Tags

, , , , ,

Title : Why I’m Falling In Love With A Yakuza 3

Pairing :  Wonkyu, Kangmin, Yunjae

Disclaimer : All casts are belong to their self and God

Warning : Un-betaed, GS, Attempt Humor, Lots of Swearing, OOC, AU

Summary : I’m on the good side, he’s on the bad side. So is it wrong to love him? Let’s found out.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

“Sepertinya masalahnya gawat Sungmin-ssi. Kau sampai menyebut kasus segala.”

“Oh itu. Kami memang ada kasus. Dan sekarang unit kami membutuhkan kami.” Tanggap Sungmon-ssi tanpa curiga sedikit pun. Ayo hyung sedikit lagi.

“Unit? Memangnya kalian bekerja sebagai apa?” tanya Kangin hyung. Ya. Bagus hyung. Pertanyaan itu yang ingin aku dengar. Ayo Sungmin-ssi, jawab dengan jujur. Oh Tuhan semoga dugaanku meleset kali ini. Jujur saja, dugaanku tidak pernah meleset. Oleh karena itu,kakekku sangat menyayangiku dan mati-matian menunjukku sebagai penerus karena bakat yang aku miliki ini. Semua bisnis legal maupun illegal dari keluarga kami berhasil karena campur tangan dariku. Argh! Lupakan dulu masalah itu. Sekarang aku sedang berdoa semoga kali ini Tuhan berbaik hati dan membuat instingku salah. Demi Kangin hyung.

“Kami berdua polisi.” Jawab Sungmin-ssi dengan bangga.

Oh tidak! Aku benci jika dugaanku benar disaat seperti ini. Kenapa tidak sekali saja dugaanku meleset. Tuhan. Aku tahu Kau sangat baik kepadaku, tapi kenapa kali ini Kau tidak mau membantuku dan Kangin hyung. Hhh.. Aku memandang wajah Kangin hyung yang terlihat pucat karena mendengar kata polisi tadi. Bagaimana tidak, wanita yang dia anggap cocok dengannya dan aku yakin Kangin hyung sudah menaruh hati padanya, ternyata seorang polisi. Benar-benar berseberangan dengan kami.

“Baiklah, kami pamit dulu Kangin-ssi. Kau sudah menyimpan nomorku bukan?! Jangan lupa untuk menghubungiku untuk mengatur kencan kita lagi. Selamat malam. Ayo Kyu.” Ajak Sungmin-ssi kepada Kyuhyun-ssi yang wajahnya cemberut karena pertanyaan awalnya tadi belum sempat dijawab oleh Sungmin-ssi karena dipotong oleh Kangin hyung.

Hhh.. Tampaknya bukan hanya Kangin hyung yang harus kecewa karena wanita impiannya ternyata orang yang sama sekali tidak boleh berdekatan dengan kami, tapi aku juga kecewa karena wanita yang pertama kali menarik perhatianku juga ternyata seorang polisi. Tapi, apa aku harus menyerah begitu saja dan membiarkan permainan menarik ini berlalu dariku? Bagaimana ya?

( 。・_・。)(。・_・。 )

Kantor Polisi

Kyuhyun memutar lehernya yang kaku karena lelah seharian mengusut dan melakukan penangkapan terhadap pelaku kasus yang membuat dirinya dan Sungmin harus segara pergi dari festival malam. Kasus yang dengan cepat selesai berkat daya analisa Jaejoong dan kerjasama timnya tersebut merupakan kasus pembunuhan yang melibatkan perang antar kelompok yakuza. Pelaku dari pembunuhan itu sudah tertangkap tadi siang setelah Kyuhyun dan timnya menyusuri lokasi persembunyiannya dan langsung menyergapnya ketika sang tersangka sedang melakukan pesta narkoba disana.

Kyuhyun meniup poni yang sedikit menutupi pandangan matanya sambil melepaskan sedikit rasa penat yang terus menderanya. Kasus kali ini cukup rumit meski bisa diselesaikan dengan baik. Mungkin kesulitan kali ini adalah karena korban dari pembunuhan ini adalah anggota dari kelompok yakuza Ohara yang mempunyai pengaruh cukup besar di dunia hitam. Bisa dibayangkan jika kepolisian tidak mampu menyelesaikan kasus ini dan menemukan pelakunya, akan terjadi hal yang mungkin menyulitkan dan berbahaya bagi kepolisian daerah selatan ini.

Hanya saja, menurut Kyuhyun seharusnya pihak polisi tidak perlu takut kepada keluarga Ohara. Sebesar apapun pengaruh mereka, yakuza tetap yakuza. Jika mereka melakukan kejahatan sudah seharusnya mereka dihukum. Pemikiran yang cukup lurus walau kenyataannya Kyuhyun harus menelan mentah-mentah jika ada pemikirannya itu jika sudah berurusan dengan kelompok Ohara tersebut. Kyuhyun yakin bahwa kasus ini tidak sepenuhnya menjadi kesalahan di pelaku. Kyuhyun menemukan beberapa indikasi bahwa ada sedikit campur tangan kelompok Ohara yang menyebabkan si pelaku harus mengambil tindakan membunuh anggota kelompok mereka, akan tetapi indikasi itu tidak bisa dijadikan bukti karean lihainya mereka menutupi campurt tangan mereka tersebut.

Kelompok Ohara memang cerdik dan itu diakui oleh Kyuhyun. Setiap tindak laku mereka selalu dilakukan dengan rapi sehingga tidak melanggar hukum. Kalaupun ada beberapa kegiatan illegal yang terdeteksi oleh polisi, kelompok Ohara akan langsung membereskan dengan membiarkan orang tersebut menjalani proses hukum. Anehnya, setiap kelompok Ohara yang tertangkap, tidak ada satu pun yang membuka mulut untuk membongkar kedok kelompok Ohara. Hal itu terkadang menimbulkan kegeraman dari Kyuhyun. Unit mereka selalu gagal dalam mengungkap kejahatan yang dilakukan kelompok Ohara. Bahkan kakak iparnya sendiri, Jaejoong, tidak bisa melakukan apa-apa jika ada kasus yang berkaitan dengan kelompok Ohara karena seperti yang dijelaskan tadi, pekerjaan mereka sangat rapi.

Kyuhyun menghela nafas panjang sebelum akhirnya membereskan berkas-berkas kasus yang sudah selesai itu. Hari ini Kyuhyun memutuskan untuk segera pulang walau tadi dia sempat menyetujui akan pergi bersama Sungmin. Dia terlalu lelah saat ini untuk melakukan apapun. Kyuhyun menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, memastikan Sungmin tidak terlihat dimana pun. Yakin Sungmin sedang tidak berada di sekitarnya, Kyuhyun segera berlari meningggalkan mejanya menuju pintu keluar. Kyuhyun tidak mau memikirkan konsekuensinya yang mungkin dia hadapi besok karena meninggalkan Sungmin dan tidak jadi pergi dengannya.

Kyuhyun menghembuskan nafas lega kala dia berhasil keluar dari kantor tanpa terdeteksi oleh siapa pun khususnya Sungmin. Dengan langkah ringan, Kyuhyun berjalan menuruni tangga menuju mobilnya yang terparkir di pelataran parkir kantor polisi. Sesampainya Kyuhyun di mobilnya, dia bergegas mengambil kunci mobil dari tasnya. Dia baru saja hendak membuka pintu mobil tersebut, tiba-tiba ada satu tangan yang memegang bahunya. Secara reflek, Kyuhyun memegang tangan itu dengan erat lalu menggunakan satu tangannya lagi untuk memegang lengan si pengganggu kemudian dengan segenap kekuatannya membanting tubuh orang tersebut.

“Siapa kau?!” teriak Kyuhyun. Kyuhyun menyipitkan matanya untuk mengenali siapa yang berani menyerangnya dari belakang. Dan betapa terkejutnya Kyuhyun ketika dia mengenali wajah si penyerang itu.

“Siwon-ssi!! Sedang apa kau disini?!” seru Kyuhyun masih memegang tangan Siwon dengan erat. Sementara itu Siwon yang sekali lagi tidak menyangka bahwa dia akan dibanting untuk kedua kalinya oleh Kyuhyun hanya meringis kesakitan dan mencoba berdiri. Kyuhyun yang melihat itu, langsung membantunya.

“Kenapa kau mengendap-endap di belakangku sih?!” protes Kyuhyun. Kyuhyun tidak mengerti kenapa lelaki yang baru dia temui dua hari yang lalu bisa berada disini sekarang. Seingat Kyuhyun, Sungmin belum membuat janji kencan lagi dengan Kangin. Dan seandainya Sungmin telah membuat janji sekali pun, Kyuhyun belum tentu mau menemaninya lagi. Jadi sebenarnya tidak ada alasan kenapa sekarang Siwon ada di tempat ini dan mengejutkannya seperti tadi.

“Siapa yang mengendap-endap hah?! Aku hanya memegang bahumu. Kenapa kau langsung membantingku lagi? Aww! Sakit sekali.” Ujar Siwon sedikit berakting. Sebenarnya pria itu sudah tidak merasakan kesakitan seperti awal dia dibanting. Dia pernah merasakan yang lebih buruk dari itu. Hanya saja, dia ingin membuat Kyuhyun merasa bersalah karena sudah sembarangan membantingnya tanpa sebab.

“Memang sakit sekali?” tanya Kyuhyun ragu. Kyuhyun tidak mau terdengar bahwa dia mengkhawatirkan Siwon dan juga tidak mau mengaku kalau dia sedikit merasa bersalah telah membanting Siwon.

“Tentu saja sakit. Lalu bagaimana pertanggung jawabanmu? Aduh!” jawab Siwon masih pura-pura meringis namun terselip sebuah seringai ketika dia melirik ke arah Kyuhyun yang sekarang tidak mau menatap mata Siwon. Kyuhyun menundukkan kepalanya dan mengarahkan pandangannya ke samping.

“Kalau memang sakit sekali, ayo ke rumah sakit.” Ajak Kyuhyun sambil mengembungkan pipinya karena kesal. Kesal karena harus mau tak mau dia harus bertanggung jawab atas perilakunya terhadap Siwon. Kyuhyun sangat tidak mau berurusan lagi dengan pria di depannya karena setiap berada bersama Siwon, Kyuhyun selalu merasa aneh dan tidak nyaman. Kyuhyun tidak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya dengan pria mana pun.

“Tidak mau. Aku benci rumah sakit.” Kilah Siwon sengaja membuat Kyuhyun jengkel dan benar saja sekarang Kyuhyun sudah mengembungkan pipinya lagi. Siwon memperhatikan wanita galak di depannya itu dengan senyum penuh kemenangan.

“Lalu kau mau kemana untuk mengobati rasa sakitmu itu?” tanya Kyuhyun ketus. Kyuhyun tidak sanggup lagi jika harus berlama-lama dengan Siwon yang menurutnya sangat menyebalkan. Bagi Kyuhyun, manusia bernama Siwon itu sungguh menguji kesabarannya. Melihat Kyuhyun sudah tidak sabar menghadapinya, Siwon merasa ini saatnya melancarkan rencana yang sudah dia susun sebelum dia datang ke tempat ini. Siwon memang memiliki maksud lain selain ingin bertemu dengan Kyuhyun.

Sejak dia tahu profesi Kyuhyun yang sebenarnya, Siwon bukannya mundur atau takut jika nanti ketahuan kalau dia itu seorang yakuza. Pria tinggi itu justru merasa semakin tertantang untuk bisa mendapatkan hati wanita keras bermulut pedas ini. Siwon yang selama dua hari tidak bisa tidur gara-gara memikirkan Kyuhyun terus, akhirnya mengalah dengan hatinya dan mengakui bahwa dia tertarik dan menyukai Kyuhyun. Karena itulah, Siwon sekarang memberanikan dirinya masuk ke dalam mulut singa hanya untuk menemui Kyuhyun.

“Tidak perlu kemana-mana Kyuhyun-ssi. Paling sebentar lagi sakitnya berkurang.” Sahut Siwon memasang senyumnya yang selalu membuat takluk setiap wanita yang melihatnya, tapi sayang tidak berlaku untuk Kyuhyun. Kyuhyun justru memandang Siwon dengan mata penuh kecurigaan dan semenit kemudian, Kyuhyun berbalik sambil mengibaskan tangannya, mengusir Siwon.

“Kalau begitu aku mau pulang. Selamat malam Siwon-ssi.” Ucapnya sambil membuka mobilnya. Belum sempat tangan Kyuhyun membuka gagang pintu mobilnya, tangan besar Siwon sudah mendahului dengan menekan pintu mobil tersebut agar tidak terbuka.

“Eh tunggu dulu. Kau tetap harus bertanggung jawab Kyuhyun-ssi.” Sahut Siwon masih dengan senyum gentlemen miliknya itu.

“Apa?! Aku tidak mau.” Tolak Kyuhyun langsung. Kyuhyun kesal dengan sikap Siwon yang kelihatan jelas mengganggunya. Dia mencoba menggeser tangan Siwon dari pintu mobilnya, namun tidak berhasil. Siwon terlalu kuat untuk Kyuhyun. Kyuhyun mendelikan matanya kepada Siwon, mencoba menbuat pria itu gentar dengan tatapan tajamnya, akan tetapi, mana bisa tatapan yang menurut Siwon justru membuatnya semakin jatuh hati itu bisa menakutinya. Yang ada justru Siwon ingin mencubit pipi gembil Kyuhyun. Dengan masih memasang senyum berlesung pipinya, Siwon memanas-manasi Kyuhyun dengan sindiran atas profesinya sebagai seorang polisi.

“Oh. Jadi begitu sikap seorang polisi. Sudah berbuat salah tapi tidak mau mengakui kesalahannya dan mencoba memperbaiki kesalahan itu. Tampaknya aku jadi sulit mempercayai polisi jika sikap mereka sama sepertimu Kyuhyun-ssi.” Sahutnya. Kyuhyun membuka mulutnya terkejut karena Siwon berkata demikian. Dengan menahan kesal, Kyuhyun akhirnya mengalah juga. Dia tidak lagi mencoba menggeser tangan Siwon. Sekarang wanita manis itu, melipat kedua lengannya di depan dadanya dan berpose seakan menantang Siwon.

“Oke fine! Apa maumu?! Kuperingatkan ya Siwon-ssi, jika kau macam-macam, aku akan melakukan lebih dari sekedar membantingmu.” Ancamnya. Siwon hanya terkekeh lalu sedikit memindahkan tubuhnya dari pintu mobil Kyuhyun dan memposisikan dirinya agar berhadapan langsung dengan Kyuhyun.

“Tenang saja Kyuhyun-ssi. Aku pria yang tahu bagaiman bersikap.” Ujar Siwon tenang.

“Lalu apa maumu? Cepatlah! Aku lelah sekali hari ini. Aku ingin segera pulang.” ucap Kyuhyun tidak sabaran. Kelelahan dan sekarang dihadapkan dengan seseorang yang sangat menyebalkan seperti Siwon jelas membuat Kyuhyun semakin gusar dan pemarah. Siwon yang melihat Kyuhyun seperti itu semakin melebarkan senyumnya. Baginya kemarahan Kyuhyun adalah kesenangan pribadinya karena segala mimik lucu akan muncul saat wanita ini marah seperti sekarang. Hidungnya kembang kempis, alisnya ditautkan jadi satu, pipinya mengembung, mulutnya mengerucut maju, dan tatapan matanya jadi terfokus hanya pada dirinya. Hal terakhir yang paling Siwon suka, pandangan Kyuhyun hanya tertuju padanya.

“Oke, karena kau sudah membantingku dua kali, jadi kau harus menuruti dua keinginanku.” Ucap Siwon layaknya pedagang yang sedang melakukan negosiasi dengan pembelinya.

“Hei! Kenapa harus dua?!” protes Kyuhyun lagi.

“Kau itu sudah dua kali membantingku Kyuhyun-ssi, jadi adil kalau aku meminta sesuatu darimu sebanyak dua kali. Bukankah keadilan itu motto kepolisian ya?” sekali lagi Siwon menggunakan profesi Kyuhyun sebagai tamengnya agar Kyuhyun mau mengikuti kata-katanya dan menyaksikan Kyuhyun hanya membuang muka dan diam, Siwon tahu dia sudah memegang kelemahan wanita galak ini.

“Aku tahu kau pasti sepaham denganku. Nah, keinginan pertamaku itu sangat sederhana. Kau hanya perlu memanggilku dengan oppa dan aku memanggilmu dengan baby.” Sahut Siwon tanpa ada rasa takut sedikit pun. Siwon sudah bisa membayangkan seperti apa reaksi Kyuhyun, dan sekali lagi dugaannya tepat. Kyuhyun terlihat ingin membunuhnya sekarang juga.

“APA!!” teriak Kyuhyun keras sekali, menyebabkan beberapa petugas melihat kearah mereka berdua. Siwon tidak perduli, dia bahkan mencondongkan badannya ke arah Kyuhyun sambil menggerakan jari telunjuknya ke kanan dan ke kiri.

“Ck..ck..ck.. Jangan teriak-teriak baby. Nanti tenggorokanmu sakit.” Goda Siwon dengan memakai sebutan baby terhadap Kyuhyun. Kyuhyun yang kesabarannya sudah habis hanya bisa berteriak sekali lagi.

“YAH!!”

“Aduh baby, dibilang jangan teriak-teriak. Telingaku sakit tahu.” Keluh Siwon sambil mengulik jari kelingkingnya di telinganya. Kyuhyun masih tidak percaya dengan pendengarannya dan pengelihatannya sekarang. Siwon benar-benar mebuat wanita yang terkenal tidak pernah kehilangan akal untuk membalas seseorang dengan kata-kata itu menjadi tergagap karena keinginan Siwon.

“Ta..tapi.. Kenapa aku harus memanggilmu begitu? Ki.. kita baru berkenalan dua hari yang lalu. Kau sudah gila ya?!” seru Kyuhyun lagi setelah menguasai dirinya dari keterkejutannya dan kegagapannya.

Maybe.” Ucap Siwon pelan sambil memasang seringainya yang justru membuatnya semakin tampan. Kyuhyun mundur beberapa langkah ketika dia melihat seringai Siwon. Baginya seringai itu seperti seringai seorang psikopat mesun yang siap menerjang Kyuhyun saat itu juga. Kyuhyun tak pernah sekalipun takut dengan orang lain. Ya, kecuali kakaknya. Mungkin Jaejoong juga. Dan tentu saja Sungmin. Kyuhyun menggelengkan kepalanya, mencoba menghilangkan suara-suara yang ada dikepala. Dia berpikir bahwa dia harus mawas diri dengan pria di depannya ini.

No, not maybe, I am crazy about you.” Ungkap Siwon semakin melebarkan seringainya.

“HAH!!” teriak Kyuhyun, berharap dia salah dengar. Namun Kyuhyun seharusnya tahu harapannya selalu pupus jika berurusan dengan hal-hal semacam ini.

“Aish baby, sudah aku bilang jangan teriak-teriak. Jika kau masih berteriak, aku akan menciummu.” Goda Siwon yang langsung ditanggapi dengan Kyuhyun yang membekap mulutnya sendiri dan semakin menjauh dari Siwon.

“Ahahaha.. Kau lucu sekali baby.” Tawa Siwon menggeman di parkiran itu membuat beberapa polisi yang baru saja datang dari patrolinya kembali melihat heran ke arah Kyuhyun dan Siwon. Kyuhyun tidak memperdulikan tawa Siwon, yang ada dibenaknya sekarang adalah Siwon yang baru saja mengaku bahwa dia,

“Kau benar-benar sudah gila rupanya. Apa tadi kau baru saja mengakui bahwa kau..” ucap Kyuhyun lantang menyuarakan isi hatinya itu.

Yes baby. I like you dan karena itu juga, maka permintaan keduaku adalah kau menjadi kekasihku.” Kata Siwon tegas. Terlihat sekali keseriusan Siwon dengan ucapannya itu dari caranya menatap Kyuhyun. Kyuhyun sendiri terllau shok kala Siwon membenarkan dugaannya. Wanita manis itu hanya menatap Siwon tidak percaya dengan sedikit membuka mulutnya.

“Kenapa kau tidak jadi teriak baby? Padahal aku sudah siap mau menciummu.” Sahut Siwon lagi yang langsung membuat Kyuhyun sadar bahwa dia masih berhadapan dengan pria tampan itu. Kyuhyun, setelah mengusai dirinya sekali lagi, memutar matanya malas lalu kembali mencoba membuka pintu mobilnya walau sekali lagi dengan sigap Siwon menahan pintu itu agar tidak terbuka. Kyuhyun berdecak kesal lalu dengan tampang galaknya dia menatap intens Siwon.

“Aku benar-benar tidak tahu apa yang ada di otakmu sekarang Siwon-ssi, tapi aku jelas tidak mau menuruti semua keinginanmu tadi. Terserah kau mau percaya dengan polisi atau tidak. Aku tidak perduli. Sekarang menjauhlah dariku.” Perintahnya dan berusaha membuka pintu mobilnya sekali lagi. Namun sepertinya Kyuhyun harus mau bersabar untuk bisa masuk ke mobilnya karena tidak beberapa lama Siwon dengan santainya menarik tangan Kyuhyun dan mendekap tubuh Kyuhyun yang lebih pendek beberapa senti darinya itu. Siwon merengkuh bahu dan pinggang Kyuhyun dengan erat. Sedangkan Kyuhyun yang kedua tangan terlepas, berusaha mendorong dada Siwon, menarik pakaian Siwon bahkan memukul-mukul punggung Siwon agar pria kekar tersebut mau melepaskannya.

“Hei! Lepaskan aku! Lepas!” pekik Kyuhyun marah. Dia kesal dengan tindakan kurang ajar Siwon yang sembarangan memeluknya. Tapi sebenarnya Kyuhyun lebih kesal dengan rekan sesama polisi yang melihatnya dipeluk oleh orang lain namun dengan santainya melenggang pergi sambil tersenyum-senyum sendiri.

“Tidak akan aku lepas sampai kau mau mengikuti keinginanku.” Ujar Siwon sambil semakin mengeratkan pelukannya. Kyuhyun baru sadar jika kekuatan Siwon melebihi dirinya. Kyuhyun semakin takut pria ini akan mencelakainya.

“Lepas! Jangan membuatku bertindak kasar Siwon-ssi. Lepas!” pekik Kyuhyun mulai panik. Siwon hanya tertawa melihat raut wajah Kyuhyun yang ketakutan dan panik. Siwon bahkan sempat-sempatnya merenggangkan lengan yang ada di bahu Kyuhyun untuk mencubit pipi gembil milik wanita pencinta game itu.

“Kau lucu sekali baby. Akan aku lepaskan asal kau bilang kau setuju dengan semua keinginanku.” Kyuhyun baru saja akan berteriak memaki pria ini dan meminta tolong, mempermalukan dirinya sendiri karena dia jarang minta tolong kepada orang lain, ketika satu suara menyelamatkannya dari kemesuman Siwon.

“Permisi tuan muda, Kangin-san meminta anda untuk segera menyusulnya di restoran biasa.” Ucap salah seorang anak buah Siwon dengan gugup. Sepertinya dia tahu dari sikap dan raut wajah Siwon yang tidak suka dirinya menggangu waktunya dengan Kyuhyun.

“Ck.. Tak lihatlah kau kalau aku sedang bersama kekasihku?!” hardik Siwon keras dan dengan percaya dirinya mengakui bahwa Kyuhyun adalah kekasihnya. Kyuhyun yang mendengar hal itu ingin sekali memukul Siwon bahkan membantingnya sekali lagi jika tidak karena dekapan Siwon yang susah sekali untuk dilepaskan.

“Tapi anda sudah ditunggu dari tadi oleh Kangin-san. Lagipula tempat ini berbahaya untuk kita, tuan muda.” Kelit anak buah tersebut, membuat Siwon bertambah kesal. Dengan nada rendah yang mengintimidasi, Siwon berusaha membuat anak buahnya tersebut pergi.

“Kau pergilah dulu, nanti aku susul.” Perintah Siwon yang tidak bisa terbantahkan. Akan tetapi sang anak buah yang juga mendapat mandat dari Kangin dan masih sayang dengan nyawanya jika tidak mengikuti perintah Kangin, berupaya membujuk Siwon agar mau segera pergi.

“Tapi tuan muda..”

“Pergi.” Satu kata itu dan raut wajah serius yang ditampakkan oleh Siwon ternyata lebih mengerikan daripada perintah Kangin. Dengan tergesa-gesa, sang anak buah membungkuk lalu berlari meninggalkan Siwon dan Kyuhyun. Sepeninggalan sang anak buah yang cukup ketakutan itu, Siwon kembali menatap Kyuhyun dan memberikan wanita tangguh itu senyum paling memikatnya. Memikat dengan dua lesung pipi yang dalam di masing-masing pipi dari si penerus keluarga yakuza itu.

Semua wanita pasti akan langsung jatuh ke pelukannya jika diberikan senyum itu. Semua wanita kecuali Kyuhyun yang justru semakin risih dengan senyum itu. Senyum yang menurutnya memiliki maksud mesum dari si empunya. Kyuhyun bermaksud untuk kembali melancarkan aksi minta tolongnya yang sempat tertunda sampai dia menyadari sesuatu. Melupakan bahwa dia masih di pelukan Siwon, dengan santai Kyuhyun menusuk pipi Siwon, lebih tepatnya salah satu lesung pipinya dan bertanya,

“Tuan muda?” Kyuhyun menanyakan ini sambil memiringkan sedikit kepalanya dan memberikan tatapan penuh tanda tanya yang membuat mata bulatnya membesar dengan imut. Siwon semakin gemas dengan sikap imut Kyuhyun yang Kyuhyun sendiri tidak sadari. Dengan sedikit menyentil hidung Kyuhyun, Siwon memberikan jawaban atas pertanyaan Kyuhyun tadi.

“Oh ya aku lupa waktu itu aku hanya memperkenalkan namaku saja. Kenalkan sekali lagi Kyuhyun-ssi. Choi Siwon, penerus kelompok Ohara.” Jawab Siwon yang tentu saja membuat Siwon harus menutup kedua telinganya karena Kyuhyun berteriak,

“APA!!”

30 Menit Kemudian – Restoran Akeboshi

“Sial! Tinjunya keras juga! Aww.” Rintih Siwon sambil memegangi pipi kirinya yang lebam. Jangan ditanya karena apa dan siapa. Sudah pasti karena tinju Kyuhyun yang dengan telak mendarat di pipi kirinya ketika dia berhasil melepaskan diri dari Siwon dan juga karena mendengar fakta bahwa Siwon adalah seorang yakuza.

“Ya ampun! Wajahmu kenapa tuan muda?!!” tanya seorang anak buah yang kebetulan ditugaskan Kangin untuk menunggu kedatangan Siwon. Siwon hanya mengibaskan tangannya tak perduli.

“Tidak apa-apa. Mana Kangin hyung?” tanyanya langsung.

“Aniki ada di dalam restoran tuan muda, di tempat biasanya.” Jelas si anak buah dan langsung mengantar Siwon ke tempat Kangin berada. Begitu mereka sampai dan Kangin melihat Siwon, dia langsung mengisyaratkan Siwon untuk bergabung dengannya dan tamunya sekarang. Siwon berjalan perlahan menuju meja tempat Kangin dan tamunya berada dan mengambil tempat duduk di samping Kangin. Saat Siwon duduklah Kangin baru menyadari bahwa ada lebam di wajah tampan pria yang sudah dianggap seperti adiknya itu.

“Wajahmu kenapa Siwon?” tanya Kangin sambil memegang pipi kiri Siwon, membuat pria tampan itu meringis kesakitan lagi.

“Tidak apa-apa hyung, tadi aku menabrak dinding.” Bohong Siwon. Dia tidak mau ditertawakan oleh Kangin jika dia tahu lebam ini dia dapatkan dari tinju seorang wanita.

“Menabrak dinding?” tanya Kangin curiga. Kangin sebagai seorang yang dekat dengan Siwon pasti bisa menyadari tingkah aneh Siwon dan kalau dia berbohong. Kangin berusaha mencari tahu yang sebenarnya tapi kelihatan sekali kalau Siwon tidak mau membicarakannya.

“Sudahlah hyung. Bukan hal penting.” Kangin menghela nafas panjang. Kangin terkadang tidak mengerti apa yang ada dalam benak Siwon. Kadang Siwon terbuka dengannya tapi kadang Siwon suka menutupi sesuatu di belakangnya walau pada akhirnya Kangin akan tahu juga. Untuk kali ini, Kangin akan menunggu sampai Siwon mau menceritakannya atau sampai dia punya waktu untuk menyelidiki darimana lebam itu. Kangin tidak mungkin berpangku tangan jika calon pemimpinnya terluka seperti itu.

“Ya sudah.”

“Terus hyung memanggilku kesini untuk apa?”

“Oh itu, Hyung ingin mengenalkanmu dengan tamu hyung. Kenalkan Siwon beliau adalah Jung Yunho. Pebisnis dari Korea yang sudah berhasil di Jepang. Kita akan melakukan kerjasama dengan perusahaannya. Tuan besar ingin agar kau yang menangani kerjasama ini dengannya. Kau bisa belajar banyak dari Yunho-ssi.” Jelas Kangin bersemangat.

Siwon menatap Kangin sedikit heran. Menurutnya, tidak seperti biasanya Kangin bersemangat seperti ini. Siwon mengalihkan pandangannya menatap pria dengan wajah kecil namun tampan tersebut dengan sedikit menyeringai walau ada sorot ketakjuban di mata Siwon karena pria dengan nama Jung Yunho ini mampu membuat Kangin yang biasanya datar saat berurusan dengan bisnis semacam ini, bisa seantusias sekarang. Dengan sedikit membungkuk Siwon memperkenalkan dirinya.

“Kenalkan, Choi Siwon. Sepertinya anda lebih tua dari saya Jung Yunho-ssi. Jika boleh, saya ingin memanggil anda hyung saja. Saya tidak suka formalitas yang berlebihan.” Ucap Siwon masih dengan seringainya. Maksud Siwon ingin sedikit mengintimidasi pria dihadapannya sekarang ini, namun Siwon cukup terpana kala dengan santainya Yunho memberikan senyum yang lebar kepada Siwon tanpa ada rasa takut sedikit pun.

“Tentu saja. Dan sebagai gantinya, boleh saya memanggil anda Siwon?” tanya Yunho yang dijawab dengan anggukan oleh Siwon. Setelah acara perkenalan itu, ketiganya langsung duduk dan membahas tentang bisnis mereka. Mereka cukup intens membahas semua kemungkinan kerjasama dan keuntungan untuk kedua belah pihak dengan kerjasama mereka. Mereka terus berdiskusi sampai suara dering dari ponsel Yunho menginterupsi mereka.

Kring!!

Yunho segera mengambil ponselnya dan meminta izin untuk dapat menjawab panggilan itu.

“Maafkan saya. Permisi sebentar.” Siwon dan Kangin hanya mengangguk dan kembali dengan percakapan mereka sendiri sementara Yunho menjawab panggilan tersebur.

“Yoboseyo.” Sahut Yunho ketika dia sudah menempelkan ponselnya di telinga kirinya.

“…..”

“Ya Boojae, aku masih bersama dengan rekan kerja baruku.” Sahut Yunho lagi. Sepertinya Yunho menerima telepon dari orang tercintanya, Jaejoong. Senyum Yunho terus melekat di wajah tampannya kala mendengar suara Jaejoong.

“…..”

“Benar sayang, yang akan membantu perusahaanku dengan pengiriman produk ke seluruh penjuru Jepang.” Terang Yunho.

“…..”

“Kyunnie ada di rumah kita? Tumben sekali. Oke. Aku segera pulang. Sudah lama aku tidak bertemu dengannya. Kau terlalu banyak memberinya kasus sehingga dia jarang berkunjung ke rumah kita, sayang.” Yunho begitu antusias saat mendengar nama Kyunnie atau Kyuhyun disebut oleh Jaejoong sehingga dia tidak sadar dia sedikit berteriak. Siwon dan Kangin sempat menoleh, terutama Siwon. Telinganya dengan jelas menangkap nama Kyunnie.

Dia menduga Kyunnie yang disebutkan oleh Yunho ada hubungannya dengan Kyuhyun yang menjadi incarannya. Dan Siwon tidak pernah salah dengan dugaannya. Siwon kembali menyimak pembicaraan Yunho dengan orang yang meneleponnya. Siwon tidak merasa bahwa dia menguping karena jarak Yunho yang tidak terlalu jauh darinya.

“…..”

“Ya Boojae. Oke. Bye.” Yunho memutuskan sambungan teleponnya dan kembali ke arah dimana Siwon dan Kangin berada.

“Mohon maaf Siwon, Kangin-ssi. Tadi itu telepon dari istri saya. Saya harus segera pulang. Adik saya berkunjung ke rumah. Saya sudah lama tidak bertemu dengannya jadi saya mohon pamit.” Ucap Yunho berpamitan. Dia merasa tidak enak karena harus pulang lebih dulu padahal pembicaraan mereka bertiga belum sepenuhnya selesai. Kangin pun merasa masih banyak hal yang harus dituntaskan sebelum Yunho pulang dan dia menyuarakan keberatannya itu.

“Bisakah anda pulang setengah jam lagi? Pembahasan kita belum rampung Yunho-ssi.”

“Saya benar-benar minta maaf. Jika saya tidak pergi sekarang saya bisa tidak dapat taksi.” Jelas Yunho lagi. Dan sekarang dia benar-benar tidak enak dengan Siwon dan Kangin. Yunho merasa tidak professional, tetapi keluarganya tetap menjadi nomor satu baginya. Terlebih lagi adiknya, Kyuhyun akan berkunjung dan Yunho sudah rindu sekali dengan Kyuhyun.

“Taksi? Anda tidak membawa mobil?” tanya Kangin bingung karena pebisnis sukses seperti Yunho tidak membawa mobil sendiri.

“Kebetulan mobil saya sedang di bengkel dan saya tadi buru-buru kemari sehingga saya tidak sempat mengambil mobil saya yang ada dirumah.” Jelas Yunho lagi sambil memamerkan senyum manisnya. Mendengar penjelasan Yunho tersebut, Kangin hanya menghela nafas panjang. Tampaknya memang tidak mungkin untuk menyelesaikan bisnis mereka sekarang.

“Oh begitu. Baiklah. Daerah sekitar sini memang susah untuk mendapatkan taksi. Kita bahas kerjasama kita lain waktu.” Ucap Kangin mengerti situasi Yunho. Dia lalu bangun dari duduknya, bermaksud mengantar Yunho sampai depan restoran. Siwon sendiri juga bangun dari duduknya dan mengikuti kedua pria yang lebih tua darinya itu keluar dari restoran tersebut. Ketika mereka sudah didepan restoran, Kangin memberi perintah kepada salah seorang anak buahnya untuk mencari taksi untuk Yunho. Selama mereka menunggu, Yunho dan Kangin berbincang-bincang.

“Saya akan atur pertemuan kita berikutnya. Sekali lagi saya mohon maaf.” Sahut Yunho kembali meminta maaf yang hanya ditanggapi dengan tepukan ringan dibahunya dari Kangin. Tiba-tiba Siwon yang dari tadi hanya diam, membuka mulutnya dan melontarkan tawarannya.

“Um, hyung. Mau aku antar? Akan lebih cepat jika menggunakan mobilku.” Kangin memandang Siwon dengan pandangan tidak percaya. Dengan santainya Kangin menyuarakan apa yang ada dipikirannya tersebut.

“Kau? Mengantar Yunho-ssi? Sejak kapan kau jadi baik seperti ini?” tanya Kangin polos membuat tanda persegi di kening Siwon. Siwon kesal karena Kangin bisa membuat rencana yang dia susun semenjak dia menduga Yunho ada sangkut paut dengan Kyuhyun, hancur berantakan sebelum sempat dia lakukan.

“Apa sih hyung?! Aku memang selalu baik dengan orang. Bagaimana hyung?” kilah Siwon sekaligus menawarakan lagi bantuannya kepada Yunho. Yunho terlihat menimbang-nimbang tawaran itu.

“Apa tidak merepotkanmu?” tanyanya memastikan bahwa dia tidak mengganggu waktu Siwon.

“Tentu saja tidak. Ayo. Kangin hyung, aku duluan ya.” Jawab Siwon segera dan langsung mengarahkan Yunho untuk ikut dengannya ke mobil audi putih miliknya meninggalkan Kangin yang masih heran dengan perilaku aneh Siwon sejak sampai di restoran tadi.

Kediaman Keluarga Jung

Siwon memarkirkan mobilnya di samping gerbang rumah Yunho. Kedua pria itu langsung keluar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah yang menurut Siwon tidak terlalu besar untuk ukuran pebisnis sukses seperti Yunho. Rumah kakeknya lebih besar dari rumah Yunho.

Yunho yang memang berterima kasih atas tumpangan dari Siwon, mengajak Siwon untuk makan malam di rumahnya. Yunho melupakan bahwa Siwon tadi sudah sempat makan di restoran. Siwon sendiri yang memang menginginkan tawaran itu, dengan cepat menyetujuinya. Dia lalu mengikuti Yunho masuk ke dalam rumah. Namun sebelum dia masuk lebih jauh, Siwon berbalik sebentar dan mengisyaratkan anak buah yang mengikuti dia untuk berjaga di luar saja.

Beberapa menit kemudian Yunho dan Siwon sudah ada dalam rumah Yunho dan mengganti sepatu mereka dengan sandal rumah. Yunho lalu mengajak Siwon ke ruang makan untuk bertemu dengan istri dan adiknya.

“Wah! Banyak sekali makanannya Boo!” seru Yunho yang terperangah melihat begitu banyak makanan yang tersaji di meja makan. Jaejoong sedikit terkejut mendengar suara suaminya itu, menjatuhkan sendok sayur yang sedang di pegangnya.

“Yunnie! Kau mengagetkanku! Kenapa kau tidak memberi salam ketika masuk?!” tegur Jaejoong sambil mengambil sendok sayurnya lalu meletakkannya di tempat cuci piring kemudian menghampiri suaminya tersebut untuk memberikan ciuman selamat datang. Jaejoong belum menyadari kehadiran Siwon sehingga dia santai saja mencium bibir Yunho walau hanya sebentar.

“Eonnie apa kau lihat PSP milikku? Aku lupa menaruhnya dimana?” tanya seseorang yang ternyata adalah Kyuhyun. Dia kelihatan bingung karena kehilangan PSP tercintanya. Kyuhyun juga tidak menyadari bahwa Yunho telah kembali, apalagi menyadari bahwa kakaknya itu membawa tamu bersamanya sampai satu suara yang dikenalnya, yang telah membuatnya meradang karena kesal sejak beberapa jam yang lalu terdengar lagi.

“Hai baby Kyu. Kita bertemu lagi. Rupanya kita jodoh ya.”

“ARGH!!”

TBC

Advertisements