Tags

, , , , , , ,

Title : Life Is Beautiful 2

Pair / Charas : Wonkyu, Yunjae, Minho, Suho, Kris

Disclaimer : All casts are belong to their self and God

Warning : Un-betaed, Family, Angst, GS, OOC, OC, AU

Summary : Hardship of a relation between people is part of life to make you understand its meaning. What’s make it beautiful is when you could take what life is offer to you and not taken it for granted.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

“Aku memberikan bukti itu karena aku sudah tidak memerlukannya lagi. Orang tuaku tidak akan mengajukan apapun. Kami lelah dengan semua ini. Balas dendam hanya akan membuat Soojung tidak tenang diperaduan terakhirnya. Kau bebas menghancurkan bukti-bukti itu Yunho-ssi.” Jelas Jaejoong sebelum dia berbalik lagi dan melangkah menjauh dari Yunho. Namun belum tiga langkah Jaejoong berjalan, langkahnya terhenti karena lengannya di cekal oleh Yunho yang sudah ikut berdiri.

“Jaejoong! Tunggu dulu! Kita belum selesai bicara.”

“Tidak. Kita sudah selesai bicara Jung Yunho-ssi. Maka mohon lepaskan tanganku karena aku harus pergi. Banyak yang harus aku lakukan.” Ucap Jaejoong berusaha melepaskan cekalan Yunho namun Yunho terus saja menggenggam lengan Jaejoong. Jaejoong menjadi kesal dan akhirnya menghempaskan tangannya dengan kasar dan menatap Yunho tajam.

“Jae..” lirih Yunho sendu. Ada sedikit perasaan bersalah dan kebimbangan di hati pengacara muda itu. Jika semua yang dikatakan Jaejoong benar adanya, maka Yunho melakukan kesalahan terbesar dalam hidupnya dan kesalahan itu bisa berakibat dia kehilangan Jaejoong. Sedangkan Jaejoong hanya menutup matanya sesaat lalu membukanya kembali dan berbalik.

“Aku permisi. Selamat siang.” Ucap Jaejoong lalu kembali melangkah menjauhi Yunho. Yunho hanya mampu memandang punggung Jaejoong karena dia sendiri tidak tahu harus mengatakan atau berbuat apa dengan informasi yang dia terima hari ini. Satu-satunya jalan adalah dia harus membuka dan membaca isi dari map plastik yang diberikan oleh Jaejoong dan mungkin menyusuri ulang kasus ini. Yunho harus siap dengan kebenaran yang nanti akan terkuak dan jika Jaejoong benar, maka Yunho harus siap dengan konsekuensi yang kemungkinan terjadi pada hubungannya.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Kediaman Keluarga Choi

Kyuhyun memandang potret putri keduanya dengan sendu dan mata yang berkaca-kaca. Kyuhyun masih belum mampu sepenuhnya melepas kepergian Soojung, terlebih Soojung berpulang ke hadapan Tuhan dengan cara seperti itu. Sebagai seorang ibu, Kyuhyun merasa dirinya telah gagal. Gagal melindungi putri cantiknya yang seharusnya masih bisa merasakan kehidupannya jika dia dengan segera menyadari bahwa putrinya telah jatuh cinta. Jika dia tahu bahwa cinta itu yang akan membuat Soojung sengsara maka Kyuhyun seharusnya bisa mengantisipasi hal tersebut dan langsung menjaga putrinya dari marabahaya disebabkan oleh cinta. Namun, semua terlambat. Soojung telah pergi dan tidak akan mungkin kembali lagi. Mengingat takdir menyakitkan itu, Kyuhyun kembali menangis. Menangis untuk kesekian kalinya.

“Soojung-ah.. hiks…hiks… Soojung anak umma.. Soojung-ah..”

“Umma..” panggilan lirih itu membuat Kyuhyun yang sedang menangis di beranda belakang rumah menoleh kebelakang dan menemukan sosok yang merupakan duplikat Soojung sedang menatapnya sendu. Tanpa banyak bicara, Kyuhyun langsung beranjak dari tempatnya dan memeluk erat tubuh mungil gadis kembaran Soojung yaitu Suho.

“Umma, aku mohon jangan menangis lagi… Soojung sudah tenang disisi-Nya umma. Eonnieku sudah tidak menderita lagi…” lirih Suho berusaha menenangnya wanita yang sudah melahirkannya itu. Suho sekuat tenaga untuk tidak menangis. Dia tidak ingin tangisannya membuat sang ibunda semakin bersedih.

Kepergian Soojung memang menyisakan duka yang mendalam untuk semua anggota keluarga ini. Ibunya, Kyuhyun, tak henti-hentinya menangis. Kakak perempuannya, Jaejoong dan juga appa mereka, Siwon, sudah seperti orang lain. Dingin dan tertutup. Tidak ada lagi kehangatan di keluarga ini setelah Soojung pergi. Suho merasa keluarganya perlahan namun pasti menuju kehancuran.

Suho terus memeluk Kyuhyun, memberikan rasa aman untuk ibunya yang kian hari kian rapuh. Suho hanya mampu memeluknya seperti ini karena dia tidak tahu harus bagaimana lagi agar Kyuhyun berhenti menangis seperti ini.

Tanpa Suho dan Kyuhyun sadari, ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dengan pandangan sendu. Orang itu terus memperhatikan Kyuhyun dan Suho, terutama Suho. Orang itu terus memandang Suho dengan seksama sampai dia memalingkan pandangannya lalu pergi dari tempatnya berdiri. Dia berjalan menuju kamarnya sendiri. Sebelum dia sampai, dia berhenti sejenak di depan pigura yang sangat besar yang berisikan foto kelaurganya. Dia terus memandang wajah-wajah penuh senyum. Dia mengepalkan kedua tangannya kuat menahan amarah yang meluap.

Orang itu tahu, meski kedua orang tuanya tidak memperpanjang masalah kematian Soojung, tapi mereka masih belum bisa melepas kenyataan bahwa putri mereka tiada dengan cara seperti itu. Dia pun tidak mengerti dosa apa yang sudah diperbuat oleh Soojung, sampai dia harus mengakhiri hidupnya dengan tragis. Apa kesalahan Soojung sampai orang itu tega membuat Soojung menderita. Dia tidak mengerti dan tidak akan pernah mau mengerti. Yang ada di hatinya bahwa gara-gara orang itu, gara-gara Wu Yifan, keluarganya menjadi seperti ini.

Aku akan membalas semua perbuatanmu Wu Yifan. Aku pasti akan membalas dendam keluargaku.

Kediaman Keluarga Wu

Kris duduk termangu di depan jendela kamarnya. Dia terus memandang keluar tanpa memperdulikan panggilan yang sejak tadi menyuruhnya untuk keluar kamar dan makan. Pikirannya tidak tertuju kepada apapun kecuali rasa bersalah yang dia rasakan sejak dia melakukan perbuatan terkutuk itu. Kris tahu dirinya sebenarnya bersalah. Kris pasrah jika memang dia harus masuk penjara untuk membayar semua kesalahannya. Tetapi kedua orang tuanya tidak mengkehendaki hal tersebut. Dengan segala tipu daya, keduanya merekayasa seolah-olah Kris tidak bersalah dan menimpakan kepada Soojung.

Sampai sekarang Kris sama sekali tidak tahu setan apa yang membuatnya melakukan tindakan nista itu kepada Soojung. Yang diingat oleh Kris adalah betapa takutnya Soojung saat Kris menyentuhnya dengan kasar dan merenggut harta tak ternilai milik Soojung. Airmata Kris kembali mengalir. Rasa sesak dan penyesalan terus bersarang di hatinya. Terlebih lagi saat Kris tahu soojung bunuh diri karena perkara ini. Kris tidak tahu bagaimana dia harus membayar semua kesalahan yang telah dia perbuat. Da tidak tahu bagaimana dia harus menghadapi keluarga Soojung. Satu hal yang Kris tahu, Kris harus mendapatkan maaf dari keluarga Soojung. Kris tidak perduli jika Kris harus berlutut bahkan dia harus mengorbankan dirinya sendiri agar mereka mau memaafkannya. Kris tahu dia tidak akan bisa hidup dengan penyesalan dan baying-bayang Soojung yang menderita seumur hidupnya.

“Kris-ssi.” Kris menghapus airmatanya cepat dan berbalik untuk menghadapi orang yang memanggilnya tadi. Ketika Kris berbalik dia melihat Yunho telah berdiri di dekat pintu kamarnya dengan menggenggam sebuah map plastik. Tatapan datar namun menusuk dari Yunho membuat Kris sedikit heran. Pengacaranya itu tidak pernah menatapnya seperti itu.

“Yunho-ssi.” Sapa Kris ikut berdiri. Yunho mendekati Kris sampai dia berhadapan dengan pemuda tampan yang menjadi kliennya itu. Dengan agak kasar Yunho memberikan map plastik itu tepat di dada Kris. Kris yang masih bingung dengan sikap Yunho yang tidak bersahabat, memegang map plastik itu agar tidak terjatuh. Dia menatap antara map tersebut dan Yunho secara bergantian.

“Aku hanya ingin mengatakan bahwa yang kau pegang sekarang adalah bukti yang menyatakan bahwa kau sebenarnya bersalah Kris-ssi. Kau bersalah.”

“Yunho-ssi..” ucap Kris terkejut. Jika benar ini adalah bukti semua kejahatannya maka dia seharusnya dihukum. Yunho memandang Kris yang masih terlihat terkejut dengan bukti yang ada ditangannya sekarang. Dengan pandangan meremehkan Yunho mengatakan apa yang sudah diucapka Jaejoong saat mereka di café.

“Kau tak perlu khawatir Kris-ssi. Keluarga Choi tidak akan membongkar kejahatanmu dan juga kejahatan keluargamu. Mereka akan menerima dengan pasrah. Meski menurutku kalian tidak pantas untuk dibiarkan bebas begitu saja.” Cibir Yunho sengit.

“Tapi itu keputusan mereka bukan keputusanku karena perlu kau camkan Kris-ssi, walau keluarga Choi tidak akan menuntut lagi tapi aku tidak akan tinggal diam. Kalian sudah membohongiku dan untuk itu aku akan membongkar semua kejahatan kalian. Aku yang akan memperbaiki kesalahanku karena sudah dengan bodohnya membela dirimu Kris-ssi. Aku akan pastikan kalian membusuk di penjara.” Tegas Yunho melanjutkan ucapannya sebelum dia beranjak pergi menuju pintu keluar dari kamar Kris. Namun, Yunho berhenti mendadak lalu membalikkan tubuhnya lagi dan berkata kepada Kris.

“Oh, aku lupa. Aku akan mengembalikan setiap sen yang aku terima sebagai pembayaran jasaku. Itu saja. Selamat sore.” Ujar Yunho lagi. Dia sudah membuka pintu kamar Kris dan akan melangkahkan kakinya meninggalkan kamar itu ketika lengannya dicekal oleh Kris dari belakang.

“Yunho-ssi.” Panggil Kris pelan. Dia menarik sedikit lengan Yunho agar Yunho menghadap ke arahnya. Dengan senyum yang terkesan tulus namun sedih itu, Kris melepas genggaman tangannya dari lengan Yunho dan beranjak menuju laci di meja nakasnya. Dia mengambil sesuatu seperti kaset rekaman, beberapa foto dan juga kertas-kertas penting lainnya. Kris menyerahkan semua itu kepada Yunho beserta map plastik Yunho berikan kepadanya tadi.

“Ini, ambillah.”

“Ini?!”

“Bukti bahwa aku memang berhubungan dengan Soojung. Jika kau memang ingin mengusut tuntas kasusku, maka aku akan membantumu.”

“Apa?!” pekik Yunho tidak percaya dengan apa yang sudah diutarakan oleh Kris. Kris menanggapi keterkejutan Yunho dengan senyum pilunya.

“Aku memang bersalah Yunho-ssi. Aku ingin menyerahkan diriku tapi aku terlalu pengecut dan membiarkan keluargaku memanipulasi semuanya. Jika dengan dihukumnya diriku akan membuat rasa sakit keluarga Choi sedikit terobati dan membuat Soojung tenang disana, maka aku rela masuk penjara.”

“Kau..”

“Aku akan membantumu Yunho-ssi.” Kalimat itu menutup pembicaraan antara Yunho dan Kris. Yunho hanya mampu mengangguk dan memandang Kris dengan cara yang berbeda. Dia tahu pasti berat bagi Kris untuk melawan keluarganya sendiri, namun Yunho merasa bahwa dengan ini Kris akan mendapatkan ketenangan untuk dirinya sendiri.

Lima Bulan Kemudian

“Anak bodoh! Kau mengkhinati keluargamu sendiri?! Puas kau anak sial?! Puas?!!” teriakan tuan Wu membahana di ruang sidang pengadilan yang menyidangkan kasus kejahatan keluarga Wu atas manipulasi kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh anak mereka Wu Yifan alias Kris. Semua bukti menunjukkan bahwa Kris memang bersalah namun keluarga Wu menutupinya dengan memanipulasi dan memfitnah Soojung.

Kris terdiam mendengar caci maki dari sang ayah dan tangisan dari sang ibu yang tidak percaya bahwa Kris telah mengkhianati mereka. Dalam hatinya Kris juga ingin menangis karena dia tidak mau semuanya berakhir seperti ini. Akan tetapi, dia memang bersalah. Perasaan bersalah yang terus menggerogotinya kala dia membayangkan Soojung yang bunuh diri karena dirinya.

Kris terus terdiam sampai hakim membacakan hukuman yang akan diterima olehnya. Kris yang terbukti ikut andil dalam kejahatan yang dilakukan oleh keluarganya, tak luput dari hukuman. Meski hukuman yang dia terima tidak seberat ayahnya, pelaku utama dari manipulasi terhadap Soojung. Kris memenjamkan matanya ketika hakim mengatakan bahwa dia divonis hukuman kurungan penjara selama empat tahun, lebih ringan dari tuntutan Yunho yaitu tujuh tahun penjara mengingat Kris juga sudah menyerahkan diri dan berani mengambil sikap dengan membongkar kejahatan ayahnya sendiri.

Setelah vonis dibacakan, Kris digiring oleh dua orang polisi untuk segera menjalani hukumannya. Kris mengangat kepalanya. Entah kenapa dia merasa lebih tenang walau dia harus mendekam di penjara dalam waktu yang cukup lama. Dia merasa sudah melakukan sesuatu yang benar. Andaikan dia berani bertanggung jawab seperti sekarang, mungkin Soojung masih hidup. Tapi Kris juga sadar bahwa takdir memiliki rencana lain. Yang mampu dia lakukan sekarang adalah menebus dosanya di penjara dan berharap keluarga Soojung bisa berbesar hati untuk menerima maafnya.

Bicara mengenai keluarga Soojung, di persidangan ini seluruh anggota keluarga Choi datang. Mereka ingin secara langsung melihat kebenaran bahwa Kris dengan sukarela menyerahkan diri dan membantu menguak kebusukan keluarganya sendiri. Dan yang mereka saksikan sejak beberapa bulan yang lalu membuat sebagian anggota keluarga tidak percaya namun mereka juga sedikit lega karena akhirnya ketidak adilan atas Soojung terbayarkan sudah.

Siwon dan Kyuhyun berpelukan dengan erat dan tersungging senyum simpul dari wajah keduanya ketika hakim menjatuhkan vonis untuk Kris dan keluarganya. Siwon mengecup puncak kepala istrinya sembari mengusap lembut lengan atas Kyuhyun sebagai tanda luapan hatinya yang senang karena dengan ini istrinya tidak akan bersedih lagi dan mampu melepas kepergian Soojung dengan ikhlas. Sedangkan Kyuhyun menangis haru sambil membalas perlakuan lembut suaminya dengan mencium pipi Siwon singkat. Kyuhyun juga merasakan apa yang Siwon rasakan karena ibu empat anak itu merasa bahwa keadilan yang seharusnya diterima oleh putrinya akhirnya terwujud juga. Keduanya merasakan bahwa dengan situasi ini, Soojung bisa damai disisi Tuhan.

Jaejoong pun juga tidak jauh berbeda dengan apa yang dipikirakan oleh kedua oranf tuanya. Di benak wanita cantik itu, dia sangat berterima kasih kepada Yunho yang ternyata berani membongkar dan menuntut kliennya sendiri. Jaejoong merasa dia berhutang permintaan maaf kepada Yunho karena sudah berpikiran bahwa pria yang dicintai itu telah berubah sombong karena materi dan ketenarannya sebagai seorang pengacara muda yang berbakat. Namun Jaejoong salah. Yunho masih Yunhonya yang dulu dan wanita bermata besar nan indah itu berharap Yunho tidak marah dengannya karena peristiwa di café tempo lalu dan mau memaafkannya. Dalam hati kecil Jaejoong, dia juga berharap bahwa jalinan cinta mereka yang sempat terputus bisa tersambung lagi karena Jaejoong tidak bisa memungkiri bahwa dia masih sangat mencintai dan menyayangi Yunho.

Sementara Suho hanya bernafas lega dan bersyukur bahwa Tuhan masih menyayangi keluarganya. Di saat dia berpikir mulai saat ini, keluarganya bisa melepas kepergian Soojung. Mereka bisa bersama lagi dan mendoakan Soojung agar dia tentram dan bisa terus melihat mereka dari atas sana. Bulir airmata kebahagian meluncur begitu saja ketika dia melihat kedua orang tuanya berpelukan dengan erat dan terlihat saling menyayangi seperti dulu. Suho juga senang melihat kakaknya, Jaejoong terlihat bahagia dan jika boleh Suho katakan, sedikit bersemu malu ketika matanya tidak sengaja berpapasan dengan mata pengacara muda yang menuntut pelaku pemerkosaan terhadap Soojung.

Suho berpikir tampaknya kakaknya tidak akan sendiri lagi jika melihat gelagat yang sama dari sang pengacara muda saat iris mata hitamnya manatap wajah cantik Jaejoong. Hanya saja, Suho merasa cemas ketika dia melihat raut wajah keras dan penuh kebencian dari kakak laki-lakinya, Minho. Suho mengerti bahwa kakaknya masih memendam amarah kepada pemuda yang sudah dijatuhi hukuman itu karena pada dasarnya Minho memang yang paling dekat dengan Soojung. Untuk saat ini Suho hanya mampu berharap bahwa kakaknya tidak akan berbuat sesuatu yang konyol yang bisa saja berdampak buruk untuk dirinya sendiri maupun keluarga mereka.

Suho kembali memalingkan pandangannya dari Minho ke arah pemuda yang digiring oleh kedua polisi itu keluar dari ruang pengadilan. Sesaat mata mereka berdua bertemu dan hal aneh terjadi kepada Suho. Suho merasa jantungnya berdebar dua kali lipat lebih cepat dari biasanya. Entah kenapa hal ini dia rasakan sekarang padahal perasaannya tidak seperti ini ketika dia melihat pemuda itu beberapa bulan yang lalu. Myngkin ini adalah perasaan iba yang menyelimuti relung hati Suho kala melihat dia dibawa seperti itu oleh para polisi tersebut. Apalagi jika tadi Suho mendengar hukuman yang harus dijalani oleh pemuda itu. Menurut Suho hukuman tersebut pasti berdampak negatif pada mental pemuda belasan tahun itu. Suho lalu memberikan Kris senyum simpul yang seketika itu juga membuat pemuda yang masih betah bertatapan dengannya itu membelalakan kedua matanya. Kris tidak menyangka bahwa masih ada yang mau tersenyum seperti itu kepadanya, terlebih lagi orang itu adalah orang yang bagaikan pinang dibelah dua dengan Soojung.

Kris tahu bahwa Soojung memang memiliki saudari kembar. Hanya saja, Kris tidak tahu jika saudari Soojung itu kembar identik dengannya. Saat melihat senyum Suho tertuju kepadanya, Kris seakan dimaafkan oleh Soojung. Batin Kris semakin lega meski dia tidak memungkiri rasa bersalah itu masih terus menghantuinya, mungkin akan terus begitu seumur hidupnya. Kris kemudian membalas senyum Suho juga dengan sebuah senyuman. Senyuman yang baru kali ini mampu Kris sunggingkan setelah mala petaka ini terjadi.

Minho yang sedari tadi diam memperhatikan Kris dengan aura penuh kebencian, menyadari tatapan antara Suho dan pemuda itu. Amarah Minho semakin memuncak saat Suho memberikan senyum untuk Kris dan dibalas serupa oleh Kris. Sontak, Minho bergegas mendekati Kris, menghadang jalan para polisi yang membawa Kris. Tanpa peringatan apapun, Minho melayangkan pukulannya tepat di rahang Kris sehingga pemuda itu tersungkur di lantai. Minho segera dipegang oleh Siwon dan Jaejoong ketika mereka sadar bahwa Minho baru saja memukul Kris. Siwon, Kyuhyun dan Jaejoong serta Suho tampak terkejut dengan perbuatan Minho tadi. Sementara Minho sendiri terlihat tidak perduli dengan tindakannya tadi. Dia justru menatap nyalang kepada Kris dan berteriak marah kepada pemuda yang sedang menyeka darah yang keluar sedikit dari bibirnya karena cincin yang dikenakan oleh Minho saat memukulnya tadi.

“Dengar aku bajingan! Jangan kira kau bisa lepas begitu saja setelah ini! Akan aku pastikan kau menyesal telah membuat Soojung seperti itu! Akan aku pastikan itu!!” teriak Minho tak terkendali.

Kris hanya bisa menerima perlakuan Minho tadi dengan berdiam diri. Dia tahu dia tidak memiliki hak apapun untuk melawan. Hanya saja, tampaknya Kris masih harus berusaha sekuat tenaga untuk bisa mendapatkan kata maaf dari keluarga Choi karena Minho dengan terang-terangan menyatakan kebenciannya yang sangat dalam kepadanya.

Kris berharap Tuhan masih berbaik hati untuk membantunya. Ya, hanya itu harapannya sekarang.

TBC

Advertisements