Tags

, , , , ,

Title : Why I’m Falling In Love With A Yakuza 10

Pairing :  Wonkyu, Kangmin, Yunjae

Disclaimer : All casts are belong to their self and God

Warning : Un-betaed, GS, Attempt Humor, Lots of Swearing, OOC, AU

Summary : I’m on the good side, he’s on the bad side. So is it wrong to love him? Let’s found out.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

Yujirou bermaksud memotong beberapa jari Kyuhyun dan mengirimkannya kepada Siwon. Yujirou ingin sekali melihat tampang Siwon ketika melihat jari-jari Kyuhyun. Yujirou sekaligus akan mengirimkan ancaman jika Siwon tidak menyerahkan posisinya sebagai shatei gashira kepadanya, maka dia harus rela melihat Kyuhyun berserta anaknya mati ditangan Yujirou, meski pada akhirnya Yujirou tetap akan membunuh Kyuhyun apapun keputusan Siwon nanti. Senyum licik Yujirou semakin melebar tatkala dia merasa dirinya sudah menang. Dia tidak mengira bahwa kali ini dia bisa memegang kelemahan terbesar Siwon dan menggunakannya untk menghancurkan pria berlesung pipi itu.

“Shush… Sayang, tenanglah. Nanti kau akan punya kesempatan untuk menumpahkan kekesalanmu pada perempuan itu. Lagipula bukankah lebih menyenangkan melihat wanita sialan itu menangis dan berteriak histeris ketika kita mengeluarkan beban dalam perutnya.” Ucap Yujirou tenang seakan dia sedang membicarakan cuaca saja. Kyuhyun yang sedari berteriak, langsung terdiam sesaat sambil membelalakan kedua mata indahnya saat kata-kata mengerikan itu keluar dari mulut Yujirou.

Kyuhyun merasakan sangat ketakutan, bukan untuk dirinya melainkan untuk buah hatinya. Dia berteriak lagi kepada Yujirou dan Sooyeon agar tidak menyentuh bayi dalam kandungannya.

“Don’t you dare!! Leave my babies alone you sick people.” Maki Kyuhyun yang justru menimbulkan tawa dari Sooyeon. Dia juga mendekati Kyuhyun dan membelai wajah Kyuhyun yang sudah bersimbah airmata sejak dia mendengar Yujirou akan membunuh putra kembarnya. Kyuhyun berusaha menjauhkan wajahnya dari Sooyeon namun karena tubuhnya terikat, dia tidak mampu melakukan apapun.

“Oh, lihat Yujirou-san. Nyonya Choi ini marah. Huahaha… Benar juga… Ayo kita keluarkan anaknya karena dengan begitu kau pasti akan menjadi gila bukan?! Kau akan kehilangan anakmu sebelum sempat melihatnya.”

“Aku bersumpah Jung Sooyeon keparat! Jika kau berani menyentuh anakku, aku akan membunuhmu!”

“Baby, kau tak perlu mengotori tanganmu dengan darah busuk miliknya. Membunuh itu pekerjaanku.” Sahut satu suara yang sangat dikenal Kyuhyun. Dia menoleh ke arah suara tersebut dan bersyukur ketika iris matanya melihat wajah lelaki yang dicintainya itu berdiri dengan angkuh di depan pintu gudang.

“SIWONNIE!!”

( 。・_・。)(。・_・。 )

Siwon berdiri tegak dengan memegang sebuah pedang samurai panjang di tangan kanannya yang dia letakkan santai di bahu sementara tangan kirinya dia masukkan ke dalam saku celananya. Siwon memandang remeh kepada Yujirou yang memandangnya balik dengan tatapan tajam serta seringai mengerikan.

Keduanya sama sekali tidak mau memutuskan pandangan satu sama lain. Bagi mereka siapa saja yang memalingkan wajah terlebih dahulu maka dialah yang kalah. Siwon dan Yujirou memang benar-benar yakuza karena harga diri mereka diatas segalanya saat ini. Segalanya, kecuali untuk…

“CHOI ‘KUDA’ SIWON! CEPAT LEPASKAN AKU DARI SINI!” kecuali untuk seorang istri yakuza bernama Choi Kyuhyun. Tanpa banyak bicara lagi, Siwon langsung menggerakkan kepalanya sedikit, mengisyaratkan kepada anak buahnya untuk melepaskan Kyuhyun.

“Memangnya kau kira semudah itu kau bisa melepaskan dia dari ik…”

Brugh! Brugh! Brugh!

Terdengar suara seperti orang yang baru saja terjatuh. Yujirou menatap nyalang ke belakangnya dan menemukan ketiga orang kepercayaannya yang diperintahkan untuk menjaga Kyuhyun sudah terbujur kaku tak bernyawa lagi akibat sayatan pedang samurai di leher mereka. Ketiganya mati mengenaskan dengan kepala mereka yang hampir terputus.

Yujirou mengarahkan matanya dari mayat ketiga anak buahnya itu kepada orang yang sudah menghabisi mereka. Matanya kembali membulat karena terkejut, takut , marah dan berbagai macam perasaan yang berkecamuk di otaknya. Bagaimana tidak berkecamuk ketika ujung pedang samurai yang telah merenggut nyawa orang-orang yang dia anggap paling tangguh sekarang berada diantara kedua matanya. Sedikit saja dia maju, maka habislah dia ditusuk oleh pedang tersebut.

“Menyerah saja Yujirou-san. Kau sudah kami kepung.” Ucap Kangin datar sembari masih mengacungkan pedang samurai yang sudah berlumuran darah merah itu. Dibelakang Kangin, tampak beberapa anak buahnya sedang melepaskan ikatan Kyuhyun dan ketika terlepas langsung mengamankan calon anego mereka.

Yujirou terus membelalakan matanya tidak percaya keadaan sekarang berbalik kepadanya. Dia tidak bisa menerima bagaimana mungkin Siwon mampu mengepungnya seperti ini dan dengan begitu mudahnya mengendap-endap masuk ke dalam gudang ini tanpa ada satu orang pun yang mengerahuinya. Dengan amarah yang sangat kentara, Yujirou mundur beberapa langkah lalu berbalik dan menatap Siwon penuh dengan kebencian.

“Bagaimana mungkin ini bisa terjadi?!! Aku sudah menyandera perempuan laknat itu! Sehar…”

Seuk!! Brugh!!

Belum sempat Yujirou menuntaskan kalimatnya dia merasakan sakit yang sangat menyiksa. Yujirou berteriak keras karena dia baru saja kehilangan lengan kanannya karena ditebas oleh Siwon. Kejadian itu begitu cepat sehingga orang-orang yang ada disana hanya terpaku melihat keganasan shatei gashira kelompok Ohara tersebut.

Mereka terpaku bukan karena tebasan Siwon karena hal itu sudah biasa. Mereka terpaku karena wajah penuh senyum kepuasan seolah-olah semua ini adalah sesuatu yang menyenangkan baginya, yang membuat semua anggota baru atau anggota yang jarang beraksi dengan Siwon bergidik takut. Bahkan Kyuhyun sampai membuka mulutnya dan membulatkan matanya melihat betapa kejam sang suami jika marah. Oh Kyuhyun tahu Siwon sedang marah. Siwon marah karena lelaki bau tanah bernama Yujirou itu berani menghina dengan sebutan perempuan laknat.

Sementara itu Yujirou yang sudah kehilangan lengannya hanya bisa meraung-raung kesakitan sambil memegangi setengah lengannya yang masih ada. Dengan keadaan seperti itu, Yujirou menyapukan pandangannya ke sekitar gudang itu. Dia melihat seluruh anak buahnya sudah tumbang. Ada yang mati, ada yang kehilangan anggota tubuhnya dan menunggu ajal karena kehabisan darah. Apapun itu, satu hal yang pasti, anak buah Siwon dan Kangin tidak membiarkan satu pun dari anak buah Yujirou hidup. Yujirou memanglingkan wajahnya melihat ke arah lain ketika dia mendengar teriakan putus asa Sooyeon. Disana Yujirou melihat Sooyeon sedang di pukuli oleh beberapa anak buah Siwon. Yujirou menutup matanya memikirkan kebodohan dan kekalahannya. Ya, Yujirou sudah kalah total bahkan sebelum dia melancarkan rencananya.

Yujirou tidak mengira bahwa Siwon akan secerdik dan segesit ini dalam menuntaskan benalu dalam kehidupannya. Yujirou telah salah mencari musuh dan sekarang dia harus menerima hukuman dari Siwon. Yujirou seharusnya mendengarkan peringatan dari mata-mata yang pernah memberitahunya bahwa Siwon bukan lawan sembarangan. Seharusnya dia mengerti mengapa kakak sepupunya lebih memilih Siwon menjadi penerus. Bukan karena secara garis keturunan, Siwon memang lebih berhak, tapi lebih kepada jiwa Siwon yang sesuai dengan kelompok mereka. Siwon adlaah pribadi kuat dan kejam jika dalam posisi seperti sekarang. Dan dia adalah seorang pemimpin, terlihat dari betapa loyalnya anak buah Siwon.

“Siwon, maafkan aku. Biarkan aku hidup. Ku mohon… Aku akan pergi. Aku akan menghilang. Jadi aku mohon jangan bunuh aku.”

“Oh kau memang akan menghilang Yujirou-san. Kau tidak perlu khawatir soal itu.”

“Benarkah? Kau akan membiarkan aku hidup?” tanya Yujirou menyedihkan. Yujirou seakan tidak punya harga diri lagi demi keselamatan hidupnya. Siwon tersenyum manis dengan kedua lesung pipi andalannya itu menanggapi pertanyaan Yujirou. Dia lalu menurunkan tubuhnya, mensejajarkan diri dengan Yujirou yang saat ini sedang berlutut.

“Bagaimana ya? Aku bilang kau tidak perlu khawatir soal kau akan menghilang. Aku tidak pernah bilang aku akan membiarkanmu hidup.”

“Apa?!”

“Masalahnya begini Yujirou-san. Kau sudah berbuat banyak hal yang membuatku agak sulit untuk membiarkanmu hidup. Pertama, kau menyandera istriku. Kedua, kau menyakiti sahabatnya yang notabene adalah kekasih tangan kananku. Ketiga, kau mengancam keselamatan anak-anakku beserta ibu mereka. Keempat, kau menghina istriku. Kelima, ah apa yang kelima Kangin hyung?” tanya Siwon ditengah-tengah ancamannya kepada Yujirou.

“Kau hanya tidak suka kepada Yujirou-san, Siwon-sama.” Jawab Kangin sopan. Kangin memang akan memanggil Siwon seperti itu jika mereka berada dalam kelompok dan keadaan seperti ini. Hal ini agar Siwon tidak dinilai pilih kasih karena membiarkan Kangin berlaku sesuka hati dan Kangin sendiri juga merasa bahwa dia harus menghormati Siwon karena Siwon memang pemimpin mereka. Namun jika mereka hanya berdua atau bersama keluarga inti mereka, hubungan mereka sudah selayaknya kakak adik pada umumnya.

“Ah ya benar, aku hanya tidak suka kepadamu. Jadi karena kau sudah berbuat banyak kesalahan, mau tidak mau aku harus membunuhmu.”

“TIDAK! Kumohon jangan Siwon! Kangin-san, bantu aku! Aku tidak mau mati!”

“Siwonnie.” Siwon menoleh ke arah suara yang memanggilnya tadi. Mata hitamnya bertemu pandang dengan mata coklat madu milik Kyuhyun. Siwon memandang istrinya tersebut datar. Keduanya terus berpandangan seakan menyampaikan perasaan mereka melalui tatapan itu. Lalu tiba-tiba saja Kyuhyun mematahkan pandangan mereka lalu menatap Yujirou tajam. Kyuhyun mengatakan sesuatu yang membuat Kangin kaget setengah mati namun tidak halnya dengan Siwon.

Perkataan istrinya justru membuat Siwon menyeringai senang. Siwon merasa wanita berbadan dua di depannya ini terlihat mempesona dengan aura hitam menyelimutinya ketika dia memandang Yujirou. Siwon tahu Kyuhyun yang di depannya sekarang bukanlah Kyuhyun yang seorang polisi wanita, namun Kyuhyun istri seorang bos yakuza. Lalu perkataan apa yang diucapkan oleh wanita galak tapi cantik itu sehingga membuat Kangin menjatuhkan rahangnya dan membuat Siwon senang? Simple, Kyuhyun berkata seperti ini,

“Sayang, aku ingin dia mati. Dia membuat anak-anakku takut dan aku tidak suka jika ada orang yang membuat anak-anakku takut. Bunuh dia.”

“Dengan senang hati sayang.”

Srett! Seuk! Brugh!!

Dengan sekali sabetan pedang Siwon terarah ke leher Yujirou, adik sepupu Yujirou, pengkhianat kelompok Ohara itu, merengang nyawa dan akhirnya mati mengenaskan. Dengan kematian Yujirou maka selesainya perseteruan internal kelompok Ohara. Semua merasa lega perang mereka telah berakhir. Tidak ada yang perduli dengan teriakan Sooyeon saat melihat kekasihnya mati dengan cara sadis seperti itu. Siwon justru mengisyaratkan agar perempuan itu dibawa pergi dari gudang itu.

“Kangin hyung, habisi seluruh anggota kelompok Yujirou. Jangan sisakan satu pun. Biar ini menjadi peringatan agar tidak ada satu pun yang berkhianat kepada kelompok Ohara.” Perintah Siwon tegas.

“Baik Siwon-sama.” Jawab Kangin singkat.

“Oh satu lagi. Bawa perempuan tadi ke rumah bordil. Siksa dia sampai dia sendiri yang ingin mati. Mengerti?!”

“Baik.” Dengan perintah itu, Kangin bergegas pergi meninggalkan Siwon yang juga berjalan menghampiri Kyuhyun. Para anak buah yang sedari tadi menjaga Kyuhyun menyingkir dari sana.

Ketika mereka sudah berdua, tanpa memikirkan apapun, Siwon langsung mendekap tubuh Kyuhyun. Siwon memeluk bahu dan salah satu tangannya mengusap lembut rambut Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun begitu mendapatkan kehangatan dari suaminya tersebut, langsung menangis di dada bidang Siwon. Kyuhyun membalas pelukan Siwon dengan melingkarkan lengannya dari bawah ketiak Siwon sampai punggung kokohnya.

“Aku takut. Wonnie, aku takut…”

“Aku tahu baby, aku disini sekarang. Kau tidak perlu takut lagi.” Ucap Siwon lalu mencium kening dan pucuk kepala Kyuhyun. Keduanya terus berpelukan seperti itu sampai Kyuhyun tiba-tiba merintih kesakitan sambil memegangi perut buncitnya.

“Wonnie, sakit…”

“Oh Tuhan… Baby!!”

“Siwon-sama, sepertinya Kyuhyun-sama akan melahirkan. Kita harus cepat membawanya ke rumah sakit.” Sahut Kangin yang ternyata masih ada di gudang itu. Beruntung Kangin merasa tidak tenang membiarkan Siwon sendirian dengan Kyuhyun maka dia memerintahkan anak buahnya untuk melaksanakan perintah Siwon. Dia sendiri kembali mendekati Siwon tepat disaat Kyuhyun merintih kesakitan.

“Kalian! Bereskan semua hal yang ada disini! Siwon-ah, tenang dan segera bawa Kyuhyun.”

“Ba…baik hyung… Ayo baby…” ujar Siwon akhirnya tersadar dari kepanikannya sendiri. Dengan sigap dia membopong Kyuhyun dan berlari menuju mobilnya yang siap mengantarkan mereka ke rumah sakit.

Rumah Sakit

“Kau akan baik-baik saja baby. Percaya padaku.”

“Sakit Wonnie… hikss… hiks… Sakit… Bayi kita… Bayi kita…”

“Berjuanglah sayang demi aku, demi anak kita.”

“Kau akan menemaniku bukan?!”

“Selalu sayang. Selalu.”

Kalimat-kalimat itu yang selalu mereka utarakan satu sama lain setelah mereka tiba di rumah dakit dan segera di bawa ke ruang persalinan. Saat ini Kyuhyun sudah ada di ranjang persalinan ditemani oleh Siwon. Kyuhyun yang masih keras kepala ingin melahirkan normal membuat tim dokter yang menanganinya kewalahan karena mereka menyarakan agar Kyuhyun melakukan operasi cecar saja.

“Baby, apa benar kau kuat? Apa tidak sebaiknya kau operasi saja sayang?” bujuk Siwon lagi yang didengar oleh tim dokter. Mereka berharap Kyuhyun akan menjawab ya, namun Kyuhyun justru mendelik ke arah Siwon. Delikan tajam Kyuhyun menjadi jawaban tersendiri bagi Siwon dan juga tim dokter. Meski dalam kondisi melahirkan seperti itu, aura iblis Kyuhyun masih lebih mematikan dari apapun.

Maka dimulailah perang antara hidup dan mati bagi Kyuhyun untuk membawa kedua buah hatinya ke dunia.

Sepuluh Jam Kemudian

Tim dokter yang menangani Kyuhyun keluar dengan wajah yang lelah dan sedikit mencemaskan bagi semua orang yang menunggu di luar ruang persalinan tersebut, termasuk Siwon. Loh? Kenapa Siwon bisa di luar padahal tadi dia berniat menunggui Kyuhyun sampai selesai melahirkan? Jawabannya sederhana saja. Itu karena Siwon, yakuza sadis yang jika melihat darah lawannya saja tidak membuatnya takut, justru panik dan pingsan ketika melihat darah sang istri ketika sedang berusaha melahirkan si sulung. Akhirnya dengan susah payah, Siwon dilempar keluar ruang persalinan dan ikut menunggu dengan yang lainnya sementara Jaejoong yang pada saat itu datang tepat waktu, langsung masuk ke ruang persalinan menggantikan posisi Siwon.

Siwon yang merasa ada sesuatu yang tidak beres segera mendekati dokter kepala yang menangani Kyuhyun. Dia mencengkram jubah putih sang dokter dan memaksa dokter tersebut untuk memberikan dia kabar tentang Kyuhyun dan juga kedua putranya. Siwon semakin cemas dan panik kala dokter itu membutuhkan waktu lama untuk menjawabnya, terlebih lagi wajah dokter itu murung seakan dirinya membawa kabar buruk untuk Siwon.

“Maafkan kami Siwon-san, tapi anda harus kehilangannya.” Sahut dokter itu terlihat menyesal.

“Mak…maksud dokter… Istri dan anak saya… Mereka meninggal?” tanya Siwon tidak percaya jika dia kehilangan Kyuhyun. Mendengar pertanyaan Siwon, dokter tadi menjadi kaget karena bukan itu yang dia maksud. Dia lalu menggeleng kepalanya sambil menjelaskan kepada Siwon.

“Huh?! Oh bukan Siwon-san. Mereka baik-baik saja. Kedua putra anda sehat, ibunya juga sehat. Mungkin Kyuhyun-san sedikit lelah, tapi mereka sehat. Saya bahkan sudah memerintahkan suster untuk membawa Kyuhyun-san dan si kembar ke kamar rawat biasa.”

“Lalu kenapa kau membuatku takut pak tua?!! Kenapa kau bilang aku kehilangan sesuatu?!!”

“Karena Kyuhyun-san berpesan agar saya mengambil kejantanan anda. Dia mengancam akan meneror saya seumur hidup saya jika saya tidak melakukannya. Karena itu…” sang dokter tiba-tiba mengeluarkan sebuah pisau bedah kecil dari kantung jas putihnya dan mengacungkan kepada Siwon. Siwon tentu saja membelalakan matanya terkejut. Dia tidak menduga Kyuhyun akan berbuat seperti ini, mengancam seorang dokter untuk mengkebirinya.

“Maafkan aku Siwon-san, tapi aku masih sayang nyawaku. Istri anda begitu menyeramkan.” Sahut dokter itu terus melangkah maju mendekati Siwon sementara Siwon mengambil langkah mundur menghindari dokter gila di depannya sekarang.

Merasa benda yang mengukuhkan dirinya sebagai pria sejati dalam bahaya, Siwon langsung berbalik dan berlari menjauhi dokter yang ternyata cukup bodoh karena percaya dengan ancaman Kyuhyun.

“TIDAK!!!” teriak Siwon terus berlari membuat semua orang yang menunggu Kyuhyun menggelengkan kepala mereka atas kelakuan Siwon yang sama sekali tidak mencerminkan seorang ayah, terutama bagi mereka yang mengenal Siwon sebagai seorang yakuza. Mereka berpikir mengapa ayah baru itu bisa berubah begitu cepatnya? Dari bos yakuza yang kejam dan sadis menjadi pria menyedihkan yang takut dikebiri oleh seorang dokter. Tapi satu pikiran serupa terlintas di pikiran Yunho, Kangin dan Ryuichiro. Dan itu adalah,

Dasar kuda bodoh.

TBC

Advertisements