Tags

, , ,

Title : Tak Sempurna

Pairing : Brothership!Wonyun, a little bit of Wonkyu

Disclaimer : All casts are belong to their self and God, Bondan Prakoso & Fade 2 Black and their label company

Inspired : Tak Sempurna by Bondan Prakoso & Fade 2 Black

Warning : Un-betaed, GS, Angst, AU, OOC

Summary : Setiap orang mungkin tak sempurna tapi itulah yang membuat seseorang menjadi lebih indah karena mereka memiliki kekurangan sehingga membuat kesalahan namun akan sangat bermakna jika mereka berusaha memperbaikinya.

WonKyu YunJae TIS Series : Cinta Sendiri, Tapi Bukan Aku, Apalah Arti Menunggu, Jangan Pergi, Tak Mungkin Ku Melepasmu

( 。・_・。)(。・_・。 )

Apartemen Siwon

“Ayo hyung masuk.” Sahut Siwon mempersilahkan Yunho untuk memasuki apartemen sederhananya. Apartemen yang sudah dia tinggali sejak dia mampu keluar dari asrama kampus. Apartemen Siwon hanya terdiri dari satu kamar tidur dengan kamar mandi diluar. Satu dapur, satu ruang tamu yang juga berfungsi sebagai ruang makan dengan televisi dan pemutar dvd. Apartemennya memang kecil tapi Siwon merapikannya dan menjaganya sehingga terlihat bersih dan nyaman.

Siwon langsung melangkah menuju dapur setelah dia meletakan mantel di gantungan mantel dan tasnya di sofa. Yunho dengan tenang mengikuti Siwon dari belakang. Dia melangkah pelan-pelan sambil melihat sekeliling apartemen kecil Siwon. Dalam hatinya dia miris melihat keadaan Siwon. Yunho berpikir bahwa adiknya tidak seharusnya hidup sederhana seperti ini, tidak dengan status Yunho sebagai CEO dan seorang pebisnis handal dengan kekayaan yang melimpah. Yunho merasa semakin bersalah setelah apa yang dikatakan Jaejoong tadi benar adanya. Siwon memang menderita sejak Yunho memutuskan bantuan finansialnya.

“Hyung, maaf aku hanya bisa menyediakan teh. Aku belum belanja, jadi tidak ada makanan. Jika hyung lapar aku bisa pergi sebentar membelikan makanan walau mungkin tidak seenak makanan yang biasa hyung makan tapi ak…”

“Siwon.” Yunho memotong semua ocehan Siwon. Pria berwajah kecil itu tersenyum simpul sambil mengacak surai hitam Siwon dengan sayang.

“Aku baik-baik saja. Aku sudah makan tadi. Kau sendiri bagaimana? Kau sudah makan?”

“Aku? Sudah. Aku sudah makan roti isi saat aku bekerja tadi.”

“Roti isi? Apa itu cukup?”

“Cukup hyung. Aku makan 2.” Jawab Siwon sambil menunjukkan dua jarinya dan tersenyum kepada Yunho. Yunho yang melihat Siwon bersikap seolah tidak pernah ada masalah diantara mereka, merasa sedikit gelisah. Yunho berpikir apakah Siwon benar-benar sudah memaafkannya atau hanya mencoba menghindari penyelesaian permasalahan mereka.

Pikiran ini terus mengganggu Yunho bahkan ketika mereka berpelukan rindu saat mereka bertemu di kampus Siwon. Yunho memang merasakan dari pelukan Siwon, kerinduan yang sangat dalam untuk dirinya. Tapi Yunho masih takut apakah itu hanya perasaan sesaat karena setelah sekian tahun tidak bertemu. Yunho mendesah pelan, meski sulit dan Yunho takut dengan apa yang akan terjadi nanti, dia memutuskan untuk menyelesaikan semua masalah dengan Siwon sekarang juga. Untuk itulah dia datang ke Jepang dan jika memungkinkan, Yunho ingin membawa pulang Siwon, kembali tinggal bersamanya. Namun sebelum itu, Yunho ingin tahu kenapa hidup Siwon tidak selayaknya seorang yang memiliki cukup penghasilan. Apakah memang Siwon tidak mendapatkan apa yang seharusnya dia dapatkan dari tempatnya bekerja?

“Siwon-ah.”

“Hm?”

“Apa kampusmu tidak bisa membayarmu dengan bayaran yang tinggi?” tanya Yunho hati-hati. Dia tidak mau menyinggung perasaan Siwon.

“Eh? Maksud hyung?” Siwon bertanya balik karena dia sedikit tidak mengerti maksud Yunho menanyakan tentang hal seperti itu kepadanya. Yunho menatap Siwon sekilas sebelum menjawab pertanyaan adiknya itu.

“Gajimu. Apa gajimu terlalu kecil?”

“Oh itu. Gajiku cukup hyung dan jika aku boleh bilang, sedikit lebih besar daripada gaji orang lain dengan profesi yang sama denganku.” Ucap Siwon tersenyum bangga. Dalam hati pria berlesung pipi itu, dia memang bangga karena bisa membuktikan kepada Yunho bahwa dia bisa hidup mandiri bahkan melebihi apa yang Siwon sendiri perkirakan. Namun jawaban Siwon tadi justru menambah tanda tanya di benak Yunho. Jika memang seperti itu lalu kenapa hidup Siwon seperti kekurangan seperti ini.

“Lalu kenapa kau tinggal disini?” tanya Yunho lebih mendesak. Yunho tidak mengerti dan tidak akan mau mengerti jika nanti alasan Siwon terdengar tidak masuk akal.

“Oh itu…” Siwon menatap Yunho sedikit gugup. Dia mengusap tenguknya sendiri dengan gelisah. Dia bingung bagaimana caranya mengungkapkan alasannya untuk tetap tinggal sederhana seperti sekarang walau pada dasarnya Siwon memang orang yang suka dengan kesederhanaan.

“Kenapa?” desak Yunho terus agar Siwon memberikan alasan yang kuat.

“Ah, aku sedikit malu mengatakannya hyung.”

“Kenapa Siwon?”

“Itu… Aku.. Aku sedang menabung hyung, untuk hadiah pernikahanmu nanti. Kau pernah bilang waktu kau masih kuliah dulu bahwa kau ingin pernikahanmu diadakan di pulau tropis. Pulau yang menghampar pasir yang halus dan lautan biru yang bergelung karena ombak. Aku menemukannya hyung.”

“Lalu?”

“Itu… Pulau itu ada di Indonesia. Bali. Kawanku pernah kesana dan dia bilang tempatnya sungguh indah. Jadi aku berpikir aku ingin menghadiahkanmu pernikahan disana.” Jawab Siwon sambil tersenyum malu. Siwon merasa malu karena harus mengatakan apa yang seharusnya menjadi kejutan untuk Yunho. Meski hatinya masih sakit karena harus melepas cintanya kepada kakaknya sendiri, namun Siwon sudah belajar untuk ikhlas. Jika memang Kyuhyun dan Yunho ditakdirkan bersama dan itu membahagiakan mereka berdua maka Siwon akan mendoakan dengan tulus dan ikut berbahagia.

“Ya, meski sekarang mungkin kau tidak perlu bantuanku lagi untuk mewujudkannya, tapi paling tidak aku bisa memberikan sebagai hadiah untuk berbulan madu. Itu pun jika kau bersedia menerimanya, hyung.” lanjut Siwon lagi masih sedikit kikuk. Yunho tersenyum lalu kembali mengacak rambut Siwon dengan sayang dan membalas perkataan Siwon.

“Aku pasti mau menerima hadiah apapun darimu Siwonnie. Apapun.” Ucap Yunho tulus. Siwon mengangguk dan terus melebarkan senyum manis berlesung pipinya itu. Dia senang karena Yunho bersedia menerima hadiah darinya. Siwon berpikir bahwa Yunho sudah tidak marah lagi kepadanya dan hal itu sangat melegakan hatinya. Siwon merasa meski dia harus kehilangan cinta sejatinya tapi paling tidak dia tidak kehilangan cinta dan kasih sayang dari sang kakak. Tidak lagi.

“Lalu?” Siwon mencoba memulai permbicaraan lagi dengan Yunho karena dia ingin menutupi kekikukannya sekaligus mengenyampingkan perasaan sedihnya jika dia mengingat akan menyerahkan Kyuhyun kepada Yunho. Siwon ingin memusatkan semua perhatiannya hanya untuk kebahagiaan sang kakak. Siwon berpikir bahwa hanya itu cara yang dia bisa lakukan untuk membalas semua jasa Yunho selama ini kepadanya.

“Apa?” tanya Yunho tidak mengerti arah pembicaraan Siwon.

“Kapan kau akan menikah dengan…” Siwon berhenti sejenak untuk menguatkan hatinya sebelum kembali berbicara, melanjutkan perkataan yang mengiris hatinya itu.

“Kapan kau akan menikah dengan Kyuhyun?” lanjutnya bertanya meski dengan senyum yang miris. Yunho yang melihat perubahan senyum di wajah adiknya itu, menggelengkan kepalanya. Tangan besarnya yang masih setia berada di kepala Siwon, menepuk kepala itu pelan.

“Aku tidak akan menikah dengan siapa pun dalam waktu dekat ini bro.”

“Maksud hyung apa?” Yunho hanya menatap sendu wajah tampan Siwon yang semakin terlihat dewasa tanpa langsung menjawab pertanyaan Siwon. Sikap diam Yunho inilah yang membuat Siwon menajdi bingung sekaligus cemas. Dalam benaknya apakah kakaknya sedang bertengkar dengan Kyuhyun? Apa itu sebabnya Kyuhyun datang ke Jepang dan seolah-olah ingin menjalin sesuatu dengan dirinya? Apa Kyuhyun sedang mencari pelarian karena memiliki masalah serius dengan Yunho? Apapun alasannya, Siwon tidak mau keduanya menderita karena tidak mampu menyelesaikan masalah mereka. Siwon yakin, ini hanya kesalah pahaman saja. Kakaknya yang memang keras dan Kyuhyun yang terkenal manja. Pasti ini adalah satu dari sekian pertengkaran antar kekasih yang bisa diselesaikan dengan baik jika salah satu dari mereka ada yang mengalah.

“Apa hyung bertengkar dengan Kyunnie? Oh hyung, apapun permasalahan kalian, Kyunnie hanya sedikit emosi. Dia memang manja hyung dan terkadang mau menang sendiri. Tapi Kyunnie tidak bersungguh-sungguh dengan apa yang dia ucapkan. Dia hanya terlalu keras kepala untuk mengakui kesalahannya.” Ujar Siwon mencoba membela Kyuhyun. Siwon melakukan itu karena dia tahu persis bagaimana sikap sahabatnya itu. Siwon menatap Yunho, seakan memohon agar Yunho mau memahami sikap Kyuhyun. Sementara Yunho sendiri, terkekeh melihat kecemasan di wajah adiknya itu. Yunho kembali tersenyum kala dia melihat dengan mata kepalanya sendiri betapa perhatian dan pahamnya Siwon terhadap Kyuhyun.

“Sepertinya kau lebih mengenal Kyunnie daripada aku Wonnie. Kau selalu membelanya. Apa kau menyukai Kyuhyun?”

“Itu…” Siwon tergagap mendengar pertanyaan spontan dari Yunho. Dia tidak tahu harus menjawab seperti apa tanpa membuat Yunho sedih atau bahkan membuat Yunho menjadi kesal karena sudah berani menyukai kekasih kakaknya itu. Siwon menundukkan kepalanya, menghindari tatapan mata dari Yunho. Sedangkan Yunho sendiri merasa ini saat yang tepat untuk mendengar secara langsung isi hati Siwon. Yunho ingin mendengarnya langsung sehingga dia bisa bertindak untuk mengurai semua kekusutan hubungan antara dirinya, Siwon dan juga Kyuhyun.

“Kau menyukainya Siwon?” desak Yunho lagi sambil mengangkat kepala Siwon agar dia memandanga matanya langsung. Siwon mengangkat kepalanya namun dia masih saja tidak mau menatap mata Yunho. Siwon justru berusaha mengelak dan mengalihkan perhatian Yunho dari pertanyaannya tadi.

“Hyung bicara apa… Tentu tidak. Kyunnie itu kekasihmu. Aku tidak mungkin menyukainya.” kelit Siwon berbohong. Siwon berharap Yunho tidak tahu jika dia berbohong. Namun, Yunho yang sudah tahu bagaimana perasaan Siwon sebenarnya dari ucapan Kyuhyun dan bahkan dari Jaejoong, tentu saja tidak percaya dengan kebohongan Siwon. Pria berwajah kecil itu terus mendesak agar Siwon mau jujur pada perasaannya sendiri.

“Jujurlah Siwon.” Ucap Yunho pelan namun tegas. Siwon pun mendengarkan nada ketegasan dari kakaknya itu akhirnya berani memandang langsung ke mata Yunho meski dia masih diam seribu bahasa. Yunho menghela nafas sebelum mengulang perkataaannya.

“Aku mohon Siwon-ah, sekali ini kau jujurlah kepadaku tentang perasaanmu.”

“Aku… aku…” Siwon terkesan ragu untuk menjawab Yunho dan mengakui perasaannya, akan tetapi ketika matanya melihat mata Yunho yang memandangnya lekat, pandangan itu seakan memaksa dirinya untuk berkata hal yang sesungguhnya. Siwon merasa bahwa sudah saatnya kakaknya mengetahui isi hatinya meski Siwon juga merasa bersalah karena sudah memiliki perasaan ini walaupun perasaannya itu lebih dulu dia rasakan sebelum Yunho menjalin kasih dengan Kyuhyun. Siwon menundukkan kepalanya sekali lagi karena dia malu harus mengatakan langsung kepada Yunho.

“Maafkan aku hyung! Aku tidak memiliki maksud apa-apa?! Aku hanya mencintainya saja, tapi aku… aku… Aku tidak akan berbuat apapun. Kau mencintai Kyuhyun dan Kyuhyun pun sama. Aku sudah merelakan perasaanku hyung. Aku hanya ingin kalian bahagia.” Ungkap Siwon pada akhirnya. Yunho tersenyum lega mendengar itu. Dia baru saja ingin menanggapi ucapan Siwon tapi sudah langsung dipotong oleh Siwon.

“Siwon…”

“Maafkan aku hyung. Aku memang bukan adik yang baik. Jika kau ingin marah aku bisa mengerti.”

“Siwon! Berhenti! Lihat aku.” Tegas Yunho kembali mengangkat wajah Siwon akan mau melihatnya. Yunho tersenyum dan sedikit tertawa ketika dia melihat raut wajah penuh ketegangan dan kecemasan dari Siwon.

“Aku pasti pernah melakukan hal yang sangat mulia sampai Tuhan memberikan aku adik yang baik hati seperti dirimu.”

“Huh?”

“Siwon, dengarkan hyungmu ini. Disini akulah yang bersalah dan jangan potong ucapanku Wonnie. Biarkan aku selesai bicara.” Ujar Yunho lagi setelah dia melihat gelagat Siwon yang ingin menginterupsi ucapannya. Siwon sendiri langsung menutup mulutnya kala dia melihat tatapan penuh peringatan dari Yunho. Terkadang Siwon merasa takut sendiri jika Yunho sudah memberikan tatapan seperti itu kepadanya. Siwon mengangguk pelan, mengisyaratkan kepada Yunho untuk melanjutkan ucapannya yang sempat terputus.

“Aku yang bersalah. Aku tidak peka sama sekali dengan perasaanmu terhadap Kyuhyun. Kau sudah mencintainya jauh sebelum aku bukan? Jangan berkilah, aku sudah tahu dari Kyuhyun sendiri.”

“Kyuhyun? Maksud hyung Kyuhyun mengatakan bahwa aku mencintainya?”

“Ya, Kyuhyun. Asal kau tahu Wonnie, kami berdua sudah berpisah. Dia yang memutuskan hubungan kami dan aku menerimanya dengan lapang dada. Bahkan seharusnya kami memang tidak pernah menjalin hubungan sama sekali karena tidak ada cinta di hati kami.”

“Tapi bukankah Kyuhyun…”

“Kyuhyun mencintaimu Siwon. Terserah kau mau percaya atau tidak, tapi itulah kenyataannya. Dia menyadari bahwa hatinya selama ini sudah terpaut denganmu, setelah kau memutuskan pergi dari kami.” Jelas Yunho menjawab pertanyaan Siwon sebelum sempat diutarakan olehnya. Yunho memandang wajah Siwon lembut, berharap bahwa kali ini Siwon tidak lagi mementingkan orang lain dan lebih fokus pada dirinya sendiri. Yunho ingin agar Siwon bahagia karena itulah yang saat ini menjadi kebahagiaan Yunho. Ya, mungkin setengah kebahagiaan Yunho. Karena saat ini setengah kebahagiaan Yunho yang lain masih jauh dari genggamannya. Jaejoong-nya masih jauh dari genggamannya.

Sementara itu Siwon yang mendengar pengakuan Yunho yang menyatakan bahwa Kyuhyun mencintainya tentu merasa sangat terkejut. Dalam batinnya Siwon mempertanyakan apakah hal ini mungkin terjadi? Apakah cintanya sudah tidak bertepuk sebelah tangan lagi?

Kyuhyun mencintaiku? Kyuhyun mengatakan kepada Yunho hyung bahwa dia mencintaiku? Pertanyaan itu terus yang berulang kali terucap dalam batin Siwon. Dia menatap Yunho sekali lagi, seakan meminta kepastian apakah kakaknya itu mengatakan hal yang sebenarnya dan bukan karena berkorban demi dirinya.

Senyuman tulus dari Yunho menjadi jawaban tersendiri untuk Siwon. Matanya berkaca-kaca meski ada setitik binar kebahagiaan terukir di mata hitam Siwon. Yunho pun semakin melebarkan senyumnya ketika dia melihat raut kebahagiaan meski sekarang tertutupi oleh kedua tangan Siwon yang hendak menyembunyikan wajahnya yang sudah mengeluarkan airmata. Yunho tertawa kecil melihat gelagat malu tapi senang dari Siwon tersebut. Dia kembali mengacak rambut adik tersayangnya itu dengan lembut.

“Sudah saatnya kau bahagia Wonnie. Sudah saatnya.” Ucap Yunho masih meletakkan tangannya di kepala Siwon. Siwon hanya menanggapi dengan anggukan.

“Besok temuilah Kyuhyun. Selesaikan masalah kalian dan jujurlah pada perasaan kalian masing-masing.” Sahut Yunho menasehati dengan bijak. Yunho sendiri merasa sangat lega dan turut bahagia jika Siwon dan Kyuhyun akhirnya bersama. Yunho merasa sudah sepantasnya keduanya menjalin hubungan dan berbahagia dan pastinya hal tersebut sudah terlaksana seandainya dia tidak menghalangi. Kembali rasa sesak dan bersalah itu muncul lagi, hanya saja Yunho memendamnya, berharap Siwon tidak menyadari kegundahan hatinya.

Yunho terus saja menyalahkan dirinya sendiri. YUnho terus berpikir seandainya Siwon sudah berbahagia seperti ini sejak awal maka dia tidak perlu pergi darinya dulu. Jika dia sedikit saja peka dengan perasaan adiknya, pasti tidak hanya Siwon dan Kyuhyun yang menikmati kebersamaan hubungan mereka, Yunho pun akan merasa lebih tenang dan juga bisa sedikit gembira dengan kebahagiaan Siwon dan Kyuhyun. Dirinya belum bisa berbahagia sepenuhnya karena beban mental yang terus dibawanya sejak perpisahan antara dirinya dan Jaejoong.

Semua itu membuat Yunho merasa gagal menjadi seorang kakak yang baik bagi Siwon. Karena itulah, sekarang demi menebus perasaan bersalahnya Yunho akan sepenuh hati dan melakukan apa saja demi Siwon. Meski dia tak sempurna, meski Yunho terkadang selalu saja membuat Siwon bersedih, meski adiknya itu selalu saja yang harus menderita karena setiap tindakannya, namun kali ini Yunho akan berusaha membahagiakan Siwon dengan segala cara. Apapun itu.

END

Advertisements