Tags

, , , , , ,

Someday We'll Know Rev

( 。・_・。)(。・_・。 )

Title : Someday We’ll Know 14

Pairing: Wonkyu, Yunjae, Kangteuk, GTop

Genre : Romance, Angst, Family

Rating : PG

Disclaimer : All casts are belong to their self and God, the poster belong to @SuciiCho

Warning : Un-betaed a.k.a. Typos, GS, a little mention of drugs used, Several OC, a rather fast plot, OOC, AU

Summary : Where is happiness? Only you could answer that.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

“Eonnie. Semua sudah siap bukan?! Aku tidak mau ada yang kesalahan di pertemuan ini.”

“Ya Tuhan. Tenang saja Kyu. Semua sudah beres. Sekarang tinggal bagaimana kau bisa menyakinkan Choi Seunghyun-ssi untuk bersedia menjadi investor di perusahaan kita.”

“Oh Tuhan, semoga aku bisa eonnie. Kau tahu sendiri betapa susahnya meyakinkan orang itu untuk mau berinvestasi. Dia terkenal perfeksionis dan you know that there’s nothing perfect in this world.” Ujar Kyuhyun semakin terlihat gusar dan panik.

Lee Donghae, asisten sekaligus sahabat Kyuhyun, tersenyum kemudian membalikan tubuh Kyuhyun yang membelakanginya agar menatap dirinya. Donghae menatap lurus ke mata coklat Kyuhyun masih dengan senyum menawannya itu.

“Kau pasti bisa. Semangat Cho sajangnim!” seru Donghae sambil mengepalkan kedua tangannya dan mengangkat tangan itu kedepan sampai sebatas pipi Kyuhyun, bermaksud menyemangati Kyuhyun.

“Kau pasti sanggup sayang. Kau itu terlalu cantik dan pintar untuk gagal dalam meeting ini.” Ucap seorang lagi menyemangati Kyuhyun. Kyuhyun menoleh ke belakang dan menemukan seseorang yang sudah menjadi kekasihnya setahun ini.

“Jay…”

( 。・_・。)(。・_・。 )

“Jay…” sahut Kyuhyun lalu menghampiri Jay Kim, salah seorang artis naungan WK Agency pimpinan Kyuhyun. Aktor dan penyanyi solo berbakat itu adalah kekasih Kyuhyun selama satu tahun belakangan ini.

Ya. Kyuhyun menjalin hubungan dengan Jay setelah beberapa tahun terakhir ini memilih untuk sendiri setelah dirinya putus dengan Siwon.

Siwon.

Nama itu merupakan pengingat atas rasa penyesalan terbesar yang dirasakan oleh Kyuhyun. Penyesalan atas kebodohan dan keegoisannya karena tidak mau mendengar penjelasan kekasihnya sendiri. Kyuhyun lebih mementingkan perasaannya daripada mencoba memahami perasaan Siwon kala itu. Seharusnya dia mengerti bahwa Siwon membutuhkan bahu untuk bersandar dengan segala permasalahan yang menyangkut Yunho dan saat itu Kyuhyun tidak berada di sisi Siwon sehingga Siwon mencoba mencari seseorang untuk berkeluh kesah.

Kyuhyun semakin menyesali semua tindakannya setelah Sungmin datang tiba-tiba ke Korea dan menjelaskan semua kesalah pahaman tentang kejadian waktu itu. Sungmin mengatakan bahwa dialah yang berusaha mencium Siwon namun di tolak oleh pria tersebut. Saat itu keduanya memang sedang membahas masalah Yunho dan ketika Siwon terlihat sedih dan terpukul dengan keadaan adiknya, Sungmin memanfaatkan situasi dengan berusaha menghibur Siwon. Saat itu Sungmin beranggapan bahwa Siwon akan melunak dan mau menerima dirinya dengan segala perhatian yang dia berikan. Maka dari itu, Sungmin berani mengambil tindakan untuk mencium Siwon.

Akan tetapi Siwon menolak halus Sungmin. Siwon mengatakan bahwa seterpuruknya dia, sekesepiannya dia tanpa kehadiran Kyuhyun, bagi Siwon Kyuhyun tetap menjadi ratu di hatinya. Hanya kepada Kyuhyun hatinya berlabuh dan Siwon memohon maaf karena tak bisa membalas perasaan Sungmin.

Mendengar semua penjelasan Sungmin, Kyuhyun merasa hatinya di tusuk ribuan belati tajam. Sakit dan sesal menyelimuti diri Kyuhyun. Terlebih lagi ketika dia tahu Siwon memilih pergi tanpa pamit kepada siapa pun. Padahal Kyuhyun ingin meminta maaf dan jika masih ada kesempatan, Kyuhyun ingin kembali kepada Siwon.

Tangis senantiasa terdengar dari bibir Kyuhyun berserta dengan kebisuan Kyuhyun dan pasifnya dia ketika bertemu dan berinteraksi dengan orang lain. Sikapnya tersebut berjalan sampai dua tahun sebelum Kyuhyun mulai menyadari semua tindakannya tidak ada gunanya.

Rasa penyesalan dan bersalah itu akan terus ada dalam hati Kyuhyun namun wanita berpipi bulat itu tidak mau sampai terpuruk dan menyiakan hidupnya. Semua yang sudah terjadi tidak bisa di ulang kembali. Waktu tidak bisa di putar kembali. Yang bisa Kyuhyun lakukan adalah terus maju dan menjadi wanita yang lebih baik sehingga saat dia bertemu dengan Siwon nanti, Kyuhyun mampu menatap wajah tampan mantan kekasihnya itu dan meminta maaf atas semua kesalahannya.

Dan itulah yang dilakukan Kyuhyun sekarang. Selama beberapa tahun terakhir ini Kyuhyun bekerja keras sehingga bisa mendirikan perusahaannya sendiri disamping membantu sang ibu mengurus perusahaan keluarga. Kyuhyun bahkan menangani perusahaan milik keluarga Yoo sejak pasangan Yoo tersebut memutuskan untuk pensiun dan menyerahkan semua kepemilikan perusahaan kepada Siwon. Hanya saja, karena keberadaan Siwon tidak diketahui maka untuk tampuk kepemimpinan diserahkan kepada Yunho sebagai adik kandung Siwon.

Akan tetapi Kyuhyun harus merelakan waktu kerjanya bertambah sejak Yunho menolak dengan tegas dan lebih memilih menyerahkan semua urusan tersebut kepada Kyuhyun sampai Siwon kembali nanti. Kyuhyun paham mengapa Yunho melakukan itu semua. Yunho merasa dirinya tidak sesuai untuk memimpin perusahaan sebesar perusahaan milik keluarga Yoo. Apalagi perusahaan itu ditujukan untuk Siwon. Yunho tidak mau mengambil apa yang menjadi hak Siwon. Yunho merasa sudah banyak hal yang dia renggut dari Siwon dan dia tidak ingin melakukan hal yang sama dua kali.

Hal itu dan juga Yunho sudah cukup sibuk dengan pekerjaannya sebagai koreografer tari di agensi artis milik Kyuhyun sambil membantu Hwangsoo membimbing Kangin untuk menjadi penerus bisnis keluarga Jung. Yunho tidak mau menambah kesibukan lagi sehingga membuatnya harus jauh dari Jaejoong dan putranya, Choi Changmin. Di usianya yang masih tiga tahun, Changmin masih membutuhkan perhatiannya dan juga Jaejoong. Kedua orang itu adalah perhatian utama Yunho saat ini selain Siwon tentunya.

Lalu soal Kangin menjadi penerus bisnis keluarga Jung, Hwangsoo memang memutuskan memilih Kangin daripada Yunho atau mencari anak angkat lainnya untuk meneruskan bisnisnya. Setelah bertemu dan mengenal Kangin secara dekat selama dia berada di Jepang dulu, Hwangsoo melihat kemampuan Kangin dan memintanya untuk mau bekerja dengannya dan pada akhirnya menjadi penerus bisnisnya.

Kangin pun tidak serta merta menyetujui keinginan Hwangsoo, namun lambat laun Kangin menerima karena dia ingin memberikan kehidupan yang lebih baik untuk Leeteuk dan buah hati mereka, Kibum yang masih berusia dua tahun. Dan lagi, Kangin sudah rindu dengan negara kelahirannya. Bertahun-tahun tinggal di Jepang tidak membuat Kangin melupakan Korea apalagi dengan masalah Siwon, membuat Kangin ingin meninggalkan Jepang.

Di satu sisi, Kangin merasa dia memiliki andil dalam permasalahan Siwon. Jika saja bukan dia yang mengajak Siwon tinggal di Jepang maka Siwon masih berada diantara mereka. Maka dari itu ketika dia sudah membicarakan perihal keinginan Hwangsoo dengan Leeteuk, Kangin memutuskan kembali ke Korea dan melanjutkan hidupnya bersama keluarga disana.

Kyuhyun menghela nafas panjang mengingat semua yang sudah terjadi dengannya dan orang-orang di sekelilingnya. Apapun yang mereka lakukan sekarang pasti semua berkaitan dengan Siwon. Lelaki yang dicintainya itu telah membuat semua orang selalu mengingatnya. Dan mereka memang patut mengingat Siwon dengan segala apa yang telah dia korbankan demi kebahagiaan orang lain.

Lelaki yang Kyuhyun cintai. Cinta. Tentu saja wanita manis itu masih sangat mencintai Siwon. Sangat dan mungkin akan terus mencintai pria itu. Lalu siapa Jay?

Jay Kim. Artis terkenal yang berada di bawah naungan agensi milik Kyuhyun adalah pria tampan kekasih Kyuhyun saat ini.

Kekasih.

Mengingat itu selalu membuat Kyuhyun semakin merasa menjadi wanita paling jahat di muka bumi ini. Dia masih mencintai Siwon namun karena kebodohannya sendiri, dia terpaksa menerima Jay menjadi kekasihnya.

Malam itu, malam disaat pesta perayaan lauching label busana milik Jaejoong, Kyuhyun bertemu dan berkenalan dengan Jay yang begitu mirip dengan Siwon. Rasa rindu yang memuncah serta kesepian dan perasaan bersalah membuat Kyuhyun lupa bahwa Jay bukanlah Siwon. Wanita yang biasanya cerdas dalam bertindak itu, dibutakan oleh perasaan ditambah dengan alkohol sehingga yang dia tahu, ketika dia membuka mata di pagi hari, Kyuhyun telah tidur satu ranjang bersama Jay.

Kyuhyun tidak ingat sama sekali kejadian malam itu. Jay pun hanya memberikan penjelasan yang merujuk bahwa keduanya telah berbagi kehangatan. Sejak itu, Kyuhyun merasa telah mengkhianati Siwon dan kali ini tidak ada kesalah pahaman lagi. Kyuhyun merasa dirinya kotor dan tidak pantas untuk meminta Siwon kembali kepadanya. Oleh karena itu, ketika Jay memintanya menjadi kekasih, Kyuhyun hanya mengangguk. Kyuhyun tahu itu adalah keputusan yang terburu-buru, namun pada saat itu, Kyuhyun takut kehidupannya akan lebih rumit jika dirinya ternyata hamil karena Jay.

Sekarang setelah setahun menjalin hubungan dengan Jay, Kyuhyun tahu persis bahwa dirinya benar-benar bodoh. Kyuhyun terjerat situasi yang dia sendiri tak tahu bagaimana untuk bisa keluar dari jeratan itu. Keberuntungan berada dipihaknya ketika dia tidak hamil sama sekali, namun untuk meminta putus dari Jay, Kyuhyun tidak tahu apa dia sanggup setelah pria itu begitu baik dan menunjukkan perhatian dan kasih sayang yang selalu dia dambakan dari Siwon. Kyuhyun tidak tega dan hal itu membuatnya terus menjalin hubungan dengan pria tampan itu.

Kyuhyun masih ingat bagaimana marah dan kecewanya Yunho kala dia tahu perihal hubungannya dengan Jay. Yunho bahkan sampai tak mau bicara dengannya selama enam bulan sampai Jaejoong harus turun tangan mendamaikan kedua sahabat itu. Kyuhyun dan Yunho berusaha untuk bisa memahami satu sama lain dengan segala keputusan yang mereka ambil meski keputusan itu tak selalu sejalan dengan keinginan mereka masing-masing.

“Kau memikirkan apa sayang?” suara lembut Jay membuyarkan lamunan Kyuhyun. Wanita berkulit putih itu menatap Jay dan memaksakan senyumnya sebelum menggeleng pelan.

“Yakin? Atau jangan-jangan kau sakit?” khawatir Jay sembari meletakan telapak tangannya di dahi Kyuhyun.

“Aku baik-baik saja oppa. Sudahlah. Sebaiknya oppa lekas pergi. Bukannya oppa ada jadwal?! Aku juga harus segera bersiap untuk rapat.” Kilah Kyuhyun sambil menjauhkan tangan Jay dari keningnya. Jay sebenarnya tak rela berpisah dengan Kyuhyun namun apa boleh buat, dirinya masih ada kerjaan sehingga mau tidak mau dia pergi dari ruangan Kyuhyun. Namun sebelum itu, Jay sempat mengecup kening Kyuhyun lembut, membuat Kyuhyun semakin tak enak tapi hanya bisa menerima saja. Sedangkan sepasang mata lain, yang sejak tadi hanya diam memperhatikan Kyuhyun dan Jay, menatap keduanya dengan tatapan kagum sekaligus iri sampai dia menyenggol lengan Kyuhyun agar menarik perhatiannya.

“Kekasihmu itu baik dan romantis sekali ya Kyu. Aku jadi iri. Ah, mengapa aku belum mendapatkan kekasih sih?!” gerutu Donghae terus sambil mengikuti langkah Kyuhyun keluar dari ruangannya menuju ruang rapat. Kyuhyun yang mendengarkan gerutuan Donghae hanya terkikik geli.

“Eonnie terlalu pemilih sih.” Olok Kyuhyun sambil menekan pipi Donghae dengan jari telunjuknya.

“Yah! Singkirkan jarimu itu Kyu. Aku bukan pemilih, aku hanya belum menemukan seseorang yang tepat.”

“Memangnya seperti apa sih tipe lelaki yang eonnie cari?”

“Hm… Aku mau yang humoris, manis saja soalnya kalau tampan seperti Jay oppa pasti susah menjaganya.”

“Tidak juga.” Timpal Kyuhyun merasa kurang sependapat dengan opini Donghae. Donghae mendengus kesal sebelum melanjutkan ucapannya.

“Itu karena Jay oppa benar-benar kepincut sama kamu jadinya dia tidak pernah lirik sana lirik sini.”

“Yah! Kok jadi bicarakan Jay oppa?! Kita sedang membahas tipe lelaki pujaanmu eonnie.”

“Oh ya. Apa lagi ya? Ah! Aku ingin kekasihku memiliki senyum yang menawan. Pokoknya dia itu bisa membuat aku tertawa dan happy terus.”

“Eonnie, eonnie. Kau itu cari pacar apa badut?”

“Yah! Cho Kyuhyun!”

Sementara itu rombongan Seunghyun telah sampai di lobby kantor WK Agency. Mereka berempat, Seunghyun, Siwon, Jiyong dan Lee Hyukjae memasuki lobby perusahaan milik Kyuhyun sebelum akhirnya di sambut oleh perwakilan Kyuhyun yang langsung menunjukkan ruang rapat.

Seunghyun, Hyukjae, dan Siwon baru saja memasuki lift ketika ketiganya sadar bahwa satu-satunya wanita diantara mereka tidak ikut serta masuk ke dalam lift. Seunghyun mencari keberadaan Jiyong sampai iris hitamnya melihat sang istri ternyata masih setia berdiri di depan meja resepsionis sambil sesekali menatap ke seluruh penjuru gedung. Seunghyun yang tahu benar tingkah eksentrik istrinya itu hanya bisa menghela nafas sebelum akhirnya melangkah keluar dari lift diikuti Siwon yang terkekeh di belakang Seunghyun. Mendengar kekehan Siwon, Seunghyun melayangkan tatapan galaknya ke arah Siwon meski tidak ada pengaruh apapun untuk pria itu.

“Sayang.” Panggil Seunghyun pelan sambil memeluk bahu Jiyong.

“Yeobo, tempat ini bagus sekali. Desainnya unik namun terkesan sophisticated. I like it.” ucap Jiyong tak memperdulikan panggilan Seunghyun.

Really? That’s good then.”

“Bisakah aku tidak ikut meeting yeobo? Aku ingin berkeliling saja.”

“Jiyongie… Meeting ini terjadi karena kau ingin bekerja sama dengan salah satu agensi di Korea. Kau bilang kau bosan berada di Paris maka dari itu kita pulang ke sini. Lalu sekarang kau justru tidak mau ikut meeting?!”

“Aku memang bosan di Paris Hyunnie. Lalu masalah kerjasama ini terjalin atau tidak, ada atau tidak adanya aku, bukankan akan sama saja karena ujungnya selalu kau yang memutuskan apa perusahaan ini layak bekerja sama dengan kita. Betul bukan Siwon-ah?” ujar Jiyong meminta dukungan dari Siwon. Siwon semakin melebarkan senyumnya dan mengangguk menyetujui ucapan Jiyong.

“Tentu saja noona. Apa yang diucapkan oleh noona selalu benar adanya.”

“Nah, kalau begitu biar kau saja yang meeting yeobo. Biar Siwon-ah menemaniku berkeliling. Lagipula ada Hyukjae yang bisa membantumu sayang. Lalu bukankah kau bisa lebih leluasa mem-bully dirinya?!” sontak pandangan Siwon terarah kepada Jiyong setelah ucapan itu terlontar. Siwon memandang tak setuju dengan usul Jiyong, terlebih lagi ketika dia sepintas melirik ke arah Hyukjae yang nampak kaget dan panik dengan ide tersebut.

“Noona… Jangan memberi ide seperti itu kepada Seunghyun hyung. Kasihan Hyuk…”

“Baiklah sayang. Kau berkelilinglah. Ah, nona Song, apa ada orang yang bisa mengantarkan istri dan adik saya berkeliling?” potong Seunghyun sekaligus meminta perwakilan agensi bernama nona Song untuk membantu Siwon dan Jiyong berkeliling. Nona Song sedikit kaget dengan permintaan calon investor perusahaan tempatnya bekerja itu, namun dengan cepat nona Song mengangguk dan menanggapi permintaan Seunghyun tersebut.

“Tentu ada Choi sajangnim. Nanti akan saya panggilkan seseorang untuk nyonya Choi dan adik anda berkeliling di perusahaan kami.” Ucap nona Song. Siwon sendiri sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi untuk membantu Hyukjae. Lagipula dia tidak ingin membuat Seunghyun yang sudah seperti kakaknya itu untuk kesal kepadanya hanya karena dia mengganggu kesenangan Seunghyun untuk menjahili Hyukjae. Apalagi dengan ucapan Seunghyun yang menyatakan dirinya sebagai adik Seunghyun semakin membuat Siwon tak tega kepada Seunghyun. Oleh karena itu, Siwon mengalah dan membiarkan Seunghyun berbuat yang dia suka.

“Terima kasih. Anda baik sekali.” Puji Jiyong kepada nona Song yang membuat wanita itu tersenyum dan membungkuk hormat karena pujian Jiyong. Jiyong pun hanya mengangguk lalu menarik lengan Siwon untuk pergi.

“Ayo Siwon-ah.” Ajak Jiyong. Siwon mengikuti Jiyong pergi tetapi sebelum dia jauh, Siwon sempat menoleh lagi ke arah Hyukjae yang dengan wajah memelas membuka mulutnya meski tidak ada suara dari pria kurus itu.

Siwon! Jangan tinggalkan aku dengan sajangnim! Aku bisa mati karena panic! Siwon-ah!! Siwon paham dengan gerak bibir Hyukjae dan sedikitnya dia tahu akan seperti apa tingkah usil sang hyung. Namun sekali lagi, Siwon tak mampu berbuat banyak. Siwon hanya memberikan raut wajah penuh sesal dan tak enak kepada Hyukjae sambil menggerakkan bibirnya, mengatakan sesuatu tanpa suara.

Maaf hyung… Tapi aku tidak bisa membantumu. Bertahanlah. Aku akan segera menyusulmu, oke. Semangat! Semangat Lee Hyukjae! Kata Siwon sambil mengepalkan salah satu tangannya yang bebas dan mengangkatnya sedikit tinggi. Siwon berusaha menyemangati Hyukjae yang sudah seperti mau menangis itu sementara dirinya terus ditarik pergi oleh Jiyong untuk berkeliling WK Agency.

Ruang Latihan Tari WK Agency

“Ini adalah ruang latihan tari kami nyonya Choi, Siwon-ssi. Ini adalah ruang latihan utama. Ada beberapa ruang latihan lainnya di lantai tiga dan empat.” Jelas salah satu pegawai agensi tersebut yang ditunjuk oleh nona Song, perwakilan Kyuhyun tadi.

“Wow Siwon-ah. Pemilik perusahaan ini benar-benar memiliki selera yang bagus. Aku benar-benar suka desainnya.”

“Ya, kau benar noona. Memang bagus.”

“Siapa nama pemilik perusahaan ini Siwon-ah? Aku selalu lupa.”

“Namanya Cho Kyuhyun.” Begitu nama itu terlontar dari bibir tipis Siwon, raut wajahnya berubah menjadi sendu. Nama itu mengingatkan dia akan kenangan pahit bersama gadis, ah mungkin sekarang telah menjadi wanita yang cantik, yang sangat dicintainya.

Siwon tak mengetahui jika Cho Kyuhyun sang pemilik perusahaan dan Cho Kyuhyun mantan kekasihnya adalah orang yang sama. Siwon belum pernah bertemu dengan pemilik WK Agency dan tidak pernah di publikasikannya foto sang pemilik membuat Siwon tak tahu menahu tentang fakta yang satu itu.

“Pemiliknya seorang wanita bukan?! Hebat sekali ya.”

“Um, nyonya Choi, Siwon-ssi. Apa anda berdua ingin bertemu dengan koreographer andalan kami. Kebetulan beliau sedang menuju kemari. Kita bisa menunggu di dalam sambil melihat latihan para trainee disini.”

“Oh bolehkah?! Tentu aku mau. Kau bagaimana Siwon-ah? Jika kau ingin kembali ke Hyunnie, aku tidak apa-apa disini sendiri.” Tawar Jiyong karena kasihan melihat Siwon terus menemaninya padahal Jiyong bisa merasakan Siwon ingin membantu Seunghyun dalam rapat itu.

“Tidak apa-apa noona. Aku sudah ditugaskan Seunghyun hyung menemani noona, jadi aku akan jadi body guard noona.”

“Siwon, aku tahu seperti apa dirimu. Kau pasti bosan dengan ucapanku tentang desain dan segalanya. Pergilah. Bantu suamiku dan juga monyet kuning itu. Bisa-bisa dia sekarat karena dikerjai oleh Hyunnie. Aku yakin sekarang Hyunnie menyuruhnya mewakili dirinya untuk berdiskusi soal kerjasama ini.”

“Kau yakin noona?”

“Yakin. Sekarang pergilah. Tuan Kang, ruang rapat untuk pertemuan dengan suamiku dan atasan anda dimana ya?”

“Oh, saya bisa meminta salah seorang bawahan saya untuk mengantar Siwon-ssi.”

“Benarkah? Ya sudah. Siwon-ah, sana pergi.”

“Oke, oke. Aku pergi dulu ya. Bye noona.” Pamit Siwon pergi dengan ditemani salah seorang bawahan dari tuan Kang yang langsung datang begitu di panggil olehnya.

Tidak sampai semenit setelah Siwon pergi, koreographer yang disebut oleh tuan Kang tadi datang dari arah yang berlawanan dengan perginya Siwon. Koreographer tersebut langsung disambut oleh tuan Kang dan diperkenalkan kepada Jiyong.

“Nyonya Choi, perkenalkan. Ini adalah Choi Yunho, koreographer terbaik kami. Yunho-ssi, beliau adalah Choi Jiyong-ssi, istri dari Choi Seunghyun-ssi yang mungkin akan menjadi investor kita.” Ujar tuan Kang. Jiyong dan Yunho bersalaman dan membungkuk hormat sebelum tersenyum satu sama lain. Yunho tidak melihat senyum aneh dari Jiyong yang sebenarnya sedang berpikir.

Sejak tadi Jiyong terus merasa aneh. Mulai dari nama Cho Kyuhyun dan sekarang Choi Yunho. Kenapa nama-nama itu seperti nama-nama yang sering muncul dalam cerita Siwon? Apa semua ini kebetulan atau kedua orang itu mungkin…

“Salam kenal nyonya Choi. Saya Choi Yunho.”

“Ah. Salam kenal Yunho-ssi. Saya…” belum selesai Jiyong mengenalkan dirinya sendiri, ucapannya terhenti karena disela oleh suara Siwon yang tiba-tiba kembali.

“Noona. Aku lupa memberikan ponselm… Yunho?!”

“Hyung…”

TBC

Advertisements