Tags

, , , , ,

Someday We'll Know Rev

( 。・_・。)(。・_・。 )

Title : Someday We’ll Know 13

Pairing : Wonkyu, Yunjae, Kangteuk

Genre : Romance, Angst, Family

Rating : PG

Disclaimer : All casts are belong to their self and God, the poster belong to @SuciiCho

Warning : Un-betaed a.k.a. Typos, GS, a little mention of drugs used, Several OC, a rather fast plot, OOC, AU

Summary : Where is happiness? Only you could answer that.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

Untuk semua yang aku sayangi,

Siapa pun yang membaca surat ini, Kangin hyung atau mungkin saja Yunho meski aku tidak berharap jauh, aku berterima kasih karena masih mau datang ke apartemen untuk mencariku.

Aku tidak akan berbicara panjang di surat ini. Aku hanya ingin menyampaikan kata maaf. Maaf karena aku harus menjadi pengecut dan memilih pergi. Maaf karena aku tak bisa menjadi seseorang yang bisa diandalkan. Maaf.

Aku baik-baik saja. Tak usah mencemaskan aku. Aku akan tetap mengejar mimpiku meski sekarang harus aku lakukan sendiri. Aku pasti mampu melalui ini semua. Semuanya sudah menjadi bagian dari hidupku. Mungkin saat aku kembali nanti, aku bisa menjadi seseorang yang lebih baik, lebih bijak.

Untuk Kangin hyung, terima kasih karena selama ini selalu ada di sampingku dan membantuku di saat aku benar-benar membutuhkan sandaran. Disaat aku ingin ada seorang teman yang sanggup mendengarkan keluh kesahku. Sampaikan salamku untuk Leeteuk noona. Kalian benar-benar serasi. Semoga bahagia.

Untuk Jaejoong noona, kita memang jarang berbicara tapi aku berterima kasih kepadamu karena mau mencintai adikku yang nakalnya minta ampun itu. Aku mohon tetaplah berada disisinya sampai kapan pun. Kalian cocok satu sama lain, aku bisa merasakannya. Aku yakin kalian akan berbahagia berdua.

Untuk appa dan umma Yoo, terima kasih sudah menjadi pengganti orang tua disaat appa dan umma tidak bisa lagi menemaniku. Terima kasih karena kalian lah aku memiliki kesempatan kedua untuk hidup. Kalian selalu mendapatkan tempat di hatiku sebagai orang tua yang menyayangiku. Maafkan aku yang tak sanggup menjadi anak yang berbakti.

Untuk appa Jung, terima kasih karena sudah menjaga Yunho disaat aku tidak ada disisinya. Dan sekarang, aku mohon agar appa bisa menjalankan peran sebagai wali Yunho sekali lagi. Aku mohon jagalah Yunho karena aku tak bisa dan aku rasa appa lebih baik daripada aku dalam hal itu.

Untuk Sungmin-ssi, meski pertemuan kita singkat tapi terima kasih karena sudah mencintaiku. Aku memang tidak bisa membalas rasamu itu akan tetapi aku selalu menyayangimu sebagai adikku. Kau sangat baik dan manis, pasti ada seseorang yang lebih layak dari aku untuk mendampingimu.

Untuk Kyuhyun, aku mencintaimu. Aku mencintaimu dan akan selalu mendoakan kebahagiaanmu. Terima kasih untuk kebersamaan kita meski akhirnya aku harus menyakitimu sengaja maupun tidak disengaja. Maafkan aku. Dan aku tak akan pernah bosan mengatakan ini kepadamu. Aku mencintaimu. Sejak pertama kita bertemu, sekarang, selalu. Jika aku termasuk dalam tokoh fantasi seperti vampire dan werewolf, maka aku tak segan mengatakan kata ‘selamanya’. Kau adalah belahan jiwaku Kyu dan akan terus menjadi belahan jiwaku, meski bagimu aku bukanlah hal itu.

Untuk Yunho, hyung pergi saeng. Maafkan hyung tak mampu menjagamu seperti perkiraan hyung. Hyung terlalu egois dan tidak bisa memberikan kasih sayang yang kau perlukan. Jaga dirimu baik-baik. Jangan membuat appa Jung dan Jaejoong noona susah.

Yun, hanya tinggal dirimu satu-satunya keluarga hyung. Hyung selalu mendoakan kebahagiaanmu, dimana pun hyung berada. Walau kau tak bisa melihat dan menjangkau hyung, tapi hyung akan berusaha menjagamu. Terima kasih karena kau telah menjadi adikku, Hyung menyayangimu, Yun.

Apa ini?! Padahal tadi aku bilang tidak akan berbicara panjang lebar tapi jadi begini. Maaf ya.

Ya sudah. Aku pergi. Jaga diri. Maaf dan terima kasih sekali lagi.

Choi Siwon

( 。・_・。)(。・_・。 )

Tiga Tahun Kemudian – Kediaman Keluarga Jung

Kediaman mewah itu terlihat ramai dengan orang-orang yang sibuk menyiapkan sesuatu. Bunga, kursi yang ditata sedemikan rupa cantiknya, karpet yang digelar dan masih banyak macam kegiatan lainnya menandakan akan ada perhelatan penting yang digelar. Nuansa putih pun mendominasi hampir seluruh ornamen di rumah megah itu. Tampaknya acara yang akan dilangsungkan adalah acara besar yaitu resepsi pernikahan antara Choi Yunho dan Kim Jaejoong.

Choi Yunho. Walau telah kembali kepada Hwangsoo, Yunho tetap memakai marga keluarganya. Yunho tak ingin menggantinya. Dia adalah Choi sama seperti kakak yang dia sayangi, Siwon.

Yunho memandang sekelilingnya, melihat orang-orang yang berlalau lalang mempersiapkan pesta pernikahan yang akan digelar dalam beberapa jam nanti. Yunho bahagia. Bahagia karena akhirnya kisah cintanya berakhir di pelaminan. Yunho bahagia karena akhirnya dia bisa memiliki Jaejoong seutuhnya dan menyematkan marga Choi di nama wanita yang telah sah menjadi istrinya pagi tadi.

Yunho juga bahagia karena meski harus mengulang beberapa semester, dia bisa menyelesaikan kuliahnya dan berencana meneruskan pendidikannya, karena saat ini dia masih memegang gelar diploma, sambil bekerja.

Yunho bekerja sebagai penari professional di salah satu perusahaan di bidang seni sambil menunggu Kyuhyun memantapkan perusahaan agensi artisnya lalu jika saatnya tiba Yunho akan bekerja disana sebagai koreografer. Jaejoong sendiri setelah lulus menjadi salah satu designer di rumah mode terkenal di Korea. Jaejoong sedang merintis karir sampai dia bisa membuka labelnya sendiri.

Keduanya berjuang untuk terus bersama. Yunho yang terus merasa tak layak untuk menjadi pendamping Jaejoong karena dia adalah mantan pecandu dan Jaejoong sendiri yang terus melihat dirinya tak sederajat dengan Yunho karena dirinya yang bukan dari keluarga kaya. Hal itu disamping orang tua Jaejoong yang sempat menolak Yunho karena masalah narkoba itu dan lainnya. Namun keduanya bisa mengatasi semuanya dan akhirnya memilih untuk menikah.

Bahagia. Ya, Yunho bahagia meski ada setitik kesedihan dalam kebahagiaan itu. Ada sesuatu yang kurang dalam kebahagiaan itu.

Siwon, sang kakak. Ketidak hadirannya menjadi luka di hati Yunho dan juga orang-orang yang menyayangi Siwon. Yunho selalu ingin menangis jika mengingat kepergian sang kakak karena dirinya. Karena kelabilan dirinya saat itu membuat semua yang Siwon coba capai, hancur berantakan.

Yunho tak mau membenarkan alasan apapun atas kebodohannya sampai bisa terjerumus ke jurang bernama narkoba. Apapun alasannya, pilihan Yunho saat itu adalah pilihan paling bodoh dan tidak bertanggung jawab sehingga menyebabkan Siwon menanggung perbuatan yang dia lakukan.

Yunho tak pernah memaafkan dirinya sampai saat ini. Tidak sebelum dia bertemu dengan Siwon dan mendengar sendiri bahwa sang kakak memaafkannya. Yunho bahkan sampai benar-benar seperti orang gila saat dia membaca surat Siwon. Kakaknya itu terlalu baik sampai dia yang meminta maaf kepada Yunho padahal semua itu salahnya.

Ya. Kakaknya terlalu baik. Dan kebaikannya itu justru di salah gunakan oleh Yunho. Maka dari itu, untuk menebus setengah rasa bersalahnya, Yunho bersumpah akan menjadi seseorang yang hebat,seseorang yang dapat dibanggakan oleh Siwon saat mereka bertemu nanti.

Demi Siwon, Yunho membenahi dirinya di tempat rehabilitasi, menyelesaikan kuliahnya dan mencari pekerjaan yang didapatnya sekarang. Demi Siwon, Yunho berjanji akan bahagia dan jika kebahagiaan itu dirasa telah dia raih, baru Yunho akan mencari sang kakak. Yunho tak akan berhenti sampai dia bisa bertemu dengannya lagi.

“Yunnie.” Yunho tersentak mendengar panggilan Jaejoong, namun dengan cepat dia menguasai dirinya dan tersenyum kepada istrinya tersebut.

“Boo.”

“Kau seperti sedang memikirkan sesuatu yeobo. Ada yang mengganggu pikiranmu?”

“Hanya memikirkan Siwon hyung.”

“Sayang…”

“Dimana dia Boo? Apakah hyung baik-baik saja? Apakah dia hidup senang atau hidup seadanya seperti dulu saat bersama appa? Aku tak tahu bagaimana keadaannya dan itu yang membuatku khawatir.” Ucap Yunho cemas. Kecemasan yang selalu mendera hatinya selain rasa rindu yang memuncak. Jaejoong tersenyum sebelum tangannya meraih pipi Yunho dan menangkupnya.

“Yeobo, kau sedang membicarakan siapa? Kau tentu lebih mengenal hyungmu itu bukan?! Dia lelaki terkuat yang pernah aku temui. Siwon pasti baik-baik saja.” Sanggah Jaejoong sambil membelai pipi Yunho dengan penuh kasih sayang. Mata hitam Jaejoong menatap Yunho seolah mengatakan bahwa seharusnya Yunho yakin dengan Siwon yang bisa menjaga dirinya sendiri.

Yunho mendengarkan penuturan Jaejoong dan akhirnya tersenyum membalas Jaejoong. Tangan besarnya dia arahkan ke rambut hitam Jaejoong yang telah di cat kembali ke warna aslinya. Tangan itu mengusap rambut halus Jaejoong sebelum menarik tubuh ramping Jaejoong ke pelukannya. Yunho memeluk Jaejoong sambil sesekali mendaratkan kecupan di pucuk kepala dan pelipis Jaejoong.

“Yak au benar. Siwon hyung adalah orang terkuat yang pernah aku temui. Dia pasti baik-baik saja.” Kata Yunho menyetujui perkataan Jaejoong. Keduanya berpelukan erat dengan Yunho yang terus berdoa dalam hati agar dimana pun Siwon berada sekarang, dia bisa tahu bahwa Yunho sudah berbahagia. Yunho berdoa bahwa suatu saat Siwon akan kembali dan bisa berada di tengah keluarganya lagi.

Sementara di Gunung Raung, Jawa Timur, Indonesia, tampak seorang pria tinggi tengah memapah pria lainnya yang terluka akibat kecerobohannya sendiri. Siwon, pria yang memapah itu sebenarnya sudah merasa sangat lelah. Namun dia tak mungkin meninggalkan orang yang tak sengaja dia temui di jalur pendakian gunung yang terkenal sulit di daki karena terjal dengan jurang di sebelah kiri dan kanannya.

“Bertahan tuan! Kita pasti selamat!” seru Siwon menyemangati orang yang terlihat kepayahan ini. Siwon tahu pasti jika dia berhenti berjalan maka nyawa orang ini mungkin tidak akan tertolong dengan luka yang cukup parah di bagian kakinya itu.

“Ergh…”

“Bertahanlah! Aku mohon bertahanlah!”

Empat Tahun Kemudian – Bandara Incheon

“Sajangnim, semua barang sudah saya ambil. Mari.” Sahut seorang pria tinggi nan tegap dengan wajah tampan yang dihiasi senyum berlesung pipi. Pria yang dikenal dengan nama Siwon itu terlihat sedang berusaha menegur seorang pria yang sedang senang menggoda seorang wanita.

“Sajangnim.” Panggil Siwon mencoba membuat sang pria memperhatikannya namun dengan acuhnya, dia terus menggoda sang wanita.

“Sajangnim.” Sekali lagi dan tetap di acuhkan.

“Seunghyun hyung. Bisakah kau tidak berlaku mesum di tempat umum. Aish! Kau membuat malu aku saja.” Akhirnya Siwon tidak tahan dan berucap kesal kepada pria dengan nama Seunghyun atau lengkapnya Choi Seunghyun.

“Maka dari itu Siwon-ah, jika kau tidak mau aku membuat malu seharusnya kau turuti kata-kataku untuk bersikap biasa saja jika dalam situasi seperti ini dan please, kau jangan ikuta-ikutan kaku seperti monyet itu.” Tukas pria yang akhirnya menanggapi Siwon sambil menunjuk seorang pria yang berteriak marah karena dikatakan monyet apalagi dibilang kaku. Padahal dirinya termasuk orang cerewet dan tampan. Masa mereka tega memberi julukan monyet kepada dirinya.

“Lagipula apa salahnya mesum dengan istri sendiri?! Kau juga tidak keberatan bukan Jiyong-ah?!” tambahnya lagi sambil mencium kilat bibir wanita yang digoda tadi. Wanita cantik bernama Kwon, ah bukan, Choi Jiyong itu hanya tersenyum manis menanggapi keusilan suaminya yang senang sekali menggoda Siwon. Siwon sendiri semakin kesal dengan Seunghyun sampai membuat urat kekesalannya terlihat jelas. Dalam hatinya dia berpikir, mengapa dia bisa mendapatkan atasan yang aneh seperti Seunghyun.

“Aish! Kita bisa terlambat kalau kau terus bermain seperti ini hyung. Kau itu ada janji dengan CEO WK Agency. Tidak enak membuatnya menunggu dasar bodoh!” teriak Siwon meski tak terlalu keras sembari menepuk belakang kepala Seunghyun. Melihat mereka berdua, mungkin orang akan kaget dengan sikap kurang ajar Siwon kepada Seunghyun yang notabene adalah atasannya, tapi memang seperti inilah tingkah laku keduanya jika diluar keformalan kantor dan pekerjaan.

“YAH! Aku ini bosmu Choi ‘Kuda Jelek’ Siwon!! Aku bisa memecatmu! Dan aku lebih tua darimu! Sopan sedikit!” protes Seunghyun namun diacuhkan oleh Siwon.

“Ya, ya… Terserah kau saja. Jiyong noona, ayo.” ucap Siwon tak menghiraukan omelan atasannya tersebut dan justru mengajak wanita bernama Jiyong yang sedari tadi hanya terkikik melihat interaksi antara Siwon dan suaminya tersebut. Dia juga hanya mengangguk atas ajakan Siwon dan mengikuti si tampan Choi keluar dari bandara meninggalkan sang suami yang terus berteriak kesal karena diacuhkan.

Siwon tertawa geli dengan tingkah atasannya tersebut. Siwon tahu semua yang mereka lakukan tadi hanya gurauan semata. Tak ada satu pun dari mereka yang serius.

Siwon cukup senang dengan situasinya yang sekarang. Tuhan begitu baik kepadanya karena telah mempertemukannya dengan Seunghyun. Siwon selalu berpikir, akan seperti apa hidupnya jika tak bertemu dengan Seunghyun. Pasti terus mengembara tak tentu arah, mencari sesuatu yang Siwon sendiri tak mengetahui.

Setelah Siwon memutuskan pergi dari kehidupannya yang dulu, Siwon memang tak memiliki tujuan pasti. Bertandang ke satu negara ke negara lainnya selama kurang lebih tiga tahun sampai dia bertemu dengan Seunghyun yang terluka saat melakukan pendakian di Gunung Raung. Siwon yang saat itu sedang menemani seorang pengacara berdarah korea untuk mendaki gunung yang sama. Siwon yang bekerja paruh waktu sebagai asisten pengacara tersebut, turun terakhir karena memastikan tidak ada barang sang pengacara yang tertinggal.

Saat Siwon mendaki turun, dia mendengar suara erangan kesakitan seseorang. Siwon langsung mencari suara tersebut dan menemukan Seunghyun yang terluka cukup parah di kakinya sehingga tak mampu berjalan. Tampaknya dia terjatuh dan melukai kakinya sendiri. Siwon pun bergegas membantu Seunghyun dan membawanya turun gunung dengan selamat.

Seughyun segera dibawa ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan. Siwon pun ikut untuk memastikan Seunghyun baik-baik saja tanpa memperdulikan dirinya bisa di pecat dari pekerjaannya.

Sejak itu, Seunghyun merasa berhutang budi kepada Siwon. Pria yang bermarga sama dengan Siwon tersebut menawarkan Siwon pekerjaan sebagai sekretaris pribadinya setelah dia mendengar Siwon memiliki gelar di bidang manajemen, untuk membalas budi. Siwon memang sudah menamatkan sarjananya dengan perkuliahan jarak jauh yang diambilnya. Sebelum Siwon pergi, dia sempat mengubah jalur kuliahnya menjadi kuliah jarak jauh karena Siwon ingin mendapatkan gelar itu demi menepati janji kepada sang ayah, Seungwoo.

Maka dari itu, setelah tahu Siwon memiliki gelar itu, Seunghyun merasa sayang jika Siwon hanya melalang buana tak jelas ke beberapa negara tanpa pekerjaan tetap. Seunghyun pikir jika Siwon ingin keliling dunia, lebih baik Siwon melakukan itu dengannya dalam urusan bisnis. Paling tidak Siwon tidak harus banting tulang mencari pekerjaan yang sesuai dengan dirinya yang notabene adalah warga negara asing di negara-negara yang dia kunjungi. Akan labih aman jika Siwon ikut dengannya karena pasti Seunghyun bisa mengatur segala birokrasi menyangkut Siwon.

Namun Siwon hanya tersenyum simpul dan menolak tawaran Seunghyun. Siwon menolong Seunghyun bukan karena ingin mendapatkan sesuatu tapi karena dia memang ingin menolong Seunghyun. Jadi Siwon merasa Seunghyun tidak perlu merasa berhutang budi kepadanya.

Akan tetapi, Seunghyun sendiri bukan orang yang mudah menyerah. Meski ditolak terus oleh Siwon, Seunghyun terus berusaha agar Siwon mau menerima sesuatu darinya. Bahkan Seunghyun sampai meminta tolong Jiyong yang saat itu masih berstatus sebagai tunangan Seunghyun, untuk membujuk agar Siwon mau bekerja untuknya.

Jiyong pun sebagai tunangan yang baik, menuruti permintaan Seunghyun dan menghubungi Siwon, meminta agar pria itu menerima tawaran Seunghyun. Mereka bicara cukup lama sampai akhirnya Jiyong tertawa ketika lamban laun gendang telinganya mendengar pertengkaran anak kecil antara Seunghyun yang kukuh meminta Siwon menerima tawarannya dan Siwon yang juga kesal karena Seunghyun begitu keras kepala sampai melibatkan tunangannya sendiri, melalui loud speaker ponsel pintarnya kala Jiyong menghubungi Siwon untuk menuruti permintaan Seunghyun. Bagi Jiyong, keduanya sangat lucu. Pertengkaran keduanya mirip dengan pertengkaran konyol kakak beradik yang mau menang sendiri.

Segala cara dilakukan oleh Seunghyun sampai akhirnya Siwon gerah juga dan mau menerima tawaran Seunghyun menjadi sekretaris pribadinya. Dan berakhirlah Siwon sekarang sebagai sekretaris salah satu pengusaha muda yang sukses dan di segani.

Siwon selalu bersyukur kepada Tuhan dengan kehidupannya sekarang. Tuhan telah mempertemukannya dengan keluarga baru yang begitu menyayanginya. Seunghyun dan Jiyong sudah menganggap dirinya seperti adik kandung mereka. Siwon juga memiliki beberapa teman dekat yang selalu ada untuknya.

Dia bahagia. Bahagia, walau di sudut hatinya kebahagiaan itu belum lengkap karena kerinduannya kepada Yunho dan semua orang yang dia sayangi. Ingin rasanya Siwon menemui Yunho, Kyuhyun dan yang lainnya tetapi dia tahu semua itu hanya akan membuka luka lama. Siwon yakin Yunho dan Kyuhyun sudah menemukan kebahagiaan mereka sendiri. Meski… Meski tidak ada Siwon di dalamnya.

WK Agency

“Eonnie. Semua sudah siap bukan?! Aku tidak mau ada yang kesalahan di pertemuan ini.”

“Ya Tuhan. Tenang saja Kyu. Semua sudah beres. Sekarang tinggal bagaimana kau bisa menyakinkan Choi Seunghyun-ssi untuk bersedia menjadi investor di perusahaan kita.”

“Oh Tuhan, semoga aku bisa eonnie. Kau tahu sendiri betapa susahnya meyakinkan orang itu untuk mau berinvestasi. Dia terkenal perfeksionis dan you know that there’s nothing perfect in this world.” Ujar Kyuhyun semakin terlihat gusar dan panik.

Lee Donghae, asisten sekaligus sahabat Kyuhyun, tersenyum kemudian membalikan tubuh Kyuhyun yang membelakanginya agar menatap dirinya. Donghae menatap lurus ke mata coklat Kyuhyun masih dengan senyum menawannya itu.

“Kau pasti bisa. Semangat Cho sajangnim!” seru Donghae sambil mengepalkan kedua tangannya dan mengangkat tangan itu kedepan sampai sebatas pipi Kyuhyun, bermaksud menyemangati Kyuhyun.

“Kau pasti sanggup sayang. Kau itu terlalu cantik dan pintar untuk gagal dalam meeting ini.” Ucap seorang lagi menyemangati Kyuhyun. Kyuhyun menoleh ke belakang dan menemukan seseorang yang sudah menjadi kekasihnya setahun ini.

“Jay…”

TBC

Advertisements