Tags

, , , , , ,

Someday We'll Know Rev

( 。・_・。)(。・_・。 )

Title : Someday We’ll Know 16

Pairing: Wonkyu, Yunjae, Kangteuk, GTop

Genre : Romance, Angst, Family

Rating : PG

Disclaimer : All casts are belong to their self and God, the poster belong to @SuciiCho

Warning : Un-betaed a.k.a. Typos, GS, a little mention of drugs used, Several OC, a rather fast plot, OOC, AU

Summary : Where is happiness? Only you could answer that.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

Demi Tuhan! Aku baru saja menjejakan kaki di tanah kelahiranku! Mengapa aku sudah bertemu dua orang yang tak ingin aku temui sekarang?! batin Siwon tertekan. Siwon baru saja bisa menghindari Yunho, tapi kenapa sekarang justru bertemu dengan Kyuhyun.

“Please Siwon…” ulang Kyuhyun lagi kali ini benar-benar terdengar sangat memelas dan putus asa. Siwon terdiam, berdiri tanpa memberikan reaksi kepada Kyuhyun. Siwon merubah tatapannya kepada Kyuhyun, dari terkejut menjadi datar sehingga Kyuhyun tak bisa membaca pikiran Siwon.

“Maaf nona Cho, Choi sajangnim sudah mengatakan bahwa kami harus segera pergi. Jadi saya tidak mungkin memperlambat beliau. Permisi.” Ucap Siwon datar.

Kyuhyun terperangah dengan jawaban Siwon. Dia merasa di tolak mentah-mentah oleh Siwon. Perkataan Siwon tadi seakan menegaskan bahwa mereka memang tidak memiliki hubungan apa-apa lagi.

“Mari sajangnim.” Ajak Siwon dan langsung ditanggapi dengan anggukan oleh Seunghyun. Keduanya berjalan kembali, membiarkan Kyuhyun terpaku sendirian sebelum ada Donghae yang mendekatinya dan berdiri di samping Kyuhyun.

Donghae menatap Kyuhyun dengan iba. Dengan lembut, Donghae mengusap lengan Kyuhyun.Donghae belum berani bertanya macam-macam kepada Kyuhyun karena Kyuhyun pasti belum siap menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.

Sementara itu dengan Siwon dan Seunghyun, keduanya sudah sampai di depan lobby, bersiap memasuki mobil yang sudah siap sedia menunggu mereka. Namun sebelum memasuki mobil, Seunghyun menghentikan mereka berdua dengan memegang bahu Siwon.

“Siwon.”

“Ya hyung?”

“Begitu sampai di apartemen, kau harus menjelaskan semuanya kepadaku. Aku tak mau kau menutupi apapun. Aku rasa sudah waktunya kau jujur.” Ucap Seunghyun tegas. Siwon mengangguk lalu masuk ke dalam mobil diikuti oleh Seunghyun. Mobil itu kemudian melaju menuju apartemen sementara Seunghyun dan Jiyong sampai rumah mereka selesai di renovasi.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Tiga Minggu Kemudian

Sebuah mobil sedan hitam terlihat menepi di depan kantor WK Agency. Setelah berhenti sempurna, sang supir bergegas keluar dari mobil dan berlari kecil ke arah pintu penumpang. Supir tersebut membukakan pintu mobil sebelum akhirnya membungkuk hormat ketika sang penumpang keluar.

“Kim ahjussi, nanti ahjussi pulang saja. Aku akan naik taksi. Bukankah ahjussi harus mengantar Jiyong noona ke bandara.”

“Tidak bisa tuan muda. Tuan besar jelas memerintahkan saya untuk menemani tuan muda kemana pun tuan muda ingin pergi. Lagipula nyonya juga berpesan untuk menolak apapun yang tuan muda inginkan jika keinginan itu bertentangan dengan perintah tuan besar.” Tolak supir yang meskipun baru beberapa minggu bekerja dengan Seunghyun, sudah sangat setia kepadanya. Siwon berdecih kesal karena semua orang sekarang begitu berlebihan menyayanginya. Kenapa mereka seolah memperlakukan dirinya seperti anak kecil kurang kasih sayang.

“Aish! Ada apa dengan kalian semua?! Aku bukan anak kecil! Dan tolong hentikan panggilan tuan muda itu Kim ahjussi. Aku bukan anak Seunghyun hyung. Risih sekali.” Keluh Siwon kepada supir Seunghyun tersebut.

“Itu juga tidak bisa saya lakukan tuan muda. Tuan besar dengan jelas sudah memerintahkan saya untuk…”

“…untuk memanggilku tuan muda karena aku bukan lagi pekerja melainkan bagian dari keluarga Choi Seunghyun. Ya, ya… Aku sudah mendengar itu ratusan kali.”

“Sudahlah Siwon-ah. Terima saja. Lagipula secara hukum kau memang anaknya Seunghyun bukan?! Pria gila itu benar-benar sudah tidak waras lagi.” Sahut satu suara menyela pembicaraan antara Siwon dengan supir yang dipanggil Kim ahjussi tersebut. Siwon menoleh ke arah suara pria tadi sebelum memutar matanya dan berujar,

“Hyung, gila dan tidak waras itu sama saja.”

Talk to the hand cause the ears won’t listen.” Balas pria yang dipanggil hyung oleh Siwon tersebut.

You sound like a girl.”

Whatever.”

Yes, definitely a girl in disguise.”

“YAH!!” marahnya kala dia tak punya balasan yang sesuai untuk Siwon. Siwon terkekeh sendiri melihat tingkah kekanakan dari pria tersebut.

Siwon akhirnya mengalah dan meminta Kim ahjussi untuk menunggunya. Dia akan menghubungi pria setengah baya itu jika urusannya sudah selesai. Siwon lalu kembali mengalihkan perhatiannya kepada pria dengan senyum lebar nan manis di sampingnya tersebut.

“Ayo Hyukjae hyung. Jangan membuang waktu lagi. Kita harus segera masuk. Kita sudah terlambat.” Ajak Siwon dan langsung berjalan menuju lobi perusahaan yang sebentar lagi akan menjadi rekanan perusahaan Seunghyun itu.

“Rapatnya masih sepuluh menit lagi Siwon-ah.” Tegur pria yang ternyata Hyukjae itu namun kakinya mengikuti langkah Siwon masuk ke dalam lobi perusahaan manajemen artis tersebut.

“Itu termasuk terlambat hyung! Aku belum membaca dengan teliti proposal dari WK Agency.”

“Kau terlalu prefeksionis.”

“Dan kau terlalu santai.” Ujar Siwon mengakhiri perdebatan tidak penting mereka. Keduanya tertawa bersama sambil meneruskan langkah mereka sampai tiba-tiba Hyukjae berhenti sembari menarik lengan Siwon untuk ikut berhenti berjalan dan menatapnya.

“Siwon-ah.” Panggilnya perlahan.

“Apalagi hyung?!” tukas Siwon tak sabar.

“Kau siap?” tanya Hyukjae yang meski di telinga orang lain merupakan pertanyaan tak jelas tapi bagi Siwon, pria berlesung pipi itu mengerti jelas maksud Hyukjae.

Hening sesaat. Baik Hyukjae maupun Siwon tidak ada yang bersuara sedetik setelah pertanyaan itu terlontar dari Hyukjae. Keduanya bungkam, menunggu salah satu diantara mereka mengatakan sesuatu. Sampai akhirnya, Siwon tersenyum lalu menepuk bahu Hyukjae dan mengatakan,

“Aku siap.” Tegasnya yang membuat Hyukjae tersenyum lega.

Okay then. Let’s go brother. Let’s slay them all.”

You’re hopeless.”

Flashback

“Sekarang ceritakan apa yang sebenarnya terjadi Siwon! Apa hubunganmu dengan pemilik agensi itu?! Kenapa dia menatapmu seolah-olah dia telah melakukan hal buruk kepadamu?! Tatapan penuh penyesalan itu terlihat jelas Siwon dan itu terarah kepadamu! Jangan-jangan dia penyebab kau hidup mengembara Siwon?! Perempuan itu! Akan aku han…”

“JANGAN!” teriak Siwon memotong ancaman Seunghyun. Siwon tidak mau jika Seunghyun berbuat macam-macam kepada Kyuhyun. Walau hubungan mereka kandas di tengah jalan, tetapi Siwon masih sangat mencintai wanita cantik itu.

“Hyung, aku mohon jangan! Bukan dia penyebabnya. Bukan siapa-siapa hyung,” ucap Siwon memohon agar Seunghyun tidak langsung mengambil asumsi sendiri. Seunghyun harus mendengarkan ceritanya dulu.

“Siwon-ah, kau tentu paham bahwa hyung-mu ini sangat menyayangimu. Meski dia bukan kakak kandungmu tapi dia begitu perduli kepadamu. Kau tahu apa yang mampu dilakukan pria berdarah dingin ini, jadi jika kau tidak mau orang yang tidak bersalah terkena imbas kemarahannya, noona sarankan kau menceritakan semuanya tanpa ada yang kau sembunyikan lagi. Mengerti?!” ujar Jiyong memahami maksud Siwon sehingga Siwon akhirnya memutuskan untuk berterus terang tentang hidupnya kepada kedua orang yang telah berjasa kepadanya ini.

“Baiklah noona. Jadi sebenarnya…” Siwon lalu menceritakan semua kisah hidupnya tanpa ada yang ditambahkan atau dikurangi olehnya. Siwon menceritakan tentang mendiang kedua orang tuanya, Yunho, Kyuhyun, bahkan pasangan Yoo, Jaejoong, Kangin, Hwangsoo dan semua orang yang berperan penting dalam hidupnya. Semuanya termasuk perpisahannya dengan Yunho dan Kyuhyun.

Setelah Siwon selesai bercerita, Seunghyun dan Jiyong termangu tak memberikan reaksi apapun selama beberapa menit. Sampai…

“Dasar bodoh!” hardik Seunghyun keras lalu berdiri dan mendekati Siwon lalu dengan santainya memukul bagian belakang kepala Siwon dengan penuh ‘kasih sayang’.

PLAK!!

“Aww! Hyung! That’s freaking hurt!!”

“Suit for an idiot like yourself!”

“I’m not an idiot!”

“Yeah, and I’m the queen of England.”

“Hyung…”

“Jiyongie, kau coba masukan sedikit akal sehat dan logika ke dalam otak rusaknya itu. Anak ini benar-benar… Aish!” geram Seunghyun ingin memukul Siwon sekali lagi namun keburu dihentikan oleh tangan lembut Jiyong.

Jiyong mendekati Siwon kemudian mengusap bagian kepalanya yang sakit akibat pukulan Seunghyun. Wanita itu tersenyum sebelum dengan cueknya mencubit pipi Siwon sampai memerah.

“Aduh! Noona! Kenapa kau jadi ikut menganiyaya aku?! Sakit…” ringis Siwon sambil memegangi pipinya yang memerah. Jiyong terus tersenyum seakan kesakitan Siwon bukan sesuatu yang penting. Wanita cantik nan modis itu justru memeluk Siwon sambil berkata,

“Dengarkan aku Siwonnie… Mulai saat ini, kau sudah tidak perlu lari lagi. Kau tak perlu mencari dimana tempatmu berada. Kau tak perlu takut lagi dengan semua pandangan orang karena ada kami. Ada kami yang selalu disampingmu. Kami adalah tempat dimana kau bisa kembali Wonnie. Kami adalah rumahmu.”

Sontak, ucapan itu membuat Siwon terkejut dan tanpa sadar meneteskan airmatanya.

Lari. Ya, selama ini Siwon memang lari. Lari dari sakit hatinya. Lari dari semua omongan buruk tentangnya yang tak becus menjaga Yunho, omongan buruk tentangnya yang disebut suka berselingkuh, omongan menyakitkan hati karena semua yang dia lalui adalah sesuatu yang pantas untuknya karena dia bukan anak yang diinginkan.

Siwon memang melarikan diri dari penderitaan yang seolah-olah takkan pernah habis menerjangnya. Siwon lari dari sakit hati yang terus datang, kekecewaan yang terus menggelayuti hatinya, amarah yang takut terlepas jika dia tetap berada di antara orang-orang itu.

Takut. Ya, selama ini Siwon sungguh takut. Takut akan pandangan orang lain, takut akan hinaan orang lain. Bukan untuknya namun untuk orang disekelilingnya. Namun ketakutan terbesar Siwon adalah dia takut mengecewakan semua orang yang menyayanginya.

Maka, ketika Jiyong mengatakan bahwa dirinya tak perlu lari lagi, bahwa Seunghyun dan Jiyong adalah rumah baginya, Siwon seakan mendapatkan pegangan dalam hidup, dia seolah mendapatkan bahu untuk bersandar, dan pendamping yang akan selalu melindunginya.

“Noona…”

“Sshh… Kau hanya perlu katakan ya.”

“Ya noona, aku… Aku tidak akan lari lagi.” Ucap Siwon menyetujui perkataan Jiyong. Jiyong pun tersenyum puas karena Siwon mau menerima pendapatnya. Dia melirik ke arah Seunghyun dan mendapati suaminya ikut tersenyum ketika dia mendengar ucapan Siwon.

Pria yang hanya beberapa tahun lebih tua dari Siwon itu berjalan ke arah dua orang yang begitu berarti untuknya. Jiyong, yang memang sudah menjadi belahan jiwanya sejak dulu dan Siwon, seseorang yang sudah Seunghyun anggap seperti adik sendiri, bahkan bisa jadi dia anggap anaknya jika dilihat dari betapa protektifnya dia kepada Siwon. Seunghyun mendekat lalu mengacak rambut Siwon sebelum berkata,

“Kau laki-laki Siwon. Sudah sepantasnya kau menghadapi semua permasalahanmu. Apa kau tidak malu dengan mendiang orang tuamu? Terlebih lagi bukankah kau berjanji kepada appamu untuk menjadi lelaki yang baik? Lelaki yang baik adalah lelaki yang tidak takut dengan rasa sakit, meski itu mendera hatinya. Rasa sakit itu akan membuatmu lebih kuat. Kau sudah mengalaminya sendiri bukan?! Jadi sekarang saatnya kau membuat rasa sakit itu menghilang dengan kebahagiaan.”

“Hyung…”

“Kau tak perlu bimbang. Dulu kau tidak punya apa-apa, tidak punya siapa-siapa yang bisa sepenuhnya mendukungmu. Namun sekarang kau punya kami. Bahkan aku yakin monyet kuning itu juga akan melindungimu.”

“Hyunnie.”

“What?! It’s true. He is like a monkey.”

“But you don’t have to say it that blandly. What if Hyukjae heard it?!”

“Then he will heard it. What is he going to do? Sue me? I’ll fire his a*s!”

“Don’t use such language is my house!”

“But…” Siwon tidak mendengarkan lagi pembicaraan pasangan yang sedang berdebat itu. Siwon hanya tersenyum memandangi keduanya dengan perasaan haru. Siwon sungguh berterima kasih telah dipertemukan dengan Seunghyun dan Jiyong.

Keduanya bagaikan pasangan Yoo yang dulu sempat membantunya untuk berdiri setelah kepergian Seungwoo. Walau pada akhirnya, Siwon harus berpisah dengan mereka tapi sepertinya Tuhan selalu mengutus malaikat pelindung untuknya walau dengan wujud yang berbeda.

Siwon merasa dengan kehadiran Seunghyun dan Jiyong, dirinya selalu diingatkan bahwa diapun berhak untuk bahagia. Bahwa dirinya akan semakin kuat dengan semua cobaan yang ada. Dan yang terpenting adalah, keduanya mengingatkan arti hidupnya di dunia ini.

Janjinya kepada sang appa dan umma yang telah berpulang untuk menjadi lelaki yang baik dan dapat diandalkan. Janjinya kepada Yunho untuk selalu berada disisinya dan menjaganya menggantikan umma dan appa mereka. Dan janjinya kepada Kyuhyun untuk terus mencintainya meski Siwon tak yakin wanita itu masih mencintainya.

Semua yang telah mereka lakukan, Siwon tak yakin bisa membalas kebaikan keduanya. Yang bisa Siwon katakana sekarang hanyalah,

Terima kasih hyung, noona. Terima kasih. Aku akan berusaha untuk menghadapi semua masalahku. Aku akan menghadapinya.

End Flashback

Itulah yang Siwon ikrarkan kepada dirinya sendiri dan dia berusaha sekuat tenaga untuk itu. Untuk membuktikannya, Siwon meminta kepada Seunghyun untuk mempertimbangkan sekali lagi keputusannya membatalkan kerjasama dengan WK Agency. Siwon bahkan meminta Seunghyun untuk memberikan proyek kerjasama ini kepadanya.

Tentu saja, Seunghyun menyetujui keinginan Siwon itu. Dia memberikan kesempatan kepada Siwon untuk sepenuhnya mengerjakan proyek ini. Seunghyun menilai langkah ini bagus untuk pemulihan hati Siwon dan juga bagus untuk perusahaannya.

Dua tiga pulau terlampaui dengan sekali dayung.

Seunghyun pun mengatur semua hal yang berkaitan dengan proyek tersebut sebelum menyerahkan kepada Siwon. Mulai dari memasukan nama Siwon dalam registrasi keluarganya sampai menjadwal ulang semua pertemuan antara perusahaannya yang diwakili oleh Siwon dan Hyukjae dengan WK Agency.

Untuk yang pertama tadi, tentu saja Siwon kaget luar biasa. Dia tidak mengira Seunghyun akan seserius dan segila itu ketika dia mengatakan akan mengadopsi Siwon. Hal itu tentu sangat aneh dan diluar kebiasaan karena umur mereka tidak terpaut terlalu jauh.

Namun seorang Choi Seunghyun memang selalu di luar kebiasaan. Apalagi semua keputusan eksentriknya di dukung penuh oleh sang istri. Masih jelas di benak Siwon ketika Seunghyun melakukan itu, Jiyong hanya tertawa dan langsung memeluk Seunghyun dan berkata,

“Finally, you’ve done something smart.”

See! Maka sekarang, jadilah Siwon secara hukum adalah anak Seunghyun dan Jiyong. Meski Siwon menerimanya dengan berat hati, Siwon bersikeras jika dikenalkan dengan orang lain, dia adalah adik Seunghyun. Akan sangat memalukan jika ketika keduanya memiliki seorang anak, Siwon dikenalkan sebagai kakak anak mereka.

Hal itu benar-benar membuat Siwon pusing.

Tapi, Siwon membiarkan saja Seunghyun dengan semua ide dan tingkah eksentriknya. Selama tak melanggar hukum dan norma, Siwon tidak akan keberatan.

Siwon menghela nafas panjang jika mengingat semua hal yang telah terjadi beberapa minggu kemarin. Keadaannya berbalik 180 derajat. Kini, dia benar-benar mapan dan tegar. Kini, dia bukan lagi Siwon yang harus banting tulang hanya untuk sekedar menyajikan sepiring nasi bagi keluarganya. Kini Siwon memiliki kuasa atas kehidupan orang banyak dan dia akan membuktikan bahwa dirinya layak atas kuasa itu. Kini, Siwon merasa dia sanggup untuk berhadapan langsung baik dengan Yunho maupun Kyuhyun.

Seperti yang terjadi saat ini.

“Siwonnie…” panggilan Kyuhyun yang lirih itu membuat Siwon berhenti berjalan meski dia tak membalikan tubuhnya. Siwon terdiam sesaat di tempatnya sebelum kembali melanjutkan langkahnya seolah-olah dia tidak mendengar panggilan Kyuhyun.

Jangan salah sangka, Siwon bukannya tidak mau menemui Kyuhyun. Hanya saja, dia ingin bersikap profesional dengan tidak mencampur adukan antara masalah pribadi dengan masalah kantor.

Siwon butuh ketenangan untuk rapat terakhir ini sebelum kedua perusahaan ini resmi bekerja sama. Siwon butuh melihat segala hal dengan kepala dingin dan dia tahu pasti jika Siwon menanggapi Kyuhyun sekarang dan bukan di ruang rapat, semuanya bisa berantakan.

Sementara Kyuhyun, wanita itu tidak mau melepaskan Siwon setelah dia bisa bertemu untuk kedua kali dengannya. Pertemuan pertama mereka gagal karena Seunghyun dan kekeras kepalaan Siwon yang Kyuhyun anggap masih marah kepadanya. Ditambah dengan selama hampir dua minggu ini, Kyuhyun kembali harus menelan pil pahit kekecewaan karena gagal untuk sekedar melihat bahkan menyapa Siwon.

Entah bagaimana caranya, Siwon selalu mempu untuk mengatur jadwal pertemuan dengan perusahaannya di saat Kyuhyun sedang ada janji penting lainnya sehingga mau tidak mau dia diwakili oleh Donghae.

Dan sekarang, ketika mereka kembali harus bertemu untuk penandatanganan perjanjian kerja sama kedua perusahaan mereka, ketika Siwon sudah benar-benar ada dihadapannya tanpa ada campur tangan Seunghyun, mana mungkin Kyuhyun melepaskan pria yang selalu dicintainya itu pergi begitu saja tanpa Kyuhyun mengutarakan satu dua patah kata.

“Siwonnie.” Panggilnya lagi namun tetap Kyuhyun hanya melihat punggung lebar nan kekar milik Siwon.

“Siwonnie!” sahutnya sedikit keras karena kesal. Kyuhyun pun berjalan cepat untuk mengejar Siwon namun mungkin karena terlalu cepat, Kyuhyun akhirnya kehilangan keseimbangan dan,

“Akh!!” akan terjatuh ke lantai jika tidak karena sebuah lengan yang kuat menahan tubuhnya dengan melingkari pinggangnya yang ramping.

Kyuhyun terkejut karena peristiwa ini. Dia langsung memutar kepalanya sedikit sehingga iris coklatnya menatap langsung ke iris hitam milik Siwon.

Keduanya saling bertatapan, tersihir dengan keindahan bola mata lawannya masing-masing. Tidak ada yang mau memutuskan tatapan lebih dulu, seolah-olah jika mereka berpaling, maka mereka akan kehilangan keindahan itu.

Kyuhyun memandang dengan seksama pria yang selama tujuh tahun tak pernah menghubunginya itu. Pria yang semakin tampan, semakin berwibawa, semakin membuatnya jatuh cinta.

Kyuhyun merasakan bulir-bulir bening sudah terkumpul di pelupuk matanya, siap terjun bebas dan membasahi pipinya. Kyuhyun tak mengira jika dia bisa menatap lagi kedua bola mata yang selalu memancarkan kasih sayang dan cinta kepadanya itu sedekat ini. Kyuhyun tak mengira jika dia masih diberi kesempatan merasakan betapa hangatnya rengkuhan dari lengan kekar yang dulu selalu memeluknya, membuatnya merasa aman.

Kyuhyun tersenyum, senyum paling tulus yang pernah dia tampakan dan senyum itu hanya untuk satu orang pria.

Sementara Siwon, pria itu ikut tersenyum ketika melihat betapa cantiknya Kyuhyun saat ini.

Wanita di depannya ini adalah wanita yang sejak dulu sampai sekarang akan selalu menjadi ratu di hatinya. Tidak ada wanita lain baginya selain Kyuhyun. Hanya dia.

Rasa itu masih ada dan akan terus ada. Rasa itu pulalah yang membuat Siwon tanpa sadar mengeratkan pelukannya di pinggang Kyuhyun. Siwon mungkin akan bertindak lebih jauh lagi, melupakan niatnya datang ke WK Agency, melupakan tatapan aneh tapi dengan seringai jahil di wajah Hyukjae, membuatnya acuh tak acuh terhadap pandangan orang lain yang lalu lalang.

Perasaan cintanya kepada Kyuhyun membuatnya tidak memikirkan apa-apa kecuali menyalurkan kerinduan kepada Kyuhyun ditambah lagi Siwon merasa Kyuhyun pun memiliki perasaan yang sama dengannya.

Siwon baru akan mendekatkan kepalanya ketika satu suara asing membuat keduanya menoleh ke arah suara tersebut.

“Kyu, baby… Kau sedang apa?”

Jay!

TBC

Advertisements