Tags

, , , , ,

Someday We'll Know Rev

( 。・_・。)(。・_・。 )

Title : Someday We’ll Know 12

Pairing : Wonkyu, Yunjae, Kangteuk

Genre : Romance, Angst, Family

Rating : PG

Disclaimer : All casts are belong to their self and God, the poster belong to @SuciiCho

Warning : Un-betaed a.k.a. Typos, GS, a little mention of drugs used, Several OC, a rather fast plot, OOC, AU

Summary : Where is happiness? Only you could answer that.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

“Oppa!” pekiknya memanggil Siwon. Siwon menoleh dan melihat Sungmin sedang tersenyum kepadanya.

“Sungmin.”

“Oppa butuh tumpangan? Aku bisa mengantarkan oppa ke tempat Kangin oppa.” Tawar Sungmin masih dengan senyumnya. Meskipun cintanya telah di tolak oleh Siwon, namun Sungmin masih menyayangi pria tinggi itu. Sungmin masih berharap jika suatu saat Siwon akan berpaling dari Kyuhyun dan memilih dirinya. Sungmin akan melakukan cara apapun agar mendapat simpati dari Siwon, seperti sekarang. Berbuat baik dan bersikap lembut kepada Siwon adalah langkah yang tepat bukan?! Terutama jika Siwon tidak menolak tawaran-tawarannya seperti yang sekian lama ini selalu Siwon lakukan setelah Sungmin mengutarakan cintanya. Sungmin berharap kali ini Siwon mau menerima tawarannya.

Tuhan sepertinya berbaik hati kepada Sungmin karena tidak lama setelah Sungmin menawarakan tumpangan itu, Siwon menatapnya dan tersenyum meski senyum itu terlalu kaku dan dipaksakan.

“Apakah kau tidak keberatan?” tanya Siwon.

“Tentu saja tidak. Aku akan mengantar oppa ke tempat yang oppa mau.”

“Benarkah? Kalau begitu, maukah kau mengantarku mencari Yunho?” entah apa yang membuat Siwon bertanya demikian kepada Sungmin, wanita yang jelas-jelas masih menaruh hati kepadanya. Siwon tahu jika dia masih berdekatan dengan Sungmin, dia seperti menaruh harapan kepada wanita bermarga Lee tersebut dan Siwon tidak ingin demikian demi menjaga perasaan Kyuhyun dan Sungmin.

Namun untuk saat ini, Siwon seakan tidak perduli dengan itu semua. Yang Siwon perdulikan hanyalah bala bantuan untuk menemukan Yunho karena sejak Siwon menerima berita buruk dari kampus Yunho, adiknya itu tidak bisa dihubungi sama sekali. Siwon tidak mungkin mencari Yunho dengan kendaraan umum karena terlalu memakan waktu. Dia juga tidak bisa meminta bantuan Kangin karena Siwon masih belum mau kejadian dengan Yunho diketahui oleh orang banyak.

Di saat Siwon kebingungan, muncul Sungmin yang menawarkan bantuan itu. Dan demi menemukan Yunho, Siwon akhirnya mau menerima tawaran Sungmin. Dia berharap dengan bantuan Sungmin, Siwon mampu menemukan Yunho dengan segera.

“Yunho? Memang dia kemana? Apa dia tidak kuliah?” tanya Sungmin bertubi-tubi.

“Nanti saja aku jelaskan. Kau mau membantuku Sungmin-ah?” tanya Siwon balik membuat kening Sungmin berkerut heran namun gadis manis itu hanya memilih tak menuntut jawaban dari Siwon dan tersenyum lalu mengangguk sembari menjawab Siwon.

“Tentu oppa. Masuklah. Kita cari Yunho bersama-sama.”

“Terima kasih Min. Aku berhutang kepadamu.” Mendengar kalimat itu, Sungmin tersenyum penuh arti. Dia melihat seksama ke arah Siwon yang sudah masuk ke dalam mobilnya dan duduk di kursi penumpang.

Tentu kau berhutang kepadaku oppa dan suatu hari nanti aku pasti akan menagihnya. Batin Sungmin lalu melajukan mobilnya ke jalanan kota.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Enam Bulan Kemudian

Siwon menatap kosong ke arah ruangan sidang yang sebelumnya penuh dengan orang-orang. Kedua bola mata yang sejak persidangan tidak menunjukkan apapun sekarang mulai berkaca-kaca dan pada akhirnya mengeluarkan bulir kristalnya.

Siwon menangis dalam diam. Siwon menangisi dirinya yang telah gagal. Gagal sebagai pengganti orang tuanya, gagal memegang janjinya sebagai seorang pria, gagal menjadi seorang kakak yang baik dan dapat diandalkan untuk satu-satunya anggota keluarganya.

Siwon menutup matanya perlahan. Ingin rasanya dia mengakhiri aliran airmata ini karena airmata ini tidak berguna sama sekali. Mereka hanya menegaskan kegagalan Siwon. Siwon menarik nafas dan menghembuskannya perlahan sebelum membuka matanya dan menatap kembali ruangan kosong itu. Pandangan kosongnya berubah sendu sebelum akhirnya dia berbalik meninggalkan ruangan itu.

Siwon baru melangkahkan kakinya tiga langkah ketika satu suara yang dikenal baik olehnya memanggil namanya.

“Siwon hyung.” Siwon tidak membalikan tubuhnya. Dia hanya berdiri di tempatnya semula membiarkan si pemanggil melanjutkan ucapannya jika memang ada yang ingin orang itu sampaikan.

“Siwon hyung.” Panggilnya lagi. Siwon masih tidak bergeming dari tempatnya dan itu membuat si pemanggil gelisah.

“Siwon hyung, maa…”

“Jangan lanjutkan!” potong Siwon cepat ketika dia mengerti orang itu bermaksud meminta maaf kepadanya. Siwon tidak ingin mendengar pemintaan maaf yang tak perlu karena semua ini bukanlah salah orang itu. Siwon berpikir seharusnya orang itu membencinya. Atau mungkin sebenarnya orang itu bukan ingin meminta maaf melainkan ingin mengucapkan kata perpisahan? Jika demikian, maka benar sikap Siwon untuk memotong ucapannya karena Siwon tidak mau mendengar kata perpisahan keluar dari orang tersebut meski kenyataannya, hal itu telah terjadi.

Sedangkan orang yang dimaksud yaitu Yunho, tersentak dengan bentakan Siwon. Dia bermaksud meminta maaf tetapi mengapa Siwon justru menyelanya. Pemuda itu mengira Siwon masih marah kepadanya akibat ulah tak bertanggung jawabnya. Yunho mencoba sekali lagi untuk mengutarakan maksud hatinya, namun usahanya tak membuahkan hasil karena Siwon tetap menyelanya.

“Tapi hyung, aku…”

“Tidak ada yang perlu kau katakan lagi Yun. Aku mengerti.” Ucap Siwon. Dia terus menyela perkataan Yunho sampai pemuda itu sepertinya menyerah karena Siwon tidak mendengar lagi Yunho memanggilnya. Siwon menghela nafas panjang sebelum kembali melanjutkan langkahnya yang tertunda.

Sementara Yunho, dia langsung panik melihat Siwon yang beranjak pergi. Yunho berusaha mengejar Siwon namun langkahnya tertahan oleh sebuah tangan yang memegang lengannya dengan erat.

“Tidak Yun, biarkan Siwon sendiri dulu.”

“Tapi appa, aku ingin meminta maaf kepada Siwon hyung. Aku, aku…”

“Appa mohon Yun, semua ini terlalu berat untuk Siwon. Jangan menambah bebannya lagi.”

“Tapi appa, aku yang menyebabkan hyung menanggung beban ini. Ak… aku…” perkataan Yunho terhenti karena dia tak sanggup lagi berbicara. Sekarang hanya isakan demi isakan penyesalan yang terlontar dari bibir Yunho. Isakan dan sebuah permintaan maaf yang tak terdengar oleh Siwon.

“Maa… maafkan… hiks… aku, hyung… hiks… Ak… aku…hiks… mohon, maafkan aku… hiks…”

Jung Hwangsoo ikut terduduk di lantai koridor pengadilan itu. Dengan lembut, pria berwibawa itu merengkuh tubuh kurus Yunho. Hwangsoo mencoba menenangkan anak yang sedari kecil dirawatnya itu. Hwangsoo tahu bagaimana terpukulnya Yunho harus kembali dipisahkan dari sang kakak, terlebih lagi kali ini perpisahan mereka secara tidak langsung disebabkan oleh dirinya.

“Yun…”

“Appa! Bagaimana ini appa?! Mengapa aku tak pernah bisa membahagiakan Siwon hyung?! Kenapa aku selalu saja melukai hatinya?!” tanya Yunho lantang meski teredam dalam pelukan Hwangsoo. Hwangsoo sendiri tak bisa menjawab karena dia tak memiliki jawaban. Yang bisa dia lakukan sekarang adalah mengikuti putusan pengadilan mengenai Yunho.

Pengadilan memutuskan agar Yunho tidak lagi berada dalam pengawasan Siwon melainkan bersamanya. Hwangsoo sendiri sampai harus datang ke Jepang demi memenuhi panggilan persidangan dan mendengar putusan hakim.

Hwangsoo terus memeluk Yunho yang masih menangis dan terkadang berteriak histeris. Pria itu berusaha menggantikan posisi Siwon yang sepertinya saat ini paling dibutuhkan oleh Yunho namun tak bisa bersamanya.

Sementara itu di luar gedung pengadilan, Siwon tampak berdiri memandang gedung besar itu. Pemuda berusia 22 tahun itu terus memandang sambil berpikir tentang alur hidupnya yang tak pernah lepas dari masalah. Hidup memang penuh dengan masalah tapi apakah berlebihan jika Siwon menginginkan kehidupan yang senantiasa bahagia.

Tuhan ternyata hanya memberikan waktu yang singkat baginya untuk merasakan persaudaraan yang indah dengan Yunho sebelum akhirnya mereka harus dipisahkan lagi.

Sebelum persidangan, Siwon selalu bertanya kepada dirinya sendiri dimana kesalahannya dalam mengurus Yunho? Dimana kesalahannya sehingga Yunho terjerumus lingkaran setan bernama narkoba? Dimana kesalahannya sehingga untuk kedua kalinya, semua orang tidak mempercayai dirinya?

Entahlah. Siwon tak bisa menjawab semua pertanyaan itu. Yang dia tahu adalah semua orang berpikiran sama tentangnya. Lalai, tidak bertanggung jawab, dan terlalu muda untuk menangung diri sendiri terlebih lagi orang lain yang masih membutuhkan pengawasan.

Siwon tahu itu karena pengadilan pun memutuskan menyerahkan pengawasan Yunho kepada Jung Hwangsoo meski dia bukan appa kandung Yunho karena pengadilan menilai dirinya lalai dan kelalaian itu hampir menyebabkan Yunho meninggal.

Tentu saja putusan pengadilan itu merupakan pukulan telak bagi Siwon. Itu berarti Siwon tak bisa hidup bersama sang adik padahal dia ingin memulihkan kondisi Yunho yang sampai saat ini masih dalam rehabilitasi karena kecenduan narkoba. Namun hakim berkata lain sejak peristiwa Yunho yang hampir tewas karena over dosis.

Peristiwa itu menjadi tolak ukur putusan hakim dan pengadilan bahwa Siwon memang lalai. Ditambah dengan fakta sebagian besar waktu Siwon digunakan untuk bekerja sehingga dianggap Yunho kekurangan kasih sayang dan perhatian sampai akhirnya terjerumus dalam obat-obatan terlarang.

Meski putusan pengadilan sangat berat diterima oleh Siwon namun dia hanya bisa diam. Selama persidangan Siwon hanya terpaku, menerima semua tuduhan dan tidak memberikan pembelaan. Tidak ada yang bisa Siwon lakukan selain mencoba menerima putusan tersebut karena di sudut hatinya, dia tahu semua tuduhan itu benar. Dia memang kurang perhatian kepada Yunho. Dia tidak bisa membimbing Yunho. Dia terlalu percaya diri menganggap dirinya mampu menjaga dan merawat Yunho yang bahkan hanya berbeda 2 tahun darinya.

Siwon sadar dia terlalu keras kepala ketika memutuskan ingin hidup berdua dengan Yunho. Dia paham sekarang, apa yang dia punya belum cukup untuk menompang Yunho dan dirinya. Seharusnya dia mengikuti kata-kata appa dan umma Yoo dan juga appa Jung. Jika dia mengikuti ucapan mereka, maka Yunho tidak mungkin seperti sekarang. Jika… Jika…

Siwon tahu percuma untuk mengembalikan waktu. Semua sudah terjadi dan karena itu, mau tidak mau Siwon harus menerima kenyataan terpisah sekali lagi dengan adiknya. Meski sakit, Siwon harus menerima semua ini. Meski kesepian, Siwon akan tetap menjalani kehidupannya sendiri.

Ya, sendiri. Siwon memutuskan akan melanjutkan hidupnya sendiri. Tidak ada Yunho, tidak ada appa dan umma Yoo, tidak ada appa Jung, tidak ada Kangin dan Leeteuk, dan tidak ada Kyuhyun.

Siwon tak mungkin kembali ke Korea, menemui appa dan umma Yoo karena kembali ke Korea hanya menambah luka hati dan mengingatkan dia akan kegagalannya. Siwon pun tak mungkin kembali kepada Kangin dan Leeteuk karena adanya Sungmin, sepupu Leeteuk.

Mengapa Sungmin menjadi alasan? Karena Sungmin adalah alasan kandasnya hubungan antara Siwon dan Kyuhyun.

Siwon dan Kyuhyun berpisah sebulan lalu karena kesalah pahaman dari pihak Kyuhyun yang menuduh Siwon selingkuh dengan Sungmin. Waktu itu Kyuhyun berkunjung karena dia merasa ada yang tidak beres dengan pemanggilan Hwangsoo ke Jepang. Kyuhyun bermaksud menemui Siwon di apartemen miliknya namun yang dia temui adalah Sungmin yang sedang memeluk Siwon bahkan gadis pencinta warna merah muda itu mencium bibir Siwon.

Kyuhyun merasa dikhianati karena memang sedari awal dia bertemu dengan Sungmin, dia tahu gadis itu menaruh rasa suka kepada Siwon. Namun yang lebih membuat Kyuhyun sakit hati adalah Siwon yang diam saja membiarkan Sungmin menciumnya.

Padahal yang terjadi adalah sudut pandang Kyuhyun yang salah. Gadis manis itu hanya melihat dari segi dirinya sendiri dan berasumsi tanpa meminta penjelasan dari Siwon. Kyuhyun tidak melihat bahwa Siwon dan Sungmin tidaklah berciuman seperti yang tampak di mata bulatnya. Siwon dan Sungmin memang berpelukan karena Siwon ingin membalas kebaikan Sungmin yang telah membantunya dalam masalah Yunho serta meminta maaf karena sudah menolak sekali lagi pernyataan cinta Sungmin. Sungmin pun meminta Siwon memeluknya terakhir kali sebelum Sungmin benar-benar menyudahi perjuangannya untuk mendapatkan hati Siwon.

Hanya saja, angle dan waktu yang tidak tepat membuat Kyuhyun salah paham dan tentunya menyebabkan kekasih Siwon itu marah besar. Saking marahnya Kyuhyun sampai menampar Siwon dan berkata pedas serta menusuk hati kepada Siwon. Kata-kata yang berkaitan dengan Yunho yang pada saat itu sedang dirawat karena masalah over dosis-nya.

Tanpa mendengarkan penjelasan Siwon pun, Kyuhyun meminta putus dan berlalu begitu saja. Membiarkan Siwon yang sedang terpuruk atas keadaan Yunho semakin terpukul karena dia tak mendapatkan kepercayaan dan pengertian dari gadis yang paling dia cintai.

Siwon menghela nafas panjang sekali lagi. Dia tertawa miris. Sudah berapa kali dia menghela nafasnya sejak tadi? Orang bilang jika sekali menghela nafas maka satu kebahagiaan akan hilang dari dirinya. Siwon berpikir mungkin perkataan itu benar adanya.

Kebahagiaan Siwon sudah meninggalkan dirinya dan kali ini Siwon tidak menyalahkan siapa-siapa selain dirinya sendiri. Ini salahnya dan tidak seorang pun yang bisa membuatnya merasa lebih baik. Sejak dulu, sejak dia tinggal dengan Seungwoo, sejak Jihyun meninggalkan mereka berdua, Siwon merasa semua itu salahnya dan ketika hal ini terjadi, semakin menegaskan bahwa semua yang terjadi adalah salahnya.

Siwon menatap untuk terakhir kali gedung itu sebelum melangkahkan kakinya masuk ke sebuah taksi yang sudah menunggunya sejak tadi. Dia meminta sang supir untuk segera jalan.

Siwon akan pergi. Siwon harus pergi. Dia tak bisa berada di samping orang-orang yang dia sayangi lagi. Dia tak mau keberadaan hanya membuat mereka tak nyaman. Walau Siwon tahu mereka menyayanginya, namun Siwon juga tahu hanya ini jalan satu-satunya yang terbaik untuk semuanya. Kembali ke keadaan disaat dia dan Seungwoo tak pernah ada.

“Selamat tinggal.” Ucapnya yang hilang bersama dengan angin. Taksi itu terus membawa Siwon ke tempat yang menurutnya mampu menyembuhkan luka hatinya.

Apartemen Siwon dan Yunho

Kangin membuka pintu apartemen sahabat yang sudah dianggap seperti adik kandungnya itu dengan perlahan. Matanya menyusuri setiap sudut apartemen yang ditinggali selama beberapa tahun oleh Siwon dan Yunho dengan pandangan sendu. Kangin lalu melepas sepatunya, mengganti dengan sandal rumah yang masih ada disana, melangkah ke arah sebuah sofa dan mendudukinya.

“Siwon-ah… Mengapa jadi rumit seperti ini hidupmu?” gumam Kangin setelah lama dia memandang tak tentu ke penjuru apartemen itu. Kangin tidak mengerti mengapa Sulit sekali hidup yang dihadapi oleh Siwon. Baru sebentar dia merasakan kebahagiaan setelah sekian lama berjuang dalam kerasnya hidup, sekarang kebahagiaan itu harus direnggut kembali.

Kangin sudah mendengar perihal Yunho dan dia pun sangat kecewa akan tindakan adik kandung Siwon itu. Sampai saat ini Kangin tak mengerti mengapa Yunho bisa sampai seperti itu. Apa dia tidak memikirkan dampak yang akan menimpanya dan tentu saja Siwon sebagai walinya?

Nasi sudah menjadi bubur. Tidak ada gunanya memikirkan ini salah siapa. Yang terjadi sekarang adalah perpisahan menyakitkan antara Siwon dengan semua orang yang dia cintai.

Kangin menghela nafas panjang sebelum dia membuka amplop surat yang dititipkan Siwon kepada pemilik apartemen sebelum dia pergi. Ya, Siwon sempat kembali ke apartemennya sebelum pergi dan dia juga sempat memberikan surat yang ditujukan kepada siapa pun yang mencarinya di apartemen.

Kangin melihat tulisan tangan Siwon terlebih dahulu sebelum membacanya dengan seksama.

Untuk semua yang aku sayangi,

Siapa pun yang membaca surat ini, Kangin hyung atau mungkin saja Yunho meski aku tidak berharap jauh, aku berterima kasih karena masih mau datang ke apartemen untuk mencariku.

Aku tidak akan berbicara panjang di surat ini. Aku hanya ingin menyampaikan kata maaf. Maaf karena aku harus menjadi pengecut dan memilih pergi. Maaf karena aku tak bisa menjadi seseorang yang bisa diandalkan. Maaf.

Aku baik-baik saja. Tak usah mencemaskan aku. Aku akan tetap mengejar mimpiku meski sekarang harus aku lakukan sendiri. Aku pasti mampu melalui ini semua. Semuanya sudah menjadi bagian dari hidupku. Mungkin saat aku kembali nanti, aku bisa menjadi seseorang yang lebih baik, lebih bijak.

Untuk Kangin hyung, terima kasih karena selama ini selalu ada di sampingku dan membantuku di saat aku benar-benar membutuhkan sandaran. Disaat aku ingin ada seorang teman yang sanggup mendengarkan keluh kesahku. Sampaikan salamku untuk Leeteuk noona. Kalian benar-benar serasi. Semoga bahagia.

Untuk Jaejoong noona, kita memang jarang berbicara tapi aku berterima kasih kepadamu karena mau mencintai adikku yang nakalnya minta ampun itu. Aku mohon tetaplah berada disisinya sampai kapan pun. Kalian cocok satu sama lain, aku bisa merasakannya. Aku yakin kalian akan berbahagia berdua.

Untuk appa dan umma Yoo, terima kasih sudah menjadi pengganti orang tua disaat appa dan umma tidak bisa lagi menemaniku. Terima kasih karena kalian lah aku memiliki kesempatan kedua untuk hidup. Kalian selalu mendapatkan tempat di hatiku sebagai orang tua yang menyayangiku. Maafkan aku yang tak sanggup menjadi anak yang berbakti.

Untuk appa Jung, terima kasih karena sudah menjaga Yunho disaat aku tidak ada disisinya. Dan sekarang, aku mohon agar appa bisa menjalankan peran sebagai wali Yunho sekali lagi. Aku mohon jagalah Yunho karena aku tak bisa dan aku rasa appa lebih baik daripada aku dalam hal itu.

Untuk Sungmin-ssi, meski pertemuan kita singkat tapi terima kasih karena sudah mencintaiku. Aku memang tidak bisa membalas rasamu itu akan tetapi aku selalu menyayangimu sebagai adikku. Kau sangat baik dan manis, pasti ada seseorang yang lebih layak dari aku untuk mendampingimu.

Untuk Kyuhyun, aku mencintaimu. Aku mencintaimu dan akan selalu mendoakan kebahagiaanmu. Terima kasih untuk kebersamaan kita meski akhirnya aku harus menyakitimu sengaja maupun tidak disengaja. Maafkan aku. Dan aku tak akan pernah bosan mengatakan ini kepadamu. Aku mencintaimu. Sejak pertama kita bertemu, sekarang, selalu. Jika aku termasuk dalam tokoh fantasi seperti vampire dan werewolf, maka aku tak segan mengatakan kata ‘selamanya’. Kau adalah belahan jiwaku Kyu dan akan terus menjadi belahan jiwaku, meski bagimu aku bukanlah hal itu.

Untuk Yunho, hyung pergi saeng. Maafkan hyung tak mampu menjagamu seperti perkiraan hyung. Hyung terlalu egois dan tidak bisa memberikan kasih sayang yang kau perlukan. Jaga dirimu baik-baik. Jangan membuat appa Jung dan Jaejoong noona susah.

Yun, hanya tinggal dirimu satu-satunya keluarga hyung. Hyung selalu mendoakan kebahagiaanmu, dimana pun hyung berada. Walau kau tak bisa melihat dan menjangkau hyung, tapi hyung akan berusaha menjagamu. Terima kasih karena kau telah menjadi adikku, Hyung menyayangimu, Yun.

Apa ini?! Padahal tadi aku bilang tidak akan berbicara panjang lebar tapi jadi begini. Maaf ya.

Ya sudah. Aku pergi. Jaga diri. Maaf dan terima kasih sekali lagi.

Choi Siwon

Selesai membaca surat Siwon, Kangin tak kuasa menahan airmatanya. Surat ini seakan menegaskan bahwa Siwon tidak akan lagi kembali kepada mereka. Siwon pergi dan itulah kenyataannya.

TBC

Advertisements