Tags

, , , , ,

Title : Why I’m Falling In Love With A Yakuza 9

Pairing :  Wonkyu, Kangmin, Yunjae

Disclaimer : All casts are belong to their self and God

Warning : Un-betaed, GS, Attempt Humor, Lots of Swearing, OOC, AU

Summary : I’m on the good side, he’s on the bad side. So is it wrong to love him? Let’s found out.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

“Kau menyesal menikah denganku baby?”

“Maksudmu?”

“Kau menyesal karena aku tidak bisa menjadi pria yang sesuai dengan apa yang selama ini kau percayai. Bahwa aku terlalu berbeda untukmu.”

“Kau ini aneh. Jika memang aku tidak bisa menerimamu apa adanya, buat apa aku mau menerimamu. Kita sudah pernah membahas ini Siwon. Dan jawabanku tetap sama.” Kyuhyun lalu berbalik sedikit dan menangkupkan kedua tangannya di pipi Siwon sambil menatap iris hitam suami yakuza itu.

“Aku tidak menyesal menikah denganmu. Tidak akan.” Lalu dengan jawaban itu, Kyuhyun mencium bibir joker Siwon, mengulumnya, meminta balasan yang dengan cepat diberikan oleh Siwon dengan menggebu-gebu. Siwon merasa dia sungguh beruntung mendapat seorang istri yang mengerti dirinya sampai seperti ini. Mereka berciuman cukup lama sampai mereka harus melepaskan bibir masing-masing dari bibir pasangannya karena pasokan udara. Siwon menempelkan keningnya di kening Kyuhyun dan membisikan sesuatu.

“Aku mencintaimu baby. Jika kau pergi, aku tidak tahu akan jadi seperti apa aku nanti.”

“Akulah yang bisa mengendalikan nafsu setanmu Wonnie. Kau bisa mengendalikan dirimu karena aku. Jadi aku tidak akan pergi kemana-mana.”

“Terima kasih baby. Terima kasih.” Kemudian Kyuhyun kembali ke posisi awal sebelum mengatakan sesuatu.

“Kau seharusnya berterima kasih kepada bayi kita Siwonnie. Jika bukan karena dia, aku tak segan-segan menjebloskanmu ke penjara.”

“Oh ya? Jadi bayi appa yang satu ini yang membuat umma jadi berbaik hati sama appa ya. Terima kasih ya sayang.” Ucap sambil membelai perut Kyuhyun.

“Kau juga beruntung bahwa bukan aku kapten di kepolisian ini. Karena jika aku kaptennya, aku akan memastikan kelompok yakuza tidak ada yang berani macam-macam di wilayahku.” Siwon terkekeh mendengar keinginan istrinya tadi. Namun tiba-tiba wajah Siwon berubah serius. Dia seperti mendapatkan sesuatu yang menurutnya akan sangat baik untuk kehidupannya bersama Kyuhyun dan mengutarakan pemikirannya itu kepada Kyuhyun.

“Ya, aku percaya kau pasti bisa baby. Maka dari itu berjanjilah satu hal kepadaku.”

“Apa itu?”

“Jangan pernah kau ambil promosi apapun dari kepolisian.”

( 。・_・。)(。・_・。 )

Pertengahan Musim Panas

Tidak dirasa, waktu sudah berjalan cukup lama. Pernikahan pasangan muda beda profesi itu pun berjalan lancar meski dibumbui pertengkaran-pertengkaran kecil. Nothing perfect in this world including them. Keduanya menikmati masa-masa pengantin baru dan juga masa kehamilan Kyuhyun. Well, kalau untuk yang terakhir sebenarnya hanya berlaku untuk keluarga besar Jung dan juga Ohara namun tidak berlaku untuk Kyuhyun dan juga Siwon sendiri, terlebih lagi Siwon.

Jangan salah, keduanya sangat menyayangi buah cinta mereka berdua dengan segenap jiwa dan raga. Hanya saja, masa kehamilan bagi Kyuhyun sangat merepotkan dan juga melelahkan. Dengan perut yang membuncit seiring dengan bertumbuhnya bayi dalam rahim Kyuhyun, maka semakin terbatasnya pergerakan wanita galak itu.

Kyuhyun tak bisa lagi atau mungkin lebih tepatnya dilarang oleh semua anggota keluarganya untuk bekerja sebagai polisi lapangan selama dia mengandung. Sesuatu hal yang normal bagi anggota keluarga dari sang ibu hamil untuk melindungi sang ibu dan juga bayinya. Tetapi bagi Kyuhyun, larangan itu seakan menyatakan secara pasti bahwa dia tidak berguna sebagai seorang polisi.

Tentu saja Kyuhyun tidak tinggal diam. Dia berusaha membujuk bahkan mengancam sang suami dan seluruh anggota keluarganya agar memperbolehkan dia bekerja di lapangan sampai masanya dia melahirkan. Keinginan Kyuhyun itu langsung mendapat sentilan gratis di kening Kyuhyun oleh sang kakak tercinta, Yunho karena dia kesal sang adik memarahi Jaejoong yang tidak mau memberikan satu kasus pun kepadanya dan justru menempatkannya sementara di bagian penyelidikan forensik.

Kyuhyun pun juga jadi semakin brutal dan sensitif dalam artian yang sesungguhnya. Dengan mood swing-nya yang berubah-ubah disebabkan pengaruh hormon semasa kehamilan, Kyuhyun lebih gampang menangis bahkan sampai meraung-raung jika keinginannya atau lebih sering disebut mengidam tidak dipenuhi dengan cepat. Atau terkadang jika Kyuhyun sedang kesal bukan kepalang, maka aura iblisnya akan menguar lebih besar daripada biasanya dan tanpa memiliki belas kasihan sedikit pun akan bertindak semena-sema terhadap orang lain. Lalu siapa yang menjadi korban kekejaman sang ratu? Tidak perlu dijawab, semua orang tahu siapa.

Selain merepotkan karena larangan ini dan itu dari semua orang, Kyuhyun pun sangat kesal karena staminanya mudah menurun secara drastik. Meskipun Kyuhyun termasuk ibu hamil yang beruntung karena tidak sekali pun mengalami yang namanya morning sickness, tapi bukan berarti Kyuhyun bisa dengan mudah beraktifitas. Yang terjadi justru sebaliknya, Kyuhyun mudah sekali lelah hanya karena melakukan kegiatan kecil.

Seperti saat dia terlalu fokus pada pekerjaannya meneliti bukti-bukti di laboratorium forensik untuk membantu mengusut sebuah kasus pemerkosaan, Kyuhyun tiba-tiba saja pingsan di tempat, menimbulkan kepanikan serta kecemasan dari pihak keluarga dan semua orang yang berada di tempat kejadian.

Disamping itu semua, Kyuhyun tetap merasa bahagia karena meski dia harus berkorban banyak, buah hati yang berada dalam rahimnya ini tumbuh dengan sehat. Setiap detik, Kyuhyun tak sabar menantikan saat-saat dia akan bertemu dengan putra-putranya.

Ya, putra-putra karena ternyata Kyuhyun mengandung bayi kembar. Pertama kali dia melakukan tes usg, dokter belum bisa melihat bayi yang satunya karena tertutup oleh sang kakak. Tetapi ketika Kyuhyun menginjak bulan ke tujuhdan melakukan tes usg sekali lagi, sang adik akhirnya menampakan diri juga. Kebahagiaan ganda dirasakan oleh pasangan Siwon dan Kyuhyun serta keluarga besar mereka. Terlebih lagi untuk keluarga besar Ohara. Penerus kelompok mereka ada dua. Ryuichiro, sang kakek hanya bisa memanjatkan doa di kuil karena karunia yang diberikan oleh Dewa kepadanya dan keluarganya.

Lalu bagaimana dengan Siwon sendiri? Ya, bisa dikatakan walau sang calon appa itu sangat bahagia, dia juga sangat menderita. Bahagia karena hidupnya akan lengkap sebagai seorang pria dengan kehadiran Choi-Choi kecil disamping sang istri tercinta. Menderita karena sang calon umma sepertinya sangat menikmati menyiksa dirinya sampai batas kesabarannya. Jika tidak mengingat betapa Siwon mencintai sang istri dan kedua buah hatinya, sudah sejak dulu Siwon akan pergi dan tak kembali lagi.

Siwon yang frustasi dikarenakan Kyuhyun yang selalu mengidam yang aneh-aneh dan semua selalu terjadi di tengah malam, membuat penerus kelompok Ohara itu mau tidak mau harus meninggalkan kenyamanan ranjangnya dan kehangatan tubuh istrinya.

Pernah sekali Kyuhyun meminta Siwon untuk membawakan dia nasi goreng buatan kakaknya. Siwon pikir yang dimaksud kakak oleh Kyuhyun itu adalah Jaejoong karena jika memang dia, Siwon sungguh merasa lega. Jaejoong sudah berjanji jika Kyuhyun mengidam meski tengah malam sekali pun, Jaejoong akan membantunya. Tetapi, alangkah terkejutnya Siwon ketika yang dimaksud Kyuhyun bukanlah Jaejoong melainkan Yunho.

Hal itu merupakan bencana bagi Siwon, karena selain terkenal susah dibangunkan jika sudah tidur selayaknya beruang yang hibernasi, Yunho juga terkenal sangat suka berekperimen jika diminta memasak. Jika hasil eksperimennya itu enak pasti tidak akan ada seorang Jung Jaejoong yang setiap hari akan meluangkan waktunya dari pekerjaannya yang super padat itu hanya untuk memasak dari sarapan, makan siang, makan malam, sampai cemilan ringan untuk seluruh anggota keluarga kecilnya.

Fakta bahwa seorang Jung Yunho yang sempurna dan berkarisma tidak bisa memasak tapi terlalu bebal untuk mengakuinya membuat wajah Siwon pucat pasi seperti mayat karena takut bukan kepalang masakan sang kakak ipar akan meracuni Kyuhyun dan buah hatinya.

Akan tetapi karena ini adalah permintaan sang jabang bayi, Siwon hanya mampu menghela nafas lalu bergegas pergi menuju kediaman kelaurga Jung untuk membawa pesanan Kyuhyun. Bisa dikatakan Siwon harus berjuang mati-matian hanya untuk membangunkan dan meminta Yunho memasak demi Kyuhyun walau pada akhirnya semua perjuangan Siwon itu berbuah hasil kekecewaan karena saat Siwon berhasil membawakan nasi goreng super aneh buatan Yunho, Kyuhyun sudah tertidur nyenyak sambil memeluk boneka panda di tangan kiri dan boneka angry bird di tangan kanan, sama sekali tidak menyisakan ruang bagi Siwon untuk berbaring dan tidur karena kedua boneka tersebut berukuran besar.

Itulah kehidupan Siwon dan Kyuhyun sekarang. Tidak ada yang aneh, mereka sama saja dengan pasangan muda lainnya. Tidak ada keganjilan dalam lika-liku kehidupan mereka dan juga tidak ada ancaman dari kelompok yakuza lain sehingga Siwon bisa bernafas lega.

Meski pun begitu, Siwon sudah memberi instruksi kepada seluruh anak buahnya untuk berjaga-jaga seandainya ada pergolakan dari kelompok lain. Tidak ada salahnya untuk selalau waspada. Terlebih lagi, istrinya dan juga keluarga Kyuhyun bukan berasal dari kalangan yakuza. Mereka tidak tahu bahwa yakuza lebih berbahaya daripada yang mereka kira. Yang utama sekarang bagi kelompok Ohara adalah keselamatan Kyuhyun dan keluarga Jung berserta orang terdekat mereka dan sudah seharusnya begitu, karena di sebuah tempat, terdapat beberapa orang yang sedang merencanakan sesuatu kepada Kyuhyun dan Siwon. Sesuatu yang tentunya bisa berakibat buruk bagi keduanya.

Kantor Polisi – Sungmin P.O.V

“Kyunnie, sudah waktunya pulang. Jam kerjamu bukannya sudah berakhir sejak setengah jam yang lalu?” tanyaku sekaligus mengingatkan Kyuhyun bahwa dia sudah seharusnya pulang sejak setengah jam yang lalu. Sungmin menggelengkan kepalanya seraya berdecak kesal. Dia masih tidak mengerti mengapa sulit sekali untuk memasukkan logika ke otak Kyuhyun yang sekeras batu itu kalau kondisinya sekarang ini tidak sama seperti saat dia masih lajang.

“Sebentar lagi eonnie. Aku hanya tinggal menyegel barang bukti ini saja lalu aku akan segera pulang. kalau eonnie buru-buru, eonnie pulang saja duluan.” Jawab Kyuhyun dan mengibaskan tangannya tak sopan, mengusirku karena dia masih ingin bekerja sebentar lagi. Dasar keras kepala! Apa dia tak sadar dengan keadaannya yang sedang berbadan dua itu?! Membuatku cemas dan pusing saja.

“Dan meninggalkanmu sendirian lalu aku akan dihujami oleh begitu banyak peluru dari suamimu itu?! Tidak terima kasih Kyunnie sayang. Aku masih sayang nyawaku. Kau. Pulang. Denganku. Sekarang. Serahkan saja pekerjaan itu kepada Sooyeon-ssi. Bukannya seharusnya ini tanggung jawabnya?!” tukasku tegas. Aku menekankan kata pulang kepadanya karena memang ini sudah waktunya dia pulang. Kyuhyun manisku butuh istirahatnya.

Aku juga sengaja menyebut nama rekan kerja baru Kyuhyun yang dipindahkan dua minggu lalu ke bagian forensik ini dengan nada sedingin mungkin. Pasalnya aku kesal kepada wanita cantik, tapi tak secantik Kyuhyun manisku, bernama Jung Sooyeon itu. Seharusnya wanita kelebihan make up itu masih ada di ruangan ini karena yang aku tahu shiftnya belum berakhir.

Aku menduga, ah tidak, aku menuduh bahwa dia sedang membolos dan menyerahkan tugasnya kepada Kyuhyun yang notabene istri Choi Siwon itu orang yang gila kerja.

Aku punya alasan kenapa aku tidak begitu menyukai Sooyeon atau lengkapnya Jung Sooyeon itu. Katakan ini instingku sebagai polisi atau aku yang terlalu mudah cemas, tapi sejak pertama kali aku bertemu dengan Sooyeon yang secara mendadak di pindahkan ke bagian forensik yang sama dengan Kyuhyun, aku sudah merasakan ada yang tidak beres dengan wanita berambut pirang itu.

Ada sesuatu yang ganjil darinya. Sesuatu yang berbeda dari kebanyakan polisi wanita lainnya. Aura Sooyeon seakan mengingatkan aku akan seseorang yang sangat aku kenal hanya saja, aku tidak bisa mengingat siapa itu.

“Dia sedang pergi sebentar. Katanya ada tamu yang datang menemuinya.” Sahut Kyuhyun tanpa menoleh ke arahku sama sekali. Kyuhyun terlihat masih mengerjakan pekerjaannya memberi segel merah pada salah satu amplop untuk menyimpan bukti yang sudah selesai dia teliti.

“Tamu? Di jam segini? Siapa?” tanyaku beruntun. Aku semakin curiga karena mana ada orang yang bertamu ke kantor polisi terlebih lagi ke departemen forensik pada jam pulang kantor. Ya, meski Sooyeon itu masih dikatakan bekerja karena shiftnya belum berakhir.

“Tak tahu dan tak perduli.” Jawab Kyuhyun singkat dan acuh. Aku bisa merasakan meunculnya tanda persimpangan di dahiku karena Kyuhyun. Walau aku masih memasang wajah paling lembutku kepadanya tapi terkadang sikap acuh Kyuhyun jika sedang bekerja membuatku jengkel juga. Tidak di lapangan, tidak di belakang meja, Kyuhyun itu sama saja. Workaholic.

Aku menghela nafas perlahan melihat Kyuhyun yang begitu seriusnya bekerja. Wanita ini memang tidak ada duanya. Bagaimana dia bisa setenang ini menjalankan hidupnya yang menurutku berliku.

Menikah dengan seorang yakuza padahal dirinya sendiri seorang polisi. Hamil terlebih dahulu sebelum menikah. Mempunyai keluarga yang bisa aku katakan cukup ‘eksentrik’ terlebih lagi keluarga suaminya adalah salah satu keluarga yakuza paling berkuasa sekarang ini. Dan sekarang, Kyuhyun masih saja kuat dengan kegiatan sebagai seorang polisi, meneliti semua kasus yang sebagian besar terjadi karena yakuza. Aku selalu bertanya-tanya seperti apa perasaan Kyuhyun jika dia menemukan kasus yang terkait dengan keluarga suaminya itu. Apakah Kyuhyun masih akan menjunjung sumpahnya atau dia akan menutup mata? Entahlah, mungkin suatu saat aku bisa mendapatkan jawabannya, meski aku juga berdoa saat itu tidak akan pernah datang.

Kembali ke Sooyeon. Kecurigaanku terus berkembang. Aku semakin penasaran dengan tamu Sooyeon. Untuk apa dia datang menemui Sooyeon. Aku menarik nafas lalu membuangnya cepat. Terkadang rasa ingin tahuku terlalu besar sehingga aku jadi sulit sendiri. Ya, aku seorang polisi, lebih tepatnya detektif Divisi 1, jadi wajar jika aku selalu penasaran dengan sesuatu. Menimbang Kyuhyun masih belum mau beranjak juga jika pekerjaan belum selesai, aku memutuskan untuk menyelidiki Sooyeon dan tamunya itu. Kurasa waktuku cukup jika sekedar mencari informasi dari resepsionis departemen ini. Aku juga bisa sekalian aku menunggu Kyuhyun selesai dengan pekerjaannya.

“Kyunnie, sepertinya aku ada barang yang tertinggal. Kau tunggu disini saja ya. Nanti aku kembali lagi.” Ucapku sedikit berbohong. Aku tidak mungkin mengatakan yang sesungguhnya bukan?! Bisa-bisa Kyuhyun justru merengek untuk ikut denganku.

“Kau akan menungguku eonnie?” tanya Kyuhyun dan akhirnya mengangkat kepalanya untuk menatap kepadaku. Aku tersenyum lebar dan mengangguk sambil berkata,

“Ya. Kau tunggu saja ya sayang.”

“Oke.” Ucap Kyuhyun lalu kembali bekerja. Aku pun segera berjalan meninggalkan ruangan Kyuhyun dan menuju ke arah meja resepsionis departemen forensik.

Masing-masing departemen mempunyai resepsionisnya tersendiri. Itu akan lebih memudahkan kami untuk mengetahui siapa saja yang datang ke kantor polisi sehingga jika terjadi sesuatu, kami akan lebih mudah menyelidiki siapa saja orang yang berkunjung untuk memastikan tidak adanya keterlibatan diantara orang-orang tersebut.

Hanya butuh waktu beberapa menit untukku sampai ke meja resepsionis. Aku tersenyum lega karena matanya menangkap sosok wanita dengan pakaian formal sedang membereskan barang pribadinya lalu memasukkan ke dalam tas punggungnya. Aku cukup beruntung karena masih sempat bertemu resepsionisnya saat dia hendak pulang. Aku pun langsung mendekatinya dan menyapanya sekaligus menanyakan mengenai Sooyeon serta tamu yang datang menemuinya.

“Oh Sooyeon-san. Ya, tadi dia memang pergi menemui pria paruh baya. Kelihatannya sih mereka masih di ruang tunggu depan.” Jawabnya sambil tersenyum manis. Wow! Gadis ini cantik dan muda sekali. Sepertinya aku baru melihatnya. Aku lalu melihat ke kartu identitas resepsionis itu untuk mengetahui siapa namanya, Lee Donghae. Sepertinya dia orang Korea. Melihat kecantikan gadis ini, aku jadi teringat sepupuku yang aneh itu. Mungkin gadis ini cocok untuknya. Paa aku jodohkan saja ya. Aish! Kenapa aku jadi memikirkan itu sih?! Sekarang yang aku butuhkan adalah informasi darinya.

“Ruang tunggu depan?! Hm… Um, Donghae-ssi, boleh ya aku memanggilmu begitu. Kau orang Korea bukan?! Aku juga sama. Namaku Lee Sungmin. Aku bekerja di divisi 1.” Sapaku memperkenalkan diri. Tak ada salahnya bukan?! Aku suka mendapat teman baru dan nampaknya Donghae-ssi cukup baik dan tidak berbahaya untuk bisa aku jadikan sebagai teman.

“Aku tahu anda Sungmin-ssi. Anda cukup terkenal karena kepintaran anda selalu bisa mengusut kasus yang cukup sulit bersama tim anda dan juga kepiawaian anda dalam ilmu bela diri.” Puji Donghae-ssi membuatku sedikit bersemu malu. Aku tidak menyangka bahwa reputasi tim Jaejoong eonnie, termasuk aku dan Kyunnie didalamnya, cukup terkenal sampai ke bagian lain.

“Oh ya, wah aku tidak tahu aku setenar itu. Terima kasih atas pujianmu Donghae-ssi. Oke, karena kita sudah saling mengenal, jadi jangan pakai bahasa Jepang lagi denganku. Lagipula bahasa Jepangmu aneh Donghae-ssi.”

“Benarkah? Maaf Sungmin-ssi, maaf.” Sahutnya sambil membungkuk beberapa kali. Aku terkikik melihat tingkah lucunya itu. Buat apa dia meminta maaf kepadaku. Gadis ini semakin membuatku menyukainya.

“Tak perlu meminta maaf. Kau nanti bisa melatih bahasa Jepangmu denganku nanti. Kapan-kapan mainlah ke divisi 1.” Tawarku kepadanya. Donghae-ssi tersenyum lalu mengangguk senang.

“Baik. Terima kasih Sungmin-ssi.”

Don’t mention it. Ah, Donghae-ssi, boleh aku bertanya lagi kepadamu?”

“Tentu saja.”

“Apa kau tahu hubungan antara Sooyeon dan temannya itu?” tanyaku lagi kembali ke tujuan awalku.

“Waktu aku bertanya siapa dia dan apa hubungannya dengan Sooyeon-ssi, dia hanya berkata bahwa dirinya adalah paman Sooyeon-ssi. Aku tidak mungkin bertanya lebih dari itu Sungmin-ssi.” Jelas Donghae-ssi. Aku mengangguk mengerti.

“Ya, aku paham. Lalu, ada urusan apa pamannya kemari pada jam segini?” tanyaku lagi. Sebisa mungkin aku harus mencari informasi sebanyak-banyaknya. Sooyeon itu benar-benar mencurigakan.

“Sebentar aku cek dulu Sungmin-ssi. Um… Disini tertulis dia hanya berkunjung maka dari itu aku memintanya untuk menunggu di ruang tunggu depan.”

“Siapa nama teman Sooyeon itu?”

“Namanya… Ohara Yujirou-san.” Tunggu, tadi Donghae-ssi menyebut nama Ohara. Apa aku salah dengar ya?

“Ohara Yujirou? Ohara? Kau yakin nama belakangnya Ohara?” tanyaku memastikan apa yang aku dengar itu tidak salah.

“Ya aku yakin. Disini tertulis seperti itu.” Sahut Donghae-ssi sambil menunjukkan buku tamu departemen forensik. Aku melihat buku itu lalu kembali melanjutkan pertanyaanku.

“Sejak kapan mereka bertemu?”

“Um… Sepertinya baru setengah jam yang lalu.”

“Setengah jam ya… Oke. Baiklah. Terima kasih. Maaf mengganggu waktumu Donghae-ssi. Ingat, mampirlah ke divisi 1.”

“Aku pasti kesana. Kalau begitu aku duluan Sungmin-ssi.” Pamit Donghae-ssi sambil membungkuk lalu pergi menuju lift tak jauh dari meja resepsionis. Aku melambaikan tanganku setelah ikut membungkuk kepadanya. Aku melihat dia pergi dan ketika pintu lift tertutup rapat, aku segera pergi dari tempatku sekarang dan berjalan cepat menuju ruang tunggu depan dari departemen ini.

Aku mencari keberadaan Sooyeon dan temannya, Ohara Yujirou. Entah kenapa, tapi perasaanku menjadi tidak enak setelah mendengar nama Ohara. Apalagi kecurigaanku akan Sooyeon membuatku semakin gelisah. Semoga orang yang menyebut dirinya paman Sooyeon itu tidak ada hubungannya dengan keluarga Ohara dan semoga kecurigaanku ini tidak beralasan, hanya sekedar rasa khawatir yang berlebihan.

Tak butuh lima menit aku sudah sampai di ruangan tranparan itu. Aku baru akan membuka pintu ruangan tersebut ketika aku merasa aneh dengan kekosongan yang terpampang di depan mataku. Aku melihat dari luar dan mengerutkan kedua alisku menjadi satu kebingungan.

“Kenapa tidak ada orang? Bukannya tadi kata Donghae-ssi, perempuan itu ada disini bersama pamannya?” gumamku seorang diri. Pasalnya aku heran karena aku menemukan ruang tunggu depan tersebut kosong seperti tidak pernah disentuh sama sekali. Bukankah kata Donghae-ssi, Sooyeon dan pamannya itu seharusnya ada ditempat ini.

Perasaan tidak enakku bertambah besar. Secepatnya aku berlari, kembali ke ruangan tempat Kyuhyun masih sibuk bekerja. Aku cemas karena entah insting atau sekedar kebiasaanku yang terlalu mengkhawatirkan Kyuhyun, aku merasa Kyuhyun dalam masalah.

Selama aku berlari, tak henti-hentinya aku berdoa agar Kyuhyun baik-baik saja dan betapa leganya hatiku ini ketika aku sampai di ruangan Kyuhyun, wanita hamil itu masih berada disana sedang memakai jaketnya.

“Kau sudah kembali eonnie? Kita pulang sekarang?” tanya Kyuhyun saat dia menyadari keberadaanku. Aku mengangguk cepat sebagai jawaban dan langsung menarik tangannya untuk secepatnya meninggalkan tempat ini. Aku ingin secepatnya membawa Kyuhyun pulang ke apartemen pasangan Choi itu. Paling tidak disana Kyuhyun akan aman karena ada perlindungan Siwon dan keluarganya.

Dalam waktu sepuluh menit, kami berdua sudah sampai di lobby kantor kami. Masih dengan tergesa-gesa meski juga berhati-hati karena kondisi Kyuhyun, aku terus menarik Kyuhyun ke arah mobilku. Siwon memang berpesan bahwa Kyuhyun jangan dulu menyetir selama dia mengandung dan pria tampan itu meminta kepadaku dan juga Jaejoong eonnie untuk mengantar jemput Kyuhyun. Kami sudah pati menyanggupinya tanpa perlu diminta dua kali.

Sesampainya di samping mobil, aku langsung membuka pintu mobilku. Kyuhyun sendiri yang meski masih bingung dengan tingkahku yang terburu-buru hanya mengekoriku saja lalu berjalan perlahan menuju kursi penumpang.

Aku mengira aku sudah bisa tenang ketika kami akan memasuki mobil kami, namun ternyata dugaanku salah besar. Belum sempat Kyuhyun membuka pintu mobilku, tiba-tiba saja muncul empat orang pria besar yang memakai baju serba hitam dan langsung mengelilingi kami. Aku membelalakan mataku ketika aku melihat salah satunya berdiri di belakang Kyuhyun dan langsung membekap mulut dan hidung Kyuhyun dengan saputangan yang aku yakin diberi obat bius.

Aku baru akan mencabut pistolku ketika aku merasakan sakit luar biasa di bagian belakang kepalaku. Seketika itu juga aku menjadi pusing dan tak mampu berdiri lagi. Aku langsung terjatuh persis di samping mobilku. Namun sebelum itu, aku masih sempat melihat Kyuhyun yang dibawa oleh pria-pria berbadan besar itu. Aku berusaha mamanggil nama Kyuhyun, namun kesadaranku semakin menipis. Satu wajah yang sempat aku lihat sebelum kegelapan menyelimutiku. Wajah yang menguatkan kecurigaanku selama ini. Wajah wanita tengik Jung Sooyeon.

End Sungmin P.O.V

Rumah Sakit

Sungmin membuka matanya perlahan. Kepalanya masih terasa sangat pusing namun Sungmin berusaha untuk tidak merasakan rasa itu. Sungmin mencoba bangkit sampai satu tangan mencegahnya untuk bangun.

“Jangan bangun dulu sayang. Kau masih butuh istirahat.” Sahut suara berat seorang pria sambil memegang bahu Sungmin dan merebahkan kembali tubuh Sungmin untuk kembali berbaring di ranjang rumah sakit.

“Kangin oppa?” tanya Sungmin memastikan pengelihatannya. Meski dia mengenal suara yang memanggilnya tadi tapi Sungmin merasa harus memastikan siapa yang sekarang berasa disampingnya. Sungmin masih merasa pusing sehingga tidak mampu langsung mengenali Kangin.

“Ya, ini aku. Aku disini sayang.” Jawab Kangin sambil membelai wajah Sungmin lembut setelah dia kembali berbaring kembali. Kangin membelai mulai dari daun telinga Sungmin sampai pipinya yang saat ini sedikit pucat. Sungmin yang mendapat perlakuan lembut dari Kangin itu merasa sedikit tenang. Sakit kepalanya mulai menghilang sampai mendadak dia kembali bangun karena mengingat mengingat semua kejadian di kantor polisi tadi.

“Kyunnie! Oppa, Kyunnie diculik! Aku… Aww…” ringis Sungmin memegang kepalanya dan mencoba menjaga keseimbangan tubuhnya dengan menumpuk kepada satu sikunya.

“Sudah kubilang jangan bangun dulu Min! Kepalamu masih terluka akibat dipukul dengan keras.” Tukas Kangin kembali membantu Sungmin untuk berbaring. Hanya saja, kali ini Sungmin berontak tidak mau menuruti Kangin. Dia justru mendudukkan dirinya dan berbalik sedikit menghadap ke arah Kangin. Kangin terkejut melihat mata Sungmin sudah basah karena airmatanya mengalir deras. Segera, Kangin langsung mendekap tubuh Sungmin, membiarkan kekasihnya itu menumpahkan kegundahan hatinya di dadanya.

“Oppa, Kyunnie… Kyunnie… hiks… hiks… Kyunnie… Dia dalam bahaya oppa… hikss…kk… kita harus menolongnya…” isak Sungmin sedikit teredam oleh dada Kangin. Kangin mengarahkan telapak tangannya yang besar namun hangat itu ke kepala Sungmin. Kangin mengusapkan jari-jarinya di rambut kekasih mungilnya itu dengan sayang dan perlahan. Kangin takut menyakiti kepala Sungmin yang masih terluka.

“Pasti sayang, pasti. Kau tenanglah.” Bujuk Kangin agar Sungmin mau tenang. Tetapi Sungmin yang merasa kesal dengan dirinya sendiri karena tidak mampu menjaga Kyuhyun justru semakin histeris. Dia memukul-mukul dada Kangin sembari berseru menyalahkan dirinya. Sungmin semakin kesal karena kejadian itu terjadi di kantor polisi dimana tempat tersebut seharusnya menjadi tempat teraman untuk Kyuhyun. Tapi, Sungmin tidak mengira ada orang-orang yang sangat berani menyerang Sungmin dan menculik Kyuhyun di kantor polisi. Seharusnya saat itu Sungmin berteriak minta tolong. Seharusnya dia menyadari bahwa ada yang tidak beres hari itu. Sungmin benar-benar menganggap semua kejadian yang menimpa dirinya dan Kyuhyun adalah salahnya.

“Ini salahku oppa… Salahku! Salahku… hikss… hiks… Kyunnie…” pekiknya terus menerus membuat Kangin semakin erat memeluk Sungmin. Kangin mengecup rambut Sungmin dan membiarkan wanita yang dia cintai itu mengeluarkan dulu semua penat dan kekesalannya.

Setelah dirasa Sungmin lebih tenang, Kangin melepaskan dekapannya. Dia lalu menangkup kedua pipi Sungmin dalam telapak tangannya kemudian menghapus bekas airmata di wajah cantik Sungmin dengan ibu jarinya. Tak lupa Kangin memberikan kecupan di dahi dan kedua kelopak mata Sungmin, berharap sentuhannya akan lebih menenangkan Sungmin.

“Minnie, dengarkan aku. Semua ini bukan salahmu. Bukan sayang. Jangan pernah kau menyalahkan dirimu sendiri seperti ini. Kau dengar aku?! Jangan pernah!” tegas Kangin sontak membuat Sungmin ingin membantah ucapannya itu.

“Tapi oppa…”

Stop! Aku tak mau dengar kau mengatakannya lagi! Semua yang sudah terjadi bukan kesalahanmu. Kau tidak tahu kalau mereka akan berbuat senekad itu.” Timpal Kangin tak memberikan satu kesempatan sekali pun kepada Sungmin untuk membantahnya.

“Oppa…” lirih Sungmin masih keras kepala dengan pendiriannya, namun lirihan Sungmin dianggap angin lalu oleh Kangin. Pria besar tangan kanan Siwon itu justru kembali merebahkan tubuh Sungmin dan menyelimuti wanita miliknya itu. Sungmin tidak berdaya sedikit pun jika Kangin sudah tegas seperti ini kepadanya. Untuk sekarang, Sungmin hanya mampu menuruti semua titah Kangin dan mencoba beristirahat. Lagipula, Sungmin yakin Kangin tidak akan tinggal diam tentang masalah ini. Sungmin akan membantunya nanti jika semua kekuatannya sudah kembali.

“Sekarang tidurlah. Aku akan disini menjagamu.” Ucap Kangin yang hanya ditanggapi dengan menutupnya kelopak mata Sungmin. Lima menit kemudian, tampak deru nafas Sungmin mulai teratur dan itu menandakan Sungmin sudah lelap tertidur.

Melihat Sungmin akhirnya mau beristirahat, Kangin menghela nafas lega. Dia menggelengkan kepala karena kekeras kepalaan Sungmin tidak jauh beda dengan Kyuhyun. Kangin jadi berpikir jangan-jangan semua wanita yang akan memiliki hubungan lebih dari one night stand adalah wanita keras kepala berhati baja. Kyuhyun dan Sungmin contohnya. Kangin tersenyum lalu terkekeh sendiri jika memikirkan kebenaran kemungkinan itu karena jika dia boleh jujur, mendiang anego Ryuichiro juga wanita berhati baja.

Lamunan Kangin terputus dengan bunyi dering ponselnya. Kangin buru-buru menekan tombol hijau di ponselnya untuk menjawab panggilan dari seberang sana. Kangin takut jika terlalu lama dia mendiamkan ponselnya berdering, bisa-bisa Sungmin terbangun lagi.

“Kangin.” Jawab Kangin singkat. Dia mendengarkan setiap kata yang terlontar dari peneleponnya dengan seksama.

“…”

“Dimana lokasinya?” tanya Kangin lagi. Penelepon yang ternyata anak buah Kangin yang diberi tugas untuk mencari keberadaan Kyuhyun sekarang telah mendapat hasil dan langsung mengabarkan kepada Kangin.

“…”

“Sudah kau beritahu shatei gashira soal ini?” Kembali Kangin bertanya kepada anak buahnya itu. Yang dimaksud Kangin sebagai shatei gashira atau bisa disebut juga so-honbucho tak lain dan tak bukan adalah Siwon sendiri. Semenjak Siwon secara sah ditunjuk sebagai penerus oleh tetua dari kelompok Ohara dan dewan dari kelompok yakuza lainnya, posisi Siwon sekarang resmi menjadi shatei gashira, yaitu orang kedua yang berkuasa selain komicho atau oyabun yang masih dipegang oleh Ohara Ryuichiro.

Lalu Kangin, meski banyak yang tidak suka dengan keputusan Siwon dan Ryuichiro, diangkat menjadi waka gashira. Suatu kedudukan yang hanya sedikit dibawah shatei gashira. Banyak yang menentang bukan karena kemampuan Kangin namun lebih kepada latar belakang Kangin yang sama sekali tidak mempunyai hubungan darah dengan keluarga Ohara maupun sub keluarga di bawah keluarga Ohara. Mereka menilai Kangin tidak bisa dipegang loyalitasnya terhadap kelompok Ohara namun anggapan dan tentangan itu dianggap omong kosong oleh Siwon dan dia tetap mengangkat Kangin menjadi tangan kanan sekaligus waka gashira dari kelompok mereka.

“…”

“Bagus. Katakan pada so-honbucho aku segera menyusul. Bawa seluruh anak buahmu. Kita habisi mereka malam ini.” Perintah Kangin setelah anak buahnya tadi mengatakan bahwa Siwon sudah menerima kabar mengenai lokasi keberadaan Kyuhyun sekarang.

Kangin segera bangkit dari tempat duduknya lalu bersiap untuk pergi. Sebelum pergi, Kangin melihat ke arah Sungmin yang masih terlelap. Dengan sedikit menunduk, Kangin menempelkan bibirnya di kening Sungmin yang tertutup oleh rambut poninya. Cukup lama Kangin mencium kening Sungmin sampai akhirnya bibir itu berpindah ke telinga Sungmin seraya membisikan sesuatu.

“Maafkan aku sayang. Tampaknya aku tidak bisa menepati janjiku untuk berada disisimu saat ini. Jika takdir mengizinkan, semoga besok aku masih bisa melihat wajah cantikmu. Mimpi indah Minnie. Aku mencintaimu.” Setelah membisikan kata-kata cinta itu, Kangin beranjak meninggalkan kamar Sungmin. Kangin sudah terlalu jauh dari ranjang Sungmin sehingga dia tidak mendengar suara lirih Sungmin yang membuka matanya dengan lelehan airmata, membalas bisikan Kangin.

“Aku juga mencintaimu.”

Sementara itu dalam sebuah gudang lama, terdengar teriakan-teriakan lantang dari seorang wanita hamil yang diikat di sebuah tiang utama gudang tersebut. Wanita hamil yang tak lain adalah Kyuhyun itu terus berteriak, tak memperdulikan jika suaranya akan habis. Kyuhyun sangat marah dengan kejadian yang menimpa dirinya. Dalam benaknya, jika dia tidak sedang berbadan dua dan diikat seperti ini, maka semua bajingan dan perempuan laknat yang sangat dia kenal itu, akan dia hajar sampai wajah mereka tidak akan dikenali lagi.

“Lepaskan aku! Lepaskan!!! Dasar bajingan!! Kau juga Sooyeon keparat! Akan aku balas kau dasar perempuan iblis!!” teriak Kyuhyun memaki semua orang yang ada di gudang itu termasuk Jung Sooyeon, rekan kerja Kyuhyun yang ternyata adalah mata-mata yang disusupkan untuk memata-matai Kyuhyun.

“Aish! Berisik sekali peliharaan shatei gashira baru itu! Membuatku pusing! Yujirou-san, lebih baik kau bunuh saja dia.” Gerutu Sooyeon dan meminta dengan manja kepada pria paruh baya bernama Yujirou itu untuk segera membunuh Kyuhyun. Pria itu hanya tersenyum licik dan mengerikan sambil membelai wajah Sooyeon lalu mengecup singkat bibir wanita muda itu sebelum menanggapi permintaan Sooyeon.

“Membunuhnya sekarang tidak akan menyenangkan, wanita cantikku. Aku akan membunuhnya nanti di depan Choi Siwon keparat itu. Gara-gara anak haram itu, kakak sepupuku tidak jadi menyerahkan status shatei gashira kepadaku!” geram Ohara Yujirou, adik sepupu dari Ohara Ryuichiro. Sebenarnya, jika Siwon tidak datang ke keluarga Ohara sebagai cucu kandung Ryuichiro maka puncak kekuasaan keluarga yakuza tersebut jatuh kepada Yujirou.

Namun takdir berkata lain. Taktik Yujirou untuk memastikan hanya dia satu-satunya keturunan Ohara langsung, dengan cara membunuh semua angora keluarga Ohara, termasuk ibu Siwon, berbalik menyerangnya. Yujirou tidak menyangka jika Siwon tidak ikut dalam kecelakaan yang sengaja dia buat untuk membunuh ibu dan ayah Siwon. Siwon selamat dan dibawa ke Jepang oleh Ryuichiro dan disahkan menjadi penerus keluarga mereka.

Karena alasan itulah, Yujirou menaruh dendam kepada Siwon. Berulang kali pria paruh baya itu mencoba mencelakai Siwon semasa kecilnya, berulang kali Yujirou mencoba memfitnah Siwon dan menggagalkan setiap rencana Siwon untuk memperluas daerah kekuasaan kelompok Ohara, dan tidak jarang pula Yujirou berusaha membunuh Siwon, tapi semuanya selalu gagal. Siwon terlalu pintar untuk dikelabui pria haus kekuasaan dan ambisius seperti Yujirou. Bahkan rencana Yujirou belakangan ini yaitu mengadu domba kelompok Ohara dengan kelompok yakuza lainnya, tidak juga berhasil. Siwon selalu berhasil menyelesaikannya tanpa adanya perselisihan yang berarti dengan kelompok yakuza lainnya.

“Aku mengerti Yujirou-san, tapi wanita hamil itu berisik sekali. Menyebalkan!” keluh Sooyeon masih tak betah mendengarkan raungan dari Kyuhyun yang terus membahana dia gudang tua itu.

Yujirou masih tersenyum menanggapi keluhan wanita simpanannya itu. Dia mengerti benar dendam yang dipendam oleh Sooyeon kepada istri Choi Siwon itu karena gara-gara Kyuhyun, Siwon memutuskan semua wanita yang pernah dekat dengannya, termasuk Sooyeon. Sooyeon yang merasa dirinya akan menjadi pasangan Siwon tentu merasa sakit hati karena ditolak oleh Siwon dan Yujirou langsung memanfaatkan hal tersebut untuk menjalankan rencananya.

Dia butuh mata-mata untuk mengawasi Kyuhyun agar dia bisa menjalankan aksinya sekarang ini dan beruntung Sooyeon bersedia melakukannya. Wanita berambut pirang itu langsung setuju bekerjasama dengan dirinya bahkan menajdi wanita simpanannya hanya dengan iming-iming bahwa jika Yujirou telah menjadi pemimpin kelompok Ohara, maka Sooyeon akan menjadi anego untuknya.

Yujirou merasa puas dia berhasil mengelabui wanita berpikiran picik namun terlalu bodoh seperti Sooyeon. Dia percaya begitu saja dengan ucapan Yujirou dan mau melakukan semua perintahnya. Bagi Yujirou, ini adalah keuntungan terbesar baginya mendapatkan seseorang yang memiliki lisensi untuk bekerja di laboratorium seperti Sooyeon sehingga Yujirou hanya perlu memanipulasi data sedikit agar Sooyeon bisa masuk ke departemen forensik. Dia lebih puas lagi ketika Sooyeon melaksanakan tugasnya dengan baik sehingga Kyuhyun berakhir di gudang ini. Yujirou tinggal menunggu untuk melaksanakan rencana selanjutnya.

Yujirou bermaksud memotong beberapa jari Kyuhyun dan mengirimkannya kepada Siwon. Yujirou ingin sekali melihat tampang Siwon ketika melihat jari-jari Kyuhyun. Yujirou sekaligus akan mengirimkan ancaman jika Siwon tidak menyerahkan posisinya sebagai shatei gashira kepadanya, maka dia harus rela melihat Kyuhyun berserta anaknya mati ditangan Yujirou, meski pada akhirnya Yujirou tetap akan membunuh Kyuhyun apapun keputusan Siwon nanti. Senyum licik Yujirou semakin melebar tatkala dia merasa dirinya sudah menang. Dia tidak mengira bahwa kali ini dia bisa memegang kelemahan terbesar Siwon dan menggunakannya untk menghancurkan pria berlesung pipi itu.

“Shush… Sayang, tenanglah. Nanti kau akan punya kesempatan untuk menumpahkan kekesalanmu pada perempuan itu. Lagipula bukankah lebih menyenangkan melihat wanita sialan itu menangis dan berteriak histeris ketika kita mengeluarkan beban dalam perutnya.” Ucap Yujirou tenang seakan dia sedang membicarakan cuaca saja. Kyuhyun yang sedari berteriak, langsung terdiam sesaat sambil membelalakan kedua mata indahnya saat kata-kata mengerikan itu keluar dari mulut Yujirou.

Kyuhyun merasakan sangat ketakutan, bukan untuk dirinya melainkan untuk buah hatinya. Dia berteriak lagi kepada Yujirou dan Sooyeon agar tidak menyentuh bayi dalam kandungannya.

Don’t you dare!! Leave my babies alone you sick people.” Maki Kyuhyun yang justru menimbulkan tawa dari Sooyeon. Dia juga mendekati Kyuhyun dan membelai wajah Kyuhyun yang sudah bersimbah airmata sejak dia mendengar Yujirou akan membunuh putra kembarnya. Kyuhyun berusaha menjauhkan wajahnya dari Sooyeon namun karena tubuhnya terikat, dia tidak mampu melakukan apapun.

“Oh, lihat Yujirou-san. Nyonya Choi ini marah. Huahaha… Benar juga… Ayo kita keluarkan anaknya karena dengan begitu kau pasti akan menjadi gila bukan?! Kau akan kehilangan anakmu sebelum sempat melihatnya.”

“Aku bersumpah Jung Sooyeon keparat! Jika kau berani menyentuh anakku, aku akan membunuhmu!”

“Baby, kau tak perlu mengotori tanganmu dengan darah busuk miliknya. Membunuh itu pekerjaanku.” Sahut satu suara yang sangat dikenal Kyuhyun. Dia menoleh ke arah suara tersebut dan bersyukur ketika iris matanya melihat wajah lelaki yang dicintainya itu berdiri dengan angkuh di depan pintu gudang.

“SIWONNIE!!”

TBC

Advertisements