Tags

, , , , , , ,

Title : The Boy Is Mine 2

Pairing : BFF!Kihyun, Wonkyu, Changbum, Haekyu, Haebum

Disclaimer : All casts are belong to their self and God

Warning : Un-betaed, GS, a rather fast plot, a bit of swearing, OOC, AU

Inspired : A song ‘The Boy Is Mine’ by Brandy & Monica

Summary : What’s going to happen when two best friends is trying to win a guy’s heart? What will they do?

( 。・_・。)(。・_・。

Previous Chapter

From : Ma Siwon hyung

Changmin-ah, Donghae baru saja datang ke kelasku. Jadi mungkin dia akan ke kelasmu. Aku tidak mengerti mengapa mereka berdua bisa begitu buta dan tidak mengetahui bahwa Donghae menduakan mereka. Kita harus melakukan sesuatu. Sementara ini, tolong jaga baby Kyu untukku ya. Thanks Changmin-ah.

PS: Apa baby Kyu tampil semanis, seimut, dan secantik kemarin-kemarin? Aku rindu dengannya Changmin-ah. Jangan lupa ambilkan fotonya untukku.

From : Lord VoldeMin

Hyung, Donghae datang kesini dan bermesraan dengan Kyuhyun. Aku tidak tahan melihat Donghae bersikap seenaknya dengan mereka berdua. Sepertinya kita harus menjalankan rencana kita. Aku tunggu sepulang sekolah di café biasa. Jangan lupa bawa Kibum.

PS: Kyuhyun terlihat mengerikan hari ini ketika dia marah-marah soal Kibum, tapi pasti kau tidak akan percaya bukan?! Jadi jangan berkata yang membuatku merinding hyung! Apalagi memintaku mengambil fotonya. Geez hyung!

( 。・_・。)(。・_・。 )

Café Dekat Sekolah

Changmin dan Kyuhyun sudah duduk sekitar 10 menit di café tersebut tapi belum ada tanda-tanda Siwon dan Kibum akan datang ke sana. Changmin sudah memesan minuman dan kue untuk mereka berempat karena dia tidak mau membuang waktu hanya untuk hal-hal tidak penting. Jika nanti Siwon dan Kibum tidak suka, dia bisa menghabiskan semua makanan dan minuman yang telah di pesan. Lebih bagus untuknya.

“Minnie, kita menunggu siapa sih? Aku sampai menolak tawaran Hae-ah untuk mengantarku pulang karena kau memohon untuk aku temani.” Keluh Kyuhyun yang bosan menunggu. Changmin melihat sekilas sahabatnya ini lalu menggelengkan kepala. Dulu Kyuhyun tidak semenyebalkan sekarang. Changmin tahu temannya ini mempunyai kadar kesabaran yang sangat minim tapi Kyuhyun jarang mengeluh. Dia paling hanya memandang Changmin dengan delikan mata yang membuat Changmin sedikit tidak enak, tapi tidak pernah mengeluh seperti sekarang.

Kyuhyun benar-benar berubah sejak dia bergaul dengan Donghae. Changmin berpikir, pengaruh apa yang dimiliki oleh Donghae hingga temannya ini bisa semanja ini tapi manja yang sangat menggangu. Changmin baru saja ingin mengkomentari sikap Kyuhyun ketika suara Siwon terdengar dari pintu masuk café.

“Ayolah Kibummie, sampai kapan kau akan cemberut seperti itu? Apakah kau tega membiarkan aku pergi sendirian?”

“Tapi kenapa harus sekarang sih Siwonnie? Aku sampai harus menolak tawaran Hae-ah untuk mengantarku pulang.” keluh Kibum masih dengan mengembungkan pipinya. Changmin yang sayup-sayup mendengar pembicaraan Siwon dan Kibum ingin sekali menepuk dahinya. Dia benar-benar tidak habis pikir, bahkan Kibum yang terkenal sebagai ice princess karena taraf kedinginannya terhadap orang lain yang di luar batas itu bisa memiliki sikap menyebalkan sama dengan Kyuhyun.

“Sudah. Kau ikut saja.” Kata Siwon sambil menarik tangan Kibum menuju meja Changmin dan Kyuhyun. Siwon sudah sempat melihat mereka berdua sementara Kibum tidak sadar bahwa dia akan bertemu musuh besarnya.

Ketika Kibum mengetahui Kyuhyun ada di meja di dekat jendela bersama dengan Changmin, Kibum membuka lebar matanya terkejut sekaligus kesal dengan Siwon. Kibum lalu mengarahkan pandangan tajamnya ke arah Siwon meski baru sedetik dia sendiri yang menundukkan kepalanya karena Siwon sudah terlebih dulu mendelikan matanya, memberi isyarat kepada Kibum untuk tidak banyak komentar. Kibum yang tahu persis bahwa Siwon yang marah adalah hal yang paling menakutkan, memutuskan mengikuti dulu keinginan Siwon.

Dengan terpaksa Kibum duduk di depan Kyuhyun yang sekarang juga menampakan wajah tidak sukanya kepada Kibum. Keduanya saling memandang tajam dan penuh amarah. Changmin dan Siwon, yang sudah duduk di depan Changmin, hanya menghela nafas panjang. Kedua pemuda itu membiarkan Kibum dan Kyuhyun yang terus saja memandang, tanpa mau berbicara satu patah kata pun. Akhirnya, tidak tahan dengan kesunyian canggung tersebut, Changmin mengeluarkan sebuah amplop berisi foto-foto dan meletakannya di meja dengan harapan salah satu dari gadis keras kepala ini mau melihat isinya dan sadar diri dari semua kegilaan ini. Namun harapan tinggal harapan. Kedua gadis itu tidak membuka amplop itu. Jangankan membuka, melihat saja tidak. Mereka justru kembali bertengkar.

“Kibum-ssi. Sepertinya kita harus memperjelas semua kesalah pahaman yang kau timbulkan. Kau harus tahu dan sadar bahwa Hae-ah itu pacarku.” Ujar Kyuhyun datar tapi ada nada sinis di suaranya. Kibum hanya mengibaskan rambut panjangnya lalu menatap Kyuhyun lagi. Kali ini tatapannya seperti tatapan meremehkan.

“Pacarmu? Kau gila ya? Hae-ah itu pacarku. Jadi aku mohon dengan tidak hormat, supaya kau jauh-jauh dari pacarku.” Balas Kibum tak kalah sinis. Kali ini Kyuhyun yang merapikan rambutnya yang dikepang samping itu lalu menatap Kibum seakan Kibum adalah kuman yang perlu dihindari.

“Gila? Bukannya kau yang gila? Oh, aku tahu. Kau itu buta. Buta karena tidak bisa melihat kalau Hae-ah itu mencintaiku dan bukan kau. Jadi kalau kau cemburu, bilang saja. Aku tahu bahwa aku lebih baik daripadamu.” Olok Kyuhyun lalu meminum capucinnonya sambil menyeringai senang karena dia mengira dia telah menang dari Kibum. Namun bukan Kibum namanya jika mengaku kalah begitu saja. Kibum juga meminum lattenya sebelum membalas olokan Kyuhyun.

“Kyuhyun-ssi. Aku sebenarnya tidak mau mengatakan ini, tapi aku kasihan padamu. Kau terlalu banyak berkhayal jika kau pikir Hae-ah mencintaimu. Apa perlu aku katakan padamu betapa Hae-ah tidak sanggup untuk berpisah denganku semenit saja. Dia selalu mengunjungiku ke kelasku jika dia bisa.” Kyuhyun yang mendengar kata-kata itu dari mulut Kibum, memincingkan matanya kesal. Dia langsung membalas perkataan Kibum tanpa jeda lagi.

“Oh begitu. FYI honey, Hae-ah lebih sering ke kelasku daripada ke kelasmu. Dia baru pergi ketika bel sudah berbunyi karena dia tidak mau berpisah denganku.” Perkataan Kyuhyun tadi membuat amarah Kibum semakin menjadi. Dengan hentakan tangan di meja, Kibum membalas Kyuhyun dengan seruan yang cukup keras.

“Dasar perempuan penggoda. Kau iri padaku karena punya pacar sesempurna Hae-ah bukan?! Mengaku saja!”

“Kau yang penggoda! Kau itu kenapa sih selalu merebut apa yang aku punya?!” seru Kyuhyun tak mau kalah. Dia juga menghentakan tangannya di meja. Dan tanpa bisa dicegah lagi, keduanya memulai saling berteriak satu sama lain.

“Merebut yang kau punya?! Bukannya kau yang tukang rebut! Kenapa kau tidak mengalah saja. Kalau kau masih memandang persahabatan kita dulu, kau mundurlah.”

“Justru kau yang seharusnya mundur. Kenapa sih kau tidak bisa melihatku bahagia? Selalu aku yang mengalah. Kali ini aku tidak mau. Kau dengar itu. Aku tidak mau menyerahkan Hae-ah kepadamu!”

“Aku juga tidak mau! Kau yang harus mundur!”

“Kau yang mundur!”

“Kau!”

“Kau!”

“DIAM!!” Kibum dan Kyuhyun tersentak karena suara keras Siwon. Mereka berdua langsung menatap Siwon yang sekarang sudah berdiri dengan tatapan marah karena kesal mendengar pertengkaran Kibum dan Kyuhyun yang tak pernah ada habisnya. Changmin yang jarang melihat Siwon marah pun hanya bisa menatap Siwon dengan tatapan terkejut walau hanya sekilas. Changmin dengan perlahan memegang lengan Siwon dan mengisyaratkan dia untuk duduk dan menenangkan diri. Beruntung café itu sedang sepi jadi tidak banyak pengunjung yang melihat ke arah mereka berempat.

Siwon memalingkan wajahnya dari Kibum dan Kyuhyun lalu menatap balik Changmin. Siwon mengerti isyarat Changmin untuk memintanya tenang dan duduk untuk membahas masalah ini. Siwon menarik nafas dan membuangnya perlahan, berusaha mengendalikan emosinya, lalu kembali duduk. Dia sedikit merasa bersalah sudah lepas kendali seperti tadi. Apalagi Siwon melihat raut wajah takut dari Kyuhyun dan Kibum. Tetapi, pertengkaran mereka berdua membuat Siwon emosi dan ingin segera menghentikannya.

“Maaf Kibummie, Kyuhyunnie. Aku lepas kendali. Aku hanya kesal karena kalian selalu saja bertengkar. Kalian ini sahabat baik. Kenapa kalian bisa seperti ini hanya karena masalah laki-laki? Apa kalian tidak pernah merasakan bahwa aku dan Changmin, mungkin juga kedua orang tua kalian sedih melihat persahabatan kalian hancur seperti sekarang?” ucap Siwon pelan dengan nada sedih. Siwon benar-benar merasa bahwa tidak seharusnya persahabatan Kyuhyun dan Kibum berakhir dengan perpecahan.

“Kyuhyunnie, Kibummie. Apa kalian lupa kalau dulu kita selalu main bersama, berpergian bersama, belajar bersama, apapun kita lakukan bersama sampai orang yang kalian anggap pacar yang mencintai kalian itu datang.” Kata Changmin menimpali ucapan Siwon. Changmin berhenti berbicara sejenak karena ingin melihat reaksi keduanya dan ketika kedua gadis itu hanya diam dan menundukkan kepalanya karena tidak mau melihat ke arah Changmin maupun Siwon, akhirnya Changmin melanjutkan kembali perkataannya.

“Lihatlah isi amplop itu. Kalian bisa lihat siapa sebenarnya pacar yang kalian banggakan dan perebutkan itu.” Changmin menunjuk ke amplop yang sedari tadi tidak diperhatikan oleh Kyuhyun dan Kibum.

Kibum mengangkat kepalanya untuk menatap Changmin lalu kepada Siwon dan terakhir ke amplop di atas meja. Dengan perlahan tangan putih Kibum mengambil amplop tersebut dan mengeluarkan isinya yang berupa foto-foto. Kyuhyun juga mulai mengangkat wajahnya dan memperhatikan Kibum yang mengeluarkan isi amplop tersebut. Kyuhyun melihat Kibum memandangi foto-foto tersebut dengan alis yang disatukan dan dahi yang berkerut. Kyuhyun semakin penasaran dengan gambar apa yang terpampang di foto-foto itu karena raut wajah Kibum yang jelas menampakan rasa tidak percaya, marah, dan kecewa.

Baru saja Kyuhyun ingin menanyakan foto apa yang dipegang oleh Kibum, tiba-tiba Kibum sudah meremas foto-foto itu, melemparnya ke atas meja dan mengambil tasnya lalu berteriak dengan keras. Teriakannya memang sedikit tertutup, tapi tetap saja masih terdengar karena teriakan Kibum terlalu keras. Puas mengungkapkan kekesalannya, Kibum kemudian menjatuhkan kepalanya ke meja dengan cukup keras sehingga menimbulkan suara yang membuat Changmin, Siwon, bahkan Kyuhyun meringis. Kibum lalu melingkari kepalanya diatas meja karena Kibum malu dilihat oleh Siwon, Changmin, terlebih lagi Kyuhyun. Kyuhyun yang terkejut dan walau dia menyangkalnya, cemas ketika melihat Kibum mendadak bertingkah aneh begitu langsung mengambil foto-foto yang baru saja dilihat oleh Kibum.

Ketika Kyuhyun membuka dan merapikan foto-foto yang diremas itu, betapa terkejutnya dan kecewanya Kyuhyun saat gambar yang terpampang di depannya adalah sosok Donghae yang sedang bermesraan dengan banyak gadis. Tidak hanya itu saja, gadis-gadis itu kebanyakan adalah teman satu sekolah mereka, bahkan ada dua sampai tiga orang yang merupakan teman sekelas Kyuhyun. Kyuhyun lalu kembali meremas foto-foto itu dengan kuat. Tampak amarah yang sangat kentara dibandingkan rasa kecewa yang dirasakan karena pengkhiatan Donghae. Dia lalu menatap Kibum yang masih menutup wajahnya dengan lengan dan bantuan meja. Kyuhyun memandang Kibum dengan tatapan bersalah. Kyuhyun sadar sekarang bahwa dirinya bodoh karena membenci sahabatnya sendiri, yang dia kenal sejak kecil, demi seorang lelaki yang jelas-jelas telah mempermainkan mereka berdua.

“Bummie.” Lirih Kyuhyun memanggil nama kecil Kibum. Kibum sedikit tersetak karena mendengar Kyuhyun memanggilnya seperti itu. Sepertinya sudah lama dia tidak mendengar Kyuhyun memanggilnya dengan lembut begitu. Kibum perlahan mengangkat wajahnya agar bisa menatap Kyuhyun yang ada di hadapannya. Wajah Kibum, lebih tepatnya dahi Kibum, merah karena benturan yang dia lakukan tadi. Mereka terdiam sesaat seakan menunggu siapa yang akan memulai berbicara. Dan mereka tak perlu menunggu lama karena Kyuhyun lebih dulu membuka mulutnya.

He’s a f***ing a**hole.” Ucap Kyuhyun kemudian mendadak tertawa dengan cukup keras, membuat Changmin dan Siwon kebingungan. Tapi tidak dengan Kibum, dia seperti mengerti maksud Kyuhyun dan akhirnya ikut tertawa dan semakin lama semakin keras sehingga menyebabkan tamu yang meski hanya sedikit itu, kembali melihat ke arah mereka berempat. Kyuhyun dan Kibum tidak perduli, mereka sepertinya tertawa menghilangkan beban yang ada di hati mereka. Mungkin karena rasa sakit karena telah dipermainkan oleh Donghae, tapi tawa mereka lebih kepada menertawakan kebodohan dan keegoisan diri sendiri karena sudah bertengkar dan bermusuhan hanya karena wajah tampan dan kata-kata manis.

Tawa yang membahana itu reda juga, menyisakan senyum yang manis di wajah keduanya. Mereka sama-sama berpikir bahwa lucu sekali, pertengkaran selama beberapa waktu ini sirna hanya dalam hitungan menit. Mereka berdua sadar, walau pahit karena merasakan pengkhiatan dari orang yang mereka anggap kekasih hati, tapi jika harus kehilangan sahabat yang selalu bersama di saat suka dan duka pastinya akan menimbulkan lubang di hati yang tidak akan bisa ditutup oleh apapun juga. Kibum dan Kyuhyun hampir saja merasakan hal itu.

Tanpa adanya kata maaf, tanpa adanya ucapan penyesalan, Kibum dan Kyuhyun tahu saat memandang mata masing-masing bahwa pertikaian tidak penting mereka sudah berakhir. Tidak ada kata kasar yang terlontar dari mulut mereka ditujukan satu sama lain, tidak ada lagi tatapan cemburu dan mengolok dari mata indah mereka berdua, dan yang pasti tidak ada lagi kata cinta yang diucapkan Kibum dan Kyuhyun kepada Lee Donghae.

“Bisakah dari kalian menjelaskan apa yang sudah terjadi?” pertanyaan tiba-tiba dari Siwon membuat kedua gadis yang sedang berpandangan itu menoleh kepada Siwon. Siwon dan Changmin masih memasang tampang kebingungan akibat sikap Kibum dan Kyuhyun.

“Mungkin otak mereka yang rusak karena ada sulit menerima kenyataan hyung?! Donghae sialan! Ini semua gara-gara dia!” gerutu Changmin tidak menyadari aura iblis keluar dari Kyuhyun dan juga Kibum. Tanpa basa-basi lagi tangan Kyuhyun melayang ke belakang kepala Changmin.

Plak!!

“Auch!! Kenapa kau memukulku?!!” protes Changmin tidak terima dipukul tanpa alasan. Kyuhyun mendelikan matanya dan akan memukul Changmin lagi jika tidak di tahan oleh Kibum.

“Otakmu yang rusak. Kau itu bodoh ya?! Kami tadi hanya tertawa lega.” Sungut Kyuhyun karena sikap Changmin yang sangat menyebalkan. Terlebih lagi ketika dengan polosnya Changmin bertanya lagi.

“Tertawa lega?! Maksudnya?” Kyuhyun semakin ingin memukul kepala Changmin sekali lagi begitu dia mendengar pertanyaan itu. Tapi lagi-lagi Kibum menahannya, membuat Kyuhyun mendengus kesal. Melihat Kyuhyun yang teramat kesal dengan Changmin, menimbulkan tawa geli dari Kibum. Kibum sampai sekarang belum paham apa yang membuat keduanya bisa berteman padahal mereka kelihatannya selalu beradu mulut. Kibum menolehkan wajahnya menghadap Changmin dan Siwon kemudian mulai bicara menggantikan Kyuhyun. Jika Kyuhyun yang bicara sepertinya mereka akan disini untuk waktu yang cukup lama.

“Kami paham apa yang tergambarkan di foto-foto ini. Kalian pasti ingin memberitahu kami kebenaran tentang Donghae bukan?! Yang kami tidak mengerti, kenapa baru sekarang kalian memberitahu kami?” jelas Kibum sekaligus mempertanyakan maksud Changmin dan Siwon menunda waktu untuk memberitahu mereka.

“Betul, kenapa baru sekarang perut jurang?!” timpal Kyuhyun membuat Changmin mendelikan matanya dan berteriak kepada Kyuhyun.

“Yah!! Kenapa kau mengejekku?!! Tanya saja kepada kuda ini. Aku sudah ingin memberitahu dari awal sejak kalian menjalin hubungan dengan Lee Donghae itu. Tapi Siwon hyung mengatakan bahwa kita sebaiknya melihat situasi dulu dan tidak gegabah dalam bertindak.”

“Minnie-ah. Kenapa kau bisa memanggilku dengan sebutan kuda dasar food monster. Apa mereka akan percaya begitu saja jika kita tiba-tiba memberitahu mereka soal Donghae tanpa bukti huh?!” tukas Siwon dengan nada datar tapi sedikit membuat Changmin terdiam sebelum akhirnya mengangguk mengerti.

“Oh benar juga.”

“Aish! Kenapa si perut jurang ini bodoh sekali?!” Sepertinya tidak perlu orang jenius untuk tahu siapa yang mengucapkan itu kepada Changmin. Dan tentu saja, si pemuda tinggi seperti tiang listrik itu kembali membalas dengan sengitnya.

“Yah!! Aku ini selalu menempati peringkat pertama di sekolah!” ujar Changmin tidak terima di katakan bodoh oleh Kyuhyun. Namun tak ada satu pun yang menimpali ucapannya tadi. Mereka justru seperti menganggap perkataan Changmin angin lalu.

“Yah!! Dengarkan aku bicara!!” teriak Changmin kesal.

Plak!!

“Auch!! Yah!! Kenapa kau memukulku lagi?!” teriak Changmin semakin keras. Sekali lagi tangan ramping Kyuhyun mendarat dengan sukses di belakang kepala Changmin. Dan dengan santainya Kyuhyun hanya mengucapkan satu kata menanggapi teriakan Changmin.

“Berisik.”

“Sudahlah Minnie-ah. Yang penting sekarang Kibummie dan Kyuhyunnie sudah mengetahui yang sebenarnya.” Sahut siwon mencoba menengahi dan sepertinya berhasil. Siapa yang sanggup menolak pesona seorang Choi Siwon, dengan senyum senyum berlesung pipi dari bibir joker miliknya dan suara yang menenangkan. Kyuhyun dan Changmin hanya memalingkan wajah masing-masing sehingga tidak perlu berpandangan lagi. Sedangkan Kibum hanya tersenyum dan menggelengkan kepala.

“Jadi apa yang akan kalian lakukan setelah ini?” tanya Siwon kepada Kyuhyun dan Kibum. Siwon penasaran apa yang dipikirkan oleh kedua gadis manis ini begitu mereka tahu kebenarannya.

“Kalau aku ingin sekali membuat Lee Donghae itu menyesal karena sudah mempermainkan the great Cho Kyuhyun.” Ucap Kyuhyun dengan nada mengancam. Kyuhyun benar-benar gatal ingin menghajar pemuda bernama Lee Donghae. Kibum yang mendengar Kyuhyun berucap demikian hanya mengangguk. Dia juga ingin agar Lee Donghae itu mendapat balasan karena telah mempermainkan dia dan juga Kyuhyun.

Sementara itu, Changmin yang mendengar Kyuhyun berkata demikian, menyeringai senang. Sepertinya rencana yang telah dia susun bisa dijalankan juga. Rencana yang dia susun sendiri tanpa bantuan Siwon. Rencana balas dendam. Siwon yang melihat seringai Changmin menjadi curiga dan dia agak sedikit menjauhkan tubuhnya dari pemuda yang terkenal dengan kejeniusan dalam menjahili orang.

“Kalau soal itu Kyuhyunnie, serahkan saja pada si Lord VoldeMin ini. Kau dan Kibummie cukup menuruti apa kataku. Aku sudah punya rencana.” Ujar Changmin sambil menggosok-gosokan kedua tangannya. Siwon menepuk dahinya sendiri karena kecurigaannya terbukti benar. Changmin sudah membuat rencana membalas Donghae tanpa sepengetahuannya.

Kyuhyun yang mengetahui Changmin telah memiliki suatu rencana yang sepertinya sesuai dengan keinginannya, ikut menyeringai dengan Changmin. Keduanya sekarang memiliki bayangan iblis bertanduk dan aura yang menakutkan. Sedangkan Kibum dan Siwon bergidik takut menyaksikan seringai iblis dari duo evil ini. Dalam hati keduanya merasa kasihan dengan Donghae karena menjadi sasaran dari apapun yang direncanakan oleh Changmin. Apalagi ditambah campur tangan dari Kyuhyun. Kibum dan Siwon saling pandang dan keduanya menghela nafas panjang bersamaan.

TBC

Advertisements