Tags

, , , , , ,

Title : Satu Hari Tanpa Mommy

Pairing/Charas : Wonkyu, Baby!Suho, Krisho, Minho

Genre : Brotherly Love, Family, Romance

Disclaimer : All casts are belong to their self and God and the creators of One Label of Childre Anti-Fever Advertisement

Inspired : Iklan Penurun Demam Anak-anak >_<

Warning : Un-betaed, GS, AU, BL, MPreg, A bit OOC, Pedo!Kris, Age and Surname Differences

( 。・_・。)(。・_・。 )

Kyuhyun menekan tombol-tombol di ponsel pintarnya lalu menempelkan ponsel itu di telinganya. Dia menunggu seseorang di seberang sana untuk mengangkat panggilan darinya. Kyuhyun tak perlu menunggu lama karena satu suara yang sangat dia cintai menyapanya.

Siwon             :    Yoboseyo.

Kyuhyun        :    Yoboseyo, Siwonnie.

Siwon             :    Baby. Kau sudah sampai, sayang?

Kyuhyun        :    Sudah. Aku baru saja tiba. Acara belum dimulai maka aku sempatkan untuk meneleponmu dulu. Bagaimana anak-anak, sayang?

Siwon             :    Mereka baik-baik saja. Minho dan Kris sedang bermain dengan Suho di taman belakang rumah.

Kyuhyun        :    Kris?

Siwon             :    Ya, Kris. Anak itu sering sekali berkunjung ke rumah kita. Aku rasa kunjungannya karena seseorang.

Kyuhyun        :    Oh ya? Menurutmu begitu? Siapa kira-kira?

Siwon             :    Siapa lagi kalau bukan Minho.

Kyuhyun        :    (tertawa terbahak-bahak) Ahahaha… Ya ampun sayang, masa kau menduga Minho?!

Siwon             :    Mereka dekat bukan?!

Kyuhyun        :    Mereka hanya sahabat sayang. Tidak lebih.

Siwon             :    Lalu mengapa Kris sering sekali berkunjung ke rumah kita?

Kyuhyun        :    Hhh… Kau pikirkan itu nanti saja ya Siwonnieku sayang.

Siwon             :    Aneh.

Kyuhyun        :    Kau yang aneh. Oh, sayang. Aku putus dulu ya. Acara sudah mau dimulai. Nanti aku hubungi lagi. Jangan lupa daddy Won, jangan berikan anak-anak es krim di pagi hari seberapa pun mereka merengek. Mereka belum sarapan. Aku takut perut mereka sakit dan tidak mau makan siang. Terutama Suho. Anak itu akan rewel kalau tubuhnya dirasa tidak enak. Baik-baik dengan Minho dan Suho sayang. Love you.

Siwon             :    Yes mommy Kyu. Love you too. Take care baby. (sambungan terputus)

Siwon menatap ponselnya yang telah kembali ke menu awal sebelum menatap ke arah dua putranya dan seorang pemuda sepantaran putra pertamanya sedang bermain di bangku ayun yang sengaja Siwon pasang untuk bersantai. Siwon menghela nafas ketika dia mengingat kejadian tadi pagi saat sarapan dan peringatan istrinya baru saja.

Siwon             :    Semoga keduanya tidak sakit perut. Hhh… Kenapa aku lemah sekali dengan mata memelas mereka. Baby Kyu bisa membunuhku jika dia tahu aku memberikan es krim pagi tadi.

Siang harinya Kyuhyun menghubungi Siwon lagi.

Kyuhyun        :    Yoboseyo Siwonnie.

Siwon             :    Baby. Aku rindu.

Kyuhyun        :    Aku baru pergi enam jam sayang. Kau itu selalu berlebihan.

Siwon             :    Enam jam itu bagiku bagaikan enam tahun baby. Aku benar-benar merindukanmu.

Kyuhyun        :    Ya, ya. Aku juga merindukanmu. Kau ini. Oh ya sayang, bagaimana anak-anak? Sudah kau siapkan makan siang mereka sesuai arahanku? Aku sudah bilang tadi pagi bahwa kau hanya tinggal memanaskan saja makanan yang sudah aku simpan di kulkas.

Siwon             :    Kulkas?

Kyuhyun        :    Ya, kulkas. Benda persegi panjang berwarna biru yang mirip lemari baju kita itu. For real Siwonnie, sampai sekarang aku tidak mengerti mengapa kau membeli kulkas sebesar itu.

Siwon             :    Um… Karena aku mencintaimu?

Kyuhyun        :    Lebih tepatnya karena kau terlalu bodoh dan berlebihan, as usual, ketika aku bilang kulkas besar akan lebih baik agar bisa menampung banyak bahan makanan. Tapi aku tidak menduga kau akan membeli yang sebesar itu.

Siwon             :    Hehehe… Maafkan aku ya Kyu. Aku hanya ingin yang terbaik untukmu.

Kyuhyun        :    Hhh… Sudahlah. Kau akan selalu begitu tapi aku tetap mencintaimu meski kau terkadang membuatku kesal.

Siwon             :    I love you too my lovely wife.

Kyuhyun        :    Lalu?

Siwon             :    Apa sayang?

Kyuhyun        :    Makan siang anak-anak Siwonnie. Kau sudah memanaskan dan memberikan kepada mereka bukan?!

Siwon             :    …..

Kyuhyun        :    Choi ‘ Kuda’ Siwon!

Siwon             :    Tentu saja sudah sayang. Mana mungkin aku melupakan pesanmu begitu saja. Kau ini terlalu berlebihan.

Kyuhyun        :    Yah!! Jangan membalik perkataanku. Huft… Baiklah kalau kau memang sudah mengikuti arahanku. Karena kalau aku sampai tahu mereka kau berikan makanan cepat saji, kau tahu apa akibatnya bukan sayangku.

Siwon             :    Y…ya… Ten…tu… Tentu aku tahu sayang, cintaku, baby Kyu-ku, istri tercintaku.

Kyuhyun        :    Oke. Jaga anak-anak kita ya suamiku yang tampan. Aku akan pulang malam ini.

Siwon             :    Hati-hati sayang.

Siwon memasukan ponsel pintarnya di dalam saku celana dan menoleh ke arah Minho, Suho dan Kris yang sampai siang ini masih betah bermain di kediaman keluarga Choi. Siwon kembali menghela nafas ketika iris hitamnya melihat tumpukan makanan cepat saji yang dipesan oleh Minho dan Kris dan beberapa bungkus kosong roti manis dan biskuit kesukaan Suho yang seharusnya hanya menjadi camilan Suho dan hanya diberikan sesekali. Siwon tahu dia akan binasa jika Kyuhyun tersayangnya mengetahui semua ini. Tapi apa daya seorang Choi Siwon dihadapan kedua buah hatinya, terutama si mungil nan menggemaskan baby Suho.

Siwon tak mungkin menolak ketika dengan manisnya sang bungsu memiringkan kepala kecilnya dengan imut lalu memberikan kecupan-kecupan ringan di seluruh wajahnya. Begitu pula Minho, yang berubah 180 derajat, dari seorang pemuda yang mandiri dan tak pernah meminta secara berlebihan menjadi seorang anak kecil yang bergelayut manja kepadanya.

Namun, seharusnya Siwon tahu bahwa itu hanya tipu daya dari kedua putranya yang sudah terkontaminasi dengan ke-evil-an bunda mereka. Lelaki tinggi itu sekali hanya bisa menghela nafas dan berharap bahwa Yang Maha Kuasa menyayanginya dan mmebuat Kyuhyun-nya tidak mengetahui bahwa Siwon membuang makanan yang dia kira makanan basi dan membelikan kedua buah hati mereka dengan makanan cepat saji.

Ya. Semoga saja ya daddy Siwonnie.

Siwon             :    Semoga dia tidak menyuruhku tidur di sofa lagi.

Sore harinya setelah Kyuhyun selesai dengan acara reuninya, dia menghubungi Siwon lagi sebelum dia ikut salah satu temannya untuk kembali ke Seoul.

Kyuhyun        :    Siwonnie.

Siwon             :    Ya, baby.

Kyuhyun        :    Aku sudah selesai. Aku akan segera pulang.

Siwon             :    Oh thank God. I miss you badly honey.

Kyuhyun        :    Don’t be chessy. Where are my handsome boys?

Siwon             :    Sedang membantuku menyiram taman belakang sayang. Kenapa?

Kyuhyun        :    Tidak ada apa-apa. Jika hanya Minho yang membantu aku tidak masalah. Lain halnya jika Suho ikut-ikutan.

Siwon             :    Ma…maksudmu apa sayang?

Kyuhyun        :    Oh, kau tahu bukan Suho mudah demam. Jika dia bermain air sesore ini, aku takut malamnya dia akan langsung demam. Sore ini udaranya lumayan dingin sayang.

Siwon             :    ….. (Siwon menelan ludahnya kala dia melihat kedepannya Minho sedang seru bermain selang air dan memercikan air ke arah Kris dan Suho yang sedang di gendong Kris. Ketiganya terlihat senang sehingga Siwon tak sampai hati melarang.)

Kyuhyun        :    Siwonnie?

Siwon             :    Ah! Y…ya say…sayang…

Kyuhyun        :    Kau kenapa?

Siwon             :    Ti…tidak… Aku baik-baik saja. Ya, aku baik.

Kyuhyun        :    Kau terdengar gugup.

Siwon             :    Tidak sayang! Aku tidak gugup.

Kyuhyun        :    Oke… Aneh…

Siwon             :    Ah, jam berapa kau pulang baby?

Kyuhyun        :    Mungkin sekitar pukul 8 malam. Tergantung keadaan jalan raya.

Siwon             :    Perlu aku jemput?

Kyuhyun        :    Tidak perlu. Aku pulang dengan teman.Teman wanita jadi jangan memikirkan yang bukan-bukan Choi Siwon-ssi!

Siwon             :    Aku tidak memikirkan apa-apa baby.

Kyuhyun        :    Yeah, right.

Siwon             :    Benar kok!

Kyuhyun        : …..

Siwon             :    Oke, hanya sedikit saja. Tapi aku berhak cemburu baby. Kau istriku yang sangat cantik dan mempesona. Pasti teman-temanmu di reunion itu masih banyak yang mengagumimu.

Kyuhyun        :    Tapi hanya kau yang aku mau Wonnie.

Siwon             :    …..

Kyuhyun        :    Kau pasti sedang memikirkan sesuatu yang mesum.

Siwon             :    …..

Kyuhyun        :    Hhhh… Dia sudah melayang dalam pikirannya sendiri. Semoga aku pulang dia baik-baik saja dengan anak-anak.

Malam itu, Kyuhyun sedang dalam perjalanan pulang ketika ponselnya berdering. Kyuhyun meminta izin dulu kepada teman reuni yang mengantarnya pulang sebelum menjawab panggilan yang ternyata dari Siwon tersebut.

Kyuhyun        :    Yobose…

Siwon             :    BABY!!!

Kyuhyun        :    What?! Siwon! Kenapa kau berteriak begitu?!

Siwon             :    Baby Su, Kyu. Baby Su!!

Kyuhyun        :    Tenang dulu yeobo. Kenapa dengan baby Suho?

Siwon             :    Anakku yang paling imut dan manis ini demam sayang! Apa yang harus aku lakukan?! Oh Tuhan! Aku daddy yang buruk! Ini salah daddy, Suho sayang. Maafkan daddy.

Kyuhyun        :    (Kyuhyun memutar matanya malas dengan ke-hiperbola-an sang suami.) Yeobo, Siwonnie, suamiku yang baik, tenang dulu. Sudah kau ukur panas Suho?

Siwon             :    Sudah Kyu.

Kyuhyun        :    Apakah panasnya tinggi sekali sayang?

Siwon             :    Um… Sebentar… Tidak begitu tinggi sih Kyu, ta…tapi… Suho rewel sayang. Dia menangis terus.

Kyuhyun        :    Semua bayi jika sakit akan rewel Wonnie. Sekarang dengarkan aku. Coba kau cari kotak di dekat ranjang Suho. Sudah ketemu sayang?

Siwon             :    (Siwon bergerak mendekati ranjang bayi Suho dan melihat kotak obat ada di atas laci pakaian dalam Suho.) Sudah Kyu.

Kyuhyun        :    Buka dan didalamnya ada obat penurun panas yang biasa Suho minum. Minumkan pelan-pelan lalu biarkan dia tidur. Saat aku pulang nanti, pasti panasnya sudah berkurang.

Siwon             :    Benarkah Kyu?

Kyuhyun        :    Percaya padaku. Sekarang lakukan apa yang aku bilang tadi dan tunggu aku pulang.

Siwon             :    Oke Kyu. Ah, Kyu…

Kyuhyun        :    Apa?

Siwon             :    Maafkan aku karena tidak bisa menjaga anak-anak dengan baik.

Kyuhyun        :    Siwonnie, Suho demam itu sudah biasa. Ini bukan salahmu.

Siwon             :    Tapi…

Kyuhyun        :    Siwonnie… Ini bukan salahmu. Aku tidak mau mendengar kata maaf darimu lagi. Sekarang kau lakukan apa yang tadi aku katakan, oke. Love you.

Siwon             :    Love you too.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Satu jam kemudian, sebuah mobil terlihat menepi di depan kediaman keluarga Choi. Dari mobil tersebut keluar Choi Kyuhyun yang meski terlihat tergesa-gesa, namun masih sempat mengucapkan terima kasih kepada temannya yang telah mengantarnya sampai rumah. Kyuhyun melambaikan tangannya kepada temannya tersebut sebelum akhirnya memasuki rumahnya dengan cepat.

Kyuhyun bergegas membuka pintu depan dan langsung berlari ke kamar Suho. Kyuhyun membuka pintu dan menemukan Siwon tertidur di salah satu kursi dengan Suho yang juga tertidur lelap dalam dekapan Siwon. Suho terbalut selimut agar dia merasa lebih hangat walau kehangatan dekapan sang daddy yang lebih menyamankan Suho.

Kyuhyun mendekat hati-hati agar Siwon dan Suho tidak terbangun. Ketika dia sudah berada disamping Siwon dan Suho, Kyuhyun dengan lembut meletakan telapak tangannya di kening Suho dan dia tersenyum karena dirasanya, panas sang buah hati sudah kembali normal.

Mendapat sentuhan lembut sang bunda, Suho menggeliat kecil dan matanya yang masih mengantuk itu terbuka sedikit. Kyuhyun langsung mensejajarkan dirinya dengan Suho dan menepuk-nepuk bokong batita mungil itu agar tertidur kembali. Namun sepertinya Suho sudah merindukan kehangatan sang mommy sehingga dia menggeliat lagi sembali mengulurkan tangan ke arah Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum kembali lalu dengan hati-hati mengambil Suho dari dekapan Siwon dan menggendongnya. Suho pun langsung melingkarkan lengan-lengan gembilnya di leher sang mommy dan meletakkan kepalanya di bahu Kyuhyun. Kyuhyun pun mendendangkan sebuah lagu sambil kembali menepuk-nepuk punggung Suho agar sang batita tertidur lagi.

Hanya membutuhkan waktu lima menit bagi Kyuhyun untuk membuat si bungsu Choi itu terlelap dan bersenang-senang di alam mimpinya. Meskipun begitu Kyuhyun belum mau melepas Suho dari dekapannya. Kyuhyun takut Suho bisa terbangun lagi dan ibu muda itu cemas, Suho tidak akan mendapat waktu tidur yang cukup, terlebih lagi dia sedang sakit.

“Baby.” Panggil Siwon tiba-tiba membuat Kyuhyun sedikit tersentak namun dengan mudah dia mengendalikan kekagetannya. Kyuhyun tersenyum kepada sang suami lalu mendekat ke wajah tampan Siwon untuk mengecup singkat bibir joker suaminya tersebut.

“Maaf jika kau terbangun, yeobo.” Siwon menggeleng pelan lalu membalas kecupan Kyuhyun di bibir dan ditambah dengan kecupan di pelipis dan pucuk kepala Kyuhyun.

“Bagaimana acara reunimu tadi baby?”

“Menyenangkan, walau aku sedikit cemas dengan keadaan anak-anak tapi aku percaya kau pasti bisa menjaga mereka.” Siwon menunduk dan meletakkan dahinya di pucuk rambut Kyuhyun sembari menghirup aroma shampoo istrinya tersebut.

“Maafkan aku baby Kyu. Aku memang payah.”

“Hei. Sudah aku katakan tadi, jangan merendahkan dirimu sendiri. Kau itu daddy yang hebat. Kedua anakmu bangga denganmu. Hanya karena Suho demam bukan berarti kau gagal sebagai seorang ayah. Justru kau belajar sesuatu bukan sehingga selanjutnya kau bisa tanpa harus aku berkata apapun.” Siwon tersenyum bahagia mendengar penuturan Kyuhyun. Siwon berpikir, betapa beruntungnya dia memiliki istri sebaik dan sepengertian Kyuhyun. Meski terkadang Kyuhyun suka mengomel dan galak kepadanya tapi Siwon tahu semua itu demi kebaikan dirinya juga.

Siwon memeluk Kyuhyun sekaligus Suho yang berada dalam dekapan Kyuhyun. Kyuhyun membiarkan suaminya itu memeluknya sementara dirinya menyamankan kepalanya dan tubuhnya di dada bidang Siwon.

“Terima kasih sayang.” Kyuhyun tersenyum lebar mendengar ucapan terima kasih dari Siwon.

“Sama-sama suamiku yang tampan. Kau juga akan melakukan hal yang sama jika aku di posisimu sekarang.”

“Tentu saja.” Keduanya lalu menikmati momen kedekatan mereka sampai mereka rasa sudah saatnya membaringkan Suho di ranjangnya.

Siwon melepaskan pelukannya dari Kyuhyun agar Kyuhyun bisa merebahkan Suho di ranjangnya. Dengan hati-hati, Kyuhyun meletakkan si mungil Choi tersebut kemudian merapikan sedikit ranjang milik Suho agar buah hatinya bersama Siwon itu tidak terjatuh dari atas ranjangnya.

Kyuhyun berdiri ditemani oleh Siwon, menatap Suho yang tertidur pulas. Hatinya sudah lega karena si kecil sepertinya akan baik-baik saja keesokan harinya. Dia lalu menoleh ke arah Siwon ketika merasa lengan kekar pria yang menikahinya itu melingkar di pinggangnya.

“Kau tahu Kyu, aku rasa aku tahu siapa yang Kris incar di rumah ini.” Ucap Siwon tiba-tiba membuat Kyuhyun tersenyum penuh arti.

“Oh ya, siapa Siwonnie?” tanya Kyuhyun padahal dia tahu apa jawaban Siwon.

Our very own baby Suho.” Kyuhyun memeluk lengan Siwon yang berada dipinggangnya ketika dia melihat wajah Siwon sekarang. Dia terkikik geli karena dia melihat adanya kerutan alis tak suka dari Siwon.

“Mereka masih muda Siwonnie. Mungkin ini hanya cinta monyet-nya Kris. Kau tak perlu defensif seperti itu.”

“Tidak baby, aku yakin Kris benar-benar menyukai Suho kita. Kau tidak tahu bagaimana tadi dia menenangkan Suho ketika dia rewel tadi dan yang membuatku kesal adalah Suho juga sepertinya punya hati terhadap Kris. Entah sihir apa yang dimiliki Kris, tapi tadi baby Su sempat tidak mau digendong oleh siapa pun kecuali Kris.” Ucap Siwon berapi-api. Kyuhyun semakin tertawa geli.

“Sudahlah sayang, biarkan saja dulu. Lagipula Suho masih berumur tiga tahun, mana mungkin dia tahu soal cinta. Kita lihat saja perkembangannya seperti apa. Jadi kau tidak boleh bertindak apapun terhadap Kris. Cukup putramu yang satu itu. Dia sudah membuat Kris kesulitan karena selalu menghalangi dirinya ketika ingin dekat dengan Suho.”

“Tapi Kyu…”

“Siwonnie!” delik Kyuhyun menandakan dia tidak mau dibantah lagi. Siwon hanya mengerucutkan bibirnya, cemberut karena Kyuhyun tidak mendukung rencananya untuk sedikit membatasi pertemuan antara Kris dan Suho.

“Kau tidak cocok berwajah seperti itu.” Olok Kyuhyun meski masih dengan senyumnya yang lebar. Dia lalu menarik Siwon ke kamar Minho untuk memeriksa keadaannya setelah Kyuhyun sekali lagi memastikan Suho sudah nyaman dan aman di tempatnya.

“Kyu…”

“Tidak Wonnie! Dan jangan membantah!”

“Kyu…” Dan perdebatannya it uterus berlanjut sampai pasangan suami istri itu masuk ke kamar tidur mereka.

Hari sang kepala keluarga Choi belajar bahwa sehebat apapun dia, dirinya takkan pernah menang dari seorang mommy Kyu. Ternyata satu hari tanpa mommy Kyu memang tidak sempurna namun merupakan hari ini dia belajar banyak dari setiap kesalahan yang dia perbuat dan dari kedua buah hatinya yang begitu dia cintai.

Tidak ada yang lebih indah dari kebersamaan keluarga dan Siwon sangat tahu hal itu.

When you are a mother, you are never really alone in your thoughts. A mother always has to think twice, once for herself and once for her child. ‘ – Sophia Loren, Women and Beauty

END

*All words in Italic is phone conversation*

Advertisements