Tags

, , , ,

Title : Jangan Pergi

Pairing : Wonkyu, Broken!Yunkyu, Brothership!Wonyun

Disclaimer : All casts are belong to their self and God, d’Masiv and their label company

Inspired : Jangan Pergi by d’Masiv

Warning : Un-betaed, GS, Angst, AU, OOC

Summary : Kau yang selalu membuatku tegar. Aku terlanjur bergantung padamu sehingga aku tak sanggup hidup tanpa cintamu. Jadi kumohon, jangan pergi.

WonKyu YunJae TIS Series : Cinta Sendiri, Tapi Bukan Aku, Apalah Arti Menunggu

( 。・_・。)(。・_・。 )

Kyuhyun P.O.V

Aku menatap sayu wallpaper ponselku. Gambar seseorang yang terpampang di depan mataku itu sudah membuat kedua mataku menumpahkan airmatanya. Lagi. Airmata ini memang selalu saja turun jika aku melihat gambarnya. Aku menghapus airmataku dan menghela nafas panjang. Kenapa semua harus menjadi seperti ini? Mengapa hal yang aku anggap akan menjadi kebahagiaanku, kebahagiaan untuk semuanya, ternyata justru menjadi kesedihan? Apa yang salah?

Gambarnya yang sedang tersenyum. Aku membelai layar ponsel sentuhku seakan aku membelai wajah tampannya. Jung Siwon. Siwon. Siwonnie. Aku merindukanmu Wonnie. Sungguh merindukanmu. Apa kau baik-baik saja di Jepang? Mengapa kau harus berbohong kepada Yunho oppa kalau kau pergi ke Spanyol menyusul ibumu? Kenapa kau harus melakukan itu? Apa karena kau tidak ingin melihatku lagi sehingga kau memilih pergi? Tapi kalau kau membenciku kenapa kau harus menyakiti hati Yunho oppa?

Itulah serentetan pertanyaan yang singgah dipikiranku sejak kepergianmu sebulan lalu. Dan hanya satu jawaban yang bisa aku pahami dari semua tindakanmu. Kau memang membenciku Wonnie. Rasa cintamu sudah tidak ada lagi untukku dan itu salahku. Oh Tuhan, mengapa rasa penyesalan itu selalu saja datang belakangan. Kenapa ketika orang yang aku cintai harus pergi, baru aku menyadari bahwa aku mencintainya.

Ya, aku mencintai Siwon. Bukan sebagai sahabat, bukan sebagai seorang kakak, melainkan cinta seorang gadis kepada seorang lelaki. Selama ini aku adalah orang bodoh dan kejam yang menyiakan cinta tulus Siwon. Selama aku bersahabat dengannya, Siwon selalu ada disisiku, mendukungku. Bahkan ketika hatiku hancur karena semua hubunganku yang tak pernah berjalan dengan lancar, Siwonlah yang menenangkan dan selalu bisa membuatku dengan segera melupakan rasa sakit hatiku itu.

Dia, dengan sabar menungguku meski aku terus saja menyakiti hatinya. Kyuhyun, kau memang bodoh! Bodoh! Bodoh! Sekarang yang bisa aku lakukan hanya meratapi kebodohanku ini. Aku bahkan tak berani menyusulnya ke Jepang. Aku tak berani meminta maaf kepadanya. Aku tak berani menanyakan apakah dia masih mencintaiku atau tidak.

Sejak Siwon pergi, semua hal yang aku lakukan selalu berantakan. Aku tak bisa kosentrasi. Semua pikiran ini hanya tertuju kepada keterpurukan dan penyesalanku. Dalam hati aku selalu meminta Siwon untuk kembali karena aku sadar aku tak sanggup hidup tanpanya. Tanpa cintanya. Tapi apa yang mampu aku perbuat sekarang. Menunggunya hanya satu-satu jalan yang bisa aku lakukan karena jika aku menyusulnya, aku hanya akan menambah luka hatinya. Aku tak yakin Siwon akan percaya jika aku mengatakan aku mencintainya.

Aku kembali menatap foto Siwon yang ada di wallpaper ponselku. Wajah tampannya, senyum manisnya, kelembutannya. Semua itu seharusnya menjadi milikku. Tapi aku begitu saja melepasnya dan yang lebih buruk, aku sempat menganggapnya hanya sahabat yang selalu mampu mendengarkan keluh kesahku. Ah, bahkan sebagai sahabat pun aku tidak becus.

Aku baru sadar bahwa selama ini hanya aku yang bergantung kepadanya. Sama sekali aku tak pernah mendengar Siwon berkeluh kesah kepadaku. Dan sama sekali aku tak pernah memahami kesedihan hatinya. Bulir airmataku kembali turun kala aku mengingat semua tingkah lakuku yang hanya memikirkan diriku sendiri. Masih pantaskah aku untuk meminta Siwon memaafkanku apalagi memintanya menerima cintaku?

“Kyuhyun.” Aku menengadahkan kepalaku dari ponsel yang ada ditanganku untuk melihat orang yang memanggil namaku.

“Yunho oppa.” Yunho oppa tersenyum menanggapi sapaan dariku lalu mengambil tempat duduk di depanku. Kami berdua terdiam sesaat sampai akhirnya Yunho oppa yang membuka suara terlebih dulu.

“Apa yang ingin kau bicarakan Kyu?” tanya Yunho lembut. Dia bermaksud menggenggam tanganku, tapi aku langsung menariknya. Akan sangat sulit bagiku untuk mengatakan maksudku mengundangnya kemari jika aku membiarkan dirinya bersikap lemah lembut seperti sekarang. Gelagatku tersebut tentu saja menimbulkan kecurigaan dari Yunho oppa, tapi aku harus kuat demi apa yang sudah menajdi tujuanku memanggilnya kemari. Aku lalu menarik nafas dan menghembuskannya perlahan sebelum aku menatapnya serius.

“Oppa, ada sesuatu yang ingin aku katakan. Tapi sebelum itu, aku mohon oppa tidak menyelaku. Biarkan aku menyelesaikan perkataanku. Bisakah kau melakukan itu oppa?” tanyaku sedikit bergetar. Aku memang cemas akan reaksinya nanti, tapi inilah yang seharusnya aku lakukan sejak lama. Anggukan Yunho oppa menjadi tanda untukku melanjutkan kalimatku.

“Oppa… Ak…aku… Hhh… Aku ingin kita mengakhiri hubungan kita, oppa.” Sontak perkataanku tadi membuat Yunho oppa terpaku. Aku memang sudah megatakan pada diriku sendiri bahwa apapun reaksi Yunho oppa nanti, aku harus kuat menerimanya. Jika dia membenciku, aku juga tidak akan menyalahkannya. Bagiku sekarang adalah menyelesaikan semua masalah yang telah aku perbuat pada diriku sendiri.

Aku sudah lelah berbohong pada diriku sendiri. Aku lelah menipu diriku sendiri akan cinta semu yang selalu datang dan melupakan cinta tulus yang terpampang jelas dimataku. Cinta tulus milik Siwon yang hanya tertuju untukku. Dan sekarang demi Siwon juga, aku harus melepas rantai yang membelengguku sehingga aku bisa mengejarnya. Rantai belenggu bernama kekasih dari seorang Jung Yunho.

Aku memandang Yunho oppa, menunggu reaksi darinya. Aku sudah menyiapkan diri jika dia berteriak, memaki, bahkan mungkin menamparku. Tapi yang terjadi adalah dia justru tersenyum pilu lalu mengusap rambutku dengan lembut dan berkata,

“Terima kasih Kyu.”

“Oppa?” mataku membulat sempurna mendengar kata terima kasih dari bibir berbentuk hatinya. Apa maksud terima kasih tersebut? Mengapa dia terlihat lega? Apakah…

“Aku tahu kau mencintai Siwon.” Sahutnya masih dengan senyuman. Aku membuka mulutku tapi tak satu pun kata yang keluar. Aku bingung harus menanggapi seperti apa.

“Tenang saja Kyunnie. Aku juga baru menyadari perasaanmu itu setelah Siwon pergi.” Sahut Yunho oppa lagi yang entah kenapa membuatku sedikit lega.

“Setelah Siwon pergi, sikapmu berubah Kyu. Kau lebih tertutup. Kau sering menangis. Kau sering main ke kamar Siwon dan menatap foto Siwon dengan tatapan penuh rindu. Saat itu aku tahu bahwa kau mencintai Siwon dan aku, aku telah mengambil orang yag dicintai oleh adikku sendiri.”

“Oppa…”

“Ketika aku membongkar kamar Siwon untuk mencari tahu alasan sebenarnya dia pergi, aku menemukan jurnalnya. Jurnal itu berisi semua cerita tentang kau. Kau yang sudah Siwon cintai sejak kalian pertama kali bertemu.” Aku memandang mata Yunho oppa yang sudah berkaca-kaca. Aku bisa mengerti bagaimana perasaannya sekarang. Pasti dia merasa sangat bersalah dan sedih karena dia merasa telah merebut orang yang dicintai oleh adiknya sendiri. Tapi itu bukan kesalahannya. Akulah yang bersalah. Mengapa aku harus memiluh Yunho oppa sebagai kekasihku padahal aku tahu dia adalah kakak Siwon dan Siwon sendiri mencintaiku. Aku selalu mementingkan diriku sendiri dan membuat semua orang menderita. Maafkan aku oppa.

“Aku memang kakak yang tidak berguna Kyu. Cinta adik sendiri saja aku tidak paham. Aku justru melukai hatinya setiap hari. Aku bahkan menamparnya ketika dia pergi justru untuk kebahagiaanku. Kakak macam apa aku ini?!”

“Oppa…”

“Bagaimana ini Kyu? Bagaimana aku bisa menghadapi Siwon sekarang? Dia pasti terluka dalam… Di…dia…. Ak…aku…” airmata pemuda bermata tajam itu mengalir sudah. Aku menatapnya dengan sendu. Dengan perlahan aku membelai pipinya yang basah.

“Oppa, sudahlah… Ini bukan salahmu. Ini salahku yang tidak mengerti betapa besarnya cinta Siwon untukku. Kumohon oppa, jangan salahkan dirimu seperti ini…” ujarku mencoba menenangkan hati Yunho oppa. Aku tahu dia juga merasa hal yang sama denganku sejak kepergian Siwon. Kami berdua telah melakukan kesalahan yang besar dan harapan kami hanyalah Siwon masih memiliki hati yang teramat besar agar dia mau memaafkan kami berdua.

Aku menghapus airmata Yunho oppa lalu beranjak mendekatinya. Aku memeluk bahunya sekedar memberikan dukungan untuknya. Tak ada lagi rasa mencintai seperti itu. Yang ada hanya rasa kasih sayang dari adik kepada kakaknya. Dalam dekapanku Yunho oppa menangis sambil sesekali menggumamkan kata maaf untuk Siwon. Kata maaf yang terus aku katakan dalam hatiku.

End Kyuhyun P.O.V

Tiga Tahun Kemudian – Jepang

Kyuhyun menapaki bandara Narita setelah pesawatnya beberapa saat tadi mendarat dengan sempurna di Bandara internasional Jepang ini. Hari ini adalah hari yang mungkin bisa disebut bersejarah untuk Kyuhyun karena hari ini dia akan mencari keberadaan Siwon. Butuh waktu tiga tahun bagi Kyuhyun untuk menata dan memberanikan hatinya menyusul Siwon. Dan hari ini diawal musim semi, Kyuhyun akhirnya percaya bahwa bagaimana pun nanti saat dia bertemu Siwon, bagaimana pun kehidupan Siwon sekarang, apakah dia sudah mempunyai kekasih atau bahkan sudah menikah, itu garis kehidupan yang Tuhan rancang untuknya.

Kyuhyun hanya akan berusaha meminta maaf dan mengungkapkan perasaannya kepada Siwon agar dia tahu bahwa selama ini Siwon tidak bertepuk sebelah tangan. Kyuhyun tidak perduli jika Siwon akan menolaknya atau hal paling buruk adalah Siwon membencinya. Kali ini Kyuhyun yang akan terus berada disamping Siwon meski hanya sebagai seorang sahabat.

Dengan berbekal alamat kampus Siwon dari kampus mereka terdahulu, Kyuhyun menaiki taksi dan langsung menuju universitas tempat Siwon menimba ilmu dulu. Kyuhyun tahu Siwon sudah lulus karena mudah bagi orang secerdas Siwon untuk segera menamatkan pendidikannya. Tapi berdasarkan informasi dari kampusnya juga bahwa Siwon bekerja di kampus tersebut sebagai staf pengajar maka Kyuhyun pun memutuskan untuuk mencari dari sana.

Kyuhyun tidak menduga Siwon akan memilih pekerjaan di dunia pendidikan karena sejak dulu Siwon selalu ingin menjadi pebisnis seperti Yunho. Akan tetapi bagi Kyuhyun pilihan Siwon sekarang sepertinya tepat untuknya. Siwon memiliki pribadi yang sabar dan baik. Pasti banyak mahasiswa dan mahasiswi yang menyukai dirinya. Kyuhyun pun setelah lulus dua tahun yang lalumulai bekerja di perusahaan milik Yunho sebagai programmer. Kyuhyun sudah setahun menjalani profesinya itu dan Kyuhyun merasa profesi itu adalah yang profesi yang cocok untuknya.

Kyuhyun menyandarkan dahinya di jendela taksi. Dia melihat jalanan dan mulai berpikir segala kemungkinan jika dia bertemu dengan Siwon nanti. Apakah Siwon akan terkejut dengan kedatangannya? Apakah dia merindukannya atau apakah Siwon justru akan pergi lagi ketika dia melihat Kyuhyun? Lalu satu pertanyaan yang terus ada dalam hati Kyuhyun, apakah Siwon masih mencintainya? Semua itu akan segera terjawab jika dia sudah bertemu dengan sahabat sekaligus orang yang sangat dicintainya itu.

Kurang lebih dua jam Kyuhyun sudah berdiri di depan gerbang universitas yang dia tuju. Kyuhyun menarik nafas sebelum menarik kopernya dan berjalan memasuki univeritas tersebut. Kyuhyun menghabiskan waktu sekitar lima belas menit, bertanya kesana kemari mengenai Siwon dan akhirnya dari seorang yang sepertinya mahasiswa di kampus tersebut, Kyuhyun mendapatkan infomasi bahwa Siwon sedang berada di perpustakaan. Setelah mengucapkan terima kasih, Kyuhyun bergegas menuju gedung perpustakaan yang sempat ditunjuk oleh mahasiswa tersebut.

Ketika Kyuhyun sampai, dia langsung memasuki perpustakaan itu. Dia berjalan ke meja penerima tamu perpustakaan dan begitu sampai Kyuhyun langsung menyapa dan bertanya kepada petugas perpustakaan apakah dia mengenal Siwon. Tentu saja jawabannya adalah sebuah anggukan yang menyatakan petugas perpustakaan tersebut mengenal Siwon. Baru saja dia akan memberitahu dimana Siwon berada sekarang, satu suara menyela pembicaraan mereka.

“Oga-san, sepertinya buku-buku tentang sastra dan budaya Korea berkurang dua. Coba kau cek apa ada mahasiswa yang belum mengembalikan. Seharusnya semua buku itu sudah kembali semua. Kanzaki sensei memerlukannya untuk bedah buku di lantai empat nanti.”

“Baik Siwon sensei. Akan saya cek sekarang. Ah, hampir saya lupa, ada yang mencari sensei?”

“Siapa?”

“Ini orangnya. Kalau begitu saya tinggal dulu sensei. Permisi.” Siwon menoleh ke arah orang yang dimaksud oleh petugas perpustakaan bernama Oga tersebut dan matanya membulat ketika dia menemukan Kyuhyun berdiri dihadapannya sekarang.

“Kyuhyun…” lirih Siwon tak percaya dia bisa melihat Kyuhyun. Reaksi Kyuhyun juga tidak jauh berbeda. Dia tidak menyangka bahwa Tuhan bisa begitu baik kepadanya dan mempertemukannya dengan Siwon secepat ini.

“Siwonnie…” Kyuhyun tidak mampu menahan airmatanya lagi. Dia begitu senang dan lega karena bisa melihat Siwon lagi. Kyuhyun tahu masih banyak yang harus dia hadapi setelah ini, tapi yang penting baginya sekarang adalah memastikan Siwon ada disini. Kyuhyun telah menemukannya dan wanita manis itu akan berusaha agar Siwon tidak pergi lagi darinya sebab dia mencintainya. Ya, Cho Kyuhyun mencintai Jung Siwon. Dulu, sekarang, dan nanti.

END

Advertisements