Tags

, , , , ,

Title : Why I’m Falling In Love With A Yakuza 6

Pairing :  Wonkyu, Kangmin, Yunjae

Disclaimer : All casts are belong to their self and God

Warning : Un-betaed, GS, Attempt Humor, Lots of Swearing, OOC, AU

Summary : I’m on the good side, he’s on the bad side. So is it wrong to love him? Let’s found out.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

“Aku mencintaimu yakuza bodoh.” Ulang Kyuhyun mengakui perasaannya selama ini. Perasaan yang mungkin sudah dia rasakan sejak peristiwa gulali di festival malam beberapa waktu yang lalu. Kyuhyun menunggu reaksi Siwon selanjutnya namun pria itu hanya memandang Kyuhyun dengan pandangan tidak percaya. Mulutnya sedikit terbuka dan matanya membulat sempurna. Kyuhyun memutar matanya kesal karena kurangnya reaksi dari pria yang dicintainya itu.

“Kau mau terus diam seperti orang bodoh atau kau akan melakukan sesuatu?” tanya Kyuhyun sebal. Siwon akhirnya terbangun juga dari shok yang dia alami akibat pengakuan Kyuhyun. Siwon juga mendengar dengan jelas pertanyaan Kyuhyun tadi. Dengan seringai andalannya, tiba-tiba saja Siwon melepaskan pelukannya di pinggang Kyuhyun. Dia lalu menyelipkan tangannya di bawah lutut dan punggung Kyuhyun dan membopong tubuh Kyuhyun. Kyuhyun berteriak kaget dengan perbuatan Siwon. Lengannya reflek mengalung di leher Siwon agar dirinya tidak terjatuh.

“Dimana kamarmu baby?” tanya Siwon sambil menggerling nakal kepada Kyuhyun. Wajah Kyuhyun langsung memerah karena dia mengerti maksud Siwon menanyakan keberadaan kamarnya. Kyuhyun terpaku sebentar untuk menenangkan hatinya yang bergemuruh sebelum menyeringai jahil.

“Untuk apa kau tahu?”

“Agar aku bisa memberikan hadiah yang terindah dan pastinya memuaskanmu baby.”

“Oh ya? Aku jadi ingin lihat hadiah apa itu.”

“Maka dari itu sayang, tunjukkan dimana kamarmu?” tanya Siwon lagi dan kali ini Kyuhyun menunjuk salah satu pintu di dekat ruang tamu. Tanpa pikir panjang Siwon segera membawa Kyuhyun ke arah pintu tersebut dan tak lama setelah mereka berdua masuk, terdengar tawa dan pada akhirnya desahan dari dua insan yang sedang memadu kasih sepanjang malam yang dingin itu.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Sinar matahari pagi mulai menerobos ke dalam kamar tidur Kyuhyun. Sinar yang menyilaukan mata itu membuat Kyuhyun terbangun dari tidur nyenyaknya. Dia mengerjapkan kedua matanya, berusaha menyesuaikan matanya dengan sinar matahari. Kyuhyun bangkit perlahan dari tidurnya lalu menggosok kedua matanya agar rasa kantuk itu hilang. Kyuhyun berusaha bangun dari tempat tidurnya namun sesuatu menghambatnya, lebih tepatnya satu lengan yang memeluk pinggangnya membuatnya tak bisa pergi dari tempat tidurnya tersebut. Kyuhyun sedikit bingung dengan lengan siapa yang memeluknya sekarang, tetapi beberapa menit kemudian Kyuhyun baru mengingat kejadian semalam. Wajah Kyuhyun langsung memerah mengingat apa yang sudah dia lakukan dengan Siwon.

Kyuhyun tidak mengerti mengapa betapa mudahnya dia memberikan harta yang dia jaga hanya untuk pasangan hidupnya kelak kepada pria di sampingnya sekarang. Pasangan hidup. Kyuhyun memandang sekali lagi pria yang masih terlelap sambil memeluk pinggangnya secara posesif itu. Kyuhyun pun tersenyum melihat wajah damai Siwon, wajah yang sungguh berbeda ketika pria itu terjaga. Siwon terlihat keras dan penuh wibawa sehingga orang lain yang menatapnya akan segan atau mungkin takut kepada yakuza tampan tersebut.

Maksud hati ingin cepat-cepat turun dari tempat tidur, tidak jadi Kyuhyun lakukan. Kyuhyun justru membenarkan posisinya di samping Siwon. Kyuhyun menyelipkan lengan rampingnya di pinggang dan punggung Siwon, sehingga pria itu tanpa sadar semakin mengeratkan pelukannya manakala merasakan hembusan nafas hangat Kyuhyun di lehernya.

Kyuhyun tersenyum lagi dan dia sedikit tertawa jika mengingat betapa anehnya situasi dia sekarang. Kyuhyun tidak pernah mengira bahwa dia akan bersama dengan orang yang seharusnya tidak menjadi kekasihnya. Tapi cinta memang tidak mengenal apapun jika sudah bersarang di hati seseorang. Saat ini, Kyuhyun tidak perduli dengan apa yang akan terjadi dengannya kelak karena memutuskan berhubungan dengan Siwon. Yang Kyuhyun tahu, Kyuhyun tidak mau kehilangan Siwon. Kyuhyun sudah terlanjur mencintai Siwon.

Pertanyaan awal Kyuhyun tadi tentang mengapa dia begitu mudah menyerahkan dirinya kepada Siwon terjawab sudah. Dia tidak menyesal karena sudah menyerahkan miliknya yang paling berharga itu kepada Siwon. Kyuhyun yakin pilihannya benar dan Kyuhyun tahu Siwon tidak akan mengecewakannya. Kyuhyun tahu itu.

Kantor Polisi – Ruangan Pribadi Jaejoong

Jaejoong berjalan mondar mandir di ruangan pribadinya dengan tidak sabaran. Terlihat jelas kecemasan di wajah cantik kapten kepolisian tersebut. Jaejoong sungguh tidak tahu harus berbuat apa sekarang. Jaejoong memang cemas. Sangat cemas. Pasalnya, Kyuhyun belum juga datang bekerja sampai sesiang ini. Kyuhyun juga tidak mengabari perihal ketidak hadiran dirinya. Jaejoong berusaha menghubungi ponsel dan telepon rumah di apartemen Kyuhyun, namun tidak dijawab oleh polisi wanita manis tersebut.

Jaejoong terus saja berjalan dengan perasaan tak menentu. Dalam benaknya Jaejoong memikirkan bagaimana reaksi Yunho jika tahu adiknya tak ketahuan kabarnya. Oh, dia sudah merinding hanya dengan memikirkannya saja. Yunho pasti akan menghukumnya dengan keras. Jaejoong makin berjalan mondar mandir dengan cepat sampai dia tidak mendengar bunyi dering ponselnya sendiri. Baru setelah kesekian kalinya ponsel itu berdering baru Jaejoong terhenyak dan melihat siapa orang yang berani mengganggu dirinya. Betapa senangnya Jaejoong ketika penelepon itu adalah Kyuhyun. Tanpa basa-basi lagi, Jaejoong langsung menekan tombol hijau dan menempelkan ponsel itu di telinganya.

“Yoboseyo. Kyunnie! Kau dimana?! Kenapa ponselmu tidak aktif? Kenapa kau tidak menjawab telepon yang ada di apartemenmu juga hah?! Aku cemas sekali!” Pekik Jaejoong membuat Kyuhyun sedikit menjauhkan ponselnya. Kyuhyun memutar matanya sebal dengan tingkah Jaejoong yang khawatir berlebihan terhadapnya.

“Eonnie itu cemas karena aku atau eonnie cemas karena hukuman dari Yunho oppa jika dia tahu eonnie tidak mengetahui keberadaanku sekarang?” tanya Kyuhyun balik. Kyuhyun tahu persis seperti apa Yunho jika Jaejoong yang notabene telah dititipi Yunho untuk menjaga Kyuhyun, tidak mengetahui dimana keberadaan Kyuhyun. Kyuhyun tahu seperti apa konsekuensi yang diterima oleh Jaejoong. Bisa-bisa Jaejoong harus mengambil cuti lagi jika Yunho sudah menghukumnya.

“Um.. itu.. itu..” gagap Jaejoong karena tersudut oleh pertanyaan Kyuhyun. Kyuhyun yang tahu dia sudah menang, tertawa lepas dan senang.

“Ahahaha, sudahlah eonnie. Aku hanya bercanda. Oh ya eonnie, hari ini dan besok aku ijin ya. Kau boleh memotong cutiku.” Sahut Kyuhyun lagi. Jaejoong mengerutkan alisnya bingung. Cuti? Jaejoong heran karena tiba-tiba saja Kyuhyun meminta cuti. Selama ini biar Jaejoong memintanya untuk cuti untuk sekedar beristirahat, Kyuhyun selalu menolah mentah-mentah. Dia selalu bilang cuti tanpa ada kegiatan apapun hanya buang-buang waktu. Jaejoong selalu merasa terbebani jika Kyuhyun sudah seperti itu bukan karena Yunho yang mengira dirinya tak pernah mengabulkan permohonan cuti Kyuhyun melainkan karena Jaejoong khawatir Kyuhyun akan kelelahan karena terlalu sering bekerja. Maka dari itu, bisa dibayangkan betapa penasarannya Jaejoong atas alasan Kyuhyun mengambil cuti kali ini, apalagi Kyuhyun meminta bukan satu melainkan dua hari.

“Buat apa kau meminta ijin tidak masuk Kyunnie? Kau sedang ada masalah? Lalu kau belum menjawab pertanyaanku tadi, kau dimana sekarang?” tanya Jaejoong lagi. Wanita cantik itu benar-benar khawatir dengan keadaan Kyuhyun.

Sementara itu di apartemen Kyuhyun, Kyuhyun yang mendengar Jaejoong kembali bertanya secara beruntun hanya dengan satu tarikan nafas itu hanya dapat memutar matanya. Kyuhyun kesal karena Jaejoong dan Yunho terlalu mencemaskannya sehingga setiap tindakannya harus dimonitor. Demi tuhan, Kyuhyun bukan anak kecil lagi. Kyuhyun terdiam memikirkan apa yang harus dia katakan kepada Jaejoong. Apa dia berterus terang saja atau tidak. Kyuhyun sedikit takut dengan reaksi Jaejoong jika dia tahu yang sebenarnya. Meskipun wanita bermarga Jung itu sudah tahu Siwon adalah kekasihnya tapi Jaejoong dan juga Yunho belum tahu apa profesi kekasihnya tersebut.

Kyuhyun meniup poninya lalu memutar kepalanya ke belakang sedikit dan melihat wajah puas Siwon yang tangannya masih saja melingkar rapi di pinggangnya. Posisi mereka sekarang adalah Siwon bersandar pada tumpukan bantal yang ditata olehnya di sandaran tempat tidur dengan memeluk Kyuhyun dari belakang sehingga punggung Kyuhyun menempel pada dada Siwon. Keduanya masih dalam keadaan telanjang hanya saja Kyuhyun menutupi bagian bawah mereka berdua dan bagian depan dadanya dengan selimut.

Kyuhyun masih menatap Siwon dan dengan sedikit gerakan bibir dia bertanya apakah seharusnya dia jujur kepada Jaejoong atau tidak. Berhubung Kyuhyun menggunakan pengeras suara, jadi seluruh pembicaraannya dengan Jaejoong, Siwon pun dapat mendengarnya. Siwon mengerti gerak bibir Kyuhyun yang meminta pendapatnya semakin melebarkan senyumannya. Baginya, jika Kyuhyun sampai bertanya seperti tadi berarti wanita putih didepannya ini sudah mempercayainya seratus persen. Siwon baru saja akan mengangguk ketika ide jahil terbersit di otaknya. Dengan santai Siwon mengangkat bahunya seakan dia tidak perduli dan menyerahkan semua keputusan kepada Kyuhyun.

Mendapatkan respon yang sangat tidak membantu itu, Kyuhyun lalu mendelikkan matanya dan berbalik kesal. Tahu bahwa Siwon tidak akan banyak membantu akhirnya Kyuhyun memantapkan hatinya dan menjawab pertanyaan Jaejoong. Apalagi kapten wanita itu sudah teriak-teriak tidak jelas sejak Kyuhyun mengalihkan perhatiannya kepada Siwon.

“Eonnie, please don’t shout like that. I can hear you perfectly fine. Gosh!! Aku ada di apartemenku eonnie. Maaf jika aku tidak mengangkat teleponmu tadi, aku.. erm.. aku sedikit sibuk. Lalu.. Aww! Kenapa kau menggigitku?!” tiba-tiba Kyuhyun memekik kesakitan. Kyuhyun menoleh kepada Siwon dan karena kesal dia langsung mendaratkan cubitannya di lengan Siwon yang masih setia melingkar di pinggang Kyuhyun. Siwon yang baru saja menggigit leher Kyuhyun, berusaha sekuat tenaga untuk tidak tertawa dan merintih kesakitan pada waktu yang sama. Siwon ingin tertawa karena melihat wajah Kyuhyun yang sedang marah namun masih menggemaskan itu tapi dia juga menahan sakit karena cubitan dengan sepenuh hati yang dilayangkan oleh Kyuhyun.

“Kyuhyun! Kyuhyun!! Kau kenapa?!” pekik Jaejoong lagi semakin tidak bisa tenang sejak dia mendengar teriakan Kyuhyun tadi. Suara Jaejoong yang keras membuat Kyuhyun tersadar bahwa dia masih tersambung dengan Jaejoong. Buru-buru Kyuhyun menjawab Jaejoong sebelum kakak iparnya itu curiga.

“Erm.. itu.. itu.. bukan apa-apa eonnie.”

“Kau tadi bilang kau digigit. Digigit apa?” tanya Jaejoong masih dengan nada kecemasan yang sama. Jaejoong heran karena Kyuhyun sama sekali tidak memelihara binatang peliharaan.

“Um.. Digigit.. itu.. Nyamuk! Ya nyamuk eonnie.” jawab Kyuhyun sekenanya dan berharap Jaejoong percaya. Dia kembali memincingkan matanya sebal ke arah Siwon yang sekarang justru semakin gencar menciumi leher dan bahu Kyuhyun. Dengan tanpa perasaan, Kyuhyun menepuk kepala kekasihnya itu dan menggerakkan bibirnya lagi berkata ‘hentikan bodoh!’ sebelum kembali memfokuskan dirinya kepada Jaejoong.

“Kenapa kau marah-marah jika hanya nyamuk yang menggigitmu?” Jaejoong masih belum percaya sepenuhnya kepada Kyuhyun. Dia berpikir jangan-jangan Kyuhyun sedang diserang oleh sesuatu yang mengerikan. Polisi cantik itu kehilangan logika bepikirnya karena terlalu mencemaskan Kyuhyun. Kyuhyun sendiri menjadi kelabakan untuk menjawab keingin tahuan Jaejoong. Sedikit tergagap, Kyuhyun berusaha menutupi kekacauan yang disebabkan oleh ulah Siwon tadi.

“Itu.. em.. soalnya aku.. aku.. aku tidak suka dia menggigitku karena akan meninggalkan bekas di kulit putihku. Ya begitu eonnie.” Dalam pikirannya Kyuhyun sudah menepuk dahinya berulang kali ketika dia mengucapkan alasan konyol itu. Kyuhyun benar-benar merasa bodoh karena hampir semua orang yang mengenalya tahu dia tidak perduli dengan masalah seperti itu. Terlebih lagi hanya soal kulit yang menjadi merah hanya gara-gara gigitan seekor nyamuk. Kyuhyun tahu bahwa sebentar lagi Jaejoong akan bertanya semakin gencar. Dan benar saja, tidak berselang semenit, Jaejoong sudah bertanya dan kali ini sepertinya Jaejoong sedikit curiga.

“Kau yakin? Sejak kapan kau perduli dengan masalah kulit Kyunnie? Apa kau menyembunyikan sesuatu dariku?” tanya Jaejoong curiga. Kyuhyun menghela nafas terlebih dahulu sebelum menjawab Jaejoong. Dalam hati dia berdoa semoga alasannya kali ini bisa diterima akal sehat Jaejoong, karena jika tidak, ada seseorang yang akan mendapatkan ganjaran yang setimpal karena kekacauan yang telah dia buat.

“Aku tidak menyembunyikan apapun eonnie. Aku ini juga perempuan. Tentu saja sesekali aku memperhatikan masalah kulitku.” Jawab Kyuhyun sedikit kesal. Kesal karena Jaejoong cerewet sekali meski dalam hati Kyuhyun merasa senang kakak iparnya begitu menyayanginya sehingga merasa cemas seperti sekarang.

“Sudahlah eonnie. Jangan membahas soal nyamuk kurang ajar itu. Nanti aku akan membinasakannya. Dia akan menyesal telah menggigit leher seorang Jung Kyuhyun.” Ancam Kyuhyun tegas sembali kembali melihat ke arah Siwon yang menanggapi ancaman tersebut dengan senyuman manis. Sepertinya ancaman Kyuhyun kurang berpengaruh karena dengan santainya Siwon mendekatkan bibirnya ke telinga Kyuhyun lalu berbisik.

“Choi Kyuhyun. Sebentar lagi kau akan menjadi Choi Kyuhyun, baby.” Bisik Siwon mesra di telinga Kyuhyun sehingga menimbulkan kegelian di seluruh tubuh Kyuhyun. Kyuhyun memegang telinganya dan sekali lagi menatap Siwon dengan pandangan yang seolah mengatakan, ‘berani kau berulah lagi, akan aku potong anggota tubuhmu yang menggantung itu.’ Siwon langsung memalingkan kepalanya ke arah lain, menghindari tatapan penuh ancaman dari Kyuhyun. Kali ini sepertinya ancaman Kyuhyun berhasil karena Siwon merasa sedikit ketakutan dengan ancaman itu. Puas dengan kekasihnya yang mau menjaga sikap selama dia berbicara dengan Jaejoong, Kyuhyun tersenyum lebar. Dia pun mengelus lembut pipi Siwon lalu mengecupnya singkat, membuat si empunya pipi memamerkan gigi putihnya lalu mengeratkan pelukannya terhadap Kyuhyun.

“Baiklah jika kau yakin Kyunnie. Aku ijinkan kau cuti, tapi kau harus memberitahu kabarmu minimal dua kali sehari agar oppamu tidak menerorku.” Suara Jaejoong lagi-lagi membuyarkan kegiatan Kyuhyun dan Siwon. Kyuhyun berpaling sekali lagi ke arah ponselnya dan menjawab Jaejoong.

“Baik eonnie, walau menelepon dua kali sehari terlalu berlebihan bagiku, tapi demi eonnie aku akan melakukannya. Jangan khawatir soal aku selama aku cuti. Aku hanya ada kegiatan saja dengan seseorang.” Jawab Kyuhyun lega sekaligus gugup. Lega karena Jaejoong mengijinkannya. Gugup karena Kyuhyun tak mungkin memberitahu Jaejoong kalau dia akan pergi bersama dengan Siwon.

Kyuhyun memang akan pergi bersama Siwon untuk berdiskusi tentang informasi masalah kasus yang sedang diselidiki oleh Kyuhyun dan tim kepolisian di tempat Kyuhyun,sekaligus mengambil bukti agar Kyuhyun bisa langsung memproses kasus itu dan mengajukan ke jaksa penuntut. Kyuhyun sungguh bersyukur dengan bantuan Siwon kali ini. Informasi dan bukti tersebut akan sangat membantu menyelesaikan kasus yang ditanganinya karena itu Kyuhyun mau saja pergi bersamanya meski Kyuhyun bisa menduga pria tinggi itu mempunyai agenda lain dengan mengajaknya pergi. Tapi itu masalah lain. Menurut Kyuhyun, perjalanan mereka ini tidak akan merepotkan dan membawa masalah untuk dirinya bukan. Siwon pastinya tidak akan mengajaknya ke tempat-tempat yang aneh bukan.

“Oke baby. Kau sudah dapat ijin dari Jaejoong noona sekarang aku mau hadiahku.” Sahut Siwon tiba-tiba, membuat Kyuhyun menatap Siwon bingung dengan pernyataannya tadi. Hadiah? Hadiah apa?

“Hadiah karena aku sudah diam saja saat kau sedang menyelesaikan obrolanmu dengan Jaejoong noona.” Tegas Siwon setelah dia bisa membaca raut wajah kebingungan Kyuhyun. Kyuhyun membelalakan matanya dan langsung menepuk lagi kepala Siwon.

“Aduh! Kenapa sih baby?!” seru Siwon tidak terima karena sejak tadi diberikan tanda-tanda ‘kasih sayang’ oleh Kyuhyun.

“Hadiah apanya?! Yang ada aku harus mengajarimu sopan santun ketika ada orang lain sedang menelepon. Kenapa kau menggigit leherku? Memangnya kau Edward Cullen?!” seru Kyuhyun geram. Pasalnya hampir saja Siwon membuat Jaejoong tahu jika Kyuhyun baru saja menghabiskan malam bersamanya. Sedangkan Siwon sendiri tampak kebingungan dengan ucapan Kyuhyun. Wajar saja, Kyuhyun secara tak sadar menyebutkan salah satu tokoh film yang beberapa hari yang lalu sempat ditontonnya bersama Sungmin.

“Edward Cullen? Siapa itu? Jangan bilang dia mantan kekasihmu baby. Jika benar, kau sudah secara tidak langsung mengirimnya ke alam baka.” Ancam Siwon serius. Kyuhyun melebarkan matanya tak percaya jika Siwon tidak tahu siapa orang yang dia bicarakan. Terlebih lagi dengan ancamannya tadi. Kekasihnya tersebut sangat posesif.

“Aish! Apa kau tidak pernah menonton film? Edward Cullen itu tokoh fiksi Wonnie! Dia itu vampir tampan yang romantis, meski menurutku lebih tampan Jacob sih.”

“Tampan?! Romantis?! Lalu siapa tadi? Jacob? Siapa lagi Jacob?! Baby kenapa teman priamu banyak sekali?!” teriak Siwon tak senang dengan informasi baru yang diterimanya. Siwon tidak mendengar ucapan Kyuhyun yang menjelaskan bahwa semua pria tadi hanya tokoh fiksi didalam film. Bagi Siwon, mendengar Kyuhyun mengatakan pria lain tampan dan romantis sudah membuat darahnya bergejolak karena cemburu.

Pria dengan dua lesung pipi itu langsung menarik wajah Kyuhyun agar menatap langsung ke matanya yang sudah memandang Kyuhyun dengan tajam dan juga curiga. Sedangkan Kyuhyun hanya bisa membuka mulutnya semakin tidak percaya dengan apa yang menurutnya kebodohan luar biasa dari Siwon.

“Siwon!! Aish! Sudahlah, bicara denganmu hanya membuatku sakit kepala.” Tukas Kyuhyun sambil mencoba melepaskan pegangan Siwon terhadap dirinya. Tetapi Siwon punya pikiran lain ketika dia mendengar ucapan kekasih tercintanya itu. Dengan cepat Siwon menarik tangan Kyuhyun dan membuat Kyuhyun terlentang di atas tempat tidur dengan kedua tangannyya terperangkap oleh pegangan Siwon. Siwon pun memposisikan dirinya diatas tubuh Kyuhyun dan memandang Kyuhyun dengan tatapan yang hanya bisa diartikan oleh Kyuhyun dengan satu kata, mesum.

“Siwon!! Apa yang kau lakukan?!” teriak Kyuhyun sedikit takut melihat raut wajah Siwon yang menelanjanginya itu, namun wajah Kyuhyun tetap saja memerah kala pandangan tajam Siwon terarah langsung kepadanya.

“Kau bilang jangan bicara. Jadi aku langsung beraksi saja. Akan aku buat kau melupakan Edward dan juga Jacob, baby.”

“Tapi kenapa kau menekan tubuhku seperti ini? Lepas!” seru Kyuhyun tegas. Kyuhyun berusaha melepaskan tangannya dari pegangan Siwon namun usahanya sia-sia karena Siwon terlalu kuat untuknya.

“Ck..ck.. Baby, kau tidak pernah belajar ya. Kalau aku tidak memegangmu seperti ini, kau pasti sudah kabur dariku.”

“Tentu saja bodoh. Siapa yang mau dekat-dekat dengan kuda mesum macam kau. Lagipula kenapa kau justru membuang waktu kita sih? Bukankah kau bilang kita harus pergi sekarang?”

“Itu bisa menunggu besok. Sekarang aku mau dirimu baby.”

“Tapi Siw..mpht..mph..” suara teriakan Kyuhyun teredam oleh bibir Siwon yang sekarang menempel dan mengisap bibir sintalnya. Kyuhyun yang sedari tadi memberontak perlahan mulai terbawa suasana dan membiarkan Siwon ‘memakannya’. Dengan ciuman panas itu sebagai permulaan, keduanya meneruskan kemesraan mereka seperti yang mereka lakukan kemarin malam dan melupakan rencana mereka untuk pergi hari ini.

Esok Hari – Kediaman Keluarga Ohara

“Kau itu kuda gila.” Sahut Kyuhyun datar namun bisa dilihat betapa kesalnya Kyuhyun sekarang dari wajahnya yang mengeras dan senyumnya yang menyeramkan. Sedangkan orang yang disebut sebagai kuda gila oleh Kyuhyun hanya terkekeh ringan dan menggenggam tangan Kyuhyun lallu menariknya untuk masuk ke dalam rumah bergaya Jepang yang sangat luas itu.

“Siwon! Kau gila apa?! Ini rumahmu! Untuk apa kita kemari?!” bisik Kyuhyun ketus. Siwon masih diam dan terus menarik Kyuhyun masuk ke dalam rumah.

“Selamat datang tuan muda!!” sapa semua anak buah Siwon serempak menyambut kedatangannya. Siwon tidak menggubris salam mereka. Dia justru berhenti berjalan dan memandang salah satu anggota dari kelompoknya itu.

“Dimana kakek?” tanya Siwon datar.

“Tuan besar ada di kamarnya tuan muda. Beliau sedang bersama dengan Kangin-san.” Jawabnya sopan. Siwon mengangguk lalu kembali melanjutkan langkahnya membawa serta Kyuhyun dibelankangnya. Sedangkan semua anggota kelompok Ohara yang melihat tuan muda mereka membawa serta seorang wanita menjadi terheran-heran dibuatnya. Mereka baru kali ini melihat Siwon membawa seorang wanita ke rumah ini. Mereka semua berasumsi bahwa Kyuhyun adalah kekasih Siwon yang tergolong spesial.

Sementara Kyuhyun yang sudah dikenal secara luas akibat diseret oleh Siwon tanpa memperdulikan kata-kata keberatan dari Kyuhyun, hanya bisa memendam kekesalannya kepada Siwon. Dalam benaknya, Kyuhyun akan benar-benar memberikan ganjaran kepada Siwon setelah mereka keluar dari tempat ini. Kyuhyun sudah menyusun rencana yang pasti akan membuat Siwon kapok untuk terus berbuat seenaknya terhadap dirinya. Sepertinya memisahkan ‘adik’ kesayangan Siwon bisa menjadi salah satu cara yang ampuh. Senyum, atau lebih tepatnya seringai berbahaya muncul di wajah manis Kyuhyun. Dia sudah tidak sabar untuk kembali ke apartemennya dan ‘menghukum’ Siwon.

Kyuhyun terlalu terbawa alam pikirannya sendiri sampai dia tak sadar sudah berada di depan sebuah pintu kertas dan Siwon telah membukanya. Baru ketika suara Siwon memanggilnya Kyuhyun menyadari dimana dia berada sekarang. Dia melihat seorang pria berumur sekitar 60 tahunan dan Kangin ada di dalam ruangan tersebut. Mata Kyuhyun mengarah kepada Siwon untuk meminta penjelasan tapi melihat Siwon membungkuk hormat kepada pria tua tersebut, Kyuhyun mengurungkan niatnya. Dia justru dengan kikuk ikut membungkuk dan duduk bersimpuh dengan tegak seperti halnya Siwon sekarang.

“Kakek.” Sapa Siwon sopan. Kyuhyun membulatkan kedua bola matanya ketika dia mendengar siapa pria tua yang dipanggiloleh Siwon. Kyuhyun sudah dengar dari Siwon tentang asal usul Siwon dan sekarang dia dihadapkan dengan orang yang sudah membesarkan Siwon dan akan menyerahkan tampuk kepemimpinan kepada Siwon jika saatnya tiba. Kyuhyun telah bertemu secara langsung pemimpin kelompok Ohara, Ryuichiro Ohara.

“Siwon-chan.” Balas Ryuichiro dengan senyum tiga jarinya. Pemimpin yakuza yang ditakuti itu langsung berubah menjadi kakek yang ceria ketika bertemu muka dengan cucu kesayangannya itu.

“Kakek! Sudah berapa kali jangan panggil aku dengan sebutan menjijikan itu. Kenapa kau senang sekali memanggilku seperti itu?!” tolak Siwon kesal karena panggilan sayang Ryuichiro. Kyuhyun dan Kangin yang mendengar keberatan Siwon, hanya bisa menundukkan kepala mencoba menahan tawa yang siap keluar setiap saat. Terlebih lagi Kyuhyun, dia menjadi memiliki bahan untuk mengolok-olok Siwon. Kyuhyun benar-benar tak kuat untuk menahan tawanya, dia bahkan sampai menutup mulutnya dengan telapak tangan. Kyuhyun tahu bahwa tidak sopan tertawa lepas dihadapan orang yang lebih tua apalagi dihormati seperti Ryuichiro.

“Tapi kenapa Siwon-chan? Bukankah itu artinya kakek sangat menyayngimu.” Keluh Ryuichiro sambil cemberut karena tolakan Siwon tadi. Siwon semakin kesal. Bisa dilihat ada tanda persegi di dahinya lalu delikan matanya tajam menatap sang kakek.

“Berhenti memanggilku seperti atau aku akan keluar dari rumah ini dan tinggal di apartemenku sendiri.” Ancam Siwon.

“Baiklah, baiklah. Ya ampun Siwon kenapa kau tidak bisa diajak bercanda sedikit saja.” Sahut Ryuichiro akhirnya mengalah.

“Bercandaanmu tidak lucu orang tua.”

“Siwon!!” seru Kyuhyun karena dia merasa Siwon mulai tidak sopan terhadap kakeknya sendiri.

“Ahahaha! Kau masih bisa membuatku tertawa Siwon.” Ujar Ryuichiro sambil tertawa terbahak-bahak, sama sekali tidak merasa tersinggung dengan ucapan cucunya itu. Siwon pun hanya mendengus lalu menyeringai.

“Bukankah itu termasuk tugasku.” Sahut Siwon menimpali. Keduanya lalu tertawa bersama meninggalkan Kyuhyun yang kebingungan dengan interaksi kakek dan cucu tersebut. Sedangkan Kangin ikut tersenyum karena dia paham bahwa keduanya memang seperti itu jika sudah bertatap muka.

“Sudahlah. Jika terus-terusan tertawa seperti ini denganmu aku bisa mati.”

“Kau tidak mati semudah itu orang tua.” Ujar Siwon lagi yang baru saja akan dibantah lagi oleh Kyuhyun jika tidak karena tangan Kangin yang memegang lengannya. Kangin menggeleng sambil tersenyum seakan mengatakan untuk membiarkan saja Siwon dan kakeknya seperti itu. Kyuhyun menghela nafas dan mengangguk menyetujui permintaan tak terucap dari Kangin.

“Lalu siapa nona muda yang cantik ini Siwon? Pacar barumu?” tanya Ryuichiro santai. Kyuhyun menoleh dan menatap tajam kala Ryuichiro mengatakan pacar baru.

Memangnya pacar Siwon ada berapa orang sebelum aku? Batin Kyuhyun kesal dan mungkin juga cemburu karena ternyata bukan dirinya kekasih pertama Siwon, meski seharusnya dari awal Kyuhyun sudah bisa menduganya. Sepertinya mustahil pria setampan dan sekaya serta mempunyai kuasa seperti Siwon hanya hidup sendiri tanpa seseorang. Sedangkan Siwon yang tahu bahwa Kyuhyun sedang kesal dengannya karena ucapan sang kakek, tersenyum puas. Dia yakin Kyuhyun sekarang sedang cemburu berat dan Siwon merasa sangat dicintai oleh wanita satu itu.

“Kakek bisa bilang begitu, meski kali ini aku serius.” Jawab Siwon santai namun ada nada keseriusan di suaranya. Kyuhyun tak kuat menahan rona merah di wajahnya, maka dari itu dia menunduk saja.

“Oh ya? Memang sih kau belum pernah mengajak satu pun dari kekasih-kekasihmu itu ke rumah. Jadi kakek bisa beranggapan bahwa kau akan segera menikah?” tanya Ryuichiro lagi dan membuat wajah Kyuhyun yang sudah memerah semakin memerah. Siwon yang menoleh untuk melihat reaksi Kyuhyun, tersenyum lebar karena menyaksikan betapa merahnya wajah Kyuhyun sekarang. Siwon bisa menebak betapa merahnya wajah Kyuhyun meski dia menunduk karena telinga Kyuhyu ikut memerah.

“Tentu saja kakek. Makanya kek cepat lamar dia untuk aku.” Balas Siwon lagi. Kyuhyun yang semakin gerah dengan obrolan seputar pernikahan langsung mengangkat wajahnya dan memberikan pendapat dalam hal ini.

“Tunggu dulu. Pembicaraan itu masih lama. Jangan terlalu terburu-buru mengambil keputusan.” Sergah Kyuhyun. Mendengar sanggahan Kyuhyun soal menikah dengan Siwon, meledaklah tawanya.

“Wah, Siwon. Sepertinya kekasihmu punya pemikiran lain. Kau harus berjuang lebih keras.”

“Sejak awal aku berkenalan dengan dia juga aku sudah berjuang mati-matian kek.”

“Ahahaha.. Kalian berdua lucu sekali. Omong-omong, siapa namamu nona muda?” tanya Ryuichiro masih dengan sisa tawa yang belum reda. Kyuhyun mengalihkan pandangannya kepada Ryuichiro dan menunduk dalam sebelum memperkenalkan dirinya.

“Nama saya Jung Kyuhyun, Ohara-san.” Jawab Kyuhyun sopan.

“Ah, kau orang Korea.”

“Benar.”

“Dan dia juga adiknya Yunho hyung kek.” Sela Siwon menambah informasi tentang Kyuhyu didepan kakeknya.

“Ah! Bagus sekali. Berarti dia dari keluarga baik-baik. Tidak seperti teman kencanmu yang lain Siwon. Bagus, bagus. Sudah cantik, dari keluarga yang baik pula. Pilihan yang tepat Siwon.” Puji Ryuichiro semakin melambungkan perasaan bangga Siwon. Mereka tidak menyadari aura hitam dari Kyuhyun yang sudah memincingkan matanya kepada Siwon.

Memangnya wanita seperti apa yang biasa kuda bodoh itu kencani? Geram Kyuhyun dalam hati, namun Kyuhyun menyembunyikan kekesalan hatinya. Dia akan menanyakan hal itu nanti kepada Siwon.

“Sudahlah. Ada perlu apa kau kemari Siwon?” tanya Ryuichiro lagi. Dia tahu jika Siwon sampai berkunjung tanpa pemberitahuan, pasti ada hal yang ingin dia bicarakan.

“Aku ingin membahas masalah yang kakek serahkan kepadaku waktu itu.” Jawab Siwon datar. Senyum main-mainnya hilang dan berganti dengan wajah serius seorang Choi Siwon.

“Oh, memangnya kenapa Siwon?” sebelum Siwon menjawab, dia menoleh ke arah Kangin dan meminta sesuatu kepada orang kepercayaannya itu.

“Kangin hyung, bisakah kau antar Kyuhyun ke kamarku dulu?” pinta Siwon sopan. Kangin yang mengerti maksud Siwon meminta seperti itu hanya mengangguk lalu menghampiri Kyuhyun dan mengajak wanita muda itu untuk mengikutinya keluar dari ruangan itu.

“Mari Kyuhyun-ssi.” Kyuhyun yang tidak mau dicap tidak sopan oleh tuan rumah hanya mengikuti meski hatinya kesal karena Siwon tidak mau mengikut sertakan dirinya dalam pembicaraan bersama Ryuichiro. Kyuhyun tahu bahwa kesempatan seperti itu sangat jarang bahkan mungkin tidak akan pernah terjadi untuknya bisa bicara dengan Ryuichiro, tapi Kyuhyun mengira kesempatan itu datang ketika Siwon mengajaknya ke kediaman Ohara. Kyuhyun menjadi sangar kesal karena tak mengerti maksud Siwon mengajak kemari. Untuk apa dia membawanya dan seperti memamerkan dirinya dengan terus menggandeng tangannya saat mereka tiba di rumah ini. Kyuhyun tanpa sadar mengutarakan kekesalannya tersebut di depan Kangin selagi mereka berdua berjalan ke arah kamar Siwon.

“Kenapa aku diajak kemari jika ujung-ujungnya aku tidak tahu apa rencana dia dengan Ohara-san?!” Kangin tersenyum kecil mendengar gerutuan Kyuhyun. Dia menarik tangan Kyuhyun dan berhenti. Otomatis Kyuhyun pun ikut berhenti di koridor rumah tersebut dan dengan raut wajah bingung sekaligus cemberut, Kyuhyun menatap Kangin. Sedangkan Kangin menatap balik Kyuhyun dengan senyuman.

Sejak peristiwa menghilangnya Siwon dengan Kyuhyun sesaat kemarin pagi, Kangin sudah bisa menduga hubungan apa diantara Siwon dan Kyuhyun. Terlebih lagi, Siwon tidak pulang kemarin dan hari ini justru datang membawa serta Kyuhyun bersamanya. Tidak perlu orang jenius untuk bisa menyimpulkan hubungan seperti apa yang dijalani oleh Siwon dan Kyuhyun. Dan karena Kangin mengerti benar dunia seperti apa yang dilakoni oleh Siwon maka Kangin tidak perlu banyak bertanya untuk semua tindakan yang dilakukan oleh Siwon. Termasuk tujuan mengapa dia mengajak Kyuhyun hari ini.

“Siwon-ah pasti punya alasan tertentu kenapa kau tidak diikut sertakan tadi. Dan aku yakin ini demi keselamatanmu Kyuhyun-ssi.” Ucap Kangin yang membuat Kyuhyun sadar bahwa dia sudah mengeluarkan isi hatinya dengan keras. Sedikit malu karena katahuan, Kyuhyun menundukkan kepalanya walau hanya dalam hitungan menit Kyuhyun menyadari maksud ucapan Kangin tadi.

“Aku bisa menjaga diriku sendiri.” Kilahnya. Kyuhyun sedikit tersinggung dengan ucapan Kangin dan maksud Siwon sebenarnya. Kyuhyun merasa Siwon terlalu meremehkan dirinya dan lupa bahwa Kyuhyun masih mampu menjaga dirinya sendiri.

“Aku yakin kau bisa Kyuhyun-ssi. Tapi Siwon-ah hanya berjaga-jaga saja.” Sanggah Kangin berupaya agar Kyuhyun tidak menumpahkan kemarahannya kepada Siwon dan berprasangka buruk terhadapnya. Kyuhyun terdiam lalu tiba-tiba saja dia melepaskan pegangan Kangin di lengannya dan membelakangi Kangin. mengedarkan pandangannya ke arah halaman yang luas dari koridor tempatnya berdiri sekarang. Kyuhyun menghela nafas panjang jika memikirkan hubungannya dengan Siwon.

“Hhh.. aku bingung Kangin-ssi. Kenapa dia membawaku kemari jika dia takut terjadi sesuatu denganku? Bukankah lebih baik jika tidak ada satu orang pun dari dunia yakuza ini yang tahu tentang hubungan kami?” tanya Kyuhyun bingung. Jujur, Kyuhyun bimbang dengan hubungannya dengan Siwon. Dia mencintai Siwon dan Siwon mencintainya. Tak ada yang berubah dari itu. Tapi halangan karena perbedaan yang mendasar dari hubungan mereka membuat Kyuhyun selalu meragukan kelanjutan hubungan mereka. Bisakah mereka bertahan hanya dengan cinta? Apalagi cinta itu baru bersemi dalam waktu yang relatif singkat.

“Kau terlalu menyepelekan jaringan informasi kami Kyuhyun-ssi. Sejak Siwon-ah mulai mendekatimu, semua kelompok yakuza mulai menaruh perhatiannya kepadamu. Mereka mengganggapmu sebagai seseorang yang bisa membawa melemahkan Siwon, baik kau memiliki hubungan spesial atau tidak dengan Siwon-ah.”

“Jadi menurutmu aku beban bagi Siwon?” cibir Kyuhyun sambil tertawa pilu. Mendengar dia merupakan kelemahan seseorang, membuat Kyuhyun semakin bimbang apakah dia harus meneruskan hubungan ini. Kangin yang mengerti pergumulan di hati Kyuhyun menepuk bahunya pelan dan berusaha menjelaskan keadaan Siwon sehingga Kyuhyun bisa mengerti bahwa Siwon hanya ingin yang terbaik baginya.

“Tergantung Kyuhyun-ssi. Kita harus lihat kelanjutan nanti. Sekarang, Siwon-ah hanya ingin kau selamat dan jalan termudah adalah mengenalkanmu ke semua anggota kelompok kami dengan membawaku kemari.” Jelas Kangin yang langsung membuat kedua alis Kyuhyun menyatu karena bingung.

“Maksudmu?”

“Semua anggota kelompok kami sudah tahu kau dekat dengan Siwon-ah. Dengan begitu maka akan banyak yang akan menjagamu, ya bisa dikatakan 24 jam setiap harinya.”

“Hah? Bagaimana bisa?”

“Anggota kami tersebar di seluruh tempat Kyuhyun-ssi. Jika ada satu saja kejadian yang menimpamu, Siwon-ah akan langsung tahu. Dia takkan membiarkanmu sendiri.” Penjelasan teakhir dari Kangin tadi menyebabkan wajah sekali lagi memerah. Walau cara yang digunakan Siwon terbilang lumayan ekstrem, tapi Kyuhyun merasa dia sungguh diperhatikan oleh seseorang. Hatinya terasa hangat dan senyumnya tidak mau berkompromi dengan otaknya yang mengatakan jangan terkembang.

“Dasar posesif.” Cibir Kyuhyun meski hatinya mengatakan hal yang berbeda. Kangin tertawa melihat tingkah malu-malu dari Kyuhyun. Tampaknya pilihan Siwon tepat ditujukan kepada wanita didepannya sekarang. Kyuhyun jelas berbeda dengan semua mantan kekasih Siwon.

“Ahahaha.. Ini pertama kalinya Siwon-ah berbuat seperti ini Kyuhyun-ssi. Biasanya dia acuh saja.” Ucapan itu kontan membuat Kyuhyun semakin salah tingkah dan semakin merasa istimewa. Kyuhyun baru kali ini diperlakukan khusus oleh pria. Biasanya pria sudah menjauh jika Kyuhyun menunjukkan siapa dirinya. Tapi lainnya dengan Siwon, sifat galak, acuh, ketus, dan banyak lagi justru semakin membuat pria tinggi dengan alis tebal itu semakin mengejar Kyuhyun.

Tak mau semakin mempermalukan dirinya sendiri akhirnya Kyuhyun berjalan lagi. Dia sedikit memperlambat langkahnya agar Kangin bisa menyusulnya. Kyuhyun tidak mungkin sembarang berkeliaran di rumah orang lain jadi dia menjaga kecepatan langkahnya dengan Kangin supaya pria kekar itu bisa menunjukkan jalan. Selama beberapa menit mereka berjalan akhirnya mereka sampai di sebuah pintu kertas lainnya. Kangin membukakan pintu yang menjadi pintu kamar Siwon itu dan mempersilahkan Kyuhyun masuk. Namun sebelum Kyuhyun sempat melangkahkan kakinya masuk, lagi-lagi lengannya dicekal oleh Kangin.

“Um.. Omong-omong Kyuhyun-ssi.. Ba.. bagai.. Um.. Bagaimana kabar Sungmin-ssi?” tanya Kangin gagap sambil tersipu malu. Kyuhyun sedikit kaget Kangin masih menanyakan Sungmin karena sepengetahuannya dari Sungmin, Kangin belakangan ini sedikit menjaga jarak dengannya. Maka Kyuhyun merasa aneh namun senang Kangin menanyakan kabar Sungmin. Melihat ada kesempatan untuk menjahili Kangin, Kyuhyun mengangguk lalu bertanya balik.

“Sungmin eonnie baik. Kenapa? Kau merindukannya?”

“Eh?!! Tidak.. eh, maksudku.. aku.. aku.. itu..”

“Aku hanya menggodamu Kangin-ssi. Jika kau memang rindu, hubungi dan temui Sungmin eonnie. Dia juga pasti suka bertemu lagi denganmu.” Goda Kyuhyun sambil terkekeh. Kangin menjadi salah tingkah dan menggaruk belakang kepalanya sendiri meski sebenarnya kepala Kangin tidak gatal sama sekali.

Sementara Kangin berbincang bersama Kyuhyun, Siwon sedang melakukan pembicaraan serius dengan kakeknya dan beberapa petinggi yakuza dari kelompok mereka. Para petinggi itu dipanggil oleh kakek Siwon beberapa saat setelah Kyuhyun dan Kangin pergi.

“Aku akan menyerahkan penyelesaian masalah bajingan itu kepada polisi, kek. Mereka juga sudah mulai menyelidiki tentang pengkhianat itu jadi aku hanya tinggal mengarahkan mereka ke arah yang benar dan bajingan itu akan masuk penjara tanpa menyusahkan kita.” Jelas Siwon dengan seringai sinis di wajah tampannya. Sang kakek mengangguk mendengar penuturan Siwon tadi. Dalam benaknya, dia menyetujui usul Siwon namun dia masih harus mendengar opini anggota lainnya. Jika sebagian besar setuju maka dia akan mengikuti usul Siwon tadi.

“Kenapa tidak dibunuh saja tuan muda?” tanya salah satu petinggi yang hadir disana. Ide tersebut banyak diangguki oleh beberapa petinggi lainnya. Siwon menatap petinggi tersebut lalu tersenyum sebelum menanggapi idenya.

“Membunuhnya. Ya mungkin itu cara yang biasa kita lakukan. Cepat dan dapat menunjukkan kemampuan dan kekuasaan kita kepada kelompok lain. Tapi Hatamoto-san, membunuhnya juga akan menambah kecurigaan polisi ke kelompok kita.” Tutur Siwon panjang lebar. Dia harus meyakinkan semua orang yang ada disini bahwa tindakan yang akan diambilnya adalah tindakan yang tepat. Siwon tahu bahwa bekerja sama atau sekedar membocorkan informasi kepada polisi adalah tindakan terakhir yang akan dilakukan oleh yakuza, namun Siwon punya rencana lain dibalik tindakannya itu dan rencana tersebut Siwon yakin akan mendapat dukungan setelah Siwon menjelaskan dengan rinci. Seringai licik terpampang jelas di wajah tampan Siwon jika memikirkan rencananya tadi.

“Tapi tuan muda, aku harus membalaskan dendam keluargaku. Bajingan itu yang telah membunuh adikku.” Cecar Hatamoto masih berkeinginan untuk membunuh pengkhianat kelompok mereka yang telah membunuh adiknya yang merupaka korban pembunuhan di taman beberapa hari yang lalu.

“Aku mengerti Hatamoto-san. Aku juga akan membalas dendam jika ada orang yang membunuh anggota keluargaku. Untuk itu, kau jangan cemas. Dendammu akan terbalaskan. Bajingan itu memang akan dipenjara, tapi jangan kira aku akan diam saja membiarkan dia hidup tenang disana.”

“Maksud tuan muda?”

“Aku sudah menyiapkan kejutan menarik untuknya saat dia ditangkap oleh polisi dan dipenjarakan. Kau boleh tenang Hatamoto-san.” Ujar Siwon masih dengan senyum lesung pipinya. Namun semua orang yang hadir disana tahu persis bahwa senyum itu tidak semanis rencana dibalik otak cerdas pewaris kelompok mereka. Petinggi bernama Hatamoto itu menundukkan kepalanya hormat dan berterima kasih atas keadilan yang disusun Siwon untuk membalaskan dendam kematian adiknya yang terbunuh di taman beberapa hari yang lalu.

Siwon lalu mengalihkan pandangannya kepada Ryuichiro dan menatap kakeknya itu seakan menanyakan perihal persetujuan darinya untuk menjalankan semua rencana yang telah dia susun. Ryuichiro hanya tersenyum dan mengangguk, menyetujui rencana Siwon. Ryuichiro berpikir Siwon pasti telah memikirkan semua hal termasuk melibatkan pihak kepolisian dalam masalah mereka. Sedikitnya Ryuichiro juga berpikir, jika mereka berpura-pura membantu polisi menguak kasus pembunuhan ditaman kemarin maka untuk beberapa waktu mereka tidak akan mengusik kelompok Ohara. Lalu untuk urusan pengkhianat yang dijebloskan ke penjara, Ryuichiro tahu bahwa Siwon akan melakukan hal yang lebih buruk daripada membunuhnya. Ryuichiro tahu bahwa ada beberapa anak buah Siwon dan Kangin yang masih ada di penjara saat ini. Pasti Siwon sudah memiliki cara untuk membalas perbuatan pengkhianat itu sehingga petinggi lainnya tidak akan banyak protes. Ryuichiro tersenyum puas dengan kemampuan cucunya itu. Sepertinya sudah saatnya dia menyerahkan tampu kepemimpinan pada Siwon.

Sementara itu kembali ke kamar Siwon, Kyuhyun yang ditinggalkan oleh Kangin karena ada urusan penting dengan anak buahnya, tampak duduk di lantai yang beralaskan tatami. Kamar bergaya Jepang milik Siwon tersebut terlihat luas dan penuh dengan lukisan dan hiasan dinding berisikan berbagai macam tulisan dalam bahasa Jepang. Namun hiasan dan lukisan itu tidak mampu mengurangi kebosanan Kyuhyun yang menunggu Siwon sejak lima belas menit yang lalu. Dia pun akhirnya berdiri dan mengamati setiap sudut kamar itu. Mulai dari lemari buku yang tersusun rapi sampai ke tumpukan buku dan berkas-berkas yang ada di meja kerja Siwon. Kyuhyun penasaran dengan buku-buku yang dibaca Siwon sehingga bermaksud mengambil salah satu buku tersebut. Namun belum sempat dia mengambilnya, mata Kyuhyun melihat beberapa pigura foto yang ditumpuk dan bukan dipajang. Lebih ingin tahu isi pigura tersebut, Kyuhyun mengurungkan niatnya mengambil buku Siwon dan lebih memilih mengambil pigura-pigura tersebut.

Kyuhyun melihat satu per satu dan langsung saja bisa dilihat dari tanda persegi di kening Kyuhyun dan juga genggaman tangan Kyuhyun yang mengerat pada pigura yang dipegangnya, menyatakan bahwa wanita manis itu sedang menahan amarahnya. Kyuhyun terus melihat pigura-pigura itu dan tanpa Kyuhyun sendiri bisa mencegah, tangannya langusng membanting beberapa pigura dengan keras sehingga kacanya pecah. Bersamaan dengan kejadian itu, Siwon masuk ke kamarnya dan terperanjat melihat kamar yang tadinya rapi menjadi sedikit berantakan dengan pecahan kaca dari pigura foto-fotonya. Siwon masih terlihat bingung dengan apa yang terjadi, namun ketika dia melihat Kyuhyun yang meremas beberapa lembar foto dari pigura tersebut, Siwon baru menyadari bahwa dia sedang berada dalam masalah.

“Baby, apa yang kau lakukan?” tanya Siwon hati-hati agar tidak semakin memancing kemarahan Kyuhyun yang sangat jelas terlihat. Siwon sudah bersiap diri untuk menerima pukulan atau tendangan, mungkin saja bantingan dari Kyuhyun lagi. Tapi Siwon tidak siap ketika melihat Kyuhyun yang hanya menghela nafas panjang, membuang foto yang dia remas, lalu beranjak pergi dari kamar Siwon. Siwon terdiam sesaat karena dia tidak mengira Kyuhyun akan setenang ini dan memilih pergi, namun otak Siwon langsung bekerja kembali saat dia menyadari dentuman keras pintu yang ditutup. Dengan cepat Siwon ikut keluar dari kamarnya dan mengejar Kyuhyun yang entah bagaimana sudah mencapai pintu gerbang rumahnya itu.

“Baby! Baby!” panggil Siwon berkali-kali namun Kyuhyun bagaikan tuli. Dia sama sekali tidak menoleh kebelakang dan terus saja menjauhi Siwon. Siwon menjadi kesal dan dengan kecepatan yang tidak terduga, Siwon berhasil mengejar Kyuhyun yang sudah keluar dari gerbang dan langsung menahannya agar tidak lari lagi.

“Baby! Kau mau kemana?!” tanya Siwon masih memegang lengan Kyuhyun dengan erat. Kyuhyun diam saja dan tidak mau menatap langsung kedua mata Siwon. Siwon menjadi berang dan langsung mencengkram kedua bahu Kyuhyun dan memaksanya untuk memandang Siwon.

“Kyuhyun! Kau kenapa?! Lihat aku!” Kyuhyun masih memalingkan pandangannya ke arah lain. Matanya masih tidak mau bertemu dengan mata Siwon. Siwon semakin tidak mengerti dengan sikap Kyuhyun yang berubah-ubah. Baru saja Siwon merasa Kyuhyun menerimanya, sekarang Kyuhyun kembali bersikap acuh. Siwon menatap Kyuhyun yang tampaknya memikirkan sesuatu. Sesuatu yang benar-benar mengganggu dirinya.

“Baby, lihat aku.” Kali ini Siwon mencoba dengan cara lembut. Siwon tahu bahwa semakin keras dia memaksa Kyuhyun maka Kyuhyun justru semakin menutup diri. Dia tidak bisa memaksanya seperti ketika dia mendekati wanita cantik itu. Ada yang berbeda dari Kyuhyun sejak Siwon mendapati Kyuhyun melihat foto di kamarnya. Foto-fotonya bersama beberapa mantan kekasihnya. Ah bukan, menurut Siwon, mereka bukan mantan kekasih karena Siwon tidak pernah serius dengan mereka semua.

“Baby.” Siwon masih memanggil Kyuhyun dengan nama panggilan kesayangannya, berharap ada sedikit reaksi dari Kyuhyun. Harapannya kali ini tidak sia-sia karena Kyuhyun akhirnya menatap Siwon dan membuka mulutnya.

“Aku bingung.” Ucapnya perlahan. Terbersit kebimbangan di mata Kyuhyun. Siwon menjadi semakin tak mengerti sekaligus gugup dengan apa yang akan dikatakan oleh Kyuhyun selanjutnya. Seumur hidupnya sebagai seorang yakuza, baru kali ini Siwon merasa segugup ini dank arena gugup pun lidah Siwon terasa kelu hanya untuk menanyakan maksud Kyuhyun. Kyuhyun pun menyadari keterpakuan Siwon dan melanjutkan lagi perkataannya.

“Aku bingung harus bersikap seperti apa kepadamu Siwon. Aku bingung harus bersikap bagaimana jika aku menemukan lagi bukti bahwa kau pernah atau mungkin saja kau masih bersama wanita lain selain aku! Aku.. aku.. aku tidak mau bersikap seperti wanita yang cerewet yang selalu cemburu melihat kau bersama dengan wanita lain. Aku..” Kyuhyun menggantung ucapannya sendiri, tak kuasa menahan rasa bimbang, ketir, sedih, marah dan rasa lainnya sejak dia melihat foto-foto mesra Siwon dengan beberapa orang wanita.

Jujur, Kyuhyun cemburu. Ya, dia cemburu. Bagaimana mungkin dia tidak cemburu ketika melihat orang yang mengaku mencintainya masih menyimpan foto-foto mantan kekasihnya. Kyuhyun menggeleng sendiri, dia bahkan berpikiran bahwa Siwon masih berhubungan meski hanya main-main dengan para wanita itu. Salahkan dia berpikiran seperti itu. Dunianya dan dunia Siwon berbeda. Di dunia Siwon mungkin hal ini biasa. Hubungan tanpa ikatan, bermain sekehendak hati sampai salah satu bosan, semua itu mungkin merupakan bagian dari kehidupan mereka semua tapi tidak dengan Kyuhyun. Kyuhyun baru pertama kali berhubungan serius dan intim dengan seseorang. Kyuhyun takut jika semua ini berakhir tanpa bisa dia cegah.

Kyuhyun menatap dalam ke kedua mata Siwon. Kyuhyun tidak akan bohong jika dia mencintai pria dihadapannya ini. Namun kebimbangan hati Kyuhyun saat ini yang selalu saja menghampiri karena perbedaan mereka dan sejuta alasan yang terus saja mengatakan bahwa Siwon bukanlah pria yang sesuai untuknya, semakin lama semakin menyesakan. Kyuhyun ingin sekali percaya kepada cinta Siwon karena dia juga begitu mencintainya tapi Kyuhyun tidak tahu caranya. Kyuhyun pun menyuarakan hal itu kepada Siwon.

“Aku tidak tahu bagaimana caranya untuk bisa percaya bahwa kau tulus mencintaiku.” Begitu perkataan itu terlontar dari bibir Kyuhyun, Siwon hanya bisa memandang Kyuhyun. Kyuhyun bisa melihat ada sorot keterkejutan di mata Siwon meski dengan cepat berganti dengan pandangan kosong. Siwon menutup matanya sesaat sebelum akhirnya membuka dan menatap Kyuhyun datar tanpa ekspresi sama sekali.

“Jadi kau masih tidak bisa percaya bahwa aku serius terhadapmu. Kau memberikan dirimu kepadaku tapi kau tidak yakin untuk selalu bersama denganku.” Tukas Siwon yang langsung menyulut kemarahan Kyuhyun. Kyuhyun merasa secara tidak langsung Siwon mengatakan dia wanita gampangan yang begitu saja menyerahkan dirinya untuk sembarang laki-laki.

“Tahu apa kau tentang diriku. Kau pikir aku pelacur yang dengan mudahnya menyerahkan diriku sendiri hah?! Kau yang pertama untukku!” teriak Kyuhyun marah. Matanya sudah berkaca-kaca karena tuduhan secara tidak langsung dari Siwon tadi. Siwon sendiri hanya diam tidak membantah atau meminta maaf kepada Kyuhyun. Dia justru memasukkan kedua tangannya ke saku celana dan berbalik. Sebelum Siwon melangkah meninggalkan Kyuhyun, Siwon menolehkan kepalanya ke samping tanpa menatap Kyuhyun.

“Aku memang tidak tahu siapa dirimu Kyuhyun, tapi aku mencoba mencari tahu. Hanya saja kau tidak memberikan kesempatan itu.” Ucap Siwon pelan bahkan hampir terdengar seperti bisikan.

“Jika memang menurutmu aku tidak layak untuk mencintaimu, maka aku bisa bilang apa.” Ucap Siwon lagi. Kali ini sorot matanya menampakkan kekecewaan dan kesedihan karena Kyuhyun masih saja mudah berubah dengan perasaannya sendiri dan bahkan kali ini meragukan cintanya.

“Siwon..” panggil Kyuhyun ketika dia melihat tatapan sedih Siwon. Hatinya juga sakit kala Siwon menatapnya seperti itu.

“Anak buahku akan mengantarmu pulang. Masalah bukti dan informasi tentang kasus itu akan aku kirim langsung ke kantormu.”

“Siwon..”

“Sebaiknya kau pulang Kyu. Aku pergi dulu.” Tanpa menunggu balasan dari Kyuhyun, Siwon melangkahkan kakinya masuk kembali ke dalam rumahnya, meninggalkan Kyuhyun seorang diri memandang punggung lebarnya dengan mata yang masih berkaca-kaca. Kyuhyun tahu bahwa dia baru saja membuat Siwon kecewa terhadapnya. Akan tetapi, Kyuhyun tidak bisa menghilangkan kekhawatiran dan ketidak yakinannya saat dia melihat hubungan masa lalu Siwon. Dalam benaknya jika Siwon memang serius kepadanya maka dia tidak akan dengan begitu mudahnya menyerah ketika Kyuhyun ragu padanya. Namun yang tersaji didepannya adalah punggung Siwon yang semakin menjauh dari pandangannya. Siwon yang meninggalkannya setelah dia mendapatkan tubuh Kyuhyun. Airmata Kyuhyun mengalir begitu saja dengan pemikiran itu. Baginya, Siwon sudah tidak menganggapnya lagi.

Aku memang bodoh. Batin Kyuhyun getir dan langsung pergi dari tempat dia berdiri sekarang. Dia tidak perduli dengan ucapan Siwon yang mengatakan bahwa akan ada orang yang mengantarnya pulang. Kyuhyun tidak butuh kebaikan pura-pura Siwon. Kyuhyun hanya butuh waktu sendiri menenangkan diri dari pertengkaran mereka. Pertengakaran pertama mereka dan mungkin akan menjadi yang terakhir.

Seminggu Kemudian

“Menurutmu ini cocok untuk Kangin-ssi tidak?” tanya Sungmin yang sedang membuka lebar kemeja lengan pendek warna merah muda dan memperlihatkan kepada Kyuhyun lalu menanyakan pendapatnya. Kyuhyun tentu saja hanya memberikan respon dengan menaikan satu alis matanya dan memandang Sungmin seakan Sungmin adalah makhluk luar angkasa.

“It’s pink. You want to give a man, a bulky one, a pink shirt? Lalu kenapa kau bertanya padaku eonnie. Bukankah menurutmu selera pakaianku kuno dan out of date.”

“Why not? It’s cute. Aku bahkan akan membeli kemeja perempuan yang kembar dengan kemeja ini dan soal aku bertanya kepadamu, hanya sekedar second opinion saja.” Keluh Sungmin sambil merengut yang hanya ditanggapi oleh Kyuhyun dengan kibasan tangannya.

“Whatever. Dan seharusnya kau tidak membeli kemeja kembar eonnie. Kalian bukan pasangan.” Tegasnya tanpa memperdulikan Sungmin yang sudah sangat kesal dengan tanggapan negatif dari Kyuhyun.

“Memangnya kenapa kalau aku bukan kekasih Kangin-ssi?” sungutnya lagi masih keras kepala. Kyuhyun menunjuk ke kemeja yang ada ditangan Sungmin dan berujar.

“Eonnie, kemeja kembar itu biasanya untuk orang yang pacaran. Akan sangat aneh jika kalian menggunakan bersamaan tanpa ada hubungan apa-apa.”

“Biar saja. Aku tak perduli. Oh, for your information honey, aku akan pastikan status di sosial mediaku akan menjadi in relationship sehingga aku bisa memakai ini dengan Kangin-ssi.” Sahut Sungmin sambil mengepalkan salah satu tangannya semangat. Kyuhyun memutar matanya malas, meski dalam hati Kyuhyun ingin tertawa melihat Sungmin yang berapi-api ingin menjadi kekasih Kangin. Kyuhyun tahu bahwa Sungmin sudah mengakui dirinya menyukai atau mungkin sudah mencintai Kangin. Hanya saja karena Kangin terlalu pemalu dan sangat lambat dalam menanggapi pedekatan Sungmin. Sampai sekarang hubungan keduanya masih di titik yang sama.

“Yeah right.” Cibir Kyuhyun yang langsung ditimpali oleh juluran lidah oleh Sungmin.

“Of course I’m right.” Kelit Sungmin lalu dengan berbinar membawa kemeja yang dipegangnya tadi ke meja kasir untuk membelinya dan diserahkan kepada Kangin. Kyuhyun yang melihat betapa antusias dan senangnya Sungmin membelikan kemeja untuk Kangin hanya tersenyum simpul dan menggelengkan kepalanya. Kyuhyun senang jika Sungmin juga merasa senang dengan pendekatan yang sedang gencar dilakukan olehnya terhadap yakuza pemalu Kim Kangin.

Kyuhyun lalu membiarkan Sungmin yang semakin senang karena kemeja itu sudah dibungkus dengan sangat rapi oleh petugas mall. Kyuhyun mumutuskan untuk ke tempat makan siang mereka terlebih dahulu. Tidak lupa dia memberitahu Sungmin yang sepertinya tidak terlalu memperhatikan karena dia hanya mengangguk cepat lalu pergi setengah berlari ke bagian pakaian wanita. Tampaknya Sungmin memang berniat untuk mewujudkan kemeja kembar dengan Kangin.

Kyuhyun berjalan santai menuju restoran yang menjadi langganan Sungmin dan dirinya. Kyuhyun tampak sesekali melihat beberapa toko sebelum melanjutkan lagi langkahnya menuju restoran yang dimaksud. Kyuhyun terus berlaku seperti itu sampai satu bayangan yang terpantul dari jendela etalase toko yang sedang dilihat Kyuhyun membuat Kyuhyun terpaku. Bayangan yang dia lihat adalah bayangan Siwon yang selama seminggu ini tidak pernah dia temui. Rasa rindu begitu memuncah dari hati Kyuhyun dan Kyuhyun ingin sekali menyapa Siwon sekaligus meminta maaf kepadanya atas kebodohannya seminggu lalu kala dia meragukan cinta mereka berdua.

Selama seminggu ini, Kyuhyun memang banyak berpikir tentang hubungannya dengan Siwon. Terlebih lagi ketika dia mengerti bahwa semua kekhawatirannya tidak beralasan. Rasa takut itu muncul karena Kyuhyun tidak percaya pada dirinya sendiri. Seharusnya dia tahu betapa dalamnya cinta Siwon karena tidak mungkin ada pria yang mau dengannya setelah beberapa kali ditolak oleh Kyuhyun. Terlebih lagi Siwon mengesampingkan kelompoknya demi membantu Kyuhyun menyelesaikan kasus pembunuhan dan menangkap pelakunya. Kyuhyun benar-benar berterima kasih atas informasi dan bukti pendukung yang diserahkan oleh Kangin seminggu yang lalu. Siwon bahkan mengenalkannya secara tidak langsung kepada seluruh anggota kelompok Ohara agar mereka bisa menjaganya dan Kyuhyun tahu betapa beresikonya itu untuk Siwon.

Mengesampingkan pikirannya akan hal-hal yang berkutat di otaknya seminggu yang lalu, senyum mulai terpancar jelas di wajah Kyuhyun. Dia baru saja akan berbalik dan memanggil Siwon ketika Kyuhyun menyadari ada satu bayangan lagi selain Siwon. Bayangan yang merupakan seorang wanita cantik nan seksi itu sedang bergelayut manja di lengan kekar Siwon. Kyuhyun mengurungkan niatnya kala wanita itu tertawa genit disamping Siwon yang juga tersenyum kepada wanita itu. Pandangan Kyuhyun tak bergerak dari Siwon yang membiarkan saja wanita itu memeluk lengannya dan mendekatkan tubuh seksinya kepada Siwon.

Kyuhyun melihat bayangan Siwon dan wanita itu pergi dari sudut pandangnya dan menghilang dibalik sebuah toko. Meskipun keduanya sudah tidak tampak lagi di kaca etalase toko dihadapan Kyuhyun, wanita manis itu masih setia menatap tempat berdiri Siwon tadi. Tatapan sendu Kyuhyun yang terus menerus itu berakhir dengan lelehan airmata diikuti dengan isak tangis Kyuhyun. Perlahan, tubuh Kyuhyun terduduk di depan kaca etalase toko. Kyuhyun berjongkok sambil memeluk kedua lututnya dan membenamkan wajahnya yang sudah basah disana.

Dia sudah melupakanku. Dia sudah menganggapku tidak ada.

Tiga Hari Kemudian

Jaejoong merasa bingung sekaligus cemas dengan adik iparnya saat ini. Selama beberapa waktu belakangan ini Kyuhyun bertingkah sangat aneh. Selama seminggu yang Kyuhyun lakukan hanya melamun lalu menghela nafas dan ujung-ujungnya tertawa sendiri atau cemberut lalu akhirnya menundukkan kepalanya yang bergetar seakan Kyuhyun sedang menangis. Sekarang, sejak tiga hari yang lalu sepulangnya Kyuhyun menemani Sungmin belanja, Kyuhyun seolah kerasukan setan gila kerja. Semua laporan penanangan kasus Divisi satu dikerjakan oleh Kyuhyun. Bahkan laporan milik Jaejoong dan Sungmin, Kyuhyunlah yang mengerjakannya.

Jaejoong menghela nafas panjang sekaligus menggelengkan kepalanya. Jaejoong harus cepat mengambil tindakan karena adik iparnya itu terlalu terlarut dengan pekerjaannya sehingga dia tidak pulang ke apartemen dan juga rumahnya dan Yunho. Jaejoong tidak mau tahu apakah Kyuhyun sampai lupa mandi atau tidak selama tiga hari ini. Bergidik ngeri dan juga jijik, Jaejoong menghampiri Kyuhyun yang dengan giatnya mengetik di komputernya. Tanpa peringatan sedikit pun, Jaejoong menarik kabel komputer Kyuhyun sehingga Kyuhyun langsung berteriak kesal.

“Kapten! Aku sudah tinggal sedikit lagi menyelesaikan laporan itu!” protes Kyuhyun tak suka dengan tindakan Jaejoong yang tiba-tiba itu. Jaejoong bukannya merasa bersalah dia justru menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya dan menatap tajam ke arah Kyuhyun.

“Laporan itu baru akan kita serahkan ke kantor pusat dua minggu lagi Jung Kyuhyun. Sekarang aku perintahkan kau pulang dan bersihkan dirimu. Jangan kembali ke kantor selama tiga hari sampai otakmu berjalan seperti semula!” titah Jaejoong tegas dank eras menyebabkan Kyuhyun hanya bisa menggerutu sendirian dan berdiri meninggalkan Jaejoong untuk pulang ke apartemennya.

Setelah membereskan barang-barangnya di loker, Kyuhyun lalu beranjak pulang. Kyuhyun memilih pulang dengan berjalan kaki. Kyuhyun sedang malas mengendarai mobilnya sehingga dia meninggalkan begitu saja di kantor. Kyuhyun menelusuri jalanan kota yang masih lumayan ramai meski sudah cukup malam. Kyuhyun menghirup udara malam lalu menghembuskannya perlahan. Ketika dia menghembuskan nafas itu, tanpa sengaja airmata Kyuhyun juga ikut bergulir. Dengan kasar Kyuhyun menghapus bulir airmatanya. Dia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk berhenti menangisi Siwon. Sudah cukup seharian dia menangis setelah Kyuhyun melihat dengan mata kepalanya sendiri, Siwon sedang bersama wanita lain. Kyuhyun merasa dia bukan wanita lemah. Semua pasti akan berlalu bersamaan dengan berjalannya waktu. Lagipula menurut Kyuhyun, mereka tidak akan bertahan lama karena perbedaan mereka. Dia yang seorang polisi dan Siwon yang seorang yakuza. Cepat atau lambat mereka pasti akan berpisah dan jika memang sekaranglah waktunya, akan lebih baik karena mereka belum terjatuh begitu dalam. Setidaknya bagi Siwon karena jelas pria itu sudah memiliki penggangi dirinya.

Kyuhyun terus berjalan meski pikirannya tidak terfokus ke jalanan. Alhasil dengan cerobohnya Kyuhyun menabrak tubuh tegap seseorang sehingga membuatnya limbung dan terjatuh di jalanan aspal. Mungkin karena jatuh atau mungkin karena lelah, Kyuhyun merasa sakit di kepalanya. Rasanya sakit luar biasa sampai Kyuhyun tidak sanggup untuk terus terjaga. Satu hal yang terakhir yang dia lihat dan dengar adalah suara dan wajah cemas Siwon yang berteriak,

“Kyuhyun!!”

Apartemen Kyuhyun

Kyuhyun membuka matanya perlahan dan berusaha menghilangkan rasa sakit kepala yang menderanya dengan memijit pelipisnya pelan. Sakit kepala itu masih menyerangnya dan Kyuhyun berharap sakit ini bisa hilang dengan sakit yang bersarang di hatinya. Kyuhyun terlalu terfokus dengan dirinya sendiri sehingga dia tidak menyadari ada seseorang yang memeluknya dari belakang dan menenggelamkan wajahnya di perpotongan antara leher dan bahu Kyuhyun. Sentuhan dari bibir yang selalu dikenalnya itu membuat Kyuhyun menoleh sesaat meraba dengan matanya, memastikan bahwa apa yang dilihatnya bukan halusinasi. Dan ketika matanya meyakinkan bahwa pria yang memeluknya erat itu adalah Siwon, tanpa pikir panjang lagi, Kyuhyun berbalik dan membalas pelukan Siwon sama eratnya.

“Siwon.. Siwon.. Maaf.” Ucap Kyuhyun lirih lalu membenamkan kepalanya di dada bidang Siwon.

“Baby?” Siwon sedikit bingung dengan sikap Kyuhyun yang manja dan terkesan tidak mau melepaskan Siwon. Sedangkan Kyuhyun yang mendengar Siwon memanggilnya seperti biasanya, hanya bisa tersenyum lega. Kyuhyun senang karena Siwon bersamanya sekarang meski Kyuhyun juga takut bahwa semua ini akan segera berakhir. Karena pemikiran itu, tanpa Kyuhyun sadari, airmatanya kembali mengalir. Kyuhyun kesal dengan kedua mata dan hatinya yang beberapa waktu ini menjadi sangat cengeng dan meudah tersentuh. Tapi itu semua wajar karena Kyuhyun tahu satu hal yang menyebabkannya. Kyuhyun takut harus kehilangan Siwon lagi.

Siwon yang merasa bajunya basah, mulai mengerti apa yang sedang terjadi. Siwon tersenyum dan semakin mengeratkan pelukannya di tubuh Kyuhyun. Siwon merasa instingnya sekali lagi membantunya. Beruntung Siwon mengunjungi Kyuhyun hari ini dan bukannya besok. Jika tidak, Kyuhyun bisa saja celaka karena jelas pikirannya sedang tidak fokus. Siwon memang bermaksud mengunjungi Kyuhyun setelah akar permasalahan yang menyebabkan pertengkarannya dengan Kyuhyun selesai dia bereskan.

Siwon tidak mengira ketika dia sedang berjalan menuju kantor Kyuhyun, dia bertemu dengannya di jalanan. Ketika Kyuhyun menabraknya dan pingsan karena kelelahan, Siwon dengan sigap membawa Kyuhyun pulang ke apartemen Kyuhyun. Siwon membersihkan tubuh Kyuhyun lalu mengganti bajunya dan membaringkannya di tempat tidur Kyuhyun, membiarkan wanita yang dicintainya itu istirahat sementara Siwon membereskan apartemen Kyuhyun yang luar biasa berantakan.

Sekarang, Siwon bersama dengan Kyuhyun dan tidak ada yang lebih membahagiakan dari menghirup aroma tubuh Kyuhyun dan merasakan kehangatannya. Siwon merasakan suara nafas yang teratur dari Kyuhyun. Dia sudah tertidur dengan lelap dan melihat wajah damai Kyuhyun, Siwon kembali tersenyum. Secara perlahan, Siwon membenarkan posisi mereka berdua agar lebih nyaman dan setelah terasa tidak akan mengganggu tidur Kyuhyun sampai dia bangun nanti, Siwon mendekatkan wajahnya di pucuk rambut Kyuhyun dan mencium kepala Kyuhyun dengan sayang.

“Tidurlah baby. Besok kita akan selesaikan masalah kita. Aku mencintaimu.”

TBC

Advertisements