Tags

, , , , , , , ,

Title : The Boy Is Mine 4

Pairing : BFF!Kihyun, Wonkyu, Changbum, Haekyu, Haebum, Haehyuk

Disclaimer : All casts are belong to their self and God

Warning : Un-betaed, GS, a rather fast plot, a bit of swearing, OOC, AU

Inspired : A song ‘The Boy Is Mine’ by Brandy & Monica

Summary : What’s going to happen when two best friends is trying to win a guy’s heart? What will they do?

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

Blrup! Blrup!

Donghae meringis menahan sakit di perutnya. Dia tidak tahan lagi. Dengan terpaksa dia memberitahu Kibum bahwa dia harus ke toilet karena sepertinya ada masalah dengan perutnya. Kibum yang tahu alasan dari sakit perut yang di alami Donghae mulai berakting khawatir. Dengan lembut, Kibum menanyakan apa Donghae baik-baik saja dan apa dia perlu obat. Kibum berakting selayaknya kekasih yang baik hati. Donghae dengan wajah yang aneh karena tersenyum sambil menahan sakit hanya menggeleng lemah dan langsung berlari terbirit-birit menuju toilet pria yang juga harus melewati Kyuhyun. Dan bisa dipastikan wajah terkejut Donghae ketika Kyuhyun memanggilnya dengan riang.

“Hae-ah! Kau disini?!” panggil Kyuhyun sambil berdiri dan memegang lengan Donghae. Donghae yang sementara melupakan rasa sakitnya karena masih shok bertemu dengan Kyuhyun di tempat yang tidak diinginkan olehnya hanya bisa pasrah saat Kyuhyun menariknya untuk duduk di tempatnya. Hanya dua kata yang ada di benak Donghae.

Mati aku!

Di Bangku Depan Restoran

“Oh My God! This is so hilarious! Kita lihat bagaimana caranya dia bisa menahan keinginannya untuk tidak ke toilet hyung.” ucap Changmin senang. Terlalu senang sampai Changmin menghentak-hentakan kaki dan memukul-mukul lengan atas Siwon untuk meredam tawanya. Siwon yang melihat tingkah gila Changmin hanya berusaha menghindar.

“Kau gila Min.” sahutnya singkat, walau tersungging senyum bertahtakan lesung pipi andalannya karena jujur, menurut Siwon, wajah Donghae yang pasrah dan sedikit takut itu benar-benar menggelikan. Siwon tersenyum simpul. Perlu dia akui bahwa rencana Changmin benar-benar menghibur dirinya dan dia berharap paling tidak membuat kedua gadis yang sekarang ada dalam restoran itu puas. Siwon hanya ingin mereka berdua melupakan Donghae dan mencari cinta baru. Siwon berpikir tidak ada gunanya menyimpan terlalu lama rasa dendam dan rasa sakit hati. Kedua gadis itu terlalu berharga hanya untuk menghabiskan masa mudanya dengan dendam dan sakit hati. Masih banyak kebahagiaan selain Donghae. Siwon berharap Kibum dan Kyuhyun akan mampu bangkit setelah masalah dengan Donghae ini selesai. Dan dia juga tidak lupa berdoa bahwa kebahagiaan baru untuk Kyuhyun adalah dirinya.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Di Dalam Restoran

Keadaan Donghae saat ini sungguh sangat menyedihkan. Tubuh dan wajahnya berkeringat dingin karena dia semakin tak tahan ingin segera ke toilet. Tapi apa dayanya jika tangannya masih di genggam oleh Kyuhyun dengan erat. Belum lagi rasa cemas karena takut Kibum mengetahui keberadaan Kyuhyun di restoran ini. Donghae sama sekali tidak berpikir bahwa Kibum seharusnya sudah tahu atau paling tidak melihat sekilas Kyuhyun saat dia ke toilet tadi. Mungkin karena rasa sakit dan rasa cemas, Donghae jadi tidak bisa berpikir jernih.

“Kamu kenapa sayang? Kok sampai berkeringat begitu. Kamu sakit?” tanya Kyuhyun dengan suara semanis mungkin. Padahal dia ingin berguling-guling menertawakan kondisi Donghae yang cukup memprihatinkan. Donghae sendiri hanya menggeleng lemah karena tenaganya serasa habis menahan rasa sakit di perutnya. Donghae benar-benar tidak sanggup menahan lagi. Dengan perlahan, Donghae mencoba melepaskan genggaman tangan Kyuhyun dan memberitahunya bahwa dia harus ke toilet. Dia sudah setengah berdiri dan hendak pergi ke toilet.

“Sayang, maaf ya. Tapi aku harus ke toilet dulu.” Pinta Donghae memelas. Sungguh dia harus berada dalam bilik toilet karena jika tidak, bisa terjadi sesuatu yang pasti akan sangat memalukan baginya.

“Huh? Ke toilet? Memang kamu sakit apa Hae-ah?” tanya Kyuhyun pura-pura cemas namun dengan sigap, Kyuhyun kembali menarik tangan Donghae dan membuatnya kembali duduk. Bahkan Kyuhyun memindahkan dirinya yang duduk di hadapan Donghae menjadi duduk disampingnya dan secara tidak langsung menutup jalan Donghae menuju toilet. Melihat situasi ini, Donghae ingin sekali menangis karena dia benar-benar tidak sanggup lagi menahan sakit perutnya. Donghae pasrah ketika dia merasakan sesuatu di celananya.

“Um, Hae-ah. Kau mencium sesuatu tidak sih?” tanya Kyuhyun sekali lagi berpura-pura tidak tahu soal apa yang sedang menimpa Donghae. Dengan memasang wajah jijik, berkerut, dan menutup hidung dengan sebelah tangannya yang bebas menahan bau yang menyengat, Kyuhyun memandang Donghae yang sudah memerah wajahnya.

“Maaf sayang, tapi aku harus pergi.” Ucap Donghae langsung berdiri dan setengah berlari sambil memegang perutnya dan bokongnya. Setelah Donghae menghilang di balik pintu toilet, Kyuhyun tak tahan lagi untuk tertawa. Dia langsung menutup mulutnya agar tidak mengganggu para tamu yang sedang makan disana. Kyuhyun tahu bahwa Donghae tidak akan kembali dalam waktu yang cukup lama. Selain karena malu, mungkin dia membutuhkan celana yang baru. Jadi dengan santai, Kyuhyun berjalan ke meja Kibum.

Sesampainya disana mereka tersenyum sebelum akhirnya tertawa bersama. Kibum yang bisa menduga bagaimana reaksi Donghae juga tak sanggup untuk tidak tertawa. Keduanya lalu saling ber-high five, sebelum akhirnya ponsel Kibum berdering. Kibum melihat siapa peneleponnya dan tawanya semakin keras karena yang meneleponnya adalah Donghae. Kibum membuat tanda dengan jari telunjuknya agar Kyuhyun diam dulu sebelum menjawab telepon dari Donghae.

“Yoboseyo Hae-ah.” Sahut Kibum pelan.

“Um, yoboseyo Bummie.” Balas Donghae. Suaranya sedikit aneh karena sedang menahan sakit di perutnya. Tapi yang lebih membuatnya tidak mampu berkata-kata adalah rasa malu yang teramat besar karena harus meminta apa yang akan dia minta kepada Kibum. Sementara Kibum yang mendengar adanya nada kegugupan dari suara Donghae, dengan santai bertanya kenapa Donghae seperti itu.

“Kau kenapa sayang? Kok suaramu gugup begitu?”

“Um.. Aduh bagaimana aku harus memberitahumu ya Bummie.”

“Kenapa sih? Bilang saja.”

“Um.. Begini sayang. Um.. Bisakah kau membelikan aku celana dalam dan celana jeans baru?”

“Apa?! Celana dalam dan celana jeans baru? Untuk apa?” Kibum berusaha sekuat tenaga menahan tawanya ketika dia bertanya hal tersebut kepada Donghae. Kibum tahu persis kenapa Donghae membutuhkan barang yang tadi dimintanya. Kyuhyun yang mendengarkan dengan seksama juga berusaha agar tawanya tidak keluar.

“Ya sayang dan please kamu tidak usah tanya alasannya. Bisakah kau membelikannya dulu? Nanti aku ganti Bummie.” tanya Donghae memelas. Kibum semakin ingin tertawa namun dengan santai dia menjawab Donghae.

“Ya sudah sayang. Walau aku bingung kenapa kau butuh semua itu. Tunggu sebentar ya. Aku belikan dulu.” Setelah berkata seperti itu, Kibum kembali tertawa bersama dengan Kyuhyun. Kibum lalu mengetik pesan untuk Changmin dan Siwon untuk memberitahu bahwa rencana tahap dua sukses dilaksanakan.

Kemudian kedua gadis itu berpisah lagi. Kali ini Kyuhyun tidak kembali ke mejanya. Dia nanti berpura-pura marah dan pergi dari restoran itu karena telah diacuhkan oleh Donghae saat Donghae pergi ke toilet. Sedangkan Kibum, setelah membayar pesanannya, keluar dari restoran dan membeli barang permintaan Donghae.

Butik

Donghae sedang menemani Kibum berbelanja pakaian ketika sekali lagi dia melihat bayangan Kyuhyun berada di butik ini. Kyuhyun juga sedang melihat-lihat cardigan. Donghae meneguk ludahnya sendiri. Dia merasa hari ini dia sial sekali. Dia berpikir ketika dia keluar dari toilet dan menemukan Kyuhyun sudah tak ada, berarti Kyuhyun sudah pergi. Donghae tahu Kyuhyun pasti kesal dengannya karena mengacuhkannya tadi dan Donghae bermaksud akan membujuknya saat dia selesai kencan dengan Kibum. Tapi rencana itu huyar karena sekarang dia melihat dengan mata kepalanya sendiri Kyuhyun berdiri tak jauh dari dia dan Kibum.

Merasa dirinya terancam ketahuan oleh kedua kekasihnya ini, Donghae menarik tangan Kibum yang masih melihat-lihat dress kasual dan bermaksud keluar dari toko itu. Namun belum sempat Donghae keluar dari butik itu, langkahnya terhenti begitu saja karena sekarang di depannya telah berdiri seorang gadis kurus yang manis berambut pendek pirang seleher.

“Hae? Sedang apa kau disini?” tanya gadis itu yang ternyata mengenal Donghae. Donghae semakin bingung dengan kejadian hari ini. Dari telepon aneh Kyuhyun yang tiba-tiba, sakit perutnya yang membuatnya malu, pertemuan kebetulan di butik lagi-lagi dengan Kyuhyun, dan sekarang gadis ini bisa ada disini. Donghae berpikir ada yang aneh dengan semua ini.

“Siapa dia sayang?” tanya Kibum benar-benar bingung. Kibum sama sekali tidak tahu siapa gadis yang sepertinya mengenal Donghae ini. Tapi Kibum mempunyai dugaan bahwa gadis ini juga memiliki hubungan spesial dengan Donghae dari nada bicaranya yang lembut dan panggilan hangatnya itu. Ditanya seperti itu oleh Kibum, Donghae hanya bisa menatap Kibum dengan perasaan gugup. Donghae benar-benar tidak bisa lepas dari yang satu ini. Dia baru saja akan membuka mulutnya ketika suara gadis itu menginterupsinya.

“Sayang?! Lee Donghae coba kau jelaskan kenapa perempuan putih seperti mayat ini memanggilmu sayang?!” tanya sang gadis namun dengan nada suara yang berbeda. Kali ini suaranya meninggi dan terdengar kesal. Tidak ada kelembutan seperti tadi.

“Putih seperti mayat?” tanya Kibum sambil menahan kesalnya karena baru kali ini ada yang mengatakan bahwa kulit putihnya seperti mayat. Terlebih lagi oleh gadis yang tidak dikenalnya. Sementara itu Siwon dan Changmin yang berdiri tidak jauh dari ketiga gadis dan Donghae itu menutup mulut mereka sebelum tawa yang mereka tahan setengah mati tidak keluar dan menggagalkan misi terakhir pembongkaran kedok Lee Donghae yang playboy akut. Mereka berdua tidak percaya bahwa gadis yang menjadi pemain terakhir yang sempat disebut oleh Changmin itu akan menyebut Kibum dengan sebutan mayat.

“Jawab aku Lee Donghae! Oh, jangan-jangan ini salah satu pacar kamu ya?! Dasar ikan bau amis! Tidak puas kamu sudah memiliki tunangan semanis aku!!”

“Tunangan?!!” Kibum dan Kyuhyun, yang seharusnya tidak ikut mendengar, berteriak bersama ketika sang gadis kurus mengatakan bahwa dia adalah tunangan Donghae. Kyuhyun bahkan langsung menuju tempat Donghae, Kibum dan gadis itu berada. Keempat orang itu tidak memperdulikan tatapan orang lain yang ada di butik tersebut. Mereka bahkan tidak menghiraukan teguran dari pegawai butik tersebut untuk tidak membuat keributan.

Ketiga gadis itu justru hanya melihat Donghae dengan pandangan tajam, sinis, hendak memotong-motong tubuh pemuda itu menjadi bagian yang kecil-kecil. Donghae sendiri sudah pucat pasi karena dia sudah tahu nasibnya setelah ini, dia sudah tamat alias tidak akan sama seperti sebelumnya. Dengan sisa-sisa keberanian yang dimiliki, Donghae mendekati si gadis kurus, meninggalkan Kibum yang masih memandang Donghae dengan tatapan dingin nan membunuhnya, lalu menggenggam tangan kurus si gadis asing.

“Sayang, honey, babyku yang manis, dia bukan siapa-siapa. Aku hanya khilaf sedikit. Tetap kau yang nomor satu untukku sayang.”

“Oh, jadi kau mengakui dia pacarmu huh?! Dasar ikan teri kurang kering bau amis. Lihat saja ketika kau pulang Lee Donghae-ssi, kau akan menghadapi ummamu yang akan MENYAYANGI-mu dengan lembut.” Sahut gadis kurus itu dengan memberi penekanan pada kata menyayangi dan pergi begitu saja. Donghae yang mendengar kata umma dari bibir si gadis kurus langsung membelalakan matanya. Dalam benak pemuda yang sudah tidak mungkin bisa di kategorikan sebagai playboy handal lagi itu, hidupnya sudah seperti garis lurus. Donghae tidak punya harapan lagi jika ibunya sudah turun tangan. Tanpa memperdulikan Kibum dan Kyuhyun, Donghae langsung pergi mengejar si gadis kurus.

“Sayang! Tunggu dulu! Please jangan bilang ke ummaku! Sayang!” seru Donghae sambil berlari terbirit-birit. Kibum dan Kyuhyun saling pandang satu sama lain. Mereka sama sekali tidak perduli telah ditinggalkan oleh Donghae begitu saja. Mereka berdua justru tersenyum lalu tertawa terbahak-bahak. Mereka sama sekali tidak menyangka jika Donghae yang selalu terlihat tenang, keren, berwibawa, dan sepertinya tidak pernah takut apapun ternyata takut dengan ibunya sendiri.

“Ahahaha.. Aku.. Aku.. Ya ampun Kyunnie, Donghae itu anak mami juga ternyata ya.” Ujar Kibum agak terbata-bata karena tawa yang masih menguasai dirinya. Kyuhyun pun juga sama halnya dengan Kibum. Dia menjawab Kibum dengan terbata-bata bahkan Kyuhyun sampai harus memegang perutnya yang sakit karena terlalu banyak tertawa.

“Ya Bummie.. Ahahaha.. Lang.. langsung berubah sikap begitu saat gadis yang memanggilmu seputih mayat itu akan mengadu ke ibunya Donghae.” Ucap Kyuhyun yang langsung membuat Kibum menghentikan tawanya dan kembali memandang ke arah perginya gadis tunangan Donghae dan Donghae baru saja.

“Seputih mayat?! Argh! Aku belum balas perempuan sinting itu karena sudah berani panggil aku mayat! Enak saja!” sungutnya tisak terima. Dia berdecak kesal karena belum sempat membalas perkataan gadis kurus yang menurut Kibum menyebalkan itu. Kyuhyun yang melihat betapa kesalnya Kibum dengan sebutan barunya hanya terkekeh dan mengalungkan lengannya ke leher Kibum seraya akan mencekiknya.

“Tapi kau memang putih banget sih Bummie. Putih pucat seperti mayat.” Gurau Kyuhyun. Mendengar gurauan Kyuhyun tadi, Kibum langsung melepaskan rangkulan Kyuhyun dari lehernya dan mendelikan matanya.

“Jangan paksa aku untuk menyebutkan hal yang lebih parah dari setan wanita berleher panjang kepadamu ya Kyu.” Ancam Kibum sungguh-sungguh. Akan tetapi, Kyuhyun bukannya takut, dia justru semakin tertawa geli dan menepuk pipi Kibum beberapa kali dengan pelan.

“Ups, hihihi.. Maaf Bummie. Jangan marah ya.” Kibum hanya tersenyum simpul menanggapi ucapan Kyuhyun tadi. Mereka berdua lalu melihat lagi ke arah keluarnya gadis tadi dan Donghae sampai Kibum kembali bersuara.

“Hhh.. Sepertinya selesai juga balas dendam kita. Walau akhirnya tidak seru. Aku masih ingin menyiksa Donghae lebih jauh lagi.” Ucap Kibum pelan. Rupanya gadis manis itu masih belum puas untuk membuat Donghae jera dengan sikapnya yang suka mempermainkan hati perempuan. Kyuhyun mengaitkan lengannya ke lengan Kibum sebelum menanggapi rasa belum puas Kibum.

“Ya, paling tidak kita sedikit puas sudah membuat dia malu di restoran tadi.” Sahut Kyuhyun berusaha mengurangi rasa ketidakpuasan Kibum. Kyuhyun sendiri merasa sudah cukup dengan apa yang mereka lakukan tadi. Bahkan sebenarnya Kyuhyun mengira bahwa tahap terakhir ini hanya akan membuat Donghae kelabakan karena Kyuhyun dan Kibum ada dalam satu tempat dan berhadapan langsung dengan Donghae. Kyuhyun berpikir bahwa mereka hanya akan membuat Donghae memohon maaf kepada mereka berdua lalu Kibum dan dirinya akan pergi begitu saja setelah memutuskan semua hubungan dengan Donghae. Namun ternyata Changmin mempunyai pemikiran lain. Kyuhyun tahu kemunculan gadis itu pasti ada hubungan dengan rencana tahap akhir dari Changmin yang sepertinya sudah terlaksana. Kyuhyun hanya tersenyum lagi jika memikirkan bagaimana terampilnya dan luasnya jaringan Changmin.

“Benar juga. Aku yakin Donghae takkan pernah melupakan kenangan itu.” Ucap Kibum membuat Kyuhyun yang berada di dunianya sendiri itu tersadar. Dia hanya mengangguk lalu menarik Kibum keluar dari butik itu untuk mengajaknya pulang. Dalam perjalanan keluar mall, Kibum dan Kyuhyun juga mencari Changmin dan Siwon karena sejak kejadian gadis kurus itu berteriak kepada Donghae, kedua pemuda tampan itu tiba-tiba menghilang dari butik. Ponsel mereka pun tidak aktif.

Merasa kelelahan dan mendadak ingin memakan makanan manis, Kibum dan Kyuhyun singgah ke sebuah toko kue. Mereka memesan cheese cake dan strawberry cake dan dua parfait lalu dua cangkir teh. Sepertinya misi hari ini benar-benar menguras energi mereka. Mereka tidak perduli jika makanan yang dipesan itu bisa menambah berat badan. Dalam pikiran mereka hanya menuntaskan keinginan mencicipi manisnya kue kesukaan mereka. Mereka berdua menikmati pesanan mereka sambil berbincang-bincang dengan sedikit gurauan. Kibum dan Kyuhyun merasakan nikmatnya kebersamaan mereka seperti dulu sebelum keduanya mengenal dan menjalin hubungan dengan Donghae. Mereka merasa beruntung bahwa mereka masih sempat keluar dari jarring cinta Donghae dan memperbaiki persahabatan mereka.

“Oh ya, habis ini kita mau apa?” tanya Kibum di sela-sela menyendok parfaitnya. Kyuhyun yang masih memakan kuenya sedikit bingung dengan pertanyaan Kibum.

“Maksudnya?”

“Maksudku, sekarang kita single. Apa yang mau kita lakukan? Mau sendiri dulu atau mau cari pacar baru?” tanya Kibum lagi. Dalam benaknya, Kibum belum mau menjalin hubungan dengan siapa pun dulu untuk sekarang. Hatinya masih sakit karena dipermainkan oleh Donghae karena jujur Kibum benar-benar menyukai pemuda tersebut. Hanya saja, jika Kyuhyun memilih untuk meneruskan hidupnya dengan langsung mencari pengganti Donghae, Kibum juga tak mau kalah. Kibum berpikir bisa-bisa dia akan digoda terus oleh Kyuhyun karena belum punya pacar. Memikirkannya saja sudah membuat Kibum kesal.

“Oh itu. Aku tak tahu denganmu Bummie, tapi aku sudah punya rencana.” Jawab Kyuhyun santai. Kyuhyun sendiri juga memikirkan apa yang akan dia lakukan setelah masalah dengan Donghae ini selesai. Kyuhyun tahu bahwa perasaannya terhadap Donghae tidak sedalam yang dia sangka. Maka dari itu Kyuhyun tidak terlalu perduli dengan perpisahannya dengan pemuda satu itu. Dia hanya ingin membalas Donghae karena telah berani mempermainkannya.

“Rencana?” tanya Kibum lagi membuat Kyuhyun mengangguk. Dan baru saja Kyuhyun ingin menjelaskan seperti apa rencananya, mereka berdua dikejutkan oleh tepukan di bahu masing-masing oleh Changmin.

“Akhirnya selesai juga ya gadis-gadis licik balas dendam kalian.” Sahutnya sambil memberikan senyuman yang dipandang sebagai seringai oleh Kyuhyun dan Kibum. Kedua gadis itu benar-benar terkejut ketika tangan Changmin menepuk bahu mereka. Mereka benar-benar tidak sadar akan kehadiran pemuda tinggi tersebut. Tanpa basa-basi lagi, kedua mencubit dengan keras pinggang Changmin.

“AWW!!” teriak Changmin membuat seluruh tamu toko tersebut menoleh ke arahnya. Siwon yang baru akan menghampiri meja mereka bertiga berhenti sejenak untuk melihat apa yang terjadi. Pemuda lembut itu hanya menggelengkan kepalanya menyaksikan tingkah kekanakan dari teman-temannya itu. Dia berjalan lagi menghampiri Changmin yang terduduk di dekat meja Kyuhyun dan Kibum sambil memegangi pinggangnya yang menjadi korban cubitan kedua gadis yang sekarang membelalakan matanya tajam kepada Changmin.

“Rasakan. Sudah tiba-tiba menghilang dan tak memberi kabar, sekarang datang langsung buat kaget orang.” Ucap Kibum pelan namun terdengar nada kesal di suaranya. Siwon tertawa geli melihat Changmin yang selalu mendapat perlakuan tidak mengenakan dari gadis-gadis ini. Siwon lalu membantu Changmin untuk berdiri lalu meminta kepada kedua gadis itu untuk bergeser dan memberikan mereka berdua tempat duduk. Ketika semua sudah bisa tenang dan Changmin pun kelihatan sudah tidak meringis kesakitan lagi, Kyuhyun menanggapi perkataan Changmin tadi.

“Perut jurang, ini semua idemu. Jadi kenapa kau justru bilang kami yang licik?! Dan darimana saja kalian ini? Kami mencari kalian sejak keluar dari butik tadi tahu.” Protes Kyuhyun. Pipinya mengembung lucu dan bibirnya mengerucut karena cemberut membuat Siwon yang duduk di samping Kyuhyun tersenyum. Baginya sekarang Kyuhyun sangat imut dan ingin sekali pemuda itu untuk mencium bibir sintal Kyuhyun agar tidak cemberut lagi.

“Suka-suka aku. Lagipula kalian memang licik. Dan alasan kenapa kami menghilang adalah karena dia.” Changmin berkilah lalu menunjuk Siwon sebagai dalang dari hilangnya mereka berdua. Sambil berbicara begitu, tak lupa tangannya mengambil tanpa ijin kue Kibum yang belum tersentuh. Kibum mau mengambilnya kembali tapi sendok kue berisi potongan kecil kue itu sudah masuk ke mulut Changmin. Kibum hanya menatap Changmin dan menggelengkan kepalanya. Tanpa Kibum sadari bibirnya melengkung membuat senyum manis dan tangannya yang bebas membelai rambut Changmin lalu mencubit pipinya pelan seakan Changmin itu binatang peliharaan yang sudah berbuat nakal namun terlalu lucu untuk di hukum. Siwon, Kyuhyun, dan Changmin terpaku sesaat ketika Kibum melakukan hal tersebut. Sedangkan yang bersangkutan hanya menatap balik sambil berkata,

What?”

Nothing.” Jawab ketiganya serempak. Siwon dan Kyuhyun saling pandang sambil melemparkan senyum penuh arti sementara Changmin hanya terus memakan kue itu walau ada semburat merah di kedua pipinya.

“Terus kalian darimana?” tanya Kibum yang sesekali menyeka bibir Changmin yang belepotan oleh krim kue, membuat Changmin salah tingkah. Siwon yang melihat bagaimana Changmin kewalahan dengan sikap Kibum yang terkadang spontan itu, mencoba membantunya. Dia mengambil tas belanjaan yang tadi dia beli dan menyerahkannya kepada Kyuhyun, sehingga perhatian Kibum teralihkan dari Changmin.

“Kami tadi habis membeli ini untuk Kyuhyun.” Sahutnya.

“Apa ini?” tanya Kyuhyun penasaran sambil mengambil tas belanjaan itu. Dia lalu membukanya dan matanya langsung berbinar senang setelah tahu apa isinya.

“PSP?!! Kalian membelikan aku PSP model terbaru?!!” seru Kyuhyun sambil memandang tak percaya kepada Changmin dan Siwon. Changmin yang mendengar seruan Kyuhyun langsung menelan kuenya dan menunjuk ke arah Siwon.

“Bukan kami Kyu, Siwon hyung yang beli. Aku pernah bilang kepadanya bahwa PSP milikmu rusak karena tidak sengaja aku jatuhkan. Eh, ketika kami berdua pergi ke toilet sebentar saat kalian di butik, kami melewati toko game. Siwon hyung langsung menarikku dan membelinya untukmu.” Jelas Changmin santai. Sedangkan Kibum dan Kyuhyun yang mendengar penjelasannya langsung memandang pemuda yang kelihatannya menikmati kebersamaan dengan ‘kekasih’ hatinya yaitu makanan itu dengan tajam. Dengan entengnya kedua gadis itu kembali mencubit Changmin dan kali ini sasarannya adalah lengan Changmin.

“AWWW!! Kalian ini kenapa sih?!! Senang sekali mencubit aku?!! Kenapa tidak cubit Siwon hyung saja sesekali?!!” sungut Changmin kesal. Pasti sekarang lengan dan juga pinggangnya sudah memerah karena cubitan-cubitan Kyuhyun dan Kibum.

“Kau masih bertanya kenapa Shim Changmin?!” geram Kyuhyun. Changmin hanya mengangkat bahunya pertanda dia masih belum mengerti.

“Ya ampun Changminie, pantas kau selalu dibilang bodoh oleh Kyuhyun. Masa hal begitu saja kau tidak paham. PSP itu seharusnya kau yang mengganti bukannya Siwon. Kau yang merusaknya bukan?!” jelas Kibum sambil menyentil dahi Changmin. Changmin mengembungkan pipinya sambil mengusap-usap dahinya yang disentil oleh Kibum.

Dalam hatinya dia sebenarnya masih tidak terima jika dia selalu dicubit, tapi dia tidak mau berkata lebih lanjut karena takut amarah Kyuhyun dan Kibum yang tidak akan selesai dengan cubitan. Changmin mengeluh dalam benaknya bahwa bukan salahnya jika Siwon bersikeras menghadiahkan PSP itu untuk Kyuhyun. Siwon sekali lagi merasa kasihan dengan Changmin, sehingga dia menepuk kepala Changmin lembut penuh kasih sayang seperti kakak kepada adiknya. Lalu dia melihat ke arah Kyuhyun dan Kibum dan tersenyum.

“Tidak apa-apa Kibummie, Kyuhyun-ah. Aku memang ingin memberikannya untuk Kyuhyun kok. Jadi jangan cubit Changminie lagi.” Kedua gadis itu hanya menghela nafas lalu mengangguk pelan. Kemudian Kyuhyun mendekat kepada Siwon dan menggenggam tangannya.

“Terima kasih ya. PSP ini berarti buatku. Terima kasih sudah membelikannya untukku.” Ucap Kyuhyun. Siwon hanya tersenyum menanggapi ucapan terima kasih dari Kyuhyun.

“Oke, sekarang masalahnya sudah selesai bukan?! Kalian sudah balas dendam kepada Donghae dan aku kira dia akan jera sehabis ini. Paling tidak untuk waktu yang cukup lama.” Sahut Siwon kembali mengingatkan hal tentang Donghae untuk membuat teman-temannya tidak terlalu terfokus pada hadiah PSP itu. Jujur, jantung Siwon sudah berdebar dua kali lipat saat Kyuhyun menggenggam tangannya.

Maka dia langsung membicarakan tentang Donghae agar mereka bertiga tidak curiga dengan sikapnya yang malu itu dan kegugupannya di depan Kyuhyun. Sedangkan ketiga orang tersebut setelah mendengar perkataan Siwon tadi hanya memberikan repon dengan mengangguk lalu melanjutkan lagi acara makan-makan mereka. Siwon menghela nafas lega karena mereka sudah kembali ke kegiatan masing. Dia kemudian memanggil pelayan untuk memesan beberapa kue lagi karena jelas satu kue tidak akan cukup untuk seseorang bernama Shim Changmin.

“Oh ya, Min, gadis itu siapa?” tanya Kibum tiba-tiba membuat perhatian Kyuhyun dan Changmin tertuju kepadanya. Siwon sendiri masih sibuk dengan memesan kue-kue yang sekiranya disukai oleh ketiga temannya ini. Siwon sedang berpikir tidak ada salahnya memesan lagi untuk kedua gadis tersebut. Jika mereka tidak mau atau tidak habis, masih ada Changmin yang mampu menelan semuanya. Namun disela dia memilih menu kue-kue itu, dia masih mendengar dengan jelas pertanyaan Kibum.

“Namanya Lee Hyukjae, Kibummie.” Jawab Siwon memotong Changmin yang baru saja akan menjawab Kibum. Changmin terlihat tak senang karena ucapannya dipotong Siwon yang menjawab Kibum dengan masih berinteraksi dengan si pelayan.

“Darimana kau mengenalnya?” tanya Kibum lagi.

“Dia teman Junsu noona, kakak ipar Changmin.” Lagi-lagi Siwon memotong perkataan Changmin, membuat Changmin mendelikan matanya kepada Siwon. Sementara target tatapan tidak suka Changmin itu hanya menatap Changmin balik dengan pandangan bingung.

“Ada apa?”

“Oppa, kau itu sama saja seperti Bummie, tidak peka.” Ucap Kyuhyun sambil memberikan senyuman manisnya untuk Siwon. Siwon semakin bingung walau dia menjadi salah tingkah sendiri karena wajah Kyuhyun yang menurutnya terlalu dekat dan juga karena senyum manisnya itu.

“Oppa?” gumam Kibum sendiri namun cukup jelas di telinga Changmin. Dia mendekat kepada Kibum dan setengah berbisik kepadanya.

“Ya, oppa. Kyuhyun memanggil Siwon hyung seperti itu. Aneh bukan?!”

“Oh ya?! Mungkin Kyuhyun sebenarnya menyukai Siwonnie.” Kibum sebenarnya hanya iseng berucap demikian, namun Changmin menganggap ucapan itu sebagai berita bagus.

“Benarkah? Berarti perasaan Siwon hyung berbalas. Siwon hyung itu sangat, sangat, sangat, menyukai Kyuhyun.”

“APA?! Siwon menyukai Kyuhyun?!!” teriak Kibum lantang sambil berdiri. Changmin yang kaget setengah mati hanya bisa menatap Kibum dengan kedua bola matanya yang hampir keluar dari tempatnya. Sementara itu, Siwon yang mendengar teriakan Kibum atas perasaannya hanya bisa membuka mulutnya karena shok. Siwon berpikir, tega-teganya Kibum berteriak soal itu di depan Kyuhyun. Siwon berpikir pasti Kyuhyun akan membencinya karena hal ini.

Sedangkan objek yang menjadi pikiran Siwon sepertinya justru terlihat senang. Dia melirik Siwon yang wajahnya sudah pucat pasi karena ulah dari sahabatnya itu. Melihat Siwon yang sepertinya gugup dan ketakutan, Kyuhyun dengan perlahan mengarahkan wajah tampan Siwon lalu menutup mulut Siwon yang masih terbuka dengan mengatupkan rahang Siwon untuk kembali ke posisi semula. Lalu tanpa peringatan sama sekali, Kyuhyun langsung mencium pipi Siwon, membuat Changmin yang sudah sadar dari keterkejutannya dan melanjutkan makannya dan Kibum yang masih berdiri walau sekarang sudah memerah karena malu, membelalakan kedua mata mereka karena ulah Kyuhyun.

“Oppa. Aku juga suka oppa.” Ucap Kyuhyun lalu kembali menikmati parfait dan kuenya tanpa merasa kalau dia sudah membuat Siwon membeku karena pengakuannya itu.

Sedangkan Changmin dan Kibum semakin membelalakan matanya seakan bola mata mereka bisa keluar kapan saja kalau mereka tidak segera menutup kelopak mata mereka. Namun hal tersebut wajar, karena siapa yang tidak akan terkejut dengan pengakuan cinta langsung tanpa adanya peringatan seperti yang sudah dilakukan oleh Kyuhyun. Lalu apa yang dilakukan si pembuat masalah selain menikmati parfaitnya? Dia hanya senyum-senyum senang sendiri. Dalam benaknya dia tak sabar untuk melihat reaksi pemuda lembut yang gampang memerah mukanya itu jika dia melancarkan jurus manja nan seksi kepadanya. Nampaknya Siwon akan sering membatu mulai dari sekarang.

Kibum dan Changmin yang beberapa saat sudah bisa menguasai keterkejutannya dan melihat senyum tak biasa Kyuhyun itu, hanya bisa geleng-geleng kepala dan berdoa agar jantung Siwon cukup kuat untuk ulah-ulah yang akan dilakukan Kyuhyun kepadanya.

END

Advertisements