Tags

, , , , , ,

Title : Hijau

Pairing/Charas : Child!Suho, Krisho, Minho, a bit Wonkyu, Tao, Jessica, Kyungsoo

Genre : Brotherly Love, Family, Romance

Disclaimer : All cast belong to God and themselves with an add of their agency

Inspired : None. Just an idea from my head >_<

Warning : Un-betaed, GS, AU, BL, MPreg, A bit OOC, Pedo!Kris, Absurd, Brothercomplex!Minho, Age and Surname Differences

( 。・_・。)(。・_・。 )

“Aku juga punya pacar! Pacarku lebih tampan, lebih tinggi dan lebih segalanya dari pacarnya Baekkie! Dia pacarku! Kris hyung pacar Suho!”

Itulah sepenggal pernyataan tegas dari Choi Suho, 10 tahun, kepada Do Kyungsoo, teman sekelasnya sejak taman kanak-kanak sampai sekarang. Tan Yifan atau Kris adalah kekasihnya dan meski pernyataan itu adalah pernyataannya di saat dia masih balita, tapi tetap saja bagi Suho, Kris itu adalah kekasihnya.

Jadi wajar saja jika bola mata Suho sekarang hijau ketika menatap ke arah Kris. Wait a minute! Harap dicatat hijau disini bukan hijau karena matre ya tapi hijau karena cemburu. Ya. Choi Suho sekarang sedang cemburu kepada teman-teman Kris yang menempel terus kepadanya. Kecemburuan bocah imut itu semakin berkobar tatkala Kris pun terlihat santai dan menanggapi setiap candaan teman-temannya tersebut.

Suho baru merasakan bahwa Kris itu memang sangat menawan setelah rasa cemburu ini datang. Selama ini, selama dia mengenal sahabat kakaknya itu, tak pernah sekali pun Suho takut atau pun cemas Kris akan berpaling darinya. Hei, dia itu imut dan manis, banyak yang ingin menjadi teman bahkan kekasihnya meski dia masih kecil. Jadi tak salah jika Suho begitu percaya diri bahwa Kris akan selamanya bersama dirinya.

Namun begitu Suho melihat betapa banyak orang yang penampilannya menyilaukan mata karena ketampanan atau kecantikan mereka atau dari karismanya saja, sudah begitu mengagumi Kris, mau tidak mau Suho menjadi gelisah. Apalagi dia yang sekarang hanya seorang bocah sekolah dasar yang tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan teman kuliah atau teman Kris lainnya yang notabene seumuran dengan Kris.

Suho terkadang menyaksikan sendiri perbedaan antara dirinya dan Kris selain umur mereka yang terpaut sepuluh tahun. Mulai dari cara berpakaiannya sampai cara bergaul dengan teman. Suho yang masih kanak-kanak pasti lebih suka dengan pakaian yang terkesan lucu dan imut sedangkan Kris begitu modis bagaikan model catwalk dan cenderung bergaya cool dan high end.

Suho senang berada di game center atau di taman bermain yang ramai bersama teman sekelasnya sedangkan Kris lebih sering hangout di sebuah café atau bersantai dengan teman-temannya, membahas tugas kuliah atau pembicaraan dewasa lainnya di taman yang rindang dan tidak berisik.

Suho kecil dengan Kris yang semakin hari semakin dewasa. Pemikiran itu membuat Suho tiba-tiba merasa sedih. Dia tahu sekuat apapun dia berusaha, Suho takkan mampu menghilangkan gap sepuluh tahun diantara mereka. Dulu mungkin Suho bisa saja naif dan mengira Kris akan terus bersamanya akan tetapi sekarang, Kris punya dunianya sendiri dan Suho tak bisa masuk di dalam dunia itu.

Satu bulir, dua bulir, tiga bulir, sampai lelehan airmata mulai membasahi pipi bulat nan putih milik Suho. Bocah manis itu menangis terisak membuat kakaknya Minho menyadari kehadiran Suho. Sulung Choi itu terkejut mendapati adiknya berada di kawasan kampusnya terlebih lagi sedang menangis.

Suho? Kenapa dia bisa ada disini? Bukannya dia seharusnya sudah di rumah sekarang? Dan kenapa dia menangis? batin Minho sambil mendekati sang adik yang masih menangis.

“Baby Su.” Panggil Minho lembut. Panggilan ‘Baby Su’ masih saja dia pakai karena biar adiknya sudah beranjak besar, Suho tetap adik kecilnya tersayang. Dia tetap baby di keluarga mereka.

“Hyung…” sahut Suho ketika dia sadar kakaknya sudah berada di hadapannya. Suho langsung memeluk kakaknya dan menyembunyikan wajahnya di dada Minho. Minho pun membalas pelukan Suho sambil sesekali mengelus punggung sang adik, berusaha menenangkan Suho.

“Hei baby… Kenapa kau menangis sayang? Lalu sedang apa baby Su disini? Bukannya baby Su seharusnya sudah berada di rumah? Dimana supir barumu sayang?” tanya Minho ketika adiknya sudah tenang dan tidak menangis lagi. Minho juga sempat menghapus bekas airmata Suho dengan ibu jarinya. Diantara kegiatannya menenangkan adiknya, Minho menoleh ke kiri dan ke kanan, mencari supir baru untuk adiknya itu tapi tak kunjung ditemukan oleh Minho. Supir mereka memang baru setelah supir mereka yang lama mengundurkan diri karena usia lanjut.

Dalam hati, Minho menggerutu akan keteledoran supir mereka itu karena sudah membiarkan Suho ke sini sendiri. Minho akan memastikan nanti alasan mengapa supir mereka tidak membiarkan Suho pergi ke kampusnya sendiri seperti ini. Tapi sekarang yang terpenting adalah adiknya.

“Aku… Aku…” ucap Suho membuyarkan lamunan Minho dan kembali memperhatikan Suho. Minho menunggu lanjutan ucapan Suho tetapi Suho diam saja. Minho menghela nafas panjang sebelum mengecup pucuk kepala Suho.

“Sudah, sudah. Kita pulang saja. Nanti di rumah baru Suho-ah ceritakan kepada hyung ya. Kris!” teriak Minho memanggil Kris. Mendengar panggilan keras Minho, Kris akhirnya menoleh ke arahnya dan matanya langsung melebar ketika dia melihat Suho yang berada dalam dekapan Minho.

Kali ini ada bola mata Kris yang menghijau melihat kekasih kecilnya di peluk seerat itu oleh Minho yang notabene adalah kakak kandung Suho sendiri. Namun bagi Kris, Suho hanya boleh di sentuh olehnya saja, jadi dia akan cemburu dan sifat posesifnya muncul kala Suho dipeluk oleh orang lain meski itu anggota keluarganya sendiri. Apalagi sejak mereka kecil, Minho sudah menjadi penghalang terbesarnya dalam hal mendekati Suho selain Siwon tentunya.

Kris berpamitan kepada teman-temannya dan berjalan mendekati Suho dan Minho. Begitu dia sampai, Kris bermaksud mengambil Suho dari dekapan Minho tetapi tangan Kris yang terulur di tepis oleh Suho. Tampaknya perasaan sedihnya tadi menguap entah kemana dan berganti lagi dengan kecemburuan dan kekesalannya yang membumbung tinggi di saat yang sama. Ah… Pikiran anak seumur Suho memang tidak bisa di tebak.

Kris bingung dengan sikap Suho yang menolak dirinya. Selama mereka menjalin hubungan, Suho tak pernah menolak Kris. Ya, kecuali jika ada Siwon di antara mereka maka sudah pasti Suho akan selalu lengket dengan daddy kesayangannya itu. Tapi sekarang, Suho menepis tangannya dan memandang Kris dengan tatapan yang dibuat setajam mungkin walau sia-sia karena justru membuat Suho semakin imut.

“Baby Su?”

“Kris hyung jangan dekat-dekat Suho. Suho tak suka di dekati oleh Kris hyung!”

“Kenapa?”

“Masih bertanya lagi?! Hyung bukannya lebih suka bergaul dengan teman-teman hyung daripada dengan Suho?! Ya sudah sana! Pergi saja dengan teman-teman hyung!” ketus Suho dan kembali menyembunyikan wajahnya di dada sang kakak. Rupanya Suho sedang merajuk karena merasa Kris lebih senang berada di antara teman-temannya daripada dengan dirinya.

Minho dan Kris termangu dengan ucapan Suho tadi. Keduanya sekarang mengerti jika Suho sedang kesal dan cemburu kepada Kris. Minho dan Kris berusaha agar tidak tertawa dengan tingkah Suho ini meski sepertinya gagal karena kikikan kecil keluar juga dari bibir keduanya. Namun siapa yang bisa disalahkan karena kenyataannya Suho jadi terlihat menggemaskan karena merajuk.

Setelah mampu menguasai diri mereka, Minho mengusap lembut rambut adik lucunya itu sebelum melirik ke arah Kris yang memandangnya memelas, memohon untuk kali ini membantunya membujuk Suho agar tidak marah lagi kepada Kris.

Minho memutar matanya malas sebelum membuka mulutnya dan berkata tanpa suara bahwa dia akan membawa adiknya pulang. Minho tidak ingin berbicara lantang karena takut mengganggu adiknya yang sedang merajuk. Minho tidak menanggapi keinginan Kris yang memintanya membantu membujuk Suho. Minho sedang senang karena sejak Suho menginjak bangku sekolah dasar, jarang-jarang Suho marah dengan Kris lalu merajuk manja kepadanya seperti sekarang. Jadi Minho ingin memanfaatkan momen ini untuk bisa bersama dengan sang adik tanpa gangguan dari Kris.

Kris tentu saja tidak setuju. Kris justru mendelik ke arah Minho dan mengisyaratkan bahwa dia yang akan mengantar Suho pulang. Kris tahu maksud Minho yang sebenarnya dan dia takut sahabatnya itu akan memprovokasi kekasih mungilnya itu. Kris tak habis pikir kenapa sahabatnya itu senang sekali menjahilinya padahal dia tahu bahwa Suho sudah menjadi pacarnya.

Sedangkan Minho, dia membalas delikan Kris dengan tatapan tidak sukanya dan kembali mengatakan bahwa saat ini Suho sedang tidak mau bersamanya jadi lebih baik Suho tidak berdekatan dengan Kris. Hal itu menyebabkan kesabaran Kris habis dan dia berseru kepada Minho.

“Tidak bisa begitu Min! Seharusnya aku yang mengantar Suho!” seru Kris keras karena kesal Minho lagi-lagi menghalanginya.

“Suho sedang kesal kepadamu Kris. Lebih baik dia pulang denganku saja. Kau pulang saja dengan Jessica. Dia pasti senang bisa di antar pulang olehmu.” Balasnya sama kesalnya dengan kekeras kepalaan Kris. Minho juga sengaja menyebut nama salah satu teman kuliah mereka yang juga merupakan penggemar berat Kris dengan maksud membuat Suho semakin kesal kepada Kris.

Ctik!

Maksud Minho berhasil karena saat telinga Suho menangkap nama seorang gadis dikaitkan dengan Kris, hal itu membuatnya sangat tidak nyaman. Tanpa peringatan sama sekali, Suho melepaskan pelukan Minho dan beranjak ke arah Kris.

“Mana yang namanya Jessica, hyung?”

“Um… Yang itu baby. Tapi kau mau ap… Yah! Yah! Baby Su! Kau mau apa?! Suho-ah!!” tanpa memperdulikan teriakan Kris dan juga Minho, Suho berjalan ke arah seseorang yang di tunjuk oleh Kris.

Suho melihat seorang gadis cantik dengan make up cukup tebal dan rambut panjang pirang kecoklatan. Suho memincingkan matanya tidak suka ketika menatap gadis bernama Jessica tersebut. Sedangkan Jessica sendiri ketika melihat Suho, justru terlihat gemas. Ingin sekali gadis itu mencubit kedua pipi Suho yang mulus dan putih terlebih lagi pipi itu sedang mengembung lucu.

Aigo… Siapa ini? Manis sekali.” Puji Jessica sambil mensejajarkan dirinya dengan tinggi Suho. Mendengar pujian itu, kekesalan Suho berkurang sedikit namun dia tak lupa dengan tujuannya menemui langsung Jessica. Hanya saja sedikitnya pujian Jessica membuat Suho tidak berbuat yang aneh-aneh karena Suho menatap Jessica sekali lagi sebelum membungkuk hormat dan memperkenalkan dirinya.

“Selamat siang noona. Kenalkan, Choi Suho, sepuluh tahun. Kelas 5-A EXO Elementary School. Aku pacarnya Kris hyung. Jadi noona mulai sekarang jangan dekat-dekat dengan Kris hyung ya.” Ujar Suho santai namun tersirat keseriusan bocah usia sepuluh tahun dalam nada suaranya.

Kontan semua teman Kris yang mendengarnya menjadi terperanjat tidak terkecuali Minho dan Kris sendiri. Minho kembali berusaha sekuat tenaga menahan ketawanya karena pasti setelah ini teman-teman Kris akan menjerit,

“APA?!! KRIS?!! KAU PEDOPHILE?!” seperti itu.

Langsung saja Minho tertawa terbahak-bahak. Minho tidak akan pernah menduga bahwa kecemburuan adiknya akan membuatnya bertindak seperti tadi. Karena dengan pengakuannya tadi, otomatis tidak akan ada yang mau mendekati Kris lagi.

Minho sudah mulai membayangkan bagaimana nasib Kris nantinya di kampus sampai satu perkataan temannya membuatnya berhenti tertawa dan menatap intens ke pemilik suara.

“Ya tapi aku mengerti mengapa kau bisa terpesona Kris ge. Bocah ini lucu sekali. Hei, manis. Kalau kau sudah bosan dengan Kris ge, kau pacaran denganku saja.” Ucap Huang Zi Tao, salah satu adik kelas mereka di kampus, sambil mengedipkan salah satu matanya genit kepada Suho. Suho hanya menatap Tao bingung meski dia tersenyum manis karena merasa gemas dengan wajah Tao yang seperti panda.

Lalu bagaimana reaksi Minho dan juga Kris mendengar godaan dan sikap genit Tao? Tentu saja keduanya langsung meradang dan berteriak bersamaan.

“YAH!! DASAR PANDA JELEK!! JAUH-JAUH DARI PACARKU/ADIKKU!!” teriak keduanya yang sayangnya hanya dianggap angin lalu oleh Tao. Dan yang lebih membuat keduanya kesal, Suho juga menanggapi godaan Tao.

“Hyung lucu sekali. Mata hyung menghitam seperti panda.” Ucap Suho tak menghiraukan Minho dan Kris. Dia justru terkikik ketika Tao mencolek dagunya.

“Jika kau suka, aku bisa jadi panda tampan untukmu manis.” Gombal Tao yang masih tidak menghiraukan Minho dan Kris.

“YAH!!!” tak perlu ditulis, para amazing readers tentu tahu siapa yang berteriak bukan?!

“Aigo Tao-ah! Kenapa kau menyerobot lebih dulu?! Aku juga mau menjadi pacar si manis ini. Hei kecil, kau tenang saja. Aku sudah tidak menyukai Kris lagi. Jadi lebih baik kau pacaran denganku saja.” Tawar Jessica membuat Minho dan Kris semakin panas dan pusing. Kenapa sekarang teman-teman mereka jadi memperebutkan Suho?

“Um… Bagaimana ya? Noona dan hyung semua itu tampan dan cantik. Suho jadi bingung.” Ujar Suho jahil. Dia ingin mengerjai Kris yang sudah membuatnya cemburu. Suho ingin tahu apakah Kris akan sama cemburunya dengan Suho. Suho benar-benar sudah melupakan bahwa dia sempat gundah gulana sampai menangis tadi.

Bagaimana dengan naga tampan yang menyandang status pacar Suho itu? Of course he’s going to be so green a.k.a. jealous. Dan dengan kekuatan supernya, Kris tiba-tiba sudah meraih pinggang Suho, mengangkatnya dan membopong Suho di bahu tegap Kris layaknya Suho adalah sekarung beras.

“Awas kalau kalian dekat-dekat dengan Suho-ku! Dia itu pacarku dan akan tetap seperti itu! Ayo Min!” ancam Kris sambil membawa pergi Suho yang hanya tersenyum misterius.

“Oke Kris.”

…..

3

2

1

“Eh?! Kenapa aku harus mengikuti katamu?! Dasar naga jelek!” pekik Minho setelah sadar bahwa dia tadi menuruti saja perkataan Kris walau pada akhirnya Minho tetap mengikuti Kris dan Suho pergi dari tempat itu.

Suho sendiri yang tengah dibawa oleh Kris hanya melambaikan tangannya ke arah teman-teman Kris yang ditanggapi sebuah kiss-bye oleh Tao dan gambar heart dari Jessica dengan kedua tangannya. Bocah itu kembali tersenyum.

Suho tahu bahwa dia mungkin akan tetap merasa cemburu dengan kedekatan Kris dengan orang lain, tetapi kini Suho tahu bahwa rasa cemburunya jauh dari rasa rasa cemburu Kris. Suho mengerti bahwa dia mungkin tidak bisa membaur dalam dunia Kris. Namun Suho yakin bahwa dirinya memiliki ruang tersendiri yang tak perlu membuatnya susah-susah memikirkan jalan keluar agar perbedaan mereka tak menjadi penghalang nantinya.

Ya, Suho berpikir dia masih kecil. Belum mengerti bagaimana hubungannya ke depan nanti bersama dengan Kris. Yang dia tahu sekarang, Kris adalah miliknya dan selalu akan menjadi miliknya. Lagipula Suho tahu bagaimana cara membalas Kris jika pemuda tampan itu berani membuatnya cemburu.

Senyum evil yang diturunkan sempurna oleh sang mommy menghiasi wajah manisnya. Suho berjanji kepada dirinya sendiri bawha ke’hijau’an yang sampai menyebabkan dirinya menangis kali ini adalah yang terakhir kali. Tidak akan terjadi lagi kepada dirinya karena Suho akan membuat Kris lebih hijau darinya.

Ya ampun Suho, Suho. Semoga saja Kris bisa bersabar. Mari sama-sama berdoa.

‘ I’m not the jealous type, but what’s mine is mine. End of story. ‘ – BestLoveQuotes on Tumblr

END

Advertisements