Tags

, ,

Title : Battles and Band-aids

Pairing/Charas : Wonkyu, Kangin, a bit Krisho

Genre : Romance, Fluff (I think)

Disclaimer : All casts are belong to their self and God also to the amazing mangaka, Shinobu Inokuma sensei and his publishing company

Inspired : Romantic Shounen Manga Salad Days by Shinobu Inokuma sensei

Warning : Un-betaed, Angst, GS, AU, OOC, A Collection of One-Shot

( 。・_・。)(。・_・。 )

Bugh!

Satu pukulan.

Bugh! Bugh!

Dua kali pukulan.

Bugh! Bugh! Bugh!

Tiga kali pukulan.

Pemuda tinggi itu melihat ke arah para lawan yang menjadi samsak tinjunya. Matanya memandang dengan dingin tiga sosok yang terkulai tak berdaya di sudut gang sempit itu. Wajah lawan yang juga para pemuda sepantarannya itu penuh dengan lebam dan luka-luka akibat pukulan yang bertubi dan tendangan dari pemuda tinggi yang sekarang berdiri terpaku itu.

“Cih.” Pemuda tinggi itu membuang saliva yang bercampur dengan darah ke tanah di samping sang pemuda yang terkulai. Pemuda itu mengusap bibirnya yang sedikit sobek akibat pukulan salah satu pemuda yang tak sadarkan diri itu. Pelipisnya juga sedikit terluka akibat cincin yang dipakai olehnya.

Mengingat luka-luka di wajahnya itu, sang pemuda kembali geram dan bermaksud melayangkan lagi tinjunya tanpa peduli apakah lawannya bisa membalas atau tidak. Baru saja pemuda itu mengangkat lengannya dan mengayunkan ke wajah pemuda yang sudah memberikan luka kecil itu ketika satu teriakan mengurungkan niatannya tersebut.

“Hei! Hentikan memukul orang itu sekarang!” teriak orang yang ternyata polisi itu. Pemuda itu pun memanglingkan pandangannya ke arah polisi tersebut. Reaksi sang pemuda kala tertangkap basah sedang berkelahi itu hanya,

“Cih.”

^^^^^

“Hei, apa kau sudah dengar?! Choi Siwon berkelahi lagi.”

“Aku dengar lawannya itu tiga orang loh. Dia benar-benar menghajarnya sampai babak belur. Bahkan kabarnya, salah satunya harus di rawat cukup lama di rumah sakit.”

“Ya ampun.”

“Jika dia terus bertingkah tak aturan begitu, bukankah akan membuat dirinya susah. Dia bisa dikeluarkan bukan?!”

“Ya sih, padahal dulu tidak begitu ya. Maksudku, dia memang penyendiri dan sedikit menakutkan, tapi aku tak pernah dengar dan melihat dia bertingkah laku seperti berandalan.”

“Yah, orang bisa saja berubah bukan?!”

Gosip, isu, rumor. Apapun itu, sekarang menjadi hal yang dilakukan oleh para siswa SM Highschool. Mereka membicarakan pemuda tinggi yang sekarang sedang berada di kantor kepala sekolah, menanti keputusan atas perkelahiannya kemarin malam.

^^^^^

“Kau tahu kesalahanmu apa Siwon-ssi?” tegur seorang pria paruh baya yang merupakan Kepala Sekolah dari SM Highschool kepada pemuda yang dipanggilnya Siwon-ssi.

“…” Siwon-ssi atau lengkapnya Choi Siwon, hanya terdiam seolah tak peduli bahwa yang ada di hadapannya adalah Kepala Sekolah.

“Kau sudah membuat malu sekolah kita dengan tertangkapnya kau kemarin oleh polisi. Beruntung ada wali kelasmu yang bisa meyakinkan mereka untuk membebaskanmu tanpa menulis laporan.” Lanjutnya lagi yang masih saja tak ditanggapi oleh Siwon.

“…”

“Aku bisa saja mengeluarkanmu dari sekolah, tapi tidak akan aku lakukan karena perkelahian itu bukan kau yang memulai terlebih dahulu. Jadi seharusnya kau berterim…”

“Aku bahkan tak peduli jika kau ingin mengeluarkanku dari sekolah.” Sela Siwon menghentikan ancaman kepala sekolah paruh baya tersebut. Dia tertengun dengan ucapan tak acuh dari Siwon seolah-olah dikeluarkan dari sekolah bukanlah hal yang serius.

Tak hanya sang kepala sekolah yang terkejut, wali kelas Siwon, Kim Youngwoon atau lebih sering dipanggil oleh semua siswa di sekolah itu dengan nama Kangin, juga terbelalak dengan penuturan santai Siwon. Mereka berdua terdiam sampai kepala sekolah mengeluarkan suaranya, meski sedikit tergagap.

“Y…ya su…ya sudah. Kau kem…kembalikan ke kelas. Pikirkan kesalahanmu sementara aku menimbang apa hukuman untukmu.” Ucapnya yang ditanggapi dengusan oleh Siwon sebelum kaki panjangnya meninggalkan ruangan kepala sekolah.

“Ya ampun Kangin-seosaengnim. Aku tak tahu lagi harus bagaimana dengan anak itu.” Keluh kepala sekolah kepada Kangin.

“Nanti biar saya yang coba bicara dengan Siwon, pak.”

“Terserah kau saja. Aku pusing.” Keluhan demi keluhan sang kepala sekolah menyunggingkan senyum di wajah tampan nan berwibawa Kangin. Dia membiarkan pemimpinnya it uterus mengerutu sementara dirinya berpikir mengenai alasan di balik tingkah liar Siwon.

Siwon sendiri kini sudah berjalan menjauhi ruang kepala sekolah. Dia baru saja akan berbalik ke sudut koridor ketika pandangannya bertemu dengan iris coklat madu yang menatap balik ke arahnya dengan tatapan cemas.

Kyuhyun. Batin Siwon mengenali sosok gadis yang cukup tinggi nan cantik itu.

Dirinya dan Kyuhyun, nama gadis itu, saling bertatapan sampai Siwon yang memanglingkan wajahnya dan melanjutkan langkahnya menuju atap sekolah, tempat yang dirasa Siwon adalah tempat paling aman dan nyaman untuknya berpikir. Siwon tak menghiraukan Kyuhyun yang masih mengikuti setiap gerakannya dan memilih terus pergi. Dia tak menyadari telah membuat gadis itu bersedih dengan sikap cueknya.

^^^^^

“Huft…” Siwon menghembuskan asap rokok dari mulutnya sebelum menyelipkan batang kematian itu di antara bibirnya. Kepala dan tubuhnya dia sandarkan ke pagar pembatas atap sekolah dari kawat itu, berusaha membuang semua penat yang terus membebaninya.

Tiba-tiba ada satu tangan dengan santainya mengambil rokok dari bibir Siwon. Siwon kaget dan baru saja akan menghajar orang tersebut ketika iris hitamnya menangkap sosok Kangin, wali kelasnya.

“Rokokmu buatku saja ya.” Ucap Kangin sambil mengisap rokok Siwon tanpa menunggu persetujuan sang empunya. Siwon hanya memutar matanya malas dan kembali menyandarkan tubuhnya.

Keduanya terdiam sesaat sampai sang wali kelas mengalihkan pandangannya kepada Siwon.

“Kau mau menceritakan apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Kangin yang ditanggapi deheman singkat oleh Siwon.

“Kau tak ingin melakukan pembelaan? Pasti kau punya alasan kenapa kau berkelahi bukan Siwon-ah?” tanya Kangin lagi tak putus asa.

“Jangan ikut campur. Ini bukan urusanmu.” Dengus Siwon kesal ditanya terus.

“Tentu saja ini urusanku Siwon-ah. Aku wali kelasmu.”

“Berisik.”

“Oh, ayolah! Kau pasti punya sesuatu yang perlu diceritakan.” Desak Kangin yang akhirnya membuat Siwon menatapnya nyalang sebelum berdecak dan kembali ke posisi awal.

“Siwon-ah.”

“…”

“Siwon-ah!”

“…”

“Siw…”

“Kenapa aku harus memberitahu alasanku kepadamu? Aku tak butuh orang lain mencampuri urusanku.”

“Hei, kau bis…” Kangin bermaksud mendesak Siwon untuk bercerita lagi namun niat itu dia urungkan. Mata Kangin menangkap kegundahan dan kekecewaan di raut wajah Siwon. Pemuda yang terkenal keras itu terlihat begitu sedih akan sesuatu.

Sedangkan Siwon… Pemuda itu tengah menerawang jauh ke alasan kenapa dia mulai sering berkelahi dan kenapa dia begitu berat untuk mengatakannya kepada Kangin.

Alasan memalukan bagi seorang Choi Siwon

Flashback

Siwon berjalan dengan hati yang senang, bermaksud menemui gadis manis yang sedang dekat dengannya. Siwon bermaksud mengajak gadis itu untuk pergi dengannya sepulan sekolah, ya bisa dikatakan Siwon ingin mengajaknya berkencan karena dia ingin mengungkapkan sesuatu kepada gadis itu.

Siwon terus menyusuri koridor sekolahnya menuju kelas sang gadis ketika langkahnya terhenti karena dia mendengar nama sang gadis di perbincangkan oleh beberapa gadis lainnya.

“Hei lihat! Itu bukannya Kyuhyun-ssi dan Yifan-ssi!”

“Wah! Jadi betul ya gosip itu. Mereka katanya lagi pendekatan. Atau jangan-jangan justru sudah pacaran. Ih… Padahal aku mengincar Yifan-ssi!”

“Ah, kamu sih tidak cocok sama Yifan-ssi. Tapi lain cerita jika dengan Kyuhyun-ssi. Lihat mereka cocok sekali. Yang lelaki kapten basket sedangkan yang perempuan wakil ketua osis. Tampan dan cantik.”

“Iya sih. Tapi…” pembicaraan selanjutnya sudah tak terdengar lagi oleh Siwon karena pemuda bertindik itu sudah pergi ke arah dia datang tadi. Dengan rahang yang mengeras menahan marah namun sinar mata yang sendu karena sedih dan kecewa, mengantarkan Siwon keluar dari sekolah.

Bolos. Butuh sesuatu untuk meredakan amarahnya. Dan satu-satunya yang dia tahu adalah dengan menggunakan tinjunya.

End Flashback

Putus cinta. Alasan seperti itu mana mungkin aku beberkan kepada guru sok tahu ini. Batin Siwon terus melamun.

“Siwon-ah.” Panggil Kangin mencoba menyadarkan muridnya tersebut. Namun tampaknya kali ini Kangin belum beruntung karena sedetik kemudian, Siwon berdiri dan meninggalkannya sendiri.

“Siwon-ah!” panggilnya lagi yang tidak digubris sama sekali oleh Siwon.

“Siwon-ah!!”

^^^^^

“Siwon-ah!!”

Siwon membalikan tubuhnya ketika mendengar teriakan memanggil namanya tersebut.

“Kyuhyun.” Lirih Siwon saat seseorang itu adalah Kyuhyun. Kyuhyun berlari kecil mendekati Siwon sampai dia berdiri tepat dihadapan Siwon.

“Hei.”

“…”

“Bagaimana?”

“Apanya?”

“Apa kau sudah tahu keputusan sekolah?” tanya Kyuhyun tentang masalah hukuman Siwon. Siwon menatap datar Kyuhyun meski jelas di matanya tersirat rindu dan pedih di waktu yang bersamaan.

Siwon tidak langsung menjawab pertanyaan Kyuhyun. Pemuda dengan alis tebal itu hanya memandang Kyuhyun walau pandangannya dia alihkan ke samping dan menjawab pelan pertanyaan Kyuhyun.

“Aku belum tahu. Mungkin aku akan kena skorsing.”

“Skorsing?”

“Hm.”

“Syukurlah. Kau tak dikeluarkan Siwon-ah.” Ucap Kyuhyun lega dan tersenyum bahagia. Siwon menangkap nada kelegaan dari suara Kyuhyun kembali menatap gadis berpipi gembil menggemaskan itu. Siwon terpesona dengan senyum manis dari Kyuhyun sehingga otaknya membeku dan wajahnya merona.

“Siwon-ah?” panggil Kyuhyun yang bingung dengan diamnya Siwon. Siwon kelagapan sebelum akhirnya bisa menguasai dirinya sendiri.

“Tidak. Tidak ada apa-apa.”

“Siwon-ah…” sahut Kyuhyun pelan, masih tidak mengerti mengapa sikap Siwon menjadi dingin kepadanya. Siwon membalikan tubuhnya, membelakangi Kyuhyun sambil berujar,

“Mungkin lebih baik jika aku dikeluarkan saja.”

Kyuhyun terpaku dengan perkataan Siwon. Dia bingung mau mengatakan apa karena dia tak mengerti mengapa Siwon sampai bisa berkata demikian. Kyuhyun menurunkan kepalanya, berpikir keras untuk membalas ucapan Siwon sampai matanya melihat band-aid atau plester luka di tangan kiri Siwon sedikit terlepas.

“Siwon-ah.” Panggil Kyuhyun sembari mengambil tangan Siwon dan menggenggamnya sejenak.

“Ky…Kyuhyun…”

Band-aidnya sudah mau lepas. Aku ganti ya.” Ucap Kyuhyun lalu dengan perlahan membuka plester lama Siwon, merogoh saku rok sekolahnya, dan menempelkan plester luka baru dengan gambar kucing lucu di permukaannya. Kyuhyun memandangi hasil kerjanya. Tangan putih nan halusnya masih dengan setia menggenggam tangan besar Siwon dan kasar Siwon membuat si empunya salah tingkah.

“Ter…terima kasih.” Ujar Siwon lalu mencoba mengambil tangannya kembali. Hanya saja, Kyuhyun menahannya dan memandang dalam ke kedua bola mata Siwon.

“Siwon-ah.”

“Apa?”

“Aku mohon, berhentilah berkelahi. Aku membenci kekerasan. Aku takut kau akan terus terluka jika berkelahi terus.”

“Aku baik-baik saja.”

“Aku tahu tapi aku tidak ingin kau dikeluarkan dari sekolah karena masalah itu.” Jelas Kyuhyun. Siwon tersentak mendengarnya. Kyuhyun menginginkannya untuk tetap berada di sekolah meski dia pembuat onar. Sikap Kyuhyun menimbulkan tanda tanya besar di otak Siwon. Kenapa?”

“Kenapa?” dan pertanyaan itu diutarakan oleh Siwon.

“Huh?”

“Kenapa kau tidak mau aku dikeluarkan?”

“Itu…”

“Kenapa?”

“Itu karena kau adalah teman sekelasku yang berharga.” Mendengar jawaban Kyuhyun, Siwon memejamkan matanya beberapa detik sebelum membukanya kembali dan tersenyum miris.

“Teman…” ucapnya lalu membalikan tubuhnya lagi dan pergi berjalan meninggalkan Kyuhyun, masih dengan senyum pilu terpatri di wajah tampannya.

“Siwon-ah…”

Keduanya tidak menyadari bahwa adegan drama mereka diperhatikan seseorang. Orang itu menghela nafas panjang dan menggelengkan kepalanya dengan kondisi anak didiknya tersebut.

Ternyata begitu. Ya ampun. Batin Kangin gemas. Tampaknya guru satu itu sudah tahu dan mengerti permasalahan Siwon. Dia pun tahu bagaimana harus bertindak selanjutnya.

Dengan santai, Kangin melangkahkan kakinya mengikuti kemana arah Siwon pergi.

^^^^^

Siwon memandang ke jalanan café tempatnya menyendiri sekarang. Sudah sejak keluar dari sekolah Siwon berada di café ini. Siwon malas pulang karena tidak ada seorang pun di rumahnya. Dia tinggal sendiri di apartemen yang disediakan kedua orang tuanya yang sekarang sedang bekerja di luar negeri.

Siwon menghela nafas untuk yang kesekian kali sampai dia dikejutkan oleh suara gerakan orang yang duduk mendadak di depannya. Siwon mengangkat dagunya dari tangannya dan menatap ke arah suara tersebut.

“Aku pesan nasi goreng tuna dan es kopi.”

“Apa yang kau lakukan disini?” tanya Siwon kepada Kangin yang telah selesai memesan. Kangin tertawa kecil sebelum menyamankan dirinya di sofa café tersebut tanpa berniat menjawab pertanyaan Siwon.

“Kau sendiri? Bukannya kau seharusnya ada dirumah dan memikirkan kesalahanmu?” tanya Kangin balik.

“Diam! Jangan ganggu aku!” seru Siwon kesal. Kangin semakin melebarkan senyumnya. Dia menatap ke arah Siwon yang sudah kembali menatap jendela café memandangi jalanan di luar sana.

“Hukumanmu sudah keluar. Kau akan diskor selama seminggu ditambah dengan hukuman sepulang sekolah setelah skorsingmu selesai. Itu juga berlaku seminggu. Surat resminya akan diberikan kepadamu besok.”

“Cih.” Decih Siwon menanggapi pemberitahuan hukumannya dari sekolah. Dia tidak peduli dengan itu semua sehingga mau seminggu atau sebulan atau bahkan dikeluarkan pun dia tidak peduli.

Sementara Kangin memperhatikan gerak gerik Siwon dan responnya tentang hukuman dari sekolah. Dan benar saja, Siwon nampak cuek dan tak mau ambil peduli.

Hhhh… Tampaknya pengaruh Kyuhyun-ssi besar juga. Anak ini sampai bersikap seperti ini. Batin Kangin sedikit kecewa dengan sikap Siwon.

“Cho Kyuhyun-ssi.” Siwon menoleh dengan cepat ke arah Kangin ketika gendang telinganya mendengar nama Kyuhyun. Siwon memandang Kangin tajam, dengan alis yang menyatu, rahang yang mengeras dan bibir yang terkatup rapat. Kangin terkekeh melihat betapa cepat reaksi Siwon hanya dengan mendengar nama Kyuhyun.

“Gadis manis dan cantik, baik, pintar, ramah meski terkadang suka usil. Gadis yang hebat.” Puji Kangin dan menekankan semua kelebihan Kyuhyun. Siwon semakin memandang sengit terhadap wali kelasnya tersebut.

“Apa maksudmu mengatakan itu semua?!”

“Tidak ada.” Jawaban singkat itu membuat Siwon semakin kesal. Dia paham wali kelasnya ini sudah tahu alasan mengapa dia bertingkah nakal. Siwon menggeram sebelum memukul meja dengan keras, berdiri dan berseru kepada Kangin.

“Ya! Oke! Aku akui aku mencintainya. Apa itu suatu kejahatan?!”

“Aku tidak berkata demikian.” Siwon yang tadinya menatap nyalang ke arah Kangin mulai menundukkan kepalanya. Jari yang terkepal mulai dia lemaskan, Siwon pun kembali duduk, lalu tersenyum pilu.

“Aku mencintainya. Aku benar-benar mencintainya. Tapi apa yang bisa aku lakukan ketika aku sudah di tolak sebelum aku sempat mengungkapkan isi hatiku?”

“…”

“Dia yang menegurku pertama kali saat tak ada yang mau menyapaku karena melihat penampilan urakanku. Dia yang selalu membawakan bekal untuku karena aku selalu membeli makanan instan di kantin sekolah. Dia yang selalu mengajakku pulang bersama karena aku selalu terlihat pulang sendiri.”

“…”

“Dia begitu baik dan perhatian kepadaku. Baru kali ini akumerasakan seseorang yang menyayangiku dengan tulus sehingga membuatku jatuh cinta kepadanya. Tapi…”

“Tapi?”

“Tapi aku salah. Kyuhyun itu gadis yang baik. Sudah sewajarnya jika dia bersikap ramah kepada semua orang.. Aku saja yang terlalu percaya diri dan menganggap Kyuhyun memiliki perasaa spesial kepadaku. Gadis secantik dan sebaikdia sudah sepantasnya memiliki seorang kekasih. Orang bodoh pun bisa mengetahui itu.” Ucap Siwon merendahkan dirinya sendiri sambil mengakhiri ceritanya.

Kangin menghela nafas lalu tersenyum lagi. Dia menompang dagunya di kedua telapak tangannya dan menatap Siwon.

“Jadi itu alasanmu berkelahi Siwon-ah?!”

“…”

“Kau menyedihkan.”

“Apa katamu?!!” geram Siwon sambil berdiri dan memandang tajam Kangin.

“Aku bilang kau menyedihkan. Hanya karena kau tak mampu menghadapi masalahmu sendiri, kau menyalurkan amarahmu kepada orang lain. Sikap itu sungguh kekanak-kanakan. Rupanya kau hanya tahu cara seperti itu. Marah yang tidak jelas.”

“Kau…” Siwon menggemertakan giginya menahan kekesalan terhadap wali kelasnya tersebut.

“Kau! Kau itu guru! Mana mengerti situasiku sekarang! Aku menyesal bercerita kepadamu!”

“Benar bukan? Kau langsung marah.”

“Argh!! Lebih baik aku pulang!”

“Ya, pulanglah Siwon-ah. Hati-hati ya.” Ucap Kangin santai, tak merasa telah membuat Siwon begitu marah dengan perkataannya yang tepat sasaran. Siwon berjalan cepat meninggalkan Kangin yang masih tersenyum penuh arti.

^^^^^

Siwon melangkah dengan gontai di trotoar menuju ke apartemennya. Pemuda tinggi yang sebenarnya sangat tampan itu terlihat sedang memikirkan perkataan Kangin. Siwon tahu Kangin berkata yang sesungguhnya namun jiwa labilnya menolak perkataan itu.

Sial. Sial! Sial!! SIAL! Umpatnya dalam hati

SSelagi Siwon terus memikirkan apa yang sebaiknya dia lakukan, langkahnya dihadang dua orang yang dikenalnya. Dua orang yang menjadi samsak tinjunya beberapa waktu lalu.

Payback time asshole.” Ancam salah satu dari dua orang tersebut dan secara tiba-tiba muncul segerombolan berandalan mengelilingi Siwon. Siwon menoleh ke kanan dan ke kiri menatap tak acuh kepada orang-orang pengecut itu. Siwon menyeringai bagaikan iblis ketika dia mendapatkan pelampiasan kekesalannya hari ini.

“Kalian cari mati ya?! Bersiapkan menyusul teman kalian di rumah sakit!” teriak Siwon dan mengarahkan tangannya, hendak memukul orang yang tadi mengancamnya.

Namun… Gerakan Siwon mendadak terhenti. Dia menurunkan tangannya dan menatap punggung tangan kirinya yang dilekatkan oleh band-aid.

Aku mohon, berhentilah berkelahi. Aku membenci kekerasan. Aku takut kau akan terus terluka jika berkelahi terus.

…aku tidak ingin kau dikeluarkan dari sekolah…

…kau adalah teman sekelasku yang berharga.

Siwon-ah!

Siwon-ah!

“Kyuhyun…” lirih Siwon mengingat kebaikan hati Kyuhyun, perhatian Kyuhyun, dan senyum tulus Kyuhyun. Siwon terus memandangi band-aid itu, tidak menyadari salah seorang berandalan itu datang dari belakang tubuhnya, mengayunkan sebuah tongkat baseball ke arah punggungnya dan…

Bugh! Bugh! Bugh!

^^^^^

“Cih. Dasar pengecut. Dia sama sekali tidak membalas. Rupanya dia takut dengan kita. Ayo pergi! Aku malas berurusan dengan pengecut ini.” Ajak salah satu dari kawanan berandalan setelah puas mengeroyok Siwon sampai babak belur.

Lebam, memar dan luka berdarah ada di seluruh wajahnya dan sebagian besar tubuh tinggi nan atletis miliknya. Siwon terlihat tak sadarkan diri meski sebenarnya dia masih bisa mendengar ucapan begundal-begundal itu. Namun Siwon memilih diamdan membiarkan mereka pergi. Lagipula, Siwon tak memiliki tenaga untuk melawan mereka walau dia memang tidak berniat melawan sama sekali.

Sial! Aku pasti dikeluarkan dari sekolah karena ini. Hhh… Maafkan aku Kyu. Tampaknya aku tak bisa memenuhi keinginanmu. Aku sayang kamu Kyu… Sayang kamu… Kyuhyun… Kyuhyun…

Itulah yang tersirat dalam benak Siwon sebelum kegelapan menjadi temannya malam itu.

^^^^^

“Kyuhyun…” sahut Siwon, berusaha membuka matanya yang bengkak. Siwon mengerjap-erjapkan matanya juga untuk bisa menyesuaikan cahaya lampu yang masuk ke retina matanya.

“Kyuhyun…” sahutnya lagi ketika iris hitamnya menangkap bayangan seseorang yang berjarak sangat dekat dengannya.

“Kyuhyun…”

“Sayangnya aku bukan Kyuhyun-ssi, Siwon-ah.” Ucap suara berat itu membuat Siwon membulatkan matanya meski terasa sangat sakit. Siwon akhirnya dapat melihat dengan jelas orang itu yang ternyata adalah Kangin.

“Kau…!”

“Hai. Akhirnya kau bangun juga.” Siwon mengepalkan tangannya kesal dan tanpa peringatan sama sekali memukul kepala wali kelasnya tersebut.

Buagh!

“Aw!! Siwon-ah!”

“Rasakan!”

“Kau tahu kau baru saja memukul gurumu bukan?!” ketus Kangin yang kesal Siwon seenaknya saja memukulnya. Padahal dialah yang membawa Siwon ke rumahnya dan merawat luka-luka Siwon.

“Dimana aku?” tanya Siwon tak menggubris ungkapan kekesalan Kangin. Tak dihiraukan oleh anak didiknya membuat Kangin hanya menghela nafas panjang dan menjawab saja pertanyaan Siwon.

“Kau dirumahku.”

“Oh.”

“Ya ampun Siwon. Kau ini… Kenapa suka sekali cari masalah sih?!”

“Kau?! Kau melihatnya dan diam saja?! Guru macam apa kau ini?!”

“Anggap saja itu sebagai pembelajaran untukmu.”

“Cih.”

“Tapi, aku salut kepadamu Siwon.”

“…”

“Kau dikepung musuhmu, diprovokasi, bahkan sampai dikeroyok. Tetapi kau tak membalas sama sekali perlakuan mereka. Hebat.” Puji Kangin sambil tersenyum bangga kepada Siwon. Siwon sendiri hanya melirik gurunya tersebut sebelum mengalihkan pandangannya untuk kesekian kalinya dari Kangin.

“Apa aku akan dikeluarkan?” tanya Siwon memecah kesunyian diantara mereka.

“Kau ingin dikeluarkan?” tanya Kangin balik. Siwon menatapnya dengan perasaan campur aduk. Bingung, kesal, gundah, namun pemuda bertindik itu tak tahu harus mengatakan apa untuk menjawab pertanyaan Kangin.

“Aku tak ingin kau dikeluarkan Siwon. Itu sebabnya aku segera membawamu kerumahku sebelum lawanmu itu berubah pikiran dan menjadikanmu samsaknya.”

“Kenapa?”

“Huh?”

“Kenapa kau harus mempedulikan aku?!!” teriak Siwon akhirnya, tak kuasa terlilit lagi kebingungan ini. Dalam hatinya kenapa Kangin dan Kyuhyun tak membiarkan saja dirinya seorang diri? Mengapa mereka begitu peduli kepadanya? Mengapa mereka bersusah payah padahal Siwon merasa dirinya tak lebih dari seorang pembawa masalah?

Kangin tersenyum lagi. Dia menghela nafas sembari mengacak rambut Siwon sebelum bangkit dari tempatnya, berjalan ke arah rak buku dan mengambil satu album foto.

“Aku peduli karena…” Kangin menyerahkan album foto itu dan menunjukan satu foto kepada Siwon. Siwon memperhatikan foto seorang berandalan sekolah yang ditunjuk oleh Kangin dan semakin bingung dengan arah pembicaraan Kangin.

“Siapa berandalan menyebalkan ini?” tanya Siwon polos yang langsung membuat Kangin terkekeh.

“Itu aku Siwon-ah.” Dan semakin keraslah tawa Kangin tatkala Siwon menatapnya dengan tatapan horror dan tidak percaya. Pasalnya foto itu tidak mirip sama sekali dengan Kangin yang sekarang begitu berwibawa dan terkesan sebagai pria yang lembut.

“Aku sama sepertimu dulu Siwon. Aku tak punya kepercayaan diri tapi aku bermulut besar, aaku suka berkelahi, membuat onar, sampai sekolah saat itu tak segan ingin mengeluarkanku. Lalu aku pun jatuh cinta kepada gadis biasa yang sangat baik, sama sepertimu.”

“…”

“Dia anggota tim atletik sekolah. Aku selalu menyempatkan diriku untuk melihatnya berlatih setiap kegiatan sekolah berakhir. Selalu.” Ucap Siwon menerawang jauh ke masa lalunya. Wajah sendu Kangin membuat Siwon tak berani menyela sama sekali. Pemuda beralis tebal itu membiarkan gurunya menceritakan kehidupan SMAnya dulu.

Siwon menanti kelanjutan cerita Kangin. Akan tetapi, Kangin berhenti begitu saja. Dia justru memanglingkan wajahnya ke arah Siwon dan berkata tiba-tiba,

“Siwon, mengapa kau tak menyatakan perasaanmu kepada Kyuhyun-ssi saja?”

“A…apa? Tapi?”

“Siwon. Selama tiga tahun aku hanya mampu melihat gadis yang aku sukai dari jauh tanpa bisa mengatakan apapun kepadanya. Dan sekarang, yang aku rasakan hanyalah penyesalan.”

“…”

“Jika memikirkan bagaimana pengecutnya aku waktu itu, aku menjadi marah kepada diriku sendiri. Aku membenci diriku karena tak berani mengatakan padanya bahwa aku mencintainya. Aku membenci diriku karena aku terlalu naïf, terlalu terbenam pada ketakutanku akan terluka karena cinta.”

^^^^^

Ting-tong! Ting-tong! Ting-tong!

Bel di kediaman keluarga Cho terus terdengar dengan nyaring. Pelaku penekan tombol rumah sederhana tapi indah itu berdiri dengan gugup di pagar rumah tersebut. Sekali lagi dia menekan bel itu lagi sampai pintu depan akhirnya terbuka dan menampakan sosok putih nan cantik Cho Kyuhyun.

“Siwon-ah?” tanya Kyuhyun memastikan yang berada di depan pagarnya adalah Siwon. Kyuhyun bergegas keluar rumah dan membuka pintu pagar rumahnya tersebut. Wajah Kyuhyun yang bingung semakin terlihat bingung ditambah dengan rasa cemas melihat betapa babak belurnya wajah Siwon.

“Kau kenapa Siwon-ah? Mengapa wajahmu luka seperti itu? Apa kau habis berkela…”

“Kyuhyun.” Pertanyaan Kyuhyun terputus ketika dia terkejut dengan Siwon yang begitu dekat dengannya.

“Si…Siwon-ah?”

“Ak…aku… Aku…”

Siwon-ah. Untuk mencintai seseorang, kau tidak perlu takut akan penolakan.

“Aku…”

Kalau kau gagal, tentunya kau akan meragukan perasaanmu sendiri, meragukan dirimu sendiri. Tapi Siwon-ah…

“Kyuhyun, aku…”

Tapi Siwon-ah, apapun hasil akhirnya nanti, jangan menyerah di tengah jalan. Jangan kau ulangi kesalahanku dulu. Jangan…

“Kyuhyun, aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu. Aku…”

Jangan kalah dengan dirimu sendiri.

“Aku mencintaimu.”

Dan Siwon tidak pernah melihat senyum terindah daripada senyum gadis tencintanya yang dia lihat saat ini. Senyum manis Kyuhyun dan rona merah di kedua pipi bulat putinya itu membuat Siwon ikut tersenyum, menampilkan kedua lesung pipinya.

Senyum Siwon semakin lebar kala Kyuhyun membelai pipi Siwon dengan lembut, berusaha tidak menyentuh luka di wajah Siwon. Siwon pun memberanikan diri mendekati tubuh Kyuhyun, melingkarkan lengan kuatnya di pinggang ramping Kyuhyun dan merengkuh bahu Kyuhyun. Membawa gadis yang mengangguk-angguk lucu itu ke dalam dekapannya. Menuntun kepala Kyuhyun ke dadanya. Membuatnya bisa meletakan dahinya di bahu Kyuhyun setelah Kyuhyun melepaskan pipinya dan melingkarkan lengan-lengannya sendiri di pinggang dan punggung Siwon.

Siwon merasakan belaian menyenangkan dari jari-jari Kyuhyun di rambutnya. Belaian itu membuatnya terbuai dan semakin mengeratkan pelukannya di tubuh Kyuhyun, enggan untuk melepas gadis yang sangat berarti untuknya ini.

“Terima kasih Siwon-ah.” Kata-kata itu yang terdengar di telinga Siwon sebelum dirinya kembali menyamankan tubuhnya dalam kehangatan Kyuhyun.

^^^^^

“Mereka pacaran ya?!”

“Bukankah Kyuhyun-ssi pacaran dengan Yifan-ssi?”

“Ya ampun! Kau ini ketinggalan berita sekali! Yifan-ssi itu dekat dengan Kyuhyun-ssi karena lagi pendekatan dengan adik sepupu Kyuhyun-ssi. Itu loh, Kim Joonmyeon-ssi. Si imut dari kelas sebelah.”

“Oh… Pantas saja.”

“Aku dengar, Kyuhyun-ssi sebenarnya sudah sejak lama menyukai Siwon-ssi.”

“Oh ya?!”

“Benar.”

Para siswa-siswi dari kelas Siwon dan Kyuhyun terus membicarakan pasangan yang baru saja resmi menjadi kekasih itu. Keduanya terlihat mesra dengan Siwon yang selalu melontarkan gurauan-gurauan lucu yang membuat Kyuhyun tertawa manis. Tak lupa, sesekali Siwon mengusap pucuk kepala Kyuhyun dan membelai rambut ikal coklat sepunggung milik Kyuhyun. Menyematkan helaian-helaian lepas ke telinga Kyuhyun sebelum mengusap pipi putih Kyuhyun dengan ibu jarinya.

“Choi Siwon-ssi dari kelas 2-3! Choi Siwon-ssi dari kelas 2-3! Ditunggu kehadirannya diruang kepala sekolah!” pengumuman itu membuat kedua sejoli itu saling menatap sampai Siwon mengulurkan tangannya ke arah Kyuhyun.

“Temani aku?” tanya Siwon sembari memamerkan senyum lesung pipinya yang membuat beberapa siswi terpesona. Mereka tidak mengira jika Siwon akan setampan itu jika tersenyum lembut. Apalagi Siwon benar-benar romantic dan humoris terlihat dari tawa Kyuhyun yang selalu terdengar dan mesranya mereka berdua. Para gadis itu jadi ingin menggantikan posisi Kyuhyun. Sayangnya ladies, Siwon pastinya tidak akan mau posisi Kyuhyun tergantikan oleh siapapun.

Kyuhyun membalas senyum Siwon dengan senyumnya juga. Dia juga meraih tangan Siwon dan menggenggamnya dengan erat sambil menjawab pertanyaan Siwon dengan singkat.

“Selalu.”

^^^^^

“Hhh… Aku benar-benar di skors selama seminggu penuh mulai dari besok.” Gerutu Siwon yang sedang bersandar di tembok dekat jendela koridor sekolah.

“Ya, mau bagaimana lagi. Beruntung hanya skorsing.” Timpal Kyuhyun mencoba menenangkan kekasihnya. Siwon menatap Kyuhyun sesaat sebelum menarik tubuh kekasihnya itu dan memeluknya erat dari belakang.

Kyuhyun sedikit tersentak tetapi gadis itu lalu terkikik sebelum menyamankan dirinya di dada bidang Siwon. Tangannya dia letakan di atas tangan Siwon yang memeluk pinggangnya. Kyuhyun merasakan hembusan nafas Siwon di bahu dan lehernya. Kyuhyun tahu Siwon pasti masih kesal karena dengan adanya skorsing itu, dia jadi susah bertemu dengan Kyuhyun di sekolah.

Maka untuk menenangkan hati sang kekasih, Kyuhyun mengarahkan satu tangannya ke pipi Siwon, membelainya perlahan lalu beralih ke kepala Siwon. Mengusap rambut hitam sang pemuda tampan sebelum membuat kepala itu menoleh ke arahnya agar memandang mata Kyuhyun.

“Kau bisa menjemputku dan mengantarkan aku pulang Wonnie.” Tawar Kyuhyun yang langsung membuat binar bahagia terlihat di mata Siwon.

“Bolehkah?”

“Dengan satu syarat.”

“Apa itu?”

“Kau harus berhenti berkelahi.”

“Akan aku usahakan.”

“Siwonnie.” Rengek Kyuhyun tak puas dengan jawaban Siwon.

“Hei, aku tidak akan berkelahi untuk hal sepele. Tapi lain cerita jika untuk melindungimu.” Tegas Siwon tak terbantahkan sehingga Kyuhyun tak mampu mengatakan apapun. Kyuhyun hanya memandang Siwon dalam, membuat suatu tarikan di antara keduanya sampai keduanya mendekat dan saling merasakan bibir masing-masing dalam kecupan manis yang singkat.

“Aku mencintaimu Kyunnie.”

“Aku juga.” Jawaban Kyuhyun membuat Siwon tersenyum lagi dan lagi. Dia pun membawa Kyuhyun semakin tenggelam dalam pelukannya.

Dari kejauhan, Siwon melihat sosok Kangin yang menatapnya dengan senyum penuh kebanggaan dan kelegaan. Siwon pun membalas senyum Kangin dan juga dia mengacungkan ibu jarinya ke atas dan memberikan gerakan bibir, mengatakan,

Terima kasih Kangin-seosaengnim.

Your welcome Siwon-ah. Your welcome.”

END

Advertisements