Tags

, , , , , , ,

Title : The Boy Is Mine 1

Pairing : BFF!Kihyun, Wonkyu, Changbum, Haekyu, Haebum

Disclaimer : All casts are belong to their self and God

Warning : Un-betaed, GS, a rather fast plot, a bit of swearing, OOC, AU

Inspired : A song ‘The Boy Is Mine’ by Brandy & Monica

Summary : What’s going to happen when two best friends is trying to win a guy’s heart? What will they do?

( 。・_・。)(。・_・。 )

Suasana kantin sekolah itu ramai dan padat dengan siswa-siswi yang berdatangan untuk mengisi perut mereka yang kosong. Tampak antrian untuk makanan-makanan favorit di kantin tersebut sudah mulai memanjang. Tidak terkecuali dua gadis manis dan cantik yang sekarang sedang berjalan atau lebih tepatnya berlari beriringan karena tidak ada satu pun yang mau mengalah, menuju ke kios yang menjual masakan Jepang. Keduanya dengan tidak berperikemanusiaan langsung menerobos antrian panjang, menyebabkan semua siswa-siswi yang sudah mengantri sejak tadi mengeluh dan memarahi mereka. Namun seruan untuk mengantri atau olokan tidak tahu sopan santun dari semua siswa0siswi itu tidak dihiraukan sama sekali oleh kedua gadis itu. Mereka justru berteriak bersamaan kepada bibi penjual di kios tersebut.

“Ahjumma! Aku pesan satu set menu A!”

Si bibi terdiam sesaat namun dengan segera mengarahkan jari telunjuknya dengan tegak ke arah mereka berdua dan mengatakan,

“Menu A tinggal 1.” Sahut si Bibi kemudian pergi dari hadapan mereka dan hanya memerintahkan salah satu pegawainya untuk melayani kedua gadis itu. Sedangkan kedua gadis yang sama-sama ingin menyantap menu yang mereka inginkan saling memandang tajam satu sama lain lalu tanpa diberi aba-aba kembali berteriak bersamaan.

“Berikan menu itu kepadaku!” seru mereka berdua yang berujung pada kebingungan tingkat dewa untuk si pegawai malang. Dia benar-benar bingung serta takut karena pandangan menusuk yang diberikan oleh kedua gadis itu. Tapi sepertinya Tuhan sednag berbaik hati dengan si pegawai, karena tidak lama setelah kedua gadis itu berteriak, teman si pegawai mengatakan hal yang menyelamatkannya dari amukan gadis-gadis dengan aura setan itu.

“Silahkan, satu set Menu A.”

“Terima kasih.”

Keduanya melihat ke samping dan menyaksikan seorang siswi lain sudah membawa pergi menu yang mereka inginkan. Rupanya mereka terlambat dan terlalu fokus dengan saingan mereka sehingga menu tersebut dipesan oleh orang lain. Alhasil, keinginan mereka berdua untuk dapat menikmati menu makanan favorit mereka lenyap sudah.

Mengetahui usaha mereka sia-sia, keduanya kembali saling pandang dan beradu mulut. Adu mulut mereka cukup mengganggu yang lain sehingga tanpa basa-basi lagi, si bibi menyuruh pegawainya yang lain untuk mengusir mereka. Keduanya berdecak kesal dan mengomel kepada pegawai yang mendorong mereka dari antrian sebelum akhirnya keduanya kembali beradu mulut.

“Ini salahmu dasar perempuan salju mengerikan!” teriak gadis yang lebih tinggi sambil mengarahkan jari telunjuknya kepada gadis yang satunya. Si gadis yang diolok sebagai perempuan saju itu tidak terima tentunya. Dia menepis tangan sang gadis tinggi dan membentaknya balik.

“Apa kau bilang?! Perempuan salju?! Kau ini apa?! Kau itu setan wanita berleher panjang!” olok si gadis tak kalah keras. Aura mengerikan muncul dari si gadis tinggi yang marah karena di sebut setan wanita berleher panjang.

“Apa!! Jangan salahkan aku jika aku ini tinggi semampai seperti model. Beda denganmu dasar kuntet!”

What?! You bit**!

Sl**!

Wh***!” dan sederet kata-kata yang harus disensor karena terlalu vulgar untuk didengar oleh orang lain. Keduanya terus saja bertengkar sampai mereka lupa waktu makan siang mereka akan segera berakhir padahal mereka belum makan apapun. Dan benar saja, ketika bel tanda semua siswa-siswi harus masuk kelas untuk pelajaran selanjutnya, keduanya kembali secara bersamaan berteriak histeris dan berlari ke toko serba ada untuk membeli roti. Anehnya mereka tidak lelah untuk terus saja bersaing menuju toko tersebut, padahal mereka terancam kelaparan dan belum lagi dihukum jika terlambat masuk kelas. Ya, memang sulit dipercaya bahwa kedua orang yang seperti Tom dan Jerry ini dulunya adalah sahabat baik. Sahabat yang sekarang menjadi musuh hanya karena seorang pemuda bernama Lee Donghae.

Kelas 2A

“Bisakah kau percaya Siwon-ah kalau perempuan setan itu memanggilku sl**?! Memangnya dia apa?! Bit**!!” maki Kim Kibum, salah satu dari gadis yang tadi bertengkar di kantin. Dia sekarang sedang mengeluarkan kekesalannya di hadapan sahabat sekaligus teman sekelasnya Choi Siwon, pemuda lembut baik hati yang ketampanannya tidak perlu dipertanyakan lagi. Ditambah dengan postur tubuh tinggi tegap dan badan yang berbentuk dengan otot six packnya.

Siwon hanya menggelengkan kepalanya ketika mendengar makian Kibum yang menurutnya sudah tidak sesuai lagi diutarakan oleh gadis secantik Kibum. Terlebih lagi makian itu ditujukan kepada seseorang yang dulunya adalah sahabatnya sendiri. Siwon sampai sekarang masih tidak mengerti mengapa persahabatan keduanya bisa terpecah hanya karena satu masalah, yaitu percintaan. Itu akar dari semua pertengkaran yang menurut Siwon sangat mengganggu ini.

Siwon lalu mengambil sebuah apel dari tas sekolahnya. Pemuda itu memang selalu menyimpan buah merah kesukaan gadis di depannya ini, berjaga-jaga jika Kibum meledak-ledak seperti sekarang. Buah ini bisa menurunkan emosi Kibum walau sejenak. Siwon menyodorkan buah tersebut yang langsung disambut dengan gembira oleh Kibum. Setelah mengucapkan terima kasih, Kibum langsung menggigit buah apel yang sudah dibersihkan oleh Siwon dengan sapu tangannya itu.

Disaat Kibum sedang menikmati buahnya itu, Lee Donghae, kekasih Kibum sekaligus biang masalah dari rusaknya persahabatan Kibum dengan si gadis yang bertengkar dengannya di kantin, masuk ke kelasnya dan langsung mendekat ke arah Kibum yang langsung membuang sisa apel yang belum habis ke tempat sampah untuk menyambut Donghae.

“Hae! Sedang apa kau disini? Bukannya sebentar lagi jam pelajaran terakhir. Nanti kau terlambat sayang.” Ucap Kibum manis berbanding terbalik dengan ucapan yang penuh emosi tadi. Siwon memandang sepasang kekasih itu dengan malas. Siwon bukannya tidak suka jika Kibum bahagia dengan kekasihnya, hanya saja mengapa dia harus memilih Donghae yang terkenal playboy di sekolah mereka.

“Hanya ingin melihat snow princessku yang cantik saja. Aku rindu denganmu Bummie.” Gombal Donghae. Siwon sekali lagi memutar matanya malas. Jika dia bisa, dia ingin menarik Kibum dan mengguncang tubuhnya agar Kibum sadar bahwa Donghae bukan pemuda yang tepat untuk dirinya. Tapi Siwon terlalu baik untuk melakukan itu semua. Dia terlalu sayang kepada Kibum sampai dia tidak ingin Kibum marah padanya. Dalam hati Siwon berharap suatu saat mata Kibum bisa terbuka lebar tanpa campur tangannya bahwa Donghae tidak serius dengannya.

“Kau baik sekali sayang. Terima kasih karena kau sudah mengunjungiku.” Sahut Kibum dengan manisnya.

“Sama-sama sayang. Oke. Aku kembali dulu ya. Sabtu depan kita kencan ya manis.” Balas Donghae lagi. Kali ini Siwon membuat gerakan seperti orang mau muntah ketika mendengar gombalan Donghae untuk Kibum. Siwon tahu Donghae sering mengucapkan kata-kata sayang, manis, cantik kepada semua teman kencannya. Walau Siwon termasuk orang yang romantis, tapi dia tidak pernah mengumbar kata-kata itu jika bukan kepada orang yang dia cintai.

“Oke sayang.” Sahut Kibum dan tak lupa memberikan Donghae kecupan di pipinya. Siwon sekali lagi hanya menggelengkan kepalanya. Melihat tingkah Kibum yang sekarang terus memandang punggung Donghae dengan mata yang berbinar-binar membuat Siwon tak sanggup lagi melihatnya. Meski dia baru saja berharap Kibum mampu menyadari sendiri bahwa dia membuat kesalahan dengan memilih Donghae sebagai kekasih, tapi ini sudah di luar batas toleransi dari Siwon. Dengan segera, Siwon mengeluarkan ponselnya dan mengetik pesan untuk satu lagi sahabatnya yang mungkin sekarang juga sedang menjadi tempat pelampiasan seseorang di kelas mereka.

Kelas 2B

Shim Changmin, pemuda tinggi seperti tiang listrik penyuka semua makanan dengan wajah tampan yang eksotik itu memalingkan perhatiannya sejenak dari gerutuan sahabatnya, Cho Kyuhyun, lawan Kim Kibum saat di kantin tadi. Perhatian pemuda tinggi itu terganggu dengan getaran ponselnya yang menandakan adanya pesan masuk. Diambil ponsel itu dari saku celana dan dia langsung membaca pesan yang masuk.

From : Ma Siwon hyung

Changmin-ah, Donghae baru saja datang ke kelasku. Jadi mungkin dia akan ke kelasmu. Aku tidak mengerti mengapa mereka berdua bisa begitu buta dan tidak mengetahui bahwa Donghae menduakan mereka. Kita harus melakukan sesuatu. Sementara ini, tolong jaga baby Kyu untukku ya. Thanks Changmin-ah.

PS: Apa baby Kyu tampil semanis, seimut, dan secantik kemarin-kemarin? Aku rindu dengannya Changmin-ah. Jangan lupa ambilkan fotonya untukku.

Begitu selesai membaca pesan itu, Changmin hanya berdecak sebal karena kenorakan Siwon jika sudah menyangkut soal Kyuhyun. Cowok tampan yang bagaikan pangeran dari negeri antah berantah itu begitu menyukai Kyuhyun walau sampai sekarang dia belum berani mengungkapkan perasaannya itu.

“Minnie-ah! Kau mendengarkanku tidak?!” seru Kyuhyun marah karena Changmin sepertinya tidak mendengarkan keluhan dan omelannya soal Kibum. Changmin yang gugup karena ketahuan tidak memperhatikan Kyuhyun, hanya memberikan cengiran kecil membuat Kyuhyun mengerucutkan bibirnya kesal.

“Kyu.” Panggil seseorang dari pintu masuk kelas Changmin dan Kyuhyun. Changmin dan Kyuhyun menoleh ke arah suara itu dan menemukan Donghae sedang bersandar dan memberikan senyum yang bagi Kyuhyun teramat tampan, tapi bagi Changmin bagaikan cemooh untuknya.

“Hae!!” seru Kyuhyun sambil berlari ke arah kekasihnya itu. Begitu gadis manis itu sampai, dia langsung mengalungkan lengannya di leher Donghae sambil mengecup hidung Donghae. Donghae membalasnya dengan memeluk Kyuhyun dan mendaratkan kecupan di pelipis Kyuhyun.

Changmin menghela nafas melihat kemesraan mereka berdua. Benar kata Siwon, kenapa kedua gadis itu bisa begitu buta dan tidak menyadari bahwa Donghae menduakan mereka. Kibum dan Kyuhyun sampai bermusuhan karena masing-masing mengira bahwa yang lain mencoba mengambil kekasihnya itu. Changmin tidak tahan lagi dengan keadaan ini. Seperti pesan Siwon tadi, mereka harus melakukan sesuatu agar kedua gadis itu bisa melihat siapa Donghae sebenarnya. Changmin tidak mau sahabatnya menderita ketika Donghae meninggalkannya karena merasa bosan. Terlebih lagi Changmin tidak mau gadis pujaan hatinya, Kim Kibum sampai menangis hanya karena playboy kacangan itu.

Tampaknya, rencana yang sudah dia susun dengan Siwon harus dilakukan dalam waktu dekat ini. Dengan ketetapan itu, Changmin kembali membuka ponselnya dan mengetik pesan balasan untuk Siwon. Setelah Changmin selesai mengetik pesannya, Changmin menatap pasangan di pintu masuk kelas itu dengan seringai. Seringai yang membuat bulu kuduk yang melihatnya berdiri.

Kelas 2A

Siwon merasakan getaran dari saku celananya saat guru menjelaskan materi di depan kelas. Dengan hati-hati agar tidak ketahuan oleh guru, Siwon mengambil ponselnya lalu membaca isi pesan dari Changmin itu.

From : Lord VoldeMin

Hyung, Donghae datang kesini dan bermesraan dengan Kyuhyun. Aku tidak tahan melihat Donghae bersikap seenaknya dengan mereka berdua. Sepertinya kita harus menjalankan rencana kita. Aku tunggu sepulang sekolah di café biasa. Jangan lupa bawa Kibum.

PS: Kyuhyun terlihat mengerikan hari ini ketika dia marah-marah soal Kibum, tapi pasti kau tidak akan percaya bukan?! Jadi jangan berkata yang membuatku merinding hyung! Apalagi memintaku mengambil fotonya. Geez hyung!

TBC

Advertisements