Tags

, , , , , , ,

Title : The Boy Is Mine 3

Pairing : BFF!Kihyun, Wonkyu, Changbum, Haekyu, Haebum

Disclaimer : All casts are belong to their self and God

Warning : Un-betaed, GS, a rather fast plot, a bit of swearing, OOC, AU

Inspired : A song ‘The Boy Is Mine’ by Brandy & Monica

Summary : What’s going to happen when two best friends is trying to win a guy’s heart? What will they do?

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

“Jadi apa yang akan kalian lakukan setelah ini?” tanya Siwon kepada Kyuhyun dan Kibum. Siwon penasaran apa yang dipikirkan oleh kedua gadis manis ini begitu mereka tahu kebenarannya.

“Kalau aku ingin sekali membuat Lee Donghae itu menyesal karena sudah mempermainkan the great Cho Kyuhyun.” Ucap Kyuhyun dengan nada mengancam. Kyuhyun benar-benar gatal ingin menghajar pemuda bernama Lee Donghae. Kibum yang mendengar Kyuhyun berucap demikian hanya mengangguk. Dia juga ingin agar Lee Donghae itu mendapat balasan karena telah mempermainkan dia dan juga Kyuhyun.

Sementara itu, Changmin yang mendengar Kyuhyun berkata demikian, menyeringai senang. Sepertinya rencana yang telah dia susun bisa dijalankan juga. Rencana yang dia susun sendiri tanpa bantuan Siwon. Rencana balas dendam. Siwon yang melihat seringai Changmin menjadi curiga dan dia agak sedikit menjauhkan tubuhnya dari pemuda yang terkenal dengan kejeniusan dalam menjahili orang.

“Kalau soal itu Kyuhyunnie, serahkan saja pada si Lord VoldeMin ini. Kau dan Kibummie cukup menuruti apa kataku. Aku sudah punya rencana.” Ujar Changmin sambil menggosok-gosokan kedua tangannya. Siwon menepuk dahinya sendiri karena kecurigaannya terbukti benar. Changmin sudah membuat rencana membalas Donghae tanpa sepengetahuannya.

Kyuhyun yang mengetahui Changmin telah memiliki suatu rencana yang sepertinya sesuai dengan keinginannya, ikut menyeringai dengan Changmin. Keduanya sekarang memiliki bayangan iblis bertanduk dan aura yang menakutkan. Sedangkan Kibum dan Siwon bergidik takut menyaksikan seringai iblis dari duo evil ini. Dalam hati keduanya merasa kasihan dengan Donghae karena menjadi sasaran dari apapun yang direncanakan oleh Changmin. Apalagi ditambah campur tangan dari Kyuhyun. Kibum dan Siwon saling pandang dan keduanya menghela nafas panjang bersamaan.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Mall

Sesuai janji kencan yang dibuat oleh Donghae kepada Kibum, sabtu ini mereka jalan-jalan berdua ke Mall terbesar di daerah itu. Mereka berdua terlihat serasi ketika mereka berjalan berdua dan singgah di setiap toko yang menarik perhatian Kibum. Kibum membuat Donghae senang dengan sikapnya yang teramat manis dan mesra. Kibum sengaja bersikap seperti itu agar Donghae tidak menyadari bahwa mereka berdua diikuti oleh duo evil Changmin dan Kyuhyun beserta Siwon yang mengekor di belakang duo evil itu, meskipun jaraknya agak jauh dari keduanya.

Kenapa dia membuat jarak dengan duo evil itu? Itu karena Siwon agak malu jika terlihat bersama Changmin dan Kyuhyun sekarang. Alasannya? Mereka berdua berpakaian ala salah satu tokoh detektif yang bisa mengeluarkan banyak benda dari dalam tubuhnya. Jaket panjang, kacamata hitam, dan tidak lupa topi yang dirasa bisa menutupi wajah mereka. Akan tetapi, bagi Siwon, tidak bisa dipungkiri bahwa keduanya sangat lucu ketika mereka terkejut kala Donghae membalikan tubuhnya menghadap ke arah tempat persembunyian mereka. Dengan cepat Changmin dan Kyuhyun akan berlindung dimana saja, seperti sekarang. Changmin berlindung di salah satu pohon buatan untuk dekorasi mall ini dan Kyuhyun, oh tempat persembunyian Kyuhyun membuat Siwon tersenyum lebar. Kyuhyun memilih menyembunyikan tubuhnya dibalik punggung Siwon. Gadis itu lupa kalau Siwon juga termasuk dalam tim untuk membuntuti Donghae.

Setelah mereka merasa aman, mereka bertiga kembali memperhatikan Kibum dan Donghae. Ketiganya tertawa geli dengan mulut yang menutupi mulut agar tidak terdengar ketika melihat tingkah Kibum yang membuat wajah yang mengolok-olok Donghae, menjulurkan lidahnya, dan membuat tanda-tanda kekesalan dengan tangannya sampai mengeluarkan jari tengahnya ketika Donghae memberikan senyum manisnya untuk gadis lain yang melintas. Itu semua dilakukan Kibum saat Donghae melihat ke arah lain.

Kibum dan Donghae lalu memasuki sebuah restoran karena Kibum mengeluh lapar. Padahal itu adalah panggung untuk melancarkan balas dendam terhadap Donghae. Kibum memilih tempat yang mudah terlihat oleh Changmin dan Siwon. Lalu Kyuhyun? Kyuhyun sedang di toilet wanita untuk berganti pakaian karena dia juga akan menjadi pemeran utama dalam episode pembalasan ini.

“Kenapa baby Kyu bersikeras harus memakai pakaian aneh itu jika ujung-ujungnya dia harus ganti baju Min?” tanya Siwon sambil geleng-geleng kepala atas ketidak praktisan Changmin dan juga Kyuhyun. Changmin menolehkan wajahnya dan membuat raut muka seakan dia kecewa akan pemikiran Siwon tadi.

“Hyung, hyung. Ini namanya style hyung. Jika kita sedang jadi detektif, ya kita harus berpenampilan sebagai detektif. Hyung bagaimana sih?!” ujar Changmin masih dengan raut wajahnya yang menampilka bahwa Siwon tidak mengerti tren saat ini. Siwon justru hanya memutar matanya malas dan menepuk belakang kepala Changmin.

Plak!!

“Yah!! Kenapa semua orang senang sekali memukul kepalaku?! Kalau aku jadi bodoh bagaimana?!” protes Changmin karena selalu saja semua orang jika kesal padanya langsung ringan tangan kepada kepalanya yang berharga ini.

“Kau memang bodoh. Style apa?! Yang ada kau dan Kyuhyun membuatku malu sejak kita melangkah ke mall ini.”

“Siapa yang membuatmu malu oppa?” tanya Kyuhyun yang tiba-tiba muncul di belakang Siwon. Siwon terkejut karena suara Kyuhyun. Dia langsung memutar tubuhnya dan terpaku ketika melihat betapa manisnya Kyuhyun sekarang. Kyuhyun memakai baju blus yang mengusung model semi bat sleeve blus dengan ban karet pada bagian bawah dipadu dengan celana pendek dan asesoris kalung dan gelang dan tak lupa wedges cantik yang senada dengan warna celana pendeknya membuat Kyuhyun terlihat chic. Belum lagi rambut selengan Kyuhyun yang selalu dia kepang di samping, dibiarkan terurai.

Siwon terus menatap Kyuhyun tak berkedip. Wajar Siwon bersikap demikian, dia memang jarang melihat Kyuhyun berpakaian kasual seperti ini. Kalaupun mereka pergi, pasti pergi berempat dan Kyuhyun selalu hanya memakai celana jeans panjang dan kaos. Dalam hati, Siwon menggeram marah karena Donghae sering melihat Kyuhyun tampil secantik ini jika mereka berdua berkencan.

“Oppa.” Siwon yang terlarut dalam kekesalannya pada Donghae tidak mendengar panggilan Kyuhyun. Kyuhyun bahkan melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Siwon, dia msih tidak bergeming.

“Oppa!” teriak Kyuhyun yang berhasil membuat Siwon kelagapan dan mengatakan sesuatu yang membuat Changmin tertawa.

“Ya baby!” seru Siwon. Ketiganya langsung terdiam ketika Siwon mengucapkan kara tersebut. Wajah Siwon langsung memerah karena malu sudah kelepasan memanggil Kyuhyun dengan panggilan sayang yang selama ini dia tujukan untuk gadis berambut ikal itu tanpa si empunya tahu.

“Baby?” tanya Kyuhyun bingung. Dia menatap Siwon yang wajahnya semakin merah karena ditatap intens oleh Kyuhyun. Sementara itu, Changmin dengan entengnya menepuk bahu Siwon dengan keras dan tertawa dengan keras.

“Ahahaha.. Baby hyung, baby..” katanya disela tawanya itu. Siwon semakin malu karena ditertawakan oleh Changmin. Dalam benaknya dia merutuki kebodohannya sendiri kenapa bisa tiba-tiba kelepasan bicara. Sedangkan Kyuhyun hanya memiringkan kepalanya imut, menanti jawaban dari Siwon.

“Um.. i..itu.. Maksudku.. um..” gugupnya mencoba menjelaskan kepada Kyuhyun yang masih menunggu jawaban darinya. Namun sepertinya Siwon tidak akan bisa mengeluarkan suaranya karena tiba-tiba saja tangan Kyuhyun terulur dan menekan dahi Siwon. Satu tangannya lagi menekan dahinya sendiri, mencoba mengukur temperatur dari Siwon apakah dia panas atau tidak.

“Kau kenapa oppa? Wajahmu merah. Kau sakit ya?” tanya Kyuhyun khawatir yang justru membuat Siwon tak hanya semakin merah namun menjadi terpaku dan membuka mulutnya karena sentuhan lembut Kyuhyun di dahinya. Changmin yang melihat situasi ini ingin menggoda Siwon lebih jauh, akan tetapi Changmin tersadar akan sesuatu yang membuatnya kesal kepada Kyuhyun.

“Tunggu dulu. Kenapa dari tadi kau selalu memanggilnya oppa. Kau tidak pernah memanggil siapa pun dengan sebutan itu. Bahkan Donghae sekali pun. Kau tidak pernah memanggilku begitu.” Keluh Changmin sambil bercakak pinggang. Dia tidak terima jika hanya Siwon yang dipanggil seperti itu. Changmin berpikir seharusnya dia yang dipanggil begitu oleh Kyuhyun karena dia sahabat dekat Kyuhyun, lebih dekat daripada Siwon. Kyuhyun yang mendengar omelan Changmin, memutar matanya malas. Kyuhyun memandang Changmin sebal sementara tangannya turun dari dahi Siwon tapi tanpa sadar berhenti di lengan Siwon. Gadis itu terus memegang lengan Siwon erat, membuat Siwon berdoa kepada Tuhan karena memberinya kebahagiaan seperti sekarang.

“Dan kau menyebut dirimu pintar heh?! Akan aku jelaskan ke otakmu yang aneh itu. Satu, Donghae itu kekasihku, mantan kekasih lebih tepatnya, jadi aku punya panggilan sendiri untuknya. Dua, kau itu lebih mudah dariku bodoh. Seharusnya kau yang memanggilku noona. Ketiga, aku hanya memanggil oppa pada orang yang aku anggap penting dan berharga untukku. Kau mengerti perut jurang?!” jelas Kyuhyun. Changmin menyeringai lebar saat perkataan itu keluar dari bibir Kyuhyun. Tak lupa Siwon juga terperangah kala Kyuhyun menganggapnya setinggi itu. Dengan melipat tangannya di depan dada dan berpose layaknya model, Changmin menggoda Kyuhyun.

“Berarti Siwon hyung itu orang penting dan berharga untukmu ya Kyu. Well, well, sejak kapan Kyuhyunnie?” goda Changmin sambil menaikan kedua alisnya membuat Kyuhyun bingung. Rupanya dia tidak sadar telah mengakui bahwa Siwon adalah orang yang berharga untuknya.

“Huh?” Kyuhyun berusaha memahami maksud Changmin. Dan setelah beberapa menit, barulah Kyuhyun sadar apa yang telah dia katakan. Wajahnya sekarang sama merahnya dengan Siwon. Kyuhyun juga sadar bahwa tangannya masih setia memegang lengan Siwon. Kyuhyun langsung melepaskan lengan Siwon dan menjadi gugup sendiri. Kyuhyun pura-pura merapikan rambutnya sambil memalingkan wajahnya dari Siwon.

“Apa sih?! Sudah tak usah dibahas. Aku pergi dulu.” Ujar Kyuhyun lalu pergi begitu saja menuju restoran tempat Kibum dan Donghae berada.

“Ah kenapa buru-buru Kyunnie?! Kau belum pamitan kepada Siwon hyung!” teriak Changmin masih belum puas membuat wajah gadis yang menurutnya gadis setan itu memerah semerah kepiting rebus.

“Minnie.” Tegur Siwon agar dia tidak mengganggu Kyuhyun lagi. Lagipula Siwon berpikir, kalau Changmin terus saja mengganggu Kyuhyun dengan berteriak seperti itu, mereka bisa dipergoki oleh Donghae. Changmin yang mendengar teguran Siwon, hanya tertawa tapi berhenti berteriak. Dia dan Siwon duduk di bangku yang terletak tak jauh dari depan restoran sehingga mereka bisa melihat jelas gelagat Kibum dan Donghae. Mereka berdua lalu mengeluarkan majalah untuk menutupi wajah mereka agar tidak ketahuan oleh Donghae.

“Ahahaha.. Gadis setan itu tidak membalasku hyung. Kena dia. Wah, wah, Siwon hyung, selamat ya. Sepertinya tidak sulit untuk membuat gadis setan itu menjadi kekasihmu. Ayo kuda, tunjukkan keahlianmu membuat wanita bertekuk lutut di hadapanmu. Aku yak..mpht..mpht..” ucapan Changmin terhenti ketika ada sapu tangan masuk kedalam mulutnya dan menyumpal semua yang akan keluar dari mulut pedasnya itu.

“Kau terlalu banyak bicara. Kyuhyun belum tentu mencintaiku Min. Dia hanya bilang kalau aku berharga untuknya. Bisa saja itu karena dia menganggapku kakak.” Kilah Siwon berusaha agar tidak terlalu berharap, padahal dalam hati Siwon ingin Kyuhyun menganggapnya lebih dari teman atau kakak.

“Puah. Jangan pesimis begitu hyung. Kau belum tanyakan kepadanya jadi jangan mengambil kesimpulan sendiri. Dan kenapa sapu tanganmu bau apek begini hyung?!” ujar Changmin sambil melempar saputangan Siwon kepada pemiliknya.

“Eh? Oh maaf Min, aku belum sempat mencucinya.” Siwon terkekeh dan mengusap belakang rambutnya karena tidak enak dengan Changmin.

“What?!! Puah..puah.. hyung jorok!!” protes Changmin. Siwon memutar matanya malas karena tindakan berlebihan dari Changmin.

“Sudahlah. Jangan berisik. Itu Kyuhyun sudah stand by di tempatnya. Apa yang harus dilakukan sekarang?” tanya Siwon sambil memperhatikan lagi ke arah restoran di depan mereka.

“Huh! Mengalihkan pembicaraan. Soal itu, Kyuhyun tahu apa yang harus dilakukan hyung. Kita lihat dulu saja disini. Lagipula pemeran satunya lagi belum datang, jadi untuk sementara kita hanya perlu melihat sejauh mata keahlian Donghae saat dua kekasihnya ada di tempat yang sama.” Ucap Changmin sambil duduk bersandar untuk menyamankan dirinya sendiri. Dari wajah tampannya muncul kembali senyuman iblis yang membuat Siwon berdigik takut.

“Aku beruntung aku ada di pihakmu Min. Kau itu seram sekali kalau dalam mode jahil seperti ini.” Kata Siwon yang membuat Changmin menatap ke arahnya dan memberikan tanda hormat dengan dua jarinya kepada Siwon.

I’m Lord VoldeMin for sure hyung.”

Di Restoran

Kibum melihat ke arah pintu masuk restoran dan melihat Kyuhyun sudah datang dan segera menuju meja yang sudah menjadi tempat janjian mereka. Kibum tersenyum senang karena sebentar lagi Donghae akan dibuat kelabakan dengan permainan mereka berdua. Setelah memastikan Kyuhyun sudah duduk dan siap disana, Kibum kembali memperhatikan Donghae yang saat ini masih memilih menu. Dengan seringai licik, Kibum menepuk lengan Donghae.

“Hae sayang, aku ke toilet dulu ya. Hanya sebentar kok.”

“Oke sayang.” Kibum lalu berjalan ke toilet yang berada tidak jauh dari meja Kyuhyun. Ketika berjalan melewati meja Kyuhyun, Kibum tersenyum padanya dan mengedipkan salah satu matanya. Kyuhyun pun ikut tersenyum. Dia lalu mengambil ponselnya dan menghubungi Donghae. It’s show time. Begitulah benak Kyuhyun sekarang.

Kring!!

Donghae mengambil ponsel di saku celananya dan melihat terlebih dulu siapa yang menghubunginya. Begitu dia melihat nama Kyuhyun terpampang di layar ponselnya dengan segera Donghae menjawabnya.

“Yoboseyo. Kyuhyun-ah.” Sapa Donghae lembut. Sedangkan Kyuhyun yang memang bisa melihat Donghae justru menggemeletukan giginya menahan kesal. Tapi dia masih memiliki misi, maka dari itu Kyuhyun menarik nafas dan berusaha bersikap seperti biasanya dengan Donghae.

“Yoboseyo Hae-ah. Kamu sedang di mall ya sayang.” Ucap Kyuhyun manis.

“Kok kamu tahu sayang? Ya, aku lagi di mall.” Jawab Donghae masih dengan nada yang manis.

“Sama siapa sayang?” tanya Kyuhyun lagi. Donghae yang mendengar pertanyaan Kyuhyun sontak merasa sedikit curiga.

“Kok kamu tanya begitu?” Kyuhyun yang memang ingin agar Donghae sedikit gugup sehingga bertanya seperti itu, hanya menjawab Donghae dengan santai.

“Masa kamu ke mall sendirian sayang?! Kamu kalau tidak punya teman atau siapa pun yang bisa kau ajak, pasti kau akan mengajakku bukan?! Atau jangan-jangan kamu lagi sama..” Kyuhyun sengaja memotong ucapannya sendiri karena ingin tahu Donghae akan menjawab apa.

“Ah! Itu sayang, aku lagi sama ummaku. Ya, ummaku. Aku menemani umma belanja hari ini.” Bohong Donghae. Kyuhyun yang mendengarnya, langsung berdecak pelan. Dia berpikir, kenapa setiap playboy selalu saja membawa-bawa umma mereka sebagai alasan jika sedang jalan dengan perempuan lain.

“Ummamu? Oh begitu. By the way sayang, kamu di mall mana?” tanya Kyuhyun lagi, pura-pura mempercayai ucapan Donghae.

“Aku di mall S. Kenapa sayang?”

“Masa? Kebetulan sekali. Aku juga lagi jalan-jalan sendiri di mall S. Kita ketemuan sayang. Aku ingin mengenal ummamu. Kamu sekarang posisinya dimana? Aku akan kesana.”

“Uh..uh.. Ketemu sayang? Aduh, bagaimana ya?” kata Donghae gugup. Dia tahu bahwa tak mungkin dia bertemu dengan Kyuhyun sekarang di saat dia masih kencan dengan Kibum. Donghae terlihat tidak tenang dalam duduknya. Sesekali dia mengusap rambutnya sendiri lalu menggigit bibirnya kemudian melihat ke kanan dan ke kiri. Begitu terus, sehingga menimbulkan tawa kecil dari Kyuhyun yang melihat tingkah laku Donghae yang kebingungan.

“Kok suara kamu gugup begitu sih sayang? Ya, ketemu sama kamu. Kenapa? Ada yang salah?”

“Um..uh..um..” kegugupan Donghae bertambah karena jika dia menolak maka bisa jadi Kyuhyun akan marah bahkan curiga. Tapi kalau dia menerimanya bagaimana caranya agar tidak ketahuan oleh Kibum.

“Ih kamu kenapa sih?” tanya Kyuhyun gusar. Di saat Kyuhyun menanyakan hal tersebut, Kibum kembali berjalan melewatinya. Kibum mengacungkan ibu jarinya sebagai isyarat bahwa Kyuhyun melakukan tugasnya dengan baik. Kyuhyun juga mengacungkan ibu jarinya kepada Kibum. Kibum lalu kembali ke mejanya bersama Donghae. Donghae sendiri tidak menyadari kedatangan Kibum karena terlalu terfokus pada Kyuhyun.

“Uh..”

“Telepon dari siapa sayang?” tanya Kibum lembut. Namun suara lembutnya terdengar mengerikan di telinga Donghae. Dia bingung harus menjawab apa kepada Kibum.

“Uh..i..ini..”

Di Bangku Depan Restoran

“Ahahaha.. Lihat itu hyung. Lihat wajah playboy bodoh itu. Rasakan!” Changmin tertawa lepas seakan tidak perduli jika dia bisa saja ketahuan oleh Donghae. Dia puas dengan apa yang dilihatnya sekarang.

“Ya Min. Ahahaha.. Walau kita tidak bisa mendengar dia bicara apa dengan Kyuhyun, tapi wajahnya itu. Pricesless.” Timpal Siwon juga ikut tertawa walau tidak sekeras Changmin. Siwon mengakui, ada sedikit rasa puas melihat wajah bingung dari Lee Donghae.

“Oh ini belum seberapa hyung. Kyuhyun dan Kibum akan melakukan yang lebih dari ini. Kita lihat saja.” Ucap Changmin dengan seringai mengerikannya itu. Siwon sekali lagi bersyukur bahwa dia bukan orang yang menjadi sasaran kejahilan Changmin dan dia akan terus mengulang perkataannya itu jika dia melihat seringai iblis milik Changmin.

Di Dalam Restoran

“Uh.. i..ini..ini..” Donghae langsung menekan tombol merah yang segera mengakhiri sambungan teleponnya dengan Kyuhyun. Tapi pemuda itu masih mengarahkan ponsel mahalnya tersebut ke telinganya, berpura-pura masih tersambung dengan seseorang sambil memberikan alasan kepada Kibum.

“Ini ummaku, sayang. Ya, ummaku. Umma, aku nanti telepon lagi ya. Ya, aku sayang umma.” Segera setelah itu, Donghae lalu langsung menonaktifkan ponselnya, takut Kyuhyun meneleponnya lagi dan marah akibat Donghae memutuskan hubungan telepon mereka tanpa berpamitan. Kibum yang sebenarnya tahu dengan siapa Donghae berbicara, berpura-pura tidak tahu.

“Kenapa dimatikan sayang? Padahal kalau itu ummamu, aku ingin sekali bicara dengannya. Lalu kenapa ponselmu di nonaktifkan. Kalau ummamu menghubungimu lagi bagaimana?!” ucap Kibum. Donghae terlihat sedikit gugup

“Aduh sayang, kita kesini untuk berkencan. Mengapa harus membawa serta ummaku? Sekarang hanya ada kita sayang.” Gombal Donghae. Kibum ingin muntah mendengarnya tapi demi rencana mereka, Kibum harus tahan dengan sikap playboy Donghae. Dengan senyum manis, Kibum kembali duduk dan menanyakan apakah Donghae sudah memesan sesuatu.

“Kamu sudah pesan sayang?” Donghae menggeleng dan dengan santainya menggenggam tangan Kibum lalu mencium punggung tangan Kibum. Kibum ingin mencuci tangannya bekas ciuman Donghae, namun sekali lagi, dia berpikir bahwa dia harus tahan demi rencana balas dendamnya dan Kyuhyun.

“Belum. Aku pesan apa yang kamu pesan saja sayang.” Jawabnya masih menggenggam tangan Kibum. Kibum hanya tersenyum dan menjawab singkat.

“Oke.” Kibum lalu memanggil pelayan dan memesan makanan untuk mereka berdua. Kibum memesan makanan dan minuman kesukaan Donghae, membuat Donghae tersenyum bahagia karena merasa Kibum begitu memperhatikannya. Namun karena terlalu bahagia, dia tidak memperhatikan catatan kecil yang secara diam-diam Kibum berikan ke pelayan berserta sedikit uang tip dan bungkusan kecil. Pelayan tersebut juga langsung mengerti dan dengan sigap mengambil catatan beserta uang tersebut dan mengantonginya di saku depan apronnya.

Pelayan tersebut membuka cacatan keci itu dan membacanya saat dia ke dapur untuk memberitahu pesanan Kibum dan Donghae. Pelayan itu mengangguk dan sedikit tertawa geli ketika isi catatan itu adalah untuk menaruh obat pencahar yang ada dalam bungkusan kecil itu. Pelayan tersebut sebenarnya sedikit merasa kasihan dengan Donghae karena akan dikerjai, tapi karena uang tip yang diberikan Kibum cukup besar, mau tak mau pelayan itu menaruh juga obat tersebut ketika pesanan Kibum dan Donghae selesai dibuat.

Pelayan itu langsung mengantarkan pesanan yang sudah siap itu dan meletakannya di meja Kibum dan Donghae sesuai dengan petunjuk Kibum. Kibum tersenyum dan sedikit mengangguk, seraya memberi isyarat bahwa dia berterima kasih bahwa si pelayan sudah melaksanakan tugasnya. Si pelayan yang memang pintar itu juga mengangguk membalas sikap Kibum. Donghae yang tidak tahu apa-apa tersenyum manis sambil mengucapkan terima kasih kepada pelayan.

“Ayo sayang dimakan.” Sahut Kibum masih dengan senyum manisnya. Donghae mengangguk lalu memakan makanan yang ada di depannya itu. Kibum memperhatikan sebentar, memastikan bahwa makanan itu ditelan oleh Donghae. Dan setelah yakin, Kibum mulai menyantap makanannya lagi.

Di sela-sela menyantap makan siang, Kibum mengetik pesan kepada Kyuhyun, Changmin, dan Siwon. Dia ingin memberitahu bahwa rencana tahap satu sudah dilaksanakan.

To : Siwonnie, Changmin-ah, Kyu-kyu

Tahap satu sudah selesai. Tinggal menunggu hasilnya. By the way Kyu, dia menyebutmu ummanya tadi. That jerk!!

Kibum menekan tombol kirim dan menunggu pesan balasan dari ketiganya. Sambil menunggu, Kibum memperhatikan kembali Donghae yang masih menikmati makanan kesukaannya itu. Tak lama, ponsel Kibum berdering singkat. Kibum tersenyum dan meminta maaf kepada Donghae karena mengganggunya. Dengan cepat, Kibum membuka ponselnya dan membaca dua pesan dari Kyuhyun dan Changmin.

From : Kyu-kyu

Ya ampun tadi dia bilang kalau dia jalan sama ummanya. Apa dia tidak bisa kreatif sedikit sih?! Bastard!! Awas saja kalau dia kesini gara-gara obat pencahar itu. Akan kubuat dia semakin menderita.

From : Changmin-ah  

Bagus Kibummie. Obat itu cepat reaksinya kok. Dalam beberapa menit dia akan langsung menuju toilet. Dan rencana tahap 2 akan dilancarkan.

Sementara itu Donghae mulai merasakan ada yang salah dengan perutnya. Dia merasa mulas dan ingin sekali ke toilet. Dia bingung kenapa di saat seperti ini perutnya bisa bermasalah. Dia berpikir, apakah dia salah makan? Tapi kibum juga makan makanan yang sama dengannya.

Blrup! Blrup!

Donghae meringis menahan sakit di perutnya. Dia tidak tahan lagi. Dengan terpaksa dia memberitahu Kibum bahwa dia harus ke toilet karena sepertinya ada masalah dengan perutnya. Kibum yang tahu alasan dari sakit perut yang di alami Donghae mulai berakting khawatir. Dengan lembut, Kibum menanyakan apa Donghae baik-baik saja dan apa dia perlu obat. Kibum berakting selayaknya kekasih yang baik hati. Donghae dengan wajah yang aneh karena tersenyum sambil menahan sakit hanya menggeleng lemah dan langsung berlari terbirit-birit menuju toilet pria yang juga harus melewati Kyuhyun. Dan bisa dipastikan wajah terkejut Donghae ketika Kyuhyun memanggilnya dengan riang.

“Hae-ah! Kau disini?!” panggil Kyuhyun sambil berdiri dan memegang lengan Donghae. Donghae yang sementara melupakan rasa sakitnya karena masih shok bertemu dengan Kyuhyun di tempat yang tidak diinginkan olehnya hanya bisa pasrah saat Kyuhyun menariknya untuk duduk di tempatnya. Hanya dua kata yang ada di benak Donghae.

Mati aku!

Di Bangku Depan Restoran

Oh My God! This is so hilarious! Kita lihat bagaimana caranya dia bisa menahan keinginannya untuk tidak ke toilet hyung.” ucap Changmin senang. Terlalu senang sampai Changmin menghentak-hentakan kaki dan memukul-mukul lengan atas Siwon untuk meredam tawanya. Siwon yang melihat tingkah gila Changmin hanya berusaha menghindar.

“Kau gila Min.” sahutnya singkat, walau tersungging senyum bertahtakan lesung pipi andalannya karena jujur, menurut Siwon, wajah Donghae yang pasrah dan sedikit takut itu benar-benar menggelikan. Siwon tersenyum simpul. Perlu dia akui bahwa rencana Changmin benar-benar menghibur dirinya dan dia berharap paling tidak membuat kedua gadis yang sekarang ada dalam restoran itu puas. Siwon hanya ingin mereka berdua melupakan Donghae dan mencari cinta baru.

Siwon berpikir tidak ada gunanya menyimpan terlalu lama rasa dendam dan rasa sakit hati. Kedua gadis itu terlalu berharga hanya untuk menghabiskan masa mudanya dengan dendam dan sakit hati. Masih banyak kebahagiaan selain Donghae. Siwon berharap Kibum dan Kyuhyun akan mampu bangkit setelah masalah dengan Donghae ini selesai. Dan dia juga tidak lupa berdoa bahwa kebahagiaan baru untuk Kyuhyun adalah dirinya.

TBC

Advertisements