Tags

, , , , , , ,

Title : Cinta Monyet Minho & Kris

Pairing/Charas : Minho, Baby!Suho, Krisho, Hanchul, Wonkyu

Genre : Brotherly Love, Family, Romance

Disclaimer : All casts are belong to their self and God and the creators of One Label of Detergent Advertisement

Inspired : Iklan Detergent >_<

Warning : Un-betaed, GS, AU, BL, MPreg, A bit OOC, Age and Surname Differences

( 。・_・。)(。・_・。 )

“Aku pulang!” seru suara dari seorang Choi Minho, remaja berusia 13 tahun yang baru saja pulang sekolah. Minho bergegas melepas sepatunya dan mengganti dengan sandal untuk rumah sebelum memasuki rumah megah, tempat tinggalnya bersama dengan kedua orang tuanya dan adik laki-laki kecilnya yang masih berusia tiga tahun, Suho.

“Oh kau sudah pulang Min?” sapa sang bunda atau Kyuhyun yang keluar menyambut sang putra sulung sambil menggendong Suho yang sedang menyusu dari botol susu berbentuk kelinci kesukaannya.

“Ah, Kris juga ada. Apa kabar?” sapa Kyuhyun ketika mata coklatnya melihat seorang remaja tampan nan tinggi di belakang Minho.

“Aku baik ahjumma. Maaf mengganggu.” Balas Tan Yifan atau lebih dikenal dengan Kris menyapa Kyuhyun. Senyum simpul yang jarang menghiasi wajah tampan remaja keturunan Cina itu sekarang merekah tatkala berhadapan dengan Kyuhyun dan sosok menggemaskan yang berada dalam dekapan wanita dua anak tersebut.

“Mengganggu apanya? Kami justru senang kau sering berkunjung Kris. Omong-omong, bagaimana kabar Chulie-ah? Apa keadaan ummamu itu sudah membaik?” tanya Kyuhyun membuat Kris memanglingkan pandangannya dari batita lucu yang terus menyedot susu dari botol susunya.

“Ah, keadaan umma sudah membaik ahjumma. Umma sekarang sudah kembali ke Cina bersama appa.” Jawab Kris sopan mengingat yang ada didepannya sekarang adalah sahabat ummanya, Tan Heechul.

Choi Kyuhyun dan Tan Heechul bersahabat sejak masih di bangku SMP. Keduanya sangat dekat meski mereka berbeda gender. Kedekatan mereka juga mungkin karena Heechul termasuk uke dan male pregnancies, maka keduanya bisa cocok. Keduanya bahkan menikah dengan selang waktu yang tidak terlalu jauh. Kyuhyun menikahi Siwon dan Heechul menikahi Tan Hangeng, pebisnis dari Cina.

Keduanya sangat bahagia dan merasa persahabatan mereka sangat kuat karena mereka berbagi kebahagiaan itu meski persahabatan itu sempat teruji dengan pertengkaran antara keduanya ketika Heechul memutuskan untuk memiliki anak walaupun dia tahu risikonya adalah kematian bagi dirinya dan bisa saja calon bayinya.

Kyuhyun dan Heechul sempat tidak berbicara satu sama lain karena keduanya sama-sama merasa benar. Heechul yang merasa dia berhak menjadi seorang ibu ketika dia dianugerahi Tuhan dengan rahim layaknya wanita dan Kyuhyun yang merasa dia hanya ingin sahabatnya hidup, sehat dan bahagia bersama dirinya dan orang-orang yang mencintai Heechul.

Akan tetapi kasih sayang yang dimiliki Heechul dan Kyuhyun terhadap satu sama lain mampu menyudahi pertengkaran itu. Keduanya mulai membuka hati dan mencoba memahami keinginan masing-masing. Mereka berharap pada saat itu semua akan berakhir dengan baik dan tampaknya Tuhan memang sedang berbaik hati kepada keduanya.

Setelah berjuang mati-matian, Heechul berhasil melahirkan Tan Yifan atau Kris dengan selamat. Heechul pun selamat meski konsekuensinya kini daya tahan tubuh Heechul tidak sama seperti dulu. Heechul menjadi pelanggan tetap rumah sakit hanya untuk sekedar check up bulanan sampai pernah sekali Heechul benar-benar harus dirawat karena kesehatannya menurun drastis.

Semua itu dilalui oleh Kyuhyun dan Heechul dengan rasa persahabatan yang kuat. Mereka selalu menjadi pendukung satu sama lainnya di saat mereka berdua saling membutuhkan. Dan sekarang, anak-anak mereka juga bersahabat satu sama lain. Kris dan Minho sudah dekat sejak mereka masih di taman kanak-kanak karena usia mereka yang hanya terpaut beberapa bulan saja. Walau keduanya suka beradu mulut karena hal sepele, tetapi keduanya sangat dekat seperti Heechul dan Kyuhyun.

“Oh ya? Kenapa Chulie tidak mengatakan apapun kepadaku? Aku bisa mengantarnya dulu.” Ucapan Kyuhyun yang sedikit kesal karena Heechul pergi ke Cina tanpa pamit, membuat Kris kembali memperhatikan Kyuhyun. Masih dengan senyum yang sangat irit itu, remaja dengan julukan Pangeran Naga oleh teman-temannya itu kembali menanggapi perkataan Kyuhyun.

“Umma sengaja tidak bilang apapun ke ahjumma karena umma tidak mau merepotkan ahjumma.”

“Ck. Dia selalu saja begitu.” Tukas Kyuhyun sambil memutar matanya kesal.

“Maafkan umma ahjumma.” Sahut Kris sambil sedikit membungkukan tubuhnya, meminta maaf atas nama Heechul. Kyuhyun yang tahu persis kelauan Kris, hanya menggelengkan kepala lalu menepuk pelan bahu remaja itu, mengisyaratkan dia untuk menegakkan kembali tubuhnya.

“Kenapa kau yang minta maaf, Kris? Anak aneh. Sudahlah. Lalu kau di Korea dengan siapa Kris? Masih dengan Jae eonnie?” duga Kyuhyun langsung. Ketika Kris mengangguk, Kyuhyun pun ikut mengangguk. Sebenarnya dia tak perlu bertanya karena sudah pasti anak sahabatnya itu akan tinggal dengan Jaejoong.

Kim, ah bukan, Jung Jaejoong adalah kakak perempuan Heechul yang sudah menikah dengan Jung Yunho, sahabat dekat suaminya sendiri. Sebenarnya karena Jaejoong juga, Kyuhyun bisa mengenal seorang Choi Siwon meski pertemuan mereka berdua tidak disengaja di sebuah pesta yang Jaejoong selenggarakan. Ya, mungkin lain waktu, akan diceritakan bagaimana Kyuhyun dan Siwon bertemu.

Kembali kepada Jaejoong. Jaejoong yang notabene adalah bibi kandung Kris memang menjadi wali Kris selama pemuda tampan, tinggi namun dingin dan tanpa ekspresi itu selama dia berada di Korea. Kyuhyun tahu itu namun tidak ada salahnya jika Kyuhyun berbasa-basi sedikit dengan Kris. Jujur, Kyuhyun terkadang merasa canggung jika harus berhadapan dan berbicara dengan Kris. Mungkin karena Kris selalu bersikap dingin meski jika didepannya Kris bersikap sopan dan terkadang memberikan senyum. Namun tetap saja, sikap Kris membuat Kyuhyun segan terhadap remaja sahabat putranya itu.

Andai Kyuhyun tahu bahwa sikap dingin dan tanpa ekspresi Kris itu akan berubah jika sudah berurusan dengan batita yang ada sekarang sudah selesai meminum susunya dan menyerahkan botolnya kepada Kyuhyun.

Kyuhyun yang menyadari Suho sudah selesai menyusu, langsung mengambil botol susu Suho dan meletakannya di salah satu meja didekatnya. Kyuhyun lalu menumpukan tubuh gempal Suho di dadanya dan menepuk-nepuk punggung sang batita. Kebiasaan Kyuhyun setelah Suho selesai menyusu.

Biasanya, jika sudah diperlakukan demikian oleh Kyuhyun, Suho langsung tertidur. Namun kali ini, Suho menggeliat kecil dan mengulurkan tangannya ke arah sang kakak yang sejak perbicangan Kyuhyun dan Kris sudah berada di belakang Kyuhyun, membuat wajah-wajah lucu kepada Suho.

“Baby Su ingin dengan hyung?” tanya Kyuhyun yang langsung ditanggapi dengan tepukan di wajah Minho dan sebuah senyum lebar. Kyuhyun melirik sebentar ke arah Minho lalu langsung menyerahkan Suho kepada kakaknya yang dengan senang hati mengambil adik semata wayangnya itu dari dekapan Kyuhyun.

“Baby Suho, sini sayang. Sama hyung dulu ya.” Sahut Minho senang lalu menggendong Suho. Meski Minho masih berusia 13 tahun, namun Minho sudah ahli menggendong Suho. Bahkan remaja tanggung itu sudah sama ahlinya dengan sang mommy dalam urusan menjaga baby Suho.

Kyuhyun sendiri tersenyum melihat bagaimana Minho sangat menyayangi adiknya tersebut. Kyuhyun semakin melebarkan senyumnya jika dia ingat betapa miripnya Minho dengan sang ayah dalam memanjakan dan menjaga Suho. Apalagi setelah mereka mengetahui fakta tentang Suho terakhir kali mereka check up kesehatan batita lucu itu. Siwon dan Minho makin proctective terhadap Suho karena mereka takut akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan kepada si bungsu keluarga Choi tersebut jika kedua lelaki itu lengah sedikit saja.

Sedangkan Kyuhyun, ibu dua anak itu juga akan menjaga Suho sebisanya, namun Kyuhyun tidak separah Siwon dan Minho karena dia memiliki kekhawatiran yang berbeda ketika fakta itu terungkap. Kekhawatiran akan keselamatan Suho nantinya.

Kyuhyun menghela nafas panjang sebelum menghampiri Minho dan membelai rambut Minho lalu mengecup pipi Suho. Kyuhyun ingin melupakan sejenak masalah Suho dan menikmati kehidupannya dengan keluarga kecilnya. Lagipula, masalah yang menimpa Suho belum tentu akan mempengaruhi kehidupan batita itu kelak jika Suho memilih jalan yang berbeda dari yang Kyuhyun, Siwon dan Minho khawatirkan.

“Min, kau makan siang lah dulu. Ajak Kris juga ya sayang. Kau bisa bukan makan sekaligus menjaga Suho?! Mommy harus mencuci baju dulu.”

“Bisa mommy. Tenang saja. Kris ayo. Kita makan dulu.” Ajak Minho dan sekali lagi hanya dijawab dengan anggukan oleh Kris. Kyuhyun menatap Kris lalu tersenyum lagi sambil menggelengkan kepala. Menurutnya, Kris itu begitu pelit untuk mengeluarkan kata-kata.

Kyuhyun baru saja akan meninggalkan Kris dan Minho untuk makan siang ketika ketika tiba-tiba dia mengingat kalau hari ini Minho habis selesai mengikuti kegiatan klub basket di sekolahnya. Kyuhyun yakin pasti banyak baju kotor yang harus segera di cuci.

“Min, mommy hampir lupa. Mana baju-baju kotormu? Biar sekaligus mommy cuci. Kau habis dari kegiatan klub basketmu itu bukan?!” sahut Kyuhyun membuat Minho menghentikan kegiatan kecup-mengecup wajah Suho.

“Ah ya mommy. Ada di tas Minho mommy. Ini.” Ujar Minho lalu menyerahkan satu tas kepada Kyuhyun yang langsung diterima oleh Kyuhyun.

“Kalau begitu, mommy tinggal dulu. Min, tolong kau jaga adikmu dengan baik ya.” Ujar Kyuhyun langsung meninggalkan Minho, Suho dan juga Kris. Kyuhyun terus berjalan tanpa memperdulikan protesan Minho yang kesal karena Kyuhyun seperti tidak mempercayai Minho mampu untuk menjaga Suho.

“Ya ampun mommy, sudah Min katakan mommy tenang saja. Minho bisa menjaga baby Suho.”

“Ya, ya.” Balas Kyuhyun tak perduli sambil terus berjalan dan akhirnya sosoknya menghilang dibalik pintu tempat mencuci pakaian.

“Mino hung!” pekik Suho memanggil kakak tersayangnya. Mulut batita imut itu mengerucut lucu disebabkan dia kesal dengan Minho yang tidak memperhatikan dirinya. Raut wajah Suho yang sedang merajuk itu membuat Minho semakin gemas dengan adiknya tersebut. Dengan santai, Minho mengecup bibir Suho yang mengerucut lalu mencubit pelan hidung Suho.

“Ah ya sayang. Maaf hyung tidak memperhatikanmu tadi. Ayo sekarang, baby Su temani hyung makan.” Sahut Minho lalu hendak membawa Suho ke ruang makan. Akan tetapi langkahnya terhenti dengan gumaman dari Kris.

“Um… Min.”

“Hm?” tanya Minho sambil berbalik dan menatap heran kepada Kris, sahabatnya. Minho bingung melihat sikap Kris yang terlihat resah dan tampak tidak tenang.

“Apa Kris?” tanya Minho lagi tak sabar dengan tingkah Kris yang hanya menatap dirinya dan Suho lalu berpaling ke arah lain. Kris sendiri tersentak saat mendengar nada suara Minho yang sedikit meninggi.

“Um, itu… Boleh aku menggendong adikmu?” pinta Kris takut-takut. Dia takut Minho akan langsung menolak permintaannya karena sahabatnya itu tahu bahwa dirinya…

Pedophile.” …menyukai baby Suho.

“Yah!!” Kris langsung berteriak kesal dengan olokan Minho tadi. Kris merasa dirinya bukan orang seperti yang dituduhkan oleh Minho. Memang apa salahnya jika dia mnyukai adik Minho yang lucu, imut, menggemaskan, manis, dan terlampau menggiurkan itu. (Nao: itu memang pedophile Kris-ssi. Kris: YAH!!)

“Aku benar bukan. Banyak gadis-gadis di sekolah kita yang mengejarmu tapi kau justru menyukai adikku. Dia baru berusia tiga tahun Kris.” Kilah Minho membenarkan apa yang dia katakan kepada Kris tadi.

“Apa salahnya sih? Aku bukan ahjussi-ahjussi mesum tahu! Aku juga baru berusia 13 tahun.” Tukas Kris masih tidak mau kalah dengan Minho. Kris berpikir bahwa sah-sah saja jika dia menyukai Suho. Sementara bukan itu yang dipikirkan oleh Minho. Adalah sangat salah jika Kris sahabatnya menyukai adiknya yang masih berusia tiga tahun. Baginya, Kris boleh menyukai siapa pun dan Minho akan dengan hati mendukung bahkan membantu Kris mendapatkan orang itu asal bukan adiknya. Baby Suho-nya yang manis yang terlalu berharga untuk siapa pun juga.

“Aish! Yah!! Perbedaan usia antara kau dan my Suho baby itu sepuluh tahun. Itu namanya pedophile!” teriak Minho mulai merasa kesal setengah hidup dengan kekeras kepalaan Kris.

“Kau sendiri apa?! Dasar brother complex!” balas Kris sama sengitnya.

“Yah!! Aku hanya ingin melindungi adikku yang manis dan menggemaskan ini dari predator sepertimu!!” keduanya langsung beradu mulut dengan suara yang kencang tanpa sadar ada seorang bayi yang mulai berair matanya karena takut mendengar teriakan-teriakan dari Minho dan Kris. Sampai akhirnya…

“Hung… hiks… hiks… Huwe!!!” …meledaklah tangis seorang Choi Suho.

“Ah, cup, cup sayang. Suho kaget ya. Maafkan hyung ya sayang. Sudah, jangan menangis lagi. Yah!! Naga bodoh!! Ini salahmu!!” Minho kembali berseru menyalahkan Kris yang menurutnya sudah membuat Suho menangis (Nao: padahal Minho-ssi juga sama saja dengan Kris-ssi. – Minho&Kris: DIAM!!! – Baby Suho: HUWEE!!! – Minho&Kris: Ah… Cup. Cup… – Nao: Dasar bodoh ¬o( ̄- ̄メ) ck,ck…)

“Apa?! Kau yang berteriak lebih dulu! Dasar Kodok jelek!!”

“Apa kau bilang?!”

“Mino hung… hiks… hiks…” isakan kecil dari mulut kecil Suho pun membuat sang kakak melupakan Kris yang jengah dengan tingkah laku Minho yang begitu over protective terhadap Suho. Jika tidak mengingat bahwa Minho adalah sahabatnya dan juga kakak Suho, sudah dari dulu Kris menguliti Minho dan menjadikan kulitnya sebagai bahan tasnya. (Nao: ih serem… – Kris: kau mau coba jadi bahan percobaanku Nao-ssi? – Nao: ANDWEE!!)

“Ah, Suho sayang. Cup, cup…” suara Minho yang sangat halus dan lembut ketika membujuk Suho agar berhenti menangis menyadarkan Kris dari rancana jahatnya menguliti Minho. Masih dengan perasaan jengkel, Kris akhirnya hanya mampu melihat betapa enaknya Minho mendekap, membelai dan mencium pujaan hatinya itu.

“Aish! Dasar brother complex.” Sungutnya kesal dan berjalan menjauhi kedua kakak beradik Choi tersebut. Saking kesalnya, Kris sampai tak sadar berjalan menuju ruang dimana Kyuhyun sedang sibuk memilah baju kotor yang putih dan berwarna.

Kyuhyun terkejut mendapati Kris sudah berada di ruangan yang sama dengannya sambil berjalan mondar-mandir dan berbicara atau lebih tepatnya mengomel sendiri. Kyuhyun yang merasa aneh dengan sikap anak sahabatnya itu, menepuk bahu Kris agar dia tidak bertingkah seperti orang gila.

“Kris. Sedang apa disini? Kenapa belum ke meja makan?” tanya Kyuhyun sambil tertawa geli melihat tampang terkejut dan bingung dari seorang Tan Yifan yang terkenal dingin dan tanpa ekpresi. Kris pun kegalapan menjawab pertanyaan Kyuhyun sehingga dia terdiam beberapa saat, sampai…

Satu ide untuk membalas Minho timbul di otaknya. Kris tertawa licik karena dengan idenya ini, baby Suho pasti akan berpindah tangan kepadanya.

“Ah tidak ahjumma. Aku kesini karena aku sendiri. Minho sedang main dengan Suho dan melupakan aku.” Adunya dan memasang tampang sememelas mungkin. Kyuhyun sedikit curiga, namun segera ditepisnya karena dia tahu bagaimana kelakuan Minho jika sudah berurusan dengan bungsu keluarga Choi itu.

“Ya ampun anak itu. Mengapa meninggalkan temannya sendiri? Kenapa laki-laki di rumah ini begitu memanjakan Suho? Tidak ayahnya, tidak juga kakaknya. Hhh…”

“Maka dari itu ahjumma, lebih baik aku membantu ahjumma dulu. Biar pekerjaan ahjumma cepat selesai dan kita semua bisa makan siang bersama.”

“Kau memang anak baik Kris. Tapi ahjumma bisa sendiri kok. Sudah biasa. Tinggal memasukkan pakaian-pakaian ini ke mesin cuci dan ahjumma tinggal menunggu cucian ahjumma selesai.” Jelas Kyuhyun sambil tersenyum. Kyuhyun lalu meneruskan pekerjaannya sambil sedikit berbincang dengan Kris. Sedangkan remaja dengan julukan naga itu menanti waktu yang tepat untuk menjalankan misinya yaitu menjauhkan Minho si kodok jelek dari pujaannya, baby Suho yang imut.

Kris menunggu dengan sabar selama lima menit sampai kesempatan itu datang. Kris menyeringai licik ketika melihat Kyuhyun mengeluarkan sebuah ember dan mengisinya dengan air dan detergen. Kris semakin senang tatkala Kyuhyun mengeluarkan satu pakaian yang akan membuat rencananya berjalan mulus. Saatnya menjalankan misinya.

“Lho ahjumma? Kenapa kaos itu dipisahkan sendiri?” tanya Kris basa basi. Padahal dia tahu persis kenapa baju itu bisa kotor seperti itu.

“Oh ini. Ahjumma harus merendam kaos Minho ini karena nodanya susah sekali dihilangkan. Sepertinya ini noda oli, tapi ahjumma mungkin salah karena mana mungkin Minho main-main dengan oli bukan.” Jawab Kyuhyun meski dia sendiri tidak terlalu yakin dengan jawabannya.

“Hm… Tapi ini memang noda oli ahjumma. Minho kok bisa kena ya?” ujar Kris pura-pura berpikir selama beberapa detik. Dia melirik ke arah Kyuhyun lalu berseru seakan baru mengingat hal penting.

“Ah! Aku ingat ahjumma. Noda itu karena Minho menolong seorang gadis.” Ucapnya yakin. Kyuhyun memandang Kris dengan tatapan penuh tanda tanya.

“Menolong seorang gadis? Anak yang tidak mau susah itu?! Siapa?” tanya Kyuhyun tidak percaya, putra pertamanya bisa dengan senang hati menolong orang lain begitu saja. Bukannya anak itu sombong atau bagaimana, hanya saja Minho terkenal tidak mau ikut campur dan tidak mau repot dengan urusan orang lain.

“Ya. Tadi aku sempat merekamnya ahjumma. Saat itu aku pikir Minho manis sekali karena mau membantu gadis itu. Tapi benar juga kata ahjumma tadi. Minho memang terkenal tidak mau repot, jadi tidak mungkin dia membantu orang begitu saja. Aku jadi kepikiran juga ahjumma, soalnya jika aku ingat-ingat lagi, sepertinya Minho memang sering menolong gadis-gadis di sekolah kami.” Jelas Kris panjang lebar yang semakin membuat Kyuhyun terperangah. Bukan karena Minho yang berubah sifat namun lebih kepada Kris yang baru kali ini Kyuhyun dengar bisa berkata sepanjang itu. Tapi Kyuhyun teringat dengan ucapan Kris yang mengatakan dia merekam adegan heroic Minho yang menolong seorang gadis.

“Mana videonya Kris?” tanya Kyuhyun datar sambil mengulurkan tangannya dan membuka telapak tangannya, mengisyaratkan Kris untuk segera menunjukkan video tersebut.

“Ini ahjumma.” Sahut Kris sambil menyerahkan ponsel pintarnya kepada Kyuhyun. Dalam hatinya Kris bersorak gembira karena rencananya berjalan mulus. Kris yakin setelah Kyuhyun melihat isi video yang Kris ambil itu, pasti untuk beberapa jam kedepan Minho akan sibuk berurusan dengan Kyuhyun. Dan jika kedua orang itu sudah sibuk dengan satu sama lain, berarti baby Suho mau tidak mau akan jatuh ke tangannya.

Kyuhyun menyaksikan video berdurasi satu setengah menit itu. Meski singkat tapi sanggup membuat Kyuhyun membelalakan matanya karena melihat betapa gagahnya Minho menolong mengangkat sepeda seorang gadis manis berkepang yang jatuh di parit kering sekolah. Ketika Minho mengangkat sepeda gadis itu, roda pedal sepeda mengenai kaos Minho sehingga kaos Minho terkena noda oli. Tapi bukan itu yang membuat Kyuhyun kaget melainkan akhir dari video itu.

Disana tampak Minho yang tersenyum lebar kepada sang gadis yang dengan telatennya membersihkan noda di pipi Minho lalu tanpa peringatan sama sekali, sang gadis mengecup pipi Minho lalu mengucapkan terima kasih dan berlalu dengan sepedanya meninggalkan Minho yang senyum-senyum sendiri lalu berteriak ‘YES’ berkali-kali.

Kris menunggu reaksi Kyuhyun setelah wanita cantik itu selesai melihat video tadi. Kris mengira Kyuhyun akan marah karena Minho sudah main cinta-cintaan bahkan sampai ada adegan cium pipi segala. Namun tampaknya, Tuhan lebih mencintai Minho karena bukannya marah, Kyuhyun justru terlihat senang. Senyum lebar menghiasi wajah cantiknya.

Kris menatap horor calon mertuanya itu (Nao: You wish. – Kris: But you will make her my mother in law, or else your skin will decorating my wall – Nao: run away). Bagaimana mungkin rencananya justru berbalik kepadanya. Kris yakin seratus persen jika Kyuhyun tidak akan marah kepada Minho karena sekarang saja Kyuhyun sudah menghubungi Siwon dengan ponselnya sendiri dan memekik girang.

“Siwonnie! Minho punya pacar, sayang! Putramu yang jutek dan cuek sama perempuan itu punya pacar! Oh kita harus merayakannya!” pekik Kyuhyun tak menyadari suasana panas dari seorang Kris yang kesal karena rencananya gagal.

Kris mengusap wajahnya kasar. Tampaknya dia harus menunggu dulu sampai dia sanggup mengalahkan seorang Choi Minho dan merebut baby Suho dari genggaman sang pangeran kodok.

Aku tidak akan menyerah Choi ‘Kodok’ Minho. Suatu saat baby Suho akan jadi milikku. Janji Kris dalam hati tidak mau menyerah dengan nasib. Aura bersaingnya menguar dan dia siap dengan berbagai ide dan trik agar bisa membuat Minho tidak sanggup menghentikan dia mendapatkan Suho. Ya, mari kita doakan saja Naga setinggi tiang listrik itu agar mampu mewujudkan mimpinya untuk bersama dengan si mungil nan manis Suho.

Sementara itu Minho yang sedang menyantap makan siangnya tanpa mau menunggu Kris, merasakan bulu kuduknya merinding. Minho menghentikan suapan roti manis ke mulut Suho karena dia merasa aura mengerikan dan bencana akan datang padanya.

“Hung?” suara Suho yang bingung karena hyung tampannya menghentikan suapan roti kesukaannya membuat Minho menepis perasaan tidak enaknya itu. Terlebih lagi ketika dia melihat Suho memiringkan kepalanya dan mengerjapkan matanya berkali-kali dengan imut. Semua aura negatif yang tadi menghinggapi Minho seolah hilang diterpa angin.

Minho lalu kembali melanjutkan menyuapi Suho sambil dirinya juga memakan makanan yang ada di depannya. Meski Minho tidak bisa menutupi kegelisahan yang dia rasakan, kakak yang begitu menyayangi adiknya itu tidak mau ambil pusing. Baginya sekarang hanya ada Suho dan Suho.

Ya, mungkin itu hanya perasaanku saja. Memangnya hal menakutkan apa yang bisa terjadi pada bocah sepertiku. Batin Minho mencoba menenangkan dirinya sendiri tanpa dia tahu seorang Naga sudah siap memukul genderang perang atas dirinya.

Ya, sekali lagi mari kita berdoa agar Choi Minho tidak akan tinggal nama saja. Semoga.

‘ Sometimes being a brother is even better than being a superhero ‘ – Mark Brown

END

Advertisements