Tags

, , ,

Title : Cinta Sendiri

Pairing / Chara : Wonkyu, Brothership!Wonyun, Yunkyu, Leeteuk

Disclaimer : All casts are belong to their self and God, Kahitna and their label company

Inspired : Cinta Sendiri by Kahitna

Warning : Un-betaed, GS, Angst, AU,OOC

Summary : Aku menunggumu dalam bimbang karena aku tidak pernah tahu apakah aku kekasih yang kau inginkan. Biar aku yang pergi bila cintamu tak juga pasti untukku karena benakku selalu bertanya apakah mungkin selama ini aku cinta sendiri?

( 。・_・。)(。・_・。 )

Siwon P.O.V

“Aku sudah berpacaran dengan Yunho oppa, Wonnie.” Ungkap Cho Kyuhyun dengan wajah yang berseri-seri serta sedikit merona karena malu telah mengakui hubungannya dengan seseorang. Mendengar hal itu, aku terpaku sesaat sampai akhirnya dengan berat hati aku menyunggingkan senyumku kepada Kyuhyun.

“Selamat Kyunnie.” Hanya dua kata itu saja yang mampu aku lontarkan untuknya sebagai balasan atas penyataan tadi. Aku tidak tahu harus berkata apa lagi karena berita ini sungguh menyakitkan hatiku. Bagaimana tidak, gadis yang selama ini selalu aku cintai sejak pertama kali bertemu, tidak pernah menganggapku spesial. Lebih ironisnya lagi, gadis itu tahu bagaimana perasaanku terhadapnya.

“Kau tidak masalah bukan oppa. Maksudku…”

“Tidak masalah Kyunnie. Kalau kau bahagia maka aku juga akan bahagia.” Sergahku cepat. Aku tidak ingin mendengar untuk kesekian kalinya Kyuhyun meminta maaf karena dia tidak bisa membalas perasaanku. Setiap perasaan memang tidak bisa dipaksakan meski sakit rasanya kala kau melihat orang yang kau sayangi bersama dengan orang lain.

“Terima kasih oppa. Kau memang sahabatku yang paling baik.” Ucapnya sambil memelukku erat. Sahabat. Ya, hanya dengan titel itulah aku masih bisa bersama dengan Kyuhyun sampai saat ini. Namun kata itu juga yang sepertinya menjadi penghalangku untuk bisa meluapkan kemarahan dan kekesalan hatiku ketika Kyuhyun bersanding dengan orang lain. Sahabat yang selalu berada disampingnya bahkan jika dia melukai perasaanmu setiap saat.

Mungkin banyak orang akan mengatakan aku bodoh karena tidak mampu melepaskan diriku dari jerat cinta seorang Cho Kyuhyun. Mereka juga akan bilang bahwa aku pengecut karena tidak pernah bisa mengatakan rasa sakit dan pedih dihatiku ketika dia bersama orang lain. Tapi inilah aku. Aku yang terlalu mencintai Kyuhyun sampai harus mau menunggunya memalingkan wajah dan hatinya terhadapku.

Menunggu Kyuhyun berpaling kepadaku. Mengapa aku mau saja melakukan itu semua? Sederhana. Aku masih mau menunggunya karena saat aku mengumpulkan keberanian dan mengungkapkan perasaanku kepadanya, Kyuhyun sempat mengatakan bahwa dia akan mempertimbangkan dengan baik perasaanku. Kyuhyun menjelaskan bahwa dia masih belum yakin apa rasa yyang dia miliki kepadaku adalah cinta. Dengan alasan itu, aku merasa paling tidak Kyuhyun juga memiliki rasa sayang kepadaku sehingga aku menyetujui permintaannya untuk memberinya waktu dan memahami perasaannya sendiri. Terlebih lagi pada waktu aku mengungkapkan perasaanku itu, Kyuhyun baru saja putus dengan Shim Changmin yang telah menjadi kekasihnya selama setahun.

Iyulah sebabbnya dengan sabar aku menunggu, menunggu, dan terus menunggu meski dalam proses itu, Kyuhyun selalu menemukan seseorang yang dia sayangi melebihi aku. Selalu orang lain. Dan kali ini pilihannya jatuh kepada kakak kandungku sendiri Jung Yunho. Mengetahui Yunho hyung adalah pilihan Kyuhyun, merupakan pukulan ganda untuk hatiku yang sudah rapuh. Setidaknya jika orang lain, aku bisa meminimalisir pengelihatanku akan kemesraan mereka. Tapi jika dengan kakakku, bisa dipastikan hatiku akan sering tersakiti karena kebersamaan mereka terpampang jelas dimataku yang satu rumah dengan Yunho hyung.

Lambat laun aku merasa penantianku ini sia-sia belaka. Aku selalu berpikir apakah aku harus pergi dan menepi jika Kyuhyun tidak bisa memberiku kepastian. Jujur, aku lelah mencintai seseorang seperti ini. Aku lelah mencintai bayangan. Akan tetapi, begitu pemikiran itu muncul ke permukaan, dalam hitungan detik, aku langsung mengenyahkannya karena besarnya rasa cintaku kepada Kyuhyun. Cinta bodoh yang masih aku pegang sampai saat ini karena aku masih mencoba percaya bahwa suatu saat aku memiliki kesempatan untuk bersamanya. Kesempatan yang selalu aku gantungkan hanya karena aku tidak tahu bagaimana jadinya aku nanti jika Kyuhyun tidak ada disampingku. Aku tidak bisa membayangkan hari-hariku akan berjalan tanpa dirinya.

Ada pepatah yang mengatakan bahwa cinta tidak harus memiliki atau cinta harus berkorban demi kebahagiaan orang yang dicintai. Itulah yang mungkin sekarang terjadi kepadaku. Cintaku ini adalah cinta milikku sendiri, cinta sendiri yang selalu ada di hatiku meski kenyataaannya mungkin tidak akan pernah terbalaskan.

End Siwon P.O.V

Siwon menatap sendu kedua insan yang sedang bermesraan di sofa ruang tamu di rumahnya. Kakaknya Yunho dan sahabat sekaligus cintanya itu sedang bersendau gurau sambil berpelukan dan satu kali Siwon sempat mendapati mereka berdua berciuman. Siwon langsung memalingkan pandangan dan menutup matanya, mencoba menguatkan hati yang kembali terluka karena pemandangan tersebut. Sekuat tenaga juga Siwon menahan bulir-bulir airmatanya untuk tidak jatuh karena dia tidak mau kedua orang yang dia sayangi tersebut menjadi cemas terhadapnya. Siwon tidak mau menangis. Siwon tidak mau terlihat lemah dimata Kyuhyun. Siwon juga tidak mau membuta Kyuhyun merasa bersalah karena dirinya tidak memilih Siwon. Saat ini Siwon tidak butuh rasa iba atau kasihan dari siapa pun apalagi dari Kyuhyun.

Dengan cepat dan tanpa mau menggangu pasangan baru itu, Siwon berlari kecil menaiki tangga menuju kamarnya. Sesampainya di dalam, Siwon menutup dan mengunci pintu kamarnya. Siwon terus berdiri mencoba menghapus ingatan tentang kemesraan pasangan yang ada dibawah namun Siwon tak bisa. Ingatan it uterus mengelayut di pikirannya. Rasa sedih dan sakit hati membuat Siwon tak sanggup lagi untuk berdiri. Tubuh tingginya mulai turun secara perlahan dan butiran kristal cair nan bening miliknya akhirnya jatuh juga. Siwon membiarkan mereka turun seraya pandangannya menatap lurus ke depan. Siwon lalu meraih dada tempat rasa sakitnya dia rasakan. Siwon meremas tempat itu, berusaha mengurangi kepedihan yang dia rasakan selama ini.

Lalu tiba-tiba saja Siwon batuk dengan keras. Siwon berusaha bangkit untuk meraih gelas air putih yang selalu tersedia di meja nakasnya. Setelah mendapatkan gelas tersebut, dengan cepat Siwon meneguk habis isi gelas itu. Namun seakan tahu bahwa Siwon sedang menderita dengan perasaannya, batuk itu justru bertambah parah dan semakin keras mendera Siwon sehingga tenggorokan Siwon terasa panas dan perih.

Siwon terus terbatuk-batuk. Dia berusaha menutupi suaranya sendiri agar tidak didengar Yunho dan Kyuhyun yang berada di bawah. Akan tetapi semua usahanya sia-sia karena beberapa menit kemudian, terdengar suara Yunho yang memanggil nama Siwon dengan cemas.

“Siwon-ah! Kau kenapa?! Siwon-ah! Buka pintunya Siwon-ah! Kenapa kau kunci?! Siwon-ah!!” teriak Yunho dan mulai memukul pintu Siwon serta berusaha membuka pintu kamar Siwon, hanya saja tidak bisa karena terkunci dari dalam.

“Aku ti.. uhuk…uhuk.. Aku tidak apa-apa hyung.. Hhh.. aku.. uhuk.. uhuk..” Siwon tidak dapat melanjutkan perkataannya karena batuk itu kembali datang. Begitu batuk tersebut keluar dari mulut Siwon, mata hitam milik Siwon membulat karena bersamaan dengan batuk tersebut keluar juga darah segar dari mulutnya. Tangan Siwon bergetar ketika melihat darah itu dan dia pun ketakutan melihat darah ditangannya tersebut. Siwon tidak mengira bahwa batuk yang selama ini dialaminya ternyata sampai mengeluarkan darah. Dia tidak menduga bahwa kondisi tubuhnya akan separah ini.

Sementara itu diluar Yunho terus saja memukul pintu Siwon dan berteriak agar Siwon lekas membuka pintu kamarnya. Yunho benar-benar khawatir dengan keadaan Siwon. Yunho juga menyadari bahwa beberapa minggu ini Siwon terus saja batuk dan dari hari ke hari batuknya semakin parah. Namun Siwon terlalu keras kepala untuk memeriksakan dirinya ke dokter karena dia menganggap batuk tersebut hanya bagian dari masuk angin dan radang tenggorokan biasa.

“Siwon-ah! Buka pintunya! Jangan buat aku membuka pintu ini dengan paksa!” ancam Yunho pada akhirnya karena hampir lima menit Siwon tak kunjung membuka pintunya sementara Yunho terus saja mendengar suara batuk dari dalam kamar Siwon.

“Oppa, Siwonnie kenapa?” tanya Kyuhyun yang akhirnya pergi menyusul Yunho yang tadi meninggalkan dia karena ingin melihat keadaan Siwon. Karena Yunho tak juga kembali, Kyuhyun pun ikut cemas dan memutuskan untuk melihat keadaan Yunho. Kyuhyun sedikit terperanjat ketika melihat Yunho yang terlihat tegang dan panik sedang memukul dan berteriak di depan kamar Siwon. Yunho yang mendengar pertanyaan Kyuhyun hanya menoleh sebelum akhirnya menjawab pertanyaannya.

“Aku tidak tahu Kyunnie. Siwon tidak mau membuka pintunya. Aku cemas terjadi sesuatu padanya karena sedari tadi aku mendengar batuknya semakin menjadi. Dia sudah sering batuk-batuk seperti itu, tapi kali ini kedengarannya semakin parah saja.”

“Kenapa oppa tidak membawanya ke rumah sakit?”

“Siwon terlalu keras kepala. Kau tahu itu. Dia bilang dia hanya kelelahan dan masuk angin saja. Argh!” gerutu Yunho kesal karena tak mengerti mengapa adiknya itu sangat keras kepala bahkan untuk urusan seperti ini. Tak sabar menunggu respon Siwon, Yunho akhirnya berteriak memanggil pelayan kepercayaan rumah mereka untuk membawakan kunci cadangan.

“Pelayan Lee! Pelayan Lee!”

“Ya tuan muda. Ada apa?”

“Ambilkan kunci cadangan untuk kamar Siwon. Dia menguncinya dan aku butuh masuk segera. Cepat!” tegas Yunho.

“Baik tuan muda.” Bersamaan dengan perginya pelayan Lee, Yunho kembali mendengar suara batuk-batuk dari kamar Siwon dan yang semakin membuatnya panik adalah bunyi mendadak seperti barang pecah belah yang terjatuh.

“Siwon-ah! Siwon-ah!” panggil Yunho keras. Pikirannya semakin kalut karena Siwon sama sekali tidak menjawab. Ternyata batuk keras Siwon itu kembali datang dan membuat dada Siwon semakin sesak. Dari batuk itu pula, berkali-kali Siwon mengeluarkan darah sampai akhirnya Siwon kehilangan kesadarannya dan jatuh tergeletak di samping ranjang. Tubuhnya sempat mengenai gelas kosong yang ada di meja nakas sehingga terjatuh dan pecah berkeping-keping.

Tak lama kemudian, pelayan Lee datang dengan kunci cadangan. Dia langsung memberikan kepada Yunho dan dengan cepat Yunho membuka pintu kamar adiknya itu. Betapa terkejutnya Yunho ketika mendapati Siwon yang tidak sadarkan diri dengan genangan darah dan pecahan gelas di sekitar lantai.

“SIWON!!”

Rumah Sakit

“Siwon terkena infeksi di paru-parunya. Meski hanya infeksi, terlambat sedikit saja akan berakibat fatal untuk paru-paru dan organ tubuh lainnya Yun.” Jelas Park Jungsoo atau lebih sering dipanggil dengan Leeteuk. Leeteuk adalah dokter keluarga Jung yang menggantikan ayahnya semenjak beliau mengundurkan diri sebagai dokter karena usia tua dan sakit. Leeteuk juga merupakan sepupu dekat Yunho dan Siwon.

Yunho menatap bingung ke arah Leeteuk ketika dia mendengar diagnosanya tadi. Yunho tidak mengerti mengapa Siwon yang sangat hati-hati menjaga kesehatan tubuhnya bisa sampai terkena infeksi sampai separah ini.

“Kenapa Siwon bisa terkena infeksi itu hyung?” tanya Yunho langsung. Leeteuk menghela nafas pelan. Sesaat, Leeteuk melirik ke arah Kyuhyun meski Yunho bahkan Kyuhyun sendiri tidak menyadari hal tersebut. Leeteuk paham mengapa kesehatan Siwon bisa menurun seperti ini karena pria dengan lesung pipi itu selalu bercerita kepadanya tentang apa saja.

Awalnya Leeteuk sempat heran dengan sering datangnya Siwon beberapa minggu ini ke rumah sakit, tempat praktek individunya, bahkan sampai ke apartemennya hanya untuk sekedar bercerita. Biasanya Siwon lebih memilih menumpahkan keluh kesahnya kepada sang kakak. Akan tetapi ketika Siwon mengatakan bahwa gadis yang selama ini dia cintai memilih Yunho sebagai kekasihnya, barulah Leeteuk mengerti. Maka dari itu, Leeteuk tidak pernah mengeluh dan mencoba menjadi tempat bersandar bagi Siwon karena Siwon memang tidak memiliki siapa pun yang dekat dengannya kecuali Yunho, sejak kedua orang tua mereka berpisah dan hidup masing-masing dengan pasangan baru mereka.

“Sebagian besar karena virus dan bakteri, tapi stress juga berpengaruh Yun.” Jawab Leeteuk setelah mengenyahkan ingatan tentang Siwon.

“Stress? Siwon stress?! Tapi kenapa hyung?! Kalau dia ada masalah biasanya Siwon selalu bercerita kepadaku. Dan aku juga tidak pernah melihat Siwon seperti terbebani oleh sesuatu.”

Andai kau tahu kaulah penyebab Siwon banyak pikiran, apa yang akan kau lakukan Yun. Begitulah batin Leeteuk kala melihat keterkejutan Yunho atas penyebab masalah kesehatan Siwon. Yunho sekarang terlihat semakin cemas dan boleh Leeteuk katakan sedikit merasa bersalah. Mungkin Yunho berpikir bahwa dirinya tidak becus menjaga Siwon sehingga adiknya itu bisa tertekan seperti sekarang.

Memang sejak perpisahan kedua orang tua mereka dan keduanya memilih hidup masing-masing, Yunho sangat protektif terhadap Siwon. Leeteuk merasa seharusnya sikap Yunho tidak seperti itu tapi di satu sisi Leeteuk juga memahami mengapa Yunho bersikap demikian. Bayangkan apa yang akan kau lakukan jika kau hanya memiliki satu anggota keluarga saja dalam hidupmu. Pasti kau akan berbuat yang sama seperti Yunho.

Yunho memang sudah merawat Siwon sejak Siwon SMA karena Yunho tidak ingin menyerahkan Siwon kepada salah satu orang tua mereka karena suatu hal. Yunho yang kala itu memang sudah bekerja dan memiliki perusahaan sendiri meski masih berkembang, merasa mampu untuk menghidupi Siwon dan dirinya sendiri tanpa bantuan dari kedua orang tua mereka. Apalagi sekarang Yunho telah sukses dan bisa dikatakan kekayaan lebih besar dibandingkan yang dimiliki olek kedua orang tuanya.

Keenggan Yunho untuk melepas Siwon kepada salah satu orang tua mereka juga karena dia merasa jika Siwon hidup dengan salah satunya, Siwon jelas akan terasingkan. Kedua orang tua mereka jelas sudah bahagia dengan keluarga baru masing-masing dan kehadiran Siwon pasti hanya dianggap sebagai pengganggu. Yunho tidak mau itu. Siwon adalah adik sematawayangnya dan Yunho yang akan membesarkan Siwon. Siwon sendiri tidak keberatan untuk tinggal dengan Yunho. Baginya lebih baik bersama Yunho daripada bersama keluarga yang asing baginya. Dan sejak itu, keduanya mulai tinggal bersama sampai Kyuhyun datang diantara mereka.

Leeteuk menatap Yunho dengan sayu, berharap suatu saat Yunho menyadari bahwa Siwon begitu menyayanginya sehingga dia memilih mundur dan merelakan gadis yang sudah dia cintai sejak SMA untuk menjadi kekasih Yunho. Dia menggelengkan kepalanya pelan lalu menepuk bahu Yunho, membuat pria dengan wajah kecil nan tampan itu menoleh ke arah Leeteuk.

“Mungkin kau bisa tanyakan sendiri penyebab mengapa Siwon jadi berubah seperti itu dan masalah apa yang sedang dihadapinya sekarang.” Saran Leeteuk. Yunho pun mengangguk lalu membungkuk hormat dan mengucapkan terima kasih.

“Baiklah hyung. Terima kasih atas bantuanmu.”

“Sudahlah. Sudah kewajibanku. Aku tinggal dulu Yun. Jaga Siwon.”

“Sekali lagi terima kasih hyung.” ucap Yunho lagi sambil mengantar kepergian Leeteuk. Setelah Leeteuk pergi, Yunho lalu memasuki kamar rawat Siwon diikuti oleh Kyuhyun yang sejak datang ke rumah sakit hanya terdiam tanpa memberikan respon apapun.

Dalam benak gadis itu, dia bisa sedikit menduga masalah apa yang dialami oleh Siwon. Kyuhyun pun tidak bisa menutupi perasaan bersalahnya kepada Siwon dan karena itu dia terus merutuki dirinya sendiri yang terlalu egois. Kyuhyun sama sekali tidak melihat perubahan dari diri Siwon selama beberapa minggu ini sejak dirinya menjalin kasih dengan Yunho. Dulu saat dia berpacaran dengan orang lain, Siwon memang terllihat sedih dan kecewa namun Siwon masih bisa tertawa dengan tulus kepadanya. Sekarang, senyum Siwon terlihat dipaksakan dan Kyuhyun tidak menyadari hal itu sampai kejadian hari ini.

Kyuhyun tahu betapa dalamnya perasaan Siwon terhadap dirinya dan Kyuhyun sangat senang akan hal itu. Hanya saja, sampai saat ini Kyuhyun merasa tidak memiliki rasa apapun terhadap Siwon selain rasa sayang seorang sahabat dan rasa sayang selayakya seorang adik kepada kakaknya. Kyuhyun akui, dirinya merasa lebih nyaman ketika bercerita dan menumpahkan segala kekesalan dan kegembiraannya kepada Siwon. Kyuhyun memang merasa menjadi dirinya sendiri jika bersama dengan Siwon, tapi tidak pernah terpikirkan dalam benak Kyuhyun untuk menjalin kasih dengan pria tinggi dengan senyum lembut itu.

Kyuhyun ingin sekali membalas rasa cinta Siwon namun hatinya selalu jatuh kepada orang lain. Dan kali ini hatinya tidak bisa menyatakan tidak ketika melihat Yunho tiga bulan yang lalu. Saat itu Yunho, yang tak pernah datang ke kampus Siwon karena masalah pekerjaan, akhirnya datang sambil membawa sebuket bunga untuk Siwon yang baru saja memenangkan lomba debat nasional mewakili kampus. Kyuhyun terpesona dengan karisma dari seorang Jung Yunho.

Sejak pertemuan itu, Kyuhyun sudah jatuh hati kepada Yunho yang berwibawa, tegas dan baik. Kyuhyun pun akhirnya mencoba mendekati Yunho dan setelah dua bulan pendekatan, akhirnya Yunho menerima cintanya dan mau menjadi kekasihnya. Kyuhyun sungguh senang dan meski berat untuk mengatakan berita ini kepada Siwon, Kyuhyun merasa bahwa Siwon berhak tahu. Kyuhyun tidak mau Siwon tahu dari orang lain sehingga walau dirinya terlihat kejam, dia memberitahu Siwon dua hari setelah Kyuhyun dan Yunho resmi menjadi sepasang kekasih.

“Erm…” erangan dari Siwon membuyarkan pikiran Kyuhyun. Erangan itu juga menyadarkan Yunho yang sedang duduk di samping ranjang Siwon sambil menggenggam tangan adiknya yang tidak ditusuk oleh jarum infus.

“Siwon-ah…” panggil Yunho lirih. Siwon mengerjapkan mata beberapa kali sebelum membuka penuh kelopak matanya.

“Hyung…” sahut Siwon sedikit lemah. Wajar karena Siwon baru saja kehilangan banyak darah dan kondisi tubuhnya sedang dalam masa penyembuhan.

“Oh Tuhan, syukurlah. Bagaimana perasaanmu? Apa dadamu masih sakit? Apa kau perlu sesuatu? Hyung akan ambilkan.” Cecar Yunho begitu Siwon sadar dan mampu memanggilnya. Siwon hanya tersenyum lalu menggeleng pelan.

“Hyung, aku baik-baik saja.”

“Apa!! Kau itu baru saja batuk darah dan tidak sadarkan diri! Dan kau berani bilang bahwa kau bilang baik-baik saja?!” tukas Yunho dengan sedikit meninggikan nada suaranya. Yunho geram karena Siwon masih saja keras kepala dan mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja padahal kondisinya sudah parah seperti itu.

“Aku hanya kelelahan hyung.” bantah Siwon lagi. Yunho ingin sekali berteriak dan memasukkan sedikit akal sehat ke dalam otak adiknya itu namun dia urungkan. Yunho masih ingat bahwa Siwon sedang sakit dan butuh banyak istirahat. Akhirnya Yunho hanya menghela nafas panjang lalu membelai rambut Siwon dengan sayang.

“Aku tidak akan berdebat denganmu tentang masalah ini. Jelas kau menyembunyikan sesuatu dariku sehingga kau jadi tertekan dan berakibat kesehatanmu yang memburuk.”

“Aku tidak…”

“Sudah aku bilang aku tidak mau berdebat denganmu Jung Siwon. Sekarang kau hanya perlu istirahat. Kita akan bicara setelah kau keluar dari rumah sakit. Kau paham?!” tegas Yunho yang menyebabkan Siwon tidak bisa berkutik lagi. Siwon hanya mengangguk dan menjawab,

“Baik hyung.”

“Bagus. Kalau begitu aku tinggal dulu. Aku harus mengurus administrasi selama kau dirawat. Kyunnie, tolong jaga adikku.” Pinta Yunho sambil berdiri dan beranjak pergi dari kamar rawat Siwon, meninggalkan Siwon berdua dengan Kyuhyun. Keduanya terdiam tidak tahu harus memulai pembicaraan dari mana. Sampai akhirnya Kyuhyun membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu.

“Siwonnie…”

“Keluarlah Kyu.” Ucap Siwon sambil memalingkan wajahnya dari Kyuhyun dan tak memberi kesempatan Kyuhyun menyelesaikan ucapannya. Kyuhyun terkejut bukan main karena Siwon sama sekali tidak menatapnya dan memintanya untuk keluar.

“Wonnie?” tanyanya pelan memastikan bahwa yang dia dengar di awal tadi tidak salah di telinganya. Kyuhyun berharap Siwon hanya lelah dan bercanda dengan permintaannya tadi. Akan tetapi, Kyuhyun harus menerima kenyataan bahwa hal itu bukanlah salah dengar karena semenit kemudian Siwon mengulang lagi permintaannya.

“Maaf, tapi tolong keluarlah dan biarkan aku sendiri.”

“Tapi aku…”

“Kumohon Kyu.” Kyuhyun hanya menundukkan kepalanya atas penegasan dari Siwon tadi. Dengan berat hati, Kyuhyun memutar tubuhnya dan berjalan ke arah pintu. Namun sebelum keluar dia sempat berbicara lagi dengan Siwon.

“Baiklah. Jika kau butuh sesuatu kau bisa panggil aku. Aku ada di luar.”

“Terima kasih, tapi aku bisa memanggil suster. Kau lebih baik bersama Yunho hyung saja. Aku yakin dia membutuhkanmu.”

“Siwonnie…”

“Maaf Kyu, maaf…” Siwon berucap kata maaf meski Kyuhyun tahu semua ini adalah kesalahannya. Kyuhyun tak mampu menahan buliran airmatanya untuk tidak keluar ketika melihat Siwon masih saja memalingkan wajahnya dari Kyuhyun. Entah bagaimana, ada rasa ketakutan dalam diri Kyuhyun jika saja Siwon benar-benar menghindarinya. Kyuhyun tidak mau itu terjadi. Meski Kyuhyun tak tahu bagaimana caranya mencintai Siwon, tapi pemuda tinggi itu sudah menjadi sahabatnya sejak lama dan Kyuhyun sangat menyayanginya.

Kyuhyun akhirnya mengikuti keinginan Siwon dan beranjak meninggalkan ruangan tersebut. Matanya masih mengalirkan airmata dan isakan-isakan lirih masih terdengar dari mulut Kyuhyun meskipun dia berusaha menutupi isakan tersebut dengan telapak tangannya. Begitu keluar, Kyuhyun tidak langsung menyusul Yunho melainkan mengambil tempat duduk di salah satu bangku tunggu yang ada di koridor rumah sakit tak jauh dari kamar rawat Siwon.

“Kenapa kau yang meminta maaf Wonnie? Seharusnya aku, aku yang seharusnya meminta maaf karena keegoisanku. Aku, bukan kau. Hiks… hiks… Maafkan aku Wonnie. Maafkan aku…” Sahutnya lalu menutup wajahnya agar orang lain tidak tahu bahwa dia menangis. Kyuhyun benar-benar bersalah dan tidak tahu harus berbuat apa untuk memperbaiki semua permasalahan ini.

Di lain pihak, Siwon yang sekarang sudah membetulkan posisi ranjangnya menjadi seperti duduk, hanya menatap lurus ke arah luar melalui jendela kamar rawatnya. Dia seperti sedang berpikir apa yang sebaiknya dia lakukan mulai sekarang. Siwon tahu bahwa Yunho akan memintanya bahkan memaksanya untuk menceritakan masalah apa yang membebani pikiran Siwon.

Siwon harus mencari alasan lain karena sudah pasti Siwon tidak akan menceritakan mengenai cintanya kepada Kyuhyun, kekasih kakaknya sendiri. Hanya sekarang masalahnya apa yang harus Siwon ceritakan kepada Yunho karena Siwon tak ingin baik Kyuhyun maupun Yunho terluka pada akhirnya.

Siwon terus berpikir dan berpikir sampai dia mendapatkan ide yang sebenarnya akan membuat Yunho marah besar kepadanya. Tetapi, bagi Siwon hanya ini satu-satunya jalan. Siwon harus mengambil jalan ini agar Kyuhyun dan Yunho tidak akan tersakiti. Siwon tidak perduli akan dirinya sendiri, yang ada dipikirannya hanya Kyuhyun dan Yunho, dua orang yang sangat dia sayangi.

Maafkan aku hyung, tampaknya keputusan ini adalah yang terbaik untuk kita semua. Semoga kau tidak membenciku karena ini.

Sebulan Kemudian

Seorang pemuda tampan dan tinggi tengah menarik kopernya menuju counter check in. Jika biasanya ada banyak orang atau paling tidak seorang saja yang mengantar kepergian teman atau sanak saudara saat mereka akan berpergian, maka hal tersebut tidak terjadi pada pemuda tersebut. Pemuda yang dikenal sebagai Siwon itu terlihat sendiri saja tanpa ada Yunho dan juga Kyuhyun bahkan pelayan rumahnya sendiri, yang mengantar dirinya ke bandara. Hal ini karena Yunho memang melarang siapa pun untuk mengantar kepergian Siwon.

Aneh, jika seorang kakak yang begitu menyayangi adiknya bahkan cenderung overprotective tersebut justru bersikap sedingin itu. Namun untuk kali ini bagi Yunho sikapnya itu wajar dia lakukan. Menurut pria tampan dengan mata tajam itu, sikap acuh tak acuhnya tersebut disebabkan karena Yunho merasa dikhianati oleh Siwon yang memilih pergi dan tinggal bersama umma mereka di Spanyol. Yunho marah karena Yunho merasa Siwon tidak menghargainya lagi sebagai orang yang telah membesarkan dia selama ini. Dia bahkan sempat menampar Siwon sebelum akhirnya mengusir adiknya tersebut.

Siwon sendiri kala itu hanya bisa terpaku, tidak berani menatap wajah Yunho karena dia takut dia tak kuasa untuk mengatakan yang sebenarnya kepada Yunho dan bahwa keinginannya untuk tinggal bersama umma mereka adalah kebohongan semata. Ya, semua urusan pergi ke tempat umma Siwon dan Yunho itu hanyalah bagian dari rencana Siwon agar dia tidak menceritakan hal yang sesungguhnya mengganggu pikiran Siwon dan membuatnya sakit. Siwon masih ingat bagaimana marahnya Yunho ketika dia mengungkapkan bahwa dia akan pergi.

Flashback

Hari ini adalah hari kepulangan Siwon setelah seminggu dia dirawat di rumah sakit. Yunho dan Kyuhyun terlihat sedang membantu Siwon untuk masuk ke dalam rumah mereka. Siwon masih lumayan lemah karena dadanya yang masih sakit, namun senyuman sudah terpancar dari wajah tampannya meski sesungguhnya Siwon harus memendam pedihnya luka hati karena kedua orang yang dia sayangi.

Seharian itu Yunho dan Kyuhyun menemani Siwon karena mereka berdua masih khawatir dengan keadaan Siwon walau Siwon sudah berulang kali mengatakan bahwa dia baik-baik saja. Siwon sebenarnya sedang tidak ingin bertemu dengan Yunho maupun Kyuhyun karena dia masih sedikit bimbang apakah akan menjalankan semua rencana yang sudah dia susun dan berusaha agar Yunho tidak berdua saja dengannya. Namun menjelang makan malam, Yunho akhirnya bertanya juga pertanyaan yang paling dihindari oleh Siwon.

Disaat Kyuhyun membantu koki rumah membuatkan makan malam, Yunho mengajak Siwon ke ruang keluarga untuk mengajaknya bicara. Disanalah Yunho bertanya alasan mengapa Siwon belakangan ini tertekan sehingga berpengaruh pada kesehatannya. Siwon enggan untuk menjawab namun setelah ditekan dan dipaksa terus oleh Yunho, mau tidak mau Siwon menghela nafas dan menjawab Yunho. Siwon tahu bahwa jawabannya akan membuat Yunho marah bahkan membencinya.

“Hyung, apapun yang akan aku katakan, aku mohon hyung tidak menyelanya. Bisa hyung janji itu kepadaku?”

“Oke…”

“Hyung, alasan kenapa aku tertekan beberapa waktu belakangan ini karena aku takut dan bingung bagaimana harus mengatakan hal ini kepadamu.”

“Takut? Apa yang membuatmu sampai takut mengatakan sesuatu hal kepadaku? Kita selalu terbuka Wonnie, tidak seharusnya kau takut.”

“Aku takut hyung, aku takut kau akan membenciku karena keputusanku ini.”

“Keputusan apa? Sekarang justru kau yang membuatku takut.”

“Aku sudah memutuskan akan tinggal bersama umma hyung.” setelah perkataan itu keluar dari mulut Siwon, Yunho hanya bisa mematung. Namun wajahnya jelas menunjukkan keterkejutan dan semenit kemudian berubah menjadi keras penuh amarah. Tanpa peringatan sama sekali dan melupakan kenyataan bahwa Siwon masih sakit, telapak tangan Yunho sudah melayang ke pipi Siwon dengan sangat keras sampai menyebabkan pipi itu memerah dan ada sedikit luka di sudut bibir Siwon.

Siwon sendiri sebenarnya tidak terlalu terkejut jika Yunho menamparnya. Dia sudah menduganya, namun ketika tangan yang selalu mengacak rambutnya itu dengan sayang, tangan yang selalu menepuk bahu dan punggungnya untuk sekedar memberi dukungan ternyata mampu melayangkan tamparan dengan sekeras itu, tak ayal membuat mata Siwon berkaca-kaca. Hanya saja Siwon sudah berjanji bahwa dia tidak akan menangis atau pun memperlihatkan bahwa dia pun terluka dengan keputusannya ini, meski keputusan ini hanya kedok belaka.

Siwon sebenarnya tidak akan tinggal dengan umma mereka. Siwon memang akan pergi namun dia akan pergi ke Jepang, mengambil beasiswa yang diam-diam diikutinya dari pihak kampus dan melanjutkan kuliahnya disana. Namun demi menyembunyikan kenyataan mengapa Siwon sakit, mengapa belakangan ini Siwon selalu murung, dan cara yang terbaik tanpa membuat Yunho curiga akan perasaannya terhadap Kyuhyun adalah dengan pergi dari kehidupan mereka berdua dan kepergiannya pun harus membuat Yunho tidak sering-sering mengunjunginya.

Maka dari itu, Siwon berpura-pura memilih tinggal dengan salah satu orang tua mereka. Siwon tahu persis Yunho masih memendam amarah terhadap keduanya sehingga tidak mungkin Yunho akan mengunjungi Siwon jika dia mengatakan akan pergi ketempat keduanya tinggal. Hanya saja konsekuensinya adalah seperti yang dialami oleh Siwon sekarang. Kemarahan dan kebencian terpampang jelas di mata Yunho dan itu diarahkan kepadanya.

“Adik tak tahu diri!! Tega sekali kau melakukan ini kepada hyungmu sendiri! Hyung yang telah membesarkanmu seorang diri selama lima tahun ini! Kau tahu bagaimana perasaan hyung terhadap orang tua kita dan tetap saja kau memilih mereka! Mereka yang telah membuang kita Siwon!”

“Maafkan aku hyung! Aku hanya…”

“Simpan saja alasanmu itu! Aku tidak mau dengar! Aku kecewa padamu Siwon! Sangat kecewa!” bentak Yunho keras. Siwon menatap Yunho dengan pandangan sendu. Meski dia telah menyiapkan diri, mendengar kata itu dari orang yang selama ini dia hormati dan banggakan, tetap saja menimbulkan sakit yang luar biasa. Tapi kata selanjutnya dari Yunho lebih membuat Siwon terpuruk dan tak mampu lagi mengangkat wajahnya.

“Mulai hari ini kau bukan adikku lagi. Pergilah kemanapun kau mau. Aku tak perduli lagi.” Tegas Yunho sambil beranjak pergi meninggalkan Siwon yang terus menundukkan kepalanya. Bulir airmata yang ditahannya sejak tadi akhirnya keluar juga. Siwon menangis dalam diam. Dalam hatinya dia terus menguatkan hatinya dan menegaskan bahwa ini jalan terbaik untuk semuanya. Biarlah dia yang menanggung semua luka asalkan kakaknya dan Kyuhyun bisa bahagia. Siwon lebih memilih Yunho marah kepadanya seperti sekarang daripada dia harus melihat kakaknya sedih karena tahu Siwon mencintai kekasihnya.

Dengan lunglai Siwon berdiri dan berjalan pelan menuju kamarnya. Sesampainya disana, Siwon mengepak beberapa baju dan beberapa bukunya. Dia juga mengambil buku tabungan dan simpanan uang yang dia punya. Meski Yunho tidak mengatakan secara langsung bahwa dia harus pergi sekarang, tapi Siwon cukup tahu diri untuk tidak tinggal lagi di rumah itu. Siwon memang sudah mempersiapkan segalanya dan meski keberangkatannya masih tiga minggu lagi, tapi Siwon sudah menyewa satu kamar kecil untuk dia tinggal sampai keberangkatannya ke Jepang nanti.

Setelah semua siap, Siwon turun kembali ke bawah dan mencari Yunho. begitu Siwon menemukan Yunho yang sedang duduk di ruang makan bersama dengan Kyuhyun, Siwon langsung berdiri di samping Yunho. Tanpa banyak bicara Siwon memberikan hormat dengan bersimpuh. Begitu selesai memberi hormat kepada Yunho, Siwon membungkukan badannya dalam dan mengucapkan terima kasih karena Yunho sudah menjaganya selama ini. Yunho sama sekali tidak menghiraukan Siwon. Dia terus terdiam, tidak menoleh ke arah Siwon. Kyuhyun bingung dengan kejadian yang terpampang di depan matanya. Terlebih lagi, Siwon memberikan salam seakan dia tidak akan berada bersama dia dan Yunho lagi. Gadis itu sempat ingin berdiri dan menanyakan apa yang sedang terjadi, namun tangannya terlebih dahulu di pegang oleh Yunho dan mengisyaratkannya agar dia duduk kembali.

Siwon menegakkan tubuhnya lalu langsung beranjak pergi meninggalkan Yunho dan Kyuhyun. Ketika pintu depan berbunyi, menandakan Siwon yang telah benar-benar pergi, barulah Yunho melepas topengnya. Sambil menutup wajahnya, pria berwibawa itu terisak, menangisi kepergian adik sematawayangnya itu yang menorehkan luka di hatinya. Yunho benar-benar tidak mengerti mengapa Siwon mampu berbuat demikian. Jujur, dia kecewa dan sakit hati dengan semua keputusan Siwon karena Yunho tahu bahwa Siwon memahami perasaannya akan kedua orang tua mereka. Namun di satu sisi, Yunho juga sedih karena dia sudah mengusir Siwon yang sudah merupakan bagian dari hidupnya. Siwon adalah satu-satunya keluarga bagi Yunho.

Malam itu tidak ada perayaan karena kepulangan Siwon dari rumah sakit, Malam itu, semua orang bersedih karena kebodohan mereka sendiri yang tidak mau jujur satu sama lain dan menganggap semua yang dilakukannya adalah yang terbaik bagi semua meski tidak semua akan berjalan sesuai yang diinginkan.

End Flashback

Siwon menarik nafasnya sekali lagi lalu kembali berjalan menuju ruang tunggu keberangkatan. Sambil berjalan, Siwon kembali berpikir jika saja gadis yang dia cintai bukan Kyuhyun. Jika saja Kyuhyun mau dengan tegas menolak dirinya dan mengatakan padanya untuk menjauhi dirinya. Jika saja Siwon berani untuk melepas Kyuhyun dan mencari cinta yang baru, pasti semua ini tidak akan terjadi. Pasti Siwon tidak akan bersahabat dengan Kyuhyun sekian lama sehingga gadis itu bisa bertemu dengan Yunho dan akhirnya menjalin kasih.

Tapi siapa yang bisa menentukan perasaan jatuh cinta yang Siwon miliki. Siapa yang bisa membuat Siwon dengan mudah berpaling dari Kyuhyun ketika hatinya jelas-jelas memilih gadis manis itu. Satu hal yang jelas bagi Siwon, semua sudah terjadi. Keputusan sudah dia ambil dan Siwon harus hadapi apapun resikonya. Siwon tidak tahu apakah waktu akan berpihak kepadanya dan membuatnya melupakan cinta ini. Cinta yang dipegangnya sendiri. Cinta Siwon untuk Kyuhyun.

END

Advertisements