Tags

, , , , ,

Someday We'll Know Rev

( 。・_・。)(。・_・。 )

Title : Someday We’ll Know 11

Pairing : Wonkyu, Yunjae, Kangteuk

Genre : Romance, Angst, Family

Rating : PG

Disclaimer : All casts are belong to their self and God, the poster belong to @SuciiCho

Warning : Un-betaed a.k.a. Typos, GS, a little mention of drugs used, Several OC, a rather fast plot, OOC, AU

Summary : Where is happiness? Only you could answer that.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

“Um.. Ada yang salah dengan wajahku?” tanya Siwon sambil berhenti sesaat karena merasa diperhatikan oleh Sungmin. Sungmin sendiri kaget karena dia ketahuan terus menatap ke arah Siwon oleh orang yang bersangkutan. Dengan menangkupkan kedua tangannya di wajahnya sendiri untuk menyembunyikan semburat merah di pipinya, Sungmin menggeleng pelan. Siwon tertawa kecil dan membiarkan Sungmin dengan dunianya sendiri. Mereka lalu kembali mengikuti Leeteuk dan Kyuhyun sampai Sungmin membuka mulutnya.

“Lee Sungmin. Aku sepupu Leeteuk eonnie. Salam kenal.” Sahut Sungmin memperkenalkan diri. Kali ini sepertinya Sungmin sudah lebih bisa mengusai dirinya sendiri sehingga dengan percaya diri dia menatap Siwon dan tersenyum manis ke arahnya.

“Choi Siwon.” Sahut Siwon singkat.

“Ya, aku tahu. Ternyata kau lebih tampan dari fotomu.” Gumam Sungmin. Sebenarnya gumaman Sungmin itu cukup terdengar jika kau berada di depan atau disamping Sungmin, namun Siwon tidak mendengarnya karena sedang mengalihkan pandangannya ke belakang, ke arah Yunho yang berteriak memanggilnya. Maka dari itu ketika Siwon kembali menolehkan pandangannya kepada Sungmin, dia menanyakan apa yang baru saja Sungmin katakan.

“Maaf, tadi kau bilang apa?”

“Ah, bukan apa-apa.” Sungmin kembali tersenyum sehingga membuat Siwon ikut tersenyum. Mereka tidak menyadari pandangan menusuk dari Kyuhyun ke arah keduanya, terutama kepada Sungmin. Kyuhyun mendengar gumaman Sungmin dan dia langsung membalikkan sedikit tubuhnya dan menatap penuh curiga kepada Sungmin. Sungmin pun yang merasa ditatap dengan sengit, menatap balik ke arah Kyuhyun dan yang membuat Kyuhyun kaget adalah seringai licik dari wajah manis itu yang diarahkan kepadanya.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Tidak terasa tiga bulan sudah terlewatkan dengan lancar. Siwon sekarang bekerja di bengkel Kangin sekaligus kuliah malam di salah satu universitas disana. Yunho pun meneruskan kuliahnya di jurusan tari dan mulai menampakan bakatnya dengan banyaknya tawaran magang dari dosen maupun dari café dan klub untuk menari di tempat mereka.

Mereka tinggal berdua di apartemen yang disiapkan oleh Kangin. Keduanya menjalani hidup sebagai saudara dan hidup terasa lebih baik dari sewaktu mereka terpisah. Siwon pun merasa lega karena sampai saat ini dia masih bisa menjalankan perannya sebagai kakak sekaligus wali Yunho menggantikan mendiang kedua rang tua mereka.

Siwon lebih bahagia lagi karena ditemani oleh Kyuhyun yang masih memiliki waktu sebulan lagi di Jepang. Mengapa sebulan padahal Kyuhyun cuti satu semester? Jawabannya mudah. Ibu Kyuhyun menginginkan putrinya kembali ke Korea karena Kyuhyun harus mempersiapkan kembalinya dia ke kampus. Ibu Kyuhyun juga tidak mau Kyuhyun terlalu lama bersama kekasihnya meski Kyuhyun tinggal dengan Kangin dan Leeteuk.

Bicara tentang Siwon dan Kyuhyun, hubungan keduanya memang sudah diketahui oleh kedua orang tua Kyuhyun. Meski awalnya sang bunda tidak merestui hubungan keduanya, namun berkat bujuk rayu dan pengertian dari ayah Kyuhyun, dokter Cho, sang bunda bersedia menerima Siwon jika pemuda itu berhasil membuktikan bahwa dia layak untuk Kyuhyun bukan hanya dari segi materi namun dari segi pribadi dan kesiapannya sebagai lelaki. Ya, ibu mana yang ingin putri tunggalnya menderita.

Singkat kata, meski hubungan keduanya masih setengah direstui oleh ibunda Kyuhyun, namun keduanya semakin mencintai satu sama lain dan berharap menjadi yang terakhir untuk pasangannya. Hubungan mereka bertambah mesra walau Kyuhyun selalu memasang tampang waspada saat Sungmin berada bersama mereka. Kyuhyun benar-benar tidak bisa mempercayai gadis itu. Kyuhyun berharap Siwon-nya tidak akan berpaling ke gadis penyuka warna pink tersebut.

Yunho pun akhir-akhir ini mulai membina lagi hubungannya dengan Jaejoong. Meski harus berhubungan jarak jauh tapi Yunho dan Jaejoong pun mulai terbuka dengan perasaan masing-masing.

Melihat perkembangan yang baik setelah mereka pindah ke Jepang, membuat Siwon berharap semuanya akan terus seperti ini. Dia ingin agar semua kebahagiaan ini berlangsung selamanya. Tapi semua orang tahu, di dunia ini tidak ada yang sempurna.

Setahun Kemudian

Siwon menutup laptopnya setelah dia menyelesaikan tugas kampus yang harus diserahkan kepada dosennya besok malam. Siwon mengusap tenguknya karena merasakan penat sehabis melakukan berbagai macam aktifitas yang terus menguras energinya. Tapi Siwon cukup puas dengan semua yang sudah dia lakukan setahun belakangan ini.

Pekerjaannya sebagai staf keuangan di bengkel Kangin berjalan dengan baik. Kegiatan dikampusnya pun juga lancar. Lalu Kyuhyun, kekasihnya. Meski mereka jauh, Siwon terus menjaga komunikasi dengan Kyuhyun dengan menelepon kekasih manjanya itu sehari sekali dan selalu bertukar email dan terkadang video call. Siwon tidak mau Kyuhyun marah kepadanya apalagi sampai menuduhnya berselingkuh karena tidak menghubunginya paling tidak sehari sekali.

Siwon tahu alasan mengapa kekasihnya itu sangat takut lepas komunikasi dengannya. Siwon mengerti Kyuhyun-nya cemburu dengan Sungmin, sepupu Leeteuk. Dia cukup paham karena memang Sungmin dengan sangat jelas memperlihatkan bahwa dia tertarik dengan Siwon.

Siwon menghela nafas panjang jika mengingat Kyuhyun. Siwon tidak mau membayangkan seperti apa reaksi Kyuhyun nanti jika gadis penyuka game itu tahu Sungmin menyatakan cinta kepadanya. Pasti gadis bermata coklat itu akan uring-uringan dan langsung menyusulnya ke Jepang. Tidak. Siwon tidak akan mengatakan dulu masalah ini kepada Kyuhyun sampai gadis itu selesai dengan tugas akhirnya. Siwon tidak ingin Kyuhyun terganggu hanya karena masalah yang menurut Siwon sudah selesai setelah dia menolak Sungmin dengan halus namun tegas.

Kyuhyun memang sedang menyelesaikan tugas akhirnya karena kejeniusannya. Dia loncat beberapa semester sehingga bisa langsung menyelesaikan kuliahnya. Hal yang hanya bisa dilakukan oleh seorang Cho Kyuhyun, mengingat dia pernah cuti kuliah satu semester. Karena itu, Siwon akan berusaha agar kekasihnya itu berkosentrasi penuh dengan studinya sehingga dia bisa mendapatkan gelar sarjananya.

Tiba-tiba Siwon mendengar pintu depan terbuka lalu menutup. Siwon menghela nafas panjang tidak karena mengetahui siapa yang baru saja masuk ke apartemennya dengan Yunho. Tidak perlu menduga-duga siapa yang sudah masuk. Siapa lagi jika bukan adiknya, Yunho. Siwon melihat ke arah jam dinding di ruang makan, tempatnya berada sekarang. Siwon menghela nafas sekali lagi kala jam itu menunjukkan pukul 2 dini hari. Siwon bergegas menuju ke pintu depan sebelum Yunho memasuki kamarnya.

“Darimana saja Yun sampai baru pulang selarut ini?” tegur Siwon ketika melihat adiknya sedang melepas sepatu. Yunho menengadahkan kepalanya dan mendapati Siwon yang sedang bersedekap dan memandanginya dengan lekat, menunggu jawaban dari Yunho.

Yunho berdecak ketika dilihatnya Siwon tidak akan bergeming dari tempatnya jika Yunho belum menjawab pertanyaannya. Yunho lalu berdiri dan berhadapan langsung dengan Siwon.

“Biasa hyung. Latihan.” Jawab Yunho singkat. Siwon tidak begitu saja mempercayai jawaban Yunho karena dia melihat keadaan Yunho sekarang ini. Memang Yunho terlihat berkeringat, namun Siwon mencium bau alcohol dari tubuh Yunho. Siwon juga melihat adiknya seperti tidak mengurus dirinya lagi. Yunho tidak pernah seperti ini apalagi sampai bermain dengan alcohol karena meski dia sering keluar masuk klub dan café karena pekerjaan part time-nya sebagai hip hop dancer, tapi Yunho tidak pernah pulang dengan bau alcohol menempel di tubuhnya. Jadi wajar jika semua perubahan Yunho ini menambah kecurigaan Siwon bahwa Yunho menyimpan sesuatu darinya.

“Kenapa jadi sering sekali Yun? Dulu kau tidak pernah pulang selarut ini?” tanya Siwon lagi mencoba mencari tahu sebab perubahan Yunho. Siwon mengira dia akan mendapat jawaban yang pasti dari Yunho namun yang Siwon dapatkan hanyalah bentakan keras dari Yunho.

“Cerewet sekali sih!!! Mau aku pulang jam 2 atau pulang pagi sekali pun, itu bukan urusan hyung!! Aku sudah besar hyung! Aku tidak butuh nasihat tidak berguna dari hyung!”

“Tapi…”

“Ah, sudahlah! Aku lelah! Aku mau tidur!” usai membentak Siwon sekali lagi, Yunho langsung berjalan cepat menuju kamarnya. Dia tidak melihat raut wajah sendu dari Siwon karena Yunho membentaknya. Lagi.

Ini juga yang membuat Siwon semakin cemas dengan keadaan Yunho. Selama enam bulan terakhir ini, Yunho perlahan-lahan berubah menajdi orang lain yang tidak Siwon kenal. Yunho yang riang dan santun berubah menjadi Yunho yang dingin dan selalu berkata kasar. Yunho yang penurut menjadi Yunho yang pembangkang. Ditambah fisik Yunho yang sekarang semakin kurus, berantakan dan terkadang pucat seperti orang sakit.

Siwon tidak mengerti apa yang menyebabkan perubahan Yunho dan setiap kali Siwon mencoba mencari jawabannya, selalu bentakan bahkan tindakan kasar yang dia dapat dari Yunho.

Siwon mengusap wajahnya kasar lalu menghembuskan nafas dengan cepat. Tampaknya Siwon harus mencari tahu dari teman terdekat Yunho di kampusnya. Siwon tidak bisa lagi membiarkan hal ini berlarut-larut tanpa ada penyelesaian. Yunho tanggung jawabnya, satu-satunya keluarganya yang tersisa, adik yang sangat dia sayangi. Siwon tidak ingin masalah ini membuatnya semakin jauh dari adik.

Keesokaan harinya, Siwon memutuskan berkunjung ke kampus Yunho dan sedikit menyelidiki masalah apa yang sedang dialami oleh Yunho. Siwon meminta izin kepada Kangin untuk tidak masuk hari ini dan setelahnya langsung bergegas menuju kampus Yunho. Jarak kampus Yunho tidak terlalu jauh dari bengkel tempat Siwon bekerja sehingga hanya membutuhkan waktu dua puluh menit dengan moda transportasi bus untuk Siwon sampai di kampus adiknya tersebut.

Begitu sampai, Siwon berkeliling sebentar mencari fakultas seni. Siwon juga sempat bertanya kepada beberapa mahasiswa sekiranya mereka mengetahui Yunho atau paling tidak mengetahui letak fakultas Yunho tersebut. Satu mahasiswa memberikan arahan kepada Siwon dimana letak fakultas seni tersebut. Siwon membungkuk sambil mengucapkan terima kasih sebelum beranjak menuju arah fakultas tersebut. Namun belum dua langkah Siwon berjalan, langkahnya terhenti karena ucapan mahasiswa tadi.

“Ah! Tapi sepertinya jika kau tidak dapat bertemu dengannya tuan.” Ucap mahasiswa tersebut yang langsung membuat Siwon berbalik dan menatap heran kepada mahasiswa tersebut.

“Kenapa? Apa kau kenal dekat dengan Yunho?” tanya Siwon sedikit antusias. Siwon mengira bahwa dia akan mengetahui seperti apa Yunho di kampusnya maka Siwon dapat mendapatkan jawaban mengapa adiknya kini berubah sikap sedemikian rupa.

“Tidak terlalu tapi Yunho-san cukup terkenal dikampus.” Jawab mahasiswa itu membuat kening Siwon berkerut heran. Bukan karena kata terkenal karena Siwon yakin Yunho pasti popular seperti saat dia kuliah di Korea namun Siwon heran dengan gerakan tanda kutip yang dilakukan mahasiswa itu saat dia mengatakan kata terkenal.

“Terkenal?” tanya Siwon lagi. Mahasiswa itu mengangguk sebelum menjawab pertanyaan Siwon.

“Ya, terkenal. Yunho-san itu terkenal sebagai pembuat onar. Sekarang saja dia diskors oleh pihak kampus karena ketahuan mencuri uang kas klub tari.” Kontan berita mengejutkan itu membuat Siwon berteriak kaget.

“Mencuri?!”

“Ya mencuri, itu dan banyak hal lain. Dari suka berkelahi, membawa minuman keras ke kampus. Apalagi aku dengar gosip bahwa dia juga belum membayar uang kuliah selama dua semester dan membolos hingga dua bulan ini. Yunho-san terancam dikeluarkan jika dia tidak masuk sampai akhir minggu ini.” Lanjut mahasiswa itu. Jelas dia adalah salah satu penggosip di kampus karena dia detail menceritakan pribadi orang lain yang tidak dekat dengannya. Sedangkan Siwon, matanya semakin terbuka lebar mendengar berita buruk itu. Siwon tidak menyangka bahwa masalahnya akan serumit ini.

“Yunho terancam dikeluarkan?!” seru Siwon lagi memastikan pendengarannya masih berfungsi dengan baik. Anggukan sang mahasiswa penggosip membuat hati Siwon menjadi semakin kalut. Dia butuh bertemu dengan pihak kampus Yunho untuk mengklarifikasi berita ini.

“Kau tahu dimana letak tata usaha jurusannya Yunho?” tanya Siwon lagi. Mahasiswa itu mengarahkan jari telunjuknya ke depan, ke arah sebuah gedung bertingkat dua.

“Disana.” Ucapnya singkat. Siwon mengangguk lalu membungkuk sedikit dan mengucapkan terima kasih. Kemudian pria tinggi itu berlari dengan tergesa-gesa sampai sesekali Siwon menabrak mahasiswa dan mahasiswa yang lalu lalang. Namun Siwon tidak menghiraukan teriakan marah dari mahasiswa dan mahasiswi yang dia tabrak. Hanya satu yang menjadi fokus Siwon sekarang, mendapatkan kebenaran akan berita tentang Yunho.

Dua Jam Kemudian

Siwon berdiri di halte bus seorang diri. Tatapannya terarah lurus ke depan, ke seberang jalan. Jika dilihat sekilas, Siwon seperti orang kebanyakan yang sedang menunggu bus tumpangannya datang. Namun, bukan itu keadaan yang sebenarnya karena bus yang ditunggu Siwon sudah empat kali datang tetapi Siwon sama sekali tidak naik. Tidak, Siwon bukan menunggu bus, paling tidak bukan saat ini. Siwon sedang merenung, memikirkan apa yang dua jam yang lalu dia dengar dari salah satu dosen tari di kampus Yunho.

Flashback

“Choi Yunho bukan terancam untuk dikeluarkan Siwon-san tapi dia memang sudah kami keluarkan per hari ini karena ketahuan membawa narkoba.” Ucapan dosen yang menjadi pembimbing akademik angkatan Yunho itu seolah-olah menjadi petir di siang hari bagi Siwon. Apa dia tidak salah dengar? Narkoba?!

“Narkoba?!” ulang Siwon menyuarakan keterkejutannya.

“Adik anda memang biang keladi masalah di klub tari tapi kami masih toleran karena prestasinya yang masih cukup gemilang dalam membela nama univeristas ini di ajang-ajang tari nasional. Tapi untuk kali ini, kami benar-benar lepas tangan.” Jelas dosen itu lagi membuat berbagai pertanyaan mencuat di benak Siwon.

“Mengapa pihak kampus tidak memanggil saya? Mengapa Yunho dikeluarkan tanpa pemberitahuan kepada saya?” tanyanya sengit. Siwon memang sama sekali tak pernah mendapat kabar apapun dari pihak kampus. Tentunya jika masalahnya begini besar, pihak kampus seharusnya memanggil dirinya sebagai wali sah Yunho.

“Untuk informasi anda Siwon-san. Kami sudah meminta Yunho-san agar memanggil anda untuk datang kepada kami. Kami bahkan sering meninggalkan pesan di telepon rumah anda. Namun anda tidak pernah menghubungi kami kembali. Kami juga mengirimkan surat tertulis kepada anda sebagai walinya, namun itu juga tidak berhasil karena anda tidak pernah datang.” Ucap dosen tersebut membela diri dan dilihat dari sikap Yunho yang seperti itu, Siwon menjadi menduga Yunho sengaja membuang surat pemberitahuan dari kampus bahkan sampai menghapus pesan di penjawab mesin telepon di apartemen mereka demi menyembunyikan ulahnya dari Siwon sehingga Siwon tidak tahu sama sekali mengenai masalah pelik ini.

“Bagaimana ini bisa terjadi?” Siwon benar-benar shok dan kecewa dengan kenyataan yang baru menghantamnya seperti palu besar. Siwon tidak pernah membayangkan bahwa Yunho sampai bisa terjerat lingkaran setan barang haram tersebut. Siwon terus mencari jawaban bagaimana semua ini bisa terjadi kepada Yunho dan dirinya.

“Maafkan kami Siwon-san. Sebaiknya anda harus segara menyelesaikan masalah ini sendiri. Kami pihak kampus sudah tak mampu membantu anda.”

Flashback End

“Kenapa kau melakukan semua itu Yun? Apa yang membuatmu berubah sampai kau bisa terjerumus ke dalam lingkaran setan narkoba? Oh Tuhan… Apa yang harus aku lakukan sekarang?” gumam Siwon tidak tahu harus mengambil tindakan apa. Sejak tadi dia menerima penjelasan dari pihak kampus, Siwon berusaha menghubungi Yunho. Namun hasilnya nihil menyebabkan Siwon semakin panik dan tak bisa berpikir dengan jernih. Dia tahu dia perlu mencari Yunho hanya saja Siwon tidak yakin sanggup mencari Yunho dengan bermodalkan transportasi umum. Siwon ingin sekali memakai jasa taksi tetapi sial bagi Siwon, tak satu pun taksi yang terlihat di sekitar daerah kampus tersebut. Maka dari itu, Siwon hanya bisa terus berdiri dan berusaha mencari jalan keluar dari masalah ini.

Selagi Siwon bingung dan gusar memikirkan nasib Yunho, sebuah mobil sedan biru gelap terlihat menepi tepat di samping halte bus tempat Siwon berdiri. Kaca mobil tersebut turun dan menampakan wajah manis seorang wanita.

“Oppa!” pekiknya memanggil Siwon. Siwon menoleh dan melihat Sungmin sedang tersenyum kepadanya.

“Sungmin.”

“Oppa butuh tumpangan? Aku bisa mengantarkan oppa ke tempat Kangin oppa.” Tawar Sungmin masih dengan senyumnya. Meskipun cintanya telah di tolak oleh Siwon, namun Sungmin masih menyayangi pria tinggi itu. Sungmin masih berharap jika suatu saat Siwon akan berpaling dari Kyuhyun dan memilih dirinya. Sungmin akan melakukan cara apapun agar mendapat simpati dari Siwon, seperti sekarang. Berbuat baik dan bersikap lembut kepada Siwon adalah langkah yang tepat bukan?! Terutama jika Siwon tidak menolak tawaran-tawarannya seperti yang sekian lama ini selalu Siwon lakukan setelah Sungmin mengutarakan cintanya. Sungmin berharap kali ini Siwon mau menerima tawarannya.

Tuhan sepertinya berbaik hati kepada Sungmin karena tidak lama setelah Sungmin menawarakan tumpangan itu, Siwon menatapnya dan tersenyum meski senyum itu terlalu kaku dan dipaksakan.

“Apakah kau tidak keberatan?” tanya Siwon.

“Tentu saja tidak. Aku akan mengantar oppa ke tempat yang oppa mau.”

“Benarkah? Kalau begitu, maukah kau mengantarku mencari Yunho?” entah apa yang membuat Siwon bertanya demikian kepada Sungmin, wanita yang jelas-jelas masih menaruh hati kepadanya. Siwon tahu jika dia masih berdekatan dengan Sungmin, dia seperti menaruh harapan kepada wanita bermarga Lee tersebut dan Siwon tidak ingin demikian demi menjaga perasaan Kyuhyun dan Sungmin.

Namun untuk saat ini, Siwon seakan tidak perduli dengan itu semua. Yang Siwon perdulikan hanyalah bala bantuan untuk menemukan Yunho karena sejak Siwon menerima berita buruk dari kampus Yunho, adiknya itu tidak bisa dihubungi sama sekali. Siwon tidak mungkin mencari Yunho dengan kendaraan umum karena terlalu memakan waktu. Dia juga tidak bisa meminta bantuan Kangin karena Siwon masih belum mau kejadian dengan Yunho diketahui oleh orang banyak.

Di saat Siwon kebingungan, muncul Sungmin yang menawarkan bantuan itu. Dan demi menemukan Yunho, Siwon akhirnya mau menerima tawaran Sungmin. Dia berharap dengan bantuan Sungmin, Siwon mampu menemukan Yunho dengan segera.

“Yunho? Memang dia kemana? Apa dia tidak kuliah?” tanya Sungmin bertubi-tubi.

“Nanti saja aku jelaskan. Kau mau membantuku Sungmin-ah?” tanya Siwon balik membuat kening Sungmin berkerut heran namun gadis manis itu hanya memilih tak menuntut jawaban dari Siwon dan tersenyum lalu mengangguk sembari menjawab Siwon.

“Tentu oppa. Masuklah. Kita cari Yunho bersama-sama.”

“Terima kasih Min. Aku berhutang kepadamu.” Mendengar kalimat itu, Sungmin tersenyum penuh arti. Dia melihat seksama ke arah Siwon yang sudah masuk ke dalam mobilnya dan duduk di kursi penumpang.

Tentu kau berhutang kepadaku oppa dan suatu hari nanti aku pasti akan menagihnya. Batin Sungmin lalu melajukan mobilnya ke jalanan kota.

TBC

Advertisements