Tags

, , , , , , ,

Someday We'll Know Rev

( 。・_・。)(。・_・。 )

Title : Someday We’ll Know 17

Pairing / Charas : Wonkyu, Yunjae, Kangteuk, GTop, Eunhae

Genre : Romance, Angst, Family

Rating : PG

Disclaimer : All casts are belong to their self and God, the poster belong to @SuciiCho

Warning : Un-betaed a.k.a. Typos, GS, a little mention of drugs used, Several OC, a rather fast plot, OOC, AU

Summary : Where is happiness? Only you could answer that.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

Keduanya saling bertatapan, tersihir dengan keindahan bola mata lawannya masing-masing. Tidak ada yang mau memutuskan tatapan lebih dulu, seolah-olah jika mereka berpaling, maka mereka akan kehilangan keindahan itu.

Kyuhyun memandang dengan seksama pria yang selama tujuh tahun tak pernah menghubunginya itu. Pria yang semakin tampan, semakin berwibawa, semakin membuatnya jatuh cinta.

Kyuhyun merasakan bulir-bulir bening sudah terkumpul di pelupuk matanya, siap terjun bebas dan membasahi pipinya. Kyuhyun tak mengira jika dia bisa menatap lagi kedua bola mata yang selalu memancarkan kasih sayang dan cinta kepadanya itu sedekat ini. Kyuhyun tak mengira jika dia masih diberi kesempatan merasakan betapa hangatnya rengkuhan dari lengan kekar yang dulu selalu memeluknya, membuatnya merasa aman.

Kyuhyun tersenyum, senyum paling tulus yang pernah dia tampakan dan senyum itu hanya untuk satu orang pria.

Sementara Siwon, pria itu ikut tersenyum ketika melihat betapa cantiknya Kyuhyun saat ini.

Wanita di depannya ini adalah wanita yang sejak dulu sampai sekarang akan selalu menjadi ratu di hatinya. Tidak ada wanita lain baginya selain Kyuhyun. Hanya dia.

Rasa itu masih ada dan akan terus ada. Rasa itu pulalah yang membuat Siwon tanpa sadar mengeratkan pelukannya di pinggang Kyuhyun. Siwon mungkin akan bertindak lebih jauh lagi, melupakan niatnya datang ke WK Agency, melupakan tatapan aneh tapi dengan seringai jahil di wajah Hyukjae, membuatnya acuh tak acuh terhadap pandangan orang lain yang lalu lalang.

Perasaan cintanya kepada Kyuhyun membuatnya tidak memikirkan apa-apa kecuali menyalurkan kerinduan kepada Kyuhyun ditambah lagi Siwon merasa Kyuhyun pun memiliki perasaan yang sama dengannya.

Siwon baru akan mendekatkan kepalanya ketika satu suara asing membuat keduanya menoleh ke arah suara tersebut.

“Kyu, baby… Kau sedang apa?”

Jay!

( 。・_・。)(。・_・。 )

“Jay…” Kyuhyun memanggil nama kekasihnya itu dengan perlahan. Perlahan namun tersirat nada ketidaksukaan dari suara merdunya itu. Terlebih lagi kedua alis itu berkerut menjadi satu dan raut kekesalan terpampang jelas di wajah cantiknya.

Jay sendiri baru kali ini mendengar Kyuhyun memanggilnya demikian. Walau Kyuhyun jarang bersikap manja dan lebih sering bersikap pasif kepadanya, namun Kyuhyun tidak pernah sekali pun memberikan wajah seperti itu kepadanya. Kyuhyun selalu tersenyum meski harus Jay akui, senyum itu terkadang palsu. Jay beranggapan bahwa senyum itu bukankan untuknya melainkan untuk seseorang yang tidak pernah Jay ketahui sampai hari ini.

Jay melihat Kyuhyun tersenyum dengan tulus kepada seorang pria tinggi dan tampan yang sedikit mirip dengannya. Jay merasa cemburu karenanya ditambah dengan pemandangan yang membuatnya semakin terbakar oleh api cemburu. Pemandangan ketika lengan Kyuhyun begitu erat memegang salah satu lengan pria itu sedangkan lengan lain dari pria tersebut melingkar dengan sempurna di pinggang Kyuhyun.

Jay mendengus dalam hati karena dia tidak mau menerima kenyataan bahwa pemandangan di hadapannya adalah pemandangan yang begitu romantis.

“Kyu, baby. Bukankah kau ada rapat?” ingat Jay dengan suara lembut meski hatinya panas dengan apa yang dilihatnya sekarang.

Pertanyaan dari Jay mengambang di udara seolah tidak di dengar sama sekali oleh Kyuhyun. Wanita bermata coklat itu justru menoleh ke arah Siwon yang saat ini memandang lurus ke arah Jay.

Kyuhyun melihat raut wajah Siwon dan matanya terbelalak. Dia tahu persis apa arti raut wajah itu. Dalam hatinya, dia sangat senang karena yang ditatapnya sekarang adalah raut wajah penuh cemburu dan ketidak sukaan Siwon akan Jay.

Siwon cemburu. Siwon cemburu.

Kyuhyun mengartikan jika Siwon cemburu berarti dia masih…

“Anda Jay Kim bukan?!” tandas Siwon memutuskan pikiran Kyuhyun sekaligus membuatnya sadar bahwa masih ada Jay disana. Kyuhyun menolehkan lagi wajahnya ke arah Jay dan mendapati Jay yang masih tersenyum. Entah kenapa, Kyuhyun tidak suka dengan senyum itu. Padahal dulu dia biasa-biasa saja bahkan terkadang dia senang melihat Jay tersenyum karena mengingatkan dia kepada Siwon. Namun sekarang, senyum itu bagaikan meremehkan Siwon yang notabene akan menjadi atasan Jay jika mereka jadi bekerja sama.

“Anda mengenal saya?” tanya Jay dan benar saja, Kyuhyun merasakan dari nada suara Jay bahwa kekasihnya itu meremehkan Siwon.

Apa dia sudah gila?! Kenapa dia bertanya dengan nada suara seperti itu?! Memang dia tidak tahu siapa Siwon?! Batin Kyuhyun kesal. Wanita manis itu tidak suka Jay berbicara seperti itu kepada Siwon. Bukan saja karena Kyuhyun membela Siwon namun secara profesionalitas, Siwon adalah seseorang yang harus dimenangkan hatinya jika mereka ingin menjaga kelangsungan perusahaan mereka.

“Tentu saja. Siapa yang tidak mengenal Jay Kim?! Aktor dan penyanyi solo berbakat saat ini.” Ucap Siwon lugas dengan senyum bisnis terpatri di wajah tampannya.

“Anda terlalu tinggi memandang saya. Walau itu benar adanya.” Sombong Jay yang semakin membuat Kyuhyun kesal.

“Benar. Dan saya akan pastikan anda akan melebarkan sayap untuk bisa go internasional. Sungguh sayang jika dengan bakat yang anda miliki, anda hanya terkenal di negeri sendiri. Anda pasti ingin menjadi lebih terkenal bukan?! Lain cerita jika anda sudah puas dengan keadaan anda sekarang. Saya akan sangat kecewa jika benar demikian. Tapi, tentu semua menjadi pilihan anda, bukan begitu Jay-ssi.” Ujar Siwon tenang namun semua yang mendengarkan ucapan Siwon tahu persis bahwa Siwon sedang menyindir Jay.

Memang kenyataannya, meski Jay sangat terkenal di negeri sendiri, popularitasnya di dunia internasional tidak cukup bagus. Jay mudah gugup dan terkadang tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri jika sudah berhadapan dengan pekerjaan dari luar negerinya sehingga Kyuhyun sendiri masih enggan untuk melebarkan sayap artisnya itu sampai kancah internasional. Kyuhyun sangat selektif dengan pekerjaan yang datang kepadanya untuk Jay karena dia tidak yakin Jay mampu menangani pekerjaan bertaraf internasional.

Jay sendiri menyadari hal itu dan suka kesal dengan dirinya sendiri. Dia tak tahu kenapa dia selalu kalah dengan rasa gugupnya bahkan sampai terkena panic attack jika harus tampil di panggung internasional.

Dan sekarang, dia harus mendengar sindiran halus dari pria yang saat ini masih senantiasa memeluk pinggang kekasihnya.

Sial!! Pria ini menyebalkan sekali!! Memang siapa dia, berani menyindirku seperti itu?! Batin Jay mengumpat Siwon. Jay juga bertanya-tanya siapa pria yang berada di depannya ini. Walau wajahnya familiar namun Jay sama sekali tidak tahu atau mungkin lebih tepatnya tidak mau tahu identitas Siwon yang sebenarnya.

Dan itulah salah satu tindakan gegabah Jay sebagai artis profesional selain sikap sombongnya jika dengan orang asing. Sudah merupakan hal yang lumrah untuk seorang artis untuk paling tidak mencari informasi tentang investor perusahaan tempatnya bernaung.

“Jay. Dia ini…” Kyuhyun baru saja ingin mengingatkan Jay akan posisinya namun tangan Siwon yang berada di pinggangnya mengeratkan pegangannya, membuat Kyuhyun menatapnya lagi. Siwon menggeleng pelan sebelum melepaskan rengkuhannya di pinggang Kyuhyun.

“Baiklah. Seperti yang sudah anda katakan tadi Jay-ssi, nona Cho harus menghadiri rapat penting. Jadi sebaiknya kami segera pergi.” Tutur Siwon datar namun Jay bisa merasakan ada nada mengintimidasi dari Siwon

“Kami?” tanya Jay sedikit ketus. Dia tidak suka dengan kata ‘kami’ yang keluar dari bibir Siwon. Kata itu seolah-olah mengoloknya karena kata ‘kami’ seperti menyiratkan bahwa Siwon dan Kyuhyun adalah pasangan.

Siwon sendiri menyeringai mendengar pertanyaan Jay tadi. Sebagai pria dia tahu bahwa Jay tidak suka dengan perkataannya, namun Siwon seakan tidak peduli. Siwon seakan melupakan bahwa Kyuhyun bukan miliknya lagi dan dia sedang perang dingin dengan wanita cantik itu. Yang ada dipikiran Siwon saat ini adalah membuat Jay tidak berada di hadapannya sekarang.

“Ya, kami. Nona Cho dan saya.” Balas Siwon masih dengan seringai yang sama. Jay tidak mengatakan apapun atas balasan Siwon sehingga Siwon semakin melebarkan seringainya.

“Kami permisi. Mari nona Cho.” Ajak Siwon bergerak ke samping mempersilahkan Kyuhyun untuk jalan terlebih dulu. Ladies first.

Sementara Kyuhyun, wanita itu hanya menatap sekilas Jay sebelum tersenyum simpul kepada Siwon dan beranjak pergi sampai langkahnya terhenti sejenak oleh panggilan dari Jay.

“Kyu.” Kyuhyun menoleh dengan wajah yang datar dan hanya menanggapi dengan,

“Kita bicara nanti Jay.” dan berlalu bersama dengan Siwon menuju ruang rapat.

Siwon dan Kyuhyun berjalan sejajar dengan Hyukjae di belakang mereka berdua. Ketiganya sampai di pintu lift dimana seorang petugas keamanan yang sudah menunggu menekan tombol naik lift tersebut. Siwon, Kyuhyun dan Hyukaje menunggu sampai pintu itu terbuka dan ketiganya masuk satu per satu dengan posisi Siwon dan Kyuhyun bersebelahan dan Hyukjae di belakang mereka berdua.

Di dalam lift, ketiganya terdiam, tetapi mereka bisa merasakan aura ketegangan dari Siwon dan Kyuhyun. Tampaknya pertemuan dengan Jay tadi masih membuat kesal Siwon dan kegundahan dari Kyuhyun.

Kyuhyun melirik beberapa kali ke arah Siwon yang wajahnya mengeras saat mereka memasuki lift. Seringai kemenangannya hilang begitu saja begitu mereka menjejakan kaki di dalam lift. Kyuhyun menghela nafas panjang sebelum memutar sedikit tubuhnya dan menepuk lengan Siwon agar pria itu memperhatikannya.

“Siwonnie.” Panggil Kyuhyun menggunakan panggilan sayangnya. Siwon tidak bereaksi sama sekali. Dia hanya menatap pintu lift yang tertutup itu.

“Siwonnie!” kali ini Kyuhyun memanggil lebih keras tapi Siwon masih saja tidak memberi reaksi.

“Choi Siwon!!” pekik Kyuhyun membuat Hyukjae tersentak dan Siwon menoleh kepadanya.

“Apa?” balas Siwon masih kaget dengan suara keras Kyuhyun.

“Aku memanggilmu tapi kau seperti menganggapku patung.”

“…” Kyuhyun memperhatikan Siwon yang mengalihkan perhatiannya kembali ke pintu lift. Wanita itu terus menatap Siwon dan tiba-tiba dia terkikik.

Siwon cemburu. Kyuhyun tahu persis sikap Siwon jika dia sedang cemburu. Hati Kyuhyun berbunga-bunga saat tahu Siwon masih memiliki rasa sampai dia cemburu seperti sekarang.

“Kau cemburu.” Tegas Kyuhyun yang membuat Siwon memandang wanita itu seperti dia adalah monster berkepala dua.

Excuse me?!” kata Siwon tak mau menerima asumsi Kyuhyun yang menurutnya sangat sepihak.

“Kau cemburu.” Ulang Kyuhyun sambil berbalik menghadap pintu lift lagi. Wanita itu tersenyum senang karena Siwon masih memperhatikannya. Meski Kyuhyun masih harus bicara empat mata dengan Siwon dan meminta maaf atas kelakuannya di masa lalu, Kyuhyun bisa sedikit berlega hati karena Siwon tidak marah sepenuhnya seperti yang dia duga. Kyuhyun berjanji bahwa dia akan menyelesaikan semua permasalahan mereka dan berjuang sekali lagi untuk mendapatkan hati Siwon.

Kyuhyun terlalu memikirkan Siwon sampai dia lupa statusnya sendiri yang merupakan kekasih Jay.

Sedangkan Siwon, pria itu memandang Kyuhyun dengan tatapan tidak percaya. Siwon tidak habis pikir dengan wanita di sampingnya itu. Siwon tidak mengira Kyuhyun akan mengatakan hal itu kepada Siwon lalu tersenyum semanis itu.

Manis?! Siwon! Kendalikan dirimu! Ingat dia kekasih orang!

Hening.

Kyuhyun kekasih orang lain.

Kenyataan itu membuat pandangan Siwon meredup. Wajahnya mendadak murung dan itu terlihat oleh Hyukjae.

“Tuan muda Siwon.” Panggil Hyukjae sehingga membuat Kyuhyun menoleh ke arah Siwon.

Pandangan mata mereka bertemu. Siwon memandang sendu ke arah Kyuhyun sehingga senyum manis Kyuhyun memudar begitu saja. Pandangan itu adalah pandangan sedih dan kekecewaan yang pernah Kyuhyun lihat ketika Siwon membiarkan dirinya menelan kemarahan Kyuhyun kepadanya karena tuduhan selingkuhnya dengan Sungmin.

Pandangan yang seolah mengatakan bahwa ‘aku tidak bersalah tapi mengapa kau tidak percaya kepadaku’ yang selalu teringang di benak Kyuhyun. Pandangan itu pula yang selalu menghantui Kyuhyun dengan perasaan bersalah.

Pandangan itu kembali.

Kyuhyun meruntuk dirinya sendiri. Dia tahu pasti ada yang membuat Siwon kembali memandangnya seperti itu. Kyuhyunl lebih memilih tatapan tajam Siwon daripada tatapan itu.

“Siwonnie, ak…”

Kyuhyun belum sempat menyelesaikan kalimatnya ketiak pintu lift terbuka. Siwon memandang Kyuhyun sejenak sebelum menggeserkan tubuhnya sekali lagi untuk mempersilahkan Kyuhyun keluar lebih dulu sebelum dirinya. Kyuhyun tidak beranjak dan masih menatap Siwon sampai suara Donghae memutus kebisuan mereka.

“Selamat datang Siwon-ssi, Hyukjae-ssi.” Sapa Donghae sambil membungkuk hormat. Begitu Donghae menegakkan kembali tubuhnya, dia memandang heran ketiga orang yang masih betah berada di dalam lift.

“Siwon-ssi?” sahut Donghae memanggil Siwon sekali lagi namun pria itu tetap membisu sampai akhirnya Hyukjae kehilangan kesabaran dan menepuk bahu Siwon, menyadarkan pria itu akan situasinya sekarang.

“Tuan muda. Kita sudah sampai.” Ucap Hyukjae datar namun Siwon dapat menangkap nada keberatannya akan sikap Siwon. Siwon berdeham beberapa kali sebelum mengusai dirinya sendiri.

“Ah ya, hyung.” Katanya sambil melangkah keluar diikuti oleh Hyukjae dan Kyuhyun yang menunduk sedih.

“Ah. Hae-ah. Terima kasih sudah menyambut kami.” Sapa Hyukjae ceria ketika matanya melihat Donghae yang kebingunganl. Mendengar sapaan Hyukjae, Donghae kembali membungkuk dan menyambut mereka bertiga. Siwon yang juga mendengar sapaan Hyukjae langsung berubah perasaannya. Dia menaikan sebelah alisnya dan tertawa kecil karena jelas sekali Hyukjae sedang melakukan pendekatan dengan Donghae.

Siwon tidak tahu bahwa Hyukjae sengaja menunjukkan ketertarikannya kepada Donghae agar Siwon melupakan perasaan sedihnya dan lebih memilih untuk menggodanya.

Hyukjae hanya menuruti perintah dari atasannya, Seunghyun, untuk selalu menjaga suasana hati Siwon selalu baik. Seunghyun bisa membunuhnya jika Siwon pulang ke rumah mereka dalam keadaan bersedih seperti tadi.

Seunghyun hyung memerlukan hobi baru. Mana bisa aku 24 jam seminggu menjaga suasana hati seseorang. Batin Hyukjae kesal namun tetap saja dilakukan oleh Hyukjae.

“Ada yang lucu tuan muda Siwon?” tukas Hyukjae pura-pura kesal dengan tawa Siwon untuk mengimbangi permainan ini.

“Tidak, tidak. Maafkan aku hyung. Aku hanya merasa kau itu lucu ketika bertingkah seperti remaja yang senang melihat pujaan hatinya.” Goda Siwon yang serta merta membuat Hyukjae tersenyum dalam hati karena rencananya berhasil. Hyukjae lalu kembali pura-pura mendelik sambil dengan diam-diam menginjak kaki Siwon.

“Aww!” ringis Siwon sambil memandang Hyukjae tajam meski yang bersangkutan terlihat santai seolah tidak terjadi apa-apa.

“Anda kenapa tuan muda?” ujar Hyukjae seolah-olah tak bersalah telah menginjak kaki Siwon.

“Anda baik-baik saja Siwon-ssi?” tanya Donghae juga sambil menghampiri Siwon. Donghae memusatkan seluruh perhatiannya kepada Siwon selain karena merasa cemas, dia juga berusaha untuk tidak bertatapan langsung dengan Hyukjae. Donghae sendiri merasa malu sejak dia mendengar godaan Siwon tadi yang secara tidak langsung mengatakan Hyukjae menyukainya.

Donghae tidak mau Hyukjae melihat wajah bersemunya karena Donghae merasa senang jika benar Hyukjae menganggapnya lebih dari sekedar kolega.

Donghae kembali memusatkan perhatiannya kepada Siwon yang masih meringis. Donghae memegang lengan Siwon dan mencari daerah yang membuat Siwon meringis kesakitan. Donghae tidak tahu jika kaki Siwon yang sakit karena Siwon sendiri tidak menunduk untuk memegang kakinya.

Sementara Hyukjae dan Kyuhyun, keduanya merasa dongkol dengan Donghae. Hyukjae yang kesal karena rencananya menyebabkan Donghae menyentuh lelaki lain selain dirinya. Meski Donghae belum menjadi miliknya, namun Hyukjae sangat tidak suka jika wanita incarannya itu menyentuk lelaki lain walau itu Siwon. Sementara Kyuhyun, oh wanita itu sudah merasakan darahnya mendidih kala melihat jari lentik Donghae memegang lengan Siwon. Kyuhyun kesal dan iri karena Donghae bisa begitu dekat dengan Siwon tanpa perlu mendapat penolakan dari pria tampan tersebut.

Kyuhyun tak tahan lagi kala melihat sikap Donghae kepada Siwon. Terlebih lagi tangan itu bukan hanya memegang lengan Siwon tapi sudah sampai mengusapnya dengan lembut. Tanpa peringatan, Kyuhyun mendekati keduanya dan langsung melepas tangan Donghae dari Siwon. Sontak Donghae dan Siwon menjadi kaget dan bingung dengan sikap tiba-tiba Kyuhyun.

“Eonnie, bukankah eonnie harus menyiapkan keperluan untuk rapat?!” Ujar Kyuhyun sambil menatap tajam ke arah Donghae. Donghae sedikit terkejut dengan sikap Kyuhyun yang seolah memusuhinya namun dia segera mengerti dan tersenyum penuh arti.

“Ya, tentu saja. Saya permisi Siwon-ssi. Sajangnim kami dengan senang hati akan mengantarkan anda ke ruang rapat.” Pamit Donghae kemudian membungkuk sekali lagi dan meninggalkan Siwon dan Kyuhyun.

Sepeninggalan Donghae, Siwon memandang Kyuhyun yang terus memperhatikan Donghae.

Dia kenapa lagi sih?! Runtuk Siwon dengan sikap Kyuhyun yang berubah-ubah. Sikapnya seperti wanita yang cemburu dengan sekretaris suaminya karena kedekatan mereka.

Tunggu dulu.

“Kyu…” panggil Siwon perlahan.

“Apa?!” jawab Kyuhyun galak. Siwon sekali lagi terkejut dengan nada suara Kyuhyun. Sikap Kyuhyun mengingatkan dia ketika Kyuhyun marah kepadanya karena dekat dengan gadis lain saat mereka masih menjalin hubungan.

“Kau…” Siwon tak selesai mengatakan apa yang ingin dia katakana karena ada suara lain yang memanggil namanya.

“Siwon hyung…”

Siwon menoleh ke belakang dan mendapati Yunho memandangnya dengan tatapan senang.

“Yunho…”

Mendengar nama Yunho, Hyukjae menatap ke arah Yunho dengan pandangan tidak bersahabat.

Jadi dia adik Siwon. Batin Hyukjae mengenali orang yang menjadi daftar hitam Seunghyun karena menurutnya adalah orang terdekat namun juga orang yang pernah melukai perasaan Siwon. Hyukjae memang baru kali ini bertemu dengan Yunho secara langsung. Biasanya dia hanya mendengar namanya atau tidak sengaja bertemu namun tidak mengenali.

Hyukjae mempersiapkan dirinya untuk segala hal yang kemungkinan akan terjadi dengan kehadiran Yunho. Dia sudah siap membela Siwon seperti halnya yang dititahkan oleh Seunghyun.

“Hei.” Satu kata itu terucap dari bibir Siwon. Siwon memang sudah siap untuk bertemu dengan Kyuhyun maupun Yunho, tapi Siwon tidak mengira Tuhan akan secepat ini mempertemukan mereka berdua.

“Siwon hyung…” panggil Yunho pelan namun penuh dengan kerinduan. Tiga minggu yang lalu dia mendengar kabar bahwa akhirnya Choi Group mempertimbangkan melanjutkan kerjasama mereka dengan WK Agency. Yunho juga mendengar bahwa kali ini Choi Seunghyun mengutus adiknya untuk mengurus kerjasama ini. Berita terakhir tadi mungkin tidak akan memberi dampak apa-apa jika adik yang dimaksud Seunghyun itu bukanlah kakaknya, Choi Siwon.

Dan sekarang setelah tiga minggu berlalu dengan berbagai gosip yang menyebar di kantor ini tentang Siwon, akhirnya Yunho bertemu muka juga dengan sang kakak. Perasaan rindu begitu memuncah sehingga tanpa peringatan sama sekali, Yunho langsung menerjang tubuh Siwon dan memeluk erat kakak satu-satunya itu.

Yunho terus memeluk Siwon tanpa menggubris tatapan orang-orang yang berada di lantai teratas gedung WK Agency itu dan memandang mereka berdua dengan tatapan penuh tanda tanya. Dia menutup telinganya ketika Hyukjae dengan lantang berteriak kepadanya untuk tidak seenaknya memeluk Siwon. Yunho bahkan tidak malu menunjukkan airmatanya dan semakin mengeratkan pelukannya di tubuh Siwon seakan jika dia merenggangkan pelukan itu sedetik saja maka Siwon akan pergi lagi.

Siwon sendiri tidak tahu harus bagaimana. Di satu sisi dia ingin membalas pelukan Yunho namun di satu sisi, dia harus bersikap profesional dan pelukan Yunho ini baginya kurang etis. Disini dia bukanlah Choi Siwon kakak dari Choi Yunho. Disini dia mewakili Choi Group sebagai calon investor dan pemegang saham terbesar di WK Agency jika kerjasama ini selesai diurus.

“Permisi tuan. Bisakah anda melepas pelukan anda? Anda jelas melanggar privasi tuan muda Siwon.” Tegur Hyukjae keras sambil berusaha melepaskan pelukan Yunho. Dengan beberapa kali hentakan, akhirnya pelukan Yunho lepas juga.

Yunho menatap tidak suka terhadap sikap Hyukjae dan begitu pun Hyukjae. Pria kurus itu langsung berdiri di antara Siwon dan Yunho dan menatap tajam ke arah Yunho.

Yunho menghapus airmatanya dan kembali beradu tatap dengan Hyukjae sampai,

“Hyukjae hyung. Biarkan saja. Lebih baik kita segera ke ruang rapat. Aku rasa semua orang sudah menunggu kita terlalu lama.” Ucapan Siwon memutuskan tatapan kedua pria itu karena dia merasa pandangan mata yang menyala-nyala itu akan berujung kepada kontak fisik.

Hyukjae tak melepaskan pandangannya dari Yunho sampai dia menyeringai meremehkan lalu berbalik dan berjalan lebih dulu.

“Saya tunggu di ruang rapat tuan muda Siwon.” Ujar Hyukjae sekaligus menekankan kata ‘tuan muda Siwon’ seakan ingin menegaskan bahwa posisi Siwon berbeda dengan Yunho dan tak seharusnya Yunho bersikap seenaknya.

“Hyung.” Ucap Siwon tak setuju dengan sikap Hyukjae yang terkesan terlalu melebihkan statusnya. Siwon masih risih dipanggil seperti itu jika berada di depan orang lain. Kata ‘sajangnim’ lebih enak didengar daripada ‘tuan muda’. Namun Siwon tahu dia belum resmi menjadi seorang ‘sajangnim’ sebelum perjanjian ini tuntas. Seunghyun akan meresmikan dirinya memimpin perusahaan yang akan bekerja sama dengan WK Agency jika perjanjian kerjasama mereka terselesaikan sesuai dengan keinginan Seunghyun.

“Kenapa?! Apa ada kesalahan? Memang benar bukan?!”

“Hhh… Ya sudah, kau pergilah.” Usir Siwon secara halus agar tidak terjadi hal memalukan lagi.

“Hyung… Maaf… Tadi aku…” lirih Yunho ingin mengatakan banyak hal namun suaranya tercekat di tenggorokan. Terlebih lagi, dia malu sudah melakukan hal yang tidak menyenangkan di depan Siwon sehingga hanya kata maaf yang keluar dari bibir berbentuk hati miliknya.

Sementara Siwon sendiri, dirinya tak mengerti mengapa Yunho meminta maaf kepadanya. Ya, dia mengerti jika yang dimaksud oleh Yunho adalah sikapnya tadi. Tapi Siwon tidak bisa menerima jika Yunho meminta maaf karena peristiwa di masa lalu.

Yunho boleh saja menyalahkan dirinya sendiri karena ulahnya dulu tapi bagi Siwon semua itu juga tak terlepas dari kelalaiannya sendiri. Setelah membuka hatinya dan berbicara panjang lebar dengan Seunghyun dan Jiyong, Siwon paham bahwa dalam masalah itu, semua orang memiliki andil namun jika memang ada yang harus disalahkan, justru dialah yang salah.

Siwon paham itu sehingga dia sama sekali tidak marah kepada Yunho. Justru Siwon marah kepada dirinya sendiri sehingga dia memilih pergi. Kecewa? Tentu saja. Biar bagaimana pun Siwon tidak ingin Yunho sampai berurusan dengan barang haram itu. Cukup dirinya yang pernah terbelit masalah karena barang tersebut.

“Maaf untuk apa?” tanya Siwon berusaha berbicara dengan lebih santai namun Yunho tidak membuat keinginannya berjalan dengan lancar. Kepala tertunduk Yunho membuatnya tak bisa melihat ekspresi Yunho.

“Yunho, maaf untuk apa? Kau tidak salah.” Ulang Siwon lagi namun gelengan kepala Yunho membuatnya semakin bingung.

“Aku salah hyung. Aku salah karena sudah mengecewakanmu. Karena aku kau menderita, aku… aku…” Siwon yang tak tahan lagi dengan ucapan Yunho menghela nafas panjang.

Ternyata benar kata Seunghyun dan Jiyong. Kepergiannya tidak membawa dampak positif. Justru Siwon bisa melihat kepergiannya membuat Yunho menjadi lelaki yang sensitif dan mudah depresi. Siwon sekarang sadar tidak seharusnya dia pergi hanya karena merasa dirinya gagal menjaga Yunho.

Matanya menatap Yunho dengan sendu. Bukan ini yang dia harapkan dari Yunho. Bukan ini yang dia ingin lihat ketika bertemu dengan Yunho. Selama ini Siwon tidak pernah mengharapkan Yunho merasa bersalah kepadanya. Selama ini Siwon berpikir bahwa Yunho jauh lebih bahagia tanpanya. Namun semua harapannya hilang begitu saja melihat adiknya seperti ini.

Yunho yang sekarang sama saja dengan Yunho yang meminta maaf kepadanya karena dia ikut bersama mendiang ibu mereka, padahal itu bukanlah kesalahan dan keinginan Yunho. Dulu Siwon memutuskan untuk pergi karena ingin melihat Yunho yang dewasa dan bisa mengusai dirinya sendiri. Dan itulah yang sempat dia tangkap ketika melihat Yunho tiga minggu yang lalu. Tapi ini, Yunho yang ada di depannya sekarang, dia sama saja dengan Yunho sebelum Siwon pergi.

Mengetahui tidak ada yang berubah, entah kenapa membuat Siwon merasa kecewa. Siwon kecewa karena semua yang telah terjadi hanya menjadi hal yang sia-sia belaka. Siwon kecewa karena semua ini membuatnya seperti orang bodoh. Berharap dan berharap dengan semua yang dia lakukan, Siwon akan menemukan pribadi yang berbeda, pribadi yang bisa membuatnya merasakan bahwa semua keputusan yang diambilnya adalah keputusan yang benar.

Siwon menghela nafas sekali lagi sebelum membalikan tubuhnya dan berjalan meninggalkan Yunho dan Kyuhyun yang sedari tadi hanya memperhatikan mereka berdua. Tidak ada kata yang terucap kala Siwon pergi begitu saja.

Dia butuh waktu untuk berpikir. Dia butuh ketenangan. Dan saat ini bukan saat yang tepat untuk mencari itu semua. Ada perjanjian yang harus dia selesaikan.

“Hyung…” Yunho bermaksud mengejar Siwon lagi namun niatnya terhenti oleh tangan Kyuhyun di lengannya. Kyuhyun menggeleng perlahan, mengisyaratkan agar Yunho tidak mengganggu Siwon dulu.

“Yun, lebih baik kita kesampingkan dulu masalah kita dengan Siwonnie. Kita selesaikan dulu urusan pekerjaan kita. Kita harus bisa membuatnya setuju untuk bekerja sama dengan perusahaan ini agar kita memiliki waktu untuk selalu bertemu dengannya dan berbicara dengannya.” Usul Kyuhyun yang langsung ditanggapi dengan anggukan oleh Yunho.

Benar kata Kyuhyun, jika perjanjian kerjasama mereka lancar berarti Siwon akan sering berada di WK Agency. Itu berarti Yunho bisa menemukan kesempatan untuk berbicara dengan Siwon tanpa diganggu oleh ‘penjaga’ kurus yang selalu berada di dekatnya itu.

Kyuhyun pun terlihat lega karena Yunho bisa memahami maksudnya. Dia lalu mengajak Yunho untuk mengikuti Siwon ke ruang rapat agar semua bisa cepat selesai.

Selagi mereka berdua berjalan beriringan, Yunho menanyakan sesautu yang membuat Kyuhyun mengingat hal penting yang bisa membuatnya sulit mendekati Siwon. Yunho bertanya,

“Kyu, apa kau sedang mendekati Siwon hyung?”

“Aku akan berusaha untuk mendapatkannya kembali.”

“Lalu bagaimana dengan kekasihmu, si Jay itu?”

Sial! Aku lupa kalau Jay itu kekasihku!

TBC

Advertisements