Tags

, , , , , ,

Title : Ketika Daddy Sakit

Pairing/Charas : Wonkyu, Krisho, Minho, Child!Suho, A bit SasufemNaru

Genre : Family, Brotherly Love, Romance

Disclaimer : All cast belong to God and themselves with an add of their agency. Naruto belong to Masashi Kishimoto Sensei.

Inspired : None, just my crazy brain >_<

Warning : GS, BL, AU, OOC, Typos, MPreg, Pedo!Kris, Brothercomplex!Minho, Age and Surname Differences, Crossover

( 。・_・。)(。・_・。)

Bali. Pulau yang disebut sebagai pulau dewata yang terletak di negara tropis Indonesia. Pulau indah yang menjadi tempat bersantai untuk semua orang dari berbagai negara. Pulau yang seharusnya juga menjadi tempat bersenang-senang untuk sebuah keluarga kecil setelah sibuk menggelar sebuah acara akbar. Namun sepertinya bukan itu yang terjadi.

Kenapa?

Tanyakan kepada dua pemuda yang menyebabkan seorang pria harus berbaring di ranjang kamar hotelnya karena retak di tulang kakinya.

“Daddy/Ahjussi, maafkan kami!” seru kedua pemuda tersebut sambil bersimpuh menghadap ke arah pria yang terbaring itu atau lebih dikenal sebagai kepala keluarga Choi. melihat kedua pemuda tadi meminta maaf sampai seperti itu, Siwon hanya menghela nafas panjang dan menutup matanya tanpa mengatakan satu patah kata pun.

Choi Minho dan Tan Yifan, kedua pemuda tadi saling berpandangan dengan wajah penuh dengan penyesalan. Mereka memang bersalah karena sudah membuat Siwon harus melupakan jauh-jauh kesempatannya untuk berlibur bersama dengan keluarga kecilnya.

“Bangun Minho, Kris.” sahut Kyuhyun perlahan membuat Minho dan Kris menengadahkan kepala mereka dan berdiri sesuai perkataan Kyuhyun. Kepala mereka segera menunduk kembali ketika melihat Siwon yang masih menutup matanya, bersikap seolah-olah Minho dan Kris tidak ada di ruangan. Rupanya pria besar itu berubah menjadi bayi besar dan merajuk karena keinginannya tak terpenuhi.

Melihat tingkah suaminya yang kekanak-kanakan membuat Kyuhyun menggelengkan kepala meski tersungging senyum kecil di wajahnya yang cantik. Dengan lembut, Kyuhyun membelai tangan Siwon lalu merambat ke wajah tampan sang suami sebelum akhirnya Kyuhyun mengambil tangan Siwon dan mengecup punggung tangannya. Perbuatan manis Kyuhyun tersebut membuat Siwon membuka matanya dan menatap langsung kepada Kyuhyun.

“Mau sampai kapan kau merajuk sayang? Kasihan anak-anak.” Sahut Kyuhyun. Namun Siwon hanya menatap Kyuhyun dan kembali menutup matanya meski tangannya kini menggenggam tangan Kyuhyun. Kyuhyun kembali menggelengkan kepalanya dan tersenyum geli. Suaminya benar-benar merajuk. Tampaknya butuh waktu untuk membuatnya tenang.

“Minho.”

“Ya mommy?”

“Ajak Kris keluar. Lakukan yang ingin kalian lakukan. Tidak perlu mencemaskan daddy. Mommy akan menjaga daddy. Bawa Suho juga ya.”

“Tapi mommy…”

“Sudah. Ikuti kata mommy.” Titah Kyuhyun pelan namun tegas bagi Minho yang akhirnya menarik tangan Kris, mengajaknya keluar dari kamar Siwon dan Kyuhyun. Tak lupa Minho mengambil Suho kecil yang tertidur sambil memeganggi lengan sang ayah.

Suho sedikit menggeliat sebelum akhirnya tertidur kembali di bahu sang kakak. Minho pun menepuk-nepuk pelan punggung Suho agar adiknya tersebut kembali terlelap. Saat Minho yakin Suho benar-benar pulas di bahunya, Minho menatap Siwon yang masih menutup matanya. Gurat penyesalan masih terpampang jelas di wajah tampannya. Dengan sedikit merunduk, Minho mengecup kening Siwon dan membisikan sesuatu,

“Maafkan Minho daddy.” Lalu beranjak meninggalkan kamar tersebut diikuti oleh Kris.

Setelah ketiganya pergi, Siwon mulai membuka satu matanya dan memastikan bahwa hanya tinggal dirinya dan Kyuhyun yang berada di kamar hotel mereka. Begitu yakin, Siwon membuka kedua matanya dan langsung bertatapan dengan Kyuhyun yang memandangnya dengan tatapan tidak percaya.

“Apa?” tanya Siwon yang menangkap aura kekesalan dari Kyuhyun.

“Choi Siwon.”

“Apa?!”

“Tega sekali kau menipu anak-anakmu sendiri!”

“Menipu apa?!”

“Berpura-pura marah kepada mereka. Apa kau tak lihat wajah Minho dan Kris tadi? Baru kali ini aku melihat Minho seperti mau menangis.”

“Eh? Benarkah?”

“Cih. Dasar kuda bodoh.” Cibir Kyuhyun sambil memukul lengan suaminya dengan bantal. Keduanya bertatapan sebelum akhirnya tertawa terbahak-bahak.

“Kau ini. Beruntung kau sedang sakit, karena jika tidak… Ya, kau tahu sendiri akibatnya Siwon-ssi.”

“Aku hanya ingin sedikit menggoda mereka baby Kyu. Lagipula aku memang sedikit kesal karena retak ini aku tak bisa pergi kemana-mana tanpa merepotkanmu atau anak-anak dan itu menyebalkan.”

“Wonnie… Kau itu sedang sakit. Wajar kalau kau butuh bantuan.”

“Aku tahu. Hanya saja aku tidak terbiasa sayang. Biasanya aku yang menjaga kalian bertiga dan sekarang…” Siwon tidak meneruskan ucapannya dan hanya menatap kakinya yang dibalut gips. Kyuhyun tahu apa yang dirasakan Siwon sekarang. Pasti berat bagi Siwon yang notabene adalah orang yang mandiri dan selalu dapat diandalkan berada dalam posisi seperti saat ini.

“Sayang.” Panggil Kyuhyun sembari mengeser tubuhnya lebih dekat ke arah Siwon dan meraih wajah tampan Siwon lalu mengarahkannya kembali menatap Kyuhyun. Kyuhyun membelai pipi Siwon dengan ibu jarinya dan kemudian wajah Kyuhyun bergerak maju lalu mencium bibir joker sang suami.

Ciuman manis sepasang suami istri tersebut beralih menjadi ciuman menuntut dan penuh gairah dengan Kyuhyun dan Siwon yang saling mengulum bibir pasangan masing-masing, lidah yang saling bertaut dan desahan sensual baik dari Kyuhyun maupun Siwon. Siwon bahkan sudah duduk bersandar pada sandaran ranjang membawa serta tubuh sang istri dalam dekapannya.

Keduanya mulai melepaskan ciuman mereka setelah paru-paru Siwon dan Kyuhyun membutuhkan udara. Meski begitu, baik Siwon maupun Kyuhyun enggan melepas pelukan mereka dan masing menyisakan ciuman-ciuman singkat di pipi, dagu dan kembali ke bibir.

Kyuhyun kemudian sejenak menghentikan ciuman keduanya dan memandang lekat ke arah Siwon. Mata coklatnya menelusuri wajah tampan Siwon sambil tangannya memainkan helaian rambut pendek Siwon, memijat perlahan tenguk Siwon sebelum mata itu menatap langsung ke mata hitam Siwon.

“Sayang… Kau akan selalu menjadi suami yang aku andalkan dan ayah yang diidolakan oleh kedua putra kita apapun kondisimu. Baik sehat maupun sakit, kau tetaplah Choi Siwon milikku, kekasihku, suamiku, belahan jiwaku. Jadi kau tak perlu sungkan untuk sedikit membagi rasa sakit dan lelahmu karena selama ini kau telah menampung semua rasa sakit dan lelahku di bahumu.” Perkataan Kyuhyun tadi membuat hati Siwon terenyuh. Pria itu merasa sangat dicintai dan akan selamanya dicintai oleh wanita yang telah mengikat janji bersamanya itu.

Siwon tersenyum lebar dan segera mengeratkan pelukannya, membuat Kyuhyun ikut tersenyum dan sedikit terkikik geli karena merasakan hembusan nafas dan rambut-rambut kecil yang tumbuh di dagu sang suami menggelitik leher jenjangnya. Kyuhyun sendiri masih menikmati memainkan rambut Siwon sambil sesekali mencium pipi dan pelipis Siwon.

“Aku mencintaimu baby.”

“Aku juga mencintaimu Wonnie.”

Ungkapan cinta dari keduanya menutup adegan mesra suami istri tersebut. Karena selanjutnya, keduanya menikmati kebersamaan mereka tanpa adanya kedua buah hati yang selalu menyita waktu mereka berdua.

Ternyata sakit ini membuatku bisa merasakan bulan madu kedua bersama Kyuhyun. Semua peristiwa memang ada hikmahnya. Batin Siwon sebelum tertidur dengan Kyuhyun disampingnya.

Sementara itu di sebuah pantai dekat hotel, terlihat dua orang remaja dan satu balita tengah seru membangun sebuah istana pasir. Walau hanya dua yang terlihat menikmati dan yang satunya terlihat murung. Kris menolah ke arah Minho yang terlihat tidak sesibuk Suho menggali pasir dan memasukkan ke dalam ember untuk membuat istana pasir. Sahabat Minho itu menghela nafas panjang sebelum membisikan sesuatu kepada Suho. Balita mungil itu melihat ke arah Minho dan tersenyum lebar kepada Kris lalu mengangguk, menyetujui rencana Kris yang dibisikannya tadi.

“Kris hyung! Geli! Sudah! Jangan cium pipi Suho terus!” seru Suho sambil tertawa kegelian karena Kris menciumi pipi bulat nan putih miliknya membabi buta.

Cium? Minho mambatin dan mulai sadar dari lamunannya karena teriakan adik kecil imutnya tersebut.

“Habisnya baby Su imut sekali. Hyung gemas.” Kata Kris sambil meneruskan aksinya tersebut.

“Ahahaha… Tapi Suho geli hyung! Sudah, jangan ciumi pipi dan leher Suho terus. Peluk saja boleh.”

Cium terus?! Pipi?! LEHER?!! PELUK BOLEH?!!! Sontak Minho tersadar sepenuhnya bahwa sang adik dalam bahaya. Dia menoleh dan melihat Kris sudah berdiri sambil menggendong Suho. Kedua mata kodok Minho membulat sempurna tatkala Kris melancarkan serangan terakhir dengan,

CUP.

Mencium bibir mungil Suho yang membuat balita itu justru terkikik senang dan menepuk pipi Kris.

“TAN YIFAN!! BERANINYA KAU MENYENTUH ADIKKU!!” geram Minho sambil berdiri, bersiap menghajar sahabatnya itu.

“Lho? Baby Suho itu kekasihku sekarang jadi aku berhak menyentuhnya. Bukan begitu baby?” tanya Kris kepada Suho namun tak lupa memberikan seringai kemenangan ke arah Minho.

“Um.” Jawab Suho yakin dan sebagai bukti, Suho memeluk leher Kris.

Tidak! Tidak! Adikku yang manis, imut, lucu, dan menggemaskan itu tak boleh menjadi kekasih si mesum, bodoh dan yang pasti kalah keren dariku itu. Tidak!

“Over my dead body!” teriak Minho lantang mengakhiri perdebatan batinnya. Kris dan Suho berpandangan sesaat lalu saling melempar senyum dan ber-high five karena mereka berhasil membuat Minho tidak murung lagi.

“Awas kau Tan Yifan!!” teriak Minho lagi lalu mengejar Kris yang sudah lari lebih dulu ketika dia sadar ada kodok marah yang akan menyerangnya. Kris dan Suho berlari sambil tertawa menghindari kejaran Minho.

“Kembali kau! Dasar naga mesum!” teriak Minho.

“Salahmu sendiri terlalu sedih karena Siwon ahjussi sehingga tidak memperdulikan baby Su!” balas Kris berteriak. Minho berhenti berlari mendengar teriakan Kris yang kontan membuat Kris pun menghentikan larinya.

Kris berpandangan dengan Suho yang juga terlihat bingung sebelum keduanya menghampiri Minho. Ketika mereka cukup dekat dengan Minho, mereka mendengar gumaman Minho.

“Aku hanya cemas dengan keadaan daddy, Kris.” ucapnya perlahan. Kris menghela nafas lagi lalu menurunkan Suho. Kris kemudian menepuk bahu Minho membuat pemuda itu menatapnya.

“Siwon ahjussi baik-baik saja Min. Oke, beliau mungkin kesal karena kita secara tak sengaja membuatnya jatuh dari tangga dan menyebabkan tulang kakinya retak, tapi aku yakin beliau akan kembali ceria seperti semula.”

“Tapi daddy tidak mau menatap ke arahku tadi.”

“Sudah aku bilang Siwon ahjussi hanya sedang kesal. Mungkin dengan istirahat dia akan menjadi lebih baik. Kau boleh mencemaskannya Min, tapi kau tidak bisa tidak perduli pada adikmu sendiri.” Minho tersentak dengan ucapan Kris. Dia lalu menatap ke bawah ke arah Suho yang sudah memegang kakinya dengan tatapan polos namun tersirat kekhawatiran kepada Minho. Minho tersenyum lembut kepada Suho lalu mengangkat tubuh kecil adiknya tersebut dan menggendongnya.

“Maafkan hyung ya sayang.”

“Um. Hyung jangan sedih lagi ya. Daddy itu kuat seperti superman. Jadi daddy pasti baik-baik saja.”

“Ya, kau benar manis. Kenapa hyung bisa lupa kalau daddy itu kuat dan keren ya?”

“Hyung sih…”

“Cih. Adik kakak sama saja. Father complex.” Begitu sindiran halus itu terdengar di telinga Minho, sontak remaja itu menatap tajam ke arah Kris. Dia bermaksud membalas Kris sampai tiba-tiba terbersit ide yang lebih baik untuk membalas Kris. Minho kemudian membisikkan sesuatu kepada Suho yang diangguki oleh balita imut itu.

Akan aku kembalikan apa yang tadi kau lakukan kepadaku Kris. Rasakan ini. Batin Minho sambil menyeringai.

“Baby Su, kesayangan hyung, kita pergi yuk sayang. Kita ke kamar daddy. Hyung kangen sama daddy dan mommy.” Ajak Minho dan berlalu dengan Suho.

“Ayo hyung.”

“Hei…” Kris memanggil mereka karena keduanya langsung berjalan tanpa mengajaknya namun seolah Kris hanya angin, baik Minho maupun Suho tak menghiraukan panggilan Kris sama sekali.

“Baby, pipimu semakin bulat saja. Hyung jadi ingin memakannya. Hap!” ujar Minho lalu menggigit pelan pipi Suho sebelum menciumnya bertubi-tubi.

“Ih hyung nakal ah. Hihihi.” Gerutu Suho meski pada akhirnya bocah itu hanya tertawa dan tak menepis ciuman Minho ke seluruh wajahnya.

“Hei!” tak perlu tahu siapa yang memanggil, we know who he is.

“Dan apa ini? Kenapa tubuh baby Su jadi empuk begini. Serasa memeluk boneka. Hyung semakin suka.”

“Hihihi… Suho juga suka dipeluk hyung. Suho sayaaaaaang hyung.”

“Hyung juga saaaaaangat saaayaaaaaaaaang sama Suho. Suho pokoknya jangan sama siapa-siapa selain hyung dan daddy ya.”

“Um.”

“HEI! CHOI ‘KODOK’ MINHO!! SUHO ITU PACARKU!! KALAU DENGANMU, BERARTI KALIAN INCEST!! INCEST!! HEI!! DENGARKAN KALAU AKU SEDANG BICARA!!”

Dan hari itu diakhiri dengan teriakan protes keras Kris yang tak suka kedua kakak beradik itu ber-lovey dovey satu sama lain.

Ya, Kris itu artinya senjata makan tuan untuk rencana mesum nan modusmu tadi.

Nasib ya Kris.

‘ He didn’t tell me how to live; he lived, and let me watch him do it. ‘ – Clarence Budington Kelland

END

Advertisements