun tidak mau menatap Yunho yang selama ini sangat disayanginya.

“Umma, lihat Yunho.” pinta Yunho, mencoba membuat Jihyun kembali melihat ke arahnya, tapi Jihyun tetap melihat ke arah kamarnya. Mengetahui Jihyun tidak mau mendengarnya, Yunho memilih untuk tetap melanjutkan kata-katanya tanpa perduli Jihyun mendengarkan atau tidak.

“Umma, kenapa umma tidak pernah bilang kalau umma sakit? Kenapa umma menyimpannya sendiri? Dan, dan, kenapa umma tidak mau menjalani pengobatan? Umma tahu bahwa penyakit umma dapat merenggut nyawa umma.”

“Yunho!” seru Siwon mencoba menyela ucapan Yunho yang mungkin justru menambah beban Jihyun. Yunho menatap Siwon sekilas sebelum akhirnya mengangguk. Yunho mencoba menenangkan dirinya sendiri sebelum melanjutkan ucapannya lagi.

“Umma, dengarkan aku. Sekarang belum terlambat umma. Umma masih bisa sembuh jika umma mau melakukan pengobatan lagi, umma bisa sembuh jika umma tidak menyerah.” Bujuk Yunho sekali lagi, berharap Jihyun mau mengerti bahwa dirinya tidak mau sampai kehilangan orang tua lagi. Cukup Seungwoo yang pergi tanpa Yunho sempat bercengkrama dengannya. Namun harapan tinggal harapan. Jihyun menolehkan wajahnya dengan tatapan tegas namun tersirat kesedihan di matanya. Jihyun sedikit berteriak kepada Yunho.

“Untuk apa Yunnie?! Untuk apa umma melakukan pengobatan yang menyakitkan itu? Untuk apa umma.. untuk apa umma hidup jika sisa umur umma hanya akan dipenuhi dengan kebencian? Hidup umma.. hidup umma sudah berakhir. Appamu.. Appamu membenci umma, dia membenci umma.” Sahut Jihyun sambil menanngis, tak kuasa menahan beban akan rasa pedih dibenci oleh orang yang dia cintai.

“Siapa yang mengatakan bahwa aku membencimu Jihyun?!” Siwon dan Yunho langsung berdiri dan membalikkan tubuh mereka untuk melihat seseorang yang berbicara baru saja. Keduanya terkejut ketika meilhat sosok pria yang selama ini dicari oleh mereka ternyata sudah ada dihadapan keduanya.

Jung Hwangsoo masuk perlahan mendekati ranjang Jihyun, berlawanan dari tempat Siwon dan Yunho. Dia menatap Jihyun dengan pandangan yang tidak bisa diutarakan, namun ada setitik raut kesedihan di mata pria tersebut. Sedangkan Jihyun sendiri membuka matanya yang masih basah oleh airmata lebar-lebar, seakan tidak percaya suaminya yang selama berbulan-bulan tidak pernah dia temui bahkan tidak bisa dia dengarkan suaranya lagi, bisa berada di sini, dikamar rawatnya.

Hwangsoo menunduk lalu mencium kening Jihyun. Dia juga menggenggam tangan Jihyun sembari membelai lembut tangan tersebut. Mata pria itu berkaca-kaca saat melihat Jihyun yang sekarang sudah kurus dan pucat.

“Aku mencintaimu sayang. Selalu. Aku hanya butuh waktu untuk menata hatiku karena permasalahan kita dan kini aku sadar bahwa aku salah karena meninggalkanmu. Aku salah karena tidak mau mendengarkanmu. Aku salah dan aku akan memperbaikinya. Aku akan di sini menemanimu.” Jelas Hwangsoo kepada Jihyun sambil tersenyum sedih melihat Jihyun masih menangis terlebih lagi dia terharu dengan ucapan Hwangsoo tadi.

“Aku mencintaimu Jihyun.” Ulang Hwangsoo lalu mendekatkan wajahnya dan menempelkan keningnya ke kening Jihyun. Keduanya terlarut dalam kebersamaan mereka membuat Siwon dan Yunho tersenyum walau dalam hati mereka menyayangkan situasi yang terjadi pada Hwangsoo dan Jihyun bukanlah situasi yang membahagiakan.

“Lebih baik kita tinggalkan mereka berdua Yun. Masih banyak yang harus mereka bicarakan berdua.” Ajak Siwon untuk meninggalkan Hwangsoo dan Jihyun. Yunho hanya mengangguk dan mengikuti Siwon keluar dari kamar Jihyun.

Siwon dan Yunho memutuskan mereka pergi ke taman rumah sakit dan berbicara tentang apa yang akan dilakukan setelah Hwangsoo berada di dekat mereka. Mereka berjalan beriringan menuju taman yang terletak di belakang gedung rumah sakit ini. Namun saat mereka sampai di lobby rumah sakit, mereka menemukan sosok seorang gadis yang ternyata Kyuhyun sedang berbicara dengan seorang suster.

“Kyuhyun?” panggil Yunho. Kyuhyun mengarahkan kepalanya ke arah suara yang memanggilnya. Ketika matanya bertatapan langsung dengan mata Siwon, Kyuhyun terlihat gugup. Dia kemudian membungkuk kepada sang suster sebelum beranjak ke tempat Siwon dan Yunho.

“Yunho. Bagaimana Jihyun ahjumma? Maafkan aku jika baru sekarang menjenguknya Yun, aku sibuk dengan kuliah.”

“Tidak apa-apa Kyu. Terima kasih kau sudah mau mengunjungi umma kami.”

“Umma kami?”

“Nanti saja aku jelaskan. Sekarang kau mau ke kamar umma? Bagaimana jika nanti saja. Ada appa Jung di sana.”

“Hwangsoo ahjussi di sini?! Ya Tuhan, akhirnya. Semoga mereka bisa menyelesaikan permasalahan mereka.”

“Umm.. Hai Siwon oppa.”

“Oppa? Jarang sekali aku mendengarmu memanggilku oppa. Ada angin apa nona muda?”

“Umm.. Boleh aku bicara berdua denganmu oppa?”

“Baiklah. Yun, kau belilah sesuatu untuk tuan Jung. Aku akan menyusul ke kamar dan kita akan bicara nanti. Ayo Kyu, kita ke taman.”

Taman Rumah Sakit

Siwon dan Kyuhyun tampak berjalan perlahan menyusuri jalan menuju sebuah bangku taman yang terletak tak jauh dari sebuah pohon yang rindang. Hanya membutuhkan beberapa menit sampai keduanya sampai di bangku tersebut. Siwon mengajak Kyuhyun untuk duduk bersamanya, namun untuk suatu alasan, Kyuhyun menolak dengan halus. Dia memilih untuk tetap berdiri dan bersandar pada pohon tersebut. Siwon memandang gadis manis tersebut dengan pandangan penuh tanda tanya. Sepertinya ada yang menggangu pikiran gadis manis namun galak tersebut.

Siwon mendekati Kyuhyun yang saat ini memang memunggunginya. Lalu tiba-tiba saja Kyuhyun berbalik menghadap Siwon dan langsung memeluk pemud tinggi itu. Tangan rampingnya melingkar dengan erat di pinggang Siwon dan kepalanya dia sandarkan di dada bidang milik Siwon. Siwon sendiri terkejut dengan perilaku Kyuhyun yang mendadak ini, tapi bukannya melepaskan pelukan Kyuhyun, tangan Siwon justru melingkar di bahu Kyuhyun dan salah satu telapak tangannya membelai lembut rambut hitam milik Kyuhyun. Mereka berdua seakan tidak perduli dengan status mereka yang bukan sepasang kekasih. Terlebih lagi Kyuhyun yang sampai saat ini masih menjadi kekasih Yunho. Siwon seakan lupa bahwa gadis yang sedang memeluknya sekarang ini adalah kekasih adik kandungnya sendiri.

“Aku tidak sanggup lagi Siwon.” Sahut Kyuhyun pelan, tertutup oleh dada Siwon. Siwon tidak menanggapi apa-apa. Dia hanya semakin mengeratkan pelukannya.

“Aku tahu aku salah karena merasakan rasa ini kepadamu, tapi aku tidak sanggup lagi berbohong Siwon. Maafkan aku jika perasaanku mengganggumu. Aku..”

“Sshh.. Sudahlah Kyu..” potong Siwon mencoba menenangkan Kyuhyun yang terdengar panik di telinganya.

“Tidak. Biarkan aku menyelesaikannya.” Kyuhyun bersikeras menyelesaikan ucapannya. Dia melonggarkan sedikit pelukannya, namun dia tidak sepenuhnya melepaskan Siwon.

“Aku tahu ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan ini. Aku tahu aku egois karena tidak memikirkan Yunho yang sekarang ini bersedih karena Jung ahjumma sedang sakit. Tapi aku harus melakukannya karena jika tidak, aku bisa gila.”

“Kyu..”

“Apa kau tahu? Aku tidak bisa tidur karena terus memikirkanmu. Aku tidak bisa menghapuskan perasaan nyamanku saat bersama denganmu. Aku.. Aku rasa aku mencintaimu Siwon. Ah bukan.. Aku yakin aku mencintaimu Siwon.” aku Kyuhyun dengan mata yang berkaca-kaca. Mungkin sebentar lagi airmatanya akan tumpah. Siwon sendiri terkejut dengan pengakuan Kyuhyun ini. Dia masih tidak percaya dengan pendengarannya sendiri bahwa Kyuhyun mencintai dirinya.

“Kyu..” lirih Siwon pelan. Kyuhyun menunduk sedikit, berusaha menguatkan hatinya untuk melanjutkan ucapannya. Setelah beberapa menit, Kyuhyun mengangkat lagi kepalanya dan menatap Siwon.

“Aku tahu jika kita baru sebentar berkenalan, tapi aku tidak pernah merasakan ini dengan siapa pun, terlebih lagi dengan Yunho. Hanya denganmu, Siwon. Aku mengatakannya sekarang padamu karena aku takut kehilanganmu. Aku takut kau akan pergi dariku seperti ayahmu, aku takut..” Ucapan Kyuhyun terhenti karena bibirnya diambil alih oleh bibir lain yang bukan lain adalah bibir Siwon. Siwon mencium Kyuhyun lembut, membuat gadis itu seperti melayang di angkasa. Kedua tangannya yang ada dibahu dan kepala Kyuhyun berpindah ke wajah gadis manis itu, membuat gadis tersebut tidak bisa berpaling kearah lain selain Siwon. Kyuhyun terkejut dan tidak menyangka ciuman pertamanya akan diambil oleh pria yang dia cintai.

Siwon mulai menekankan bibirnya lebih dalam seakan meminta Kyuhyun untuk membalas ciumannya. Dan hal itulah yang dilakukan oleh Kyuyun. Merasa bahwa Kyuhyun membalas ciumannya, Siwon mulai melumat bibir bawah Kyuhyun, mengigitnya sedikit membuat Kyuhyun mendesah. Kyuhyun pun mulai berani dan mengikuti jejak Siwon dengan melumat bibir atas Siwon. Desahan Kyuhyun membuat Siwon semakin ingin merasakan manisnya ciuman dengan Kyuhyun. Siwon mulai memainkan lidahnya meminta izin kepada Kyuhyun yang langsung diberikan oleh gadis itu dengan membuka mulutnya, membiarkan Siwon mengabsen seluruh rongga mulutnya. Mereka terus berciuman di bawah pohon itu, tidak takut jika ada orang lain yang melihat. Mereka hanya menikmati kebersamaan mereka sekarang. Kebersamaan yang seharusnya tidak terjadi karena masih ada penghalang di antara mereka. Setelah beberapa saat, paru-paru mereka tidak sanggup lagi untuk menyokong ciuman mesra keduanya. Siwon dan Kyuhyun mulai melepaskan bibir masing-masing, walau kening mereka masih menyatu dan kedua tangan Siwon masih diwajah Kyuhyun.

“Aku berdosa terhadap Yunho namun aku tidak perduli. Aku juga mencintaimu Kyu.” Mendengar Siwon berkata seperti itu, akhirnya airmata Kyuhyun tidak terbendung lagi. Gadis itu menangis karena lega sekaligus takut. Lega karena pria yang dia cintai membalas cintanya. Takut karena dia mulai sadar bahwa Yunho dapat memisahkan mereka berdua karena pada dasarnya Kyuhyun masih menjadi kekasih adik Siwon tersebut.

“Sshh.. Baby, tenanglah. Jangan menangis. Kita akan mencari jalan keluarnya. Kita akan beritahu Yunho dan semoga dia bisa menerima kenyataan bahwa kita saling mencintai.” Ucap Siwon lembut kemudian mendekap tubuh Kyuhyun. Siwon menyalurkan kehangatannya kepada Kyuhyun, membuat gadis itu lebih tenang. Kyuhyun hanya menganggukan kepalanya, menyetujui perkataan Siwon. Keduanya terus berpelukan seperti itu, menikmati kebersamaan mereka untuk sementara waktu ini. Mereka tidak menyadari sepasang mata yang menatap mereka dengan pandangan yang tak bisa diartikan.

Kamar Rawat Jihyun

Seorang gadis berambut pirang berdiri di depan pintu kamar rawat Jihyun. Dia ragu untuk membuka pintu tersebut setelah apa yang dia lihat di taman baru saja. Gadis itu telah melihat gadis yang selama ini dianggap adiknya sendiri berpelukan dengan pria lain yang bukan kekasihnya. Ada setitik perasaan lega dihatinya karena dia tahu bahwa gadis tersebut akhirnya bisa menemukan cintanya dan cinta tersebut berbalas. Namun di satu sisi di hatinya, gadis pirang itu merasa marah karena sang gadis secara tidak langsung telah mengkhianati kekasihnya, orang yang dicintai oleh gadis pirang tersebut. Orang yang selalu diharapkan akan hidup bahagia.

“Jae? Sedang apa disini? Kenapa tidak masuk saja?!” suara Yunho membuyarkan semua pemikiran si gadis pirang yang ternyata adalah Jaejoong. Jaejoong sedikit terkejut karena tidak mengira akan bertemu dengan Yunho disaat hati dan pikirannya masih bersarang pada kejadian yang baru saja dia lihat. Jaejoong bingung bagaimana dia harus bersikap di depan Yunho sekarang.

“Aku.. Aku..” Jaejoong tidak bisa berkata apa pun kecuali ‘aku’. Dia masih bingung dengan apa yang harus dia lakukan. Haruskah dia mengatakan apa yang baru saja dia saksikan, atau dia akan berdiam diri dan membiarkan Yunho terus berada dalam kegelapan dan tidak mengetahui bahwa kekasihnya dan kakaknya sendiri mencintai satu sama lain.

“Ayo masuk.” Kata Yunho sambil tersenyum kepada Jaejoong. Melihat senyum tulus Yunho, Jaejoong merasakan bahwa Yunho berhak untuk tahu semuanya. Yunho berhak tahu dan dia berhak memutuskan apa yang harus dia lakukan setelah mengetahui kenyataannya. Namun, Jaejoong berpikir apakah harus dia yang menyampaikannya? Apakah harus dia yang membuat luka hati terhadap pemuda yang dicintai?

“Yun, apakah..”

“Hm?”

“Apakah kau mengetahui bahwa..”

“Jaejoong eonnie? Kau kemari juga?” Jaejoong dan Yunho menolehkan pandangan mereka ke arah suara yang memanggil Jaejoong tersebut. Mereka berdua melihat Siwon dan Kyuhyun berjalan beriringan. Jaejoong semakin gugup melihat keduanya sangat dekat. Jaejoong takut Yunho menyadari adanya sesuatu diantara mereka. Hati Jaejoong benar-benar kalut. Dia benar-benar dibuat bimbang oleh keadaan ini.

“Jae?” panggil Yunho karena Jaejoong tidak menanggapi Kyuhyun. Yunho berbalik menatap Jaejoong heran.

“Eh? Ya?”

“Kau kenapa gugup begitu? Kau ada masalah, Jae?” tanya Yunho sekali lagi sambil mendekati Jaejoong. Jaejoong entah kenapa semakin panik, seakan dialah yang bersalah untuk masalah ini.

“Aku..” Gugup, takut, cemas, merasa bersalah, perasaan it uterus berkecamuk di hati Jaejoong. Tidak tahan lagi, Jaejoong justru berjalan cepat ke arah Kyuhyun lalu menarik tangannya begitu saja menjauhi Yunho dan juga Siwon.

“Ikut aku Kyu.” Keduanya lalu berjalan cepat meninggalkan Yunho dan Siwon yang memandang mereka dengan tatapan bingung namun ingin tahu. Sedangkan Jaejoong terus membawa Kyuhyun sampai berada di sudut lorong lantai rumah sakit ini. Jaejoong memeriksa keadan sekitar dan setelah yakin Yunho dan Siwon tidak mengikuti, Jaejoong menatap Kyuhyun tajam. Kyuhyun sendiri masih heran dengan tingkah laku Jaejoong yang kasar mendadak ini. Kyuhyun berusaha melepaskan tangannya dari Jaejoong, namun tak ada tanda sedikit pun Jaejoong mau melepaskan Kyuhyun.

“Jae eonnie lepas! Ada apa sih?! Kau kenapa eonnie?!” tanya Kyuhyun mulai merasakan sedikit perih akan genggaman Jaejoong yang semakin erat.

“Kau masih bertanya?! Kau ini yang kenapa?! Apa kau sadar dengan apa yang sudah kau lakukan bersama Siwon tadi di taman?! Bisa-bisanya kau berbuat seperti itu ketika kau masih menjadi kekasih Yunho, Kyu!” seru Jaejoong tertahan. Jaejoong tidak mau membuat kekacauan sehingga menyebabkan dia dan Kyuhyun menjadi pusat perhatian orang lain. Sementara Kyuhyun membulatkan matanya karena perkataan Jaejoong. Dia berhenti memberontak dan hanya membiarkan tangannya menjadi sandera Jaejoong. Kyuhyun seolah lupa perih yang dia rasakan akibat ucapan Jaejoong tadi.

“Eonnie melihatnya?” gumam Kyuhyun bertanya pada Jaejoong. Jaejoong menatap Kyuhyun tajam. Jaejoong tidak tahu kenapa dia bisa semarah ini dengan Kyuhyun. Padahal dia tahu bahwa Kyuhyun memang tidak mencintai Yunho. Tapi bagaimana dengan Yunho? Meskipun Jaejoong tidak tahu perasaan Yunho terhadap Kyuhyun, tetapi cara Kyuhyun ini tidaklah pantas karena statusnya masih terikat dengan Yunho, apalagi mereka berdua akan bertunangan.

“Ya! Aku melihatnya! Apa yang sudah kau lakukan Kyu? Bukankah aku sudah menitipkan Yunho kepadamu? Bukankah aku sudah bilang bahwa aku merelakan dia untukmu meskipun aku mencintainya? Lalu kenapa kau tega mengkhianati Yunho dengan kakaknya sendiri?!” Ah. Kini Jaejoong bisa sedikit memahami kemarahannya terhadap Kyuhyun. Jaejoong tidak mau Yunho terluka. Jaejoong hanya ingin orang yang dia cintai itu berbahagia. Jaejoong sudah merelakan Yunho untuk Kyuhyun dan dia berharap Kyuhyun mampu membahagiakan Yunho. Tapi ini? Keadaan yang paling menyesakan ini terjadi di saat Yunho benar-benar membutuhkan dukungan.

“Apa itu benar Kyu?”

Kedua gadis itu menoleh ke samping ke arah suara tadi. Kedua gadis manis itu tersentak ketika melihat siapa yang berdiri di depan mereka sekarang. Yunho berdiri dan menatap Kyuhyun datar. Tidak terbersit amarah atau kesedihan di mata Yunho. Tapi itulah yang membuat Kyuhyun dan Jaejoong gugup dan takut. Mereka tak tahu apa yang sekarang dirasakan oleh Yunho. Mereka tak tahu bagaimana harus bersikap.

Tanpa sadar Jaejoong menutupi Kyuhyun dengan tubuhnya sendiri. Entah karena insting Jaejoong sebagai seorang kakak atau karena dia memiliki tanggung jawab atas Kyuhyun karena Kyuhyun adalah anak dari majikan ibunya, Jaejoong berusaha melindungi Kyuhyun. Gadis cantik itu takut jika Yunho bertindak di luar akal sehatnya karena emosi. Padahal baru saja Jaejoong menegur dan memarahi Kyuhyun karena masalah ini. Sementara Kyuhyun yang melihat sikap datar Yunho tersebut, akhinya terpaksa mengambil keputusan yang sulit. Kyuhyun mau tidak mau harus berterus terang tentang perasaannya. Awalnya Kyuhyun ingin menceritakan ini jika keadaan Jihyun sudah membaik, namun situasi sekarang tidak mendukung. Kyuhyun menghela nafas pelan sambil menutup matanya, berusaha menguatkan hatinya untuk mengatakan yang sebenarnya.

“Aku mencintai Siwon.” Kyuhyun mengatakan itu tanpa ragu sedikit pun. Meski dalam hati dia merasa takut dengan reaksi Yunho, namun perasaannya terhadap Siwon membuatnya lebih tenang. Kyuhyun baru kali ini merasakan perasaan yang begitu kuat sehingga Kyuhyun mampu menghadapi apa pun yang akan terjadi kelak. Sementara itu Jaejoong yang mendengar Kyuhyun dengan tegas menyatakan perasaannya terhadap Siwon, langsung membalikkan tubuhnya dan berteriak.

“Kyuhyun!” Jaejoong tidak percaya Kyuhyun begitu mudahnya mengungkapkan apa yang dia rasakan. Dalam hati Jaejoong merasa iri dengan keberanian Kyuhyun. Seandainya dia memiliki keberanian itu untuk mengungkapkan apa yang dia rasa kepada Yunho, pasti beban di hati Jaejoong akan berkurang. Namun sekali lagi kondisi, situasi dan statusnya membuat Jaejoong selalu ragu untuk mengatakan yang sebenarnya.

“Aku tahu aku tidak tahu diri karena Jung ahjumma sedang sakit seperti ini, tapi jika keadaan memaksaku untuk berterus terang, maka aku akan jujur. Aku katakan sekali lagi, aku mencintai Siwon. Mungkin sejak pertama kali aku berkenalan dengannya.” Seakan tidak terpengaruh dengan teriakan peringatan dari Jaejoong, Kyuhyun melanjutkan pengakuannya. Mata Kyuhyun menatap lurus ke arah mata Yunho, mengharapkan adanya tanggapan dari Yunho. akan tetapi, Yunho masih dengan datar menatap gadis yang dijodohkan dengannya ini. Sikap tersebut membuat Kyuhyun menampakan raut wajah pasrah dan sekali lagi menghela nafas sebelum akhirnya meminta sesuatu yang seharusnya dia utarakan sejak dia dijodohkan dengan Yunho.

“Karena itu Yunho, aku mohon pengertianmu. Aku mohon, batalkan pertunangan kita.” Pinta Kyuhyun lirih. Jaejoong membulatkan matanya ketika permintaan itu terucap dari bibir Kyuhyun. Raut wajah Jaejoong juga mendadak menjadi sedih dan tanpa sadar airmatanya jatuh. Jaejoong tidak sanggup lagi dengan apa yang dia saksikan sekarang, sehingga dia memilih untuk menjauh dari keduanya dan berlari meninggalkan Yunho dan Kyuhyun menuju pintu keluar.

Sedangkan Yunho hanya mengarahkan pandangannya sesaat mengikuti perginya Jaejoong dan kembali menatap Kyuhyun. Yunho mengusapkan salah satu tangannya ke wajahnya, sebelum menghela nafas dengan cepat. Dengan perlahan Yunho mendekati Kyuhyun. Langkah pelannya itu membuat jantung Kyuhyun berdetak dengan cepat. Kyuhyun menutup matanya rapat, menantikan apa yang akan dilakukan oleh Yunho. Dan ketika sepasang tangan memeluk tubuhnya dengan erat, Kyuhyun baru berani membuka kedua matanya. Matanya membesar karena tidak percaya bahwa Yunho akan memeluknya seperti ini.

“Terima kasih.” Ucapan itu semakin membingungkan untuk Kyuhyun. Terima kasih? Kyuhyun berpiikir untuk apa Yunho berterima kasih kepadanya.

“Yunho?”

“Terima kasih karena kau mau mencintai Siwon hyung. Berjanjilah padaku bahwa kau akan membahagiakan dia Kyu. Berjanjilah.” Bagai disambar oleh petir, Kyuhyun terkejut bukan main. Bukan ini yang dia kira ketika dia mengaku bahwa dia mencintai Siwon. Bukan reaksi seperti ini yang dia sangka akan keluar dari orang yang selama ini selalu bersikap spontan. Bukan juga maksudnya untuk memeluk Yunho dan menangis keras di dada pemuda itu karena merasa lega bahwa Yunho bisa menerima dengan mudah permasalahan ini. Kyuhyun terus menangis, membasahi kemeja Yunho karena dia merasa semua kegalauan, semua kesedihan, semua ketakutan karena perasaan cinta yang dia miliki untuk Siwon, terhapuskan dengan perkataan Yunho tadi. Yunho sendiri hanya bisa membiarkan Kyuhyun menangis tanpa berniat menghentikan tangisan mantan kekasihnya ini.

Yunho menutup matanya, mengingat kenangan yang dia miliki dengan Kyuhyun saat mereka masih menjadi sepasang kekasih. Yunho tahu sejak awal perjodohan mereka hanya akan membawa beban dan kesedihan semata. Saat itu Yunho masih belum bisa mengerti apa yang dia rasakan dan ketika keluarganya menginginkan dia bersama dengan Kyuhyun, Yunho berpikir tidak ada salahnya mencoba. Lagipula mereka sudah dekat sejak dulu sehingga Yunho beranggapan bahwa cinta itu akan hadir dengan sendirinya. Namun sejalan dengan kedekatannya dengan Jaejoong, Yunho sadar bahwa hatinya telah terbagi, ah bukan, memang sejak awal dia juga tidak merasakan apa-apa dengan Kyuhyun. Bagi Yunho, Kyuhyun sudah seperti adiknya sendiri.

Memang Yunho tidak menutupi keterkejutannya dengan pengakuan cinta Kyuhyun terhadap Siwon. Hanya saja, Yunho bisa menerima semua ini karena Yunho sudah bisa menduga kalau keduanya akan merasakan cinta satu sama lain. Gelagat mereka dan cara mereka berinteraksi memperlihatkan bahwa mereka saling tertarik. Mungkin karena saat itu Kyuhyun masih menyandang status kekasihnya, Siwon dan Kyuhyun tidak bisa berbuat apa-apa. Yunho tahu dengan pasti sikap yang diambilnya ini adalah sikap yang benar. Tidak ada gunanya memaksakan diri untuk bersama dengan Kyuhyun di saat dia sendiri pun mencintai orang lain. Maka, keterkejutan Yunho mungkin lebih kepada darimana keberanian Kyuhyun untuk mau berterus terang.

Yunho mengeratkan pelukannya di tubuh Kyuhyun. Mungkin ini pelukan terakhirnya sebagai kekasih Kyuhyun. Tetapi Yunho tidak menyesal. Dia memang kehilangan kekasih tapi dia akan mendapatkan kakak ipar yang begitu manis. Kakak ipar yang dia masih anggap sebagai adiknya sendiri. Yunho tersenyum membayangkan situasi yang akan terjadi nanti, walau Yunho dan Kyuhyun beserta Siwon harus memikirkan bagaimana cara mereka untuk memberitahukan orang tua Kyuhyun, terutama ibu Kyuhyun. Yunho yakin mereka tidak akan menerima begitu saja. Masih banyak yang harus dipikirkan oleh mereka bertiga. Belum lagi Yunho harus memikirkan bagaimana cara untuk menjelaskan masalah ini dan menyatakan perasaannya kepada Jaejoong dan membuat gadis yang lebih tua darinya itu mengerti dan mau menerimanya.

“Yunho!” teriakan Siwon membuat Kyuhyun dan Yunho melepaskan pelukan mereka. Siwon tampak berlari mendekati mereka berdua. Dia tidak menyadari adanya Kyuhyun karena fokus utamanya adalah berita yang harus dia sampaikan kepada Yunho.

“Hyung? Kenapa kau kelihatannya panik seperti itu?” tanya Yunho begitu Siwon sampai dan terengah-engah di depan Yunho.

“Umma Yun, Umma!”

“Kenapa dengan umma hyung?!” rasa takut Yunho semakin tinggi mendengar Siwon menyebutkan Jihyun. Yunho bahkan tidak memperdulikan bahwa Siwon memanggil Jihyun dengan sebutan umma dengan entengnya. Siwon sendiri juga tidak sadar dia telah memanggil Jihyun dengan sebutannya yang selalu didambakan oleh Jihyun.

“Umma terkena serangan lagi di otaknya. Saat ini dokter sedang menangani umma. Ayo kita segera kesana!” jelas Siwon dan mengajak Yunho untuk segera menemui Jihyun. Keduanya segera berlari diikuti oleh Kyuhyun dibelakang mereka. Siwon dan Yunho berdoa bahwa tidak ada sesuatu yang membahayakan Jihyun. Keduanya berdoa bahwa mereka tidak harus kehilangan orang tua mereka sekali lagi.

TBC

Advertisements