Tags

, , , ,

Title : Tak Ada Yang Bisa

Pairing : Wonkyu, Yunjae, Brotheship!Wonyun

Disclaimer : All casts are belong to their self and God, Andra &d’Backbone and their label company

Inspired : Tak Ada Yang Bisa by Andra &d’Backbone

Warning : Un-betaed, GS, Romance, AU, OOC

Summary : Tak ada yang bisa menggantikan dirimu dan tak ada yang bisa membuatku jauh darimu.

WonKyu YunJae TIS Series : Cinta Sendiri, Tapi Bukan Aku, Apalah Arti Menunggu, Jangan Pergi, Tak Mungkin Ku Melepasmu, Tak Sempurna.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Kampus Siwon

Kyuhyun kembali berdiri di depan gerbang kampus Siwon, menunggu pria yang sangat dicintainya itu untuk muncul. Di tangannya ada sekotak bekal makan siang yang dibelinya untuk Siwon. Ya Kyuhyun hanya bisa membeli karena di hotel tempat dia menginap tidak memperbolehkan dia meminjam dapur mereka untuk sekedar membuatkan bekal. Lagipula Kyuhyun belum yakin dengan kemampuannya memasak. Dia takut Siwon akan sakit perut jika memakan masakannya, meski sebenarnya kemampuan memasak Kyuhyun sudah lebih baik karena dia terus belajar semenjak Siwon pergi.

Kyuhyun sudah berdiri di kampus tersebut satu jam yang lalu. Kyuhyun sedikit cemas dan pesimis karena Siwon seharusnya sudah sampai di kampus setengah jam yang lalu. Kyuhyun tahu jadwal Siwon karena selama beberapa hari ini Kyuhyun terus memperhatikan dan mengingat-ingat jadwal Siwon setiap harinya. Kyuhyun menoleh ke kanan dan ke kiri, mencari keberadaan Siwon tetapi belum ada satu pun tanda Siwon akan datang. Wanita manis nan imut itu menghela nafas panjang. Dalam hatinya, dia berpikir mungkin hari ini Siwon tidak datang ke kampus. Bisa saja Siwon izin karena ingin menemani Yunho yang datang menemuinya.

Berbicara soal Yunho, Kyuhyun sungguh terkejut kala dia melihat Yunho kemarin malam. Kyuhyun bertanya pada dirinya sendiri untuk apa Yunho juga datang ke Jepang? Apa dia ingin menjemput Siwon atau memang hanya ada perjalanan bisnis lalu sekedar mengunjungi Siwon? Akan tetapi pikiran kedua langsung Kyuhyun enyahkan karena jika perjalanan bisnis, dia pasti tahu. Kyuhyun tahu benar bahwa pekerjaan Yunho saat ini lebih banyak terfokus di Korea dan Cina.

Lalu apakah benar Yunho datang ke Jepang untuk menjemput Siwon? Jika benar, Kyuhyun senang bukan kepalang. Itu berarti Kyuhyun bisa terus memperhatikan Siwon dan mendekatinya. Namun sedetik hal itu muncul di pikirannya, sedetik pula Kyuhyun kembali ragu. Dia ragu bukan kepada Yunho melainkan dengan keputusan Siwon apakah dia mau pindah atau tidak. Kyuhyun bisa melihat betapa Siwon menikmati kehidupannya di Jepang. Kyuhyun bisa melihat senyum dan tawa Siwon saat dia berinteraksi dengan mahasiswa, para staf kampus dan perpustakaan atau pun pengunjung perpustakaan dari kalangan umum. Siwon terlihat bahagia. Untuk itu, apakah Kyuhyun sanggup melihat kebahagiaan itu sirna jika Siwon dipaksa pulang ke Korea.

Lamunannya buyar ketika dia mendengar tawa Siwon dan satu suara lagi dari arah belakang. Kyuhyun tersenyum senang dan langsung berbalik untuk menyambut Siwon. Namun senyumnya memudar kala dia melihat Siwon bersama dengan seorang wanita berambut panjang sepinggang yang sangat cantik. Wanita itu mengalungkan kedua lengannya di lengan Siwon. Mereka terlihat dekat apalagi tadi Kyuhyun sempat mendengar keduanya tertawa bersama.

Kyuhyun tak mampu menyembunyikan rasa pedih dan pilu di hatinya ketika melihat Siwon berdekatan dengan wanita lain. Meski Kyuhyun tahu dia tak punya hak untuk cemburu karena dia bukan siapa-siapa Siwon, namun rasa itu tetap saja datang. Disusul dengan perasaan ingin menangis dan menjerit lalu merebut lengan Siwon agar tidak lagi bertautan dengan wanita cantik tersebut. Kyuhyun terus saja menatap Siwon dengan lekat seolah-olah meminta penjelasan akan situasi yang terjadi sekarang.

Sedangkan Siwon, dia pun terkejut menemukan Kyuhyun berada di depan kampusnya lagi. Sebenarnya hari ini dia bermaksud pergi ke hotel tempat Kyuhyun menginap dan mengajaknya ke suatu tempat untuk bicara. Hanya saja, rencana itu setengahnya gagal karena Kyuhyun sendiri sudah berada di depannya sekarang. Siwon menatap sambil tersenyum ke arah Kyuhyun. Itu merupakan senyum tulus pertama dari Siwon kepadanya sejak mereka berdua bertemu kembali. Namun Kyuhyun terlalu larut dalam kegundahan hatinya karena keberadaan wanita di samping Siwon untuk bisa melihat senyum indah itu. Siwon pun lambat laun menyadari diamnya Kyuhyun ketika melihat dia mengikuti arah pandang Kyuhyun yang menatapnya dan juga Jaejoong.

Ternyata wanita cantik yang sedang bergelayut di lengan Siwon itu adalah Jaejoong. Hari ini Siwon merencanakan banyak hal. Salah satunya adalah mempertemukan Jaejoong dengan Yunho. Siwon menyusun rencana itu ketika kemarin malam saat Yunho berbicara dari hati ke hati dengannya, Siwon bisa tahu bahwa kakaknya itu masih sangat merindukan Jaejoong dan ingin kembali kepada wanita dengan mata besar itu. Akan tetapi, Siwon juga sedikit pesimis Jaejoong akan dengan mudah menerima Yunho.

Bukan karena tidak mencintainya lagi. Bukan karena itu. Siwon tahu benar wanita yang dikenalnya di Jepang itu sungguh mencintai Yunho dengan segenap hatinya bahkan sampai sekarang. Hanya saja, sakit hati karena ditinggalkan oleh Yunho dan hubungan singkat yang Yunho jalin bersama Kyuhyun membuat Jaejoong merasa ketakutan. Jaejoong takut, dia tidak bisa menjamin, tidak ada satu pun orang yang menjamin jika suatu saat Yunho akan kembali meninggalkan dirinya. Jika itu terjadi lagi, Jaejoong tidak akan sanggup untuk menanggungnya untuk kedua kali.

Maka dari itu, Siwon bermaksud mengajak Jaejoong untuk menikmati brunch di hotel yang ditempati Yunho saat ini. Tapi nanti bukan dia yang akan menemani Jaejoong melainkan Yunho. Siwon sudah membicarakan ini dengan Yunho dan pria berwajah kecil itu menyetujuinya. Yunho memang ingin bicara lagi dengan Jaejoong dan dia berharap pembicaraannya kali ini tidak berakhir pahit seperti terakhir kali mereka bicara.

Lalu kenapa mereka berdua ada di depan kampus Siwon? Jawabannya adalah Siwon ingin menyerahkan beberapa artikel kepada dosen senior dikampusnya. Dia hanya ingin menyelesaikan sedikit pekerjaannya sebelum akhirnya pergi dengan Jaejoong ke hotel tempat Yunho menginap lalu Siwon akan pergi ke hotel Kyuhyun, meski untuk yang terakhir tidak terlaksana karena Kyuhyun sendiri sudah berada di kampus Siwon.

“Siwon.”

“Ya noona?” panggilan Jaejoong sedikit mengejutkan Siwon yang ikut melamun seperti Kyuhyun. Kyuhyun sendiri tersentak ketika mendengar suara indah dari wanita yang menurutnya sangat cantik itu. Dalam hatinya Kyuhyun merasa kalah dan tidak memiliki kesempatan sama sekali jika wanita ini benar kekasih Siwon.

“Kau kenapa melamun? Kau kenal dia?”

“Um… ya noona. Um, kenalkan Jae noona. Ini Cho Kyuhyun.” Ujar Siwon kikuk. Entah kenapa Siwon merasa gugup ketika memperkenalkan Jaejoong kepada Kyuhyun. Siwon merasa jika dia salah bicara, Kyuhyun akan salah paham kepadanya dan menganggap Jaejoong adalah kekasihnya. Siwon tidak sadar bahwa Kyuhyun sudah salah paham sejak Jaejoong memeluk mesra lengannya.

Siwon tidak tahu mengapa dia kembali merasakan apa yang pernah dia coba kubur dalam-dalam. Siwon yang tadinya ingin sekali bersikap biasa dan mungkin cenderung acuh tak acuh kepada Kyuhyun, kembali menjadi Siwon yang dulu. Siwon yang selalu bersikap manis dan terkadang konyol jika sudah berhubungan dengan Kyuhyun. Siwon yang selalu memperhatikan dan mengejar-ejar cinta Kyuhyun. Siwon tidak tahu bagaimana perasaan akan ingin memiliki Kyuhyun kembali datang, tapi Siwon bisa menebak perasaan ini muncul karena pembicaraannya dengan Yunho kemarin malam.

Sedangkan Jaejoong, tentu dia terkejut karena ini pertama kalinya dia bertemu dengan Kyuhyun secara langsung. Dia tidak mengira bahwa tidak hanya Yunho yang datang, namun wanita yang menurutnya manis dan jika boleh dia katakan sangat imut dengan pipinya yang gembil dan kulit putih sedikit pucat tersebut. Jaejoong sedikit iri ketika dia melihat paras Kyuhyun dan postur tubuhnya yang meski sedikit berisi namun masih terlihat ramping dan tinggi. Inikah sosok yang dicintai oleh Yunho sekarang.

Jaejoong merasa wajar jika Yunho menyukai Kyuhyun. Cantik, dari keluarga terhormat, pintar dan mungkin masih banyak kelebihan-kelebihan lainnya yang tidak sebanding dengan dirinya. Jaejoong menghela nafas panjang. Jaejoong berpikir, keputusannya untuk melepas Yunho sepertinya tepat. Yunho sudah mendapatkan pendamping yang baik dan sesuai dengannya. Jaejoong berpikir seperti itu tanpa mengetahui bahwa Yunho dan Kyuhyun sudah mengakhiri hubungan mereka berdua. Jaejoong lalu memandang Kyuhyun sebelum akhirnya membungkuk sedikit dan mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Kyuhyun.

“Salam kenal Cho Kyuhyun-ssi. Aku Kim Jaejoong.”

“Salam kenal Kim Jaejoong-ssi.” Sahut Kyuhyun ikut membungkuk dan membalas uluran tangan Jaejoong. Setelah berkenalan keduanya menjadi canggung dengan pikiran masing-masing. Siwon yang melihat kecanggungan keduanya sempat merasa jengah sampai akhirnya dia memutuskan kecanggungan itu dengan bertanya kepada Kyuhyun.

“Sedang apa kau disini Kyu?” tanya Siwon biasa saja, namun bagi Kyuhyun pertanyaan Siwon terdengar seperti kata-kata pengusiran. Bagi Kyuhyun, pertanyaan Siwon tadi seperti dia tidak menginginkan dirinya ada didekatnya dan mengganggu kebersamaan Siwon dengan Jaejoong. Kyuhyun menundukkan kepalanya, mencoba menahan tangisnya yang hampir keluar. Dia tidak mengira akan begitu sakitnya kala orang yang dicintai tidak memandang dirinya lagi. Kyuhyun menjadi sedih sekaligus bersalah kala dia memikirkan Siwon yang dulu berada di posisinya sekarang. Sudah berapa kali Kyuhyun memperlakukan Siwon seperti ini dengan para mantan kekasihnya dulu. Karma. Bagi Kyuhyun ini karma, pembalasan yang setimpal ata kesalahannya.

Jaejoong yang menyadari tingkah aneh Kyuhyun menjadi curiga dengan situasi yang terjadi. Dalam benaknya, mengapa sikap Kyuhyun seperti wanita yang cemburu dan sakit hati ketika melihat orang yang dicintai bersama dengan wanita lain. Terlebih lagi dengan pertanyaan Siwon. Bagi Jaejoong pertanyaan itu lumrah, namun melihat gelagat Kyuhyun yang semakin tertunduk dan jangan salahkan matanya yang mampu menangkap perubahan raut wajah Kyuhyun yang sedih dan seperti ingin menangis itu sebelum dia menunduk, membuat Jaejoong mengerti bahwa Kyuhyun merasa Siwon seperti mengusirnya.

Kenapa dia bersikap begitu? Apakah dia mencintai Siwon, tapi bukankah wanita ini bersama dengan Yunho? Mungkinkah?

Jaejoong seperti mendapat setengah dari semua pertanyaan yang dia layangkan untuk dirinya sendiri tadi. Dia wanita, dia juga paham bagaimana perasaan Kyuhyun dan apa yang sedang terjadi saat ini. Jaejoong merutuki dirinya sendiri karena sudah bersikap semesra itu dengan Siwon. Akan tetapi, dia sudah terbiasa bersikap seperti itu dan menurutnya Kyuhyun tak berhak untuk cemburu karena dia bukan kekasihnya. Hanya saja, Jaejoong juga tahu bahwa Kyuhyun memiliki perasaan yang lebih kepada Siwon. Yang menjadi pertanyaan utamanya adalah apakah Kyuhyun terlalu serakah sampai menginginkan Siwon dan Yunho sekaligus. Untuk itu Jaejoong sepertinya harus mencari tahu dari Kyuhyun sendiri.

“Wonnie, bisakah kita mengajak Kyuhyun untuk ikut brunch bersama kita? Aku ingin mengenal temanmu ini.” Saran Jaejoong memberikan senyum terbaiknya untuk Siwon agar pria tinggi itu mau menurutinya. Siwon tampak berpikir sejenak dengan tawaran dari Jaejoong dan setelah beberapa menit dia mengangguk setuju.

“Boleh saja noona. Jika kau tidak keberatan.” Sahut Siwon sambil tersenyum balik kepada Jaejoong. Kyuhyun yang menyaksikan interaksi antara Jaejoong dan Siwon yang begitu dekat menjadi semakin sedih dan merasa bahwa dia tidak dianggap. Padahal jika Kyuhyun mendengar dengan baik, Jaejoong mengajaknya untuk ikut serta dalam brunch ketiganya dan juga Yunho nantinya.

“Oke. Kalau begitu, kau menyusul saja ya Wonnie. Biar aku dan Kyuhyun-ssi pergi duluan. Jangan khawatir, aku tahu tempatnya. Sampai ketemu disana. Ayo Kyuhyun-ssi.” Ajak Jaejoong tanpa menunggu apakah Kyuhyun mau atau tidak untuk pergi.

Jaejoong langsung menarik lengan Kyuhyun, meninggalkan Siwon yang meski tetap tersenyum, tak bisa menghilangkan raur wajah kebingungannya. Siwon berpikir mengapa Jaejoong terlihat terburu-buru dan terlihat santai saja dengan kehadiran Kyuhyun. Padahal Siwon paham bahwa Jaejoong tahu status Kyuhyun dulu. Siwon memang belum sempat memberitahu bahwa hubungan Kyuhyun dan Yunho kandas di tengah jalan, sehingga membuat keheranan Siwon bertambah dua kali lipat.

Apa noona memang setegar itu ya? Mengapa dia terlihat biasa saja terhadap Kyuhyun? Ah sudahlah, nanti aku juga akan tahu sendiri alasannya. Batin Siwon sejenak sebelum akhirnya dia masuk ke dalam lingkungan kampus dan menyelesaikan pekerjaannya.

Restoran di Hotel IO – Jaejoong P.O.V

Kami sampai di Hotel IO setengah jam kemudian. Tanpa membuang waktu, aku langsung menarik tangan Kyuhyun menuju restoran di hotel tersebut. Kyuhyun pun tampaknya tidak keberatan dengan sikapku yang sedari tadi mencoba akrab. Dalam perjalanan ke tempat ini, aku memang sedikit mencoba mendekatkan diriku kepadanya. Aku penasaran dengan wanita yang bisa memikat hati Yunho. Dan setelah aku berbincang sedikit dengannya, aku mulai mengerti mengapa kedua kakak beradik Jung itu menyukai, ah tidak, mencintai wanita manis nan imut ini.

Kyuhyun memang menggemaskan. Dia baik meski aku bisa menebak bahwa wanita didepanku ini cukup jahil untuk ukurannya dan satu hal yang aku pahami mampu menarik hati lawan jenisnya. Caranya memandang seseorang membuat orang tersebut secara tidak langsung tertarik kepada pesonanya. Aku yang seorang wanita saja merasa tertarik untuk lebih mengenal Kyuhyun.

“Kyuhyun-ssi.” Panggilku pelan kepada wanita yang sejak duduk tadi terus saja menunduk. Dia benar-benar imut jika gugup seperti ini. Suara panggiilanku seolah menyadarkannya dari lamunan atau pikiran apapun yang merasuki dirinya. Dengan tergagap, Kyuhyun menjawab panggilanku.

“Y… ya… ya?”

“Boleh aku memanggilmu dengan Kyu saja?”

“Eh?” Lihat, wajahnya yang terkejut itu sungguh membuatnya tambah menggemaskan. Mata bulatnya semakin membulat dan bibirnya yang merah merekah itu terbuka. Oh Siwon, jika kau menolak Kyuhyun, kau sungguh bodoh.

“Boleh?”

“B… bo … boleh Jaejoong-ssi.”

“Oke. Sebagai gantinya, kau panggil aku eonnie saja ya.” Dengan sedikit ragu Kyuhyun mengangguk. Aku yakin dia masih kurang nyaman bersamaku sekarang karena aku memang orang asing baginya. Tapi aku akan membuatnya tidak merasakan itu lagi. Meski aku juga sedikit gugup karena Kyuhyun adalah mantan kekasih Yunho ini tapi melihatnya sekarang, aku harap kami berdua bisa berteman dengan baik.

Oh bagaimana aku bisa tahu hubungan mereka berakhir? Sederhana. Kyuhyun tanpa sengaja membeberkan sendiri bahwa hubungan telah berakhir dengan Yunho. Aku rasa wanita ini ingin menegaskan bahwa dia bukan milik siapa-siapa lagi karena seperti dugaan awalku, Kyuhyun memiliki rasa terhada Siwon dan dia cemburu kepadaku. Ya, lupakan masalah itu. Ada hal yang lebih menarik perhatianku sekarang, yaitu,

“Ah apa yang kau bawa itu Kyu?” tanyaku ketika melihat dia seperti menyembunyikan sesuatu. Ketika dia mendengar pertanyaanku, Kyuhyun bahkan langsung menyembunyikan benda tersebut di dalam tasnya. Sekilas aku melihat benda itu dan sepertinya benda itu seperti sebuah bekal makan siang. Ah jangan-jangan wanita ini ingin mengajak Siwon makan siang tapi sudah terlebih dahulu diajak untuk brunch disini bersama aku dan Siwon nantinya.

“Bukan apa-apa eonnie.” kilahnya sambil menunduk malu. Wah, sepertinya aku sudah menggagalkan rencananya. Tapi ya sudahlah. Ada yang lebih penting dari hal tersebut.

“Kyu?”

“Ya?”

“Apa kau mencintai Siwon?” tanyaku langsung ke inti permasalahan. Kyuhyun pun langsung menatapku dengan intens dan tanpa pikir panjang menjawab pertanyaanku dengan mantap.

“Ya eonnie.” Aku tersenyum mendengarnya. Berarti Siwon tidak bertepuk sebelah tangan. Sekarang tinggal mengetahui perasaannya terhadap Yunho karena biar bagaimana pun Kyuhyun pernah menajadi orang yang berarti bagi beruang satu itu.

“Lalu Yunho?”

“Hanya sebatas seorang kakak saja.” Lagi-lagi Kyuhyun menjawab tanpa ada jeda berpikir. Kelihatannya wanita ini sudah sangat memikirkan setiap langkah, keputusan, dan perasaannya terhadap dua kakak beradik Jung itu.

“Lalu hubungan kalian selama ini?” aku terus bertanya selayaknya seorang detektif yang sedang mengintrograsi seorang tersangka kejahatan. Wajar bukan jika aku terus mendesak Kyuhyun dengan pertanyaan-pertanyaan seputar Siwon dan Yunho karena aku tidak mau jika sampai kedua lelaki yang aku sayangi itu tersakiti oleh perasaan Kyuhyun yang tidak jelas. Ya, aku mengakui bahwa aku memang menyayangi Yunho, tapi lupakan masalah itu dulu. Sekarang aku ingin mendengar jawaban dari Kyuhyun.

Aku benar-benar ingin tahu bagaimana perasaan Kyuhyun yang sebenarnya. Aku mengerti bahwa Kyuhyun mencintai Siwon, aku bisa melihat dari gelagat dan tatapan mata Kyuhyun terhadap Siwon. Hanya saja, bagaimana dengan Yunho. Bukankah Kyuhyun dulu pernah berhubungan dengan Yunho? Apa dengan semudah itu Kyuhyun bisa berpaling ke lain hati? Jika benar dia seperti itu, maka mungkin ada baiknya aku segera memisahkan Kyuhyun dengan kedua pria bermarga Jung tersebut.

“Aku tidak tahu bagaimana menjawabnya eonnie.” aku langsung berkerut setelah mendengar jawaban Kyuhyun tadi. Ingin rasanya aku langsung mengutarakan ketidak sukaanku akan jawaban Kyuhyun tadi. Bagiku, jawaban Kyuhyun tadi benar-benar mencerminkan sifat Kyuhyun yang plin-plan.

Aku baru saja akan membuka mulutku untuk menghardik Kyuhyun ketika Kyuhyun sudah terlebih dahulu mendahuluiku. Dengan senyum sedih dia melanjutkan kembali ucapannya.

“Dulu aku berpikir aku mencintai Yunho oppa. Kami bahagia, hanya saja entah sejak kapan kebahagiaan itu tidaklah sama lagi seperti awal hubungan kami. Aku dan Yunho oppa mengerti bahwa kebahagiaan kami semu karena kami tidak saling mencintai sebagai pasangan.” Jelas Kyuhyun. Aku terdiam sesaat mencoba menelaah ucapan Kyuhyun. Memang ada benarnya jika dua orang yang tidak saling mencintai mencoba menjalin suatu hubungan, maka hubungan itu tidak mungkin bisa berlangsung lama. Mungkin ada yang bisa melakukannya, tapi tetap saja hubungan seperti itu tidak akan sama berwarnanya jika tidak ada perasaan didalammya.

Aku menatap Kyuhyun lekat sebelum mencoba mengerti jalinan kisahnya dengan kedua Jung tersebut. Aku mulai merasa Kyuhyun juga sama tersiksanya dengan Siwon dan Yunho karena dia merasa bahwa hubungan kedua kakak beradik itu menjadi renggang sejak dia masuk diantaranya keduanya.

“Mengapa kau merasa begitu Kyu?” tanyaku perlahan namun pasti kepada Kyuhyun. Kyuhyun menatapku sejenak sebelum menjawab.

“Aku menyadari bahwa aku mencintai Siwon. Aku juga mengetahui bahwa Yunho oppa mencintai orang lain dan itu bukan aku.” Jawabnya sambil tersenyum.

“Benarkah? Mungkin kau hanya merasa bersalah atau juga merasa kesepian saat Siwon pergi dari kehidupanmu.” Sahutku mencoba memancing tanggapan lebiih dari Kyuhyun.

“Awalnya memang itu yang aku pikirkan eonnie, namun sakit hati ini, rindu ini, debaran jantung ini, semuanya tertuju hanya kepada Siwon. Bukan kepada Yunho oppa.” Jawabnya tegas. Aku terkesima dengan nada kepastian darinya. Wanita ini benar-benar mencintai Siwon dan takkan ada yang bisa mengalihkan rasa cinta itu dari wanita ini. Nampaknya hatiku bisa bernafas lega. Wanita ini bukan plin-plan seperti dugaanku. Dia hanya bingung menentukan pilihan dan ketika hatinya yakin, pilihan itu jatuh kepada Siwon, lelaki baik hati yang berhak mendapatkan kebahagiaan.

“Aku mencintainya eonnie, aku sungguh mencintai Siwon. Jadi…” Lanjut Kyuhyun menyadarkanku dari lamunanku sendiri. Aku sadar bahwa dia tidak sepenuhnya selesai berbicara. Maka dari itu, aku menyimak ucapan Kyuhyun dan mencoba memberikan respon sebisaku.

“Jadi?”

“Aku mohon eonnie, aku mohon bahagiakan Siwon.”

“Huh?” Apa katanya tadi? Bahagiakan Siwon? Maksudnya? Aku benar-benar tidak paham maksud ucapan Kyuhyun dan sepertinya Kyuhyun pun menyadari arti tatapanku dan dia menjelaskan maksudnya.

“Aku tahu mungkin aku bicara terlalu lancang eonnie, tapi Siwon sudah menderita karena aku. Aku tahu dia pantas untuk bahagia dan jika kebahagiaan Siwon adalah bersama dengan eonnie, maka aku mohon bahagiakan dia.” Jelasnya yang langsung membuat aku tertawa terpingkal-pingkal. Ya ampun. Jadi itu yang sejak tadi membuat Kyuhyun sedikit menjaga jarak denganku. Rupanya dia cemburu denganku tapi tak sanggup mengatakannya. Dia juga berpikir bahwa aku kekasih Siwon yang mampu membuat Siwon bahagia.

“Kau itu lucu sekali Kyu.” Sahutku sambil berusaha menetralkan tawaku dan ketika aku mulai tenang lalu hanya menyisakan senyum di wajahku, aku menatap Kyuhyun sekali lagi sambil menggenggam tangannya.

“Dengar ya Cho Kyuhyun, aku ini hanya teman Siwon, tidak lebih.”

“Sungguh?”

“Ya meskipun aku tidak menampik bahwa Siwon itu tampan, baik hati, sopan, dan juga pintar. Terlebih lagi dia adalah lelaki yang cukup sempurna. Wanita mana yang tidak tertarik dengannya.” Jawabku membuat raut wajah Kyuhyun terlihat sedikit panik. Wah, wanita ini takut aku merubah pendirianku dan menyukai Siwon. Tapi tampaknya Kyuhyun pun bisa bernafas lega karena aku,

“Tapi Siwon bukan orang yang aku cintai Kyu.” Menjelaskan dengan tegas bahwa aku tidak mencintai Siwon selayaknya seorang wanita mencintai pria. Sekuat apapun aku menyangkal perasaanku sendiri, hati ini masih merindukan dan selalu akan mencintai seorang Jung Yunho.

“Eonnie…” lirih Kyuhyun dengan mata berkaca-kaca. Mungkin dia bahagia karena penghalangnya untuk mendapatkan hati Siwon ternyata hanya imajinasi semu. Aku semakin mengeratkan genggamanku ditangannya, berharap Kyuhyun mengerti bahwa kini aku mendukungnya untuk meraih cinta Siwon.

“Aku percaya bahwa bukan aku yang sanggup membahagiakan Siwon. Aku percaya orang yang bisa membahagiakan Siwon adalah kau, Kyu. Aku yakin kau mampu.” Ucapku tulus, membuat Kyuhyun akhirnya mengalirkan bulir-bulir airmata yang ditahannya tadi. Aku tersenyum sambil menghapus airmatanya dan kembali mengucapkan dukunganku kepadanya.

“Aku mendukungmu Kyu. Jadi kali ini aku yang meminta kepadamu agar kau menjaga Siwon ya. Aku yakin kalian pasti akan bahagia.”

“Eonnie… Terima kasih eonnie… Terima kasih.”

End Jaejoong P.O.V

Kyuhyun dan Jaejoong sama-sama tersenyum dan mulai berbincang-bincang selayaknya teman lama ketika Siwon akhirnya datang ke restoran tersebut bersama dengan Yunho.

Mata bulat Jaejoong membesar tatkala dia melihat Yunho berjalan bersama Siwon. Otak pintar Jaejoong mulai bekerja dan dia mendapatkan kesimpulan bahwa Siwon sengaja mempertemukannya dengan Yunho. Merasa telah dijebak, Jaejoong langsung berdiri dan hendak meninggalkan restoran itu jika dia tidak cepat ditahan oleh Yunho.

Lengan ramping Jaejoong sekarang dipegang oleh Yunho dan sepertinya pria berwajah tampan dengan bibir hati yang seksi itu tidak akan dengan mudah melepaskan Jaejoong.

Jaejoong menatap tajam ke arah Yunho dan menggeliat keras, mencoba melepaskan diri dari cengkraman Yunho. Tapi malang bagi Jaejoong karena tenaga Yunho lebih kuat tiga kali lipat daripada dirinya.

“Lepas!” seru Jaejoong kesal karena Yunho terus saja memegangnya.

“Tidak akan aku lepaskan sampai kita bicara dan menyelesaikan urusan kita Jae.”

“Aku tidak mau bicara denganmu!”

“Tapi aku harus bicara denganmu!”

“Eonnie…” suara pelan Kyuhyun membuat kedua orang yang sedang bersiteru itu menoleh ke arahnya. Kyuhyun yang bingung ketika Jaejoong tiba-tiba saja berdiri dan berusaha pergi, semakin bingung saat Yunho dan Jaejoong mulai bertengkar. Siwon yang mengerti kebingungan Kyuhyun, bergegas menghampirinya lalu menarik tangan Kyuhyun.

“Kita pergi Kyu. Tinggalkan saja mereka. Mereka perlu meluruskan semua masalah mereka.”

“Wonnie…” hanya itu kata yang terlontar dari bibir Kyuhyun karena dia masih berusaha mengendalikan jantungnya yang terus ketika Siwon berdiri dekat dengannya sambil menggenggam tangannya.

“Ayo.” Ajak Siwon dengan senyum lesung pipinya. Wajah Kyuhyun bersemu merah ketika dia mengangguk dan menyerah saja saat Siwon mulai membawanya pergi dari restoran itu dan meninggalkan Jaejoong dan Yunho. Siwon sendiri merasa dia juga harus menyelesaikan urusannya dengan Kyuhyun agar tidak ada lagi yang terluka sia-sia hanya karena kesalah pahaman dan ketidak jujuran mereka semua.

Pantai

Menikmati suasana di tepi pantai meski itu di siang hari bisa merupakan pengalaman yang menyenangkan dan dapat menciptakan suasana romantis untuk pasangan yang sedang di mabuk asmara. Merasakan halusnya pasir, suara deburan ombak, atau memandang lautan luas terlebih lagi jika pasangan tersebut memilih waktu saat matahari terbenam, pasti suasananya akan terasa sangat romantis.

Namun bukan itu yang dirasakan oleh Kyuhyun sekarang. Apa yang dirasakan oleh Kyuhyun benar-benar menyiksa dirinya. Bukan karena takut ataupun enggan berjalan menyusuri pantai ini bersama dengan Siwon. Melainkan karena debaran jantungnya yang terus saja berdetak lebih cepat dari biasanya dan juga semburat merah muda yang tidak mau hilang. Semua itu membuat Kyuhyun menjadi salah tingkah.

Kyuhyun juga tidak mengerti mengapa berjalan berdua saja dengan Siwon seperti sekarang membuatnya bertingkah laku layaknya anak remaja yang baru pertama kali jatuh cinta. Padahal ini bukan kali pertama Kyuhyun berjalan berdua dengan Siwon. Dulu mereka sering pergi berdua bahkan pernah menginap bersama walau tidak satu kamar ketika darma wisata sekolah. Hanya saja, Kyuhyun sepertinya lupa, bahwa ini kali pertamanya dia berjalan berdua dengan Siwon ketika dia menyadari bahwa dirinya mencintai Siwon.

Siwon sendiri sebenarnya menyadari sikap Kyuhyun yang salah tingkah dan selalu mencuri pandang ke arahnya. Tapi dosen muda itu diam saja karena dia ingin menikmati wajah malu-malu Kyuhyun yang biasanya dia lihat dari jauh. Wajah memerah Kyuhyun yang biasanya hanya wanita berambut ikal itu berikan kepada mantan kekasihnya. Siwon ingin menikmati setiap ekspresi yang diperlihatkan oleh Kyuhyun yang tertuju hanya untuknya.

Mereka berdua terus terdiam, tanpa ada satu pun yang ingin memutuskan benang keheningan itu. Ya, sebenarnya satu diantara keduanya ingin sekali bicara, namun dia terlalu takut kepada reaksi orang disebelahnya. Kyuhyun terlalu takut jika dia salah bicara dan menyebabkan Siwon pergi menjauh lagi darinya. Kyuhyun tidak sadar jika dia sudah mengigit bibirnya sendiri saking cemas dan gundah akan perasaannya sendiri.

Siwon yang melihat kegelisahan wanita yang sangat dicintainya itu akhirnya tidak tega juga. Siwon tersenyum, menghentikan langkahnya lalu memutar tubuhnya sedikit agar bisa berhadapan langsung dengan Kyuhyun. Dengan lembut, Siwon meletakan kedua tangannya di bahu Kyuhyun sembari menarik wanita bermarga Cho itu untuk lebih mendekat kepadanya.

“Jangan menggigit bibirmu seperti itu Kyu. Pasti sakit bukan?!” sahut Siwon lembut dan tersenyum kepada Kyuhyun. Kyuhyun hanya bisa membulatkan matanya yang sudah bulat itu, membuatnya terlihat menggemaskan dan membuat Siwon ingin sekali mencium kedua kelopak mata Kyuhyun.

Namun Siwon hanya membelai bibir Kyuhyun perlahan lalu jarinya beranjak ke pipi bulat Kyuhyun. Kyuhyun termangu dengan sentuhan lembut Siwon. Dia tidak bergerak sedikit pun, takut jika dia bergerak maka sentuhan itu akan hilang karena sentuhan itulah yang mampu meredakan gemuruh jantungnya dan membuatnya merasa tenang, meski warna merah jambu masih setia menetap di kedua pipinya.

Keduanya saling bertatapan lekat dan dari tatapan itu keduanya tahu bahwa mereka saling mencintai. Kyuhyun tak pelak melepaskan satu bulir airmata kebahagiaan karena dia belum kehilangan Siwonnya. Siwon masih menyayanginya. Kyuhyun tahu itu. Kyuhyun yakin akan perasaannya dan juga perasaan Siwon. Siwon pun mengembangkan senyumnya karena dia juga tahu bahwa cinta Kyuhyun kepadanya kali ini bukan cinta sahabat melainkan cinta wanita kepada pria. Cinta seorang kekasih.

Kata cinta sudah terucap berulang kali dari keduanya, namun momen disaat mereka berdua seperti sekarang, saling bertatapan dan bersentuhan adalah momen yang mampu meluruskan semua kesalah pahaman keduanya.

Penderitaan keduanya yang tidak bisa menggapai hati pasangan masing-masing di awal hubungan mereka seakan menguap tidak berbekas. Siwon yang dulunya yakin dia hanya akan mencintai Kyuhyun seorang diri dan Kyuhyun yang begitu takut Siwon akan pergi dari hidupnya tanpa bisa mengutarakan isi hatinya yang sebenarnya, sekarang sudah berganti menjadi Siwon yang yakin bahwa Kyuhyun tulus mencintainya dan Kyuhyun yang lega karena cinta Siwon akan selalu untuknya.

Siwon menangkupkan kedua telapak tangannya di pipi Kyuhyun dan dengan perlahan tapi pasti dia mencium kedua kelopak mata Kyuhyun agar tangisan Kyuhyun berhenti. Setelah kecupan ringan itu, keduanya saling menatap kembali sampai Siwon dan Kyuhyun saling mendekatkan wajah mereka dan akhirnya bibir joker dan bibir sintal itu bersatu dalam ciuman yang manis.

Meski bibir mereka hanya menempel tapi ciuman itu mampu membuat keduanya merasakan kebahagiaan yang mendalam. Siwon bahagia karena setelah sekian lama, dia bisa memliki Kyuhyun dan begitu sebaliknya.

Ciuman itu berlangsung beberapa menit sampai masing-masing melepaskan diri dari tautan bibir tersebut. Kedua tersenyum lalu tertawa kecil sambil sesekali Siwon mengecup bibir dan pipi Kyuhyun.

“Aku mencintaimu Kyu.” Kata-kata itu terlontar begitu saja dan membuat Kyuhyun kembali menguraikan airmatanya meski kali ini senyum lebar terpasang dengan indah di wajahnya yang cantik.

Tanpa canggung lagi, Kyuhyun melingkarkan lengannya di leher Siwon dan memeluk pria yang dicintainya itu dengan erat. Kyuhyun bahkan mencium pelipis dan telinga Siwon dengan lembut.

“Aku juga mencintaimu Wonnie. Sangat mencintaimu. Aku mohon jangan tinggalkan aku lagi. Aku tidak mau kehilanganmu lagi karena tak ada yang bisa menggantikanmu Wonnie, jika kau tidak ada lagi disisiku. Aku bukan apa-apa tanpa Wonnieku.” Mohon Kyuhyun sangat kepada Siwon.

“Tidak akan baby. Tidak akan. Aku akan selalu bersamamu karena bagiku tidak ada yang mampu membuatku jauh darimu baby. Tidak ada.”

Janji Siwon tadi membuat Kyuhyun semakin menenggelamkan kepalanya di cerug leher Siwon. Bagi Kyuhyun jika saat ini adalah mimpi, maka dia berdoa agar Tuhan tidak akan pernah membangunkannya. Kyuhyun berdoa bahwa kehangatan dan kenyamanan lengan kekar yang memeluk pinggang dan punggungnya sekarang tidak akan pernah meninggalkannya lagi.

Biarlah permasalahan yang lain mereka bicarakan nanti. Biarlah semua pertanyaan mereka jawab saat mereka siap. Saat ini, Kyuhyun dan juga siwon hanya ingin menyatukan hati mereka yang lama terpisah karena jika hati mereka sudah satu seperti saat ini maka semua pasti akan baik-baik saja sekarang. Ya, semua akan baik-baik saja.

END

Advertisements