Tags

, ,

Title : Andai Dia Tahu – Sequel Single Happy

Pairing  : Wonkyu

Disclaimer : All casts are belong to their self and God, Kahitna and their label company

Inspired : Andai Dia Tahu by Kahitna

Warning : Un-betaed, GS, Attempt humor, OOC, AU

Summary : Tuhan yakinkan dia tuk jatuh cinta hanya untukku, andai dia tahu

( 。・_・。)(。・_・。 )

Kyuhyun P.O.V

Hhh.. Sudah kesekian kalinya aku menghela nafas. Aku rasa tabung kebahagiaanku akan habis jika aku terus menerus menghela nafas seperti ini. Tapi jangan salahkan aku, salahkan pria tampan tetapi lamban di depanku sekarang. Jika aku bisa aku ingin sekali mengambil otaknya dan mengganti dengan otak yang tidak selamban otaknya sekarang.

Oh Tuhan, apa ini hukuman yang kau berikan kepadaku karena terlalu percaya diri. Jika benar, aku berjanji akan mengurangi kepercayaan diriku walau agak susah, tapi tolong hambamu ini. Buatlah agar Choi Siwon menyadari setiap tindakanku untuk menarik hatinya. Buatlah dia menyadari bahwa aku sudah jatuh hati kepadanya sejak pertama kali kami bertemu.

Aku setengah putus asa. Kami, aku dan Siwon, sudah mulai saling mengenal sejak aku mau berfoto dengan adiknya, Choi Sungmin, yang memang pengemar beratku. Sejak berfoto itu, aku mulai mencari tahu semua hal tentang dirinya dan sering mengunjungi Siwon baik di rumah maupun di kantornya dengan berbagai macam alasan. Mulai dari tidak sengaja mampir di daerah sekitar rumah Siwon sampai dengan nekadnya mengajak Siwon makan siang di restoran dekat kantornya. Aku bahkan meminta bantuan dari Sungmin dengan iming-iming tiket konser, bertemu boyband idolanya, dan banyak lagi. Walau pun pada dasarnya Sungmin bersedia membantuku dengan seluruh kemampuannya karena dia memang ingin aku menjadi kakak iparnya. Kata Sungmin, dia pasti sangat bahagia memiliki kakak ipar yang cantik dan terkenal seperti aku. Well, aku tidak akan beragumen untuk itu. Aku memang cantik, so sue me.

Kembali ke permasalahan cintaku. Aku sudah melakukan banyak hal hanya saja, calon suamiku itu terlalu polos a.k.a. terlalu lamban untuk menyadari setiap aksi yang aku lakukan untuk berdekatan dengannya. Maka dari itu aku menjadi setengah putus asa karena setelah mengenalnya kurang lebih dua bulan, Siwon masih saja menganggapku tak lebih dari seorang penyanyi yang sangat disukai adiknya itu. Ya, dia bahkan belum menganggapku sebagai salah satu orang terdekat atau paling tidak temannya. Sikapnya yang kelewat sopan dan sedikit menjauh jika aku dekati membuatku beranggapan demikian.

Aku sungguh pusing memikirkan cara apa agar si tampan berlesung pipi itu mengerti perasaanku. Hhh.. Andai Siwon tahu betapa aku mencintainya. God, please make him understand my feelings.

End Kyuhyun P.O.V

^^^^^

Siwon P.O.V

God, please don’t make her realize my crazy heartbeat. Mengapa Kyuhyun-ssi selalu saja mencoba mendekatkan tubuhnya kepadaku? Padahal aku sudah mencoba menutupi rasa sukaku sejak pertama kali dia tersenyum manis dan menyetujui permintaan adikku dan berfoto bersamanya. Kyuhyun-ssi itu sangat cantik, manis, menggemaskan, walau sedikit frontal dalam berkomentar. Tapi itulah daya tariknya. Aku belum pernah bertemu wanita sepercaya diri seperti Kyuhyun-ssi.

Aku terpesona dengan kepribadiannya yang kuat dan tegas meski aku sering menemukan dirinya kembali menjadi wanita yang sedikit manja dan manis kala dia sedang bersendau gurau dengan adikku. Bicara soal adikku, Choi Sungmin, akhir-akhir ini dia selalu saja mengatakan bahwa aku bodoh, aku lamban, aku terlalu polos dan banyak lagi. Aku tidak mengerti mengapa dia selalu mengatakan hal itu. Padahal biasanya aku adalah kakak kesayangannya yang selalu dia puja-puja.

Hhh.. Mungkin aku bisa berasumsi dia marah kepadaku karena sikapku yang selalu menjauhi idolanya kala dia mendekatiku. Bukan maksudku seperti itu. Aku hanya tidak sanggup harus berhadap-hadapan dengan wanita mempesona itu. Jantung ini berdetak tiga, ah bukan, lima kali lebih cepat, keringat dinginku mengalir terus, aku tak mampu bersuara karena terlalu gugup. Jika aku nekad berdekatan dengan Kyuhyun-ssi, bisa-bisa aku mempermalukan diriku sendiri atau lebih buruk, Kyuhyun-ssi menganggapku aneh dan bahkan membenciku. Tidak! Aku tidak mau itu terjadi!

Maka dari itu, daripada ketakutanku itu terjadi, lebih baik aku bersikap sama seperti pertama kali kami bertemu meski sakit dan sedih karena aku harus menjauh dari Kyuhyun-ssi. Oh Tuhan, andai Kyuhyun-ssi tahu betapa aku menyukainya, ah bukan, aku sudah mencintainya. Semenjak pertemuan kami waktu itu, hati ini sudah menjadi miliknya.

End Siwon P.O.V

^^^^^

Sungmin P.O.V

Mereka berdua bodoh. Titik. Tidak ada koma atau tanda baca lainnya. Kenapa Kyuhyun tidak langsung mengungkapkan rasa cintanya saja secara terang-terangan? Padahal rasa percaya dirinya sangat tinggi melebihi gunung yang paling tinggi. Lalu, kakakku yang baik hati tapi terlalu lamban itu. Mengapa otaknya tidak bekerja sebagaimana orang normal lainnya untuk masalah seperti ini. Padahal kakakku itu cerdas dan cepat tanggap untuk urusan bisnis.

Aku yang melihat mereka berdua tarik ulur, yang satu mengejar tapi tidak jelas tujuan, yang satu menjauhi padahal ingin dekat, menjadi gemas sendiri. Argh! Pusing. Jika mereka begini terus, sepertinya mau tidak mau aku harus turun tangan. Saatnya Choi Sungmin beraksi.

End Sungmin P.O.V

^^^^^

Café WK

Kyuhyun terlihat menghela nafas dan wajahnya murung. Wanita cantik nan manis itu menatap keluar café dari jendela besar tempatnya duduk sekarang. Hari ini resmi menjadi tiga bulan sejak dia bertemu dengan Siwon. Sampai sekarang kondisinya masih tetap sama. Siwon selalu menjauh ketika Kyuhyun mencoba mendekatinya. Kali ini Kyuhyun benar-benar putus asa. Kyuhyun bahkan sempat berpikir apa sebaiknya dia melepas Siwon saja dan mencari orang lain sambil melanjutkan kehidupannya sebagai single happy. Namun semenit pikiran itu muncul, Kyuhyun langsung membuang jauh-jauh pemikiran itu. Kyuhyun memang putus asa karena dia tidak tahu dengan cara apalagi agar Siwon tahu perasaanya tapi Kyuhyun bukan orang yang menyerah pada cintanya jika cinta itu hadir di hidupnya.

“Kenapa Siwon itu bodoh sekali sih?” keluh Kyuhyun sengit. Kyuhyun lalu menyandarkan kepalanya di jendela, menatap jalanan diluar dengan pandangan menerawang dan sedikit murung.

“Siwon oppa bukan bodoh eonnie, um, sedikit sih. Tapi oppaku itu seperti dia sekarang hanya karena dia tidak pernah berhubungan dengan wanita mana pun eoonie. Pikiran Siwon oppa hanya tentang pekerjaannya saja. Jadi sense of romanticnya menguap begitu saja.” Jelas Sungmin yang hari ini memang janjian bertemu dengan Kyuhyun untuk membahas langkah selanjutnya mendekati Siwon.

“Sungminnie.. Bantu aku. Aku tidak tahu lagi apa yang harus aku perbuat untuk menaklukan hati oppamu itu.” Pinta Kyuhyun sambil memasang tampang paling memelasnya kepada Sungmin. Sungmin sendiri hanya memutar matanya malas. Dia tidak percaya dirinya mengidolakan wanita didepannya sekarang. Sungmin tidak berkata apa-apa. Sungmin justru memotong strawberry chesse cakenya menjadi potongan kecil-kecil lalu menyuapkan satu untuknya dan satu lagi untuk Kyuhyun. Kyuhyun langsung memakan suapan Sungmin dan setelah itu melanjutkan ucapannya.

“Aku sudah mencoba mendekatinya dengan bersikap manis. Aku selalu menyapanya, membantunya dengan hal-hal kecil, membuat kue untuknya padahal aku tak bisa memasak terlebih lagi membuat kue.”

“Lalu kue itu darimana eonnie?” tanya Sungmin setelah menelan potongan kue yang selanjutnya. Sungmin sekarang beralih ke chocolate cake milik Kyuhyun.

“Tentu saja beli.” Jawab Kyuhyun santai. Sungmin menghentikan kegiatannya memotong kue menjadi bagian-bagian kecil. Dia menatap sejenak Kyuhyun dengan pandangan tidak percaya sebelum akhirnya menggelengkan kepala, merasa Kyuhyun benar-benar wanita yang unik. Sungmin tidak habis pikir mengapa Kyuhyun bisa berbangga hati mengakui kue buatan orang sebagai buatannya.

“Aku bahkan bertingkah genit dengan menekankan tubuhku kepada tubuhnya. Tapi oppamu dengan polosnya berkata ‘Kyuhyun-ssi, apa kau gatal? Kenapa kau menggesekan tubuhmu ke tubuhku? Sebentar ya aku ambilkan obat gatal.’ Can’t you believe that guy. It’s so frustrating.” Keluh Kyuhyun lagi. Sungmin masih tidak menanggapi keluhan Kyuhyun, gadis berumur sepuluh tahun lebih muda dari Kyuhyun itu masih sibuk dengan kue-kue di meja mereka. Kyuhyun sendiri tidak terlalu perduli dengan sikap Sungmin. Dia hanya perlu seseorang mendengarkan keluhannya agar dia tidak terlihat seperti orang gila.

“Bahkan payudaraku ini tidak mampu membuat oppamu mengerti bahwa aku menyukainya.”

“Memang eonnie punya payudara?” tanya Sungmin polos masih saja menyantap kue chocolate milik Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun saat mendengar perkataan Sungmin tentu saja langsung mendelikkan matanya kepada Sungmin.

“Jangan harap kau bisa mendapatkan tiket VVIP dan kartu pass back stage di konserku Choi Sungmin.” Ancam Kyuhyun membuat Sungmin langsung bepindh tempat duduk dari hadapan Kyuhyun menjadi duduk di samping Kyuhyun.

“Oh ratuku. Eonnieku yang paling cantik, paling manis, baik hati dan tidak sombong. Ampuni hambamu ini.” Pinta Sungmin. Kyuhyun yang puas dengan Sungmin yang memohon sedikit berlebihan, langsung tersenyum dan mengacak sedikit rambut Sungmin.

That’s more like it.” Ucap Kyuhyun senang. Dia lalu terdiam sesaat sebelum menatap Sungmin serius.

“Lalu bagaimana ini Sungminnie?! Aku gemas sekali dengan oppamu itu.”

“Kenapa harus oppa sih eonnie? Cari saja pria lain. Mungkin oppa memang tidak memiliki perasaan yang sama denganmu.” Saran Sungmin jahil. Dia hanya bercanda karena mana mungkin Siwon yang sudah bertekuk lutut dengan pesona Kyuhyun bisa tidak tertarik dengan penyanyi cantik itu. Hanya saja, Kyuhyun sepertinya sedang serius sehingga ucapan Sungmin tadi terdengar menyakitkan baginya.

“Apa mungkin itu benar Minnie?” tanya Kyuhyun lirih. Sungmin yang mendengar ada sedih dari Kyuhyun langsung merasa bersalah. Dengan pelan, Sungmin mengambil tangan Kyuhyun lalu menggenggamnya.

“Tentu saja tidak eonnie. Aku hanya bercanda. Oppaku itu suka sekali denganmu hanya saja dia tidak tahu bagaimana harus bersikap kepada eonnie, terlebih lagi wanita cantik dan berpendirian kuat seperti eonnie.” jelas Sungmin.

“Kenapa oppamu tidak pernah berhubungan dengan wanita lain? Oppamu itu tampan dan mendekati sempurna. Pasti banyak wanita yang mengejarnya bukan?! Jangan katakan kalau Siwon itu punya menyukai sesama jenis?” tanya Kyuhyun sedikit was-was.

“Enak saja! Siwon oppa masih menyukai perempuan eonnie. Sudah aku bilang tadi, oppa hanya tidak tahu bagaimana bersikap terhadap wanita. Wanita yang berhubungan dengannya paling hanya aku, ibu kami, dan pembantu di rumah. Seumur hidupnya oppa hanya memiliki teman pria. Salahkan appa kami yang menyekolahkan oppa di sekolah khusus laki-laki dari TK sampai SMA.” Bela Sungmin lantang.

“Saat kuliah?”

“Hanya terfokus sama kuliah dan kegiatan senat. Tanpa adanya interaksi serius dengan lawan jenis.” Kyuhyun sekarang terperangah dengan ucapan Sungmin tadi. Kyuhyun menatap Sungmin seolah Sungmin berkata bohong kepadanya. Namun raut wajah Sungmin datar-datar saja dan tidak sedikit pun menunjukkan adanya kebohongan atau sekedar mengerjai Kyuhyun. Kyuhyun akhirnya hanya menggelengkan kepalanya lalu meletakkan kepalanya di meja sambil bergumam.

“Siwon itu makhluk langka Minnie.”

Tell me about it.” Sahut Sungmin menyetujui perkataan Kyuhyun. Lalu keduanya terdiam, terlarut dengan pikiran masing-masing. Well, mungkin hanya untuk Kyuhyun sedangkan Sungmin masih sibuk menghabiskan kue Kyuhyun bahkan gadis imut memesan lagi kue keju dan tiramisu.

“Lalu, aku harus bagaimana Sungminnie? Bagaimana supaya oppamu itu tahu aku ingin bersamanya?” tanya Kyuhyun tiba-tiba. Dari nada suaranya Kyuhyun sungguh lelah dan tidak tahu harus berbuat apa lagi. Pikirannya kalut karena di satu sisi dia ingin menyerah tapi di satu sisi, cintanya untuk Siwon terlalu dalam karena ini pertama kalinya Kyuhyun merasakan perasaan hangat dan nyaman seperti ini kepada seorang pria. Sungmin yang baru mau menyuap satu potong kue lagi berhenti sejenak. Dia menatap prihatin terhadap Kyuhyun yang kelihatannya sedih sekali karena kebodohan Siwon. Sungmin menghela nafas sebelum akhirnya mengutarakan apa yang sudah dia susun untuk membantu penyanyi idolanya itu sekaligus orang yang dia sayangi setelah Siwon dan orang tuanya sendiri.

“Begini saja eonnie. Sebaiknya kau harus..”

Dua Minggu Kemudian – Setelah Konser

Gedung pertunjukkan itu dipadati oleh banyak orang karena adanya sebuah konser yang digelar disana. Konser pertama dari seorang penyanyi solo wanita yang sedang naik daun baru saja selesai dilaksanakan. Meski pun begitu masih banyak penggemar yang berkumpul di depan gedung konser menanti keluarnya Cho Kyuhyun, sang penyanyi pendatang baru yang sedang bersinar yang baru selesai menggelar konsernya. Sesudah menghadiri konser Kyuhyun yang sukses, para penggemar tersebut masih bersabar menunggu keluarnya sang idola. Mereka berharap mungkin bisa bertemu dengan sang idola jika dia keluar gedung pertunjukan ini nantinya.

Sementara itu di ruang ganti, Kyuhyun yang baru selesai mengganti baju panggungnya dengan pakaian biasa dan bersiap-siap untuk pulang, mendapati Sungmin dan Siwon masuk ke ruang gantinya. Kyuhyun tersenyum lebar begitu melihat kedua kakak beradik Choi tersebut. Dia langsung memeluk Sungmin dan mengangguk kepada Siwon. Mereka semua berbincang sampai sang manajer memberitahu bahwa mereka harus segera pergi. Kyuhyun mengangguk kepada manajernya lalu meminta manajernya untuk menyiapkan mobil untuknya pulang dan berpesan bahwa Kyuhyun akan segera menyusulnya.

“Eonnie. Selamat ya. Konsermu sukses.” Ucap Sungmin sekali lagi menyelamati suksesnya konser perdana Kyuhyun. Raut wajah berbinar bahagia terus terpasang meski tidak bisa dipungkiri betapa lelahnya Kyuhyun.

“Terima kasih Minnie.” Sahut Kyuhyun tulus.

“Oh ya eonnie sekalian aku ingin mengucapkan selamat untuk pertunanganmu dengan aktor tampan yang baru menang perhargaan itu. Siapa namanya eonnie?” tanya Sungmin sambil sedikit melirik ke arah Siwon yang terkejut dengan pertanyaan Sungmin.

“Andrew Choi maksudmu?” tanya Kyuhyun balik dan juga memberikan senyum penuh arti ke arah Sungmin. Kyuhyun juga tak luput melihat tubuh Siwon yang menegang karena ucapan Kyuhyun tadi.

“Ya, itu. Eonnie keren sekali bisa mendapatkannya sebagai pasangan eonnie. Bukan hanya tampan tapi dia itu keren dan tinggi. Oh eonnie. Aku iri denganmu.” Sahut Sungmin sedikit merajuk. Sungmin ingin sekali tertawa terbahak-bahak ketika melihat raut wajah gugup, takut, dan sedikit kecewa dari Siwon.

Kena kau oppa. Batin gadis bergigi kelinci itu.

“Nanti kau juga akan mendapatkan kekasih yang sama kerennya dengan kekasihku Minnie.” Sahut Kyuhyun mengikuti permainan Sungmin.

“Semoga saja.”

“Sudahlah. Ayo keluar. Kita pulang. Kalian mau eonnie antar?” tanya Kyuhyun sambil beranjak mengambil tas dan semua barang bawaannya. Siwon yang masih terpaku ketika mendengar berita bahwa Kyuhyun sudah memiliki tunangan, tersentak mendengar pertanyaan Kyuhyun. Dia lalu melihat Kyuhyun membawa banyak barang dan dengan sigap Siwon mengambil tas-tas Kyuhyun yang terlihat berat lalu membawanya keluar tanpa menunggu Kyuhyun. Kyuhyun sendiri tersenyum melihat betapa baiknya Siwon terhadap dirinya. Ada sedikit perasaan tidak tega mengerjainya seperti ini.

“Eonnie. Jangan kasihan sama oppa. Eonnie mau oppa mengungkapkan perasaannya bukan?!” tegur Sungmin ketika dia melihat raut wajah tak tega milik Kyuhyun kala melihat punggung Siwon. Kyuhyun hanya mengangguk lemah dan berjalan mengikuti kemana Siwon keluar tadi diikuti oleh Sungmin.

Apa yang sebenarnya direncanakan oleh Sungmin dan Kyuhyun. Mudah saja. Sungmin mengatakan kepada Kyuhyun agar membuat Siwon berpikir bahwa dia sudah tidak memiliki kesempatan dengan Kyuhyun dengan menyebutkan tunangan palsu yang tak lain adalah dirinya sendiri. Nama Andrew Choi tak lain dan tak bukan adalah Siwon sendiri. Rupanya dia lupa bahwa saat dia pernah bersekolah di Amerika, teman-temannya selalu memanggilnya Andrew. Rupanya karena terlalu terkejut mendengar berita pertunangan palsu Kyuhyun, Siwon jadi lupa nama panggilannya sendiri.

Selain itu Sungmin tahu Siwon tidak pernah melihat tayangan televisi apapun kecuali berita. Jadi dia tidak mungkin bisa tahu ada aktor palsu dengan nama Andrew Choi. Maka dari itu rencana ini akan berjalan dengan lancar. Menurut Sungmin, Siwon itu perlu diberikan shok terapi agar otaknya bergerak sesuai dengan orang lain kalau menyangkut masalah cinta.

Mengingat rencana tersebut, Kyuhyun menguatkan hatinya untuk tidak mundur hanya karena tidak tega melihat wajah sedih Siwon. Dengan mantap, Kyuhyun berjalan mendekati Siwon lalu tersenyum sebelum berjalan lebih dulu. Siwon yang memang menunggu Kyuhyun dan Sungmin di luar ruang ganti hanya mampu memandang punggung Kyuhyun dengan tatapan sedih. Siwon tidak sadar dengan kehadiran Sungmin di sampingnya.

“Oppa? Kenapa masih berdiri disini? Kenapa menatap Kyu eonnie seperti itu? Ayo, kita juga pulang. Kau juga harus menyerahkan tas-tas itu kepada manajer Kyu eonnie bukan?!” sergah Sungmin sedikit mengagetkan Siwon. Siwon terlihat kikuk karena ketahuan menatap Kyuhyun oleh Sungmin. Siwon mulai melangkahkan kakinya bermaksud mengejar Kyuhyun, namun belum tiga langkah Siwon berhenti dan membalikkan tubuhnya memandang Sungmin.

“Benarkah Kyuhyun-ssi sudah bertunangan Minnie?” tanya Siwon lirih.

“Benar. Memangnya kenapa oppa?” tanya Sungmin balik. Siwon terlalu fokus pada dirinya sendiri sehingga tidak menyadari senyum jahil dari Sungmin kala mendengar pertanyaan Siwon tadi.

“Kenapa aku tidak tahu?” tanya Siwon lagi berharap bahwa ini hanya berita bohong. Namun ucapan Sungmin mematahkan harapannya itu.

“Oppa sih tidak pernanh melihat tayangan infotainment. Sudah disiarkan di setiap stasiun televisi yang ada di Korea, oppa.” Bohong Sungmin lancar. Dia semakin ingin tertawa ketika melihat raut wajah Siwon yang seperti orang kalah berperang itu.

“Oh begitu. Berarti aku terlambat ya Min.” sahut Siwon sedih.

“Terlambat?”

“Terlambat untuk menyatakan kepada Kyuhyun-ssi kalau aku mencintainya Min.” ungkap Siwon dengan senyum sedih.

“Oppa..”

“Sepertinya aku memang bodoh seperti yang kau sering bilang ya. Karena terlalu bodoh sehingga ketika aku menyadari bahwa aku mencintainya, dia sudah pergi dariku.”

Plak!

“Aduh! Kenapa kau memukul kepalaku Min?!” Sungmin sudah tersenyum lebar ketika mendengar ungkapan hati Siwon. Dia tidak memperdulikan delikan mata Siwon. Yang Sungmin tahu bahwa rencananya sukses besar. Jika Sungmin bisa mengkuote salah satu perkataan orang terkenal, maka Sungmin akan mengkuote perkataan seorang penjelajah dari Spanyol bernama Dora. Berhasil! Berhasil!

“Akhirnya otakmu bekerja juga oppa.”

“Maksudmu?” tanya Siwon bingung. Sungmin lalu berteriak memanggil Kyuhyun yang selama ini bersembunyi di salah satu celah yang ada di dekat ruang ganti itu ketika Siwon tidak memperhatikannya lagi.

“Kau dengar itu eonnie?! Siwon oppa mencintaimu juga!”

“Huh?” Siwon sungguh tidak mengerti namun ketika melihat Kyuhyun keluar dari persembunyian, mata Siwon mebulat sempurna.

“Kyuhyun-ssi.” Lirihnya.

“Kau ini memang membuatku pusing saja Siwon.” Sahut Kyuhyun tersenyum paling manis dan bahagia karena semuanya sudah jelas.

“Oke, obat nyamuknya pergi dulu. Selesaikan dengan benar ya oppa, eonnie. Bye.” Sahut Sungmin lalu berlari kecil meninggalkan Siwon dan Kyuhyun. Kyuhyun menatap kepergian Sungmin dengan tertawa geli. Tampaknya Kyuhyun berhutang budi pada calon adik iparnya itu. Kyuhyun akan memikirkan cara yang tepat untuk membalasnya kelak. Kyuhyun kembali memalingkan pandangannya kepada Siwon yang sekarang terlihat kikuk karena perlahan pria itu mulai mengerti situasi yang sedang terjadi. Siwon mengerti bahwa dia baru saja mengungkapkan kepada Kyuhyun bahwa dia mencintai wanita cantik tersebut. Siwon menggaruk bagian belakang kepalanya yang sama sekali tidak gatal. Sedangkan Kyuhyun, dia tersenyum puas dan sedikit terkikik karena selain dia sudah tahu isi hati pria yang dia cintai itu, tingkah lucu Siwon membuatnya geli.

Kyuhyun berjalan perlahan mendekati Siwon yang masih salah tingkah sendiri dan begitu Kyuhyun berdiri tepat di hadapan Siwon, Kyuhyun tiba-tiba menarik kerah baju Siwon sampai wajah mereka hanya terpaut beberapa senti saja dan membuat semua tas yang dibawa Siwon terjatuh semua. Bahkan hidung mereka sudah bersentuhan sedikit. Senyum puas masih terpampang di wajah Kyuhyun. Mata bulatnya menatap mata Siwon lalu melirik ke arah bibir Siwon dan kembali lagi ke mata hitam Siwon. Siwon meneguk salivanya sendiri untuk menelan kegugupannya karena tatapan intens dan menggoda dari Kyuhyun. Siwon ingin sekali berpaling dari tatapan Kyuhyun namun seluruh tubuhnya berkhianat. Tubuhnya sama sekali tidak mau menuruti otaknya yang memerintahkan untuk menjauh dari Kyuhyun sebelum jantungnya meledak karena terlalu cepat berdetak.

Sedangkan Kyuhyun masih saja memegang kerah baju Siwon dan menatapnya terus. Dan tanpa adanya peringatan, Kyuhyun mencium bibir Siwon membuat lelaki itu membulatkan kedua bola matanya karena tidak mengira bahwa Kyuhyun akan berani menciumnya duluan. Kyuhyun hanya menekan bibirnya dengan bibir Siwon, namun keduanya merasakan getaran aneh namun menyenangkan. Siwon pun mulai menutup perlahan matanya dan menikmati bibir manis Kyuhyun.

Tangan Kyuhyun yang mencengkram kerah Siwon mulai mengendur dan beralih ke leher pria tinggi tersebut. Siwon sendiri melingkarkan kedua lengannya di pinggang dan tengkuk Kyuhyun. Siwon mencoba memperdalam ciuman mereka berdua. Meskipun Siwon dan Kyuhyun tidak berpengalaman namun mereka berdua mengikuti insting dan merasakan kehangatan dan kehadiran masing-masing.

Siwon dan Kyuhyun terus melumat bibir masing-masing walau belum sampai menggunakan lidah. Terus dan terus sampai Kyuhyun kehabisan oksigen dan terpaksa mengakhiri ciuman panas mereka. Akan tetapi Kyuhyun enggan berpisah dari Siwon. Lengan rampingnya masih melingkar dengan sempurna di leher Siwon, bibirnya masih sesekali bergesekan dengan bibir Siwon, dan dahinya menyatu dengan dahi Siwon. Keduanya terdiam mencoba menenangkan hati masing-masing dari perbuatan spontan mereka tadi. Lalu, keduanya tiba-tiba tertawa geli bersama seakan mereka menertawakan kebodohan mereka selama ini karena main kucing-kucingan padahal perasaan mereka berdua sama.

“Bodoh.” Olok Kyuhyun bercanda. Siwon tersenyum lalu memeluk erat Kyuhyun. Kyuhyun pun terbuai dalam dekapan erat Siwon. Mereka begitu sampai Kyuhyun melanjutkan lagi perkataannya.

“Kau memang bodoh. Tapi kau si bodoh yang paling aku sayangi. Aku mencintaimu Siwon.” Ungkap Kyuhyun membuat lengkungan di bibir Siwon. Lesung pipi andalannya pun setia menemani senyum manis pria bermarga Choi itu. Dan tak perlu orang jenius untuk mengetahui bagaimana bahagianya mereka berdua.

Kyuhyun pun tersenyum karena dia tahu Siwon juga pasti tersenyum mendengar pengakuannya. Kyuhyun bahagia karena sekarang dia tak perlu berandai-andai akan perasaan Siwon terhadapnya. Dia sudah mengetahuinya. Loud and clear.

END

Advertisements