Tags

, , , , , ,

Title : Sebuah Renungan

Pairing/Charas : Wonkyu, Child!Suho, Minho, a bit mention of Kris

Genre : Brotherly Love, Family, Romance

Disclaimer : All casts are belong to their self and God and the person who have the credit for picture of #sebuahrenungan

Inspired : a pic send by my dear best friend ‘Mamie Mayank’

Warning : Un-betaed, GS, AU, BL, MPreg, A bit OOC, Pedo!Kris, Age and Surname Differences

( 。・_・。)(。・_・。 )

“Mommy mau kemana?” pertanyaan lirih dari seorang balita lucu yang menatap sedih sang bunda yang sedang sibuk dengan tas kerjanya. Pertanyaan itu lama tidak terjawab mungkin karena sang bunda sibuk dengan dirinya sendiri atau memang karena suara sang anak terlalu pelan sehingga sang bunda tak mendengar.

“Mommy.” Panggil balita itu lebih keras sehingga sang bunda akhirnya menoleh. Dia pun sudah siap dengan tas kerja dan akan beranjak dari meja makan keluarga.

“Hm. Apa Suho? Kalau Suho mau susu, minta sama Han ahjumma atau nanny barunya Suho saja ya. Mommy harus berangkat sekarang.” Ujar sang bunda, Choi Kyuhyun sembari membawa tas kerjanya, mencium kepala mungil Suho lalu pergi dari meja makan itu menuju mobilnya

Suho menatap punggung Kyuhyun dengan kedua mata yang berair. Suho sedih karena Kyuhyun yang sekarang tidak seperti Kyuhyun yang dulu selalu berada bersamanya. Bulir-bulir itu mulai mengalir dan isakan kecil pun terdengar dari bibirnya.

Sejak Kyuhyun tiba-tiba memutuskan kembali bekerja, keadaan di rumah keluarga Choi berubah. Kyuhyun yang membantu salah satu kenalannya di sebuah majalah fashion sebagai editor, menjadi sangat sibuk karena saat dia mulai bekerja waktunya bertepatan dengan adanya Seoul Fashion Week sehingga Kyuhyun harus berangkat pagi dan pulang malam.

Siwon sempat tidak setuju dan ingin meminta Kyuhyun agar tidak bekerja lagi dan tetap menjadi istri untuknya dan ibu bagi kedua putra mereka. Namun melihat betapa senangnya wajah Kyuhyun ketika dia diminta bekerja dengan kenalannya itu, Siwon menjadi tidak tega. Siwon berpikir, dia akan menunggu sampai waktu yang tepat dan Siwon pun percaya bahwa pada akhirnya Kyuhyun akan melihat bahwa bagaimana pun menggiurkan dan menariknya menjadi wanita karir, posisinya sebagai istri dan ibu di keluarga ini lebih menantang dan membahagiakan untuk Kyuhyun.

Begitu pun dengan Minho. Pemuda berusia lima belas tahun itu tidak keberatan jika Kyuhyun kembali bekerja jika memang hal itu membuat Kyuhyun bahagia. Meski Minho merasa waktu bersama dengan sang bunda semakin berkurang namun selama Kyuhyun senang, Minho akan ikut senang.

Akan tetapi hal itu tidak terjadi pada si bungsu Choi. Suho tidak suka jika Kyuhyun bekerja. Dia ingin agar ibunya kembali memperhatikannya, kembali memanjakannya, kembali menyayanginya seperti sebelum Kyuhyun mengambil keputusan untuk bekerja sebagai editor. Suho sedih karena sejak Kyuhyun bekerja, Suho jarang bertemu muka dengannya. Setiap malam, dia harus puas hanya dengan kecupan dari ayah dan kakaknya. Setiap pagi dia harus menerima kenyataan bahwa yang membuatkan sarapan adalah Han ahjumma, yang menemaninya makan hanya Minho dan yang mengantarkannya ke taman kanak-kanak adalah pengasuh barunya yang memang sengaja di sewa oleh Kyuhyun.

Mengingat itu semua, tangis Suho semakin keras membuat Han ahjumma yang datang membawa susu untuk Suho mengerutkan keningnya prihatin. Dia langsung mendekati Suho dan menggendong Suho. Dengan penuh kasih sayang dia membelai rambut Suho dan membisikan kata-kata penenang kepada tuan muda kecilnya itu. Han ahjumma mengerti kegundahan hati si kecil tapi dia tidak berani mengungkapkannya kepada kedua orang yang memperkerjakannya.

“Sshh, tuan muda. Han ahjumma ada disini. Jangan menangis ya sayang.”

“Mommy…hiks…hiks… Mommy.” Rintihan kecil itu membuat hati tua Han ahjumma terenyuh. Dia paham benar betapa kesepiannya Suho sejak perubahan dari Kyuhyun ini.

Semoga nyonya cepat sadar bahwa dia sudah membuat buah hatinya bersedih. Yang tabah ya Suho sayang. Batin Han ahjumma sambil terus menggendong dan memeluk Suho.

Seminggu Kemudian

Kyuhyun sedang serius menyelesaikan laporannya di ruang keluarga ketika Suho dengan takut-takut menghampiri ibu cantiknya itu. Suho memegang erat boneka kelinci pemberian Kris seolah boneka itu bisa membantunya mengurangi rasa gugupnya.

“Mommy.” Panggil Suho perlahan. Hening tercipta di ruangan itu, hanya terdengar suara tombol-tombol di laptop Kyuhyun yang terus ditekan olehnya.

“Mommy.” Panggil Suho lebih keras sehingga Kyuhyun menghentikan ketikannya dan menoleh ke arah suara Suho. Kyuhyun tersenyum meski bisa dilihat senyum itu agak dipaksakan. Kyuhyun memang sedang tidak ingin di ganggu karena dia merasa beban pekerjaannya begitu banyak sehingga dia harus segera menyelesaikannya.

“Apa Suho? Mommy sedang sibuk. Jika kau mau bermain, main dengan Minho hyung atau dengan nanny saja ya.” Ujar Kyuhyun lalu hendak kembali mengetik. Namun suara Suho yang bergetar dan terdengar sangat sedih membuat Kyuhyun mengurungkan niatnya tadi.

“Mommy… Apakah mommy mau menitipkan tas Mommy yang berisi uang dan perhiasan banyak kepada nanny?” tanya Suho. Kyuhyun terdiam sesaat, dia melihat kedua mata Suho yang berkaca-kaca menahan tangis. Hati Kyuhyun sakit melihat buah hatinya sedih seperti sekarang. Sambil menghela nafas, Kyuhyun menjawab pertanyaan Suho.

“Tentu saja tidak Suho. Mommy tidak percaya kepadanya karena dia masih baru.”

“Tapi mommy… Kenapa mommy bisa menitipkan aku kepada nanny?” tanya Suho lagi dan kali ini bulir kristal itu jatuh dari kedua bola matanya.

Pertanyaan itu membuat Kyuhyun seolah-olah ditampar dengan keras. Mengapa dia bisa begitu bodohnya sampai menelantarkan buah hatinya yang sedang memerlukan kasih sayang dan perhatiannya? Mengapa Kyuhyun terlalu buta dengan keinginannya sendiri dan tidak menyadari bahwa Suho belum bisa berpisah darinya.

Tanpa sadar, airmata Kyuhyun mengalir. Dia segara meninggalkan laptop di meja dan bergegas menuju Suho. Dengan sekali raih, Kyuhyun sudah menggendong dan memeluk erat Suho. Tangannya membelai lembut rambut Suho dan mencium pelipis, pipi dan pucuk kepala Suho.

“Maafkan moomy ya sayang. Maafkan mommy.” Sahut Kyuhyun terus menerus, meminta maaf kepada Suho yang sudah memeluknya sama eratnya. Lengan gempal Suho melingkar di leher Kyuhyun sementara balita lucu itu menyembunyikan wajahnya yang basah di ceruk leher Kyuhyun.

Suho yang terus menangis membuat hati Kyuhyun semakin merasa bersalah. Kyuhyun tidak tahu bahwa Suho menangis karena bahagia. Bahagia, ibunda tersayangnya sudah mau memeluknya lagi.

Keduanya terus berpelukan tanpa sadar telah diperhatikan oleh dua pasang mata yakni Siwon dan Minho. Keduanya menatap satu sama lain dan tersenyum lega. Akhirnya keluarga mereka kembali seperti dulu lagi.

Beberapa Jam Kemudian

Kyuhyun memasuki kamar tidurnya bersama Siwon dengan senyum yang terkembang. Dia baru saja menidurkan Suho yang kali ini minta ditemani oleh Minho. Kyuhyun tertawa melihat betapa manjanya si bungsu kepadanya. Tapi hal itu wajar karena Suho lama tak bermain dan bermanja dengannya.

Kyuhyun mendekati ranjang yang sudah diisi oleh kepala keluarga Choi. Kyuhyun lalu merebahkan dirinya di samping sang suami dan meletakkan kepalanya di dada bidang Siwon. Siwon sendiri langsung merengkuh bahu Kyuhyun dan mengelus-elus lengan atas sang istri tercinta. Sesekali Siwon mengecup pucuk kepala Kyuhyun dengan penuh cinta.

“Kenapa kau tidak mengingatkan aku jika keluarga ini tak setuju aku bekerja yeobo?” tanya Kyuhyun tiba-tiba. Siwon tersenyum mendengar pertanyaan itu. Dia mengecup pucuk kepala Kyuhyun lagi sebelum menjawab.

“Aku tidak perlu melakukannya karena istri jenius dan penyayangku akan paham dengan sendirinya.” Jawab Siwon diplomatis. Kyuhyun mengerucutkan bibirnya mendengar jawaban Siwon. Dengan penuh ‘kasih sayang’ dia mencubit perut rata Siwon, membuat pria itu meringis kesakitan.

“Aww! Baby! Kenapa sih?”

“Itu hukumanmu karena sudah membiarkan aku membuat Baby Su sedih. Oh, Wonnie, aku benar-benar tak tahan melihatnya menangis karena aku.”

“Dan karena kau juga dia kembali tersenyum sayang.”

“Wonnie…”

“Dengar Kyu. Aku tidak akan melarang apapun yang kau inginkan selama aku yakin keinginanmu itu tidak berdampak apa-apa kepada keluarga kita. Termasuk dengan kau yang ingin bekerja. Hanya saja, mungkin saat ini bukan saat yang tepat.”

“Jika yang kau maksud adalah sampai Suho besar, aku yakin tidak ada perusahaan yang mau menerimaku Wonnie.”

“Kau selalu diterima di perusahaanku baby. Tapi jika kau tidak mau, kau bisa menjalankan usaha apapun yang kau mau.” Pernyataan Siwon tadi membungkam semua bantahan Kyuhyun. Dia mengerti bahwa dia tidak akan bisa menang dari sang suami jika sudah menyangkut urusan kebahagiaan keluarga. Siwon memang tahu mana yang baik dan buruk bagi keluarga kecil ini.

Kyuhyun tersenyum dan mengeratkan pelukannya di pinggang Siwon. Sesekali dia menengadah dan menatap Siwon, meminta dengan matanya yang coklat itu agar Siwon menciumnya. Dan tentu hal itu yang dilakukan oleh Siwon, mencium bibir sintal Kyuhyun dengan lembut. Selepas mencium Kyuhyun, Siwon membelai pipi putih Kyuhyun lalu keduanya sama-sama tersenyum sebelum kembali menikmati pelukan hangat dari masing-masing pasangan.

Malam itu, Kyuhyun menegaskan lagi bahwa kebahagiaan keluarganya menjadi prioritas utama dan akan selalu seperti itu. Dulu, kini dan nanti.

Pagi Hari

“Aku minta maaf Chaerin, tapi aku tidak bisa bekerja lagi. Ya, aku paham itu, maka dari itu, suamiku berjanji akan mencarikan penggantiku secepatnya. Ya… Terima kasih.” Kyuhyun meletakan gagang telepon rumahnya di tempatnya setelah memberitahu kepada kenalannya itu bahwa dia tidak akan melanjutkan pekerjaannya. Setelah itu, Kyuhyun lalu berjalan menuju ruang makan. Disana, sudah lengkap sang suami, Siwon, putra sulungnya, Minho dan putra bungsu lucunya, Suho.

Ketiganya sedang sarapan sambil sesekali Minho terlihat menggoda Suho yang membuat si mungil itu cemberut. Tingkahnya itu justru membuat sang kakak semakin gencar menggodanya agar tampang lucu Suho terus ada di wajah manisnya. Sampai akhirnya, Suho kesal dan melempar botol susunya ke arah Minho membuatnya kesakitan tapi menimbulkan tawa riang dari Suho dan kekehan ringan dari Siwon.

Kyuhyun tersenyum lebar menyaksikan ketiga orang tercintanya berinteraksi. Kyuhyun semakin yakin bahwa ini yang menjadi kebahagiaannya saat ini.

Keluargaku. Keluarga kecilku yang berharga.

Being a full-time mother is one of the highest salaried jobs in my field, since the payment is pure love. ‘ – Mildred B. Vermont

END

Advertisements