Tags

, , , , , ,

Title : The One

Pairing : Wonkyu, Yunjae, One sided Wonri, Sichul, Siwook, Sibum

Disclaimer : All casts are belong to their self and God, Maliq &d’Essentials and their label company

Inspired : The One by Maliq &d’Essentials

Warning : Un-betaed, GS, AU, OOC, and Attempt Humor.

Summary : You’re the one I want and you’re the one I need.

( 。・_・。)(。・_・。 )

“Siwonnie oppa itu milikku!” seru seorang gadis imut peranakan cina-kanada. Pipinya yang bulat bagaikan kue mochi itu mengembung lucu karena kesal beradu mulut dengan gadis-gadis lainnya yang lebih tua darinya.

“Hah! Jangan mimpi dasar imigran gelap!! Siwonnie oppa itu pantasnya denganku!” seru seorang gadis lain yang tak kalah imutnya dengan gadis pertama. Gadis itu sangat manis dan memiliki wajah yang tak lengkang oleh usia a.k.a. baby face. Gadis itu sedang berusaha mempertahankan pendapatnya. Dia tidak terima jika gadis berpipi mochi itu mengakui seseorang yang dipanggil ‘Siwonnie’ sebagai miliknya.

“Siapa yang kau bilang imigran gelap?! Aku ini hanya berdarah campuran tahu! Kau sendiri, memangnya kau pantas untuk Siwonnie oppa?! Pendek begitu mana cocok dengan Siwonnieku yang tampan dan tinggi.” Ejek si gadis mochi tak terima dikatakan sebagai imigran gelap. Ya, tidak bisa disebut imigran gelap juga karena gadis itu resmi memasuki negara Ginseng itu dengan student visa. Baru saja si gadis mungil itu ingin membalas ejekan si gadis mochi, satu suara yang terdengar datar namun tersirat nada cemooh menghentikan perdebatan kedua gadis tadi.

“Huh! Sesama orang jelek jangan berisik. Kalian hanya mengkhayal jika kalian berpikir bisa memiliki Simba kesayanganku. Aku yang cantik ini sudah pasti lebih cocok untuknya.” Narsis seorang gadis yang memang harus diakui sangat cantik. Dengan kulit putih susunya dan wajah sempurna miliknya, pasti mampu membuat semua lelaki bertekuk lutut dihadapannya. Gadis itu pasti bisa mendapatkan lelaki mana saja yang dia mau, tetapi entah kenapa dia harus bersusah payah bertengkar dengan gadis lainnya hanya untuk memperebutkan seorang pemuda.

“Dasar pedophile. Wonnie oppa itu lebih muda darimu.” Cibir satu suara lagi yang terkesan dingin menambah jumlah gadis yang memperebutkan seorang pemuda dengan nama ‘Siwonnie’. Gadis cantik yang diolok sebagai pedophile itu mendelik kesal ke arah gadis yang juga sama cantiknya dengan dirinya. Kulitnya juga putih terkesan kontras dengan rambutnya yang hitam. Gadis itu bisa diibaratkan snow white dari buku dongeng.

“Hanya 3 tahun tidak membuatku menjadi pedophile dasar patung es!” pekik sang gadis cantik namun terlihat sangat galak itu. Keempatnya terus saja saling melemparkan olokan dan sindiran satu sama lainnya.

Mereka tidak menyadari perdebatan mereka menjadi tontonan gratis untuk pemuda yang mereka perebutkan bersama dengan seorang gadis yang sekilas terlihat mirip dengan gadis cantik yang sempat disebut patung es. Namun jika dilihat seksama, kemiripan mereka hanya terdapat pada kulit putih mereka dan wajah cantik nan manis yang mereka miliki. Selebihnya rupa mereka cukup berbeda. Si gadis patung es memiliki rambut hitam panjang, sedangkan gadis yang menonton itu memiliki rambut panjang ikal berwarna coklat madu. Pipi si gadis patung es tampak proposional dengan wajahnya yang oval sedangkan yang satunya membulat karena baby fat yang belum hilang seluruhnya dan juga karena gadis itu juga sangat suka makan sehingga sedikit lebih chubby daripada si gadis berambut hitam.

Mari kita lupakan sejenak keempat gadis itu dan mengalihkan perhatian kita kepada si pemuda yang dipanggil ‘Siwonnie’ dan si gadis lucu berambut ikal. Si pemuda dengan sebutan ‘Siwonnie’ atau lebih dikenal dengan nama Choi Siwon tersebut terlihat menyandarkan punggungnya di salah satu dinding pilar kampus mereka, menikmati tontonan menarik di depan matanya itu. Tapi dia tidak mau menikmati semua itu sendirian. Tanpa perlu meminta izin dari si gadis berambut ikal, lengan kekarnya menarik pinggang ramping, yang entah keajaiban atau tidak karena kebiasaan makan si gadis, dan langsung mendekap dari belakang tubuh gadis tersebut.

Siwon juga tak lupa menyerukkan kepalanya ke perpotongan antara leher dan bahu sang gadis, yang biasa dipanggil dengan Cho Kyuhyun itu, untuk menghirup bahkan mengecup singkat daerah itu, membuat Kyuhyun terkikik kegelian. Kyuhyun memutar sedikit kepalanya agar dapat melihat wajah Siwon serta memberikan tatapan tajamnya. Namun tatapan itu tidak berpengaruh sama sekali bagi pemuda bermarga Choi tersebut. Yang ada justru Siwon mencium pipi lalu hidung Kyuhyun, memberikan warna merah muda di pipi bulatnya.

“Sudah oppa. Malu ah.” Rajuknya manja lalu memutar kembali kepalanya sehingga dia kembali menatap keempat gadis yang masih saja kuat berdebat panjang. Gadis manis itu menyaksikan pertengkaran mereka dan tanpa sadar menyandarkan tubuhnya sehingga punggung gadis itu beradu dengan dada bidang Siwon. Bahkan Kyuhyun membiarkan dirinya nyaman dalam dekapan Siwon yang semakin erat dan sesekali membelai lengan kekar dan kuat yang berada di pinggangnya. Mereka berdua terus melihat perdebatan sengit keemat gadis yang memiliki kelebihan masing-masing itu sampai sang gadis berambut ikal tersebut mulai jengah dengan pertengkaran tak masuk akal tersebut.

“Oppa.”

“Hm?”

“Sampai kapan kau akan membiarkan mereka adu mulut seperti itu oppa?” tanya Kyuhyun tanpa melihat Siwon secara langsung.

“Kau ingin aku melerai mereka?” tanya Siwon balik kepada Kyuhyun dan dijawab dengan anggukan.

“Kau mau melihatku mati baby?” tanya Siwon lagi sambil meraih dagu Kyuhyun dan membawanya menatap langsung matanya. Siwon mengerutkan kedua alis tebalnya, menunggu jawaban dari gadis yang jelas dia sayangi tersebut. Anggukan dan senyum jahil menjadi jawaban pasti dari gadis penyuka game itu atas pertanyaan Siwon, membuat pemuda dengan senyum berlesung pipi itu menggeram dan memutar matanya gemas dengan tingkah Kyuhyun..

“Kau benar-benar tega sayang.” Kali ini Siwon lah yang merajuk karena merasa kekasih manisnya tersebut begitu acuhnya jika terjadi sesuatu dengan dirinya meski pemuda tinggi itu tahu kekasihnya tersebut hanya bergurau dengannya.

“Paling tidak jika kau mati oppa maka mereka akan diam dan tidak mengejarmu lagi. Aku sudah tak tahan dengan tingkah laku mereka.” Ujar Kyuhyun gerah dengan tingkah laku keempat gadis yang masih saja beradu mulut, saling melontarkan kata-kata yang – ehem – tidak sepantasnya diucapkan seorang gadis.

“Kau cemburu sayang?” pertanyaan tersebut langsung membuat Kyuhyun menoleh. Tampaknya ucapannya tadi dianggap sebagai sikap cemburu oleh Siwon karena pemuda tinggi tersebut merasa dirinya diperebutkan banyak gadis.

Kyuhyun terus saja memandang Siwon sambil mengerutkan kedua alisnya dan hal itu mendatangkan tawa si pemilik dua buah lesung pipi yang menawan tersebut. Dengan gemasnya Siwon mencubit salah satu pipi bulat sang kekasih lalu mengecup pipi tersebut.

“Aku anggap diammu itu sebagai jawaban ya baby Kyu.”

Kyuhyun hanya mengembungkan pipinya yang semakin bulat itu karena merasa kesal Siwon selalu saja bisa menggodanya dan membuatnya merasa malu. Dan baru saja Kyuhyun hendak membalas kata-kata Siwon, satu suara sudah terlebih dulu mendahuluinya dan suara itu juga yang membuat Siwon melepaskan tautan lengan kekarnya dari tubuh ramping Kyuhyun.

“Mereka masih saja adu mulut Siwon-ah?” tanya satu suara lagi yang terdengar lembut dan merdu. Kyuhyun pun akhirnya ikut memanglingkan wajahnya untuk melihat ke belakang seperti halnya Siwon dan mendapati dua orang yang tidak jauh berbeda usianya dengan mereka sedang berjalan ke arah keduanya.

Kedua orang tersebut jelas sekali merupakan sepasang kekasih karena si pemuda dengan posesifnya merengkuh pinggang sang pemudi. Kyuhyun yang melihat kedua orang tersebut, langsung memutar matanya malas dan berkata,

Oh my God, mengapa pasangan yang menyebalkan itu datang disaat seperti ini?!”

Plak! Dan langsung mendapat pukulan sayang dari sang pemuda yang kebetulan sudah sampai di dekat Kyuhyun dan mendengar komentarnya tadi.

“Dasar dongsaeng kurang ajar. Berani bicara begitu kepada kedua kakakmu?!” tegurnya sambil bermaksud menjewer telinga Kyuhyun jika saja gadis itu tidak segera bersembunyi di balik tubuh Siwon.

“Dia kakakku, kau bukan.” Balasnya sengit sembari menjulurkan lidahnya, membuat sang pemuda semakin ingin menjewer Kyuhyun.

“Hai Yunho hyung.” sapa Siwon berusaha menenangkan pemuda yang dipanggil Yunho hyung atau lebih tepatnya Jung Yunho tersebut. Seakan lupa dengan kehadiran Kyuhyun, Yunho pun langsung tersenyum ketika mendengar sapaan dari teman dekatnya itu.

“Yo Wonnie. Masih disibukan mengurus empat gadis delusional itu ya?” goda Yunho yang langsung mendapat delikan tajam dari Kyuhyun. Pasalnya Kyuhyun tidak suka ada orang mengingatkan dirinya bahwa sang kekasih memiliki begitu banyak penggemar. Kyuhyun, Kyuhyun, cemburu tapi tidak mau mengakui.

“Ya begitulah. Padahal aku sudah sering bilang bahwa aku sudah ada yang punya hyung.” jawab Siwon santai

“Maafkan mereka ya Wonnie. Terutama adikku yang satu itu. Aku tak mengerti jalan pikirannya. Padahal, dia tahu saudara kembarnya adalah kekasihmu.” Sahut sang suara merdu lagi. Cho Jaejoong, kekasih Jung Yunho tersebut, memberikan tampang menyesalnya karena ulah sang adik yang termasuk dalam keempat gadis yang masih saja berdebat memperebutkan Siwon tanpa perduli jika yang bersangkutan sudah memiliki kekasih.

“Bukan salahnya kok noona. Pesonaku saja yang sulit ditampik oleh gadis mana pun.” Ujar Siwon percaya diri. Terlalu percaya diri mungkin, ketika menanggapi perkataan Jaejoong. Gadis cantik bermata besar yang merupakan kakak dari Kyuhyun dan kembarannya Kyuhyun yang ikut-ikutan bertengkar itu, hanya tertawa kecil dan menggelengkan kepalanya, tidak mengerti mengapa orang-orang terdekatnya bisa begitu unik.

Sementara Siwon berbangga diri, lain halnya dengan Kyuhyun yang sudah tak tahan dengan suara berisik yang ditimbulkan oleh keempat gadis itu. Dengan membawa kekesalannya, gadis itu berjalan cepat menghampiri empat gadis berisik itu dan dengan lantang berteriak kepada mereka semua.

“Heechul-ssi, Ryeowook-ah, Henry-ah, Kibum eonnie, bisakah kalian tidak memperebutkan kekasihku?!” teriaknya sambil bercakak pinggang dan memasang tampang paling menakutkan yang Kyuhyun sanggup keluarkan. Hanya saja, aura gelap Kyuhyun kurang besar bagi keempat gadis yang dengan serempak memutar tubuh mereka menghadap ke arah Kyuhyun dan secara bersamaan berteriak,

“Salahmu sendiri punya kekasih setampan itu!!!” seru keempatnya tidak mau kalah. Mereka justru menyalahkan Kyuhyun yang memiliki kekasih tampan, kaya, pintar, baik, dan bersikap layaknya gentleman sejati seperti Siwon. Ya, walau jika sudah berdekatan dengan kekasihnya yaitu Cho Kyuhyun, Siwon pasti akan segera menanggalkan image alimnya dan berubah menjadi serigala kelaparan. Lapar akan seorang Cho Kyuhyun.

Kyuhyun melemaskan bahunya, menyerah untuk meminta Kim Heechul, Kim Ryeowook, Henry Lau, dan kakaknya sendiri Cho Kibum untuk tidak lagi mengaku-aku Siwon sebagai kekasih mereka. Dia tidak tahu sampai kapan ini akan berlangsung dan jujur, Kyuhyun mulai sedikit cemas jika suatu saat Siwon menyadari bahwa keempat gadis tersebut memiliki keistimewaan dan pada akhirnya Siwon meninggalkan dirinya.

Disaat Kyuhyun terpaku memikirkan itu semua, satu tangan lembut meremas bahunya dan satu sentuhan lembut di rambutnya, menjalar ke telinganya, dan berakhir di pipinya, membuat Kyuhyun menoleh dan iris mata coklatnya menatap ke wajah tampan Siwon.

Baby, don’t worry about them. No matter how gorgeous they are, how beautiful they become, you’re still doing to be my number one. You’re still the one I need. I love you, my baby Kyu. Always.” Perkataan Siwon tadi langsung membuat dua sudut bibir Kyuhyun tertarik dan membentuk seulas senyum yang sangat indah. Memaksa seorang Choi Siwon mengarahkan salah satu tangannya ke dagu Kyuhyun, mengangkat wajah manis nan cantik itu, lalu mencium bibir sintal sang kekasih hati.

Memang sangat disayangkan bagi seorang Cho Kyuhyun, bahwa dia harus bertoleransi sedikit lagi terhadap keempat gadis yang kembali berargumen tersebut, sampai mereka menemukan seseorang yang lebih dari kekasihnya Choi Siwon. Tapi, semuanya terbayar saat Kyuhyun tahu betapa besar Siwon mencintai dirinya dan tentunya begitu pun dirinya terhadap Siwon.

I love you too, my Siwonnie.”

END

Advertisements