Tags

, , , , ,

Title : Why I’m Falling In Love With A Yakuza 7

Pairing :  Wonkyu, Kangmin, Yunjae

Disclaimer : All casts are belong to their self and God

Warning : Un-betaed, GS, Attempt Humor, Lots of Swearing, OOC, AU

Summary : I’m on the good side, he’s on the bad side. So is it wrong to love him? Let’s found out.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

“Siwon.. Siwon.. Maaf.” Ucap Kyuhyun lirih lalu membenamkan kepalanya di dada bidang Siwon.

“Baby?” Siwon sedikit bingung dengan sikap Kyuhyun yang manja dan terkesan tidak mau melepaskan Siwon. Sedangkan Kyuhyun yang mendengar Siwon memanggilnya seperti biasanya, hanya bisa tersenyum lega. Kyuhyun senang karena Siwon bersamanya sekarang meski Kyuhyun juga takut bahwa semua ini akan segera berakhir. Karena pemikiran itu, tanpa Kyuhyun sadari, airmatanya kembali mengalir. Kyuhyun kesal dengan kedua mata dan hatinya yang beberapa waktu ini menjadi sangat cengeng dan meudah tersentuh. Tapi itu semua wajar karena Kyuhyun tahu satu hal yang menyebabkannya. Kyuhyun takut harus kehilangan Siwon lagi.

Siwon yang merasa bajunya basah, mulai mengerti apa yang sedang terjadi. Siwon tersenyum dan semakin mengeratkan pelukannya di tubuh Kyuhyun. Siwon merasa instingnya sekali lagi membantunya. Beruntung Siwon mengunjungi Kyuhyun hari ini dan bukannya besok. Jika tidak, Kyuhyun bisa saja celaka karena jelas pikirannya sedang tidak fokus. Siwon memang bermaksud mengunjungi Kyuhyun setelah akar permasalahan yang menyebabkan pertengkarannya dengan Kyuhyun selesai dia bereskan.

Siwon tidak mengira ketika dia sedang berjalan menuju kantor Kyuhyun, dia bertemu dengannya di jalanan. Ketika Kyuhyun menabraknya dan pingsan karena kelelahan, Siwon dengan sigap membawa Kyuhyun pulang ke apartemen Kyuhyun. Siwon membersihkan tubuh Kyuhyun lalu mengganti bajunya dan membaringkannya di tempat tidur Kyuhyun, membiarkan wanita yang dicintainya itu istirahat sementara Siwon membereskan apartemen Kyuhyun yang luar biasa berantakan.

Sekarang, Siwon bersama dengan Kyuhyun dan tidak ada yang lebih membahagiakan dari menghirup aroma tubuh Kyuhyun dan merasakan kehangatannya. Siwon merasakan suara nafas yang teratur dari Kyuhyun. Dia sudah tertidur dengan lelap dan melihat wajah damai Kyuhyun, Siwon kembali tersenyum. Secara perlahan, Siwon membenarkan posisi mereka berdua agar lebih nyaman dan setelah terasa tidak akan mengganggu tidur Kyuhyun sampai dia bangun nanti, Siwon mendekatkan wajahnya di pucuk rambut Kyuhyun dan mencium kepala Kyuhyun dengan sayang.

“Tidurlah baby. Besok kita akan selesaikan masalah kita. Aku mencintaimu.”

( 。・_・。)(。・_・。 )

Matahari menampakkan kuasanya dengan memberikan secercah sinar yang menyilaukan di pagi hari ini. Sinar itu yang mampu membuar seorang wanita cantik terbangun dari tidur lelapnya setelah selama sekitar sepuluh hari ini tidurnya selalu terganggu dengan pria tampan yang bertengkar dengannya. Pria yang juga mampu membuat hatinya merasakan debaran dan sakit untuk pertama kali. Pria yang sekarang tengah memeluknya dengan erat.

“Siwonnie..” lirih Kyuhyun setelah dia membuka kedua matanya dan memandang wajah tampan orang, yang sekarang mampu diakui oleh Kyuhyun tanpa adanya bantahan lagi, sangat dicintainya. Mengira jika semua yang dialaminya hanya mimpi, Kyuhyun mengeratkan pelukannya dan membiarkan dirinya bermanja, menikmati sentuhan lengan dan tangan Siwon di tubuhnya, merasakan kehangatan Siwon yang mungkin tidak akan dia rasakan lagi.

“Siwonnie..” panggilan itu sekarang diikuti dengan isakan dari Kyuhyun. Kyuhyun sadar bahwa jika benar ini adalah mimpi berarti Siwonnya tidak ada disini untuk memeluknya setiap saat. Siwonnya telah pergi dan meninggalkan dirinya. Kyuhyun semakin terisak dan akhirnya menangis karena dia kesal sekaligus sedih. Kesal karena hanya karena seorang Siwon, dirinya menjadi seorang wanita yang lemah, lemah karena takut ditinggal oleh pria yang sanggup membuat dirinya gila karena ulah isengnya, sanggup membuatnya khawatir karena profesinya, sanggup membuatnya merasakan hal yang tak pernah terbayangkan sebelumnya akan dialami oleh Kyuhyun yaitu menyayangi seseorang sampai rasanya dirinya akan mati jika orang itu tidak ada disisinya.

Sedih, karena Kyuhyun baru menyadari arti Siwon dalam hidupnya dan dia akan kehilangan itu. Kehilangan orang yang paling dia cintai hanya karena keraguannya akan kelangsungan hubungan mereka berdua. Seharusnya dia bisa mempercayai Siwon, seharusnya dia lebih mempercayai dirinya sendiri yang selama ini kuat dan mampu bertahan, seharusnya dia bisa mempercayai cinta mereka.

“Siwonnie..” panggil Kyuhyun lagi masih dengan tangisannya di dada Siwon dan kali ini Siwon pun terbangun karena mendengar namanya diucapkan oleh Kyuhyun. Dengan sedikit menggeliat, Siwon mengedipkan matanya beberapa kali, mencoba menghilangkan rasa kantuk dan memusatkan perhatiannya pada suara yang memanggilnya. Ketika Siwon sadar sepenuhnya, betapa terkejutnya dia mendapati wanita yang sudah membuatnya tergila-gila menangis di dadanya.

“Baby?” panggil Siwon sedikit memastikan apakah benar wanita yang menangis ini adalah Kyuhyunnya dan ketika wajah manis berlinangan airmata itu menengadahkan wajahnya, barulah Siwon yakin seratus persen.

“Oh baby, kenapa kau menangis?” tanya Siwon cemas. Jujur, wajah Kyuhyun yang menangis adalah wajah yang tidak ingin Siwon lihat meski menurutnya Kyuhyun tetap cantik. Siwon lebih memilih Kyuhyun yang galak, Kyuhyun yang jutek, walau favoritnya adalah wajah Kyuhyun yang tersenyum dan tertawa hanya untuknya. Maka, bisa dipastikan betapa cemasnya Siwon sekarang mendapati kekasih hatinya itu menangis seakan-akan dirinya telah mati.

“Baby, lihat aku. Kenapa kau menangis sayang?” tanya Siwon perlahan. Kyuhyun kembali menyembunyikan wajahnya sebelum menjawab pertanyaan Siwon. Kyuhyun sudah tidak mau berbohong lagi dan menyuarakan isi hatinya.

“Wonnie, maafkan aku. Maafkan aku. Aku tidak akan mengeluh lagi. Aku tidak akan membantingmu lagi. Aku akan menuruti setiap permintaanmu. Jadi, jangan tinggalkan aku. Aku mohon tarik keputusanmu untuk mengakhiri hubungan kita. Jangan ganti aku dengan wanita lain. Aku akan..”

“Woah..tunggu sebentar baby. Menggantikanmu dengan wanita lain? Memutuskan hubungan denganmu? Kapan aku melakukannya?” potong Siwon cepat. Dia tidak mengerti ujung pembicaraan dari Kyuhyun. Siwon tidak pernah merasa bahwa dia telah memutuskan hubungan dengan Kyuhyun. Pria tinggi itu berpikir bahwa untuk mendapatkan Kyuhyun saja sudah membuatnya pusing setengah mati lalu mengapa dia dengan mudahnya melepas satu-satunya wanita yang sudah mengikat hatinya seperti sekarang. Sedangkan Kyuhyun mengangkat lagi wajahnya dan menatap Siwon kebingungan. Dia juga tidak mengerti maksud perkataan Siwon tadi. Dalam benak Kyuhyun, bukankah Siwon sudah melupakan dirinya dan melanjutkan hidup dengan berhubungan dengan wanita lain.

“Eh?! Bukankah kau mengatakan bahwa jika memang menurutku kau tidak layak untuk mencintaiku, maka kau bisa bilang apa. Itu artinya kau sudah tidak menganggapku sebagai kekasihmu lagi bukan?!” sahut Kyuhyun tegas. Kyuhyun sudah tidak menangis lagi karena dia bingung dengan semua hal yang sudah terjadi dan sekarang ditambah dengan simpang siurnya jalinan cinta mereka.

“Dan..dan.. aku sempat melihatmu berjalan dengan wanita lain seminggu setelah pertengkaran kita dan kau memutuskan hubungan denganku. Siapa wanita itu Wonnie? Siapa dia? Aku bisa menjadi lebih darinya, asal kau tidak meninggalkanku.” Ucap Kyuhyun lagi melanjutkan pembicaraannya ketika Siwon hanya membuka mulutnya masih terkejut dengan apa yang selama dipikirkan oleh Kyuhyun dan sekarang, setelah perkataan terakhir tadi terlontar dari mulut Kyuhyun, Siwon sudah tidak bisa lagi menahan dirinya.

Dengan cepat Siwon membekap mulut Kyuhyun dengan bibirnya. Siwon mencium, melumat, bahkan menggigit sedikit bibir Kyuhyun sehingga wanita manis itu mendesah pelan dan mulai membalas ciuman Siwon. Mereka terus saling bertukar saliva dan meraba tubuh pasangan masing-masing sampai beberapa menit kemudian, pasokan udara di paru-paru mereka yang terbatas terpaksa memisahkan jalinan bibir itu. Ada setaut saliva teruntai antara bibir Siwon dan Kyuhyun. Mata Kyuhyun pun masih terpenjam, mencoba meresapi ciuman mesra dari pria yang dicintainya itu. Sedangkan Siwon, mulai memberikan ciuman-ciuman kecil di seluruh wajah Kyuhyun sambil membelai lembut rambut Kyuhyun. Lalu Siwon memposisikan tubuh Kyuhyun didepannya dan memeluknya dari belakang sementara dirinya bersandar pada kepala ranjang. Kyuhyun pun menikmati pelukan hangat Siwon dan menyandarkan tubuhnya di dada bidang pria bermarga Choi itu. Setelah Siwon merasa keadaan Kyuhyun sudah tenang, Siwon mulai membuka suara memberikan respon tentang tuduhan-tuduhan tidak beralasan dari kyuhyun tadi.

“Baby, darimana pemikiran anehmu itu huh? Omonganmu benar-benar tidak masuk akal. Memutuskan hubungan kita? Yang benar saja! Untuk mendapatkanmu aku sudah susah payah. Mana mau aku pisah darimu begitu saja.” Tukas Siwon. Kyuhyun memutar sedikit kepalanya agar dia bisa melihat ke arah Siwon.

“Tapi ucapanmu waktu itu dan kau pergi begitu saja tanpa menghubungiku sama sekali membuatku berpikir bahwa kau benar-benar marah kepadaku. Kau marah karena aku seperti tidak mempercayai dirimu dan hubungan kita.” Jelas Kyuhyun sedikit takut. Dia takut Siwon menjadi mengingat kembali awal pertengkaran mereka dan pada akhirnya benar-benar memilih untuk meninggalkan dirinya. Kyuhyun menggigit bibirnya. Dia berperang dengan dirinya sendiri.

Di satu sisi Kyuhyun tidak terima bahwa kehadiran Siwon seolah membuat dirinya menjadi seperti orang lain, tetapi disisi lain tanpa adanya Siwon hidupnya benar-benar hampa. Kyuhyun tidak mau kehilangan Siwon tapi dia juga tidak mau kehilangan dirinya sendiri. Siwon yang melihat masih adanya keraguan dan kebimbangan di wajah kekasihnya itu hanya tersenyum sebelum mencium cepat bibir Kyuhyun. Dia lalu meletakan dahinya di bahu Kyuhyun dan bergumam lirih namun cukup keras untuk didengar oleh Kyuhyun.

“Kau masih bimbang dengan hubungan kita ya.” Ucap Siwon langsung. Kyuhyun langsung menoleh ke arah Siwon yang sudah mengangkat kepalanya dan menatap langsung ke mata Kyuhyun. Kyuhyun menjadi salah tingkah karena langsung ketahuan isi hatinya oleh Siwon. Kyuhyun tidak mau jika karena kebimbangan di hatinya ini Siwon beranggapan dirinya tidak serius dan akhirnya memutuskan untuk berpisah dengannya. Dilanda kepanikan, Kyuhyun sedikit berbalik dan menangkupkan kedua tangannya di pipi Siwon dan berkata dengan cepat.

“Siwon, bukan begitu. Aku..”

“Sshh.. Tenanglah baby. Aku mengerti maksudmu. Kau bimbang karena perbedaan kita. Kau bimbang karena ini pertama kalinya terjadi padamu. Namun kau juga harus tahu baby, perasaan ini juga yang pertama untukku.” Potong Siwon sambil mengambil kedua tangan Kyuhyun di wajahnya dan mencium satu per satu buku jari di punggung tangan Kyuhyun sebelum akhirnya membalikkan lagi tubuh Kyuhyun agar terus bersandar di dadanya sedangkan Siwon kembali memeluk Kyuhyun dari belakang dengan erat. Ciuman-ciuman di pelipis, pipi, leher, dan bahu Kyuhyun menjadi peneman Siwon saat mengungkapkan isi hatinya kepada Kyuhyun.

“Aku akui baby, aku memang marah saat itu. Aku sangat marah sehingga menurutku lebih baik aku tidak bertemu denganmu dulu sampai amarahku mereda dan kau juga memikirkan apakah kau benar-benar ingin agar hubungan kita berlanjut.”

“Siwon..”

“Biarkan aku menyelesaikan dulu ucapanku sayang. Biarkan aku menjelaskan semuanya kepadamu agar tidak ada lagi slah paham.” Sergah Siwon cepat sebelum Kyuhyun memulai lagi kilahan-kilahan yang hanya membuat dirinya semakin berpikiran liar.

“Aku memberimu waktu agar kau bisa berpikir tenang tanpa ada pengaruh apapun dariku. Lagipula aku juga membutuhkan waktu untuk menyelesaikan semua hal yang membuatmu tidak nyaman.” Lanjut Siwon lagi dan kali ini Siwon menjelaskan duduk permasalahan dari kesalah pahaman yang terjadi antara dirinya dengan Kyuhyun.

“Maksudmu?” tanya Kyuhyun tidak mengerti. Dia tidak mengerti penyelesaian apa yang tengah dibicarakan oleh Siwon. Bukankah mereka masih membahas masalah perpisahan mereka dan wanita yang Kyuhyun lihat waktu itu. Semua pertanyaan bergumul dipikiran Kyuhyun, akan tetapi sebentar lagi dia akan mengetahui semuanya dengan gamblang.

“Aku membereskan masalah dengan semua wanita yang pernah bersamaku. Ya, meski aku harus membeli banyak barang bermerek dari desainer terkenal dan menerima tamparan serta cakaran dikedua pipiku agar mereka mundur, tapi akhirnya semua berakhir juga. Mereka tidak akan menggangguku lagi.” Jelas Siwon sambil mengingat tamparan dan cakaran bahkan tendangan dari setiap wanita yang pernah dikencaninya.

Tidak lupa betapa kagetnya Siwon ketika saat dia membereskan semua foto mantan-mantannya, ternyata jumlah wanita yang pernah dia kencani tidak sedikit. Dalam benaknya Siwon bersyukur Kyuhyun hanya melihat pigura yang ada di meja kerjanya saja. Jika Kyuhyun tahu masih ada lagi pigura-pigura yang lain dalam lemari dan lacinya, maka habislah Siwon.

Siwon sendiri tidak pernah ingat jika dia menyimpan begitu banyak pernak-pernik seperitu itu. Mungkin karena dia selalu saja menerima bingkisan dari mantan-mantannya itu, membukanya di kamarnya, lalu membuangnya dan melupakan begitu saja.

“Siwonnie..” suara Kyuhyun membuyarkan ingatan Siwon akan masalah mantan-mantannya. Dengan saatu senyuman manis, Siwon mengecup singkat bibir Kyuhyun sebelum kembali melanjukan menjelaskan usahanya agar Kyuhyun tidak lagi ragu kepada dirinya.

“Ya meski aku terkejut juga aku membutuhkan waktu hampir seminggu lebih untuk membereskan semuanya baby. Padahal jumlah mereka hanya sedikit.” Siwon terpaksa berbohong sedikit agar Kyuhyun tidak marah lagi kepadanya. Untuk saat ini lebih baik Siwon mengambil jalan aman daripada harus menerima amukan dari kekasih cantiknya itu. Kyuhyun sendiri hanya terdiam lalu tiba-tiba memiringkan kepalanya dan menyandarkan di dada Siwon sehingga lehernya yang jenjang, mulus dan putih itu terekspos dengan jelas di mata Siwon.

Entah apa maksud Kyuhyun sebenarnya, namun kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Siwon. Segera saja, bibir Siwon mencium, mengisap, dan menjilat leher itu sehingga menimbulkan bekas kemerahan. Merasa geli dengan sentuhan Siwon, Kyuhyun tertawa kecil lalu diikuti dengan desahan. Dan akhirnya keduanya bertarung lidah lagi untuk kesekian kalinya sampai batas tubuh mereka yang memperingatkan bahwa keduanya masih harus memiliki tenaga demi menyelesaikan urusan mereka berdua.

Setelah lima belas menit bercumbu, Siwon dan Kyuhyun yang sudah berganti posisi dengan Kyuhyun dibawah Siwon dan Siwon yang diatas Kyuhyun sambil bertumpu dengan kedua siku dan lengannya, saling pandang satu sama lain. Jelas di mata Kyuhyun sudah tidak ada lagi keraguan seperti dulu. Kyuhyun sudah mengerti bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan oleh polisi cantik itu. Siwon miliknya sebagaimana Kyuhyun adalah milik Siwon.

“Jadi sekarang baby, kau bisa mempercayaiku sepenuhnya bukan?! Choi Siwon yang ada dihadapanmu sekarang adalah Choi Siwon milik Jung Kyuhyun.” Ucap Siwon mantap. Kyuhyun terkekeh mendengar nada bicara Siwon yang tegas itu. Dia lalu membuat lingkaran di dada Siwon dengan jarinya, tidak takut sentuhan nakalnya itu menggoda libido sang kuda jantan.

“Kau sepenuhnya milikku?” tanya Kyuhyun dengan nada suara serendah mungkin. Siwon yang jarang-jarang menyaksikan Kyuhyunnya menggodanya seperti itu, langsung mendaratkan sebuah ciuman dan menggigit sedikit bibir bawah kekasihnya itu sebelum menjawab pertanyaan Kyuhyun tadi.

“Tentu saja dan karena aku milikmu secara otomatis kau juga menjadi milikku sepenuhnya baby. Jadi tidak ada lagi Edward, Jacob atau lelaki lainnya dalam hidupmu. Jika aku masih menemukan satu pria saja, satu pria baby, maka jangan salahkan kalau ada kecelakaan yang menimpa mereka.” Ancam Siwon serius. Namun ancaman itu ditanggapi dengan Kyuhyun yang memutar matanya malas. Dia masih tidak habis pikir dengan Siwon yang terus saja menganggap bahwa Edward dan Jacob itu adalah sosok nyata.

“Sudah aku katakan berulang kali bahwa Edward dan Jacob itu hanya tokoh fiksi Wonnie dan aku tidak pernah membiarkan diriku dekat dengan lelaki lain kecuali kau dan kakakku Yunho.” kelit Kyuhyun kesal namun akhirnya dia terkikik lagi. Lalu sedikit mengangkat kepalanya dan membalas mencium bibir joker Siwon. Siwon pun langsung menjilat bibirnya sendiri dan tersenyum senang.

Good. So baby..”

“What?”

“Karena aku hanya punya dirimu, sekarang kau harus bertanggung jawab untuk memenuhi semua kebutuhanku.” Sahut Siwon dengan tatapan dan seringainya yang membuat bulu kuduk Kyuhyun berdiri. Kyuhyun tahu arti tatapan dan seringai itu. Itu artinya Kyuhyun mungkin akan menjadi tahanan kamar seharian penuh.

“Ma.. maksudmu?” Kyuhyun masih mencoba bertanya meski dia tahu jawaban seperti apa yang akan dia dapat. Kyuhyun merasa tidak ada salahnya mencoba meluruskan maksud Siwon bukan. Namun dengan seringai Siwon yang semakin lebar dan jika boleh dikatakan terlihat mesum, Kyuhyun harus menerima nasib yang akan diterimanya nanti.

“Kau mengerti maksudku baby.” Jawab Siwon lalu kembali melumat bibir Kyuhyun dan mulai meraba-raba seluruh permukaan dada Kyuhyun. Kyuhyun hanya bisa mendesah dan pasrah diberi kenikmatan oleh pria tampan diatasnya ini. Hanya saja sedetik kemudian Kyuhyun menahan serangan Siwon dengan menekan dadanya sehingga ciuman Siwon terhenti.

“Siwon.”

“Hm?”

Are we okay now?” tanya Kyuhyun hati-hati. Kyuhyun membutuhkan jawaban tegas dari Siwon jika mereka memang baik-baik saja. Siwon tersenyum tulus dan menjawab,

We’re more than okay baby.” Alhasil jawaban itu menyebabkan senyum paling indah yang pernah Siwon lihat dari Kyuhyun dan terlebih lagi kata-kata yang menyusul senyuman itu membuat hati Siwon semakin hangat dan berdesir bahagia.

I love you.” Senyum Siwon semakin lebar karena ungkapan tulus Kyuhyun tersebut. Sebagai hadiah, Siwon mengecup kening Kyuhyun lembut sambil membelai rambut ikal Kyuhyun dengan sayang.

Nice to know you finally can say that three words without any doubts.”

I love you Siwon.” Ungkap Kyuhyun sekali lagi dan kali ini Kyuhyun bisa mengatakannya sebanyak yang Siwon mau dan sebebas yang Kyuhyun inginkan.

Love you too baby. Love you too.” Jawab Siwon juga sam tulusnya. Lalu kedua anak manusia itu berbagi kemesraan di pagi hari itu. Keduanya meluapkan rasa rindu yang sangat dalam karena tidak bertemu selama beberapa hari. Terlebih lagi bagi Kyuhyun. Wanita muda itu tidak mengira bahwa akhirnya dia membutuhkan seorang pria untuk dapat mengisi kekosongan hatinya selama ini. Kekosongan hati yang tak pernah dia sadari sebelumnya.

Sentuhan, rengkuhan, ciuman, dan belaian dari Siwon, Kyuhyun mengerti bahwa dia akan terjebak dengan Siwon. Terjebak dalam waktu yng cukup lama. Meskipun begitu, Kyuhyun tiak keberatan karena Kyuhyun ingin selalu bersama dengan Siwon dan dia juga dapat merasakan bahwa pria yang kini sudah berada diatasnya itu, ingin selalu bersamanya. Bagi Kyuhyun, untuk sekarang dia tidak perduli jika image kuat dan galaknya luntur. Baginya, sekarang Kyuhyun adalah wanita yang menginginkan pria miliknya, memanjakan dirinya sampai Kyuhyun puas. Dan Kyuhyun yakin, Siwon mampu melakukan itu.

Sementara Siwon dan Kyuhyun menjalin kembali untaian kisah cinta mereka yang sebenarnya tidak pernah terputus, di sebuah café tempat pertama kali Sungmin dan Kyuhyun bertemu dengan Siwon dan Kangin, tampak Sungmin sedang terduduk manis di salah satu meja di sudut café tersebut. Sungmin terlihat cantik dengan gaun chiffon selututnya dengan warna baby pink. Hari itu Sungmin sengaja meminta izin karena dia sudah membuat janji dengan seseorang. Seseorang yang membuat Sungmin selalu ingin tersenyum dan menampakkan aura bahagia.

Sembari menunggu orang tersebut, Sungmin sesekali mematut wajahnya di cermin memastikan apakah dandanannya sudah bagus. Make up tipis namun membuat wajah cantik Sungmin semakin bersinar itu memang menjadi andalan Sungmin. Dan karena pertemuan ini penting baginya, wanita itu tidak kuasa menahan dirinya untuk terus memeriksa keadaan dirinya yang sudah sangat cantik dan menarik itu. Setelah yakin semua baik-baik saja,

Sungmin melihat jam tangannya untuk memastikan bahwa dia tidak salah dengan waktu janjiannya. Dari jam tangan warna pink Sungmin yang menunjukkan pukul 1 siang itu Sungmin tahu bahwa pertemuan mereka akan terjadi sebentar lagi karena waktu tersebut adalah waktu janjian mereka.

Sungmin terus menunggu sambil kembali melihat jam tangannya. Ketika matanya melihat jam tersebut menunjukkan pukul 1 lewat 30 menit, Sungmin mulai sedikit gelisah. Namun dengan cepat Sungmin mengenyahkan setiap pikiran negatif dan bersabar menunggu kedatangan orang tersebut meski seharusnya orang tersebut sudah datang ke café ini tiga puluh menit yang lalu.

“Mungkin dia terjebak macet.” Gumam Sungmin pada dirinya sendiri. Dia terus menunggu sambil sesekali memeriksa tas kertas yang berisikan kemeja pink yang dia beli bersama dengan Kyuhyun waktu itu. Sungmin tersenyum sendiri dan mulai berandai-andai seperti apa reaksi orang tersebut ketika menerima hadiah ini darinya.

Sungmin lalu menatap keluar dari balik jendela café. Dia terus menunggu, menunggu dan menunggu. Sampai akhirnya ketika dia melihat jam tangannya lagi, waktu sudah menunjukkan jam 5 sore. Sungmin tidak sadar dia sudah menunggu orang tersebut selama empat jam lebih karena Sungmin datang lebih awal dari waktu janjian. Wajah berbinarnya mulai meredup dan Sungmin pun menghela nafas perlahan.

“Pasti dia terjebak macet. Pasti.” Gumam Sungmin lagi walau kali ini matanya tak bisa lagi membendung aliran airmata yang dalam hitungan detik sudah membasahi pipi Sungmin. Berkali-kali Sungmin menghapus airmata itu namun mereka seperti memiliki pemikiran sendiri dan terus saja mengalir dengan deras.

“Dasar pria besar bodoh.” Maki Sungmin kesal sambil terisak. Meskipun begitu, wanita mungil itu tetap saja duduk disana tanpa ada niat beranjak sedikit pun. Perlahan tapi pasti tubuh Sungmin mulai merunduk dan akhirnya kedua tangannya terlipat dan menjadi tumpuan kepala Sungmin. Wanita itu mulai menangis sambil menyembunyikan wajahnya.

Dia tak perduli jika orang-orang menatapnya aneh, dia hanya ingin meluapkan kekesalan dan kesedihannya karena orang yang ditunggu belum tiba juga meski dia sudah sangat terlambat. Apalagi orang tersebut tidak memberi kabar sama sekali. Sungmin terus begitu sampai akhirnya dia kelelahan dan tertidur. Tidak menyadari sepasang mata yang terus memperhatikannya sejak dia datang ke café tersebut. Sepasang mata yang sekarang mulai mendekatinya dan ketika sampai dengan hati-hati membelai rambut Sungmin.

“Maafkan aku Sungmin-ssi. Maafkan aku.”

Dua Hari Kemudian – Rumah Sakit

“Sudah aku bilang, aku baik-baik saja Siwon. Mengapa kau bersikeras mengajakku kesini sih? Seharusnya kita menikmati waktu liburku yang tinggal hari ini saja.” Gerutu Kyuhyun ketika Siwon keras kepala mengajak Kyuhyun untuk memeriksakan dirinya ke rumah sakit. Siwon sendiri yang mendengar gerutuan Kyuhyun tadi menatap Kyuhyun tajam, membuat wanita yang terkenal galak itu mengkerut gugup walau bibirnya mengerucut kesal karena dipandang dengan tajam oleh Siwon.

“Jung Kyuhyun-san.” Suara suster yang memanggil nama Kyuhyun membuat pasangan kekasih itu mengalihkan perhatian mereka masing-masing dan bergegas memasuki ruang dokter untuk menanyakan hasil pemeriksaan Kyuhyun. Begitu masuk, keduanya dipersilahkan duduk oleh sang dokter. Dokter dengan papan nama Sakurazuka Shinji itu tersenyum lebar membuat sedikit rasa cemas Siwon berkurang. Dalam benaknya jika dokter berwajah seperti itu berarti Kyuhyunnya baik-baik saja bukan.

“Kyuhyun-san dari hasil pemeriksaan saya, anda tidak terkena penyakit apapun.” Ucap dokter berbadan besar itu langsung ke inti pembicaraan. Kyuhyun yang merasa menang karena ucapannya terbukti benar langsung menatap Siwon dan memukul lengannya sedikit keras.

“Sudah aku bilang bukan kalau aku baik-baik saja.” Tukas Kyuhyun yang hanya ditanggapi oleh rintihan dari Siwon karena pukulan Kyuhyun.

“Tidak ada salahnya juga memeriksa ke dokter baby. Baguslah kau ternyata sehat.” Timpal Siwon setelah dirasa lengannya tidak sakit lagi. Keduanya lalu bertengkar di depan sang dokter yang membuat pria paruh baya itu tertawa geli. Tawa sang dokter menyadarkan Siwon dan Kyuhyun kalau mereka sudah bertingkah seperti anak kecil di depan orang lain. Dengan harga diri yang masih tersisa, keduanya duduk tenang kembali dan menunggu penjelasan dokter Sakurazuka lebih lanjut.

“Kyuhyun-san memang sehat. Justru bisa saya katakan sehat sekali.”

“Lalu kenapa tadi pagi dia muntah-muntah dan wajahnya pucat sekali dokter?” tanya Siwon khawatir dengan keadaan Kyuhyun meski dokter Sakurazuka sudah memastikan bahwa Kyuhyun sehat.

“Anda?” tanya dokter tersebut memastikan siapa yang dia ajak bicara.

“Siwon, Choi Siwon.” Ucap Siwon memperkenalkan diri.

“Anda suami Kyuhyun-san?” tanya dokter itu lagi.

“Sebentar lagi dokter.” Jawab Siwon yakin dan percaya diri.

“Hei!!” pekik Kyuhyun tidak terima walau ada semburat merah menghiasi kedua pipinya yang bulat itu.

“Ah. Bagus kalau begitu. Sebaiknya anda mulai sekarang menjaga kondisi kekasih anda Siwon-san.” Saran dokter tersebut yang langsung disetujui oleh Siwon.

“Tentu saja dokter. Maka dari itu begitu dia muntah-muntah pagi ini dan terlihat pucat saya langsung membawanya kemari.”

“Bagus, bagus. Oh, saya sarankan anda juga sebaiknya segera menikah.” Ucap dokter itu lagi. Kali ini Kyuhyun yang bersuara karena menurutnya saran dokter ini aneh sekali.

“Eh?! Kenapa dokter menyarankan begitu?!”

“Karena Kyuhyun-san sedang hamil. Usia kandungannya baru seminggu ini jadi anda harus menjaganya sebaik mungkin.” Jawab sang dokter dengan senyuman di wajahnya. Dokter Sakurazuka memang selalu senang memberi kabar gembira kepada pasangan yang akan sebentar lagi bahagia karena akan mendapatkan seorang malaikat kecil.

“Hamil?!” tanya Siwon dan Kyuhyun memastikan pendengaran mereka masih berfungsi dan berita yang diutarakan oleh dokter bertubuh besar itu bukan hanya salah dengar.

“Ya, hamil. Dan sebaiknya anda menemui dokter kandungan untuk pemeriksaan lebih lanjut agar..” ucapan sang dokter sudah tidak didengar lagi oleh kedua orang yang sekarang dalam keadaan terkejut itu. Siwon, masih kaget karena dia tidak percaya bahwa Tuhan begitu baik kepadanya. Sudah memberikan seseorang yang sangat pantas dan layak untuk dicintainya dan akan menjadi pendamping hidup yang sesuai baginya, sekarang Dia memberikan anak untuknya. Anak, penerusnya, keturunannya. Dan yang lebih istimewa lagi, buah hatinya ini berada di rahim wanita spesialnya.

Sedangkan Kyuhyun, terkejut tapi bingung harus merasakan apa. Di satu sisi dia sangat senang karena mengandung buah cintanya bersama Siwon, namun di satu sisi Kyuhyun takut karena ini pertama kali untuknya. Terlebih lagi dia hamil di luar nikah. Apa yang akan dikatakan oleh kakaknya, Yunho. Apa yang akan dikatakan oleh Jaejoong, Sungmin, teman kerjanya, dan semua orang jika mereka tahu Kyuhyun mengandung dan lagi Siwonlah ayah anak ini.

Berbagai pikiran berkecamuk dalam benak Kyuhyun. Akan tetapi tiba-tiba saja Kyuhyun seperti mendapat sesuatu yang membuatnya sadar bahwa untuk apa dia memikirkan orang lain. Seorang bayi akan lahir dari rahimnya. Bayi yang tidak berdosa dan bayi ini adalah anugerah karena Kyuhyun memilikinya bersama dengan Siwon. Terlebih lagi Kyuhyun yakin Siwon akan bertanggung jawab, jadi buat apa dia pusing dengan orang lain. Selama ada Siwon dan juga bayinya, Kyuhyun merasa dia akan baik-baik saja.

“Lalu anda jangan melawan keinginan anda untuk makan ya Kyuhyun-ssi. Meskipun berat badan anda akan naik, hal tersebut bagus untuk pertumbuhan bayi anda.”

“Berat badan naik?” tanya Kyuhyun sadar dengan perkataan dokter Sakurazuka mengenai berat badan. Kyuhyun yang baru saja ingin bergembira dan merayakan berita suka cita ini dengan Siwon, tiba-tiba merasa kesal.

Berat badan naik katanya. Berat badan. Batin Kyuhyun dan terlihat bahwa ada satu tanda persegi di dahi Kyuhyun. Siwon yang merasakan aura hitam dari Kyuhyun, menoleh pelan-pelan. Ketika iris matanya melihat betapa kesalnya Kyuhyun, sedikit demi sedikit Siwon menjauhkan dirinya dari Kyuhyun. Sementara itu sang dokter yang tidak menyadari adanya aura gelap dari Kyuhyun terus saja memberikan wejangan yang menurutnya baik untuk sang bunda dan bayinya.

“Ya. Oh satu lagi, saya lihat profesi anda adalah seorang polisi wanita ya. Mulai sekarang anda sebaiknya berada di belakang meja saja. Tidak baik bagi janin anda jika ibunya berlari kesana kemari mengejar penjahat.”

“Di belakang meja?” tanya Kyuhyun lagi. Kali ini Siwon sudah benar-benar memisahkan dirinya dari Kyuhyun. Pria tinggi itu sudah siap untuk lari ke arah pintu keluar jika tiba-tiba saja Kyuhyun mengamuk. Siwon tahu benar betapa pentingnya pekerjaan Kyuhyun dan betapa tidak inginnya wanita itu untuk bekerja di belakang meja. Terlebih lagi dengan perkataan pertama tadi menyangkut berat badan. Oh Siwon tahu bahwa dia dalam masalah besar.

“Benar. Nah, dari saya hanya itu. Mungkin nanti ada beberapa pantangan dan hal lainnya dari dokter kandungan anda. Semoga anda dan janin anda sehat selalu ya Kyuhyun-san.” Ucap dokter Sakurazuka masih dengan senyumnya yang bersahabat. Sementara itu, Siwon ternyata sudah berada di depan pintu keluar dan baru saja akan memutar kenop pintu ketika teriakan Kyuhyun membahana di ruang dokter yang tidak terlalu besar itu.

“CHOI SIWON!! MATI KAU!!” Mendengar teriakan itu, Siwon hanya berdoa bahwa dirinya masih diberi waktu untuk bisa melihat anaknya kelak karena Kyuhyunnya sangat marah kali ini.

Tuhan, selamatkan hamba-Mu dari amukan wanita hamil dibelakangku ini. Jangan sampai dia mengkebiriku Tuhan. Oh my poor little Siwonnie.

TBC

Advertisements