Tags

, , , , ,

Title : Why I’m Falling In Love With A Yakuza 5

Pairing :  Wonkyu, Kangmin, Yunjae

Disclaimer : All casts are belong to their self and God

Warning : Un-betaed, GS, Attempt Humor, Lots of Swearing, OOC, AU

Summary : I’m on the good side, he’s on the bad side. So is it wrong to love him? Let’s found out.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

Sesampainya Siwon dan Kyuhyun di mobil Siwon, Siwon langsung membuka pintu mobilnya sementara Kyuhyun berdiri di depan gerbang rumahnya tak jauh dari mobil Siwon. Walau pintu mobil Siwon sudah terbuka tapi Siwon tidak langsung masuk melainkan dia berbalik ke arah Kyuhyun dan mengisyaratkan dengan jarinya agar Kyuhyun mendekat. Kyuhyun sedikit ragu untuk menghampiri Siwon tetapi tak lama dia mendekat juga. Ketika Kyuhyun sudah berhadapan dengan Siwon, Siwon menarik bahu Kyuhyun lalu memeluk tubuhnya dengan sebelah tangan. Sedangkan satu tangannya lagi membelai rambut ikal Kyuhyun dengan lembut. Kyuhyun terlalu terkejut bukan karena pelukan Siwon melainkan karena belaian lembut dari Siwon. Kyuhyun seperti merasakan kelembutan Yunho saat membelainya penuh dengan kasih sayang.

Tubuh Kyuhyun terpaku dan tidak mampu berbuat apa-apa. Dia membiarkan Siwon terus membelai rambutnya sampai akhirnya Siwon melepaskan sendiri pelukannya. Ada sedikit perasaan kecewa saat Siwon menghentikan belaian lembutnya itu, namun Kyuhyun menepis perasaan itu. Kemudian, dia menatap Siwon yang memandangnya dengan senyum manisnya itu. Tanpa aba-aba, Siwon mendaratkan kecupan di kening Kyuhyun. Sebelum Kyuhyun sempat bertindak, Siwon sudah masuk ke dalam mobilnya.

“Malam baby. Kau masuklah. Aku akan disini sampai kau masuk.” Sahutnya pelan. Kyuhyun menatap Siwon sesaat lalu mengangguk dan berjalan kembali ke gerbang rumahnya. Sebelum Kyuhyun menutup pintu gerbangnya, Kyuhyun masih sempat mendengar Siwon mengucapkan sesuatu.

“Mimpi indah baby. Aku mencintaimu.” Ungkap Siwon. Jantung Kyuhyun berdetak lagi dengan kencang karena ini kali pertama Siwon mengatakan bahwa dia mencintainya. Wajah Kyuhyun memerah dan dengan segera dia langsung menutup pintu gerbang rumahnya itu. Siwon tersenyum karena dia sempat melihat semburat merah di pipi wanita yang dia cintai itu. Siwon sudah tidak takut lagi mengakui bahwa dia mulai mencintai Kyuhyun dan Siwon akan melakukan segala cara agar wanita yang merebut hatinya itu bisa menjadi miliknya seutuhnya.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Pagi di taman itu dimulai dengan langit yang mendung walau belum ada tanda-tanda airmata langit itu akan turun. Saat ini situasi mendung itu mendukung suasana yang ada di taman yang diperuntukkan untuk keluarga tersebut. Hanya saja kali ini bukan keluarga yang memadati taman itu melainkan beberapa polisi, detektif, petugas forensik dan personal lainnya. Pagi di taman itu harus dimulai dengan penyelidikan kasus pembunuhan.

Kyuhyun, Sungmin dan Jaejoong sudah ada di tempat kejadian perkara tersebut sejak tiga puluh menit yang lalu. Mereka berpencar untuk menanyai beberapa saksi mata dan juga beberapa orang yang sempat dicurigai sebagai tersangka. Kurang lebih setengah jam lagi, ketiganya sudah selesai dengan pertanyaan awal kepada setiap saksi mata dan beberapa orang yang dicurigai tadi sebagai tersangka. Mereka semua dibawa ke kantor polisi untuk ditanyai dan diperiksa lebih lanjut.

Jaejoong lebih dulu meninggalkan tempat kejadian karena dia harus mengurus beberapa hal dan juga dia yang akan menanyai semua saksi dan tersangka dengan beberapa orang di timnya. Jaejoong memerintahkan Kyuhyun dan Sungmin untuk menelusuri daerah tersebut untuk menemukan beberapa bukti lagi dan informasi berkenaan dengan kasus ini. Jaejoong mempunyai kecurigaan jika kasus ini ada sangkut pautnya dengan perebutan daerah kekuasaan kelompok yakuza terutama daerah kekuasaan yang dimiliki oleh kelompok Ohara karena korbannya adalah salah satu anak buah kepercayaan dari kelompok yakuza tersebut.

Kyuhyun yang mendengar Jaejoong menyebutkan kelompok Ohara, sedikit risau. Dia khawatir jika Jaejoong tahu kalau dia berinteraksi dengan salah satu anggota keluarga Ohara, bahkan pewaris kelompok tersebut. Namun, Kyuhyun dengan cepat menguasai dirinya. Dengan anggukan kuat dia menuruti perintah Jaejoong dan beranjak pergi dengan Sungmin menunaikan tugas yang diberikan oleh Jaejoong.

Kyuhyun dan Sungmin bersama-sama mengelilingi pemukiman penduduk dan juga daerah sekitar taman. Mereka mendatangi beberapa rumah, restoran, dan juga tempat-tempat yang sekiranya dapat memberikan mereka petunjuk. Sudah sekitar satu jam mereka berkeliling, namun petunjuk yang mereka dapat tidak banyak membantu mereka. Menurut Sungmin beberapa orang yang mereka tanya, terlihat tidak mau memberikan informasi secara gamblang karena ketakutan dengan yakuza. Mereka takut yakuza-yakuza tersebut akan mencelakai mereka.

Kyuhyun dan Sungmin berjalan perlahan sambil menyeruput bubble tea mereka, atas dasar keinginan Kyuhyun yang merasa lelah dengan semua pencarian ini. Kyuhyun juga cukup mengerti kenapa dia yang biasanya paling semangat untuk membongkar sebuah kasus menjadi gampang lelah. Sejak perjanjiannya dengan Siwon di rumah Yunho, Kyuhyun selalu memikirkan Siwon dan itu sudah sebulan yang lalu. Sedangkan Sungmin yang sejak tadi mencuri pandang ke arah Kyuhyun karena cemas dengan keadaan Kyuhyun yang terlihat lain daripada biasanya, tidak mampu berkomentar apa-apa. Dia ingin tahu masalah apa yang sedang menimpa Kyuhyun tapi Sungmin juga ingin Kyuhyun sendiri yang bercerita jika wanita manis itu sudah siap untuk berbagi.

Selagi mereka berjalan menuju mobil patroli mereka, Sungmin melihat seseorang yang dia kenal. Dengan muka yang berbinar-binar, Sungmin berteriak dengan keras nama orang yang beberapa waktu ini tidak sempat dia hubungi dan temui lagi.

“Kangin-ssi!!” Kyuhyun langsung memalingkan wajahnya dari jalanan di depannya ke arah samping ketika Sungmin sudah berlari kecil ke tempat Kangin berada. Kyuhyun menyipitkn matanya untuk melihat apakah benar yang dilihat oleh Sungmin adalah Kangin. Matanya langsung membulat sempurna karena pria tinggi dan kekar itu memang benar Kangin. Melihat Kangin berada disana, Kyuhyun hanya berharap satu hal yaitu tidak ada Siwon bersama dengan Kangin.

“Kyunnie!! Ayo kemari! Ada Kangin-ssi dan juga Siwon-ssi!!” seru Sungmin memanggil Kyuhyun yang berada jauh di belakangnya. Kyuhyun memutar matanya dengan kesal. Dalam hatinya dia berpikir bahwa Tuhan sungguh tidak adil. Mengapa disaat dia sedang enggan bertemu dengan Siwon, pria itu justru muncul di hadapannya. Dengan malas-malasan, Kyuhyun menghampiri mereka.

Begitu sampai, Kyuhyun mengambil tempat di samping Sungmin dan terus memberikan tatapan tajam kepada Siwon seraya mengisyaratkan agar Siwon tidak membuka hubungan mereka terhadap Kangin dan juga Sungmin, terutama Sungmin. Kyuhyun tahu jika rekan kerjanya itu tahu maka Kyuhyun akan habis diberondong pertanyaan dan juga teriakan-teriakan histeris dari Sungmin. Siwon yang melihat kekasihnya itu mendelikkan matanya dengan sempurna hanya menutup mulutnya untuk menahan tawa yang bisa saja keluar dengan sendirinya. Bagi Siwon, Kyuhyun terlihat sangat manis dan imut jika sedang kesal seperti itu.

“Kau kenapa Siwon-ah?” tanya Kangin heran dengan sikap Siwon yang terlihat menahan tawanya. Siwon yang ditanya seperti itu oleh Kangin hanya berdeham beberapa kali lalu mencoba tersenyum tapi dia tidak sanggup lagi menahan tawanya kala sekali lagi Siwon menatap mata bulat kekasihnya itu mendelik dengan sempurna, bahkan terlalu sempurna karena sedikit saja Kyuhyun tidak hati-hati, bisa-bisa bola matanya itu akan keluar.

“Ahahaha.. Oh baby, kau itu lucu sekali. Jangan menatapku seperti itu.”

“Baby?!!” teriak Sungmin dan Kangin bersamaan. Kyuhyun menatap horor terhadap Siwon yang masih saja tertawa sambil memegangi perutnya.

“Siwon!! Kau ini!! Aish!!” sungut Kyuhyun sambil berjalan cepat ke arah Siwon dan langsung memukul belakang kepala pria tinggi itu.

“Aww!! Baby!!” seru Siwon kesakitan namun tidak digubris sama sekali oleh Kyuhyun. Wanita itu justru menarik tangan Siwon dan mengajaknya pergi meninggalkan Sungmin dan Kangin.

“Ikut aku. Sekarang.” Keduanya lalu pergi begitu saja, tak menghiraukan sama sekali panggilan Sungmin dan Kangin yang jelas menginginkan penjelasan dari mereka berdua.

Kyuhyun menarik tangan Siwon sampai ke sebuah gang buntu di sekitar daerah perumahan itu. Kyuhyun terus memegang lengan Siwon sambil menoleh ke kanan dan ke kiri, memastikan Sungmin tidak mengikuti dirinya. Kyuhyun mengangguk senang karena dia yakin ketika tidak ada tanda-tanda Sungmin di belakangnya lalu dengan cepat Kyuhyun berbalik menghadap Siwon, melepaskan genggaman tangannya di tangan Siwon, dan tanpa peringatan sama sekali langsung menendang tulang kering di kaki Siwon.

Siwon tentu saja berteriak kesakitan dan berjingkat kecil karena Kyuhyun menendangnya keras sekali, tapi sebentar kemudian Siwon sudah berdiri tegak lagi walau wajah tampannya masih meringis kesakitan. Kyuhyun yang melihat Siwon sudah baik-baik saja, langsung memasang tampang cemberut dan bergerak mendekati Siwon. Kali ini tinjunya sudah siap melayang ke rahang Siwon, tetapi Siwon lebih cepat. Dengan sigap ditangkisnya tangan Kyuhyun lalu dalam hitungan detik Siwon sudah meraih tangan itu, memutarnya ke belakang sehingga membuat Kyuhyun terpaksa membalikkan tubuhnya, lalu satu tangan Siwon yang bebas merengkuh pinggang Kyuhyun dan menariknya hingga kini punggung Kyuhyun bersandar di dada Siwon.

“Kau wangi sekali sayang.” Bisik Siwon sambil menghirup aroma tubuh Kyuhyun dari perpotongan leher dan bahunya. Kyuhyun memberontak untuk melepaskan diri namun tenaga Siwon lebih kuat dan kuncian Siwon di tangannya membuat Kyuhyun tidak bisa bergerak sama sekali. Kyuhyun sekarang hanya bisa pasrah dengan dekapan Siwon meski Kyuhyun tidak nyaman karena perlakuan Siwon ketika menghirup aroma tubuhnya yang bagi wanita manis itu terlalu intim. Kyuhyun sedikit kegelian ketika rambut tipis didagu Siwon akibat belum dicukur menyentuh lehernya.

“Bisa kau lepaskan aku? Aku janji tidak akan memukulmu lagi.” Ujar Kyuhyun tidak mau berlama-lama dalam keadaan seperti ini. Kyuhyun tahu bahwa percuma saja berargumen dengan pria yakuza keras kepala ini. Kyuhyun pasti kalah, maka dari itu Kyuhyun akan mencoba cara halus, meski dalam hati Kyuhyun sama sekali tidak rela mengalah dengan Siwon. Akan tetapi sekarang dia harus mau memendam egonya agar bisa lepas dari Siwon.

Kyuhyun bukannya khawatir jika saja Siwon mencelakainya karena entah darimana Kyuhyun tahu Siwon tidak akan menyakitinya. Kyuhyun ingin sekali cepat-cepat lepas dari Siwon karena dia tidak ingin Siwon merasakan debaran jantungnya ketika mereka berdekatan seperti sekarang. Kyuhyun berpikir jika dia terlalu sering berdekatan dengan Siwon bagaimana dia bisa melupakan perasaannya saat bersama Siwon ketika pria itu memluk dan mencium keningnya di depan rumah Yunho. Perasaan hangat dan terlindungi oleh seseorang. Kyuhyun masih bersikeras tidak mau mengakui bahwa dia memiliki perasaan lain terhadap Siwon walau Kyuhyun menyadari bahwa usahanya tidak juga membuahkan hasil. Sebulan belakang ini pikiran Kyuhyun selalu tertuju kepada Siwon dan hal itu membuatnya gila.

“Wah, tumben kau tidak melawan baby. Kau mulai menyukaiku ya?” tanya Siwon masih dengan berbisik. Pertanyaan Siwon itu membuyarkan lamunan Kyuhyun sekaligus membuat debaran jantungnya semakin cepat karena Siwon mendekatkan lagi bibirnya di daun telinga Kyuhyun. Bisikan Siwon juga mampu menimbulkan semburat merah di pipi bulat Kyuhyun. Kyuhyun bersyukur dia tidak berhadapan dengan Siwon karena bisa-bisa dirinya semakin tidak punya muka bertemu pandang dengan Siwon sebab ketahuan bahwa Siwon mampu membuatnya malu dan bersemu merah seperti sekarang.

“Dalam mimpimu.” tukas Kyuhyun setelah dia mampu menguasai dirinya lagi. Cukup sulit untuk menetralkan debaran jantungnya, tapi dengan sedikit membayangkan kakaknya Yunho menggunakan gaun bisa membuat Kyuhyun melupakan sejenak daya tarik pria di belakangnya sekarang.

“Lepaskan aku Siwon. Lepas!” seru Kyuhyun karena Siwon masih saja mendekapnya dan menghirup aroma tubuhnya. Kyuhyun ternyata tidak cukup sabar dengan cara halus yang ingin dia coba terapkan. Terbukti dengan berontaknya Kyuhyun agar dapat lepas dari Siwon.

There’s more like it. I don’t like it when you so appease honey. Aku lebih suka jika kau seperti kau apa adanya. Bagiku Kyuhyun yang galak, ketus, dan tidak mau kalah adalah Kyuhyun yang paling menarik dan mempesona.” rayu Siwon yang langsung ditanggapi dengan decakan sebal dari Kyuhyun.

“Gombal..mpht..” belum sempat Kyuhyun selesai bicara untuk membalas ucapan Siwon, bibirnya sudah dikuasai sepenuhnya oleh bibir joker Siwon. Siwon melepas tangannya dari pinggang Kyuhyun dan langsung menekan tengkuk Kyuhyun agar menoleh dan berhadapan dengan wajahnya supaya Siwon bisa menciumnya.

Siwon, dengan sedikit kasar, melumat bibir Kyuhyun dan menyesapnya seakan bibir Kyuhyun adalah buah yang manis yang tidak akan pernah bisa memuaskan keinginan Siwon untuk terus memakannya. Kyuhyun sendiri terkejut bukan main. Bukan karena Siwon telah mengambil ciuman pertamanya melainkan karena Kyuhyun merasa ciuman Siwon memabukkan.

Tanpa sadar Kyuhyun membalas ciuman Siwon dengan melumat bibir bawah Siwon jika Siwon melumat bibir atas Kyuhyun. Bahkan Kyuhyun sempat menggigit bibir Siwon yang membuat pria dengan ranking paling tinggi setelah ketua kelompok yakuza Ohara semakin terbakar hasratnya untuk menyentuh Kyuhyun. Namun dia masih sadar akan sekitarnya juga sadar bahwa dia akan menyesal kemudian jika dia terlalu terbawa emosi dan hasratnya.

Dengan perlahan Siwon memundurkan tubuh Kyuhyun sampai tubuh itu bersandar di dinding gang tersebut. Dengan perlahan juga Siwon melepaskan kunciannya dari tangan Kyuhyun yang satunya dan mulai melingkarkan tangannya di pinggang Kyuhyun sementara tangan satunya masih menekan tengkuk Kyuhyun semakin dekat dengan wajahnya agar memperdalam ciuman panas mereka.

Kyuhyun sendiri, ketika merasakan dua tangannya bebas, segera melingkarkan lengan itu ke leher Siwon. Satu tangannya mencengkram rambut Siwon dan menekan kepala pria dengan lesung pipi itu ke arahnya. Mereka terus berciuman sampai paru-paru Kyuhyun membutuhkan pasokan udara. Siwon yang menyadari hal itu, melepaskan pagutan bibirnya walau Siwon tidak melepaskan pelukannya.

Kyuhyun membuka matanya yang sedari tadi tertutup. Dia memandang wajah Siwon yang sekarang sedang tesenyum puas. Kyuhyun terus menatapnya dan entah kenapa, Kyuhyun tidak punya keinginan sama sekali untuk berteriak, memarahi, atau memukul Siwon. Kyuhyun justru ingin merasakan lagi sentuhan Siwon di tubuhnya. Kyuhyun merasa dia sudah gila karena kehadiran laki-laki di depannya ini.

“Kau menyebalkan. Mesum. Gila. Tidak tahu sopan santun. Aneh. Itu ciuman pertamaku dan kau mengambilnya seperti itu. Tidak bisakah kau lebih lembut?” keluh Kyuhyun membuat senyuman di wajah Siwon semakin lebar. Siwon tahu bahwa Kyuhyun sedikit demi sedikit bisa menerima dirinya. Dan kali ini Siwon beruntung karena Kyuhyun tidak menghajarnya karena telah berani mencium Kyuhyun.

“Tapi kau suka bukan?! Bagaimana ciumanku baby?” tanya Siwon berani. Siwon semakin percaya diri untuk terus memenangkan hati Kyuhyun yang sepertinya sudah mulai mencair untuknya. Sementara Kyuhyun merasakan adanya kesempatan untuk mengerjai Siwon, langsung tersenyum jahil. Sembari mengarahkan jari telunjuknya ke bibir sintalnya itu, Kyuhyun menjawab pertanyaan Siwon.

“Tidak tahu. Aku butuh perbandingan. Mungkin aku harus mencium orang lain untuk tahu apakah kau mahir berciuman atau tidak.” Begitu perkataan itu terlontar dari bibir Kyuhyun, Siwon langsung mengeratkan pelukannya hingga Kyuhyun merasa sedikit sesak dan juga mendekatkan bibirnya ke telinga Kyuhyun. Siwon berbisik dengan pelan namun penuh penekanan kepada Kyuhyun.

“Jangan sekali-kali kau mencari lelaki lain selain aku sayang. Kau tahu betapa mengerikannya aku jika marah bukan?!” desis Siwon tegas dan sedikit menakutkan bagi Kyuhyun. Secara tak sadar Kyuhyun menganggukan kepalanya dan langsung dibalas dengan seringai puas dari Siwon. Kyuhyun mencatat dalam otaknya, jangan sekali-kali membuat Siwon benar-benar marah. Hal serupa yang harus dia camkan sama seperti dia tidak mau membuat Sungmin marah.

Kenapa sih semua orang lebih menakutkan jika mereka benar-benar marah. Kenapa aku tidak bisa seperti itu. Tuhan memang tidak adil kepadaku. Keluh Kyuhyun dalam hatinya. Dia sungguh ingin seperti Sungmin dan Siwon yang mampu membuat orang bergidik ketakutan hanya dengan pandangan atau gertakan. Sampai saat ini setiap penjahat yang dia tangkap tidak sepenuhnya takut kepadanya. Mereka takut dengan seragamnya. Kyuhyun merasa sebagai polisi, dia belum memiliki aura yang mampu membuat orang memandangnya dengan segan seperti Sungmin bahkan Jaejoong.

“Bagus kalau kau mengerti baby.” Kyuhyun memutar matanya sebal mendengar komentar Siwon tadi. Lelaki ini sudah menggengamnya dalam telapak tangannya. Kyuhyun sadar sekarang bahwa dia tidak bisa berkutik jika Siwon sudah melancarkan aksinya. Kyuhyun menggeram frustasi dalam hati. Sejak kapan dia menjadi wanita yang membiarkan lelaki ini terlebih lagi Siwon adalah orang yang tidak seharusnya bersamanya, menjadi bertindak sesuka hatinya.

Kyuhyun tahu bahwa akhir-akhir ini dirinya tidak bisa berpikir dengan jernih jika Siwon menyentuhnya. Sentuhan pria tinggi nan tampan itu, lembut maupun sedikit mendesak, selalu membuatnya melambung tinggi dan menginginkan lebih. Kyuhyun tahu mengapa, tapi Kyuhyun tidak mau mengakuinya.

“Aku senang sekali baby, kau tidak membantingku kali ini karena sudah menciummu.” ucapan Siwon tadi membuyarkan semua pikiran Kyuhyun. Kyuhyun kembali memusatkan perhatiannya kepada Siwon dan memberikan pria itu seringainya yang paling sadis.

“Kau mau aku banting?” tanya Kyuhyun. Siwon terkekeh lalu semakin mendekatkan wajahnya sehingga hidung mereka bersentuhan.

“Tidak. Walau aku sedikit mengharapkan kau membantingku, sehingga aku bisa meminta sesuatu lagi darimu.. Aww!! Baby!!” seru Siwon kesakitan. Siwon melepas tubuh Kyuhyun dari dekapan eratnya dan mengelus pipi kanan dan telinga kirinya yang sekarang memerah karena baru saja ditarik oleh Kyuhyun dengan sekuat tenaganya. Kyuhyun tersenyum puas lalu sedikit menjauh dari Siwon selagi Siwon mengelus bagian tubuhnya yang sakit. Siwon menatap Kyuhyun dengan pandangan memelas dan sedikit cemberut membuat Kyuhyun ingin tertawa melihat raut wajah yang sangat tidak sesuai untuk yakuza sepertinya.

“Itu balasanku karena kau dengan seenak perutmu mencium orang lain tanpa izin dan berhubung tadi kau memelukku terlalu erat, aku hanya bisa mencubit dan menarik telingamu.” Jelas Kyuhyun. Siwon yang sudah tidak lagi mengelus pipi dan telinganya hanya menggeleng kepala melihat tingkah kekasihnya itu. Siwon merasa Kyuhyun itu adalah pribadi yang kontradiktif. Di satu sisi Kyuhyun adalah wanita yang cukup mandiri dan kuat bahkan cenderung galak dan ketus, namun di satu sisi Kyuhyun juga pribadi yang manja, mudah sekali ditebak dan manis. Siwon tersenyum, dia benar-benar menemukan seseorang yang akan membuat hidupnya selalu berwarna.

Siwon baru saja akan mencium Kyuhyun lagi saat dia menyadari kata Kyuhyun tentang pembalasan. Dengan seringai andalannya Siwon bermaksud menggoda Kyuhyun lagi demi mendapatkan wajah memerah Kyuhyun. Siwon sepertinya kecanduan akan wajah imut dan manis milik Kyuhyun tersebut.

“Tapi kau menikmati ciuman kita bukan baby. Kau bahkan membalas ciumanku. Aku tidak menduga bahwa itu ciuman pertamamu. Kau mahir juga sayang.” Bisik Siwon lagi membuat Kyuhyun bergidik geli lalu menjauhkan wajah Siwon dari telinganya dan berteriak di depan wajah Siwon.

“Aku itu pintar. Aku cukup meniru caramu menciumku dan.. Argh!! Siwon!! Kenapa kau membuatku menceritakan hal itu sih?!” pekik Kyuhyun setelah sadar bahwa dia sudah kelepasan bicara. Siwon tertawa terbahak-bahak sampai dia harus memegang perutnya yang sakit karena tertawa terlalu keras. Kyuhyun memukul lengan Siwon keras agar Siwon menghentikan tawanya. Namun bukannya berhenti tertawa, tawa Siwon justru semakin keras walau Siwon juga sedikit meringis kesakitan.

“Ahahaha.. Kau itu benar-benar lucu sayang. Aku tidak akan pernah bosan denganmu.”

“Sudahlah. Percuma bicara denganmu. Aku kembali.” Tukas Kyuhyun sambil mendorong tubuh pria tinggi itu lalu berbalik meninggalkan Siwon. Akan tetapi, dengan cepat Siwon mencekal lengan Kyuhyun. Siwon masih ingin berduaan dengan Kyuhyun dan dia juga ingin menanyakan maksud Kyuhyun menariknya ke tempat ini.

“Baby, kenapa kau mengajakku kemari?” tanya Siwon masih memegang lengan Kyuhyun yang berusaha diambil kembali oleh si empunya. Namun begitu pertanyaan itu terlontar dari bibir Siwon, Kyuhyun, yang tadinya masih terus berusaha melepas tangannya, langsung berhenti dan menepuk dahinya seperti teringat sesuatu yang penting.

“Oh ya, aku hampir lupa. Siwon, kau harus menyimpan rahasia jika kita pacaran kepada orang lain. Aku tidak mau Sungmin eonnie tahu. Bisa hancur hidupku.” Ujar Kyuhyun sedikit berlebihan. Kyuhyun bahkan sekarang tidak lagi berusaha melepaskan tangan Siwon dari lengannya. Kyuhyun justru mengambil tangan Siwon dan menggenggamnya dengan kedua tangan Kyuhyun dan menatap Siwon dengan pandangan memohon. Siwon kembali terkekeh melihat tingkat Kyuhyun yang seperti itu. Dengan santai, Siwon melepaskan satu tangan Kyuhyun lalu menggenggam balik tangan Kyuhyun.

“Tapi sepertinya kita terlambat Kyu. Dengan kau menarikku kemari, itu sudah menjadi jawaban untuk mereka. Paling tidak mereka tahu bahwa kita dekat. Tinggal masalah waktu saja sampai mereka tahu kita berhubungan sebagai kekasih.” Ucap Siwon sambil mencium punggung tangan Kyuhyun. Kyuhyun terlalu memfokuskan pikirannya kepada reaksi mengerikan Sungmin jika dia tahu masalah hubungan ini sehingga tidak sadar Siwon mencium tangannya. Meskipun Kyuhyun sama sekali tidak sadar dengan ciuman Siwon di tangannya, tapi dia sadar dengan ucapan Siwon tadi.

“Ah! Kau benar! Argh!! Lalu kenapa kau ikut saja saat aku menarikmu?!”

“Bukannya kau yang bilang seperti ini. ‘Ikut aku. Sekarang.’ Mana bisa aku melawanmu baby.”

“Kau baru saja melawanku saat kau menangkis seranganku dan menciumku tadi.”

“Itu persoalan lain sayang. Sudahlah, ayo kita kembali ke tempat Sungmin-ssi dan Kangin hyung. Kau tidak mau mereka curiga bukan?!” ajak Siwon dan tanpa menunggu, Siwon menarik tangan Kyuhyun untuk pergi ke arah dimana Sungmin dan Kangin berada. Kyuhyun yang masih belum terima bahwa gara-gara Siwon kemungkinan besar Sungmin dan Kangin akan mengetahui hubungan mereka terus saja mengoceh dan memarahi Siwon. Siwon hanya tersenyum simpul dan membiarkan Kyuhyun memarahinya sesuka hatinya. Yang terpenting bagi Siwon, dia bisa terus menggenggam tangan Kyuhyun tanpa adanya penolakan dari Kyuhyun. Senyum dengan hiasan lesung pipi itu semakin lebar kala Siwon mulai bisa merasakan bahwa wanita di belakangnya ini lambat laun bisa menerima dirinya.

Tinggal masalah waktu baby. Sebentar lagi kau akan jadi milikku seutuhnya. Can’t wait for that to happen.

Apartemen Kyuhyun

Kyuhyun berjalan gontai menuju pintu apartemennya yang hanya berjarak beberapa meter dari lift. Hari ini begitu melelahkan dan menguras tenaganya baik fisik dan mental, terlebih lagi mental, karena pria tinggi yang merupakan anggota yakuza yang terus saja mengganggun Kyuhyun. Seharian ini Kyuhyun tidak bisa fokus terhadap pekerjaannya karena selalu memikirkan Siwon dan kejadian di gang buntu tadi.

Kepala Kyuhyun serasa mau pecah karena semakin dia menyangkal perasaan yang dia miliki kepada Siwon, semakin Kyuhyun merasa debaran jantung dan gejolak aneh di perutnya menjadi membabi buta. Kyuhyun tidak mengerti mengapa Siwon begitu mudah memenuhi pikirannya dalam waktu singkat. Padahal selama ini Kyuhyun tidak pernah merasa terbebani apalagi sampai pusing seperti ini hanya karena pria yang mencoba mendekai dirinya.

Sesuatu tentang Siwon membuat Kyuhyun selalu ingin tahu, selalu merasakan perasaan berbeda entah menyenangkan maupun menyebalkan. Semua campur aduk bagi otak Kyuhyun namun satu hal yang pasti Kyuhyun merasa sesuatu yang kurang dalam hidupnya sekarang jika dia tidak bertemu dengan Siwon atau paling tidak mendengar kabar pria itu sehari saja. Kyuhyun membenturkan kepalanya ke dinding disamping pintu apartemennya karena secara tidak langsung dia baru saja mengakui bahwa dia membutuhkan Siwon dan mencari kehadiran dirinya.

Kyuhyun masih akan membenturkan kepalanya lagi ketika ada satu tangan menahan dahinya agar tidak menyatu dengan dinding keras itu. Kyuhyun menghela nafas pelan. Tidak butuh seorang genius untuk mengetahui siapa yang menghentikan tindakannya tersebut. Kyuhyun sudah hafal dengan sentuhan dan aroma tubuh pria yang berdiri di sampingnya sekarang. Tidak mempunyai tenaga dan malas beragumen dengan pria tersebut, Kyuhyun membiarkannya menarik tubuhnya dan merengkuh tubuh yang lebih kecil dari pria itu.

“Aku lelah.” Keluh Kyuhyun sedikit manja. Pria yang sudah jelas adalah Siwon itu, tersenyum kemudian mengecup pucuk kepala Kyuhyun.

“Aku tahu baby. Aku tahu.”

“Kenapa sih kau dan kelompok yakuza lainnya harus melakukan hal keji seperti menghilangkan nyawa seseorang hanya karena persoalan sepele?! Tidak bisakah kalian saling berunding saja untuk mendapatkan solusi?! Kami polisi lelah harus membereskan semua masalah yang kalian timbulkan!” omel Kyuhyun memprotes cara dan tindakan yakuza kepada Siwon. Siwon semakin melebarkan senyumnya dan mempererat pelukannya sebagai tanda maaf darinya karena sudah membuat Kyuhyun menjadi lelah seperti sekarang ini.

Siwon juga mengarahkan telapak tangannya untuk membelai lembut surai coklat Kyuhyun. Kyuhyun sendiri terbuai dengan belaian Siwon dan tanpa sadar melingkarkan lengannya di pinggang dan punggung Siwon sembari meremas jas yang dipakai oleh Siwon. Kyuhyun juga membenamkan wajahnya di dada Siwon sambil menghirup aroma khas Siwon yang memabukkan namun menenangkan itu. Mereka berdua terus berpelukan di luar apartemen Kyuhyun tanpa menghiraukan angin dingin yang menerpa tubuh mereka. Mereka berdua cukup hangat karena berbagi panas tubuh satu sama lain.

“Apa kau sudah tahu siapa pelaku pembunuhan di taman baby?” tanya Siwon setelah mereka terdiam beberapa menit. Kyuhyun menjawab pertanyaan Siwon dengan gelengan kepala.

“Kau mau aku beritahu?” tanya Siwon yang sontak membuat Kyuhyun menengadahkan kepalanya dan menatap Siwon terkejut.

“Kau tahu siapa pelakunya?” tanya Kyuhyun balik. Dalam hatinya Kyuhyun berharap Siwon sungguh mengetahui siapa pelaku sebenarnya. Itu akan sangat membantu untuk menuntaskan penyelidikan polisi saat ini. Siwon yang melihat wajah terkejut namun penuh pengharapan dari Kyuhyun itu menjadi tidak tahan untuk tidak mencium bibir Kyuhyun dan hal itulah yang dia lakukan. Siwon mengecup singkat bibir Kyuhyun membuat pipi bulat wanita ketus itu bersemu merah.

“Aku akan memberitahumu baby, asal kau janji tidak memberitahu pihak kepolisian jika kau tahu informasi ini dari aku, bagaimana?” tanya Siwon setelah kembali menarik kepala Kyuhyun untuk bersandar didadanya lagi. Kyuhyun terdiam sejenak memikirkan tawaran Siwon tadi. Sebenarnya bisa saja dia tidak memberitahu rekan-rekannya di kepolisian, tapi alasan apa yang harus dia utarakan jika Jaejoong atau Sungmin bertanya darimana Kyuhyun tahu informasi berharga itu.

“Bilang saja salah satu saksi yang tidak ingin ketahuan jati dirinya memberitahumu sayang. Mudah bukan.” Ucap Siwon santai. Kyuhyun memajukan bibirnya kesal karena sekali lagi Siwon mampu membaca apa yang dipikirkannya. Namun Kyuhyun mengangguk setuju dengan alasan yang diajukan Siwon tadi. Bagi Kyuhyun, alasan itu cukup masuk akal. Bisa saja saksi itu takut akan dicekalai oleh yakuza sehingga dia tidak mau dibeberkan identitasnya.

“Lalu siapa pelakunya Siwon?” tanya Kyuhyun sambil melepaskan pelukannya untuk membuka pintu apartemennya. Ternyata udara malam yang dingin akhirnya mengalahkan kehangatan pelukan Siwon. Kyuhyun mengajak Siwon untuk masuk tanpa ada sedikit rasa curiga atau pun cemas. Sepertinya Kyuhyun sudah terbiasa dengan kehadiran Siwon di sekitar kehidupannya. Siwon pun tanpa sungkan masuk ke dalam apartemen Kyuhyun dan langsung berjalan menuju ruang tamu lalu duduk di salah satu sofa panjang.

“Kau mau minum apa?” tanya Kyuhyun menawari keramahannya sebagai tuan rumah. Siwon menjawab dengan apa saja yang ingin disuguhkan oleh Kyuhyun. Kyuhyun mengangguk lalu pergi ke dapur menyiapkan minuman untuk Siwon. Beberapa menit kemudian, Kyuhyun muncul lagi sambil membawakan secangkir teh hangat untuk Siwon. Kyuhyun meletakkan cangkir itu di depan Siwon sebelum dia duduk di salah satu sofa untuk satu orang yang terletak di samping sofa panjang.

“Terima kasih baby.” Ucap Siwon dan memamerkan senyum menawannya itu. Kyuhyun hanya mengangguk singkat lalu mengulang pertanyaan di luar apartemennya tadi.

“Lalu siapa pelakunya?”

“Pelakunya adalah salah satu anggota kelompok kami baby. Orang tersebut sudah masuk black list karena dia pengkhianat. Orang itu telah banyak merugikan kelompok kami sebab dia sudah membocorkan beberapa rahasia kelompok kami kepada saingan kelompok kami walaupun rahasia itu bukan rahasia besar.” Jelas Siwon kemudian menyeruput teh hangat buatan kekasihnya tersebut. Kyuhyun cukup terkejut dengan informasi itu. Tampaknya ada masalah intern di kelompok Siwon.

“Kau yakin?” tanya Kyuhyun ingin memastikan agar nantinya informasi ini tidak menimbulkan masalah yang lebih besar karena sudah menyangkut anggota kelompok Ohara.

“Sangat yakin. Aku sendiri yang melakukan penyelidikan untuk membongkar kedok orang itu. Setelah terbongkar dan dia melakukan hal bodoh dengan membunuh salah satu pemimpin di kelompok kami, kakek menyuruhku untuk membereskan dia.” Sahut Siwon dengan seringai di wajah tampannya. Kyuhyun sedikit bergidik ketakutan kala melihat seringai Siwon yang terlihat sangat kejam dan dingin bagi Kyuhyun. Kyuhyun sekali lagi membuat cacatan untuk dirinya bahwa jangan sekali-kali membuat masalah dengan Siwon. Pria didepannya ini memang mengerikan dan berbahaya.

“Jadi, tidak ada salahnya jika aku memberikan informasi ini kepada pihak kepolisian, alih-alih kami bisa sedikit berdamai dengan kalian meski hanya sebentar.” Lanjut Siwon lagi, memutus lamunan Kyuhyun. Kyuhyun yang sadar dengan ucapan Siwon berdecak kesal lalu menghampiri pria itu dan memukul lengannya keras.

“Auch! Kenapa lagi sih baby?!”

“Seharusnya kau berdamai sepenuhnya dengan kami dan bukannya hanya sementara.”

“Oh, maksudmu agar aku selalu damai denganmu dan kita bisa terus bersama ya. Aku tergoda dengan tawaran manismu itu sayang, tapi begini lebih bagus untuk kita. Hidupmu dan hidupku akan jadi lebih berwarna.” Sahut Siwon santai dan langsung saja menarik tangan Kyuhyun dan memposisikan tubuhnya di pangkuan Siwon. Siwon merangkul erat pinggang Kyuhyun agar wanita bermulut pedas itu tidak pergi kemana-mana. Namun Siwon sedikit terperangah karena Kyuhyun sama sekali tidak memberontak. Kyuhyun membiarkan dirinya ditarik oleh Siwon ke pangkuannya dan dia justru memiringkan tubuhnya dan melingkarkan salah satu lengannya di leher Siwon agar bisa melihat wajah Siwon. Wajah Kyuhyun terlihat datar dan tidak memperdulikan wajah terkejut Siwon akan tingkahnya yang tidak banyak protes saat Siwon memeluknya.

“Yang ada hidupku jadi semakin sulit karena harus kucing-kucingan dengan orang terdekatku untuk menutupi apa pekerjaanmu.” Sahut Kyuhyun menimpali ucapan Siwon di awal tadi. Mendengar komentar Kyuhyun, Siwon langsung menghilangkan keterkejutannya dari sikap Kyuhyun yang lambat laun menerima sentuhannya dengan sukarela. Dia lalu tertawa geli dan memberikan beberapa kecupan di seluruh wajah Kyuhyun. Lagi-lagi Siwon terkejut karena Kyuhyun sama sekali tidak menolaknya. Bagi Siwon ini merupakan perubahan yang sangat diinginkan oleh Siwon. Perubahan yang ekstrem namun menyenangkan.

“Siwon, apa benar kau tidak akan terkena masalah dengan kelompokmu? Aku tahu kakekmu yang menyuruhmu tapi apa anggota lain tidak masalah?” tanya Kyuhyun tiba-tiba menghentikan Siwon dari ciuman kecilnya. Pria pewaris kelompok yakuza itu tersenyum simpul mendengar nada khawatir di suara Kyuhyun. Siwon saat ini bahagia. Tampaknya usahanya sebulan terakhir ini membuahkan hasil.

“Aw, kau mengkhawatirkan aku baby. Aku senang sekali.” Begitu perkataan itu keluar dari bibir Siwon, satu tangan Kyuhyun yang bebas langsung mencubit pinggang Siwon sehingga Siwon harus melepas satu lengannya dari pinggang Kyuhyun untuk mengelus pinggang yang dicubit Kyuhyun. Siwon meringis kesakitan namun senyum masih tercetak di wajah tampannya.

“Kau ini. Serius sedikit. Kau bisa terlibat masalah serius jika kau ketahuan membantuku yang notabene adalah polisi. Kami musuh kalian. Titik.”

“Tenang saja sayang. Mereka tidak akan berani menyentuhku. Tidak jika mereka masih sayang nyawa mereka.” Sahut Siwon mencoba menenangkan Kyuhyun yang serius khawatir terhadap Siwon. Siwon membelai rambut Kyuhyun dan menatap mata Kyuhyun dengan tatapan serius.

“Dan aku akan memastikan kau dan teman-temanmu tidak akan tersentuh oleh mereka. Tidak akan selama aku masih hidup. Mengerti?” Kyuhyun memandang balik Siwon mencari kejujuran dan keseriusan dari kata-kata pria yang menjadi kekasihnya itu. Kyuhyun tidak menemukan kebohongan dari mata hitam Siwon. Dengan sedikit menghemburkan nafas Kyuhyun hanya menjawab janji Siwon itu pelan.

“Sesukamu saja.” Jawab Kyuhyun singkat namun Kyuhyun tahu Siwon mengerti arti ucapannya tadi. Kyuhyun tahu bahwa Siwon paham bahwa Kyuhyun percaya padanya. Kyuhyun memang percaya pada Siwon dan dia sudah mulai menyadari bahwa semua usaha yang dia lakukan untuk mencegah dirinya jatuh cinta terhadap Siwon tidak membuahkan hasil. Bagaimana usahanya bisa berhasil jika Siwon selalu mengganggu pikirannya, selalu membuatnya melayang dengan sentuhan lembut dan terkadang kasar tapi menghanyutkan. Tentu saja Kyuhyun tidak akan berhasil.

Kyuhyun mengerti bahwa menyangkal rasa aneh yang selalu dia rasakan ketika bersama Siwon adalah rasa yang baru, sedikit menakutkan, namun selalu membuatnya melambung dan nyaman. Kyuhyun tahu ini saatnya dia menyerah pada egonya dan mengikuti kata hatinya. Dengan pemikiran itu, Kyuhyun memberanikan hatinya karena ini hal baru baginya. Tidak mudah untuk mengakui ini di depan Siwon tapi Siwon berhak tahu. Tapi sebelum itu Kyuhyun juga ingin memastikan satu hal.

“Siwon.”

“Hm.”

“Apa kau benar mencintaiku?” pertanyaan Kyuhyun membuat Siwon sedikit menyatukan kedua alis tebalnya bingung. Siwon bingung karena pertanyaan Kyuhyun tadi seperti meragukan perasaannya terhadap wanita manis itu. Padahal menurut Siwon, dia sudah dengan segenap hatinya berusaha memenangkan hati Kyuhyun.

“Menurutmu?” tanya Siwon balik. Kyuhyun memutar matanya karena Siwon selalu saja menggodanya saat Kyuhyun menginginkan jawaban serius dari Siwon.

“Aku serius Siwon.” Sergah Kyuhyun kesal karena Siwon selalu saja begitu. Siwon tersenyum menanggapi Kyuhyun yang cemberut karena menganggap dirinya main-main.

“Aku juga serius baby. Jika kau masih belum bisa merasakan betapa aku tergila-gila denganmu berarti ada yang salah dengan otak dan hatimu baby.” Sahut Siwon pelan. Kyuhyun semakin memajukan bibirnya dan mengembungkan pipinya yang sudah bulat itu karena sindiran tak langsung atas ketidak inginannya mengakui setiap usaha Siwon untuk membuatnya jatuh hati terhadap pria itu. Sedangkan Siwon tertawa geli karena melihat wajah imut Kyuhyun. Dengan lembut Siwon meletakkan satu telapak tangannya di pipi bulat Kyuhyun, membelainya dengan ibu jarinya lalu manarik wajah Kyuhyun dan menyatukan dahi mereka berdua.

“Tentu saja aku mencintaimu Kyu. Aku bahkan rela mati untukmu.” Bisik Siwon lirih. Suara Siwon terdengar sungguh-sungguh dan itu membuat Kyuhyun terdiam sesaat sampai akhirnya Kyuhyun juga ikut membelai pipi Siwon.

“Jangan bicara soal kematian. Aku tidak suka.” Bisik Kyuhyun memprotes ucapan Siwon. Kyuhyun memang tidak mau mendengar kata kematian dari bibir Siwon karena pekerjaan Siwon terlebih lagi posisinya berdekatan dengan kata tersebut.

“Tapi itu kenyataannya.” Kyuhyun menggelengkan kepalanya. Dia menjauhkan wajahny dari Siwon dan menatapnya intens.

“Siwon.” Panggil Kyuhyun pelan.

“Ya baby.”

“Kau yakin bisa membuatku balik mencintaimu?” tanya Kyuhyun lagi. Sepertinya Kyuhyun ingin sekali meyakinkan dirinya sendiri sebelum dia mencurahkan apa yang ada dihatinya.

“Sepertinya aku sudah berhasil.” Jawab Siwon dengan percaya diri. Siwon bahkan mencubit hidung Kyuhyun sampai Kyuhyun meringis kesakitan lalu menggelengkan kepalanya dan menampik tangan Siwon yang mencubit hidungnya tersebut. Siwon tertawa puas melihat Kyuhyun mengelus hidungnya yang sedikit memerah.

“Percaya diri sekali.” Kelitnya menyembunyikan rasa malunya karena ucapan Siwon. Siwon masih tertawa meski hanya kekehan ringan. Siwon lalu memeluk pinggang Kyuhyun lagi dengan kedua tangannya dan menyerukkan wajahnya di leher Kyuhyun. Kyuhyun kegelian karena hembusan nafas Siwon di lehernya. Terlebih lagi ketika Siwon mengucapkan hal yang membuatnya merona.

“Tentu saja, karena kau memang sudah mencintaiku.” Kyuhyun tidak membantah sedikit pun ucapan Siwon, menambah daftar keterkejutan Siwon malam itu. Siwon baru saja ingin menanyakan mengapa Kyuhyun bertingkah aneh saat ini tapi sudah terlebih dulu dipotong oleh panggilan Kyuhyun.

“Siwon.”

“Kau kelihatan senang sekali memanggil namaku malam ini. Keberuntungan apa yang Tuhan berikan kepadaku sehingga kau manis sekali sekarang baby?” tanya Siwon bercanda. Kyuhyun kali ini mengikuti jejak Siwon mencubit hidung mancungnya itu dengan keras sehingga hidung Siwon sama merahnya dengan hidung Kyuhyun tadi.

“Diamlah. Aku hanya mengatakan ini satu kali jadi dengarkan dengan baik.” Perintah Kyuhyun tegas dan langsung membuat Siwon menutup mulutnya. Kyuhyun terdiam sesaat sebelum mengambil nafas dan membuangnya secara perlahan. Kemudian Kyuhyun menatap Siwon dengan lekat lalu tersenyum manis. Senyum itu tentu saja membuat Siwon terpaku karena kaget bukan main. Belum selesai keterkejutan Siwon, daftarnya bertambah lagi dengan Kyuhyun yang mendekatkan wajahnya, menutup matanya perlahan dan akhirnya menekan bibir sintalnya ke bibir joker Siwon. Ciuman singkat karena Kyuhyun langsung menarik wajahnya dan kembali tersenyum. Senyumnya semakin melebar kala dia melihat betapa lucunya wajah Siwon yang mematung karena ciuman darinya. Kyuhyun menunggu Siwon bereaksi sebelum dia mengatakan hal yang pasti akan membuat Siwon senang bukan kepalang.

“Baby?” tanya Siwon masih bingung dengan tindakan Kyuhyun baru saja.

“Aku mencintaimu.” Ungkap Kyuhyun masih dengan senyumnya. Jari telunjuk Kyuhyun menelusuri wajah tampan Siwon. Mulai dari dahi, alis, hidung dan sampai ke bibir Siwon.

“Aku mencintaimu yakuza bodoh.” Ulang Kyuhyun mengakui perasaannya selama ini. Perasaan yang mungkin sudah dia rasakan sejak peristiwa gulali di festival malam beberapa waktu yang lalu. Kyuhyun menunggu reaksi Siwon selanjutnya namun pria itu hanya memandang Kyuhyun dengan pandangan tidak percaya. Mulutnya sedikit terbuka dan matanya membulat sempurna. Kyuhyun memutar matanya kesal karena kurangnya reaksi dari pria yang dicintainya itu.

“Kau mau terus diam seperti orang bodoh atau kau akan melakukan sesuatu?” tanya Kyuhyun sebal. Siwon akhirnya terbangun juga dari shok yang dia alami akibat pengakuan Kyuhyun. Siwon juga mendengar dengan jelas pertanyaan Kyuhyun tadi. Dengan seringai andalannya, tiba-tiba saja Siwon melepaskan pelukannya di pinggang Kyuhyun. Dia lalu menyelipkan tangannya di bawah lutut dan punggung Kyuhyun dan membopong tubuh Kyuhyun. Kyuhyun berteriak kaget dengan perbuatan Siwon. Lengannya reflek mengalung di leher Siwon agar dirinya tidak terjatuh.

“Dimana kamarmu baby?” tanya Siwon sambil menggerling nakal kepada Kyuhyun. Wajah Kyuhyun langsung memerah karena dia mengerti maksud Siwon menanyakan keberadaan kamarnya. Kyuhyun terpaku sebentar untuk menenangkan hatinya yang bergemuruh sebelum menyeringai jahil.

“Untuk apa kau tahu?”

“Agar aku bisa memberikan hadiah yang terindah dan pastinya memuaskanmu baby.”

“Oh ya? Aku jadi ingin lihat hadiah apa itu.”

“Maka dari itu sayang, tunjukkan dimana kamarmu?” tanya Siwon lagi dan kali ini Kyuhyun menunjuk salah satu pintu di dekat ruang tamu. Tanpa pikir panjang Siwon segera membawa Kyuhyun ke arah pintu tersebut dan tak lama setelah mereka berdua masuk, terdengar tawa dan pada akhirnya desahan dari dua insan yang sedang memadu kasih sepanjang malam yang dingin itu.

TBC

Advertisements