Tags

, , , , , ,

Title : Rival

Pairing/Charas : Wonkyu, Child!Suho, Minho, Brothership!Minsu, a bit Krisho

Genre : Brotherly Love, Family, Romance

Disclaimer : All casts are belong to their self and God and the person who have the credit for video of SJ doing Pepero game

Inspired : a vid I saw that shown SJ doing pepero game

Warning : Un-betaed, GS, AU, BL, MPreg, a bit OOC, Pedo!Kris, Brothercomplex!Minho, Age and Surname Differences

( 。・_・。)(。・_・。 )

Dua pasang mata saling beradu. Bukan dengan pandangan yang kasmaran karena cinta seperti sepasang kekasih. Bukan juga pandangan kasih sayang kedua orang tua kepada anaknya. Melainkan pandangan menusuk dan penuh aura kompetitif dari masing-masing pemilik dua pasang mata tersebut. Sebut saja kedua orang yang masih beradu mata tanpa ada yang mau mengalah itu adalah Choi Minho dan Tan Yifan.

Pertanyaannya adalah mengapa kedua sahabat itu begitu intensnya saling memandang seolah-olah jika pandangan bisa membunuh, maka keduanya sekarang sudah berada di peti mati. Mengapa keduanya seolah-olah merasa akan sangat kalah jika mereka memanglingkan sedikit saja adu tatap itu? Apa alasannya?

Sederhana saja. Satu-satunya yang mampu membuat keduanya mengesampingkan persahabatan yang sudah terjalin sejak mereka masih sangat kecil adalah sosok mungil yang juga sedari tadi menatap mereka dengan bingung. Matanya yang akan berubah bentuk menjadi seperti bulan sabit jika dia tertawa itu, melihat bergantian ke arah kakaknya dan sahabat kakaknya itu.

“Hyung.” panggil sosok mungil berusia lima tahun itu pelan, berusaha agar Minho dan Kris menyudahi pertarungan yang bagi seorang Choi Suho, sangatnya membosankan.

“Apa baby Su?” tanya keduanya kompak dan membuat keduanya semakin menajamkan pandangan mereka.

“AKU YANG LEBIH DULU BERTANYA!!” seru keduanya serentak dan lagi-lagi Minho dan Kris semakin mengintenskan tatapan mereka.

“Hyung! Kapan Suho bisa mulai pepero game-nya? Suho ingin segera makan es krim.” Keluh si mungil Suho tak sabaran.

Tunggu. Apa hubungannya pepero game dengan adu tatap antara Minho dan Kris? Begini ceritanya.

Flashback

Kris dan Minho baru pulang sekolah ketika tiba-tiba mereka Suho menghadang keduanya di tempat sepatu di pintu depan. Wajah balita yang ternyata belum mengganti seragam taman kanak-kanaknya itu menekuk alias cemberut.

Kris dan Minho menatap Suho tak berkedip. Bagaimana tidak? Penampilan Suho sangat lucu dengan seragam sailornya untuk siswa laki-laki, bersedekap erat, mengerucutkan bibirnya sambil mengembungkan pipi. Satu kata untuk Suho. Menggemaskan.

“Baby Su? Kenapa sayang? Kenapa sepertinya baby Su kesal sekali?” tanya Minho yang langsung sadar dari pesona menggemaskan sang adik. Dengan sayang, Minho mendekati Suho, mensejajarkan tinggi badannya dengan tinggi badan Suho lalu mengelus rambut Suho.

“Mommy, hyung!” ujar Suho kesal.

“Mommy kenapa sayang? Tidak biasanya baby Su kesal dengan Mommy.” Sahut Minho sambil tersenyum manis kepada Suho. Senyum manis yang sedikitnya mirip sang appa mereka, Siwon, ternyata mampu mengurangi kekesalan hati si bungsu Choi tersebut. Suho mulai menurunkan tangannya dan segera memeluk leher sang kakak, secara tidak langsung meminta Minho menggendongnya. Dan itulah yang dilakukan Minho. Menggendong tubuh mungil Suho, membuatnya bersentuhan langsung dengan Suho sekaligus membuat seseorang di belakangnya berubah menjadi monster hijau a.k.a. monster pencemburu. Minho tidak menggubris Kris sama sekali dan membawa Suho ke ruang tengah. Dalam perjalanan kesana, Suho mulai mengeluarkan keluh kesahnya.

“Mommy nakal hyung! Mommy melarang Suho makan es krim. Padahal Suho ingin makan es krim.” Adu Suho kepada Minho. Minho mulai paham mengapa Suho yang begitu menyayangi Kyuhyun sampai kesal seperti sekarang. Ternyata masalahnya adalah sang bunda melarang Suho memakan es krim. Minho mengerti mengapa Kyuhyun melarang Suho. Itu semua karena,

“Bukannya baby Su dua hari ini sudah makan es krim?! Nanti perutmu sakit sayang.” Ucap Minho mencoba memberi pengertian kepada adik tersayangnya itu. Minho mendudukan adiknya di sofa empuk di ruang tengah mereka sedangkan dirinya mengambil posisi di samping Suho. Minho berharp Suho mau mengerti maksud Kyuhyun baik dengan melarang Suho. Namun sepertinya kali ini adalah masanya Suho menjadi anak manja yang ingin semua keinginannya terpenuhi.

Dan siapa lagi sasaran Suho jika bukan sang kakak yang sudah pasti tidak akan mengatakan kata ‘TIDAK’ jika dirinya memasang mata yang membesar sekaligus berkaca-kaca sambil menatap Minho dengan tatapan memelas.

Tiga…

Dua…

Satu…

“Ya sudah sayang. Biar hyung belikan es krim di kedai es krim langganan kita.” Ucap Minho sudah tersihir dengan sukses dengan jurus maut ‘puppy eyes’ Choi Suho yang dia pelajari dari sang bunda ketika wanita cantik itu menginginkan sesuatu dari Siwon. Sulung Choi bersaudara itu kalah telak dengan adiknya yang baru berusia lima tahun.

“Benar hyung?! Hyung akan membelikan Suho es krim?!”

“Apa saja untuk baby Su tersayang.” Sahut Minho sambil mengacak surai hitam Suho.

“Hore!” seru Suho senang.

“Oke. Kalau begitu, baby Su tunggu disini. Biar hyung ganti baju dulu. Kris. Jangan macam-macam.” Ucap Minho kepada Suho lembut dan langsung merubah menjadi nada mengancam ketika dia melirik kepada Kris. Kris hanya menanggapi ancaman Minho dengan memutar matanya kesal. Memangnya dia mau berbuat apa kepada si mungil nan imut di depannya sekarang? Walau Kris ingin sekali memeluk dan mencium Suho, tapi dia masih ingat bahwa dia di rumah Minho. Beda ceritanya jika Kris berhasil membawa Suho ke rumahnya.

Kembali kepada Suho. Balita itu sekarang bersenandung senang karena bisa memakan es krim lagi. Suho tahu bahwa dia bisa sakit perut jika terus menerus makan es krim, tapi untuk hari ini dia sangat ingin merasakan makanan dingin yang terbuat dari susu itu.

Suho masih bersenandung ketika dia merasakan seseorang di depannya. Suho menatap langsung kepada orang tersebut yang ternyata berjongkok di depannya. Suho mengedipkan matanya beberapa kali, membuat Kris, orang yang berjongkok itu, gemas setengah hidup.

Kris yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan Suho dan Minho, sebenarnya telah menyusun sebuah rencana agar bisa mendapatkan sebuah ciuman dari Suho. Rencana apa itu? Mari kita lihat.

Kris mengeluarkan sebuah kotak pembungkus stik coklat. Kris mengeluarkan isinya dan menunjukkan stik coklat itu kepada Suho.

“Suho-ah mau?” tanya Kris basa-basi. Dia tahu bahwa calon istrinya itu sangat menyukai coklat dalam bentuk apapun. Namun sedikit bermain dengan Suho, maka Kris menanyakan hal tersebut. Sedangkan Suho, bocah mungil itu mengangguk lucu dan bermaksud mengambil stik coklat tersebut. Namun dia kalah cepat karena Kris lebih dulu menyingkirkan stik coklat itu.

“Kris hyung…” rajuk Suho sedikit kesal karena Kris menggodanya. Kris tertawa sebelum mengusap pipi Suho.

“Hyung akan kasih semua stik coklat ini ke Suho-ah. Bahkan hyung akan membelikan Suho es krim lebih banyak dari Minho hyung, jika…”

“Jika…” ujar Suho mengulang kata Kris yang menggantung tadi. Kris tersenyum, ah bukan, lebih tepatnya menyeringai ketika Suho mengatakan itu. Dia masih mengusap pipi Suho sebelum berkata,

“Suho main pepero game dulu dengan hyung?”

“Pepero game?” tanya Suho tak mengerti arti kata-kata tersebut. Kris semakin menyeringai lebar mendengar Suho tak mengerti apa itu pepero game. Kris lalu dengan perlahan menjelaskan bagaimana cara bermain pepero game itu dan Suho mendengarkan dengan seksama. Setelah yakin Suho paham dan sepertinya tak ada penolakan berarti dari Suho, Kris lalu menyodorkan kembali stik coklat itu di depan wajah Suho.

“Kau siap baby?”

“Um. Sepertinya pepero game seru ya hyung.” ucap Suho polos, tak sadar dia sedang dalam jebakan serigala slash naga mesum bertajuk Tan Yifan.

“Tentu saja baby. Ayo kita mulai pepero game-nya.”

“Ay…”

“TUNGGU DULU!!” teriakan Minho yang menggelegar itu menghentikan Suho yang sudah ingin menggigit ujung dari stik coklat yang sudah sangat kokoh digigit oleh Kris di ujung satunya lagi. Sementara itu, Kris mengumpat kedatangan Minho di saat yang tidak tepat. Padahal sebentar lagi dia akan bisa mendapatkan kecupan dari Suho.

“Dasar naga mesum! Kau mau mencium adikku dengan kedok pepero game huh?! Takkan aku biarkan!” seru Minho lalu tanpa permisi, merebut stik coklat dari bibir Kris.

Dia lalu duduk di samping kanan Suho dan mengulang perbuatan Kris yang menggigit ujung stik kemudian mengarahkan kepada Suho. Melihat tingkah Minho yang menjiplak dirinya, Kris juga tak berdiam diri begitu saja. Dengan semangat pejuang tahun 45, Kris merebut kembali stik coklat tersebut lalu ikut duduk di samping kiri Suho.

“Aku yang lebih dulu mengajak baby Su bermain dasar kodok jelek! Aku juga yang nanti akan membelikan baby Su es krim yang banyak!!”

“Enak saja! Baby Su itu adikku! Jadi aku yang seharusnya bermain dengannya. Dan apa itu? Membelikan es krim? Aku yang lebih dulu akan membelikan dia es krim dasar naga tiang listrik!”

“Kau…!”

“Apa?!!”

Dan itulah awal perseteruan antara dua sahabat sekaligus rival dalam mendapatkan perhatian seorang balita bernama Choi Suho.

End Flashback

Jadi intinya, kedua pemuda bodoh tersebut sedang berperang siapa yang berhak bermain pepero game dan membelikan Suho es krim. Suho sendiri yang menjadi ajang perebutan kedua hyungnya tersebut, lama-lama menjadi bosan dan kesal dengan adu tatap mereka yang tidak selesai-selesai. Baru saja Suho ingin memarahi mereka, tubuh mungilnya tiba-tiba diangkat oleh sepasang tangan kekar yang langsung menggendong Suho. Suho yang kaget langsung menoleh ke belakang dan senyum manisnya terkembang sempurna ketika irisnya melihat Siwon.

“DADDY!!!” pekik Suho sangat senang. Pasalnya sang daddy jarang berada di rumah sesiang sekarang. Maka dari itu, Suho sangat senang melihat daddy tampannya sudah pulang dan langsung menggendongnya.

“Masih marah sama mommy baby?” tanya Kyuhyun yang berada di belakang Siwon. Suho menoleh ke arah sang bunda dan kembali memamerkan senyum manisnya itu.

“Mommy yang membawa daddy?”

“Memangnya siapa lagi sayang? Mommy hebat bukan?!” canda Kyuhyun membuat Suho semakin senang.

Sebenarnya, Kyuhyun tidak memanggil Siwon tapi memang kepala keluarga Choi itu akan pulang lebih awal karena ingin mengajak keluarga kecilnya untuk makan di luar dan sekedar jalan-jalan bersama. Siwon rindu kebersamaan mereka sehingga tiba-tiba saja dia menghubungi Kyuhyun setelah ibu dua anak itu mengantar Suho dan memberitahukan rencananya.

Itu juga yang menyebabkan Kyuhyun melarang Suho untuk makan es krim. Kyuhyun tahu jika Suho makan es krim sekarang, Suho pasti tidak berminat lagi untuk makan siang dan pasti Siwon akan sangat sedih ketika dia melihat buah hatinya tak mau makan di saat dia mengajak mereka makan bersama. Kyuhyun tahu akibatnya jika Siwon sedih. Pasti suaminya itu akan berpikir yang bukan-bukan seperti putranya tidak menyayanginya lagi atau mereka marah karena Siwon terlalu sibuk dan sebagainya. Dan jika itu terjadi, Kyuhyun lah yang harus menenangkan sang suami dengan cara yang ‘sedikit’ kurang menguntungkan bagi Siwon. Kyuhyun tahu, pasti tubuhnya akan ‘sakit’ jika sudah begitu.

“Sekarang baby Su, ganti baju dulu. Baru kita pergi.”

“Pergi mommy?”

“Ya. Kita akan jalan-jalan dengan daddy.”

“Benarkah?! Hore!! Daddy!! Daddy!!” Lalu hal yang mencengangkan terjadi. Suho dengan antusias menciumi seluruh wajah Siwon. Hal itu tentu saja membuat kedua pemuda yang sudah susah payah mengeluarkan kemampuan menipu, eh salah, kemampuan bernegosiasi mereka, hilang begitu saja di tangan seorang Choi Siwon.

Tanpa perlu kata bujukan, tanpa perlu makanan kesukaan sang balita manis, Suho dengan senang hati dan tanpa paksaan mencium Siwon.

Minho dan Kris sama-sama merengut kesal. Mereka tidak terima Siwon dicium oleh Suho. Mereka bermaksud memprotes keberadaan Siwon yang mengganggu kompetisi mereka yang sebenarnya tak penting itu, ketika mata mereka berdua dibuat terbelalak karena,

Muach. Suho sayang daddy.” Bibir mungil Suho mencium bibir joker Siwon. Dan itu tidak hanya sekali dilakukan Suho melainkan, dua kali, tiga kali, empat kali, sampai Suho merasa puas.

Kyuhyun memandang kedua pemuda yang kaku membeku tersebut. Wanita cantik semampai itu menggelengkan kepalanya sambil tersenyum geli melihat keadaan menyedihkan dari putra pertamanya dan juga anak sahabatnya tersebut. Kyuhyun melihat mereka sekali lagi sebelum mengikuti Siwon yang sudah berjalan lebih dulu menuju kamar Suho.

Sepertinya, saingan yang seharusnya Minho dan Kris perhitungkan bukan diri mereka. Saingan terberat mereka berdua adalah tak lain dan tak bukan, Choi Siwon, daddy dari Choi Suho, pria tampan pujaan si bungsu manis nan menggemaskan itu.

I am not ashamed to say that no man I ever met was my father’s equal, and I never loved any other man as much. Hedy Lamarr

END

( 。・_・。)(。・_・。 )

OMAKE

Kyuhyun dan Siwon berjalan berdampingan menuju kamar Suho. Tangan pasangan suami istri itu saling menggenggam, tak mau saling melepaskan. Momen kebersamaan mereka ini memang jarang terjadi karena kesibukan Siwon meski ayah dua putra itu sudah berusaha membagi waktunya.

Keduanya juga terlihat tertawa kecil kala mereka ingat betapa shoknya Minho dan Kris ketika Suho begitu mudahnya bermanja-manja dan mencium bibir Siwon. Mereka berdua juga tertawa melihat tingkah lucu Suho yang ternyata kembali kesal dan mengadu kepada Siwon ketika dia mengingat larangan makan es krim oleh Kyuhyun. Sesampainya mereka di depan pintu kamar Suho, Siwon berdiam diri dan tak langsung masuk, membuat Kyuhyun menatap suaminya bingung.

“Yeobo?” tanya Kyuhyun sambil mendekatkan dirinya kepada Siwon. Sekarang wajah Kyuhyun hanya berjarak beberapa sentimeter dari Siwon. Siwon tersenyum penuh arti sebelum berkata,

“Suho baby, bisa kau masukkan stik coklatmu ke mulut mommy?” pinta Siwon ketika dia melihat Suho menggenggam sebuah stik coklat hasil dari dirinya mengambil diam-diam dari Kris dan Minho.

“Huh? Tapi ini punya Suho daddy.” Keluh Suho tak rela stik coklatnya untuk sang mommy. Kyuhyun sendiri juga tak mengerti maksud Siwon sebenarnya dengan bertingkah seperti ini.

“Tolong sayang, demi daddy. Nanti Suho-ah daddy belikan lebih banyak dari itu.” Sahut Siwon lembut sambil mengelus pipi Suho membuat Suho mau tak mau mengikuti perintah Siwon. Kyuhyun pun mengikuti mau Siwon dan membuka mulutnya menerima stik coklat itu lalu menggigitnya.

Setelah Siwon melihat Kyuhyun menggigit stik coklat itu, tanpa peringatan sama sekali, Siwon menggigit ujung satunya lagi lalu sedikit demi sedikit mengikis jarak keduanya sampai,

“Ih daddy! Kenapa mata Suho ditutup?!”

END

Advertisements