Tags

, , , , ,

Title : Why I’m Falling In Love With A Yakuza 1

Pairing :  Wonkyu, Kangmin, Yunjae

Disclaimer : All casts are belong to their self and God

Warning : Un-betaed, GS, Attempt Humor, Lots of Swearing, OOC, AU

Summary : I’m on the good side, he’s on the bad side. So is it wrong to love him? Let’s found out.

( 。・_・。)(。・_・。 )

“Hei! Berhenti!” teriak polisi wanita itu sambil mengejar penjahat yang berusaha kabur dari kejarannya. Polisi wanita tersebut cukup lincah dan cekatan sehingga dalam hanya beberapa menit saja dia sudah bisa mengejar dan langsung menerjang penjahat itu hingga keduanya tersungkur ke tanah. Polisi wanita itu tahu bagaimana memposisikan dirinya sehingga dia tidak terluka, mungkin hanya beberapa goresan, namun tidak dengan si penjahat yang mukanya mencium tanah dengan suksesnya. Ada banyak luka memar dan goresan-goresan tajam di wajahnya. Dengan sigap polisi wanita tersebut langsung menarik kedua tangan si penjahat dan memborgolnya.

“Berani sekali kau lari dariku hah! Dasar brengsek! Bangun!” teriak polisi wanita itu sambil menegakkan tubuh si penjahat dengan kasar.

“Kyuhyun!” Polisi wanita bernama Kyuhyun itu segera membalikkan tubuhnya setelah dia yakin si pejahat tidak akan kabur lagi. Dia menemukan seorang wanita imut berseragam sama sepertinya berlari menghampirinya. Ketika sampai di depan Kyuhyun, wanita itu membungkuk bertumpu pada lututnya dan mencoba mengambil nafas karena terengah-engah setelah berlari mengejar Kyuhyun. Kyuhyun yang melihat si wanita imut itu masih kelihatan lelah, hanya memutar bola matanya malas.

“Sungmin-ssi, kau itu polisi. Kenapa pengejaran seperti ini saja kau sudah lelah begitu?!” keluh Kyuhyun melihat partnernya itu masih tidak bersuara karena belum bisa mengkontrol nafasnya. Sang partner hanya mengangkat dan membuka telapak tangannya meminta Kyuhyun menunggu sejenak sampai dia bisa mengatur nafasnya dan setelah dia bisa, wanita imut yang juga berprofesi sama dengan Kyuhyun itu menampakan wajah cemberut yang justru menambah keimutannya.

“Kyunnie, sudah aku bilang jangan memanggilku dengan Sungmin-ssi. Panggil aku Minnie. Kita bersahabat bukan?!”

“Koreksi. Kita rekan kerja.”

“Kyunnie! Kau kejam sekali.”

“Dan kau baru sadar itu?!” tukas Kyuhyun dengan nada sarkasme. Dia sekali lagi memutar bola matanya malas ketika melihat tingkah manja partnernya ini. Kyuhyun mereka-reka kenapa dia bisa berpasangan dengan wanita yang jelas tidak seperti polisi ini?

“Kyuhyun.” Kyuhyun menoleh ke samping ketika mendengar namanya dipanggil. Oh akhirnya Kyuhyun tahu jawaban atas pertanyaan tadi. Dia bisa berpasangan dengan wanita imut ini karena orang yang memanggilnya barusan. Kyuhyun sempat ingin memprotes keputusan orang tersebut, tapi mengingat kedudukannya, mau tidak mau Kyuhyun harus menurut. Kyuhyun selalu bersikap sopan terhadap atasannya sendiri. Jadi begitu orang tersebut menghampirinya, Kyuhyun segera memberi hormat dan membungkuk kepada orang tersebut.

“Kapten Jung.” Ucap Kyuhyun tegas kepada Kapten Jung atau Jung Jaejoong, seorang kapten wanita dari kepolisian daerah selatan Tokyo.

“Berapa kali aku bilang kau seharusnya memanggilku Jae eonnie saja. Aku ini kakak iparmu.” Jika Kyuhyun mampu dia akan membenturkan kepalanya di dinding karena sekali lagi dia harus dihadapkan dengan seseorang yang profesinya tidak sesuai dengan sikapnya. Kapten Jung Jaejoong di depannya ini memiliki sikap yang hampir mirip dengan Sungmin, hanya saja Jaejoong masih terlihat dewasa dibandingkan Sungmin. Jaejoong pun memiliki wajah yang terlalu cantik untuk menjadi seorang polisi. Dia mungkin lebih tepat menjadi seorang artis.

“Dan sudah aku bilang berkali-kali, kalau sedang di lapangan kau itu atasanku. Sudah seharusnya aku memanggilmu begitu Kapten Jung.” Sahut Kyuhyun kesal dan menekankan kata Kapten Jung kepada kakak iparnya itu.

“Kau menyebalkan Jung Kyuhyun.” Sungut Jaejoong sambil mengerucutkan bibirnya imut. Kyuhyun ingin sekali menepuk dahinya sendiri karena melihat sikap non polisi dari Kaptennya itu.

“Berhenti memberiku wajah itu. Kau membuat kita tampak seperti seorang wanita.” Tukas Kyuhyun lagi. Dia benar-benar kehabisan akal dalam menghadapi wanita-wanita yang ada di sekelilingnya ini. Kyuhyun seakan melupakan bahwa dirinya juga seorang wanita.

“Kyunnie.” Tiba-tiba Sungmin memanggil Kyuhyun. Dia sepertinya mencoba menarik perhatian Kyuhyun namun Kyuhyun terlalu fokus dengan adu mulutnya dengan Jaejoong.

“Tapi kita memang wanita.” Kelit Jaejoong tidak mau kalah.

“Kita juga polisi. Oh My God. Kenapa setiap polisi wanita yang bersamaku manja semua?!” balas Kyuhyun dan mengeluhkan keadaannya sekarang.

“Kyunnie.” Sungmin mencoba lagi tapi Kyuhyun masih tidak menghiraukannya.

“Kau yang terlalu tomboy.” Ujar Jaejoong lagi. Dia memang keras kepala jika sudah berhadapan dengan Kyuhyun yang menurutnya terlalu serius dengan pekerjaan sebagai seorang polisi. (nao: Jaemma, seorang polisi memang harus serius dengan pekerjaannya. – Jaejoong: Oh ya?! Oh benar juga. Tapi Kyuhyun jadi tidak imut lagi. – Kyuhyun: Jangan bilang aku imut!! – nao & Jaejoong: kau memang imut Kyu. – Kyuhyun: Grr!!)

“Aku hanya menjalankan tugasku.” Ujar Kyuhyun juga tidak mau kalah.

“Kyunnie.” Sungmin mencoba lagi dan kali ini Kyuhyun menoleh padanya walau dengan raut wajah yang kesal karena adu mulutnya dengan Jaejoong yang sangat mengganggunya.

“Apa Sungmin-ssi? Jangan ganggu aku saat aku sedang bicara dengan Kapten.”

“Penjahatnya kabur lagi.” Sahut Sungmin santai sambil menunjuk ke arah penjahat yang telah berlari walau masih cukup dekat dengan kedua tangannya yang terikat borgol. Kyuhyun mendelikkan matanya kepada Sungmin seakan mengatakan ‘kenapa kau tidak memberitahu aku dari tadi’ yang hanya ditanggapi Sungmin dengan mengangkat bahunya seolah dia tidak tahu apa-apa.

“Oh sial! Hei!” Kyuhyun segera berlari lagi untuk mengejar penjahat tersebut sementara kedua polisi wanita yang ada bersamanya memandang Kyuhyun sambil berbicara dengan satu sama lain.

“Kenapa dia begitu serius dengan pekerjaannya sih?!” keluh Sungmin tak puas karena selama berkerja sama dengan Kyuhyun, Kyuhyun selalu bersikap tegas dan kaku kepadanya. (nao: Sudah aku bilang, pekerjaan polisi harus serius. – Jaejoong & Sungmin: tapi itu membosankan dan seragamnya juga tidak lucu. Kenapa kita tidak boleh memakai warna yang lebih cerah, pasti imut. – nao: aku salah memberi profesi. – Kyuhyun: dan kau baru sadar sekarang?!)

“Entahlah Minnie-ah. Aku penasaran apa Kyuhyun punya pacar ya?!” pikir Jaejoong serius, tanggapan yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan keluhan Sungmin.

Di lain tempat, Kyuhyun yang sudah hampir dekat dengan buruan masih bisa mendengar komentar partner dan kakak iparnya itu. Di dahinya ada tanda siku-siku yang menunjukkan kekesalannya karena kedua orang tersebut sama sekali tidak membantunya. Kyuhyun berhenti sejenak dan berteriak kepada kedua wanita yang masih terbuai dengan pembicaraan mereka tentang Kyuhyun.

“Kalian berdua! Jangan bicarakan aku! Cepat bantu aku mengejar penjahat itu kalau tidak kalian akan tahu akibatnya!” ancam Kyuhyun dan langsung kembali mengejar si penjahat.

“Kenapa telinganya itu tajam sekali sih?!”

Kantor Polisi

Kyuhyun mendudukkan dirinya dan menaruh kepalanya di kursi miliknya. Hari ini begitu melelahkan. Sangat melelahkan. Bukan karena dia telah mengejar penjahat sampai dua kali. Oh tidak, bukan itu. Tapi Kyuhyun lelah karena sikap partnernya sendiri, Lee Sungmin dan juga Kapten sekaligus kakak iparnya, Jung Jaejoong. Kyuhyun tidak pernah bisa percaya bagaimana kedua wanita manja itu bisa lolos ujian kepolisian dan sekarang bekerja di Divisi 1, Divisi khusus penyelidikan perkara pembunuhan dan kasus-kasus berat.

Meskipun Kyuhyun menganggap keduanya sungguh menyebalkan, namun Kyuhyun tidak menampik jika keduanya sangat pintar, terutama Jaejoong. Daya analisa Kapten cantik yang satu itu sudah seperti analisa detektif fiktif favorit Kyuhyun, Sherlock Holmes. Begitu detail dan cepat. Sedangkan Sungmin, selain pintar, dia juga ahli bela diri nomor satu di kepolisian daerah selatan Tokyo ini. Wajahnya tidak menunjukkan itu terlebih lagi Sungmin sangat tidak suka berlari. Menurutnya lari hanya membuatnya lelah dan berkeringat. (nao: memang latihan beladiri tidak lelah Sungminnie? – Sungmin: Jangan dibahas! *memasang tampang seram dan membawa double stick. – nao: I’ll be quite.) Meski dia seperti itu, jangan sekali-kali membuat wanita itu marah. Dia akan menjadi seperti iblis dan Kyuhyun pernah melihat hal itu sekali dan percayalah kejadian itu merupakan pengalaman yang tidak ingin Kyuhyun ulangi lagi.

Kedekatan dan aksi Jaejoong dan Sungmin membuat mereka mendapatkan julukan Holmes dan Watson versi wanita Tokyo. Kyuhyun ingin seperti itu, namun dia masih harus banyak belajar. Kyuhyun yang juga sama pintarnya dengan kedua wanita cantik dan imut itu, ingin sekali mempunyai daya analisa setajam Jaejoong dan kemampuan bela diri seperti Sungmin. Walau Kyuhyun bisa Judo, namun Kyuhyun selalu berpikir bahwa kekuatannya tidak sebanding dengan Sungmin. Kemampuan menonjol Kyuhyun menurutnya hanya satu, yaitu kemampuannya dalam hacking komputer. Kyuhyun merasa percaya diri untuk bidang yang satu itu.

Kyuhyun tersenyum sendiri jika mengingat betapa hebatnya kedua wanita itu namun dengan sikap yang sama sekali bertolak belakang dengan profesi mereka sekarang. Menurut Kyuhyun sungguh aneh jika ketiganya dianggap sebagai kebanggaan kantor kepolisian daerah selatan Tokyo, Jepang, meski mereka bertiga adalah orang Korea asli. AKan tetapi sekali lagi perlu diingat, karena kemampuan mereka itu, mereka bisa diterima dengan baik dan bahkan menjadi andalan di Kepolisian tersebut.

“Kyunnie.” Suara yang memanggilnya itu membuat mata Kyuhyun yang tertutup membuka. Dia mengangkat kepalanya lalu memutar kursinya dan menoleh ke arah orang yang memanggilnya tersebut. Di depannya telah berdiri Sungmin yang sudah mengganti seragamnya dengan pakaian fasionable berwarna pink, warna kesukaan Sungmin. Kyuhyun melihatnya dengan pandangan heran. Kyuhyun bingung kenapa Sungmin berdiri di depannya sekarang. Kyuhyun tahu bahwa jam kerja mereka sudah usai untuk hari ini dan sudah seharusnya mereka pulang kecuali untuk petugas jaga.

“Kenapa kau masih di sini?” tanya Kyuhyun penasaran. Sungmin hanya tersenyum manis menunjukkan keimutanya yang sebenarnya tidak berpengaruh bagi Kyuhyun.

“Aku ingin minta tolong padamu.” jawab Sungmin sambil mengambil tempat duduk di samping Kyuhyun tidak berhenti memamerkan rentetan giginya putih itu. Kyuhyun menaikan salah satu alisnya ketika Sungmin berkata seperti itu.

“Minta tolong? Apa yang bisa aku bantu Sungmin-ssi?” ucap Kyuhyun membuat senyum Sungmin menghilang dan berganti dengan pipinya yang mengembung karena kesal Kyuhyun masih saja memanggilnya dengan sebutan formal.

“Sudah aku bilang panggil aku Minnie. Kenapa susah sekali sih kau memanggilku seperti itu? Aku ini sudah jadi rekan kerjamu cukup lama Kyunnie. Seharusnya kita sudah menjadi sahabat dekat dan..”

“Oke, Oke! Minnie! God! Bisakah kau tidak berbicara secepat dan sebanyak itu? Damn it!” seru Kyuhyun kesal karena Sungmin bicara terus membuat kepala Kyuhyun penat. Kyuhyun baru saja ingin mengeluarkan uneg-unegnya ketika dia melihat raut wajah Sungmin yang imut itu mengeras karena Kyuhyun mengumpat tadi.

Please don’t curse.” Sahut Sungmin datar. Raut wajah datarnya itu justru membuat Kyuhyun sedikit takut. Dia tidak mau kejadian Sungmin marah terulang lagi. Kyuhyun berpikir jika dia membantah kata-kata Sungmin, dia bisa pulang dengan badan penuh lebam.

“Oke. Lalu apa yang bisa aku bantu?” Kyuhyun berkata pelan sekarang, masih takut jika Sungmin menampakan wajah marahnya. Sedangkan Sungmin yang melihat Kyuhyun mau membantunya, langsung menepukkan kedua tangannya dan tersenyum lebar.

“Ikut aku kencan.” Pinta Sungmin senang. Kyuhyun terdiam sesaat mencoba memahami permintaan Sungmin tadi. Kedua alis Kyuhyun menyatu berusaha mengerti maksud dan tujuan Sungmin mengatakan hal itu, akan tetapi tampaknya Kyuhyun tidak bisa mengerti atau bahkan menolak untuk mengerti karena Kyuhyun mengatakan,

“Huh?”

“Ikut aku kencan.” Ulang Sungmin masih dengan senyuman lebarnya.

“Huh?”

“Ya ampun Kyunnie. Kau itu punya masalah dengan telingamu ya. Aku bilang ikut aku kencan.” Sahut Sungmin sambil menggelengkan kepalanya tapi masih tersenyum karena dia menganggap wajah Kyuhyun yang bingung itu terlihat sungguh manis dan imut.

“Aku mendengar yang pertama, Minnie. Yang aku bingung kenapa kau mengajakku?” kilah Kyuhyun memutar matanya kesal karena secara tidak langsung Sungmin mengatakan dirinya punya permasalahan dengan telinganya.

“Kenapa tidak?” rajuk Sungmin manja. Dia sangat ingin Kyuhyun ikut bersamanya.

“Apa kau gila?! Mana mungkin aku ikut kencan denganmu. Aku tidak suka dengan hal semacam itu.” Tukas Kyuhyun. Dalam hati dia berharap Sungmin tidak marah karena penolakannya. Kyuhyun sudah siap kabur jika sungmin menampakkan senjata andalannya, double stick. Namun Kyuhyun bisa berlega hati karena Sungmin justru menangkupkan tangannya ke depan seraya orang yang akan berdoa dan memohon kepada Kyuhyun.

“Kumohon Kyunnie. Sebenarnya ini pertemuan pertamaku dengan teman kencanku itu. Kami berkenalan lewat online. Dia itu baik sekali dan romantis.”

“Bagaimana kau bisa tahu kalau dia baik dan romantis Minnie? Kau hanya tahu melalui internet. Bisa saja dia seorang yakuza yang hanya ingin wanita teman kencan satu malam saja.” Kyuhyun sekali lagi ingin menepuk dahinya karena kepolosan Sungmin yang di luar batas pemikirannya.

Plak!

“Auch! Minnie!” sungut Kyuhyun menahan sakit di kepalanya akibat tepukan tidak berperasaan dari Sungmin.

“Jangan kejam begitu. Pokoknya kau harus ikut karena kau sudah berkata kejam.” Ucap Sungmin tegas dan tidak mau menerima penolakan dari Kyuhyun.

“Tapi..” Kyuhyun berusaha untuk menolak sekali lagi akan tetapi dia tidak jadi melanjutkan ucapannya ketika dia melihat pandangan tajam dari Sungmin. Kyuhyun meneguk salivanya sendiri karena dia tahu maksud pandangan itu. Tanpa sadar Kyuhyun mengangguk dan hal itu membuat Sungmin senang. Dia lalu langsung menarik Kyuhyun ke ruang ganti untuk mengganti seragamnya. Kyuhyun hanya bisa pasrah saat ditarik oleh Sungmin. Seperti yang sudah dia katakan tadi, Kyuhyun tidak mau kejadian Sungmin marah terulang lagi. Kyuhyun bergidik takut jika dia ingat pengalaman itu.

Café

Kyuhyun dan Sungmin memasuki café tempat janjian Sungmin dan teman kencannya. Mereka berdua memilih tempat duduk di samping jendela yang menhadap ke jalan. Sungmin berkata bahwa mereka akan lebih mudah untuk melihat teman kencan Sungmin jika nanti dia datang. Sungmin juga bilang bahwa meski dia tidak tahu bagaimana rupa teman kencannya itu, dia sudah tahu pakaian apa yang akan dikenakan olehnya sehingga jika dia datang Sungmin bisa menebak. Tapi Kyuhyun berpikir bahwa Sungmin hanya ingin melihat ke jalanan dan menemukan pria-pria tampan. Meskipun begitu, Kyuhyun hanya mengikuti keinginan Sungmin. Keduanya kemudian memesan minuman dan makanan kecil sambil menunggu kedatangan teman kencan Sungmin. Mereka memang 10 menit datang lebih awal dari waktu janjian.

Selama menunggu, Sungmin tak henti-hentinya mengeluhkan cara Kyuhyun berpakaian. Saat ini Kyuhyun memakai kemeja putih dipadu blazer abu-abu dan celana panjang bahan dengan warna senada yang kelihatan sudah cukup lama dimiliki oleh Kyuhyun. Sedangkan Sungmin memakai dress berwarna pink dengan model fake two piece yang memberikan kesan seperti mengenakan blus dan kardigan, membuatnya terlihat sangat imut. Begitu besar perbedaan mereka berdua. Yang satu fashionable dan yang satu tidak perduli dengan cara berpakaiannya.

Kyuhyun sendiri tidak tahan dengan keluhan dan gerutuan Sungmin. Dia tiba-tiba berdiri dan bermaksud pergi meninggalkan Sungmin jika tidak segera ditahan oleh Sungmin. Sungmin meminta maaf dan tidak akan menyinggung soal cara berpakaian Kyuhyun. Kyuhyun baru saja akan merasa lega sampai dia mendengar Sungmin berkata,

“Tapi aku akan membuatmu lebih terlihat seperti wanita Kyu. Aku akan membawamu belanja dan menikmati perawatan saat hari libur kita. Oh senangnya.” Mendengar itu, Kyuhyun langsung mematung. Dia masih berdiri sebelum Sungmin menariknya untuk duduk kembali karena pesanan mereka telah datang. Kyuhyun masih terlalu shok karena dia harus bersama dengan Sungmin seharian penuh.

Sementara itu dari sebuah mobil yang terparkir tepat di seberang café, tampak tiga orang pria sedang memperhatikan secara seksama ke café tersebut. Mungkin lebih tepatnya, hanya satu orang yang memperhatikan dengan seksama sementara yang di depan kursi pengemudi hanya diam dan seperti menunggu perintah dari orang yang ada di kursi penumpang dan yang satu lagi terlihat bosan dan ingin sekali pergi dari tempat itu dan dia dengan tegas menyuarakan keinginannya itu.

“Kangin hyung. Ayo kita pergi dari sini jika kau tidak berani menghampiri wanita itu. Aku bosan berada di sini dari sejam yang lalu.” Keluhnya kepada si pria yang masih memandang ke arah café. Oh bukan, lebih tepatnya ke arah Sungmin yang sedang menikmati parfait favoritnya di café tersebut.

“Kangin hyung.”

“Sstt! Diamlah Siwon-ah. Aku sedang mengatur strategi.” Kilah pria kekar bernama Kangin itu. Sedangkan pria yang dipanggil dengan Siwon itu hanya menautkan kedua alis tebalnya ketika dia mendengar pria yang jelas lebih tua darinya itu mengatakan hal paling tidak masuk akal.

“Hyung, kita tidak sedang berperang dengan geng lainnya. Kenapa kau harus atur strategi segala? Kau tinggal keluar dari mobil ini dan masuk ke café itu sehingga aku bisa pulang dan tidur.”

“Kau sungguh membantu tuan muda Choi.” Sindir Kangin karena kesal dengan tingkah laku Siwon yang menurutnya tidak membantu sama sekali. Jika Kangin boleh jujur, saat ini dia sangat gugup untuk bertemu dengan Sungmin yang terlihat sangat cantik dan imut dimatanya. Kangin yang memang hanya pernah melihat wajah Sungmin melalui foto di internet, tidak mengira bahwa Sungmin akan secantik sekarang.

Awalnya, jika Sungmin tampak sama seperti fotonya, Kangin akan turun dan berkenalan, mungkin akan berusaha menjalin hubungan lebih serius dengan Sungmin karena dia merasa cocok setelah berteman di dunia maya selama ini. Namun setelah melihat bahwa teman dunia mayanya itu cantik dan menggemaskan, Kangin menjadi ciut nyalinya. Pria besar itu tidak pernah lancar jika berhubungan dengan wanita cantik. Yang dia inginkan hanya wanita biasa yang memancarkan aura keibuan. Hanya saja, wanita yang mendekati Kangin selalu wanita-wanita cantik nan seksi. Kangin tidak pernah mendapatkan wanita dengan tipe yang dia inginkan. Jadi bisa dibayangkan betapa senangnya Kangin ketika dia tahu bahwa wanita idamannya dapat dia temukan di internet dengan rupa yang dia anggap sesuai dengan semua kriterianya.

Akan tetapi harapannya sirna ketika Sungmin tampak mempesona dengan balutan busananya itu dan dengan senyum yang menawan. Kangin menghela nafas berat meratapi nasibnya. Sejak dia tahu rupa Sungmin yang sebenarnya, Kangin enggan masuk ke café. Namun dia tahu dia harus tetap masuk dan memperkenalkan diri. Dia seorang lelaki sejati. A gentleman. Dan seorang lelaki sejati tidak akan membiarkan seorang wanita menunggu kehadirannya lebih lama lagi. Dengan mantap, Kangin membuka pintu mobil dan mencengkram tangan Siwon yang ada disampingnya lalu menariknya keluar mobil bersamaan dengan dirinya menuju ke café tersebut.

“Lho hyung?! Kenapa aku ikut juga?! Hyung!!” seru Siwon sambil berusaha melepaskan cengkraman erat Kangin. Tapi Kangin tidak perduli dan meneruskan langkahnya memasuki café tersebut dengan Siwon di belakangnya. Dia lelaki sejati dan pasti bisa menghadapi Sungmin. (nao: yeah right.. a true man.. ck.. ¬o( ̄- ̄メ) you’re a real man for sure Kangin-ssi. – Kangin: I know. – Siwon: No, you don’t! Kau terlalu malu untuk bertemu dia jadi kau membawaku hyung. – Kangin: Aku hanya bersikap sebagaimana seorang lelaki Siwon-ah. – Siwon: As if! – nao: yada..yada..yada..).

TBC

Advertisements