Tags

, , , , ,

Title : Why I’m Falling In Love With A Yakuza 8

Pairing :  Wonkyu, Kangmin, Yunjae

Disclaimer : All casts are belong to their self and God

Warning : Un-betaed, GS, Attempt Humor, Lots of Swearing, OOC, AU

Summary : I’m on the good side, he’s on the bad side. So is it wrong to love him? Let’s found out.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

“Lalu anda jangan melawan keinginan anda untuk makan ya Kyuhyun-ssi. Meskipun berat badan anda akan naik, hal tersebut bagus untuk pertumbuhan bayi anda.”

“Berat badan naik?” tanya Kyuhyun sadar dengan perkataan dokter Sakurazuka mengenai berat badan. Kyuhyun yang baru saja ingin bergembira dan merayakan berita suka cita ini dengan Siwon, tiba-tiba merasa kesal.

Berat badan naik katanya. Berat badan. Batin Kyuhyun dan terlihat bahwa ada satu tanda persegi di dahi Kyuhyun. Siwon yang merasakan aura hitam dari Kyuhyun, menoleh pelan-pelan. Ketika iris matanya melihat betapa kesalnya Kyuhyun, sedikit demi sedikit Siwon menjauhkan dirinya dari Kyuhyun. Sementara itu sang dokter yang tidak menyadari adanya aura gelap dari Kyuhyun terus saja memberikan wejangan yang menurutnya baik untuk sang bunda dan bayinya.

“Ya. Oh satu lagi, saya lihat profesi anda adalah seorang polisi wanita ya. Mulai sekarang anda sebaiknya berada di belakang meja saja. Tidak baik bagi janin anda jika ibunya berlari kesana kemari mengejar penjahat.”

“Di belakang meja?” tanya Kyuhyun lagi. Kali ini Siwon sudah benar-benar memisahkan dirinya dari Kyuhyun. Pria tinggi itu sudah siap untuk lari ke arah pintu keluar jika tiba-tiba saja Kyuhyun mengamuk. Siwon tahu benar betapa pentingnya pekerjaan Kyuhyun dan betapa tidak inginnya wanita itu untuk bekerja di belakang meja. Terlebih lagi dengan perkataan pertama tadi menyangkut berat badan. Oh Siwon tahu bahwa dia dalam masalah besar.

“Benar. Nah, dari saya hanya itu. Mungkin nanti ada beberapa pantangan dan hal lainnya dari dokter kandungan anda. Semoga anda dan janin anda sehat selalu ya Kyuhyun-san.” Ucap dokter Sakurazuka masih dengan senyumnya yang bersahabat. Sementara itu, Siwon ternyata sudah berada di depan pintu keluar dan baru saja akan memutar kenop pintu ketika teriakan Kyuhyun membahana di ruang dokter yang tidak terlalu besar itu.

“CHOI SIWON!! MATI KAU!!” Mendengar teriakan itu, Siwon hanya berdoa bahwa dirinya masih diberi waktu untuk bisa melihat anaknya kelak karena Kyuhyunnya sangat marah kali ini.

Tuhan, selamatkan hamba-Mu dari amukan wanita hamil dibelakangku ini. Jangan sampai dia mengkebiriku Tuhan. Oh my poor little Siwonnie.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Siwon mengusap dahinya sekali lagi dengan sapu tangan. Jelas lelaki yang selalu terlihat tenang, percaya diri dan terkadang arogan itu sekarang gugup setengah mati. Wajar jika dia gugup, karena sekarang dia sedang menunggu sang tuan rumah yang notabene adalah kakak kandung dari kekasihnya yaitu Jung Yunho.

Awalnya Siwon tidak khawatir, gugup, atau pun panik saat Kyuhyun mengatakan bahwa mereka harus segera memberitahu semua orang yang menyayangi mereka tentang kehamilan Kyuhyun dan rencana mereka berdua untuk menikah. Namun setelah penuturan tak berbelas kasihan dari Kyuhyun soal tabiat Yunho jika marah, mau tidak mau Siwon menjadi sedikit takut. Apalagi dengan satu teriakan secara bersamaan dari Yunho dan Jaejoong dan juga tatapan tak percaya dari keduanya yang dihadapi oleh Siwon sekarang.

“HAMIL?!!” Siwon langsung duduk bersimpuh di depan keduanya dan melakukan satu hal yang hanya dia lakukan kepada Kyuhyun yaitu, memohon. Kyuhyun yang berdiri tak jauh dari Siwon pun terlihat sangat puas dengan keadaan kekasihnya yang cukup mengenaskan karena terlihat memelas di depan Yunho dan Jaejoong. Dalam hatinya, Kyuhyun senang karena kapan lagi Siwon yang terkenal tenang dan percaya diri itu akan bersimpuh dan memohon kepada kakaknya yang hanya seorang orang awam.

“Yunho hyung! Aku mohon, biarkan aku bertanggung jawab dengan menikahi Kyuhyun segera. Aku mencintainya dan aku akan selalu menjaga Kyuhyun dan anak kami sampai kapanpun.” Mohon Siwon sungguh-sungguh. Siwon sudah memikirkan segala kemungkinan terburuk dan dia siap menerimanya. Apapun hukuman atau ganjaran dari Yunho, Siwon siap melaksanakannya asalkan dia boleh menikah dengan Kyuhyun. Siwon akan menerima, tendangan, pukulan, cacian, makian, atau apapun itu. Akan tetapi Siwon tidak menyangka bahwa reaksi Yunho akan seperti itu.

“Kau dengar itu Boojae, Kyuhyun kita hamil! Kyuhyun kita hamil!! Oh Tuhan terima kasih. Aku pikir adikku akan menjadi perawan tua.” Sahut Yunho sama sekali tidak memperhatikan Siwon dan permohonannya. Dia justru mengucapkan syukur kepada Tuhan karena kehamilan Kyuhyun. Disamping Yunho, Jaejoong juga tersenyum senang karena mendengar berita gembira ini.

Sementara Kyuhyun, menjadi jengkel karen reaksi yang dia inginkan tidak terjadi. Dalam benaknya, kenapa dia bisa terlahir di keluarga super aneh seperti keluarga Jung. Keluarga normal pasti akan marah jika anak gadisnya hamil di luar nikah. Lalu kenapa kedua kakaknya itu justru seperti mendapatkan lotere dengan berita ini.

“Oppa!!” bentak Kyuhyun kesal luar biasa. Apa hanya aku yang normal di keluarga ini?! Aish!! Pasti Siwonnie jadi besar kepala kalau begini jadinya. Batin Kyuhyun sembari menlihat ke arah Siwon. Dan benar saja, Siwon yang sudah mengendalikan keterkejutannya sekarang sedang tersenyum lebar kepada Kyuhyun. Tak lupa Siwon mengerlingkan matanya nakal kepada Kyuhyun yang dibalas Kyuhyun dengan delikan.

“Wah Kyu, ternyata kau mendahuluiku ya. Yunnie-bear, aku juga mau punya baby sama seperti Kyuhyun.” Rajuk Jaejoong manja. Tanpa punya rasa malu, Jaejoong memeluk dari samping pinggang Yunho mesra. Yunho pun langsung membalas dengan melingkarkan tangannya di pundak Jaejoong dan mengecup pucuk rambut istrinya tersebut.

“Baiklah sayang. Ayo kita buat malam ini.” Ajak Yunho tak kalah mesra dengan Jaejoong. Melihat kemesraan tingkat akut dari kedua kakaknya itu, membuat Kyuhyun memandang mereka dengan risih. Jika dia berada dalam dunia animasi, pasti sudah ada satu tanda keringat besar di pelipisnya. Namun kerisihan Kyuhyun hanya bertahan sebentar karena dia ingat bahwa kedua kakaknya ini memberikan rekasi yang tidak sesuai dengan prediksinya. Kyuhyun mengira bahwa Yunho dan Jaejoong akan menyate Siwon karena sudah membuat dirinya hamil di luar nikah. Kekesalannya bertambah dua kali lipat melihat tanggapan santai Yunho dan Jaejoong.

“Oppa!! Eonnie!!” bentak Kyuhyun mengingatkan bahwa urusan dia belum selesai. Akan tetapi teriakan Kyuhyun dianggap angin lalu bagi Yunho dan Jaejoong. Mereka justru memilih berbicara dengan Siwon.

“Oh, Siwon. Nanti biar aku yang urus pernikahan kalian ya. Lebih cepat lebih baik.” Mendengar ucapan Yunho tersebut, Siwon semakin tersenyum lebar. Baru saja dia akan berterima kasih, namun terhenti karena mendengar suara berat Yunho yang masih terdengar ramah tapi mengintimidasi.

“Tapi jika kau menyakiti adikku seujung kuku saja, kau akan mengucapkan selamat tinggal kepada sesuatu.”

“Apa itu hyung?” tanya Siwon hati-hati. Walaupun Siwon seorang yakuza dan ancaman orang awam tak berarti apa-apa untuknya, namun kali ini suara Yunho terdengar lebih menakutkan daripada ancaman ketua yakuza lainnya. Siwon bertambah cemas kala senyum maut Yunho terpancar dari wajah tampannya. Yunho pun menjawab pertanyaan Siwon dengan santai.

“Ucapkan selamat tinggal kepada ‘adik kecil’mu itu. Paham Siwon-ah?” Siwon langsung mengangguk cepat dan mantap kala disinggung soal ‘adik kecil’nya. Tidak perlu orang jenius untuk mengetahui bahwa ancaman itu sangat berbahaya bagi kelangsungan hidupnya sebagai seorang laki-laki sejati. Yunho tersenyum puas dengan jawaban Siwon dan itu sedikit membuat Siwon bernafas lega. Akan tetapi kelegaan Siwon hanya berlangsung beberapa detik karena Jaejoong menambahkan sesuatu yang langsung membuat nyali Siwon kian menciut.

“Ah, kalau begitu Yun, nanti jika dia membuat Kyuhyun menderita, apa aku boleh meledakan dia? Aku kangen membuat bom dan meledakan sesuatu. Menjadi kapten di kantor terkadang pekerjaan yang membosankan.” Keluh Jaejoong sekaligus mengancam Siwon bersamaan dengan suaranya yang manis itu.

“Tentu saja boleh Boojaeku sayang. Kau bahkan boleh menggunakan katana baru yang aku belikan kemarin untuk menambah koleksimu. Gunakan itu untuk memenggal kepala Siwon jika dia berani membuat Kyuhyun menangis.”

“Hore!! Yunnie-bearku memang yang paling hebat. Ayo, kita membuat baby sekarang.” Ujar kapten kepolisian itu dengan gembira seakan seperti seorang anak kecil yang diperbolehkan bermain mainan kesukaannya oleh orang tuanya. Yunho tertawa menanggapi ucapan Jaejoong lalu dengan sigap membawa istrinya itu ke kamar mereka untuk kegiatan membuat anak.

“Wow, tampaknya kedua kakakmu itu lebih cocok jadi yakuza daripada jadi pebisnis ataupun polisi, baby.” Sahut Siwon lega ketika kedua kakak calon istrinya itu pergi dari hadapannya. Dalam hati Siwon berjanji akan berhati-hati untuk tidak membuat keduanya marah. Siwon tahu meski dia memiliki semua kekuatan dan kuasa sebagai seorang penerus kelompok yakuza, hal itu tak akan berarti apa-apa jika dihadapan pada kemarahan keluarga. Siwon tahu karena dia pernah mengalaminya saat sang kakek pernah hampir tewas karena pertempuran antar kelompok yakuza. Waktu itu Siwon bagaikan hewan buas yang membabi buta membunuh setiap orang yang terlibat dalam rencana pembunuhan kakeknya.

“Mereka hanya sepasang orang bodoh meski aku sedikit puas karena mereka sudah memastikan kau akan habis jika macam-macam denganku.” Sahut Kyuhyun menimpali ucapan Siwon. Ingatan Siwon pudar kala suara merdu Kyuhyun mengajaknya bicara. Dengan tersenyum, Siwon mendekati Kyuhyun lalu memeluknya dari belakang. Siwon meletakkan dagunya di bahu Kyuhyun dan sesekali mencium bahu dan leher Kyuhyun dengan lembut.

Kyuhyun sendiri hanya pasrah, bahkan dia memiringkan sedikit kepalanya memberikan ruang untuk Siwon agar puas menciuminya. Senyum Siwon semakin merekah kala mendapati calon ibu dari anak-anaknya itu semakin terbuka dengan sentuhannya. Tangan Siwon yang memang sudah melingkar dengan pasti di sekitar pinggang sampai perut Kyuhyun, mulai membelai perut Kyuhyun. Di dalam sana, ada calon bayinya, anaknya. Anaknya bersama dengan Kyuhyun. Anugerah terbesar setelah Kyuhyun yang Tuhan berikan kepadanya.

Siwon mencium pelipis Kyuhyun singkat sebelum menanggapi ucapan Kyuhyun yang senang dengan ancaman Yunho dan Jaejoong yang akan membuatnya binasa jika berani menyakiti Kyuhyun. Mengingat ancaman itu, Siwon memutar matanya malas. Bagaimana mungkin dia akan membuat Kyuhyun menderita jika hal itu hanya akan membunuhnya. Entah karena Kyuhyun itu jodohnya, belahan jiwanya, atau apapun itu, Siwon tidak mungkin bisa menyakiti kekasihnya itu karena Siwon sangat mencintai Kyuhyun. Siwon tidak pernah merasakan ini dengan siapa pun juga.

“Akan aku ingat ancaman mereka baby. Lagipula aku tidak mungkin membuatmu menderita sayang. Aku itu sangat mencintaimu.” Ungkap Siwon tulus.

“Gombal.” Cibir Kyuhyun meski kedua sudut bibirnya tertarik membentuk seulas senyum yang sangat manis. Siwon yang merasa Kyuhyun tidak percaya dengannya langsung menarik wajah Kyuhyun untuk menatap matanya.

It’s true baby. I. Love. You.” Ungkap Siwon lagi dan kali ini menekankan tiga kata yang selalu didambakan semua wanita dari pasangannya. Kyuhyun menatap mata Siwon dan dia tahu Siwon bersungguh-sungguh dengan ucapannya itu. Kyuhyun terkekeh lalu mencium hidung Siwon singkat agar lelaki yang telah merebut hatinya itu bisa tenang.

I know.” Jawab Kyuhyun membuat Siwon menampakan wajah yang berbinar lalu membalas ciuman di hidungnya dengan ciuman di bibir Kyuhyun. Mereka berciuman sesaat sampai Siwon kembali ke posisi awal yaitu meletakkan dagunya di bahu Kyuhyun.

“Sekarang siapa lagi?” tanya Siwon kepada Kyuhyun tentang siapa selanjutnya yang akan mereka kabari mengenai kehamilan Kyuhyun. Tanpa perlu berpikir, Kyuhyun langsung menjawab dengan pasti.

“Sungmin eonnie.”

^^^^^

“HAMIL?!!!” seru Sungmin keras sehingga membuat sebagian pengunjung café itu menoleh ke arah mereka bertiga. Siwon membalikan sedikit tubuhnya dan menatap tajam kepada semua orang yang menoleh ke arah mereka dan seketika itu juga semuanya langsung menunduk lalu kembali ke aktifitas masing-masing. Siapa yang berani menatap Siwon dan kedua wanita cantik yang bersamanya jika mereka mau selamat.

Sedangkan Kyuhyun hanya menggelengkan kepalanya dengan aura membunuh dari Siwon yang terkuar begitu saja. Seandainya dia tidak berhubungan bahkan sebentar lagi mungkin akan menikah dengan yakuza disampingnya ini, mungkin Siwon sekarang sudah ditangkap olehnya karena dianggap mengganggu ketertiban umum. Kyuhyun tidak menggubris sama sekali Siwon yang masih mengeluarkan aura yakuzanya, dia justru menatap Sungmin lekat dan menanggapi keterkejutan Sungmin.

“Ya eonnie. Dan itu karena pria bodoh ini.” Sahut Kyuhyun sambil menunjuk Siwon. Siwon sendiri akhirnya memalingkan wajahnya lagi ke arah Kyuhyun. Dia sedikit kaget dengan jari telunjuk Kyuhyun yang berada persis di depan hidungnya itu. Merasa ingin mengerjai kekasihnya itu, Siwon langsung menggigit kecil jari Kyuhyun.

“Aww!! Wonnie!! Kenapa sih?”

“Jarimu kelihatannya enak. Boleh aku minta bagian tubuhmu yang lain baby?”

“Mesum!!” seru Kyuhyun sambil memukul dada Siwon dengan punggung tangannya. Sungmin yang akhirnya tersadar dari keterkejutannya langsung tertawa melihat tingkah aneh namun mesra dari pasangan di depannya ini. Sungmin tahu disamping kata-kata pedas Kyuhyun, teman kerjanya itu begitu mencintai Siwon. Jika tidak, mana mungkin Kyuhyun membiarkan Siwon menanamkan benihnya di dalam rahim Kyuhyun. Sungmin pun merasa bahagia jika Kyuhyun dan Siwon bahagia.

Hanya saja, Sungmin tidak menutupi bahwa dia iri dengan Kyuhyun. Wanita sekeras Kyuhyun saja bisa mendapatkan tambatan hati yang cocok dengan dirinya. Tapi mengapa Sungmin tidak bisa mendapatkan itu semua. Mengapa orang yang dia anggap menyukainya dan Sungmin pun balas menyukai orang tersebut tidak berada bersamanya saat ini. Mengapa Sungmin tidak diberikan kesempatan seperti Kyuhyun untuk menikmati indahnya cinta. Sungmin menghentikan tawanya secara perlahan. Lalu dia menatap ke arah Siwon dan tersenyum lembut sambil mengucapkan selamat kepadanya.

“Oh Siwon-ssi selamat. Akhirnya kau mampu menaklukan wanita besi ini. Selamat, selamat.”

“Eonnie!!” tukas Kyuhyun kesal karena Sungmin memberikan reaksi yang sama dengan kedua kakaknya yang dia anggap bodoh itu.

“Terima kasih Sungmin-ssi.” Balas Siwon sambil tersenyum kepada Sungmin. Sungmin pun beralih kepada Kyuhyun yang masih merengut karena sama sekali tidak dihiraukan oleh Sungmin.

“Wah, aku tidak menduga bahwa kau sesubur itu Kyu. Cepat sekali kalian berdua. Apa rahasianya? Kau bermain berapa ronde? Ceritakan Kyu!” desak Sungmin ingin menggoda wanita yang sudah dianggap seperti adik kandungnya itu.

Sedangkan Kyuhyun hanya bisa membulatkan kedua matanya dan membuka mulutnya lebar. Dia tidak percaya Sungmin baru bicara seperti itu kepadanya. Siwon sendiri juga terkejut namun dia langsung tertawa terbahak-bahak dengan komentar Sungmin tadi. Dia merasa semua orang di sekitar Kyuhyun tidak seperti orang kebanyakan. Namun Siwon sangat lega karena kekasihnya dikelilingi oleh orang-orang yang sangat menyayanginya.

Siwon masih tertawa kala dia mendengar Kyuhyun berteriak dengan keras, tak kalah keras dengan teriakan awal Sungmin.

“Eonnie!! Aku subur gara-gara eonnie suka menyuruhku makan toge!! Jadi ini salah eonnie juga!!” dan sontak tawa Siwon semakin keras. Kekasihnya memang nomor satu untuk membuatnya senang dan tertawa seperti ini.

^^^^^

“HAMIL?!!!” teriakan yang sama terdengar lagi. Kyuhyun dan Siwon menjadi terbiasa dan menanggapi dengan santai.

“Ya kek, maka dari itu kita harus segera melamar Kyuhyun untuk menjadi istriku.” Sahut Siwon santai sambil menggenggam tangan Kyuhyun. Kyuhyun hanya bisa tersenyum kikuk di hadapan calon kakek mertuanya itu.

“Oh jantungku..” mendadak Ryuichiro mengeluh sakit di jantungnya. Sontak saja Siwon dan Kyuhyun menjadi kelabakan dengan kejadian tersebut. Mereka takut Ryuichiro mendapat serangan jantung karena berita mereka.

“Kakek!!” seru keduanya sambil membantu Ryuichiro untuk lebih nyaman di tempat duduknya. Posisi mereka sekarang adalah Siwon berada di samping kanan Ryuichiro sedangkan Kyuhyun di samping kiri Ryuichiro.

“Ini salahmu kuda mesum! Lihat! Kakekmu jadi sakit seperti itu!”

“Mana aku tahu kakek akan seterkejut itu baby?!”

“Mana ada orang yang tidak terkejut dengan berita kehamilanku kuda bodoh?!!”

“Kangin.. Jantungku..” sahut Ryuichiro lagi mencoba membuat kedua orang yang sedang bertengkar itu tidak membuat pusing kepalanya. Jujur saja Siwon dan Kyuhyun beradu mulut persis di dekat telinganya. Sementara Kangin yang menyaksikan tingkah ketiganya hanya tertawa kecil sebelum akhirnya membantu Ryuichiro dengan membawanya pergi dari kedua orang yang masih saja beradu mulut. Kangin memindahkan Ryuichiro ke seberang Siwon dan Kyuhyun.

“Kangin… Jantungku…” ulang Ryuichiro lagi. Kangin masih dengan senyumnya menanggapi ucapan pimpinan utama kelompok mereka.

“Tenanglah tuan besar. Anda hanya terlalu senang.”

“EH??!!!” seru Siwon dan Kyuhyun kaget mendengar ucapan Kangin.

“Kedua orang itu benar-benar mengejutkanku Kangin. Padahal aku baru saja mau menanyakan kapan aku harus bersiap diri untuk melamar Kyuhyun-san, justru cucuku yang bodoh itu terlebih dulu memberikan aku berita gembira ini.”

“Saya mengerti tuan besar. Lalu kapan saya harus mempersiapkan semuanya?”

“Secepatnya Kangin. Oh, pastikan keluarga Kyuhyun-san tidak mengetahui kalau kita yakuza. Mereka bisa menolak kehadiran kita dan tidak jadi memberikan Kyuhyun-san untuk menjadi menantu di keluarga kita. Terlebih lagi kakak ipar Kyuhyun-san adalah kapten kepolisian, bisa rumit jika dia tahu.”

“EH??!!” kali ini hanya Kyuhyun yang terpekik kaget mengetahui bahwa Ryuichiro tahu apa profesinya.

“Baik tuan besar.” Sahut Kangin, siap untuk menjalankan perintah Ryuichiro. Mereka berdua sama sekali tidak terpengaruh dengan teriakan kaget dari Siwon dan Kyuhyun. Mereka terus saja berbicara seakan Siwon dan Kyuhyun tidak ada disana dan beranjak pergi meninggalkan keduanya karena Ryuichiro ingin memberitahu berita bahwa cucunya akan segera menikah ke semua petinggi yang ada di kelompok mereka.

Siwon dan Kyuhyun hanya menatap kepergian Ryuichiro bersama Kangin dengan pandangan bingung sampai Kyuhyun sadar bahwa ternyata selama ini dia tidak perlu takut kakek Siwon tersebut mengetahui profesi aslinya.

“Siwon! Jadi kakekmu tahu aku seorang polisi?!” Siwon mengangguk pelan sebagai jawaban atas pertanyaan Kyuhyun.

“Lalu dia diam saja dan tidak keberatan dengan profesiku?!” sekali lagi Siwon hanya mengangguk menjawab pertanyaan Kyuhyun dan itu tentu saja membuat wanita yang terkenal tidak sabaran itu menjadi kesal.

“Jangan cuma mengangguk kuda bodoh, ceritakan kepadaku kenapa reaksinya santai begitu!”

“Kakek hanya ingin aku bahagia. Dan karena kau kebahagiaanku, jadi dia tidak mau ambil pusing dengan masalah kau polisi atau bukan.”

“Benarkah?”

“Ya. Dan kakek akan merahasiakan identitas kami dari keluargamu agar tidak membuat mereka resah.”

“Apakah baik jika seperti itu?”

“Kau tenang saja baby. Semua akan baik-baik saja. Nah, sekarang kita harus memikirkan persiapan untuk pernikahan kita.” Sahut Siwon mengakhiri perdebatan mereka tentang profesi Kyuhyun. Tak lupa Siwon menutup perdebatan itu dengan kecupan-kecupan kecil di pipi putih Kyuhyun.

“Aku terserah saja. Aku sudah pusing dengan semua situasi yang tiba-tiba ini.”

“Ahahaha… Tenang sayang, nanti biar aku yang urus. Kau santai saja oke.”

Sebulan Kemudian

Kyuhyun menatap bayangan di cermin sejak tiga puluh menit yang lalu. Bayangan yang menampakan sosoknya dalam balutan gaun pernikahan berwarna putih yang sederhana namun terlihat anggun dan memukau. Tatanan rambut dan tata rias yang mempercantik wajah Kyuhyun membuat Kyuhyun seakan tidak percaya bahwa bayangan di cermin itu adalah dirinya. Kyuhyun terus menatap bayangan didepannya sambil termenung dengan semua peristiwa yang terjadi dalam hidupnya sejak dia mengenal Siwon.

Semua persitiwa yang menurutnya menyusahkan, menyebalkan, aneh, tapi juga membuatnya menemukan apa arti cinta yang sebenarnya. Kyuhyun tidak pernah mengira bahwa hidupnya akan berada di jalan ini. Dulu Kyuhyun berpikir bahwa dia akan menikah dengan pilihan Yunho karena jujur, Kyuhyun sama sekali tidak pernah memikirkan bahwa suatu saat dia akan menikah. Baginya pekerjaan dan keluarganya sudah cukup untuknya. Kyuhyun sama sekali tidak pernah berpikir bahwa dia akan jatuh cinta kepada seseorang, terlebih lagi jatuh cinta kepada seseorang yang bisa dikatakan musuh dalam profesinya.

Sekarang kenyataan berkata lain. Selain Kyuhyun jatuh cinta, dia akhirnya menikah dan juga dalam delapan bulan kedepan akan melahirkan bayi, buah cintanya dengan sang calon suami. Kyuhyun tertawa sendiri jika mengingat semua yang telah terjadi kepadanya. Semua begitu cepat seakan Tuhan ingin agar dirinya dan Siwon tidak menunda kebersamaan mereka dipersatukan dalam jalinan yang formal dan sakral sehingga Dia harus memberikan anugerah terindah untuknya dan Siwon.

Meskipun semua berlangsung cepat, Kyuhyun berharap semua ini, semua kebahagiaan ini tidak akan cepat berlalu. Kyuhyun berharap bahwa selamanya dia akan menyandang nama Choi untuk nama keluarganya. Selamanya dia akan menyandang gelar umma untuk anak-anak Siwon. Dan selamanya, Siwon akan selalu mencintainya dan bersamanya sampai Tuhan berkata sebaliknya.

Kyuhyun tersenyum kepada bayangan didepannya dan dengan senyum itu Kyuhyun memantapkan dirinya untuk berjalan di jalan yang akan ditempuhnya bersama sang suami. Akan berat, Kyuhyun tahu itu. Dengan pekerjaan sang suami yang selalu diambang bahaya dan pekerjaannya yang selalu menuntut keteraturan dan keadilan dalam hidup, Kyuhyun dan Siwon pasti akan menemukan banyak kendala dan masalah. Namun, Kyuhyun juga yakin, mereka mampu mengatasinya. Cinta mereka akan mampu bertahan karena mereka Siwon dan Kyuhyun.

“Kyunnie sayang, sudah siap? Acaranya mau dimulai sayang.” Panggilan Jaejoong membuat Kyuhyun memalingkan sebentar pandangannya dari cermin dan membalas Jaejoong.

“Sudah eonnie.” jawabnya lalu menatap bayangannya sekali lagi. Kyuhyun menatap bayangannya dan berkata,

“Aku sudah siap menjadi Choi Kyuhyun.”

Resepsi Pernikahan Siwon dan Kyuhyun

Kangin berdiri di salah satu sudut ruangan untuk memeriksa setiap gerakan yang mencurigakan. Dia harus lebih waspada di hari penting Siwon dan Kyuhyun ini. Kangin tahu ancaman besar dengan adanya pesta seperti ini. Meski pesta ini dihadiri oleh keluarga dan undangan terdekat dari kedua mempelai, namun Kangin tidak mau gegabah dan bersikap biasa saja. Justru dia semakin memperketat penjagaan di setiap sudut tempat resepsi dan menempatkan beberapa anak buah yang dipercaya dan bisa diandalkan olehnya.

Kangin tahu bahwa acara seperti ini akan menjadi sasaran empuk bagi setiap saingan kelompok mereka. Yakuza dari berbagai kelompok akan berupaya untuk bisa menumbangkan Siwon dan juga Ryuichiro yang memang merupakan pilar kekuasaan kelompok Ohara.

“Apa kau tidak lelah berjaga seperti itu?” Kangin sedikit terlonjak ketika mendengar Sungmin bicara dengannya. Wanita mungil nan manis itu menatap Kangin datar. Kangin menatap balik Sungmin dan menduga pasti dia masih marah karena Kangin tidak datang ke tempat pertemuan mereka waktu itu.

“Apa yang kau bicarakan Sungmin-ssi? Aku hanya melihat-lihat saja.” Elak Kangin agar tidak ketahuan bahwa dia sedang bertugas menjaga keselamatan calon pemimpinnya. Sungmin tertawa kecil mendengar ucapan Kangin. Dia lalu memberikan Kangin segelas champagne yang memang sudah dibawanya tadi.

“Apa melihat-lihat itu harus selalu mambawa senjata Kangin-ssi?” Kangin tersentak mendengar ucapan Sungmin. Dalam pikiran Kangin, darimana Sungmin bisa tahu jika dia membawa senjata. Padahal Kangin yakin senjata itu sudah tersimpan rapid an tidak mungkin terlihat oleh orang awam. Terlalu kaget dengan perkataan Sungmin, Kangin sampai diam terpaku dan membiarkan Sungmin terus memegang gelas yang seharusnya diambil oleh Kangin tersebut.

“Aku mungkin sekarang adalah polisi biasa, namun dulu aku bertugas di kesatuan khusus. Aku tahu bagaimana menyimpan senjata agar tidak ketahuan oleh orang lain. Dan kau sekarang sedang melakukan itu.”

“Kau selalu membuatku terkejut Sungmin-ssi.”

“Benarkah? Kau juga.” Keduanya saling menatap sampai Sungmin sekali lagi menyodorkan champagne itu kepada Kangin.

“Minum segelas tidak akan membuatmu kehilangan kosentrasi. Lagipula anak buahmu kelihatannya cukup terampil. Yakuza memang menakutkan tapi harus aku akui mereka hebat, terutama kelompok Ohara. Kalian semua sangat loyal kepada Ryuichiro-san.” Perkataan Sungmin tadi jelas membuat Kangin terkejut karena Sungmin ternyata mengetahui siapa jati diri Kangin yang sebenarnya.

“Kau tahu identitasku?” tanya Kangin setelah menerima gelas berisi champagne dari Sungmin.

“Sejak pertama kita bertemu.” Jawab Sungmin singkat. Kangin mengangguk sebelum tiba-tiba menatap tajam ke arah Sungmin.

“Dan kau tidak pernah mengucapkan apapun. Berpura-pura sebagai polisi manis dan lugu.” Cibir Kangin. Entah kenapa Kangin merasa telah di tipu oleh Sungmin.

“Berhasilkah?” tanya Sungmin tanpa menghiraukan cibiran Kangin. Dia sendiri masih merasa kesal dengan perbuatan Kangin yang mengabaikan janji mereka waktu itu. Padahal waktu itu Sungmin ingin berbicara dan mengungkapkan jika dia menyukai Kangin dan tidak perduli dengan pekerjaan Kangin.

“Sangat. Aku cukup beruntung kau belum menguak apapun dariku. Aku hampir terpikat dengan semua sikapmu itu.” Tuduh Kangin dingin, membuat Sungmin tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Matanya sedikit berkaca-kaca akibat tuduhan Kangin tersebut.

“Kau menganggap aku berusaha memikatmu demi menguak rahasia kelompok Ohara?” tanya Sungmin memastikan. Jika benar Kangin berpikir dia hanya melakukan tugas seorang polisi dan berusaha mencari tahu tentang kelompoknya, maka Sungmin harus segera menjelaskan semuanya dengan benar. Sungmin tidak mau Kangin salah paham dengannya. Sudah cukup pria besar itu tidak menyukainya, dia tidak mau Kangin sampai membencinya meski tangan kanan Siwon itu pernah membuatnya sedih.

“Adakah alasan lain?” tanya Kangin balik setelah dia mendengar pertanyaan Sungmin. Kangin sempat melihta mata Sungmin berkaca-kaca karena ucapannya dan jujur, hati Kangin terasa seperti ditusuk oleh belati berkarat. Pedih dan perih kala kau melihat wanita yang kau cintai hendak menangis karena perkataanmu. Kangin mengalami ini untuk kedua kalinya. Pertama, saat dia tidak menghampiri Sungmin di tempat janjian mereka dan melihat Sungmin menangis. Lalu kedua, sekarang karena tuduhannya.

“Tentu saja ada.” Jawab Sungmin tegas.

“Apa itu?”

“Ini.” Dan tanpa peringatan Sungmin langsung mencium Kangin dengan kuat. Kangin terkejut bukan main dengan tindakan Sungmin namun dia diam saja sampai Sungmin melepaskan ciumannya. Sungmin membuka matanya dan menatap Kangin yang menatapnya balik dengan pandangan terkejut. Keduanya bertatapan sampai akhirnya jarak diantara mereka menipis dan mereka berdua berciuman lagi.

Kali ini Kangin yang mendominasi ciuman mereka berdua. Ciuman yang berawal dengan menempelkan bibir saja berubah menjadi ciuman yang menuntut. Kangin mengulum bibir bawah Sungmin sementara Sungmin mengulum bibir atas Kangin. Mereka terus melakukan itu bergantian sampai Kangin mendesak untuk masuk kedalam mulut Sungmin. Sungmin mengizinkan dan mereka berdua melanjutkan ciuman mereka, bertarung dengan lidah, saling bertukar saliva dan meresapi manisnya bibir masing-masing.

Sayangnya, Kangin dan Sungmin tidak bisa terus melanjutkan ciuman mereka karena paru-paru mereka menghalangi mereka berdua. Dengan terengah-engah dan masih adanya jalinan tipis saliva di tepi bibir Sungmin, keduanya melepaskan tautan bibir mereka. Kangin memandang lembut ke arah Sungmin sambil menghapus jejak saliva mereka berdua.

Sungmin pun membalas memandang Kangin sembari menikmati tangan besar Kangin yang ada di pipinya sekarang. Tangn Sungmin yang lebih kecil dia letakkan diatas tangan Kangin. Kedua terus berpandangan sampai keduanya tiba-tiba tertawa. Keduanya terus tertawa sampai Kangin kemudian merengkuh tubuh mungil Sungmin, membawanya ke dalam dekapannya yang hangat. Tawa mereka pun reda meninggalkan perasaan lega karena meski tanpa adanya ungkapan cinta, meski tanpa adanya pendekatan dan kejadian-kejadian aneh seperti pasangan Siwon dan Kyuhyun, namun keduanya tahu bahwa mereka saling menyukai. Ah, tidak, mereka saling mencintai.

“Maafkan aku.”

“Hm.” Dua kata itu saja cukup untuk Sungmin sekarang. Biarlah waktu yang berbicara dalam hubungannya dengan Kangin. Sekarang dia hanya ingin menikmati kehangatan tubuh Kangin. Sungmin bersyukur dan memuji dirinya sendiri atas keberanian yang dia ambil ketika dia mendekati Kangin tadi. Jika tidak, sampai kapan pun Sungmin tidak akan mampu menjangkau pria besar ini. Ternyata pernikahan Kyuhyun berguna juga untuknya.

Sementara itu, Siwon dan Kyuhyun yang ternyata sejak tadi mengawasi Kangin dan Sungmin, tersenyum puas dengan kemajuan hubungan mereka. Meski Kyuhyun sedikit memerah melihat adegan French kiss Sungmin dan Kangin, namun dalam hatinya Kyuhyun senang akhirnya Sungmin bisa menemukan orang yang mencinti dan dicintai olehnya. Keduanya saling menatap sebelum akhirnya tersenyum bersama.

Kesenangan mereka terusik dengan salah satu anak buah Siwon yang mendekat ke arahnya dan membisikan sesuatu. Bisikan itu membuat wajah Siwon yang tadinya tersenyum lebar menjadi datar bahkan mengeras. Kyuhyun bisa melihat jelas perbedaan itu dan dia langsung menggenggam tangan Siwon erat. Siwon menyadari genggaman Kyuhyun yang erat tahu bahwa istrinya ingin tahu apa yang telah terjadi. Siwon hanya tersenyum lembut lalu dengan perlahan melepas genggaman tangan Kyuhyun.

“Ada apa Wonnie?” tanya Kyuhyun penuh selidik meski sinar matanya menunjukkan bahwa dia khawatir dengan apa yang akan terjadi. Perasaan Kyuhyun sudah buruk ketika anak buah Siwon mulai berbisik kepada suaminya itu.

“Hanya sedikit masalah kecil sayang. Aku pergi sebentar ya. Aku janji aku akan kembali.” Janji Siwon sambil menangkup kedua pipi Kyuhyun. Ibu jarinya membelai pipi gembil Kyuhyun dengan lembut berusaha membuat istrinya agar tidak perlu khawatir kepadanya. Namun Kyuhyun tidak terima jawaban Siwon. Kyuhyun mengambil kedua tangan Siwon dan menggenggamnya.

“Aku ikut.”

“Jangan baby, ini masalahku. Kau tunggu saja, aku akan kembali.”

“Aku ikut Wonnie. Kau suamiku. Masalahmu itu masalahku juga.”

“Aku mohon baby, kau disini saja. Oke?”

“Aku ingin…”

“Aku bilang tidak Kyu!! Kau disini saja!” seruan Siwon meski tidak keras namun tegas itu membuat Kyuhyun tidak melanjutkan ucapannya lagi. Adu mulut mereka berakhir dengan ketegasan dari seorang Choi Siwon. Tidak ada yang menyadari bahwa keduanya sedang beradu argumen karena tamu-tamu mereka sedang menikmati pesta Siwon dan Kyuhyun.

Kyuhyun terdiam karena ini pertama kalinya Siwon meninggikan suara kepada dirinya. Kyuhyun jadi semakin cemas karena jika Siwon sampai seperti ini berarti masalah yang dihadapi bukan masalah kecil. Mau tidak mau, Kyuhyun harus membiarkan Siwon pergi meski dia bingung bagaimana menjelaskan perginya sang mempelai pria kepada semua orang yang datang.

Kyuhyun menatap Siwon sesaat lalu menundukkan kepalanya dan mengangguk, menyetujui jika Siwon ingin pergi. Siwon tersenyum meski sedikit dipaksakan. Jika boleh jujur, Siwon juga tidak tega meninggalkan istrinya seperti ini. Demi Tuhan, mereka baru saja dinikahkan secara sah dan sedang berbahagia sebagai ratu dan raja sehari. Tapi masalah yang datang saat ini juga sangatlah penting. Siwon tidak mungkin tidak mengurusnya karena dia adalah penerus dan salah satu orang yang diandalkan untuk menyelesaikan permasalahan.

“Panggil Kangin onisan. Kita pergi lima menit lagi.” Perintah Siwon kepada anak buah yang masih setia menanti keputusan dan perintah dari Siwon. Begitu titah Siwon keluar, dengan segera dia membungkuk lalu mencari keberadaan Kangin untuk memberitahu perintah dari Siwon dan juga keadaan yang sedang terjadi.

Siwon sendiri setelah melihat anak buahnya pergi, segera menarik Kyuhyun untuk masuk ke dalam dekapannya. Siwon merengkuh tubuh istrinya erat sambil mencium pucuk rambut Kyuhyun. Kyuhyun pun membalas memeluk Siwon dengan erat seakan dia tidak mau Siwon pergi begitu saja. Kyuhyun masih ingin Siwon ada disisinya sekarang. Akan tetapi, merasa sudah tidak ada waktu lagi, dengan enggan Siwon melepas pelukannya.

Siwon memandang wajah cantik Kyuhyun dan memberikan senyum lembut kepadanya. Dengan perlahan, Siwon mencium kening, kedua mata Kyuhyun, hidung, kedua pipi gembilnya, kecupan yang cukup lama di bibir Kyuhyun, dan terakhir Siwon menurunkan tubuhnya aga sejajar dengan perut Kyuhyun lalu mencium perut Kyuhyun dengan sayang. Setelah itu, Siwon kembali berdiri dan menatap Kyuhyun sekali lagi. Tangan besarnya membelai pipi Kyuhyun sambil berjanji,

“Aku pasti kembali, aku janji.”

Apartemen Siwon dan Kyuhyun

Kyuhyun duduk di sofa dan memeluk bantal pikachunya sambil menonton acara tengah malam yang tidak penting di televisi sementara Sungmin berada di dapur untuk membuatkan susu agar Kyuhyun mau tidur. Pesta resepsi pernikahan Siwon dan Kyuhyun telah usai berjam-jam yang lalu. Pesta pernikahan yang kacau karena mempelai pria tiba-tiba saja pergi dan meninggalkan mempelai wanita seorang diri. Beuntung keluarga Kyuhyun tidak banyak bertanya meski mereka sedikit kesal dan aneh dengan tindakan Siwon yang meninggalkan Kyuhyun seorang diri.

Kyuhyun pun akhirnya kembali ke apartemen mereka yang dibeli oleh Ryuichiro sebagai hadiah pernikahan dua minggu yang lalu. Siwon dan Kyuhyun langsung menempati apartemen tersebut sejak kuncinya diberikan oleh sang kakek. Kyuhyun pulang diantar oleh Yunho dan Jaejoong berserta Sungmin. Tapi hanya Sungmin yang tinggal menemani Kyuhyun karena Yunho dan Jaejoong masih ada urusan lain.

Sungmin masih bersama Kyuhyun sampai tengah malam seperti ini karena dia mengerti perasaan Kyuhyun yang cemas sekarang. Sungmin pun merasakan hal yang sama karena Kangin juga tadi pergi bersama dengan Siwon. Dia bersikeras tetap bersama dengan Kyuhyun karena Sungmin cemas dengan keadaan Kyuhyun. Bayangkan saja, Kyuhyun baru saja menikah tapi dia sudah ditinggal oleh Siwon meski sang suami berjanji akan kembali.

Lamunan Sungmin terganggu dengan suara teriakan marah dari Kyuhyun yang ada di depan. Sungmin bergegas menghampiri Kyuhyun, dia takut terjadi sesuatu dengan Kyuhyun. Ketika Sungmin sampai, dia melihat Kyuhyun sedang memukul dada Siwon berkali-kali sambil menangis. Sungmin terkejut dengan kedatangan Siwon yang keadaannya berantakan seperti itu. Jas putihnya sekarang penuh dengan cipratan darah yang Sungmin yakin bukan darah Siwon karena Siwon terlihat baik-baik saja.

“Brengsek! Brengsek kau Choi Siwon!! Kenapa kau melakukan ini kepadaku?!!” teriak Kyuhyun masih memukul dada Siwon dan sambil menangis. Sementara Siwon hanya berdiri membiarkan Kyuhyun menumpahkan semua kekesalannya. Siwon tahu dia pantas mendapatkan pukulan Kyuhyun.

“Maafkan aku baby, maafkan aku…” lirih Siwon. Dia hanya ingin Kyuhyun melampaikan semuanya dan menjadi lebih tenang sebelum dia berbuat sesuatu.

Setelah beberapa menit, akhirnya Kyuhyun berhenti memukul Siwon meski emosinya masih memuncak. Dengan kasar, Kyuhyun menghapus airmatanya dan memandang Siwon dengan tajam.

“Kemana kau sampai tengah malam begini?! Kenapa kau bisa seperti ini?! Jawab aku Choi Siwon!!” desak Kyuhyun masih berteriak. Siwon terdiam karena dia bingung bagaimana menjelaskan perihal menghilangnya dia disaat Kyuhyun emosi seperti sekarang.

“Kenapa kau diam hah?! Aku ini istrimu!! Aku berhak tahu!!”

“Baby tenanglah, aku akan menjelaskan tapi aku mohon kau tenang dulu.” Bujuk Siwon yang akhirnya bersuara juga. Sepertinya Kyuhyun tidak akan tenang jika dia pasrah begitu saja. Siwon hampir lupa Kyuhyun tidak bisa ditenangkan jika dia diam saja.

“Tenang kau bilang?! Kau meninggalkanku sendiri di acara resepsi pernikahan kita. Kau pergi tanpa memberiku kabar sama sekali. Lalu kau kembali tengah malam dengan keadaan seperti ini. Dan kau memintaku tenang?!”

“Sayang, kumohon tenanglah. Aku akan menjelaskan semuanya, tapi kau harus tenang dulu. Ingat anak kita sayang. Kau tidak boleh terlalu stress. Tenang ya.” Bujuk Siwon sekali lagi dan kali ini Siwon menggenggam tangan Kyuhyun dan mencium punggung tangannya. Siwon tidak mau memeluk Kyuhyun dengan pakaian yang kotor karena darah ini. Kyuhyun menarik nafas dan membuangnya perlahan, mencoba mengendalikan emosinya ketika Siwon menyinggung anak mereka. Dia terus melakukan terus kegiatan itu sampai dia rasa dirinya cukup tenang untuk berhadapan dengan Siwon. Siwon pun akhirnya lega karena Kyuhyun tidak seemosi tadi. Dia masih menggenggam tangan Kyuhyun dan sesekali mencium tangan tersebut.

“Apa kau menikahiku hanya untuk membuatku mati cemas?” tanya Kyuhyun pelan dengan tatapan pilu, membuat Siwon merasa menjadi orang paling kejam karena membiarkan istrinya sampai berpikiran seperti itu.

“Tidak sayang, tidak. Maafkan aku. Aku tidak bermaksud membuatmu cemas baby. Kita ke kamar dulu. Kau harus istirahat. Aku tak mau kau sakit. Aku tak mau bayi kita sakit. Ayo sayang.” Ajaknya pelan. Siwon berharap Kyuhyun mau mengikutinya karena jika tidak, Siwon terpaksa langsung membopong Kyuhyun. Siwon tahu bagaimana kerasnya sang istri jika sedang marah. Namun beruntung kali ini Siwon tidak harus melakukan itu karena Kyuhyun mengangguk meski wajahnya merengut kesal karena tidak langsung mendapat penjelasan saat itu juga. Dengan bibir yang mengerucut, Kyuhyun mendadak memukul bagian belakang kepala Siwon.

“Kau menyebalkan.”

“Aku tahu.” Ujar Siwon lalu mengajak Kyuhyun pergi ke kamar mereka. Siwon dan Kyuhyun sama sekali tidak menyadari kehadiran Sungmin maupun satu orang lagi yang tadi mengantar Siwon sampai orang tersebut memanggil nama Sungmin.

“Sungmin.” Sungmin yang sedari tadi hanya menyaksikan pertengkaran pertama Siwon dan Kyuhyun sebagai pasangan suami istri, terkejut ketika dia mendengar suara berat Kangin. Sungmin benar-benar tidak menyadari kehadiran Kangin yang ternyata ada di belakang Siwon. Sungmin lebih terkejut lagi ketika Kangin memanggil hanya namanya tanpa embel apa-apa. Namun itu bukanlah kejutan yang sebenarnya karena setelah Sungmin memperhatikan Kangin lebih seksama iris matanya menangkap pemandangan yang sama berantakannya seperti Siwon.

“Apa yang terjadi?” tanya Sungmin sambil mendekati Kangin yang jas hitamnya robek dibeberapa bagian dan Sungmin juga mencium bau darah dari jas tersebut. Kangin hanya tersenyum simpul dan mengusap rambut Sungmin lembut.

“Hanya membalas dendam.” Jawab Kangin membuat Sungmin semakin bingung namun tidak bertanya lebih jauh. Sekarang yang menjadi perhatiannya adalah Kangin. Sungmin takut Kangin terluka. Kangin menyadari arti tatapan Sungmin dan sekali lagi dia tersenyum lalu mengecup bibir Sungmin.

“Aku baik-baik saja.”

“Apa kau punya baju ganti?” tanya Sungmin setelah dia mendapat jawaban jika Kangin baik-baik saja.

“Di mobil.” Jawab Kangin singkat.

“Berikan kunci mobilmu. Aku akan ambilkan. Kau bersihkan dirimu di kamar mandi kamar tamu yang aku tempati. Aku memang bermaksud menginap untuk menjga Kyuhyun takut jika Siwon tidak pulang.” jelas Sungmin ketika dia melihat raut penuh tanda tanya di wajah Kangin. Mendengar penjelasan Sungmin, Kangin hanya mengangguk dan menyerahkan kunci mobilnya. Sungmin lalu segera pergi untuk mengambil baju ganti Kangin dan membiarkan pria besar itu sendiri disana sebelum dia berjalan ke arah kamar tamu. Kangin memang tahu seluk beluk apartemen ini karena dia ikut memilihkan bersama Ryuichiro.

Ketika Kangin sampai di depan pintu kamar yang ditempati Sungmin, Kangin menatap sejenak kamar Siwon dan Kyuhyun. Kangin berdoa semoga Kyuhyun bisa mengerti mengapa kejadian hari ini harus terjadi. Semoga Kyuhyun mau memaafkan Siwon.

Kamar Siwon dan Kyuhyun

Kyuhyun terduduk di pinggir ranjang menunggu Siwon membersihkan dirinya dari semua peluh dan bekas-bekas darah yang menempel dibeberapa bagian tubuh Siwon. Selagi menunggu Siwon, Kyuhyun berusaha menenangkan dirinya sendiri. Dia tahu resiko menikah dengan seorang yakuza, terlebih lagi seorang penerus kelompok yakuza yang dikatakan terkuat saat ini. Namun Kyuhyun juga tidak bisa memungkiri bahwa dia khawatir, sangat khawatir dengan keadaan Siwon. Salahkan hormonnya yang kacau sejak dia hamil atau perasaan sebagai seorang istri yang mulai merasukinya diam-diam, tapi Kyuhyun tidak mau hal-hal buruk menimpa suaminya.

Kyuhyun berpikir bahwa kehidupan Siwon pasti akan bertambah rumit dengan kehadirannya sekarang. Kyuhyun tidak bodoh untuk tidak mengetahui bahwa semua musuh Siwon akan mempergunakan dirinya untuk menjatuhkan Siwon. Kyuhyun tahu itu dan bahkan Siwon sendiri sudah mempersiapkan diri untuk itu. Karena itu, meski Kyuhyun mau tidak mau untuk mengakui bahwa dia sekarang adalah kelemahan Siwon, dia ingin dirinya berguna untuk Siwon. Paling tidak, Kyuhyun bisa menjadi tempat berbagi untuk suaminya itu.

Maka dari itu, Kyuhyun begitu marah kala Siwon tanpa memberikan alasan langsung meninggalkan dia di resepsi pernikahan mereka. Siwon juga menghilang berjam-jam tanpa sekali pun memberikan kabar. Lalu Siwon pulang tengah malam dengan keadaan berantakan dengan cipratan darah dimana-mana. Istri mana yang tidak kalut menemukan keadaan suaminya seperti itu.

“Kau berpikir apa baby?” tanya Siwon yang mendadak sudah duduk disamping Kyuhyun sambil memeluk pinggang sang istri dengan satu tangannya sementara tangan yang lain mengusap rambut Kyuhyun dengan sayang sebelum mengarahkan wajah Kyuhyun untuk menatapnya.

“Apa kau tadi membunuh seseorang?” tanya Kyuhyun balik. Kyuhyun harus tahu kenyataan ini walau dia sendiri tahu hal tersebut tentu bertentang dengan semua yang dia yakini selama ini. Kyuhyun tahu bahwa sebagai seorang yakuza hampir tidak mungkin jika Siwon tidak pernah melakukan tindakan kejahatan, termasuk membunuh. Jika dilihat dari posisinya, sudah pasti Siwon pernah menghabisi nyawa seseorang, bahkan dengan jumlah yang tidak sedikit. Kyuhyun berusaha menerima itu meski di satu sisi dia tahu sebagai polisi, hal itu tidak benar.

Kyuhyun ingin mendengar jawaban ‘tidak’ dari mulut Siwon akan tetapi itu artinya Siwon berbohong kepadanya dan satu hal yang selalu dibenci oleh Kyuhyun adalah kebohongan. Jadi Kyuhyun lebih menghargai jika Siwon menjawab ‘ya’. Dengan jawaban itu, Kyuhyun bisa tahu seperti apa kehidupan sebenarnya dari suaminya sendiri. Selama ini Kyuhyun hanya tahu permukaannya saja dan jika dia ingin bisa menerima Siwon apa adanya dengan pilihan hidupnya, maka Kyuhyun harus tahu seberapa jauh Siwon berada di dunia hitam itu. Kyuhyun pun sudah berjanji ketika dia mengucap janji sehidup semati dengan Siwon bahwa walaupun mereka hidup di dunia yang saling bertentangan, Siwon tetap suami dan ayah dari anaknya.

“Wonnie, apa kau tadi membunuh seseorang?” tanya Kyuhyun lagi karena Siwon lama tidak menjawab.

“Ya.” Kyuhyun menghela nafas panjang lalu tersenyum sendiri. Ternyata tidak sesulit yang dia perkirakan. Kejujuran yang Siwon lakukan tanpa ada jeda sama sekali, tanpa ada keraguan sama sekali, membuat Kyuhyun merasa dihargai dan dipercaya sepenuhnya oleh Siwon karena suaminya tahu bahwa Kyuhyun seorang polisi, tapi dia tetap mengatakan hal yang sebenarnya daripada berbohong demi alasan apapun.

“Karena?” tanya Kyuhyun lagi. Dia ingin tahu apakah alasan Siwon kuat untuk melakukan itu semua meskipun dia sadar alasan apapun tidak dibenarkan untuk seseorang mengambil nyawa orang lain. Tapi itu dunianya dan bukan dunia Siwon sehingga Kyuhyun mencoba memahami alasan apa yang mendasari Siwon harus turun tangan sendiri ketika dia mempunyai begitu banyak anak buah yang bisa dia perintahkan untuk melakukan tindakan itu.

“Dia mencoba membunuh kakek.” Alasan Siwon membuat Kyuhyun terkejut. Kakek, itu berarti Ryuichiro berada dalam bahaya.

“Kakek?! Apa kakek baik-baik saja Wonnie?!” tanya Kyuhyun cemas. Kyuhyun baru sadar bahwa memang sejak awal acara, Ryuichiro sama sekali tidak terlihat. Kyuhyun hanya mengira bahwa Ryuichiro terlambat datang.

“Kakek baik-baik saja sayang. Kakek tertembak di sekitar dadanya, namun beliau masih selamat. Peluru itu tidak mengenai jantung kakek atau organ vital lainnya. Tapi beliau harus dirawat beberapa hari di rumah sakit sampai keadaannya stabil.”

“Apa yang dilakukan orang itu?” tanya Kyuhyun terus menyelidiki alasan Siwon pergi hari ini.

“Maksudmu kelompok?” Mata Kyuhyun membulat mendengar Siwon menyebutkan kelompok. Itu berarti,

“Kau membunuh berapa orang Wonnie?”

“Apa kau akan menangkapku jika aku beritahu jumlahnya?” Sekarang Siwon balik bertanya. Percakapan mereka layaknya tanya jawab di persidangan. Kyuhyun pun merasakan hal itu. Namun dia merasa pertanyaan Siwon hanya ingin tahu bagaimana dirinya bisa beradaptasi dengan semua informasi dari Siwon.

“Kau membunuh satu orang saja seharusnya kau sudah ditangkap Wonnie. Tapi bukan itu pertanyaanku.” Sahut Kyuhyun sambil mengambil tangan Siwon yang masih berada di pipinya. Kyuhyun menarik Siwon agar dia duduk di sandaran ranjang. Kyuhyun lalu mengambil posisi di depan kaki Siwon yang terbuka sehingga dia duduk diantaranya sambil menyandarkan punggungnya di dada Siwon. Lalu Kyuhyun mengambil kedua lengan Siwon dan melingkarkan lengan itu di sekitar pinggangnya sembari menaruh lengannya sendiri diatas lengan Siwon. Posisi ini adalah posisi kesukaan Kyuhyun. Kyuhyun seakan merasa tidak ada yang bisa membahayakan dirinya. Kyuhyun merasa aman.

Sementara Siwon sedikit kaget dengan sikap Kyuhyun yang menurutnya sedikit manja. Namun dia tidak banyak protes, Siwon justru mengambil satu lengannya dan bermain-main dengan rambut indah milik Kyuhyun. Rambut yang menggelitik leher dan dagunya itu memiliki aroma yang menenangkan hati Siwon. Terlebih lagi setelah dirinya habis melakukan tindakan yang dia tahu sangat tidak disukai oleh Kyuhyun.

Begitu mereka nyaman dengan posisinya masing-masing, Kyuhyun kembali mengulang pertanyaannya.

“Lalu kau membunuh berapa orang Wonnie?”

“Tidak banyak. Aku mengendalikan diriku sendiri karena aku ingat kepadamu.”

“Berapa?!” desak Kyuhyun karena Siwon tidak mau secara gamblang menjawab pertanyaan Kyuhyun. Siwon menghela nafas lalu mengeratkan pelukannya.

“Sepuluh orang.”

“Dari?”

“Dua puluh.” Kyuhyun sedikit kaget karena itu berarti setengah dari anggota kelompok itu, Siwon sendiri yang menghabisinya. Tapi Kyuhyun sekali lagi mencoba melihat dari sudut pandang Siwon. Mungkin jika bukan karena Ryuichiro yang terliat disini, Siwon pasti hanya memberikan perintah dan tidak turun tangan langsung. Kyuhyun pun tidak terlalu jauh bertanya masalah itu, dia justru bingung mengapa jumlah anggota kelompok yakuza hanya sedikit.

“Kenapa kelompok yakuza itu kecil sekali jumlahnya?”

“Mereka hanya pion yang digunakan oleh kelompok lain baby. Anak buahku dan Kangin hyung sedang mengumpulkan bukti kuat perbuatan mereka agar kami bisa menghukum mereka.”

“Kau akan menghabisi kelompok itu?”

“Jika perlu. Aku akan menghancurkan siapa saja yang mencoba menyakiti keluargaku.” Kyuhyun tersenyum mendengar ucapan Siwon. Walau caranya terbilang ekstrem tapi rasa kasih sayang dan ingin menjaga keluarga, ternyata sama saja antara Siwon atau pun orang biasa. Hanya saja Siwon memiliki kemampuan yang membuatnya mampu melakukan hal yang tak bisa dilakukan orang biasa.

“Aku juga sama Wonnie.” Sahut Kyuhyun pelan. Mereka berdua terdiam beberapa saat sampai Siwon tak sanggup menahan keingin tahuannya akan Kyuhyun yang terlihat tenang dan mudah diajak bicara.

“Aku terkesan sayang.”

“Dengan?”

“Kau terlihat tenang dan mudah menerima kenyataan aku telah melanggar hukum. Aku pikir dengan betapa emosinya kau tadi, aku akan langsung membusuk di penjara. Meninggalkanmu menjadi single parent dan membuatku terpuruk karena tak dapat bertemu anakku karena kau berpikir aku bukanlah ayah yang baik untuknya.”

“Kau terlalu banyak menonton drama.” Sahut Kyuhyun membuat dirinya dan Siwon tertawa bersama. Mereka menikmati momen kebersamaan yang seharusnya mereka rasakan tadi seandainya tidak ada peristiwa tertembaknya Ryuichiro. Keduanya terdiam lagi sampai Siwon mengatakan sesuatu.

“Kau menyesal menikah denganku baby?”

“Maksudmu?”

“Kau menyesal karena aku tidak bisa menjadi pria yang sesuai dengan apa yang selama ini kau percayai. Bahwa aku terlalu berbeda untukmu.”

“Kau ini aneh. Jika memang aku tidak bisa menerimamu apa adanya, buat apa aku mau menerimamu. Kita sudah pernah membahas ini Siwon. Dan jawabanku tetap sama.” Kyuhyun lalu berbalik sedikit dan menangkupkan kedua tangannya di pipi Siwon sambil menatap iris hitam suami yakuza itu.

“Aku tidak menyesal menikah denganmu. Tidak akan.” Lalu dengan jawaban itu, Kyuhyun mencium bibir joker Siwon, mengulumnya, meminta balasan yang dengan cepat diberikan oleh Siwon dengan menggebu-gebu. Siwon merasa dia sungguh beruntung mendapat seorang istri yang mengerti dirinya sampai seperti ini. Mereka berciuman cukup lama sampai mereka harus melepaskan bibir masing-masing dari bibir pasangannya karena pasokan udara. Siwon menempelkan keningnya di kening Kyuhyun dan membisikan sesuatu.

“Aku mencintaimu baby. Jika kau pergi, aku tidak tahu akan jadi seperti apa aku nanti.”

“Akulah yang bisa mengendalikan nafsu setanmu Wonnie. Kau bisa mengendalikan dirimu karena aku. Jadi aku tidak akan pergi kemana-mana.”

“Terima kasih baby. Terima kasih.” Kemudian Kyuhyun kembali ke posisi awal sebelum mengatakan sesuatu.

“Kau seharusnya berterima kasih kepada bayi kita Siwonnie. Jika bukan karena dia, aku tak segan-segan menjebloskanmu ke penjara.”

“Oh ya? Jadi bayi appa yang satu ini yang membuat umma jadi berbaik hati sama appa ya. Terima kasih ya sayang.” Ucap sambil membelai perut Kyuhyun.

“Kau juga beruntung bahwa bukan aku kapten di kepolisian ini. Karena jika aku kaptennya, aku akan memastikan kelompok yakuza tidak ada yang berani macam-macam di wilayahku.” Siwon terkekeh mendengar keinginan istrinya tadi. Namun tiba-tiba wajah Siwon berubah serius. Dia seperti mendapatkan sesuatu yang menurutnya akan sangat baik untuk kehidupannya bersama Kyuhyun dan mengutarakan pemikirannya itu kepada Kyuhyun.

“Ya, aku percaya kau pasti bisa baby. Maka dari itu berjanjilah satu hal kepadaku.”

“Apa itu?”

“Jangan pernah kau ambil promosi apapun dari kepolisian.”

TBC

Advertisements