Tags

, , , ,

Title : Girls’ Diet Always Start Tomorrow 2

Pairing : Wonkyu, Changbum

Genre : Romance, Attempt Humor

Disclaimer : All cast belong to God and themselves with an add of their agency. Also the quote for the use of the title is belong to Damn Its True in Twitter

Inspired : A quote from Damn Its True in twitter

Warning : GS, AU, OOC, Typos

( 。・_・。)(。・_・。)

Previous Chapter

Kibum baru saja selesai berganti pakaian setelah membersihkan diri dari debu dan kotoran sepanjang hari ini, ketika tiba-tiba dia dikagetkan dengan kehadiran Kyuhyun yang duduk di tepi ranjangnya.

“Ya Tuhan! Kyunnie! Kau mengagetkan aku!! Jangan seperti hantu begitu!” gerutu Kibum kesal. Namun tidak ada balasan dari Kyuhyun yang menurut Kibum tidak seperti Kyuhyun yang biasanya. Kibum lalu duduk di samping Kyuhyun dan bertanya,

“Kau kenapa Kyu?” Kyuhyun masih diam dan hal itu membuat Kibum semakin cemas dan penasaran.

“Kyu?” coba Kibum lagi. Baru Kibum akan memegang bahu Kyuhyun untuk sekedar tahu bahwa gadis itu masih bereaksi, mendadak Kyuhyun memutar tubuhnya sehingga berhadapan langsung dengan Kibum dan dengan erat Kyuhyun memegang kedua tangan Kibum.

“Kyu?!”

“Bummie! Aku mau diet!”

( 。・_・。)(。・_・。)

“Bummie! Aku mau diet!” itulah yang diucapkan Kyuhyun kepada Kibum. Niat untuk bisa mengurangi berat badan, yang keluar dari hati Kyuhyun sendiri secara tiba-tiba membuat Kibum sedikit terkejut namun mendukung seratus persen kemauan sahabatnya itu. Hanya saja, timbul satu pertanyaan di benak Kibum. Apa yang menyebabkan Kyuhyun yang dulunya susah sekali untuk disuruh diet oleh dirinya, sekarang justru mencalonkan diri sendiri ke runitinas paling menyebalkan untuk kaum hawa itu (paling tidak untuk Nao -___-)

Alasannya? Tentu saja,

Flashback

“Ayo.” Ajak Siwon singkat. Kyuhyun menatap tangan yang terulur kepadanya itu beberapa saat. Kyuhyun menatap bergantian antara tangan dan wajah tampan Siwon membuat pemuda berlesung pipi itu semakin gugup. Namun hanya berselang beberapa detik, Kyuhyun pun tersenyum lalu menyambut uluran tangan Siwon.

“Ayo.” Ucap Kyuhyun juga sama singkatnya sambil menarik tangan Siwon, menyusul Kibum dan Changmin yang sudah menunggu mereka di pintu masuk. Siwon dan Kyuhyun bergandengan tangan layaknya sepasang kekasih dan hal itu membuat dua muda mudi tersebut harus memanglingkan wajah mereka satu sama lain untuk menyembunyikan rasa malu.

“Ayo cepatlah! Siwon-ah, gadis gendut! Kalian berdua sudah seperti pasangan pengantin saja! Lelet!” olok Changmin kesal karena dibuat menunggu. Kontak, Kyuhyun menjadi kesal dan melepaskan genggaman tangannya dengan Siwon dan mengejar Changmin. Begitu Kyuhyun dekat dengan Changmin, langsung saja Kyuhyun melayangkan tas tangannya ke arah belakang kepala Changmin dengan segenap kekuatan yang dia miliki.

Bugh!!

“AWWW!! YAH!!”

“Rasakan! Dasar tiang listrik, food monster, perut cacingan, tulang fosil, raksasa jelek!”

“YAH!!” Changmin baru akan membalas semua ejekan Kyuhyun ketika dia merasakan perih di telinga kanannya.

“Aduh! Kibummie… Telingaku jangan dijewer! Sakit!”

“Aku akan menarik telingamu sampai putus kalau kau tetap meneruskan mengganggu Kyuhyun. Sudah aku katakana tadi, aku tidak mau ada masalah. Kau dengar Shim Changmin?!” Ancam Kibum tidak main-main. Sorot matanya yang tajam menatap Changmin membuat pemuda kelebihan tinggi badan itu, merasa sedikit takut. Dengan anggukan yang dipaksakan, Changmin menyetujui keinginan Kibum. Biar bagaimana pun dia masih ingin memiliki telinga yang lengkap.

“Rasakan!” ujar Kyuhyun senang karena Kibum membelanya. Padahal gadis putih nan cantik itu hanya ingin pertengkaran kekanakan antara Kyuhyun dan Changmin berhenti. Kapan mereka bisa mulai bersenang-senang di taman bermain ini jika Kyuhyun dan Changmin selalu saja membuat masalah.

“Masalah kalian selesai bukan?! Sekarang ayo kita masuk. God! Why do I have to be involve with these brats?!” keluh Kibum yang dengan cepat melangkah masuk ke taman bermain diikuti Changmin yang masih mengelus telinganya yang merah.

Sedangkan Kyuhyun tersenyum puas lalu menoleh ke arah Siwon yang berjalan mendekatinya sambil menggelengkan kepalanya. Siwon sejak tadi memperhatikan ulah Kyuhyun dan Changmin menjadi geli sendiri. Dia tidak pernah bisa mengerti bagaimana Kyuhyun dan Changmin bisa bersahabat jika yang mereka lakukan setiap saat hanyalah bertengkar hal-hal sepele. Apalagi ejekan mereka berdua selalu seputar bentuk tubuh, pola makan, dan semacamnya.

“Kenapa oppa tertawa seperti itu?” Tanya Kyuhyun sambil mengerucutkan bibirnya. Kyuhyun sedikit kesal karena mengira Siwon menertawakan dirinya.

“Tidak apa-apa. Aku hanya geli melihatmu saling melempar olokan dengan Changmin. Lucu. Terutama saat kau bilang Changmin itu perut cacingan.” Jelas Siwon agar Kyuhyun tidak cemberut lagi.

“Tiang listrik kelebihan kalsium itu memang memiliki perut cacingan. Lihat saja, dia makan sebanyak apapun, tapi berat badannya tidak pernah bertambah. Pasti cacing-cacing diperutnya yang mengambil semua makanan yang dia makan.”

“Wah, enak juga ya jadi Changmin, tak bisa gemuk. Aku juga mau.” Ucap Siwon sambil tersenyum lalu berjalan memasuki taman bermain. Hanya saja langkahnya terhenti ketika dia sadar Kyuhyun tidak mengikutinya.

“Kyu?” panggil Siwon sambil menatap Kyuhyun heran dengan dirinya yang berdiri mematung di tempatnya semula.

“Apa Siwon oppa lebih suka tubuh yang kurus?” Tanya Kyuhyun pelan. Hati gadis itu mulai merasa gundah dan takut akan jawaban Siwon. Sedangkan Siwon sendiri, dia semakin mengerutkan kedua alis tebalnya, bingung dengan pertanyaan tiba-tiba Kyuhyun. Meski Siwon masih tak mengerti arah pembicaraan mereka, namun Siwon menjawab pertanyaan Kyuhyun sambil tersenyum.

“Aku lebih suka tubuh yang sehat.” Jawab Siwon jujur. Siwon lalu kembali meneruskan langkahnya setelah dia memastikan Kyuhyun mengikuti dia dari belakang. Hanya saja, Siwon tidak memperhatikan raut wajah Kyuhyun yang sendu ketika dia mendengar jawaban Siwon. Ternyata di benak gadis berambut coklat gelap itu, jawaban Siwon sama dengan Siwon menyukai gadis kurus seperti Kibum dan beberapa gadis kurus yang dia kenal di sekolah mereka.

Karena pemikiran itu, Kyuhyun pun mengambil kesimpulan bahwa Siwon memang menyukai gadis yang kurus tidak seperti dirinya yang chubby (Nao: gendut bukan chubby. – Kyuhyun: kau sudah bosan hidup rupanya Nao-ssi *ambil parang* – Nao: GOMENASAI *bungkuk dalam-dalam lalu kabur*).

Kyuhyun semakin yakin dengan asumsinya tersebut karena sepanjang mereka berada di taman bermain, Kyuhyun selalu melihat Siwon yang tersenyum kepada gadis-gadis kurus (Nao: Padahal Wonnie senyum sama anak-anak kecil atau orang lanjut usia yang kebetulan dekat dengan gadis-gadis itu. Tapi ini rahasia untuk Kyuhyun. Biar dia galau XD). Hal itu ditambah dia selalu mendengar bisikan orang-orang yang mengatakan bahwa Siwon akan lebih serasi jika berjalan beriringan dengan gadis yang lebih kurus dari dirinya.

Kyuhyun kesal. Kyuhyun marah. Kyuhyun murka. Demi PSP kesayangannya, Kyuhyun juga pantas bersanding dengan Siwon meski dengan keadaannya sekarang. Kyuhyun tahu dia manis, dia cantik, dia menggemaskan, dia mempesona. Tapi jika kurus akan membuat orang-orang kurang kerjaan itu diam dan jika demi mendapatkan cinta Siwon, kali ini Kyuhyun harus mau melakukan sesuatu yang sangat dia benci. Kyuhyun akan diet. Kyuhyun harus diet.

End Flashback

Demi Siwon. Alasan mengapa tiba-tiba Kyuhyun ingin diet adalah demi Siwon. Demi berhasil menjadi kekasih pangeran sekolah tersebut, Kyuhyun memutuskan untuk berdiet. Untuk itu pula dia membutuhkan bantuan dari Kibum untuk mengawasinya karena Kyuhyun tahu, diet bukanlah sesuatu yang bisa dia lakukan sendiri.

Kyuhyun pun memulai dietnya. Dia mulai mengurangi porsi makanannya dan berolahraga. Kyuhyun bahkan tidak menyentuh makanan manis yang menjadi favoritnya selama ini. Dua minggu terakhir ini sejak Kyuhyun mendeklarasikan dirinya akan diet, Kyuhyun sudah merasakan bahwa ada perubahan dari tubuhnya yaitu,

“Kau semakin bulat.” Ucap Kibum santai meski ada nada sinis terasa di suaranya. Kibum pun sengaja memakai kata bulat karena tidak mau Kyuhyun bereaksi berlebihan. DIa sudah cukup pusing dengan cara ‘diet’ ala Kyuhyun.

“Masa sih? Bukannya aku semakin ramping?” Tanya Kyuhyun tidak percaya dengan komentar Kibum. Kibum memutar matanya, jengah dengan tingkah Kyuhyun yang tidak menyadari bahwa dirinya semakin bulat alias semakin gendut.

Ya. Kyuhyun justru semakin gendut meski dia melakukan pengurangan porsi makan dan berolahraga. Kenapa demikian? Pasti semua bertanya begitu. Jawabannya karena,

“Ramping dari Hongkong! Kau memang mengurangi porsi makan, tapi yang kau kurangi itu sayuran! Lalu yang kau bilang berolahraga itu seribu persen bukan olahraga! Memangnya olahraga apa yang hanya jalan mengelilingi apartemen ini sambil bermain PSP?! Dasar Kyuhyun bodoh!”

Hening. Baik Kibum dan Kyuhyun tidak mengeluarkan sepatah kata pun setelah amukan Kibum tadi. Yang terdengar hanya suara desah nafas keduanya sampai,

“HUWA!! BUMMIE!! AKU BENCI DIET!!” teriak Kyuhyun sambil menangis seperti anak kecil. Kibum hanya bisa menghela nafas panjang dan menggelengkan kepalanya.

Sudah aku duga. Batin Kibum yang tahu persis bahwa inilah hasil dari deklarasi Kyuhyun. Semuanya gagal total. Tampaknya Kibum harus meminta bantuan seseorang dan Kibum tahu siapa yang cocok untuk membantunya.

Dua Hari Kemudian

Kyuhyun terlihat murung saat dia berdiri di bawah pohon rindang dekat gerbang belakang sekolah, menunggu seseorang. Kyuhyun sedang bersedih karena dia tak mampu melakukan sesuatu yang bisa membuatnya menjadi gadis paling cantik di mata Siwon. Kyuhyun ingin dikatakan cantik dan jika sudah begitu, Kyuhyun berharap Siwon akan menerima pernyataan cintanya. Tapi apa yang terjadi. Kyuhyun tidak bisa melakukan diet sederhana dan justru menambah berat badannya karena dia makan menggantikan porsi sayuran yang dia buang.

Kyuhyun menghela nafas untuk kesekian kalinya pada hari itu. Kyuhyun tidak tahu harus seperti apa jika nanti dia bertemu dengan Siwon. Dalam dua minggu terakhir, Kyuhyun cukup lihai menghindari Siwon. Kyuhyun sengaja melakukannya karena ingin memberikan kejutan kepada Siwon dengan make over-nya. Namun sekarang…

Kyuhyun mengeluarkan ponselnya, bermaksud menghubungi Kibum yang sepertinya sudah sangat terlambat datang ke tempat janjian mereka tersebut. Kyuhyun baru akan menekan tombol hijau ketika gendang telinganya menangkap suara yang akan selalu dia kenali dimana pun dan kapan pun, memanggil namanya.

“Kyunnie!” Mata Kyuhyun membulat ketika dia melihat Siwon berlari ke arahnya. Kyuhyun ingin lari dari tempat itu tetapi kakinya bagai di paku sehingga dia tak bisa bergerak. Kyuhyun terus diam sampai Siwon berada tepat di hadapannya.

“Maaf aku terlambat Kyunnie. Begitu banyak yang harus dibahas di rapat OSIS tadi sehingga aku jadi lupa waktu. Kau tidak marah bukan?!” Tanya Siwon hati-hati sambil memasang senyuman meminta maafnya kepada Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun, dia hanya bisa mengangguk kecil menanggapi perkataan Siwon. Dia masih bingung kenapa Siwon bisa berada disini dan bukannya Kibum.

“Kalau begitu, ayo Kyunnie. Kita lekas pergi.” Ajak Siwon sambil menggenggam tangan Kyuhyun tanpa sungkan.

“Per…pergi? Pergi kemana? Aku…aku sedang menunggu Kibummie.” Elak Kyuhyun sambil menunduk. Kyuhyun gugup karena tiba-tiba saja Siwon menggenggam tangannya seperti pasangan kekasih. Kyuhyun tampaknya lupa bahwa mereka berdua pernah bersikap yang sama di taman bermain.

“Oh, Bummie sudah pulang bersama dengan Changmin tadi. Mereka ada janji kencan sehingga Bummie memintaku mengantarkanmu pulang.”

“Apa?! Tapi…”

“Memangnya Bummie belum memberitahumu?” Tanya Siwon yang mendapat gelengan kepala dari Kyuhyun sebagai jawabannya.

“Aish! Pasti ini ulah mereka lagi.” Gerutu Siwon yang mengerti sudah dikerjai oleh Kibum bahkan mungkin Changmin pun ikut serta dalam hal ini. Bukannya dia tak mau mengantar Kyuhyun namun dia sedikit kesal karena Kibum tidak memberitahu Kyuhyun terlebih dahulu sehingga gadis manis itu tidak terkejut.

“Ya sudahlah. Aku memang ingin mengantarmu. Kau satu apartemen dengan Kibum bukan?! Aku akan sekalian menemanimu sampai Kibum kembali. Sepertinya mereka berdua akan pulang malam.” Jelas Siwon sambil menarik Kyuhyun ke arah motor miliknya yang di parkir tidak jauh dari gerbang belakang.

Sementara Kyuhyun hanya mengikuti Siwon tanpa ada perlawanan. Bukan karena Kyuhyun tak keberatan di antar oleh Siwon, Kyuhyun hanya kaget dengan perkataan Siwon yang terakhir tadi bahwa dia akan menemani Kyuhyun sampai Kibum kembali. Itu berarti Kyuhyun dan Siwon akan berdua saja di apartemennya. Berdua dengan Siwon. Satu kata yang tercetak jelas di benak Kyuhyun. Kata itu adalah,

KYAAA!!!!!

Malam Hari – Apartemen Kibum dan Kyuhyun

“Terima kasih oppa, akhirnya aku paham.”

“Sama-sama. Oppa senang bisa membantu menyelesaikan tugas bahasa Inggrismu.” Ucap Siwon dan tersenyum menawan kepada Kyuhyun. Wajah Kyuhyun bersemu merah melihat wajah tampan Siwon yang sedang tersenyum tertuju khusus kepadanya. Kyuhyun melupakan sesaat kesedihannya karena tak bisa menjadi gadis seperti keinginan Siwon. Kyuhyun merasa senang karena Siwon terus bersikap manis dan baik kepadanya.

Seperti ketika mereka hendak pulang dengan motor Siwon, pemuda Choi itu dengan lembut membantu Kyuhyun duduk di kursi belakang motornya lalu Siwon juga langsung memasangkan helm di kepala Kyuhyun sebelum akhirnya dia sendiri memakai helm dan naik ke motornya.

Kyuhyun juga semakin melebarkan senyumnya kala Siwon menarik kedua tangannya dan melingkarkan tangan Kyuhyun di pinggangnya.

“Pegang yang kuat ya Kyunnie. Nanti kau jatuh.” Itu alasan Siwon agar dirinya tak terkesan mencari kesempatan dengan Kyuhyun. Padahal Kyuhyun saat itu merasa senang bisa memeluk Siwon dari belakang, menyandarkan tubuhnya ke punggung Siwon dan merasakan kehangatan dari pemuda tampan berlesung pipi tersebut.

Dan itu hanya satu dari sekian sikap Siwon yang menurut Kyuhyun begitu melambungkan hatinya ke langit ke tujuh. Mulai dari Siwon yang membawakan tas belanjaan Kyuhyun sehabis berbelanja bahan makanan untuk makan malam, membantu Kyuhyun membuat makan malam, lalu sekarang, duduk berdekatan di ruang tengah sambil menyelesaikan tugas bahasa Inggris Kyuhyun yang sebenarnya bisa Kyuhyun selesaikan sendiri.

Siwon dan Kyuhyun benar-benar menikmati kebersamaan keduanya sampai Kyuhyun memutuskan untuk menyalakan televisi tepat saat sebuah iklan mengenai teh herbal pelangsing tubuh terpampang jelas disana. Kontan saja, ingatan Kyuhyun akan dietnya yang gagal kembali mencuat. Wajahnya seketika berubah murung dan membuatnya terdiam.

Sikap Kyuhyun yang tiba-tiba diam dan terlihat sedih itu tentu menimbulkan tanda tanya besar di diri Siwon. Segera saja, Siwon menggenggam tangan Kyuhyun dan bertanya kepadanya.

“Kyu… Kau kenapa terlihat sedih?” Kyuhyun tak lantas menjawab. Dia justru menunduk, menutupi wajahnya dan kedua matanya yang sudah berkaca-kaca. Kyuhyun tak mau Siwon melihatnya menangis.

“Kyu…” panggil Siwon pelan, mencoba membuat Kyuhyun mau menatapnya.

“Apa oppa membenci gadis gemuk?” tanya Kyuhyun tiba-tiba. Pertanyaan itu langsung membuat Siwon kebingungan.

“Huh?”

“Apa oppa membenci gadis gemuk? Apa setiap pemuda hanya akan menyukai gadis kurus? Apa oppa juga begitu?” ulang Kyuhyun dan kali ini Kyuhyun memberanikan dirinya menatap kedua mata Siwon. Kyuhyun berusaha sekuat tenaga agar airmatanya tidak turun akan tetapi ketakutan akan jawaban Siwon lebih besar dari keberaniannya sehingga bulir-bulir Kristal itu pun mengalir.

Siwon terkejut dengan airmata Kyuhyun. Pemuda itu awalnya tidak paham dengan pertanyaan Kyuhyun dan mengapa Kyuhyun mendadak menangis. Namun setelah mencoba menyatukan pecahan puzzle dari keanehan Kyuhyun yang mulai menjauhinya dan sekarang dengan pertanyaan Kyuhyun, akhirnya Siwon mengerti.

Tawa kecil mewarnai kebisuan kedua pemuda-pemudi itu. Kyuhyun menatap bingung ke arah Siwon yang tertawa sambil memandangnya. Kyuhyun bermaksud memarahi Siwon karena dia mengira Siwon menertawakan dirinya, tapi usapan lembut jemari Siwon di pipinya yang menghapus airmata Kyuhyun, membuat gadis pencinta game itu terpaku sekaligus kembali memerahkan pipinya sendiri dengan semburat merah muda.

“Kyunnie, dengarkan oppa baik-baik karena oppa akan hanya mengatakan satu kali.” Ucap Siwon pelan namun tegas sehingga Kyuhyun hanya mengangguk saja sebagai jawaban.

“Oppa menyukai Kyunnie. Ah, mungkin tepatnya oppa mencintai Kyunnie. Jadi, mau Kyunie gemuk atau kurus sekali pun, bagi oppa Kyunnie akan selalu jadi yang tercantik dan oppa akan selalu menyukai Kyunnie apa adanya.” Aku Siwon lalu tanpa peringatan mengecup sekilas bibir Kyuhyun.

Tiga…

Dua…

Satu…

Brugh! Kyuhyun pingsan seketika.

“KYUNNIE!!”

TBC

Advertisements