Tags

, , , ,

Someday We'll Know Rev

( 。・_・。)(。・_・。 )

Title : Someday We’ll Know 10

Pairing: Wonkyu, Yunjae, Kangteuk

Genre : Romance, Angst, Family

Rating : PG

Disclaimer : All casts are belong to their self and God, the poster belong to @SuciiCho

Warning : Un-betaed a.k.a. Typos, GS, a little mention of drugs used, Several OC, a rather fast plot, OOC, AU

Summary : Where is happiness? Only you could answer that.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

“Pergi.” Sahut Kyuhyun lemah. Kyuhyun tidak tahu harus merasakan apa sekarang. Sedih, kecewa, marah. Kyuhyun tidak tahu. Yang Kyuhyun tahu, sekarang dia tidak mau melihat wajah kekasihnya itu.

“Baby..” panggil Siwon memelas. Dia bisa menduga reaksi Kyuhyun akan seperti ini, namun Siwon masih tidak sanggup menerima tatapan penuh kekecewaan dari mata Kyuhyun. Kyuhyun menggelengkan kepalanya, tidak mau mendengar apapun dari mulut Siwon.

“Pergi kataku.” Sahut Kyuhyun lagi dan kali ini lebih keras. Dia sudah bersandar di pintu rumahnya dan sudah membuka pintu tersebut. Siwon tidak mau menyerah begitu saja. Dia harus bisa membuat Kyuhyun mengerti bahwa kepergiannya ini adalah demi mereka juga.

“Kyuhyun, dengarkan oppa dulu..”

“PERGI!!” teriak Kyuhyun dan langsung masuk ke dalam rumahnya dan menutup pintu dengan keras. Ketika sudah di dalam rumah, Kyuhyun yang tidak sanggup menahan tubuhnya sendiri, terduduk di lantai depan pintu. Dia memeluk lututnya sendiri dan mulai menangis. Awalnya hanya isakan-isakan kecil namun berujung pada tangisan yang menyayat hati. Kyuhyun menangis keras, meraung-raung memanggil nama Siwon. Gadis itu sungguh tidak sanggup menutupi kesedihan hatinya karena kekasih yang dia cintai akan pergi meninggalkannya.

Tangisan Kyuhyun pun tidak luput dari pendengaran Siwon yang masih berdiri di depan pintu yang tertutup. Pemuda berlesung pipi itu menghentakan dahinya sendiri ke pintu rumah Kyuhyun sambil terus mengucapkan kata maaf. Siwon pun sudah tidak sanggup menahan airmatanya yang ikut turun menemani kesedihannya.

“Baby, maafkan oppa. Maafkan oppa.”

( 。・_・。)(。・_・。 )

Tidak terasa waktu terus bergulir. Awal tahun ini Siwon dan Yunho akan siap memulai hidup baru mereka di negara orang. Pagi ini Siwon dan Yunho sudah berada di bandara untuk terbang ke Jepang. Keduanya sedikit gugup tapi mereka juga sudah siap dengan perubahan ini. Hanya satu ganjalan dari kepergian mereka sekarang. Mereka pergi tanpa bisa melihat terakhir kali orang-orang yang mereka cintai dan sayangi. Yang hadir untuk melepaskan kepergian mereka hanya pasangan Yoo dan dokter Cho. Sedangkan Hwangsoo, Kyuhyun dan bahkan Jaejoong tidak ada disana untuk melepas kepergian mereka.

Siwon menatap Yunho yang sedikit murung meski dia selalu menutupi hal tersebut dari Siwon dengan tersenyum. Tapi Siwon tahu bahwa adiknya itu juga mengalami hal yang sama dengannya. Kesedihan yang mendalam karena harus meninggalkan orang yang paling dikasihi terlebih lagi orang tersebut mungkin tidak pernah bisa mengerti maksud kepergian mereka. Siwon tidak menyalahkan siapa pun dalam situasi mereka. Perpisahan memang menjadi salah satu hal terberat dalam kehidupan. Siwon sudah mengalaminya tiga kali. Kepergian Jihyun ketika dia masih kecil lalu berpulangnya Seungwoo dan Jihyun ke hadapan Tuhan dalam waktu yang berdekatan.

Kematian kedua orang tua Siwon menjadi salah satu hal terberat yang Siwon alami. Hatinya tak kuat jika harus terus menanggung beban kesedihan ini. Kepergiannya ke Jepang bersama Yunho adalah untuk mengurangi itu semua. Berat memang, terlebih lagi Siwon harus meninggalkan seluruh orang yang selalu membantunya dan terutama Kyuhyun, gadis yang paling dia cintai. Tapi Siwon yakin, waktu akan membuat kekasihnya itu mengerti. Siwon akan terus mencintai Kyuhyun seperti janjinya saat terakhir kali dia melihat Kyuhyun. Siwon tidak perduli jika Kyuhyun tidak bisa menunggunya untuk kembali, itu hak Kyuhyun. Namun Siwon akan selalu menunggu Kyuhyun, selamanya jika itu perlu.

“Hyung, sudah waktunya.” Perkataan Yunho tadi membuat Siwon sadar akan lamunannya. Siwon mengangguk lalu menatap pasangan Yoo dan dokter Cho. Siwon memeluk satu per satu orang yang telah membantunya sampai sekarang. Mulai dari dokter Cho, Hyori dan terakhir Hyunjae. Siwon agak lama ketika memeluk Hyunjae karena bagaimana pun Hyunjae sudah seperti ayahnya sendiri. Berkat lelaki paruh baya tersebut, Siwon terhindar dari tindakan bodoh yang hampir merenggut nyawanya.

Bye appa. Siwon sayang appa.”

“Hati-hati disana Siwon. Hubungi appa jika kau perlu sesuatu. Jangan sampai tidak karena appa akan marah besar jika kau tidak meminta bantuan appa kalau ada apa-apa.”

“Pasti appa. Jaga umma Hyori untukku ya. Oh, aku juga mohon appa kunjungi makam appa dan umma Siwon ya appa.”

“Tenang saja. Sudah kau pergilah. Nanti kau ketinggalan pesawatmu lagi.” Siwon memeluk Hyunjae sekali lagi sebelum akhirnya berjalan ke arah Yunho yang sudah menunggunya. Mereka berdua langsung membawa koper masing-masing dan bermaksud memasuki ruang tunggu keberangkatan sampai satu suara yang sangat dikenal oleh Siwon memanggilnya dengan lantang. Siwon membalikkan tubuhnya dan melihat Kyuhyun berlari dengan susah payah karena dia juga membawa sebuah koper yang cukup besar bersamanya.

“Baby Kyu?” gumam Siwon bertanya-tanya apakah yang dilihatnya itu memang benar adalah Kyuhyun. Siwon mengusap kedua matanya untuk menjernihkan pandangannya dan memincingkan matanya. Sedangkan Yunho, dia hanya memutar matanya malas dan menggelengkan kepalanya melihat kakaknya seperti tidak percaya dengan pengelihatannya sendiri dan mencoba memastikan bahwa gadis yang sebentar lagi sampai di depan mereka itu adalah Kyuhyun.

“Hyung, sudahlah. Gadis itu memang Kyuhyun.” Sahut Yunho sambil menepuk bahu Siwon. Siwon sendiri hanya menanggapi ucapan Yunho dengan tetap memandang ke arah gadis yang memang adalah Kyuhyun.

“Hhh.. Hhh..” Gadis penggemar game itu membungkukkan tubuhnya dan terengah-engah karena berlari sambil membawa koper. Setelah beberapa lama, Kyuhyun mengambil nafas panjang lalu membuangnya perlahan dan menatap Siwon dan Yunho dengan senyum termanisnya. Tidak ada tanda-tanda kesedihan di raut wajah Kyuhyun sama sekali. Padahal terakhir kali Siwon melihat Kyuhyun, gadis itu terlihat murung dan masih terlihat matanya yang bengkak dan merah akibat terlalu banyak menangis. Namun penampilan Kyuhyun saat ini sungguh berbeda. Dengan kaus biru sederhana di padu dengan jaket hitam dan celana jeans ketat yang membalut kaki panjangnya dengan sempurna ditambah topi fedora sebagai asesoris dan kacamata berbingkai besar, membuat Kyuhyun terlihat sangat santai namun masih menarik dan manis.

“Aku tidak terlambat bukan?!” suara Kyuhyun membuyarkan lamunan Siwon dan langsung membuat pemuda berlesung pipi itu memusatkan lagi perhatiannya kepada gadis manis di depannya ini.

“Sedang apa kau disini Kyu?” tanya Siwon penasaran karena Siwon sungguh tidak menyangka akan melihat Kyuhyun dihadapannya seperti sekarang. Dibenaknya, Siwon yakin bahwa Kyuhyun akan selamanya membenci dirinya karena telah memutuskan untuk pergi begitu saja dan hanya memberitahu Kyuhyun pada saat terakhir saja. Namun semua pemikirannya itu menjadi hal yang membingungkan baginya setelah melihat Kyuhyun dengan penampilannya sekarang ditambah dengan senyum manis di wajahnya.

“Tentu saja aku akan pergi dengan pesawat. Kenapa kau tanyakan hal itu padaku oppa?”

“Aish! Bukan itu maksudku. Memang kau mau pergi kemana?”

“Bukan itu pertanyaanmu tadi.”

“Sudah, jawab saja!”

“Kenapa kau jadi marah?! Aish! Aku itu akan pergi ke Jepang.” Jawab Kyuhyun santai. Siwon, Yunho, dan pasangan Yoo membelalakan matanya mendengar ucapan Kyuhyun tadi. Semua kecuali dokter Cho yang hanya geleng-geleng kepala dengan tingkah spontan putrinya itu. Dokter Cho tahu Kyuhyun mengajukan cuti semester tapi dia tidak tahu untuk apa. Sekarang tiba-tiba saja anaknya sudah berdiri disini dan mengatakan akan pergi ke Jepang dengan Siwon.

Ingin rasanya pria berprofesi dokter itu menjewer telinga Kyuhyun dan menyeretnya pulang. Seenaknya saja dia pergi tanpa memberitahu orang tuanya. Tapi dokter Cho mengurungkan niat itu karena dia juga tahu bagaimana sikap Kyuhyun jika sudah mempunyai keinginan. Tidak ada yang bisa menghentikannya bahkan ibunya sendiri yang terkenal ketat dan disiplin juga terkadang kewalahan dengan Kyuhyun. Satu-satunya Kyuhyun menuruti keinginan ibunya adalah saat perjodohan dengan Yunho dan itu pun tampaknya akan ditolak mentah-mentah oleh Kyuhyun. Dokter yang masih terlihat tampan meski diusianya yang sudah tua itu hanya bisa mendesah dan berpikir alasan apa yang harus dia sampaikan kepada istrinya nanti.

Dasar anak susah diatur. Buat aku pusing saja. Ya sudahlah, paling juga aku yang dimarahi oleh ummanya. Batin dokter Cho pasrah dengan nasibnya ditangan Nyonya Cho.

“Jepang?!! Dengan siapa?!!”

“Tentu saja denganmu. Memang dengan siapa lagi?”

“Kau.. kau..”

“Setelah aku berpikir cukup lama, aku memutuskan bahwa jika kau memang harus pergi maka aku akan mengikutimu. Maksudku, aku tidak akan berpangku tangan begitu saja dan menunggumu untuk kembali. Menunggu itu membosankan.”

“Tapi Kyu..”

“Meski aku akan berada disana selama aku cuti semester saja, tapi cukup bagiku untuk memastikan kau tidak akan macam-macam disana. Paling tidak aku bisa bertemu langsung dengan Kangin-ssi dan memintanya untuk mengawasimu.”

“Baby..”

“Aku mencintaimu Siwon oppa. Jadi biarkan aku bersamamu dulu sampai hatiku siap untuk menunggu dirimu kembali ke sisiku.”

“Oh baby..”

“Kau beruntung sekali hyung. Gadis galak ini mau menemanimu.”

“Siapa yang kau sebut gadis galak?!”

“Tentu saja kau, memang siapa lagi yang perempuan berwajah galak dan ketus hampir seperti iblis disini?! Hyori umma sudah pasti bukan.”

“Oh begitukah. Baiklah, tuan merasa hebat. Karena kau sudah memanggilku seperti itu, sebaiknya surat dari Jae eonnie ini aku buang saja.”

“Eh?!”

“Ayo oppa, kita tinggalkan saja orang menyedihkan yang ada disana.”

“Baby..”

“Kyuhyun! Kemarikan surat itu! Kyuhyun jelek!”

“Tampaknya kau akan kesulitan mengurus dua bocah sekaligus Siwon-ah.”

“Sepertinya begitu appa. Baiklah, kami pergi dulu. Sampai bertemu lagi.”

“Ya Siwon-ah. Hati-hati.”

“Tolong kau jaga anak menyusahkan itu Siwonnie. Dia membuat kepala pusing. Semoga sekembalinya dia dari Jepang, dia tidak berulah lagi.”

“Ahaha… Ya dokter Cho. Saya akan pastikan Kyuhyun sedikit mengurangi sakit kepala anda.”

“Ya sudah. Pergilah.” Ucap Hyunjae lagi. Siwon membungkuk hormat sekali lagi sebelum menyusul Kyuhyun dan Yunho yang masih saja kejar-kejaran.

Sepertinya aku memang akan mengurus dua bocah. Tuhan bantu aku. Siwon berbicara dalam hati lalu tersenyum sendiri menatap kedua orang yang sangat berarti bagi hidupnya itu.

Bandara Narita, Jepang

Siwon, Yunho dan Kyuhyun sekarang sudah tiba di bandara Narita. Sekarang mereka sedang menunggu kedatangan Kangin yang katanya akan menjemput mereka semua. Siwon berdiri sambil memegang pegangan troli barang berisi koper miliknya, Yunho dan juga Kyuhyun sambil sesekali mengeratkan jaket ditubuhnya lalu melingkarkan lengannya di pinggang Kyuhyun yang menyandarkan tubuhnya ke tubuh Siwon dan meletakkan kepalanya di dada Siwon. Tak lupa juga kedua lengannya ikut melingkar di pinggang Siwon. Kyuhyun merasa lelah dan ingin bermanja dengan Siwon. Siwon pun tidak keberatan dengan kemanjaan Kyuhyun, dia justru senang dengan sikap Kyuhyun seperti ini. Jarang Kyuhyun mau menunjukkan kedekatan mereka di depan umum seperti sekarang. Mungkin cuaca musim dingin yang masih sangat terasa terlebih lagi di pagi hari seperti sekarang membuat Kyuhyun ingin berbagi kehangatan dengannya.

Kemesraan Siwon dan Kyuhyun tidak luput dari perhatian Yunho. Tapi dia hanya menggelengkan kepalanya meski harus dia akui, dia sedikit iri. Yunho iri dengan kakaknya karena Kyuhyun mampu melakukan hal nekad seperti ikut pergi dengan Siwon. Sedangkan dia, Jaejoong hanya bisa memberikan secarik surat yang belum sempat dibaca oleh Yunho. Yunho menghembuskan nafas perlahan, merasa sudah sangat merindukan Jaejoong. Yunho lalu mengusapkan kedua telapak tangannya agar lebih hangat. Dia berpikir hanya itu yang dapat dia lakukan karena tak ada Jaejoong untuk bisa berbagi kehangatan.

Mereka terus berdiri dengan posisi mereka seperti itu ketika seseorang memanggil nama Siwon. Siwon pun menoleh ke arah suara tersebut dan menemukan sosok Kangin yang semakin berwibawa dan tampan. Siwon tersenyum lebar dan melambaikan tangannya ke atas dan memanggil nama Kangin, membuat pria kekar itu berlari ke arah Siwon. Sesampainya dia di depan Siwon, Kangin dan Siwon langsung berpelukan dengan erat sambil sesekali Kangin menepuk punggung Siwon dan ketika dia melepaskan pelukannya, Kangin mengacak rambut Siwon sedikit kasar namun dengan senyuman di wajahnya.

“Kau semakin tampan saja Siwon-ah.” Puji Kangin masih dengan senyum lebarnya. Siwon hanya menanggapi dengan senyum berlesung pipinya dan memeluk Kangin kembali. Siwon sungguh merindukan sosok Kangin yang sudah dianggap seperti kakak kandungnya itu.

“Hai Yunho-ssi. Semoga perjalananmu tadi tidak melelahkan.” Sapa Kangin setelah iris matanya melihat Yunho yang berada di belakang Siwon. Yunho membungkuk hormat dan menggeleng pelan.

“Tidak melelahkan Kangin-ssi. Oh, tolong jangan panggil aku Yunho-ssi. Terlalu formal. Panggil Yunho saja.” Sergah Yunho menolak panggilan formal dari Kangin. Kangin mengangguk menyetujui keinginan Yunho tersebut.

“Baiklah. Tapi aku juga ingin kau memanggilku hyung saja, oke?!” Yunho mengganguk pelan atas permintaan Kangin. Kangin menepuk bahu Yunho pelan lalu mengacak rambutnya juga seakan mereka sudah akrab sejak dulu.

“Kenapa kau tidak menyapaku beruang jelek?!”

“Kyuhyun!!” teguran keras dari Siwon tadi membuat Kangin menyadari bahwa memang ada seseorang yang belum dia sapa. Tapi, jangan salahkan dia karena Kangin memang hanya menantikan dua orang saja dan seseorang yang sekarang sedang merengut imut karena ditegur dan masih diingatkan oleh Siwon untuk bersikap sopan kepada yang lebih tua itu membuat Kangin cukup terperangah.

“Sedang apa kau disini gadis setan?!” tanya Kangin tidak menghirau nada bicara Kyuhyun yang sempat tak sopan kepadanya. Mendengar Kangin bertanya kepadanya, Kyuhyun lalu memandang Kangin dan memberikan pria besar itu seringai iblisnya.

“Sudah tentu aku mengikuti kuda bodoh ini. Aku tak mau kemesumanmu menular kepadanya.” Tukas Kyuhyun sambil mengancungkan jari telunjuknya ke arah Kangin. Siwon membulatkan matanya karena sikap sang kekasih yang kelewat ‘ramah’ kepada Kangin. Dengan sigap, Siwon langsung menarik pinggang Kyuhyun dan memeluknya dari samping, berusaha menutupi tubuh Kyuhyun dari pandangan Kangin. Siwon sedikit takut dengan reaksi Kangin. Bisa saja pria besar itu akan berbuat macam-macam dengan Kyuhyun jika dia marah.

“Apa katamu gendut?!!”

“HYUNG!!!” teriak Siwon dan Yunho bersamaan. Mereka bisa merasakan aura gelap menyelimuti seletuh tubuh Kyuhyun. Kata ‘gendut’ sama sekali tidak boleh diutarakan kepada Kyuhyun. Bisa terjadi bencana besar.

“Apa katamu beruang jelek?!!” Kyuhyun baru saja ingin mencakar wajah Kangin setelah dia berhasil lepas dari pelukan Kyuhyun ketika seorang wanita cantik berambut sebahu dengan warna pirang kecoklatan mendekati keempat orang itu.

“Yeobo, kenapa kau lama sekali? Sebaiknya kita segera pergi. Siwon-ssi dan Yunho-ssi pasti lelah dan lapar. Ayo kita segera pulang.” ingat wanita cantik tersebut. Wanita itu terlihat lembut dan memancarkan aura kelembutan dan keibuan yang membuat orang yang melihatnya bisa merasa tenang. Auranya bagaikan aura malaikat. Belum lagi senyum manisnya yang ditambah dengan satu lesung menambah karismanya.

“Yeobo?!!!” seru Siwon lantang sehingga menyebabkan beberapa orang menoleh ke arah mereka. Kangin juga sampai menutup telinganya karena teriakan Siwon sampai melupakan pertengakarannya dengan Kyuhyun. Dengan decakan kesal, Kangin menepuk dengan cukup keras kepala Siwon.

“Jangan berteriak bodoh! Kau mau membuatku dan istriku tuli hah!!” geram Kangin. Siwon semakin membulatkan matanya tidak percaya ketika Kangin mengucapkan kata istri. Tidak dihiraukannya nyeri di kepalanya karena dia tidak mengira bahwa Kangin sudah menikah. Raut wajah Siwon yang terkejut membuat wanita yang disebut sebagai istri Kangin itu tertawa geli. Dia lalu menghampiri Siwon dan Yunho agar berhadapan dengan kedua pemuda tinggi itu. Istri Kangin tersebut membungkuk hormat lalu mengenalkan dirinya sendiri.

“Namaku Kim Jungsu, Siwon-ssi, Yunho-ssi. Tapi kau bisa memanggilku Leeteuk saja. Semua orang memanggilku begitu. Salam kenal.” Sapanya lembut. Siwon dan Yunho membungkuk dan membalas salam Leeteuk. Keduanya sedikit salah tingkah karena tidak menyangka bahwa akan ada wanita cantik yang menjemput mereka. Sedangkan Kyuhyun, ternyata dia belum sepenuhnya sadar dari keterkejutannya akan betapa beruntungnya Kangin mendapatkan wanita secantik dan selembut wanita yang ada didepannya ini.

“Choi Siwon dan ini adikku Choi Yunho. Lalu ini Cho Kyuhyun, kekasihku. Noona jangan panggil kami seformal itu. Panggil dengan nama kami saja.” Leeteuk tersenyum lagi menanggapi ucapan Siwon. Dia sedikit bingung dengan kehadiran Kyuhyun, namun segera dia enyahkan kebingungannya itu dan mengangguk lalu mendekati Kyuhyun.

“Baiklah. Siwonnie, Yunnie, dan baby Kyu.” Sahut Leeteuk sambil mengusap lembut rambut Kyuhyun. Kyuhyun sendiri tidak mempermasalahkan tindakan Leeteuk yang langsung bersikap akrab dengannya. Baginya, kehadiran Leeteuk hampir sama dengan Jaejoong sehingga Kyuhyun merasa tidak kesepian dan menjadi satu-satunya perempuan disana. Tapi sedetik kemudian, bibirnya mengerucut lagi karena Kyuhyun menyadari panggilan Leeteuk kepadanya. Bagi Kyuhyun, panggilan itu hanya khusus untuk Siwon.

“Eonnie, jangan memanggilku baby Kyu. Panggil aku Kyuhyun saja.” ucapnya.

“Kenapa? Baby Kyu cocok untukmu.”

“Um… Itu karena… Karena…” Kyuhyun sedikit kesulitan mengungkapkan alasan dia tidak mau dipanggi baby Kyu. Kyuhyun terlalu malu.

“Baby Kyu itu panggilan sayangku noona. Jadi sebaiknya noona memanggilnya Kyuhyun atau Kyunnie saja. Tidak apa-apa bukan noona.” Sergah Siwon membantu Kyuhyun. Dia tahu bahwa kekasihnya itu tidak mau orang lain memanggilnya baby Kyu sejak mereka berdua menjalin cinta. Siwon sendiri juga keberatan jika ada orang lain memanggil Kyuhyun begitu.

“Benarkah? Astaga Kyunnie, kau itu manis dan imut sekali, sayang. Kau beruntung sekali Siwonnie.” Sahut Leeteuk lalu tiba-tiba saja memeluk Kyuhyun. Siwon hanya tersenyum dan mengangguk singkat. Sedangkan Yunho dan Kangin hanya memutar matanya malas. Terlebih lagi Kangin yang tidak suka dengan sikap istrinya yang begitu ramah terhadap ketiga adiknya itu.

“Yeobo.. Jangan bersikap selembut itu dengan mereka. Aku tidak suka.” Keluhnya sambil menarik Leeteuk dan membuatnya melepaskan pelukan dari Kyuhyun.

“Kim Kangin, mereka itu adik-adikmu. Kenapa kau bisa cemburu dengan mereka?”

“Itu karena kami lebih menarik dan lebih muda daripada Kangin hyung, noona.” Jawab Yunho sambil menyeringai seperti halnya Kyuhyun ketika dia mendengar Yunho berkata demikian. Keduanya langsung ber-high five saat wajah Kangin memerah karena menahan kesal.

“Apa katamu bocah?! Sini kau!!” Kangin langsung mengejar Yunho dan Kyuhyun sekaligus, meninggalkan Siwon dan Leeteuk yang hanya bisa menggelengkan kepala mereka melihat tingkah kekanakan dari Kangin dan juga Yunho serta Kyuhyun.

Ketika Siwon dan Leeteuk mencoba melerai Kangin yang sudah menangkap Yunho dan sekarang sedang menggosok-gosokkan kepalan tangannya di kepala Yunho yang terhimpit di ketiaknya, mereka semua mendengar suara yang merdu memanggil Leeteuk.

“Leeteuk eonnie!” Leeteuk menoleh dan menemukan seorang gadis imut seumuran Kyuhyun berlari kecil ke arahnya. Gadis itu tampak sangat manis dan cantik sekaligus dengan balutan dress selutut berwarna baby pink dipadu dengan cardigan berwarna peach. Rambut merah batanya dibiarkan terurai sampai pinggangnya. Hanya ada satu asesoris bando di kepalanya itu.

“Minnie? Kenapa kau kesini? Bukankah sudah aku bilang tunggu saja di mobil.” Tegur Leeteuk kepada gadis dengan panggilan Minnie itu.

“Eonnie lama. Aku jadi bosan.” Jawabnya singkat sambil memberikan senyum lucu karena gigi kelincinya membuatnya semakin imut.

“Ya ampun anak ini. Ya sudah kita juga baru mau menyusulmu ke mobil. Siwon-ah, Kyuhyun-ah ayo kita pergi. Biarkan saja kedua orang itu.” Tukas Leeteuk sambil menarik tangan Kyuhyun, sedangkan Siwon hanya mengangguk dan mendorong troli berisikan koper-koper itu. Mereka benar-benar meninggalkan Kangin yang masih fokus untuk memberikan ‘pelajaran’ kepada Yunho.

Sementara Leeteuk dan Kyuhyun yang berjalan terlebih dahulu, Minnie atau Lee Sungmin, menyamakan langkahnya dengan Siwon. Sungmin selalu mencuri pandang kepada Siwon.

“Um.. Ada yang salah dengan wajahku?” tanya Siwon sambil berhenti sesaat karena merasa diperhatikan oleh Sungmin. Sungmin sendiri kaget karena dia ketahuan terus menatap ke arah Siwon oleh orang yang bersangkutan. Dengan menangkupkan kedua tangannya di wajahnya sendiri untuk menyembunyikan semburat merah di pipinya, Sungmin menggeleng pelan. Siwon tertawa kecil dan membiarkan Sungmin dengan dunianya sendiri. Mereka lalu kembali mengikuti Leeteuk dan Kyuhyun sampai Sungmin membuka mulutnya.

“Lee Sungmin. Aku sepupu Leeteuk eonnie. Salam kenal.” Sahut Sungmin memperkenalkan diri. Kali ini sepertinya Sungmin sudah lebih bisa mengusai dirinya sendiri sehingga dengan percaya diri dia menatap Siwon dan tersenyum manis ke arahnya.

“Choi Siwon.” Sahut Siwon singkat.

“Ya, aku tahu. Ternyata kau lebih tampan dari fotomu.” Gumam Sungmin. Sebenarnya gumaman Sungmin itu cukup terdengar jika kau berada di depan atau disamping Sungmin, namun Siwon tidak mendengarnya karena sedang mengalihkan pandangannya ke belakang, ke arah Yunho yang berteriak memanggilnya. Maka dari itu ketika Siwon kembali menolehkan pandangannya kepada Sungmin, dia menanyakan apa yang baru saja Sungmin katakan.

“Maaf, tadi kau bilang apa?”

“Ah, bukan apa-apa.” Sungmin kembali tersenyum sehingga membuat Siwon ikut tersenyum. Mereka tidak menyadari pandangan menusuk dari Kyuhyun ke arah keduanya, terutama kepada Sungmin. Kyuhyun mendengar gumaman Sungmin dan dia langsung membalikkan sedikit tubuhnya dan menatap penuh curiga kepada Sungmin. Sungmin pun yang merasa ditatap dengan sengit, menatap balik ke arah Kyuhyun dan yang membuat Kyuhyun kaget adalah seringai licik dari wajah manis itu yang diarahkan kepadanya.

TBC

Advertisements