Tags

, , , , ,

Title : Why I’m Falling In Love With A Yakuza 2

Pairing :  Wonkyu, Kangmin, Yunjae

Disclaimer : All casts are belong to their self and God

Warning : Un-betaed, GS, Attempt Humor, Lots of Swearing, OOC, AU

Summary : I’m on the good side, he’s on the bad side. So is it wrong to love him? Let’s found out.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

“Kau sungguh membantu tuan muda Choi.” Sindir Kangin karena kesal dengan tingkah laku Siwon yang menurutnya tidak membantu sama sekali. Jika Kangin boleh jujur, saat ini dia sangat gugup untuk bertemu dengan Sungmin yang terlihat sangat cantik dan imut dimatanya. Kangin yang memang hanya pernah melihat wajah Sungmin melalui foto di internet, tidak mengira bahwa Sungmin akan secantik sekarang.

Awalnya, jika Sungmin tampak sama seperti fotonya, Kangin akan turun dan berkenalan, mungkin akan berusaha menjalin hubungan lebih serius dengan Sungmin karena dia merasa cocok setelah berteman di dunia maya selama ini. Namun setelah melihat bahwa teman dunia mayanya itu cantik dan menggemaskan, Kangin menjadi ciut nyalinya. Pria besar itu tidak pernah lancar jika berhubungan dengan wanita cantik. Yang dia inginkan hanya wanita biasa yang memancarkan aura keibuan. Hanya saja, wanita yang mendekati Kangin selalu wanita-wanita cantik nan seksi. Kangin tidak pernah mendapatkan wanita dengan tipe yang dia inginkan. Jadi bisa dibayangkan betapa senangnya Kangin ketika dia tahu bahwa wanita idamannya dapat dia temukan di internet dengan rupa yang dia anggap sesuai dengan semua kriterianya.

Akan tetapi harapannya sirna ketika Sungmin tampak mempesona dengan balutan busananya itu dan dengan senyum yang menawan. Kangin menghela nafas berat meratapi nasibnya. Sejak dia tahu rupa Sungmin yang sebenarnya, Kangin enggan masuk ke café. Namun dia tahu dia harus tetap masuk dan memperkenalkan diri. Dia seorang lelaki sejati. A gentleman. Dan seorang lelaki sejati tidak akan membiarkan seorang wanita menunggu kehadirannya lebih lama lagi. Dengan mantap, Kangin membuka pintu mobil dan mencengkram tangan Siwon yang ada disampingnya lalu menariknya keluar mobil bersamaan dengan dirinya menuju ke café tersebut.

“Lho hyung?! Kenapa aku ikut juga?! Hyung!!” seru Siwon sambil berusaha melepaskan cengkraman erat Kangin. Tapi Kangin tidak perduli dan meneruskan langkahnya memasuki café tersebut dengan Siwon di belakangnya. Dia lelaki sejati dan pasti bisa menghadapi Sungmin.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Kangin dan Siwon masuk ke dalam café dan langsung disambut dengan ramah oleh pelayan café. Namun setelah si pelayan melihat dengan jelas siapa kedua tamunya itu, dia langsung menjauh karena ketakutan. Bagaimana tidak, Siwon dan Kangin memancarkan aura gelap selayaknya anggota yakuza. Kangin memiliki sorot mata yang tajam sedangkan Siwon, walau wajahnya tampan dan terlihat ramah namun sorot matanya seperti ingin membunuh siapa saja yang menghalangi jalannya. Terlebih lagi keduanya memiliki tubuh yang kekar dan tinggi.

Kangin yang disambut dengan ramah oleh si pelayan langsung tersenyum. Sementara Siwon yang tangannya masih dicengkram oleh Kangin hanya memutar matanya tidak perduli. Kangin menolehkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, mencari meja Sungmin dan Kyuhyun untuk beberapa saat dan ketika dia menemukan dimana letak persis meja kedua wanita tersebut, Kangin lalu menarik Siwon lagi menuju meja mereka. Sesampainya kedua pria tampan itu di meja Sungmin dan Kyuhyun, Kangin langsung kehilangan keberaniannya tadi. Dia berdiri terpaku di samping Sungmin, membuat wanita imut itu menoleh karena merasakan kehadiran seseorang.

Sungmin memperhatikan Kangin dari atas sampai bawah sambil meletakkan jari telunjuknya di bibir yang telah dibalur lipstik warna pink miliknya itu. Sungmin berpikir keras, mencoba mengingat apakah dia mengenal pria di hadapannya ini karena sepertinya Sungmin tahu ada sesuatu yang membuatnya merasa mengetahui siapa pria ini, tapi dia tidak bisa mengingat apa itu. (nao: uhuk-pakaian-uhuk. – Sungmin: huh? – Kyuhyun: dia terlalu bodoh.) Namun karena Sungmin terlalu malas untuk berpikir lebih lama, akhirnya dia bertanya pada pria itu siapa dirinya dan mau apa dia berdiri di sampingnya sekarang.

“Maaf, anda siapa dan apa ada yang bisa saya bantu tuan?” tanya Sungmin dalam bahasa Jepang. Tak lupa Sungmin memberikan senyumannya. Sementara Kangin, lelaki itu bukannya menjawab, dia justru ingin segera kabur dari tempat itu dan bersembunyi. Dia lebih baik menghadapi perang antar geng daripada harus berdiri dan berbincang lebih lama dengan wanita semanis dan secantik Sungmin. Beruntung ada Siwon yang masih dengan setia berdiri disampingnya. Dengan sigap, tangan Siwon memegang bahu Kangin dan menahannya tetap di tempatnya semula. Dengan senyum manis bertahtakan lesung pipi andalannya, Siwon menanggapi pertanyaan Sungmin tadi dengan pertanyaan juga.

“Apakah anda Lee Sungmin-ssi?” tanya Siwon dalam bahasa Korea agar Sungmin tahu bahwa Kangin dan Siwon adalah orang Korea, meski pun untuk kasus Siwon, dia merupakan setengah Korea dan setengah Jepang. Ayah Siwon adalah orang Korea asli dan warga biasa, sedangkan ibu Siwon adalah puteri salah satu Ketua Yakuza yang sangat berpengaruh di Jepang, Keluarga Ohara. Keduanya menikah diam-diam karena ditentang oleh kakek Siwon pada saat itu. Karena tidak bisa menikah dan menjalin mahligai rumah tangga di Jepang, mereka berdua pindah ke Korea dan mencoba hidup dalam lingkungan masyarakat seperti kebanyakan orang pada umumnya. Namun tragedi terjadi pada keluarga Siwon. Orang tua Siwon tewas terbunuh sehabis pergi bersenang-senang dengan Siwon anak mereka. Sampai saat ini kasus itu tidak pernah terbongkar walau ada indikasi campur tangan yakuza Jepang saingan kelompok kakek Siwon.

Dengan tewasnya kedua orang tuanya, menyebabkan Siwon menjadi anak yatim piatu. Maka tak lama setelah upacara pemakaman orang tua Siwon, seseorang bernama Ryuichiro Ohara, yang ternyata adalah kakek kandung Siwon, datang dan mengambil alih hak asuh Siwon serta membawa pergi Siwon ke Jepang untuk hidup bersamanya dan jika waktunya tiba Siwon akan diresmikan sebagai penerus keluarga mereka.

Awalnya Siwon tidak mengerti mengapa dia dibawa ke Jepang dan mendapat berbagai macam pelatihan dan pendidikan yang cukup keras untuk anak seusianya dari kakeknya sendiri. Namun semakin lama, Siwon semakin menyadari bahwa dia tidak punya pilihan lain selain menerima apa yang sudah ditetapkan oleh kakeknya itu yaitu menjadi penerus keluarga Ohara. Namun ini bukan pilihan yang dipaksakan untuknya. Siwon sendiri tahu bahwa dia merasa cocok berada di lingkungan seperti ini. Terlebih lagi dia sangat menyayangi kakeknya dan beberapa anggota keluarga Ohara yang memang setia dan memperhatikan dirinya.

Walaupun demikian, Siwon tidak melupakan asal usulnya. Meski dia telah ditetapkan sebagai penerus keluarga Yakuza Jepang, Siwon tetap bersikeras untuk memakai marga Choi karena ingin menghormati ayah kandungnya. Pilihan ini tentu saja dia mendapatkan tentangan dari seluruh anggota keluarga, terkecuali Kangin dan beberapa orang kepercayaannya. Walau tentangan itu terkadang berlanjut pada kontak fisik dan bukan hanya verbal saja, Siwon tetap kukuh dengan pendiriannya. Karena kekeras kepalaan dan kegigihan Siwon itulah yang mampu membuat kakeknya hanya bisa geleng-geleng kepala dan akhirnya membiarkan cucu kesayangannya itu berbuat yang dia suka selama Siwon mau meneruskan posisinya sebagai kepala keluarga.

“Ya, saya Lee Sungmin. Apa anda berdua orang Korea?” Siwon sedikit tersentak mendengar kembali suara Sungmin yang lembut. Dia baru saja akan menjawabnya, namun dia sudah didahului oleh seseorang disamping Sungmin. Siwon kembali lagi terkejut ketika bukan saja wanita disamping Sungmin itu menyela pembicaraan mereka berdua tapi wanita yang jelas-jelas adalah Kyuhyun dengan santainya menepuk kepala Sungmin karena pertanyaan yang menurut Kyuhyun sungguh bodoh.

“Auch!” rintih Sungmin menoleh ke arah Kyuhyun sambil mengelus kepalanya yang sakit dan mengerucutkan bibirnya, membuatnya tampak semakin menggemaskan di mata Kangin. Wajah Kangin sampai bersemu merah karena sikap Sungmin tersebut. Siwon yang melihat betapa merahnya wajah temannya itu, sekali lagi memutar matanya malas.

“Kau itu bodoh atau kelewat polos?! Mereka bicara bahasa Korea, sudah pasti mereka orang Korea.” Ujar Kyuhyun merasa menang dan senang. Dalam hati Kyuhyun bersuka ria karena kapan lagi dia bisa menepuk kepala Sungmin dan tidak menghadapi kemarahan Sungmin. Kyuhyun baru saja akan merayakan kemenangan dari Sungmin seandainya tidak dicegah oleh Sungmin dengan pernyataannya.

“Sekarang banyak orang Jepang atau Cina yang bisa berbahasa Korea Kyunnie. Bahkan beberapa orang dari Negara Asia lainnya juga mahir berbahasa Korea. Jadi kita harus berhati-hati dan menanyakan secara rinci kepada orang yang tidak kita kenal.” Perkataan Sungmin tadi membuat Kyuhyun serasa ditampar sekeras-kerasnya. Kyuhyun mengalihkan pandangannya dari sungmin dan tidak membalas karena dia malu sampai tidak berpikir sejauh itu. Sungmin hanya tertawa geli melihat tingkah Kyuhyun yang tidak mau mengakui kesalahan itu. Bagi Sungmin, Kyuhyun yang sekarang sangat manis dan lucu. Sungmin pun kembali kepada kedua pria di depannya ini.

“Nah tuan-tuan, apakah anda orang Korea? Lalu anda tuan.” Ulang Sungmin sambil menunjuk kepada Kangin.

“Y..Ya..” gagap Kangin. Dia masih terlalu gugup karena Sungmin mengarahkan seluruh perhatiannya terhadap dirinya.

“Anda beli pakaian itu dimana? Kenapa mirip dengan deskripsi Kangin-ssi?” tanya Sungmin masih menunjuk jari telunjuknya kepada Kangin. Kyuhyun benar-benar menepuk dahinya ketika melihat Sungmin dengan entengnya mengarahkan jari telunjuknya kepada orang yang belum dia kenal dan bertanya demikian.

“Minnie! Sopan sedikit.” Ingat Kyuhyun. Sungmin hanya menoleh sekilas kepada Kyuhyun dan kembali menatap Kangin tanpa menurunkan tangannya. Sedangkan Kangin setelah mendengar pertanyaan Sungmin tadi, menjadi bingung karena sepertinya Sungmin belum menyadari bahwa dirinya memang Kangin. Akan tetapi setelah beberapa detik Kangin langsung menyadari sesuatu. Dia menyalahkan dirinya sendiri karena hanya memberi informasi tentang pakaiannya saja. Tentu Sungmin jadi bingung dan mereka-reka seperti apa rupa teman kencannya.

Kangin semakin ingin pergi dari tempat tersebut. Dia sungguh merasa bodoh karena sudah membuat Sungmin jadi kerepotan untuk mengenali dirinya. Terlebih lagi setelah Sungmin menanyakan soal pakaiannya, Kangin jadi sadar akan penampilannya sendiri. Dia mulai menatap ke pakaiannya dan membandingkan dengan pakaian Sungmin. Kangin sungguh merasa malu karena dia merasa tidak sepadan dengan Sungmin yang cantik dan modis. Pakaian Kangin sekarang hampir mirip dengan cara berpakaian Kyuhyun. Bedanya, jas Kangin sudah lusuh karena itu jas kesayangannya bahkan dia sering memakainya ketika perang dengan geng yakuza lainnya.

“Benar nona, kami memang orang Korea. Nama saya Choi Siwon. Lalu, pria besar pemalu ini adalah Kim Kangin. Tapi mungkin seharusnya nona sudah tahu karena nona sudah cukup lama berhubungan melalui dunia maya dengan Kangin hyung.” ucap Siwon dengan nada sedikit mengejek. Siwon hanya merasa risih dengan pertanyaan Sungmin yang seakan-akan tidak mengenal Kangin. Dalam hatinya dia berpikir, Sungmin seharusnya sudah tahu saat melihat Kangin pertama kali dan bukannya banyak bertanya. Siwon merasa Sungmin seperti mempermainkan Kangin dan bagi Siwon, tidak ada satu orang pun yang bisa lolos darinya jika berani mempermainkan orang yang paling dihormatinya itu selain orang tua dan kakeknya. Pemuda itu tidak tahu bahwa Sungmin hanya bisa menebak Kangin dari pakaiannya dan bukan rupanya. Di lain pihak, Kyuhyun yang menangkap nada ejekan dari Siwon langsung berdiri dan berhadapan dengan Siwon langsung. Hanya saja Kyuhyun harus menjenjangkan sedikit lehernya ke atas karena Siwon lebih tinggi darinya.

“Sinis sekali cara bicaramu. Kau tinggal menjawab pertanyaan temanku saja dan bukannya menyindir. Kau tak pernah diajarkan bagaimana etika berbicara dengan seorang wanita ya? Kasihan sekali.” kali ini Kyuhyun yang menyindir Siwon dan itu menyebabkan darah Siwon meletup-letup karena amarah.

“Bukankah lebih tidak sopan jika berbicara tanpa mengenalkan dirinya terlebih dahulu. Tampaknya kau yang harus belajar bagaimana bersopan santun terhadap orang lain, perempuan aneh.” Balas Siwon tak kalah sengit. Matanya sudah saling menatap tajam dengan Kyuhyun. Kyuhyun yang mendengar pria ini memanggilnya dengan perempuan aneh, membuka mulutnya tanda dia terkejut bahwa ada yang berani mengoloknya seperti itu. Biasanya pria-pria jika sudah melihat atau mendengar Kyuhyun bicara akan langsung ciut nyalinya karena tatapan Kyuhyun yang tajam serta ucapannya yang pedas dan langsung menusuk hati. Namun dalam sekejap Kyuhyun bisa mengusai keterkejutannya dan langsung membalas Siwon dengan sengit.

“Perempuan aneh?! Kau yang aneh! Jerk!

What?! You bitch!

Bitch?! I’ll show you whose the bitch in here is! Bring it on loser!

Loser?! Why you woman!

“Siwon hentikan!/Kyunnie stop!” teriak Kangin dan Sungmin lantang dan bersamaan yang menyebabkan semua tamu menoleh dan memandang mereka berempat bingung bahkan ada yang takut karena penampilan Siwon dan Kangin. Sedangkan Kangin dan Sungmin menatap Siwon dan Kyuhyun dengan pandangan tak percaya walau ada sedikit senyum tersungging di bibir Sungmin saat dia melihat interaksi Kyuhyun dengan pria tinggi lawannya itu, meski dia dan tak lupa juga Kangin, cukup terkejut karena Siwon dan Kyuhyun sudah bertengkar padahal mereka baru bertemu.

“Kenapa kalian jadi bertengkar sih? Kyunnie sudahlah. Kita disini ingin berkenalan bukan mencari musuh. Jangan sampai aku turun tangan untuk mendamaikanmu.” Tegur Sungmin pelan namun tegas dengan sedikit nada ancaman terhadap Kyuhyun. Kyuhyun yang melihat raut wajah tegas Sungmin tahu bahwa jika dia tidak menuruti perkataan wanita imut satu ini, maka bisa dipastikan hidupnya takkan lama lagi. Maka, secara tidak sadar, Kyuhyun langsung mengangguk kuat berkali-kali, membuat Sungmin tersenyum lebar dan mencubit pelan pipi gembil Kyuhyun.

Sementara itu, Kangin dan Siwon hanya memandang kedua wanita tersebut dengan heran. Terlebih lagi Kangin. Pria besar itu tidak mengira bahwa Kyuhyun akan langsung tunduk kepada Sungmin yang notabene lebih kecil dan terlihat lebih lembut daripada Kyuhyun. Kedua pria itu berpikir hal yang sama bahwa Sungmin bukan wanita sembarang dan hal itu semakin membuat Kangin gugup dan kikuk saat berhadapan dengan Sungmin.

Sementara itu, Sungmin yang senang karena Kyuhyun mau diatur olehnya kembali memfokuskan perhatiannya kepada teman kencan dan teman yang dibawanya. Sungmin menatap sebentar ke arah keduanya sambil berpikir tentang sesuatu dan ketika Sungmin mengangguk sendiri seakan dia telah memutuskan sesuatu, dia langsung berdiri sambil mengambil tasnya dan membantu Kyuhyun agar ikut berdiri dengannya. Tanpa peringatan lebih lanjut, Sungmin mengaitkan lengannya ke lengan Kangin dan tersenyum kepadanya.

“Ayo kita kencan.” Ajaknya lalu beranjak ke kasir café tersebut untuk membayar semua pesanannya. Siwon dan Kyuhyun masih tercengang dengan sikap mendadak dari Sungmin tersebut. Mereka berdiri saja seperti patung sehingga membuat Sungmin berhenti menarik Kangin yang terlalu shok karena Sungmin memeluk lengannya sampai sekarang.

“Hei! Kenapa diam saja? Ayo ikut kami. Kita double date. Boleh bukan Kangin-ssi?” teriak Sungmin kepada Siwon dan Kyuhyun lalu meminta persetujuan dari Kangin. Karena masih shok, Kangin hanya mengangguk lemah. Sungmin tersenyum lalu melambaikan tangannya kepada Siwon dan Kyuhyun, mengajak mereka untuk segera mengikuti Sungmin dan Kangin. Siwon dan Kyuhyun sama-sama menatap satu sama lainnya kemudian menghela nafas bersamaan. Mereka dengan malas mengikuti Sungmin dan Kangin yang sudah lebih dulu keluar dari café.

Fetival Malam – Siwon P.O.V

Sedang apa aku disini? Ini tempat untuk anak-anak dan keluarga, mungkin terkadang juga untuk pasangan kekasih yang ingin berkencan seperti Sungmin-ssi dan Kangin hyung. Tapi mereka bukan sepasang kekasih dan jelas aku dan perempuan aneh teman Sungmin-ssi itu juga bukan sepasang kekasih. Memikirkannya saja membuatku takut. Akan tetapi, sekali lagi, sedang apa aku, yang seorang yakuza, penerus keluarga lagi, berada ditempat berwarna-warni seperti ini?

Aku mengarahkan pandanganku pada pria besar tangan kananku ini dan menatapnya tajam. Aku rasa dia tahu apa yang aku pikirkan dengan situasi kami sekarang ini dan aku juga tahu dia sendiri tidak nyaman berada di tempat ini. Argh! Bisa-bisanya Kangin hyung membiarkan gadis teman kencannya itu membawa kami kemari.

“Minnie, kenapa kita disini?” Ya, itu pertanyaanku juga. Eh? Siapa itu yang bertanya.

“Ya ampun Kyunnie. Tentu saja kita kemari untuk bersenang-senang. Ingat kita sedang double date.” Jawab Sungmin-ssi kepada wanita setan yang tadi berani sekali kepadaku. Aku melirik sedikit ke arahnya dan melihat raut wajahnya yang keberatan untuk berada di tempat ini. Kali ini aku mendukungnya untuk membujuk Sungmin-ssi pindah dari tempat yang sangat tidak sesuai denganku ini. Aku tidak menyukai festival malam. Bisa dibilang aku membencinya karena tempat ini mengingatkanku akan kedua orang tuaku yang terbunuh. Festival malam adalah tempat terakhir sebelum keduanya tewas di tangan kelompok yakuza lain yang membenci kakek.

“Bisakah kita ke tempat lain yang tidak seramai ini? Aku tidak menyukai banyak..Ah!! Kembang gula!! Minnie! Kembang gula!” tiba-tiba saja wanita setan bernama Kyuhyun itu berteriak keras sekali sambil menunjuk ke salah satu kios yang menjual kembang gula. Aku menepuk keningku sendiri ketika harapan terakhirku agar Sungmin-ssi mau merubah tempat kencannya pupus sudah. Sekarang justru Kyuhyun-ssi yang senang seperti anak kecil ketika melihat kembang gula.

“Ayo Kangin-ssi, kita kesana.” Ajak Sungmin-ssi sambil menarik lengan Kangin hyung yang dari tadi belum dilepasnya. Hhh.. Sepertinya kali ini aku harus mengalah. Aku harus memendam semua rasa sakit dan benciku akan tempat ini. Demi Kangin hyung, demi dirinya yang selalu ada untukku dan kali ini aku yang akan membantunya mendapatkan Sungmin-ssi. Aku tahu, walau Kangin hyung malu dan sedikit ragu dengan Sungmin-ssi yang notabene sangat manis dan menggemaskan itu tapi Kangin hyung tidak bisa melepaskan sedikit pun pandangannya dari Sungmin-ssi. Kangin hyung sepertinya benar-benar menyukai, ah tidak, mungkin Kangin hyung sudah mencintai Sungmin-ssi sejak mereka pertama kali bertemu. Kangin hyung itu memang suka sekali dengan hal-hal romantis seperti itu.

Aku mengikuti pasangan itu ke kios kembang gula yang lumayan ramai itu. Disana Kyuhyun-ssi sudah mengantri untuk membeli kembang gula. Aku menghentikan langkahku dan memilih mengawasi mereka bertiga dari jauh. Aku tidak mau terlalu dekat dengan kerumunan orang-orang itu. Katakan aku paranoid, tetapi aku yakuza. Bisa saja ada yang kelompok lain yang mengikuti kami dan mencoba menyerang kami. Aku harus selalu mawas diri dan berjaga-jaga jika hal itu terjadi. Aku yakin Kangin hyung juga begitu walau dia sekarang terlihat santai. Aku bisa tenang sedikit untuk kedua wanita itu karena ada Kangin hyung yang sanggup menjaga mereka. Aku sekarang hanya perlu mengawasi sekitar kami untuk hal-hal yang mencurigakan.

Saat aku sedang mengawasi keadaan sekitar, iris mataku tidak sengaja menangkap sosok Kyuhyun-ssi yang sedang menikmati kembang gulanya. Wajahnya yang sejak di café tadi ditekuk terus sekarang tersenyum lebar. Matanya menyipit lucu dan pipinya mengembung karena penuh dengan kembang gula. Dia terlihat sangat manis dan imut jika seperti itu. Apalagi senyumnya itu benar-benar manis dan membuat wajahnya tampak bersinar. Aku jadi terus memperhatikannya dan karena aku terus saja memandangnya seperti itu, tanpa sengaja kedua mata kami bertemu. Aku kelabakan sendiri karena ketahuan terus memperhatikannya. Dengan segera aku langsung mengarahkan pandanganku ke arah lain. Argh! Ada apa denganku? Tak biasanya aku begini. Biasanya aku santai saja jika bertatapan langsung dengan wanita yang mungkin lebih cantik dari Kyuhyun-ssi. Tapi mengapa hanya sekali Kyuhyun-ssi menatapku dengan tatapan senangnya itu, aku jadi salah tingkah begini.

“Kau mau?” aku tersentak bukan karena pertanyaan tadi melainkan karena sodoran kembang gula ke wajahku. Aku terpaku sesaat sampai aku sadar Kyuhyun-ssi menunggu jawabanku. Aku heran bagaimana dia bisa mendadak berdiri di depanku dan menawariku kembang gula. Namun melihat dia tidak akan menurunkan tangannya, aku menyambut tawarannya dengan memakan kembang gula itu langsung dari tangannya. Secara tak sengaja bibirku menyentuh ujung jarinya dan itu menimbulkan getaran aneh untukku dan dilihat dari cepatnya Kyuhyun-ssi menarik tangannya aku bisa menduga dia juga sedikit salah tingkah karena sikapku tadi. Hei, dia lucu juga jika tersipu begitu. Aku jadi ingin menggoda wanita bermulut pedas ini.

Aku mencondongkan tubuhku ke arahnya dan sedikit memiringkan kepalaku. Dia terus memundurkan tubuhnya seiring majunya tubuhku. Aku semakin terpancing untuk menggodanya karena dia kelihatan tidak nyaman dengan sikapku ini. Aku tiba-tiba langsung menarik tangannya yang baru saja menyuapiku kembang gula. Aku bermaksud menariknya dan memeluknya sedikit hanya untuk sedikit menggodanya. Tapi apa yang selanjutnya terjadi sungguh membuatku terkejut. Mendadak tubuhku melayang di udara dan jatuh dengan posisi terlentang. Aku masih shok dengan apa yang terjadi sehingga tidak langsung merasakan punggungku yang sedikit sakit karena sebenarnya aku baru saja dibanting oleh Kyuhyun-ssi.

“Jangan macam-macam denganku pria mesum!” seru Kyuhyun-ssi marah kepadaku yang masih terbaring di bawah. Beberapa orang melihat ke arah kami berdua tak terkecuali Kangin hyung dan Sungmin-ssi yang sudah berada di samping Kyuhyun-ssi yang sudah menjauh dari diriku sambil menatapku tajam. Aku sendiri setelah sadar dari keterkejutanku, mencoba bangkit dan berdiri. Aku dibantu Kangin hyung yang wajahnya masih kelihatan bingung dengan peristiwa antara aku dan Kyuhyun-ssi.

“Apa yang terjadi Kyunnie? Kenapa kau membanting Siwon-ssi?” tanya Sungmin-ssi dengan wajah polosnya itu. Aku sendiri sudah berdiri dan membersihkan pakaianku yang kotor karena kejadian tadi. Aku lalu menatap ke arah Kyuhyun-ssi yang masih mengambil ancang-ancang jika aku berbuat sesuatu terhadapnya. Seharusnya aku merasa kesal dengan wanita satu ini seperti aku yang biasanya. Hei, aku sering ditampar bahkan ada yang berani meninjuku karena aku memutuskan hubungan dengan mereka. Namun baru kali ini ada yang membantingku dengan bantingan judo. Dan jika ada yang menanyakan pendapatku tentang Kyuhyun-ssi, menurutku wanita ini unik sekali. Dia kuat dan aku suka wanita kuat. Aku menyeringai karena aku menemukan seseorang yang cukup menarik.

“Tanya saja pada pria mesum yang tiba-tiba memakan jariku dan menarikku tanpa alasan!” balas Kyuhyun-ssi sengit menjawab pertanyaan Sungmin-ssi. Aku terkekeh mendengar jawabannya tadi. Aku memakan jarinya. Bukannya dia sendiri yang menyodorkan kembang gula itu kepadaku.

“Aku memakan jarimu? Bukankah kau yang menyodorkan kembang gula itu kepadaku Kyunnie? Aku hanya menerimanya saja.” Sahutku membela diri sekaligus melanjutkan godaanku terhadap Kyuhyun-ssi dengan memanggilnya Kyunnie seperti Sungmin-ssi memanggilnya. Kyunnie. Tidak jelek juga kalau aku mulai memanggilnya dengan sebutan itu. Aku bisa sering melihat raut wajahnya yang kesal namun semakin membuatnya cantik itu karena tampaknya Kyuhyun-ssi tidak suka dipanggil seperti itu, bahkan jika Sungmin-ssi yang memanggilnya.

“Mana aku tahu kalau kau akan langsung memakan dari jariku kuda bodoh! Jika tahu kau akan semesum itu, aku tidak akan mau berbaik hati menyodorkan kembang gula milikku.”

“Tapi aneh juga kau mau berbagi kembang gula Kyunnie. Biasanya kau selalu memakannya untuk dirimu sendiri. Kau bahkan tidak mau berbagi denganku maupun dengan Jaejoong eonnie. Kenapa kau mau berbagi dengan Siwon-ssi?” tanya Sungmin-ssi sambil mengedipkan matanya beberapa kali dengan imutnya. Oh, jika dia terus seperti itu, aku rasa Kangin hyung jelas-jelas akan terperangkap dalam jerat cinta Sungmin-ssi. Eh?! Aku bicara apa sih?! Sudahlah. Sekarang aku sedang menunggu reaksi dari Kyuhyun-ssi yang sepertinya menjadi salah tingkah dan kelagapan karena pertanyaan Sungmin-ssi. Aku tertawa dalam hati karena situasi ini menjadi semakin menarik.

“Um.. itu..” Lihatlah wajahnya yang kebingungan itu. Ayo manis, apa jawabanmu? EH?!! Tadi aku bilang Kyuhyun-ssi apa?

Kring!!

Ponsel Sungmin berdering dengan keras membuat kami berempat sedikit tersentak. Kyuhyun-ssi apalagi, tapi aku melihat gurat kelegaan karena dia tidak perlu menjawab Sungmin-ssi. Aku berdecak kesal dan sedikit kecewa karena Kyuhyun-ssi lepas dari kecanggungan yang menurutku akan sangat lucu.

“Jaejoong eonnie? Ada apa malam begini menghubungiku?” suara Sungmin-ssi membuyarkan lamunanku akan Kyuhyun-ssi. Aku lalu melihat ke arahnya seperti Kangin hyung dan Kyuhyun-ssi.

“Kyunnie? Ya, dia bersamaku sekarang. Memangnya kenapa?”

“…..”

“Baik Kapten. Segera.” Ujar Sungmin-ssi serius. Perkataan terakhirnya tadi menjadi tanda tanya besar di benakku. Kapten? Siapa yang dipanggil sebagai Kapten oleh Sungmin-ssi? Tunggu dulu. Apa sebenarnya pekerjaan Sungmin-ssi dan Kyuhyun-ssi. Sepertinya sejak awal kami bertemu tadi mereka belum menjelaskan kepada aku dan Kangin hyung. Kangin hyung juga sepertinya memikirkan hal yang sama denganku karena raut wajahnya sekarang menunjukkan kebingungan sama denganku.

“Kyuhyun, kita harus pergi. Ada kasus.” Suara datar Sungmin-ssi benar-benar membuatku terkejut. Dia mampu bersikap tenang namun tegas seperti ini. Tapi keterkejutanku hanya sebentar karena aku mulai mengerti sedikit situasi yang aku dan Kangin hyung hadapi sekarang ini. Aku mulai menyadari kala Sungmin-ssi berubah sikap, belum lagi Kyuhyun-ssi yang sepertinya juga serius menanggapi perkataan Sungmin-ssi sejak dia menyebut kata Kapten tadi. Aku sudah bisa menebak apa pekerjaan mereka sejak Sungmin-ssi menyebut kata kasus. Dan, demi Tuhan, aku tidak menduga bahwa situasi ini akan terjadi terhadap aku dan Kangin hyung.

“Kasus? Kasus apa?” tanya Kyuhyun-ssi sambil bersiap untuk pergi. Sepertinya mereka berdua melupakan bahwa aku dan Kangin hyung masih bersama mereka.

“Um.. Maaf Sungmin-ssi. Kau sepertinya terburu-buru. Apa ada masalah?” Kangin hyung memberanikan diri bertanya kepada Sungmin-ssi. Bagus hyung. Dengan pertanyaan itu mungkin aku bisa memastikan apakah dugaanku benar atau tidak dan aku berdoa kepada Tuhan semoga saja dugaanku tidak benar.

“Oh, maafkan aku Kangin-ssi. Aku jadi melupakan kalian. Kami memang terburu-buru karena mendadak ada panggilan darurat dari kantor. Jadi tampaknya aku dan Kyuhyun harus pergi sekarang. Kencan ini kita lanjutkan lain waktu saja ya.” Usul Sungmin-ssi karena dia merasa tidak enak harus pulang lebih dulu dan membatalkan kencan yang baru saja mau dimulai. Tapi bukan itu yang mau aku dengar. Aku mau mendenagr langsung pekerjaan apa yang dilakukan olehnya dan sepertinya Kangin hyung juga ingin tahu karena dia melanjutkan lagi menguak informasi dari Sungmin-ssi.

“Sepertinya masalahnya gawat Sungmin-ssi. Kau sampai menyebut kasus segala.”

“Oh itu. Kami memang ada kasus. Dan sekarang unit kami membutuhkan kami.” Tanggap Sungmon-ssi tanpa curiga sedikit pun. Ayo hyung sedikit lagi.

“Unit? Memangnya kalian bekerja sebagai apa?” tanya Kangin hyung. Ya. Bagus hyung. Pertanyaan itu yang ingin aku dengar. Ayo Sungmin-ssi, jawab dengan jujur. Oh Tuhan semoga dugaanku meleset kali ini. Jujur saja, dugaanku tidak pernah meleset. Oleh karena itu,kakekku sangat menyayangiku dan mati-matian menunjukku sebagai penerus karena bakat yang aku miliki ini. Semua bisnis legal maupun illegal dari keluarga kami berhasil karena campur tangan dariku. Argh! Lupakan dulu masalah itu. Sekarang aku sedang berdoa semoga kali ini Tuhan berbaik hati dan membuat instingku salah. Demi Kangin hyung.

“Kami berdua polisi.” Jawab Sungmin-ssi dengan bangga.

Oh tidak! Aku benci jika dugaanku benar disaat seperti ini. Kenapa tidak sekali saja dugaanku meleset. Tuhan. Aku tahu Kau sangat baik kepadaku, tapi kenapa kali ini Kau tidak mau membantuku dan Kangin hyung. Hhh.. Aku memandang wajah Kangin hyung yang terlihat pucat karena mendengar kata polisi tadi. Bagaimana tidak, wanita yang dia anggap cocok dengannya dan aku yakin Kangin hyung sudah menaruh hati padanya, ternyata seorang polisi. Benar-benar berseberangan dengan kami.

“Baiklah, kami pamit dulu Kangin-ssi. Kau sudah menyimpan nomorku bukan?! Jangan lupa untuk menghubungiku untuk mengatur kencan kita lagi. Selamat malam. Ayo Kyu.” Ajak Sungmin-ssi kepada Kyuhyun-ssi yang wajahnya cemberut karena pertanyaan awalnya tadi belum sempat dijawab oleh Sungmin-ssi karena dipotong oleh Kangin hyung.

Hhh.. Tampaknya bukan hanya Kangin hyung yang harus kecewa karena wanita impiannya ternyata orang yang sama sekali tidak boleh berdekatan dengan kami, tapi aku juga kecewa karena wanita yang pertama kali menarik perhatianku juga ternyata seorang polisi. Tapi, apa aku harus menyerah begitu saja dan membiarkan permainan menarik ini berlalu dariku? Bagaimana ya?

End Siwon P.O.V

TBC

Advertisements