Tags

, , , ,

Someday We'll Know Rev

( 。・_・。)(。・_・。 )

Title : Someday We’ll Know 9

Pairing : Wonkyu, Yunjae

Genre : Romance, Angst, Family

Rating : PG

Disclaimer : All casts are belong to their self and God, the poster belong to @SuciiCho

Warning : Un-betaed a.k.a. Typos, GS, a little mention of drugs used, Several OC, a rather fast plot, OOC, AU

Summary : Where is happiness? Only you could answer that.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

Yunho mengangkat wajahnya dan melihat Siwon sudah ada di depannya dengan tatapan sedih yang langsung membuat Yunho tanpa banyak bicara langsung menghambur ke arah Siwon dan memeluk kakaknya erat. Siwon pun membalas pelukan adiknya itu dengan sama eratnya. Sedangkan Hwangsoo menepuk bahu Siwon pelan lalu mengusap kepalanya dan juga kepala Yunho.

“Hyung..” Yunho semakin memeluk Siwon dan menumpahkan perasaannya melalui tangisan di bahu Siwon.

“Aku di sini Yun. Aku di sini.” Sahut Siwon yang juga sudah mengeluarkan airmatanya karena merasakan kepedihan. Keduanya terus berpelukan, saling menuangkan kesedihan mereka atas perginya Jihyun. Keduanya tahu bahwa mereka hanya memiliki satu sama lain sekarang. Mereka mengeri bahwa mereka berdua harus tegar dan tabah menghadapi ini semua. Terutama Siwon yang masih merasa menyesal karena sudah membuat Yunho menanggung sendirian luka hatinya karena kematian Jihyun kala Siwon tidak mampu menghadapi kenyataan tersebut.

Siwon mengusap lembut rambut Yunho dan terus membisikan ke telingan Yunho bahwa dia akan selalu bersama dengan Yunho. Bahwa dia tidak akan meninggalkan Yunho seorang diri. Siwon sudah berjanji kepada kedua orang tuanya yang sudah pergi meninggalkan mereka dan Siwon akan menepati janji itu. Demi Yunho dan demi dirinya sendiri.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Seminggu Kemudian – Pemakaman

Siwon berdiri dengan tegak di depan makam Seungwoo dan makam Jihyun yang baru saja di makamkan seminggu yang lalu. Siwon membungkuk dalam sebelum meletakkan karangan bunga di kedua makam tersebut. Makam orang tua Siwon memang berdekatan sesuai dengan keinginannya dan Yunho, meski keinginan itu sempat di tentang oleh keluarga Hwangsoo karena Jihyun adalah istri sahnya. Namun berkat bantuan Hwangsoo yang membela Siwon dan Yunho, akhirnya keluarga Jung menyetujui keinginan itu. Siwon sungguh berterima kasih kepada Hwangsoo karena mau mengorbankan perasaannya sendiri demi keinginan Siwon dan Yunho. Siwon tahu pasti sulit menguburkan istri tercinta berdekatan dengan mantan suami sang istri, akan tetapi Siwon juga tahu bahwa Jihyun pasti menginginkan untuk bisa di semayamkan bersama dengan Seungwoo. Siwon tahu bahwa ibunya itu masih sangat mencintai ayahnya dan Siwon hanya ingin menyatukan mereka berdua walau hanya sebatas makam.

Siwon memandang sekali lagi makam Seungwoo dan Jihyun lalu duduk di depannya. Siwon mengusap tanah yang mengubur kedua orang tuanya itu dengan lembut seakan dia sedang membelai kedua orang tuanya. Terus melakukan hal itu Siwon menengadahkan kepalanya ke atas menatap langit biru yang cerah. Senyum yang damai terukir indah di wajah tampannya.

“Appa, umma, apa kabar? Siwon rindu sekali dengan appa dan umma.” Mulai Siwon berbicara seakan Seungwoo dan Jihyun masih hidup dan mendengarkannya. Siwon tahu dia terlihat seperti orang gila berbicara sendiri, namun Siwon hanya merasa tenang jika dia berada disini bersama orang tuanya.

“Siwon rindu sekali dengan appa dan umma sampai rasanya Siwon ingin ikut serta bersama kalian. Tapi, Siwon masih memiliki tanggung jawab di sini dan Siwon yakin appa dan umma akan memarahi Siwon habis-habisan jika Siwon berani pergi ke tampat kalian sekarang.” Ucap Siwon lagi sambil terkekeh karena dia membayangkan bagaimana reaksi kedua orang tuanya jika Siwon benar-benar menyusul mereka berdua. Dengan senyum manis terpasang di wajah Siwon, pemuda tinggi itu kembali melanjutkan pembicaraan searahnya dengan makam kedua orang tuanya itu.

“Appa, umma, Siwon rasa Siwon sudah sanggup melepas kepergian appa dan umma. Mungkin masih ada ganjalan di hati Siwon karena sampai saat terakhir appa dan umma di dunia, Siwon tidak mampu menjadi anak berbakti untuk appa dan umma. Siwon banyak mengecewakan appa dan umma.” Sesalnya sebentar sambil menundukkan kepalanya. Beberapa menit, Siwon kembali menengadahkan kepalanya.

“Namun sekarang Siwon bisa memahami bahwa ini memang sudah jalan yang diberikan Tuhan untuk keluarga kita. Penderitaan appa dan umma sudah berakhir sekarang. Tidak ada yang perlu Siwon cemaskan lagi karena appa dan umma sudah berada di tempat yang lebih baik dari di sini. Appa dan umma sudah bersama dengan Tuhan.” Tutur Siwon sambil terus tersenyum. Siwon mengulurkan tangannya mengusap nisan Seungwoo dan Jihyun bergantian, sebelum dia mengucapkan hal penting kepada almarhum dan almarhumah orang tuanya.

“Appa, umma, Siwon datang untuk meminta ijin dari appa dan umma. Selama seminggu ini, Siwon telah berpikir tentang hidup Siwon dan juga Yunho.” lanjut Siwon lagi masih dengan mengusap nisan keduanya.

“Dan Siwon telah mengambil keputusan. Siwon yakin appa dan umma setuju dan mendukung keputusan Siwon ini.” Sambung Siwon lalu menceritakan semua yang telah dia rencanakan kepada Seungwoo dan Jihyun. Siwon cukup lama berada di sana dan ketika dia selesai bercerita, Siwon berdiri perlahan lalu membersihkan celana panjangnya dari debu dan kotoran sebelum akhirnya membungkuk dalam di depan makam Seungwoo dan Jihyun. Setelah itu Siwon membalikkan tubuhnya dan berjalan menuju mobil yang akan membawanya ke rumah Hwangsoo dan Yunho.

Kediaman Keluarga Jung

Siwon sedang menatap foto Jihyun yang tersebar di ruang keluarga rumah megah ini dengan seksama. Setiap frame foto Jihyun yang terpampang menunjukkan betapa bahagianya Jihyun saat dia bersama dengan keluarga Jung ini. Siwon mendesah kala dia ingat betapa dia dan Jihyun sama-sama memendam sakit hati yang sangat dalam. Siwon dengan sakit hati karena Jihyun tega meninggalkan dirinya dan juga Seungwoo dan Jihyun yang sakit hati karena perilakunya yang tidak mau menganggap Jihyun sebagai ibu kandungnya.

Melihat ke belakang peristiwa yang sudah terjadi dalam hidupnya dan sekarang melihat foto-foto Jihyun yang bisa tersenyum dengan cantiknya membuat Siwon merasa egois karena menyalahkan Jihyun seperti itu. Sudah sepantasnya Jihyun menginginkan kebahagiaan dan jika dia terus bersama dengan Seungwoo, Jihyun akan terus menderita. Siwon juga merasa keputusan Jihyun hanya membawa Yunho adalah keputusan yang benar. Meski Siwon tidak memungkiri hatinya terluka saat itu, tapi jika Yunho juga tetap ikut dengan Seungwoo, Siwon tidak yakin mereka akan bertahan selama itu. Mereka pasti dipisahkan dengan paksa oleh Negara. Yunho bisa saja berakhir di rumah orang tua asuh atau bahkan lebih buruk, adiknya itu bisa di serahkan ke panti asuhan sampai ada orang tua yang bisa mengasuhnya.

Siwon mulai mengerti mengapa ayahnya bisa begitu mudah memaafkan Jihyun. Semua yang terjadi, semua pilihan yang diambil oleh orang tuanya, semua itu adalah demi kelangsungan hidup Siwon dan Yunho. Bahkan Siwon bisa mengerti bagaimana sakitnya Jihyun ketika dia meninggalkan Siwon dan Seungwoo. Yang Siwon sesalkan adalah mengapa untuk dirinya bisa menyadari semua perjuangan dan pengorbanan orang tuanya dengan perginya mereka untuk selama-lamanya. Mengapa otak dan hati Siwon tidak bisa berpikir dengan baik saat Jihyun masih hidup. Setitik airmata kembali mengalir di pipi Siwon dan dengan cepat pemuda itu menghapusnya. Dia tidak mau menangis lagi. Dia harus kuat demi Yunho sekarang.

Bicara soal Yunho, kedatangan Siwon ke rumah ini adalah untuk bertemu Yunho dan Hwangsoo. Terutama Hwangsoo. Selama seminggu ini, Siwon telah berpikir dan mencoba melihat kejadian demi kejadian yang dia dan Yunho alami. Setelah kepergian Jihyun, Siwon menyadari bahwa selama ini meski pun dia telah bertemu dengan Yunho dan mulai memperbaiki hubungan persaudaraan mereka yang sempat terputus begitu lamanya, tapi kondisi dan situasi membuat mereka masih saja terpisah satu sama lain.

Dengan Yunho yang masih menyandang nama keluarga Jung dan juga posisinya yang masih menjadi anak angkat keluarga Yoo, Siwon sadar bahwa dirinya dan Yunho belum dikatakan sebagai kakak beradik. Siwon paham bahwa ikatan antara dirinya dan Yunho tidak akan terputuskan hanya karena perbedaan nama dan orang tua yang mengasuh mereka sekarang. Namun Siwon ingin keluarganya kembali menjadi satu. Dia ingin menjaga dan melindungi Yunho dengan kekuatan dirinya sendiri seperti dulu.

Dengan ketetapan hati itu dan juga setelah menceritakan semua kepada Seungwoo dan Jihyun tadi, Siwon yakin dengan rencananya dan Siwon ingin agar Yunho kembali menyandang nama Choi dan tinggal bersama dengannya. Siwon berencana untuk meninggalkan Negara ini demi membenahi hatinya juga hati Yunho. Siwon merasa jika terus berada di sini, dia tidak akan bisa menjalani dan melanjutkan hidupnya seperti keinginan mendiang orang tuanya dengan baik. Mungkin hal itu terdengar seperti Siwon yang ingin melarikan diri dari kenyataan, tapi setiap orang membutuhkan waktu dan sekarang adalah waktu yang tepat menurutnya.

Siwon telah memutuskan sesuatu yang mungkin akan mengejutkan semua orang terutama orang tua mereka. Siwon sudah membicarakan keputusannya dengan Hyunjae dan Hyori dua hari yang lalu dan bisa dia duga awalnya tidak bagus. Pasangan Yoo tersebut menentang keras keinginan Siwon dan beranggapan Siwon terlalu gegabah dan hanya terlalu emosi dengan semua yang sudah terjadi padanya. Namun kali ini Siwon sadar sepenuhnya. Siwon tahu persis apa yang ingin dia lakukan dan itulah yang dia utarakan kepada Hyunjae dan Hyori. Siwon menjelaskan dengan pelan namun tegas bahwa apa yang dia putuskan adalah yang terbaik baginya dan juga Yunho.

Setelah pembicaraan mereka itu, Hyori langsung mengurung dirinya di kamar dan tidak mau bertemu dengan siapa pun selama seharian. Sedangkan Hyunjae hanya menghela nafas berat dan menepuk bahu Siwon pelan lalu berlalu dari hadapannya dan memilih keluar dari rumah untuk menenangkan diri selama seharian juga. Siwon tahu bahwa keputusannya menerima tawaran Kangin untuk pindah ke Jepang dan adalah keputusan yang besar. Seharusnya Siwon membicarakan dulu dengan semua orang, akan tetapi Siwon menganggap sudah saatnya dia mengambil keputusan sendiri. Selama hidupnya Siwon juga sudah sering melakukannya walau waktu itu masih ada Seungwoo yang memberikan nasihat dan saran kepadanya. Keputusan ini sudah bulat dan Siwon akan melakukannya.

Mengenai tawaran itu, Siwon memang sempat di tawari oleh Kangin untuk membantu usahanya yang mulai berkembang di Jepang. Kangin memang membuka usaha sendiri sebulan setelah pemakaman Seungwoo. Usaha otomotif yang memang sejak dulu diinginkan oleh Kangin. Walau usaha tersebut masih berdiri beberapa bulan namun Kangin dengan bangganya memberitahu Siwon bahwa usahanya berkembang dengan sangat pesat. Kangin mengatakan bahwa sekarang saja dia sudah kekurangan orang untuk mengurusi usahanya tersebut. Maka dari itu, Kangin menginginkan agar Siwon mau membantunya. Kangin menawarkan kepada Siwon untuk datang ke Jepang dan memulai kehidupan baru di sana.

Awalnya Siwon menolak karena dia merasa sudah cukup bahagia dengan keadaannya sekarang. Saat itu Siwon merasa bahwa dia masih harus menyelesaikan dulu kuliahnya serta membantu Hyunjae di perusahaannya. Tetapi dengan kepergian Jihyun, Siwon merasa bahwa ini adalah jalan dari Tuhan kepadanya untuk bisa memulai lagi segalanya dengan awalan yang baru. Oleh sebab itu, Siwon yakin dengan langkahnya, Siwon menghubungi Kangin dan menanyakan apakah tawarannya masih terbuka. Kangin tentu saja sangat senang saat Siwon menanyakan hal tersebut dan dia dengan semangat menyatakan bahwa tawaran itu akan selalu terbuka kapan pun Siwon mau.

Merasa semua kesempatan sudah terbuka, Siwon lalu menceritakan semua yang sudah terjadi lalu menanyakan kepada Kangin apakah dia boleh membawa Yunho ikut serta bersamanya. Siwon mengutarakan keinginannya untuk hidup dengan Yunho lagi. Kangin tertawa mendengar pertanyaan Siwon itu dan mengatakan bahwa Siwon seperti tidak mengenal dirinya saja. Kangin justru sangat senang karena mendapatkan tenaga tambahan selain Siwon. Siwon tersenyum lega mendengar Kangin tidak keberatan dengan permintaannya. Siwon lalu juga meminta Kangin untuk mencarikan akademi seni untuk Yunho. Siwon akan mewujudkan keinginan Yunho untuk menjadi penari professional seperti mimpinya selama ini. Siwon juga tidak lupa untuk meminta Kangin mencarikan dia universitas malam untuknya. Siwon tahu dia akan bekerja maka tidak mungkin jika dia mengambil universitas reguler.

Kangin menyanggupi semua permintaan Siwon. Dia bahkan akan mencarikan apartemen yang layak untuk Siwon dan Yunho tempati nanti. Mendengar itu semua, Siwon berterima kasih kepada Kangin dan dia juga menyatakan bahwa mungkin dia baru akan ke Jepang setelah dia menyelesaikan semua urusannya di sini. Kangin menyetujuinya dengan cepat, lagipula dia juga butuh waktu untuk mengakomodir semua keinginan Siwon tadi.

Setelah memberitahu Kangin, Siwon langsung mengatakan kepada Yunho mengenai rencananya. Siwon memberitahu Yunho sebelum dia memberitahu Hyunjae dan Hyori. Siwon harus yakin terlebih dahulu bahwa Yunho tidak keberatan dengan langkah yang diambilnya ini karena kemungkinan Yunho menolak semuanya terbesit di benak Siwon. Dengan segala kemungkinan yang ada, Siwon hanya mampu berdoa agar Yunho juga memiliki perasaan yang sama dengannya karena bagaimana pun keputusan Yunho nanti Siwon sudah tidak bisa mundur lagi. Siwon sudah kukuh dengan pendiriannya untuk pindah dan jika Yunho menolak dan lebih memilih tinggal bersama Hwangsoo, Siwon akan mengerti.

Siwon menjelaskan semua dengan sejelas-jelasnya dan kenapa dia sampai mengambil langkah ini. Kemudian, setelah Siwon selesai mengatakan rencananya, Siwon menanti dengan gugup jawaban dari Yunho. Saat itu Siwon sampai berkeringat dingin menunggu balasan dari Yunho yang hanya terus memandangnya tanpa ada ekspresi yang bisa Siwon terka. Jadi bisa dibayangkan betapa bahagianya Siwon ketika anggukan pasti dari Yunho menjadi jawaban dari adik kesayangannya itu. Siwon langsung memeluk Yunho dengan erat sebagaimana Yunho membalas pelukan dari Siwon. Senyum lebar terukir indah di wajah masing-masing pemuda tampan itu.

Sekarang tahap terakhir adalah memberitahu Hwangsoo. Siwon tahu reaksi Hwangsoo tidak akan berbeda dengan reaksi Hyunjae dan Hyori. Siwon tahu bahwa mereka bertiga akan sangat menentang keputusan mendadak ini. Terbukti dari masih bungkamnya Hyunjae dan Hyori sampai hari ini, hari saat Siwon datang ke rumah Hwangsoo ini untuk mengatakan rencananya. Namun Siwon tidak akan gentar. Selama Yunho mendukungnya, dia pasti mampu membuat ketiga orang yang dia hormati itu mengerti. Siwon merasa dia sanggup membuat ketiganya mengerti bahwa ini adalah jalan terbaik bagi dirinya dan juga bagi Yunho.

“Hyung.” panggilan Yunho membuyarkan lamunan Siwon. Pemuda tinggi itu langsung membalikkan tubuhnya dan melihat ke arah datangnya Yunho beserta Hwangsoo.

“Selamat siang tuan Jung.” Sapa Siwon sopan dan ramah.

“Sampai kapan kau akan memanggilku dengan tuan Jung, Siwon-ah? Bisakah kau memanggilku appa saja seperti Yunho?” pinta Hwangsoo sambil tersenyum membuat Siwon sedikit ragu untuk memulai pembicaraan ini.

“Tapi tuan..” elak Siwon mencoba untuk mengubah keinginan Hwangsoo agar Siwon memanggilnya appa, namun Hwangsoo tidak mau mendengar. Dengan cepat, Hwangsoo memotong ucapan Siwon dan menegaskan bahwa dia tidak menerima kata penolakan.

“Sudah! Aku tak dengar kata tuan Jung lagi dari mulutmu. Mulai sekarang kau harus memanggilku appa.” Siwon menghela nafas pelan. Percuma menentang kemauan lelaki keras kepala ini. Siwon mengangguk lalu memanggil Hwangsoo dengan sebutan appa.

“Baiklah tuan, ah.. Baiklah appa.”

“Begitu lebih baik.” Hwangsoo tertawa senang diikuti oleh Yunho yang hanya tersenyum simpul. Siwon pun juga hanya tertawa. Dalam hatinya kini dia bimbang dan resah untuk menyampaikan rencananya. Siwon semakin yakin bahwa Hwangsoo akan bereaksi lebih keras daripada Hyunjae dan Hyori. Tapi Siwon harus terus maju. Dia tetap harus memberitahu lelaki baik hati yang telah dengan tulus mengasuh Yunho sejak kecil, di depannya ini.

“Appa.” Panggil Siwon pelan.

“Ya?”

“Maksudku datang kemari adalah ingin memberitahu appa sesuatu.” Siwon memulai dengan lambat namun pasti. Keseriusannya terpampang jelas di raut wajahnya. Hwangsoo sedikit heran dengan perilaku Siwon namun dia mengisyaratkan Siwon untuk meneruskan ucapannya.

“Apa? Katakan saja.”

“Appa, aku dan Yunho sudah memutuskan.” Kali ini pandangan Hwangsoo tertuju ke arah Yunho yang sedari tadi hanya berdiam saja lalu kembali kepada Siwon.

“Kami sudah memutuskan bahwa kami akan pindah ke Jepang dalam waktu dekat ini. Kami akan memulai hidup baru kami di sana.” Hwangsoo terdiam sesaat, mencoba meresapi perkataan Siwon tadi dan tampaknya Hwangsoo terlalu terkejut sehingga otaknya tidak bisa menerima semua kata-kata Siwon dan bertanya untuk memastikan.

“Pindah?”

“Ya appa. Pindah. Kami akan hidup berdua di sana. Kami memutuskan bahwa kami ingin memulai hidup kami tanpa adanya beban di hati kami setelah kepergian orang tua kami. Kebetulan aku mendapatkan tawaran pekerjaan yang cukup bagus di sana, jadi kami tidak akan terlunta-lunta. Yunho pun akan kuliah di jurusan yang dia inginkan. Jadi appa tidak usah cemas soal masa depan Yunho. Lalu..”

“Cukup.” Hwangsoo memotong ucapan Siwon dengan tegas sambil menatapnya dengan tatapan tidak percaya sekaligus terluka. Hwangsoo tidak mengira bahwa Siwon akan memutuskan hal serumit ini dengan begitu cepatnya.

Hwangsoo memang akan berusaha memenuhi setiap keinginan Siwon dan Yunho karena dia berjanji kepada Jihyun akan melindungi dan membahagiakan keduanya. Akan tetapi Hwangsoo tidak menduga bahwa Siwon akan mengambil keputusan sepihak ini dengan tenangnya. Bahkan Hwangsoo juga terkejut karena Yunho juga menyetujui keputusan tersebut.

“Apa kalian membenciku karena sudah menyakiti hati umma kalian?” tanya Hwangsoo benar-benar terluka. Yunho tak mampu menatap mata pria yang sudah menjadi ayahnya sejak dia kecil itu. Yunho terus menundukkan kepalanya dengan dan meremas tangannya sendiri, mencoba tetap bertahan dengan apa yang sudah diputuskannya bersama dengan Siwon. Siwon menoleh ke arah Yunho dan paham benar bahwa adiknya itu tidak ingin melakukan ini, tapi dia juga tahu bahwa Yunho juga tidak ingin berpisah lagi dengannya. Siwon menepuk lalu meremas bahu Yunho, membuat pemuda itu mengangkat wajahnya dan melihat senyum tulus dari Siwon. Seakan mendapat kekuatan, Yunho pun membalas senyuman itu lalu memberanikan diri menatap Hwangsoo.

“Kami tidak membenci appa. Apa yang sudah terjadi bukan kesalahan siapa-siapa.” Jawab Yunho.

“Lalu kenapa kalian memutuskan untuk pergi ke Jepang dengan tiba-tiba? Kenapa kalian tega meninggalkan appa di sini?” cecar Hwangsoo masih tidak terima dengan keputusan mereka berdua untuk pindah. Siwon dan Yunho diam seribu bahasa karena mereka juga tidak bisa menjelaskan dengan kata-kata yang mampu membuat pria di depan mereka ini mengerti dengan mudah. Sedangkan Hwangsoo yang melihat Siwon dan Yunho hanya berdiam diri menjadi marah sekaligus takut bahwa keduanya sungguh akan meninggalkan dirinya seorang diri.

“Jawab appa Yun! Apa kau memang tega meninggalkan appamu seorang diri?” gertakan Hwangsoo membuyarkan lamunan Siwon dan dia langsung menatap ke arah Hwangsoo kemudian berpindah kepada Yunho. Yunho kembali menundukkan wajahnya karena tidak mampu menahan rasa bersalahnya karena di gertak seperti itu oleh Hwangsoo. Siwon paham bahwa diam bukanlah hal yang tepat jika berurusan dengan Hwangsoo. Maka, Siwon memandang Hwangsoo kembali dan menjawabnya.

“Appa, kau harus mengerti bahwa kami hanya ingin bersama seperti dulu. aku paham anda kecewa dengan keputusan kami, tapi aku dan Yunho hanya ingin mencoba menata hati kami. Dan kami tidak bisa melakukan itu semua di tempat yang terlalu banyak memberikan kenangan buruk bagi kami.” Jelas Siwon mencoba membuat Hwangsoo tidak mengarahkan semua kekesalannya kepada Yunho. Yunho masih menunduk dan Siwon bisa merasakan bahu adiknya itu bergetar. Siwon tidak tahu apakah Yunho sedang menangis atau tidak, tapi Siwon segera meraih bahu Yunho dan merangkulnya dengan erat. Telapak tangan Siwon diusapkan dengan lembut, berusaha menenangkan Yunho.

Hwangsoo yang melihat Yunho menjadi semakin diam karena bentakannya, merasa bersalah. Dengan menarik nafas sedalam mungkin, Hwangsoo mencoba berpikir dengan kepala dingin. Hwangsoo tidak memungkiri semua perkataan Siwon ada benarnya. Kedua putra Jihyun itu tidak mungkin bisa menenangkan hati mereka jika apa yang mereka lihat selalu mengingatkan diri mereka akan Seungwoo dan juga Jihyun. Bagaimana penderitaan keduanya terutama Siwon selama ini. Mereka berdua membutuh waktu dan tempat lain yang bisa membuat keduanya mengobati dan melupakan rasa sakit tersebut.

Hwangsoo membuka matanya yang sempat dia pejamkan kemudian menatap sayu ke arah Siwon yang masih berusaha menenangkan Yunho. Hwangsoo dapat melihat betapa Siwon menyayangi adiknya itu dan betapa Siwon ingin agar Yunho bahagia. Menyaksikan bagaimana Siwon bersikap terhadap adiknya itu, Hwangsoo mengerti mengapa Siwon ingin menjalani kehidupannya bersama Yunho adiknya. Selama 13 tahun, mereka berdua terpisah dan hal itu pasti membuat keduanya kesepian dan merasakan kepedihan yang sangat dalam.

“Siwon.” Siwon memalingkan wajahnya dari Yunho kepada Hwangsoo setelah dia mendengar nada pelan dari Hwangsoo.

“Ya?” tanyanya pelan.

“Kapan kalian akan pindah?” tanya Hwangsoo datar. Siwon cukup terkejut dengan perubahan Hwangsoo yang begitu cepat dari marah menjadi setenang ini, namun dia menjawab pertanyaan Hwangsoo setelah dia menguasai keterkejutannya.

“Mungkin dalam beberapa bulan, setelah kami menyelesaikan semester ini. Kami pasti akan memberitahu semua orang tentang kepindahan kami. Maka dari itu appa, kumohon biarkan kami memutuskan semua ini sesuai dengan keinginan kami.” Pinta Siwon lagi.

“Appa harus memikirkan ini Siwon-ah. Berikan appa waktu untuk memikirkan keputusan kalian ini.” Ucap Hwangsoo lalu tanpa pamit, pergi dari hadapan Siwon dan Yunho menuju kamar tidurnya. Siwon belum sempat menjawab pertanyaan Hwangsoo ketika pria itu memilih untuk pergi. Siwon tidak menghalangi karena dia mengerti perasaan Hwangsoo sekarang. Ternyata reaksi Hwangsoo tidak berbeda dengan reaksi Hyunjae dan Hyori.

Siwon menghela nafas lega karena paling tidak dia sudah memberitahu Hwangsoo walau reaksinya bukan reaksi positif. Siwon lalu kembali lagi kepada Yunho yang sudah lebih dulu menatapnya balik. Siwon tersenyum simpul seakan mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja. Yunho pun membalas senyuman itu meski senyum itu langsung menghilang berganti dengan raut wajah yang penuh kebimbangan dan kecemasan. Siwon yang mengerti raut wajah itu segera menanyakan kepada Yunho apa ada sesuatu yang dipikirkannya.

“Hyung, apa tidak sebaiknya kau memberitahu juga perihal ini kepada Kyuhyun.” saran Yunho tiba-tiba yang membuat Siwon sedikit gugup dan juga terperangah karena Siwon sama sekali tidak menduga Yunho akan menyinggung soal Kyuhyun. Sementara Yunho yang melihat gelagat gugup kakaknya itu hanya terkikik geli. Dengan santainya Yunho menepuk bahu Siwon lalu menjelaskan bahwa dia tahu mengenai hubungannya dengan Kyuhyun.

“Hyung, kau tak perlu kaget begitu. Aku sudah tahu bahwa kau dan Kyuhyun saling mencintai.” Sahut Yunho.

“Eh?!!”

“Setiap orang yang mengenal Kyuhyun pasti tanggap dengan perubahan sikapnya terhadapmu hyung. Kyuhyun tidak pernah bersikap selayaknya seorang gadis kecuali jika dia bersamamu. Masa kau tidak pernah sadar? Kau tidak perhatian sekali.” Sindir Yunho namun ada segurat senyum tipis di bibir berbentuk hatinya itu.

“Jadi kau..”

“Ya aku tahu dan aku merestui hubungan kalian berdua. Jadi hyung, aku pikir sebaiknya kau memberitahu Kyuhyun juga tentang keputusan kita ini.” Jelas Yunho kembali serius ketika mengatakan hal tersebut. Yunho tahu bagaimana reaksi Kyuhyun jika gadis itu tidak diberitahu atau lebih buruk lagi mengetahui dari orang lain lalu berasumsi yang bukan-bukan. Siwon menghela nafas pelan sambil mengangguk. Siwon juga tahu bahwa cepat atau lambat dia harus memberitahu gadis yang dia sayangi itu. Tapi Siwon masih ragu dan jujur saja, dia juga takut dengan reaksi Kyuhyun. Tiba-tiba Siwon sadar dengan ucapan Yunho sebelum yang tadi. Mengingat itu, Siwon lalu menatap Yunho lagi dan bertanya,

“Seperti kau yang akan memberitahu Jae noona soal ini?”

“Huh??” kening Yunho berkerut bingung dengan pertanyaan Siwon. Siwon tersenyum melihat raut wajah bingung Yunho. Sembari mengacak rambut Yunho, Siwon kembali berkata.

“Kau bilang aku tidak perhatian, kau sendiri bagaimana? Sudah jelas Jae noona menaruh hati kepadamu.” Ucap Siwon langsung ke inti permasalahan. Yunho membulatkan matanya terkejut lalu menepis tangan Siwon di rambutnya. Sambil berdecak kesal, pemuda dengan wajah kecil itu memukul lengan Siwon karena sudah menanyakan hal tersebut. Sedangkan Siwon bukannya merasa kesakitan, dia justru tertawa keras karena walaupun Yunho seakan kesal terhadapnya tapi Siwon masih bisa melihat semburat merah muda di pipi Yunho.

“Hyung! Kau jangan tertawa. Ini bukan lelucon. Kau hanya membuatku semakin berharap saja.” Sungut Yunho kesal. Yunho memang tidak memungkiri jika dia menaruh hati kepada Jaejoong. Namun bukan berarti Yunho bisa begitu saja mengungkapkan perasaan cintanya kepada gadis yang lebih tua darinya itu. Yunho belum sanggup jika harus menerima penolakan dari Jaejoong yang kini dia sadari merupakan gadis yang mampu membuatnya merasakan perasaan aneh di sekitar perutnya kala mata bulat itu menatapnya. Gadis yang mempu membuat jantung Yunho berdebar cepat ketika senyum manis itu diarahkan kepadanya. Gadis yang mampu membuatnya nyaman setiap saat.

Yunho akhirnya mengerti perasaan kala dia marah melihat Jaejoong digoda laki-laki lain atau perasaan kecewa saat Jaejoong menolak ajakannya untuk pergi. Smeua itu karena Yunho sudah mencintai gadis berambut pirang tersebut sejak awal. Tapi karena otak bodohnya sehingga dia terlambat menyadarinya dan mau saja ditunangkan dengan Kyuhyun, meski pertunangan itu mereka berdua batalkan sendiri. Yunho selalu merasa kesal dengan dirinya sendiri karena tidak menyadari perasaan itu sejak awal karena dia jadi ragu apakah Jaejoong juga menyukainya. Yunho ragu sebab apa yang akan dikatakan oleh Jaejoong jika dia yang notabene adalah mantan kekasih Kyuhyun, gadis yang sudah dianggap adik oleh Jaejoong, menyatakan perasaan cinta kepada Jaejoong. Bisa-bisa Yunho dianggap sebagai pemuda yang hanya mencari pelampiasan kepada gadis yang terdekat dengannya. Dan pada akhirnya, Jaejoong jadi membencinya.

Semua pemikiran buruk terlintas dibenak Yunho dan karena itu jugalah, dia merasa kesal kepada Siwon yang mengatakan seolah-olah Jaejoong menyukai dirinya. Yunho tidak mau menaikkan harapannya tentang kemungkinan Jaejoong menyukai dirinya juga.

“Berharap? Kau menyukai Jae noona juga Yun?” pertanyaan Siwon membuat Yunho kembali memusatkan perhatiannya kepada Siwon. Yuno menatap Siwon dengan sendu lalu mengangguk pelan.

“Ya hyung. Awalnya aku hanya mengira bahwa itu rasa sayang adik kepada kakak perempuannya, namun lambat laun aku tahu bahwa aku salah. Aku baru menyadari bahwa aku menyukai, ah bukan, mencintai Jae noona.” Ungkap Yunho sambil tersenyum pahit. Siwon menghela nafas, dalam hatinya dia mengerti perasaan Yunho. Siwon sendiri pernah mengalami kegalauan akan kemungkinan ditolak oleh gadis yang dia cintai, meski Siwon tidak merasakan hal tersebut karena Kyuhyun membalas rasa cintanya.

“Aku mencintainya hyung, sangat mencintainya dan jika benar dia juga mencintai aku, maka..”

“Maka apa? Kau tidak jadi pergi bersamaku?” tanya Siwon sedikit cemas. Dia tahu jika Yunho lebih memilih Jaejoong maka dia sendiri tidak bisa memaksakan kehendaknya. Tapi Siwon dapat bernafas lega ketika Yunho menggeleng perlahan.

“Tidak hyung. Keputusanku sudah bulat untuk hidup denganmu lagi. Maksudku aku akan memberitahu dia tentang ini. Dan jika dia benar mencintaiku maka aku akan memintanya untuk menjadi kekasihku dan memintanya untuk bersedia menungguku. Seperti yang harus kau lakukan kepada Kyuhyun.” Siwon memalingkan wajahnya dari Yunho ketika kalimat itu terlontar dari bibir Yunho. Siwon terdiam seakan dia tidak ingin membicarakan masalah ini dengan siapai pun. Seakan Siwon ingin menelan semua kata-kata yang seharusnya terucap. Seakan Siwon ingin terus berdiam diri kala menyinggung perpisahannya dengan Kyuhyun.

“Aku tidak yakin dia mau menungguku Yun.” Ucap Siwon setelah lama terdiam memikirkan sesuatu.

“Aku tidak yakin aku sanggup untuk memintanya menungguku. Kyuhyun terlalu berharga untuk menunggu pria sepertiku.” Ucap Siwon lagi yang tentu saja menorehkan luka di hati Yunho. Yunho tidak percaya kakaknya masih saja menganggap dirinya tidak pantas dengan Kyuhyun. Padahal mereka berdua sudah menyatakan perasaan masing-masing dan saling menerima. Yunho tidak bisa mengerti mengapa dengan mudahnya Siwon kembali menjadi orang yang rendah diri jika dihadapkan dengan permasalahan mengenai dirinya sendiri. Mengapa Siwon bis kuat untuk orang lain, tapi lemah untuk dirinya sendiri.

“Dan kau terlalu berharga untuk menilai rendah dirimu sendiri hyung.” ucap Yunho mencoba memasukkan logika di otak kakaknya tersebut.

“Hyung, jika kau menganggap Kyuhyun berharga, maka dia berhak untuk memutuskan sendiri apa yang ingin dia lakukan seperti halnya kau memutuskan untuk pergi.” Siwon sedikit tersentak walau dia mampu menutupinya dengan baik ketika mendengar kata-kata Yunho tersebut. Siwon seakan disadarkan oleh Yunho bahwa yang diucapkannya tadi adalah fakta yang harus dia terima.

Siwon berpikir yang dikatakan oleh Yunho memang benar adanya. Dia memutuskan sendiri untuk pindah dan dia melakukan apa yang seharusnya dia lakukan. Lalu jika dia menganggap Kyuhyun berharga, seharusnya dia menjadi seorang lelaki jantan yang mengungkapkan keputusannya ini dan memastikan dengan mata kepala sendiri apa yang akan dilakukan oleh Kyuhyun.

Siwon ingat Seungwoo pernah berkata bahwa menjalin hubungan harus didasari dengan saling percaya dan terbuka. Apapun permasalahan yang ada, apapun yang mengganjal dalam hati dan seberat apapun keputusan yang dibuat, hal tersebut harus dapat diberitahukan. Sulit, namun itu jalan yang terbaik. Karena menyembunyikan sesuatu tidak akan pernah berbuah manis. Yang didapat hanya prasangka dan dugaan negatif terhadap pasangan masing-masing.

Siwon menghela nafas panjang lalu tersenyum. Pemuda berlesung pipi itu kemudian menatap Yunho dan bertanya,

“Apa bisa gadis manja namun jahil itu sanggup menungguku Yun?” Yunho terkekeh dengan sebutan Siwon kepada Kyuhyun. Namun dia lega karena sepertinya Siwon akan berterus terang kepada Kyuhyun dan meminta gadis itu untuk menunggunya kembali.

“Maka dari itu kau harus mencari tahu hyung. Jangan pernah menduga sesuatu yang belum kau tahu jawabannya. Terlebih lagi masalah hati. Kau harus pastikan bahwa Kyuhyun akan menunggumu atau tidak.” Jawab Yunho bijak. Siwon tersenyum lagi mendengar perkataan Yunho. Dalam benak Siwon, Yunho kecilnya benar-benar telah tumbuh dengan baik. Yunho semakin dewasa meski umurnya masih terbilang muda.

“Ya, kau benar. Wah. Kau sekarang sudah semakin dewasa ya.”

“Memang aku akan kekanakan terus. Enak saja.” protes Yunho sambil mengerucutkan bibirnya cemberut. Siwon tertawa mendengar Yunho memperotesnya ditambah wajah Yunho yang menjadi lucu karena cemberut seperti itu.

“Ahahaha.. Ya, aku yang salah karena menganggapmu anak kecil terus Yun. Kau memang sudah dewasa.” Ujar Siwon lalu mengacak rambut Yunho lagi. Yunho pun ikut tertawa dengan Siwon sambil mengatakan sesuatu yang membuat Siwon terharu sekaligus bangga dengan Yunho.

“Semua ini berkat kau hyung. Berkat kau.”

Kediaman Keluarga Cho

Siwon berdiri sejak 15 menit lalu di depan pintu rumah Kyuhyun tanpa berniat menekan bel rumah tersebut, membuat Yunho yang menunggu Siwon di dalam mobil yang terparkir di depan gerbang rumah besar itu, mengibaskan tangannya ke arah Siwon, mengisyaratkan pemuda tinggi itu agar segera menyelesaikan maksud kedatangan mereka ke rumah Kyuhyun. Siwon menatap Yunho tajam namun hanya ditanggapi dengan kibasan tangan yang semakin kuat. Siwon memutar matanya kesal kemudian akhirnya memberanikan diri menekan bel rumah Kyuhyun.

Siwon menekan beberapa kali karena semenit berlalu belum ada yang menjawab atau membukakan pintu. Siwon hampir menyerah dan bermaksud kembali lagi nanti ketika pintu kayu besar itu terbuka dan menampilkan Kyuhyun yang mengerutu.

“Siapa sih?! Mengganggu saja! Appa dan umma sedang tidak ada.” Gerutu Kyuhyun terus sambil membuka lebar pintu rumahnya dan bermaksud mengusir siapa saja yang berani mengganggu waktu istimewanya bersama PSP tercinta. Sebenarnya bisa saja Kyuhyun menyuruh salah satu pelayan rumahnya untuk membukakan pintu, tapi karena Kyuhyun terlalu kesal akibat waktu intimnya bersama dengan kekasih kecilnya itu terganggu, dia ingin langsung memarahi orang yang terus menekan bel rumahnya tersebut. Jadi bisa dipastikan betapa terkejutnya Kyuhyun saat dia membuka pintu, dia berhadapan dengan Siwon yang memamerkan senyum berlesung pipinya kepada Kyuhyun.

“Siwon oppa?” Kyuhyun mencoba memastikan pengelihatannya sendiri apakah pemuda yang ada di depannya benar adalah Siwon. Kyuhyun benar-benar tidak menyangka bahwa Siwon akan datang langsung ke rumahnya tanpa pemberitahuan sebelumnya.

“Hai Kyu.” Kyuhyun tersentak kala Siwon memanggilnya. Kyuhyun lega melihat Siwon berdiri di depannya sekarang dengan raut wajah yang lebih tenang dari sebelumnya. Kepergian Jihyun secara langsung mengikis ketegaran hati yang dimiliki oleh Siwon dan hal tersebut mengkhawatiran bagi Kyuhyun. Akan tetapi melihat Siwon sekarang yang terlihat lebih tenang dan sudah mampu untuk tersenyum, Kyuhyun bisa bernafas lega. Kyuhyun juga senang karena sekarang dia sudah bertemu lagi dengan Siwon. Kyuhyun merindukan Siwon sebab dia belum sama sekali bertemu lagi sejak kepergian dan pemakaman Jihyun.

“Um, Kyu. Kau tidak apa-apa?” tanya Siwon cemas karena Kyuhyun terus saja menatapnya dan terpaku di tempatnya sekarang. Pertanyaan Siwon tadi membuyarkan lamunan Kyuhyun dan segera saja gadis itu membukakan pintu rumahnya lebar-lebar agar Siwon bisa masuk namun satu gerakan tangan Siwon menghentikan Kyuhyun untuk membuka pintu tersebut.

“Diluar saja Kyu, oppa takkan lama.” Sahut Siwon lalu menarik tangan Kyuhyun supaya gadis itu mengikutinya keluar dari rumah lalu mengajak Kyuhyun duduk di teras depan rumah Kyuhyun. Kyuhyun yang masih kebingungan karena Siwon menolak masuk dan lebih memilih berbicara diluar hanya terdiam menunggu apa yang akan dikatakan oleh kekasihnya tersebut. Kyuhyun sedikit merasa ada yang salah dengan kedatangan Siwon sekarang. Seperti ada sesuatu yang buruk yang akan terjadi kepada mereka berdua.

“Ada apa oppa?”

“Kau benar-benar manis ya sekarang. Terus memanggilku oppa.” Goda Siwon sambil tersenyum. Kyuhyun berdecak kesal lalu dengan tenang mencubit lengan Siwon.

“Aww! Kyu! Kenapa kau mencubitku?”

“Hukuman karena kau itu terlalu banyak maunya. Bukannya kau yang ingin dipanggil seperti itu. Kenapa sekarang justru mengeluh?!” tukas Kyuhyun sengit. Siwon langsung tertawa dan mengacak rambut Kyuhyun sayang. Gadis di depannya sekarang memang lain daripada yang lain. Siwon merasa dirinya selalu nyaman dan tenang jika berdekatan dengan Kyuhyun. Siwon kali ini menemukan seseorang yang bisa dia percaya untuk menjadi tempatnya berkeluh kesah.

Siwon menatap lembut wajah manis Kyuhyun. Tawanya sudah mereda meski masih menyisakan senyum menawan di wajah tampannya. Siwon lalu mengangkat salah satu tangannya dan mengarahkannya ke pipi tembem Kyuhyun. Jari-jarinya membelai lembut pipi itu, membuat si empunya hanya terdiam karena terkejut dengan tindakan spontan Siwon dan merona merah. Namun Kyuhyun tidak menepis tangan Siwon. Kyuhyun justru menggerakkan tangannya sendiri meraih tangan Siwon yang ada dipipinya dan menggenggamnya.

“Aku mencintaimu Kyu. Kau tahu itu bukan?!” ungkap Siwon semakin menambah rona merah di wajah Kyuhyun. Akan tetapi Kyuhyun juga merasakan keanehan dari ungkapan hati Siwon tadi. Siwon mengungkapkannya seakan-akan ini adalah ungkapan terakhirnya. Seakan-akan dia akan pergi.

“Oppa?”

“Aku mencintaimu Cho Kyuhyun dan tampaknya aku tidak bisa berpaling ke siapa pun lagi.” Ungkap Siwon lagi tak menghiraukan panggilan takut Kyuhyun. Siwon mendekatkan tubuhnya ke arah Kyuhyun sekaligus menarik wajah manis yang akan dirindukannya itu untuk memberikan Kyuhyun ciuman yang tidak akan bisa dilupakan gadis itu.

Siwon menempelkan bibirnya ke bibir merah Kyuhyun dan memagutnya perlahan. Siwon melumat bibir itu dengan lembut. Siwon merasakan Kyuhyun mulai membalas ciumannya. Mereka bergantian melumat bibir pasangan masing-masing. Jika Siwon melumat bibir atas Kyuhyun, Kyuhyun akan melumat bibir bawah Siwon dan sebaliknya, terus menerus. Tak lupa Siwon menjilat sedikit bibir Kyuhyun agar gadis itu membuka mulutnya dan membiarkan Siwon memainkan lidah di rongga mulut Kyuhyun. Mereka beradu lidah dan bertukar saliva saling menikmati rasa masing-masing sampai paru-paru tidak mampu lagi mendukung kegiatan mereka, belum lagi posisi tak nyaman Siwon yang setengah berdiri. Mereka pun melepaskan pagutan bibir mereka dan saling menatap.

Siwon akhirnya berdiri membawa serta Kyuhyun untuk ikut berdiri lalu memeluknya erat. Siwon merengkuh tubuh gadis tercintanya itu, meletakkan kepalanya di pucuk kepala Kyuhyun sambil sesekali mencium pucuk kepala itu dan menghirup aroma sampo yang terkuar dari rambut hitam milik Kyuhyun. Kyuhyun sendiri membalas pelukan Siwon sama eratnya dan dia juga membenamkan wajahnya di dada Siwon. Kyuhyun pun menikmati aroma khas dan parfum Siwon yang manjadi satu. Karena posisinya itu, Kyuhyun tidak menyadari raut wajah kesedihan dari Siwon. Raut wajah yang sebentar lagi akan menular kepadanya.

“Baby.” Masih dengan memeluk Kyuhyun, Siwon memanggil nama Kyuhyun agar perhatian gadis itu tertuju padanya.

“Ya oppa.”

“Jika oppa pergi, kau mau menunggu oppa?” tanya Siwon perlahan. Tubuh Kyuhyun langsung menegang ketika dia mendengar pertanyaan itu dari Siwon. Firasat buruknya yang sempat hilang saat Siwon menciumnya kembali datang. Tanpa sadar Kyuhyun mengeratkan pelukannya. Kedua tangannya yang berada di punggung Siwon meremas kencang jaket pemuda tinggi tersebut.

“Memangnya oppa mau pergi kemana?” tanya Kyuhyun balik. Siwon menghela nafas berat. Ternyata memberitahu Kyuhyun lebih berat daripada ketika dia memberitahu Hyunjae, Hyori dan Hwangsoo.

“Oppa harus pergi sayang.” Balas Siwon mencoba menjelaskan dengan hati-hati kepada Kyuhyun. Perasaan takut Kyuhyun memuncak saat mendengar Siwon mengucapkan hal tadi.

“Kemana?” tanya Kyuhyun. Dia berharap Siwon hanya akan pergi ke luar kota, ke tempat yang masih bisa dia jangkau.

“Oppa akan pergi ke Jepang.” Jawab Siwon lagi. Kyuhyun tersentak mendengar Siwon akan pergi ke luar negeri. Bukan berarti Kyuhyun tidak sanggup pergi ke Negara matahari terbit itu, namun jika Siwon pergi untuk waktu yang cukup lama, tentu Kyuhyun akan kesulitan dengan masih banyaknya yang harus dia selesaikan disini.

“Berapa lama?” tanya Kyuhyun sekali lagi, masih berharap bahwa Siwon disana hanya untuk sementara saja. Akan tetapi harapan selalu tidak pernah sesuai dengan kenyataan.

“Oppa tidak tahu.” Jawab Siwon lagi. Kyuhyun memejamkan matanya berharap semua ini hanya mimpi buruk, namun dekapan Siwon sekarang nyata. Kecupan di kepalanya nyata. Siwon yang berada bersamanya sekarang nyata. Berita buruk itu nyata dan kenyataan bahwa pemuda tersebut akan meninggalkannya benar adanya. Kyuhyun mendorong tubuh Siwon dengan kasar lalu berjalan mundur ke arah pintu rumahnya.

“Pergi.” Sahut Kyuhyun lemah. Kyuhyun tidak tahu harus merasakan apa sekarang. Sedih, kecewa, marah. Kyuhyun tidak tahu. Yang Kyuhyun tahu, sekarang dia tidak mau melihat wajah kekasihnya itu.

“Baby..” panggil Siwon memelas. Dia bisa menduga reaksi Kyuhyun akan seperti ini, namun Siwon masih tidak sanggup menerima tatapan penuh kekecewaan dari mata Kyuhyun. Kyuhyun menggelengkan kepalanya, tidak mau mendengar apapun dari mulut Siwon.

“Pergi kataku.” Sahut Kyuhyun lagi dan kali ini lebih keras. Dia sudah bersandar di pintu rumahnya dan sudah membuka pintu tersebut. Siwon tidak mau menyerah begitu saja. Dia harus bisa membuat Kyuhyun mengerti bahwa kepergiannya ini adalah demi mereka juga.

“Kyuhyun, dengarkan oppa dulu..”

“PERGI!!” teriak Kyuhyun dan langsung masuk ke dalam rumahnya dan menutup pintu dengan keras. Ketika sudah di dalam rumah, Kyuhyun yang tidak sanggup menahan tubuhnya sendiri, terduduk di lantai depan pintu. Dia memeluk lututnya sendiri dan mulai menangis. Awalnya hanya isakan-isakan kecil namun berujung pada tangisan yang menyayat hati. Kyuhyun menangis keras, meraung-raung memanggil nama Siwon. Gadis itu sungguh tidak sanggup menutupi kesedihan hatinya karena kekasih yang dia cintai akan pergi meninggalkannya.

Tangisan Kyuhyun pun tidak luput dari pendengaran Siwon yang masih berdiri di depan pintu yang tertutup. Pemuda berlesung pipi itu menghentakan dahinya sendiri ke pintu rumah Kyuhyun sambil terus mengucapkan kata maaf. Siwon pun sudah tidak sanggup menahan airmatanya yang ikut turun menemani kesedihannya.

“Baby, maafkan oppa. Maafkan oppa.”

TBC

Advertisements