Tags

, , ,

Title : Single Happy

Pairing : Wonkyu, Yunjae, Teukchul

Disclaimer : All casts are belong to their self and God, Oppie Andaresta and her label company

Inspired : Single Happy by Oppie Andaresta

Warning : Un-betaed, GS, Attempt humor, OOC, AU

Summary : I’m single and very happy.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Aku memandang kartu undangan pernikahan di atas meja di depanku sekarang dengan bosan. Undangan pernikahan salah satu sahabatku bukanlah hal yang membuatku memutar mataku kesal, melainkan tawa jahil dan menyebalkan dari dua orang sahabatku sejak SMU, Kim Heechul dan Kim, ah bukan, Jung Jaejoong.

“Kau lihat itu Kyu, Heechul saja akan menikah dalam waktu sebulan ke depan. Dia akan mengakhiri masa lajangnya. Finally, Thanks God. Kau kapan Kyu? Sudah sepantasnya kau menikah seperti Heechul. Walau sampai sekarang pun aku tak mengerti mengapa pria setampan, sebaik dan sesabar Park Jungsoo mau denganmu ya Chulie? Apa kau memakai guna-guna?” tanya Jaejoong bercanda kepada Heechul. Dahi Heechul langsung berkerut dan timbul tanda-tanda persegi menampakkan kekesalannya akibat pertanyaan dari Jaejoong, tapi sedetik kemudian Heechul menyunggingkan senyum termanisnya kepada Jaejoong.

Aku yang menyadari arti senyum manis Heechul itu sedikit memundurkan tubuhku sampai menyentuh sandaran kursi. Senyum manis yang dibaliknya tersembunyi iblis yang siap menghanguskan Jaejoong jika wanita cantik itu tidak segera meminta maaf kepada Heechul atas pertanyaannya tadi. Jaejoong pun juga menyadari arti senyum Heechul itu. Dia lalu mengangkat tangannya dan menaikkan jari telunjuk dan jari tengah membentuk huruf v lalu memberikan senyum termanis dan terimutnya kepada Heechul.

Peace Chulie.”

“Huh! Kalau aku tak ingat aku akan menikah sebulan lagi, sudah aku telan bulat-bulat kau Kim Jaejoong.”

“Jung Jaejoong, Chulie! Jung Jaejoong!” protes Jaejoong tidak terima marga keluarganya diganti oleh Heechul. Ya, Jaejoong sekarang jadi seperti suaminya, Jung Yunho, yang super posesif itu. Bahkan sampai nama saja Yunho selalu protes dan akan marah jika ada yang salah menyebut nama istrinya tadi. Padahal mereka baru menikah tiga bulan yang lalu, tentu saja kami selaku sahabatnya masih belum terbiasa memanggil Jaejoong dengan marga Jung menemani namanya.

Yeah whatever.” Kelit Heechul tidak perduli. Menerima perlakukan seperti itu dari Heechul, Jaejoong hanya mengerucutkan bibirnya imut dan mengembungkan pipinya. Dia juga menyilangkan tangan di depan dadanya serta menoleh ke arah lain selain kepada Heechul. Jaejoong merajuk karena Heechul tidak menghiraukan sama sekali keluhan Jaejoong. Aku yang melihat tingkat Jaejoong yang seperti anak kecil itu hanya terkekeh. Inikah sikap orang yang sudah menikah? Pantas saja aku pikir-pikir dulu sebelum mengikat janji dengan seseorang.

“Kyunnie, baby Kyu, dengar ya. Walau aku enggan mengakui ucapan Jae tadi, tapi perkataan kucing pencinta gajah satu ini ada benarnya juga.” Sahut Heechul santai dan sekali lagi tidak memperdulikan teriakan Jaejoong.

“Hei!!” protes Jaejoong lagi yang hanya ditanggapi dengan telapak tangan Heechul yang mengarah ke wajah Jaejoong yang sekarang sedang menatapnya kesal.

“Kau itu sudah hampir kepala tiga. Sampai kapan kau akan terus sendiri? Carilah pasangan untukmu berbagi hidup.” Lanjut Heechul sok bijak menasehatiku. Yang benar saja. Memangnya kenapa kalau umurku akan mencapai kepala tiga. Banyak wanita lain yang menikah justru saat mereka sudah mencapai usia 40 tahunan. Berarti aku termasuk masih muda bukan. Lagipula bukan mauku sendiri untuk tidak menikah seperti mereka. Aku hanya kurang beruntung dalam masalah jodoh ini dan dengan mereka yang terus saja menggangguku dengan wejangan mereka yang hampir sama seperti ucapan orang tuaku, sungguh membuatku pusing.

“Oh tidak, jangan katakan kita akan membahas masalah ini lagi. Aku senang dengan keadaanku Chulie, Jae. Aku bukannya tidak mau untuk menikah, hanya saja aku belum seberuntung kalian dalam masalah yang satu ini.”

“Ini bukan juga masalah beruntung atau tidak beruntung Kyu, kau itu seharusnya..”

“Chulie? Kau disini?” tanya seseorang sambil membelai rambut Heechul lembut. Heechul sepertinya tak perlu membalikkan tubuhnya untuk mengetahui siapa yang membelai dan memanggil namanya tadi.

“Teukie!!” teriak Heechul senang dan langsung memalingkan pandangan dariku dan Jaejoong yang masih saja cemberut. Aku tersenyum melihat betapa senangnya Heechul bertemu dengan Teukie atau Leeteuk atau Park Jungsoo. Aku bermaksud menyapa Leeteuk ketika aku melihat seseorang di belakang Jaejoong dan memberikannya kecupan mesra di pipi putih Jaejoong, membuat wanita cantik pintar memasak itu langsung menoleh. Wajahnya sama berbinar senang seperti Heechul ketika mendapati sang suami sudah berdiri di belakangnya dengan senyum menawan dari bibir berbentuk hati itu. Jaejoong yang menyadari bahwa suaminya telah mencium pipinya membalas dengan langsung mendekap erat Yunho dan membenamkan wajahnya di dada bidang Yunho. Here we go again. Jaejoong mulai manja jika Yunho ada disini.

Aku menolehkan wajahku dari pemandangan mesra pasangan pengantin baru itu. Bukan karena iri atau apa, tapi pemandangan itu terlalu manis untuk mata iblisku. Aku yakin Yunho pasti dengan senang hati memeluk balik Jaejoong bahkan berbuat lebih dan aku tidak butuh mata perawanku melihat yang tidak-tidak. Aku mengalihkan pandanganku kepada Heechul dan Leeteuk, tunangan Heechul.

Melihat Leeteuk, mau tak mau aku mengingat perkataan Jaejoong di awal tadi. Mengapa Leeteuk yang memiliki aura seperti malaikat itu bisa mencintai wanita di depanku sekarang yang terkenal galak dan sedikit kejam, bahkan Heechul dijuluki wanita iblis dan terkadang Cinderella sangar. Aku katakan Heechul kejam karena Heechul tak segan-segan menolak pria yang mendekatinya dengan kata-kata yang bisa aku bilang harus di sensor karena tidak cocok di dengar oleh mereka yang masih di bawah umur. Super sadis. Bahkan aku tidak sesadis dia. Namun meskipun begitu, masih saja banyak sekali pria yang mengincarnya. Mungkin mereka mengira Heechul adalah tantangan dan jika mampu mendapatkan Cinderella sangar itu maka ego mereka sebagai lelaki akan terangkat. Yeah right. Men.

Kembali ke pasangan Leeteuk dan Heechul didepanku sekarang. Maksud hati ingin menghindari pemandangan mesra Jaejoong dan Yunho tadi, maka aku menatap mereka berdua. Namun seharusnya aku tahu, jika sedang dua orang sedang dilanda jatuh cinta, dunia serasa milik berdua. Semua orang hanya kontrak. Dan itu yang terjadi padaku. Leeteuk dan Heechul ternyata lebih parah. Mengapa aku bilang seperti itu, silahkan saja membayangkan ketika Heechul sudah berdiri berhadapan dengan Leeteuk, pria itu langsung meraih tubuh tunangannya tersebut dan memeluknya di depan mataku dan pasangan Yunho dan Jaejoong.

Heechul sendiri membalas pelukan Leeteuk dan tanpa memperdulikan bahwa sekarang kami semua sedang di tempat umum, wanita gila itu mendaratkan kecupan-kecupan di pipi, hidung, dan terakhir bibir Leeteuk, membuat sang pria bersemu merah namun tersenyum senang. Perbuatan Heechul tersebut tentu saja membuat semua pengunjung café menatap ke arah kami berlima. Oh for God sake, get a room. Rasanya melihat betapa memalukannya kedua sahabatku ini dengan pasangan masing-masing, lebih baik aku memang sendiri dulu.

Aku mengerti Jaejoong dan Heechul khawatir mengenai hidupku karena sampai sekarang belum satu pun pria yang dekat denganku. Aku tahu umurku tidak muda lagi, tetapi aku memang belum menemukan belahan jiwaku. Walau begitu, aku merasa hidupku baik-baik saja. Aku punya pekerjaan yang aku senangi, aku mempunyai teman-teman yang seru, aku punya sahabat yang terus mendukungku meski mereka itu cerewet sekali, aku masih bisa mengejar setiap mimpi yang belum aku raih dan aku bebas untuk melakukan apapun karena tidak ada yang memintaku ini dan itu. Aku menikmati hidupku. Aku bahagia. Dan untuk pendamping hidup, aku rasa dia akan datang jika saatnya tiba. Jodoh tidak akan kemana bukan. Semua pasti akan indah pada waktunya. Aku percaya itu.

Hari Pernikahan Heechul

Aku dan Jaejoong sepakat. Heechul ternyata mudah terharu. Lihat saja dia sekarang, menangis setiap ada orang yang menyampaikan rasa senang dan gembira karena pernikahannya. Kami berdua tertawa geli karena tidak menyangka sama sekali Heechul akan bersikap sesentimentil ini. Aku menggelengkan kepalaku tanda aku tidak mengerti sama sekali dengan situasi Heechul sekarang. Mungkin karena aku belum merasakan kebahagiaan Heechul yang telah resmi menjadi Nyonya Park. Ya, aku belum mengerti. Tapi satu hal yang pasti, aku sangat bahagia jika dia juga bahagia.

Aku melihat lagi ke arah Heechul dan ketika aku merasa Heechul benar-benar diluar kebiasaannya, otak jahilku bekerja. Aku mengambil ponselku dari tas kecilku dan merekam semua tingkah Heechul. Aku memberitahu rencanaku pada Jaejoong dan dia tertawa geli menyetujui rencanaku tadi. Ini bisa jadi bahan untuk mengerjai Heechul.

“Permisi.” Sahut suara seseorang di belakangku. Selain suara itu aku juga merasakan tepukan pelan di bahuku. Aku menoleh ke belakang ingin tahu siapa orang yang berani mengganggu momenku merekam Heechul sebagai bahan untuk mengerjainya. Aku bermaksud untuk langsung memberikan kata-kata mutiara simpananku kepada orang tersebut akan tetapi lidahku mendadak menjadi kelu. Aku terpaku begitu saja ketika aku melihat wajah orang itu yang ternyata seorang pria. Alis hitamnya yang tebal, hidungnya yang mancung, bibir jokernya yang penuh, rahangnya yang tegas, tapi semua itu mungkin tidak akan sempurna tanpa sesuatu yang sudah membuatku terpaku seperti ini. Pria ini memiliki senyum yang mempesona dengan dua lesung pipi yang dalam. Satu kata untuknya. Tampan. Hanya melihatnya saja, jantungku sudah berdebar tak karuan.

“Permisi nona, apa anda nona Cho Kyuhyun? Penyanyi pendatang baru itu?” tanyanya sopan. Aku masih terdiam tak bersuara karena masih terpukau dengan dirinya. Beruntung atau mungkin tidak, ada Jaejoong disampingku yang menyadari aku hanya diam memperhatikan wajah tampan pria di depanku ini. Dengan sigap Jaejoong mengambil alih percakapan kami. Percakapan? Percakapan apa? Aku bahkan seperti orang bodoh dengan hanya terpaku dan mengagumi wajahnya. Cupid sialan. Lihat-lihat kalau mau menembak hatiku. Berikan aku persiapan supaya tidak tampak bodoh di depannya.

“Ya, dia Cho Kyuhyun. Ada perlu apa?” tanya Jaejoong membuyarkan lamunanku akan dewa cinta dengan rupa bayi malaikat itu. Pria tampan dengan tubuh yang mampu mengalahkan dewa Apollo itu tersenyum lebih lebar. Jangan tampan! Jangan membuatku semakin lemas dengan senyummu itu.

“Ah! Syukurlah, aku tidak salah lihat. Begini, maukah anda berfoto bersama adikku? Dia penggemar berat anda Kyuhyun-ssi.” Ucapnya masih dengan sopan santun. Awalnya aku tidak mendengar katanya tadi, tapi sedetik kemudian, aku langsung menyadari kesempatan yang diberikan Tuhan untukku.

Dengan senyum termanis yang pernah aku berikan kepada orang lain, bahkan Jaejoong pun sampai membulatkan matanya yang sudah bulat itu ketika melihat aku tersenyum semanis itu, aku langsung menanyakan hal yang sedari tadi ingin aku tanyakan.

“Namamu?” tanyaku singkat. Pria itu menatapku bingung karena tiba-tiba saja aku menanyakan namanya.

“Eh?”

“Namamu. Aku akan berfoto dengan adikmu jika kau berikan namamu.” Ucapku santai. Aku sudah bisa mengusai hatiku. Aku bahkan sudah memikirkan banyak hal yang harus aku lakukan untuk bisa mendekati pria tinggi ini.

“Oh ya. Maaf aku sampai lupa mengenalkan diriku. Salam kenal Cho Kyuhyun-ssi. Namaku Choi Siwon.” Katanya sambil membungkuk sedikit lalu mengulurkan tangannya kepadaku. Aku menyambut senang tangan itu. Aku benar-benar ingin berteriak kegirangan ketika bisa menggenggam tangannya. Oh, aku benar-benar kualat dengan semua orang yang aku katakan bodoh karena jatuh cinta pada pandangan pertama. Aku terkena karma dengan jatuh cinta pada pandangan pertama kepadanya.

“Cho Kyuhyun. Senang berkenalan denganmu Siwon-ssi.” Balasku dan semakin menggenggam erat tangannya. Choi Siwon. Namanya saja terdengar bagus ditelingaku. Bahkan namanya pas denganku, aku hanya perlu menambahkan huruf i ketika aku nanti resmi menjadi Nyonya Choi.

Oh jangan kaget. Cho Kyuhyun masih menyukai kehidupan single happy-nya. Tapi seperti yang aku katakan beberapa waktu itu, semua akan indah pada waktunya. Aku tahu aku akan melepas single happy-ku dan menikmati waktu indah tersebut bersama pria tampan bernama Choi Siwon ini. Percaya diri? Tentu seorang Cho Kyuhyun percaya diri dan Cho Kyuhyun juga akan memastikan percaya dirinya akan membuat semua keinginannya untuk memiliki seorang Choi Siwon terjadi. Kalian mendukungku bukan?!

END

Advertisements