Tags

, , , , ,

Title : Apalah Arti Menunggu

Pairing : Yunjae, Wonkyu, Brothership!Wonyun, Yunkyu

Disclaimer : All casts are belong to their self and God, Raisa and her label company

Inspired : Apalah Arti Menunggu by Raisa

Warning : Un-betaed, GS, Angst, AU,OOC

Summary : Aku menunggu cinta yang ternyata tak kunjung datang. Lalu apalah arti penantianku ini? Apa cinta ini sudah tidak mungkin lagi karena hatimu sudah berubah dan berpaling dariku?

WonKyu YunJae TIS Series : Cinta Sendiri, Tapi Bukan Aku

( 。・_・。)(。・_・。 )

“Jaejoong-ah ini pesanan selanjutnya.” Sahut suara dari balik jendela yang menghubungkan antara dapur dengan tempat penyajian makanan sebelum dikeluarkan ke pelanggan.

“Oke.” Sahut wanita cantik bermata bulat dengan kulit putih bersinar dan rambut panjang sepinggang yang sekarang digulung dan ditutupi oleh topi koki menjawab sahutan dari salah satu pelayan di restoran Jepang itu. Wanita yang dipanggil Jaejoong itu atau lebih lengkapnya bernama Kim Jaejoong adalah koki tetap di restoran Jepang tersebut. Dia sudah tiga tahun bekerja disana dan hampir setiap harinya Jaejoong harus berjibaku dengan kesibukan seperti ini apalagi pada saat jam makan siang atau jam makan malam tergantung dari waktu kerja Jaejoong. Saat ini, dia sudah mendapat waktu kerja di siang hari dan hal itu tidak akan berubah kecuali untuk acara-acara khusus yang dibuat oleh restoran tempatnya bekerja.

Jaejoong terus melakukan kegiatannya membuatkan pesanan yang terus datang sampai akhirnya jam makan siang berakhir. Jaejoong menghembuskan nafas setelah pekerjaan yang cukup berat dan melelahkan tetapi menyenangkan bagi wanita cantik itu. Menyenangkan dan cukup membuatnya melupakan seseorang yang pernah mengisi relung hatinya. Bukan pernah, Jaejoong tetap menyimpan kenangan orang tersebut dalam hatinya meski orang itu sudah menghancurkan cinta dan kepercayaannya.

Jung Yunho, lelaki yang dicintai Jaejoong sampai sekarang memang telah menghancurkan hatinya lima tahun yang lalu. Dengan alasan bahwa Yunho tidak lagi mencintai dirinya dan bosan dengan hubungan mereka, Yunho memutuskannya. Jaejoong masih mengingat kejadian di pinggir sungai Han bagaikan baru terjadi kemarin. Jaejoong masih ingat dia menangis terus menerus sampai dia kelelahan dan tertidur dan ketika bangun Jaejoong berharap bahwa semuanya hanyalah mimpi. Tapi harapan tinggal harapan, kejadian itu benar terjadi, Yunho telah meninggalkannya dan Jaejoong tidak bisa melakukan apapun untuk merubahnya karena Yunho dengan jelas menghindari dirinya.

Lima tahun. Lima tahun adalah waktu yang cukup lama dan seharusnya Jaejoong sudah bisa melepaskan dengan lapang dada bahwa lelaki yang dia anggap akan menjadi lelaki pertama dan terakhirnya. Apalagi, Jaejoong mendengar bahwa Yunho sudah melanjutkan hidupnya. Yunho sudah menemukan pengganti dirinya.

Kenapa Jaejoong bisa mengetahui berita tentang kehidupan mantan kekasihnya tersebut? Mudah saja, Kim Heechul, sahabat Jaejoong adalah kekasih dari Park Jungsu atau Leeteuk, dokter keluarga Jung. Dari sahabatnya ini, Jaejoong mengetahui bahwa Yunho telah memiliki kekasih yaitu Cho Kyuhyun yang kebetulan adalah sahabat adik Yunho, Siwon. Jaejoong tertawa pilu. Dunia begitu sempit sampai alur kehidupan mereka bisa berdekatan seperti itu.

Jaejoong kembali menghela nafas lalu membereskan barang-barangnya untuk bergegas pulang. dia harus bergegas pulang untuk berkemas karena dia akan pergi ke Jepang dan hari ini juga sebenarnya adalah hari terakhir dia bekerja direstoran tersebut. Bukan, Jaejoong bukan dipecat atau pun mengundurkan diri. Jaejoong akan pergi ke Negara matahari terbit itu karena Jaejoong mendapat promosi menjadi kepala koki di restoran pusat yang memang berasal dari Negara itu.

Setelah siap, Jaejoong pun akhirnya berpamitan dengan rekan kerjanya dan dia berjanji akan tetap berhubungan dengan mereka semua meski dia sudah berada di Jepang nanti. Puas mengucapkan salam perpisahan dengan semua yang sudah membantunya selama ini, Jaejoong melangkahkan kakinya pergi dari restoran yang membesarkan namanya di dunia kuliner.

Jaejoong memilih pulang dengan berjalan kaki karena dia ingin mampir ke suatu tempat. Langkah kaki Jaejoong membawanya ke pinggir sungai Han, tempat yang menjadi saksi hancurnya hati dan cintanya itu. Wanita berambut panjang itu memandang lurus sambil membayangkan seluruh kisah cinta yang dia jalani bersama Yunho sebelum perpisahan itu. Begitu indah sampai pernah membuat Jaejoong takut jika semuanya adalah mimpi.

Too good to be true. Mungkin ucapan itu berlaku untuknya. Yunho terlalu indah baginya sehingga ketika kenyataan menghampiri, Jaejoong harus menghadapi masa terburuk dalam hidupnya setelah kepergian kedua orang tuanya. Jaejoong tersenyum kala dia mengingat dirinya yang menangis terus selama seminggu dan terus saja mengurung diri di kamar sampai sahabatnya Heechul, memaksanya untuk berdiri lagi dan menghadapi realita kehidupan.

Perpisahan memang bagian dari perjalanan hidup seseorang dan Jaejoong tahu persis bagaimana rasanya kehilangan. Tapi rasa kehilangan karena tidak jelasnya masalah yang ada sangat membebani Jaejoong dan wanita itu serasa tak rela dengan putusnya jalinan cinta dengan Yunho. Mungkin karena itu Jaejoong masih menunggu apabila Yunho kembali ke logikanya dan meminta Jaejoong untuk kembali. Memintanya kembali untul merajut kisah kasih mereka seperti sedia kala. Jaejoong menunggu agar mimpinya untuk bisa menikah dengan orang yang pertama dicintai dan menjadi yang terakhir bukan hanya sekedar mimpi. Agar harapannya untuk membina keluarga dengan Yunho bisa terwujud. Tanpa sadar, Jaejoong telah menunggu selama lima tahun.

Jaejoong akhirnya menyadari bahwa cinta yang dia tunggu tak akan pernah kembali lagi. Yunhonya takkan kembali kepada dirinya lagi. Yunhonya sudah tidak mencintai dirinya lagi. Sia-sia. Mungkin saja. Tetapi Jaejoong tidak menyesal. Dia tahu cintanya bukan hal yang sia-sia. Jaejoong tahu penantiannya memang membawa luka, tapi luka itu menyadarkan dia tentang hidup. Lalu untuk apa Jaejoong selama ini menunggu sesuatu yang sebenarnya tidak akan pernah terjadi? Entahlah. Yang Jaejoong tahu sekarang adalah dia harus mampu menatap masa depan tanpa Yunho. Tuhan pasti memiliki rencana lain dan mungkin Yunho tidak ada dalam rencana itu.

Jaejoong tersenyum walau senyum itu ditemani butiran kristal bening berasal dari matanya. Yang bisa dilakukan Jaejoong sekarang hanyalah berusaha melupakan Yunho, menata kembali hatinya, dan mencoba mencari cinta yang baru meski Jaejoong tak yakin dia bisa. Jaejoong menghela nafas lagi lalu menghapus airmatanya. Dia lalu beranjak meninggalkan tempat dengan kenangan manis dan buruk itu. Jaejoong perlahan namun pasti meninggalkan segala sesuatu yang mengingatkannya akan Yunho. Harapan Jaejoong hanya satu, di tempatnya yang baru Jaejoong bisa memulai segalanya dari titik terbawah. Dia akan membuat kenangan baru untuk menutupi kenangan buruk ketika bersama Yunho.

Selamat tinggal Yunho. Meski aku tahu kau sama sekali tidak mengingatku dalam hatimu, tapi aku akan terus mengingatmu. Mungkin selamanya. Aku selalu mendoakan kebahagiaanmu. Meski kebahagiaan itu bukan aku. Terima kasih untuk segalanya.

END

Advertisements