Tags

, , , , ,

Title : Wish You Were Here 1

Pairing/Charas : Wonkyu, a little bit Qmi, Yunjae, Kangin

Disclaimer : All casts are belong to their self and God

Warning : Un-betaed, BL, OOC, Angst, AU

Summary : All that we’ve done, all that we’ve shared, makes me realize that you all I need. And when you’re gone from my life, I just wish you were here. Be me with me again.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Cho Kyuhyun memandang langit hitam bertaburkan cahaya lampu kota itu dari balkon apartemen milik kekasihnya. Langit hitam itu sungguh merepresentasikan apa yang dia rasakan saat ini. Perasaannya sekarang hanya di liputi kesedihan dan penyesalan yang teramat dalam karena egonya dan kebodohannya sendiri. Kesedihan dan penyesalan itu membuat Kyuhyun yang terkenal kuat, tidak gampang terpengaruh dengan hal-hal sentimental, bahkan sampai disebut evil reincarnation karena suka berbuat semaunya itu kini mengeluarkan airmata.

Airmata yang jatuh setitik demi setitik kini sudah deras bagaikan air sungai yang mengalir. Isakan demi isakan keluar dari bibir ranumnya yang merah itu. Kedua kakinya tidak kuat menopang tubuhnya lagi. Kyuhyun terduduk sambil salah satu tangannya masih memegang balkon dan satunya lagi menutup mulutnya, berusaha menahan suara tangisan yang keluar dari bibirnya tersebut, walau sebenarnya tidak ada gunanya dia melakukan itu karena dia hanya seorang diri di apartemen tersebut.

Kyuhyun masih dengan posisinya selama beberapa menit. Airmata yang dia keluarkan tidak sanggup meredakan rasa sakit di hatinya yang terus menyiksanya. Kyuhyun masih saja merutuki semua kesalahan yang telah dia perbuat kepada satu-satunya orang yang mencintainya dengan tulus dan menerimanya apa adanya. Dengan segala tingkah laku dan sikapnya yang suka semaunya sendiri dan terkadang kenakakkan, orang itu masih setia berada di sampingnya. Namun kenapa, kenapa Kyuhyun sampai melakukan kesalahan itu. Pikiran itu terus menggema dalam benaknya, mencoba mencari jawaban dan pembenaran apa saja yang mampu menenangkan hatinya, tapi Kyuhyun lebih tahu bahwa semua itu sia-sia.

Dia masih ingat raut wajah orang itu saat dia menemukan Kyuhyun dalam situasi yang sudah sepantasnya membuat orang itu memaki dirinya bahkan membencinya. Namun, orang itu justru merasa bahwa dialah yang telah gagal menjaga Kyuhyun. Orang itu justru meminta maaf kepada Kyuhyun karena selama ini tidak tahu perasaan Kyuhyun. Mengingat itu, Kyuhyun menarik kakinya sampai lututnya tertekuk kemudian dia menyembunyikan wajah basahnya di antara lututnya tersebut sambil membayangkan kembali peristiwa beberapa hari yang lalu.

Flashback

Choi Siwon, pemuda tampan, kaya, dan baik hati itu melangkah dengan pasti menuju apartemen kekasihnya dengan membawa sebuket bunga dan kue favorit kekasihnya tersebut. Siwon bermaksud mengajak kekasihnya itu untuk makan siang bersamanya sebelum mereka pergi merayakan hari ulang tahunnya itu di rumah sahabat mereka berdua. Dan nanti malam Siwon akan memberikan kejutan kecil untuk kekasihnya tersebut.

Dengan hati yang berbunga-bunga Siwon berlari kecil menuju lantai apartemen kekasihnya. Dia tidak mau menunggu lift karena sudah tak sabar ingin segera menemui pujaan hatinya itu. Setelah dia sampai di depan pintu apartemen tersebut, Siwon bermaksud menekan bel apartemen itu untuk memberitahu bahwa dirinya sudah datang. Namun belum sempat dia melakukan itu, Siwon mendengar suara-suara dari dalam apartemen tersebut. Suara-suara yang mirip desahan kekasihnya dan satu suara lain yang asing di telinga Siwon. Siwon tidak dapat mengenali suara siapa yang sedang bersama kekasihnya itu.

Merasa cemas terjadi sesuatu pada kekasihnya, dengan cepat Siwon mengambil kunci duplikat yang diberikan oleh kakak kekasihnya untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu terhadap Kyuhyun. Bukan apa-apa, hanya saja kekasihnya itu cenderung melupakan dirinya sendiri jika dia sudah terlarut dalam pekerjaannya sebagai seorang penulis. Kekasihnya bisa makan hanya sekali sehari bahkan tidak makan sampai pernah suatu hari Siwon menemukan kekasihnya itu tergeletak tak sadarkan diri karena tidak makan selama dua hari demi menyelesaikan bagian terakhir dari bukunya.

Siwon membuka pintu apartemen itu dan langsung menuju ke sumber suara itu yang ternyata berasal dari dapur. Siwon berpikir pantas saja dia bisa mendengar dengan jelas suara tersebut karena letak dapur yang tak jauh dari pintu masuk.

“Baby, kau dimana? Apakah kau baik-baik..” Siwon tidak bisa berkata-kata lagi karena dia terkejut dengan apa yang terpampang jelas di depannya sekarang. Siwon serasa dipukul oleh gada besar ketika dia melihat kekasihnya sedang berada dalam pelukan laki-laki lain dengan keadaan keduanya tidak berpakaian sama sekali.

Sedangkan kedua orang yang jelas sedang melakukan hubungan intim itu terperanjat karena mendengar suara Siwon. Mereka berdua langsung melepaskan diri dan mengambil pakaian yang berserakan di lantai dapur dan secara terburu-buru memakainya.

“Hyung?! Sedang apa kau disini?!” tanya kekasih Siwon gugup dan ketakutan. Pemuda manis itu juga terlihat merasa bersalah dengan Siwon yang memergokinya sedang melakukan hubungan intim dengan orang lain, dengan kata lain dia berselingkuh.

“Aku..” Siwon tak mampu menjawabnya. Lidahnya terasa kelu dan hatinya sakit bukan main ketika mengetahui bahwa kekasihnya memiliki hubungan dengan orang lain di belakangnya.

“Aku..”

“Dia siapa Kyunnie? Kenapa seenaknya masuk rumah orang lain?” tanya pemuda selingkuhan kekasih Siwon, Cho Kyuhyun, dengan ketus. Dia melingkari lengannya di pinggang ramping Kyuhyun yang langsung ditepis dengan kasar oleh Kyuhyun.

“Hentikan Mi! Aku minta kau pergi dulu, nanti aku akan menjelaskan kepadamu.”

“Kenapa harus aku yang pergi? Kenapa bukan dia? Dia yang seenaknya mengganggu aktifitas kita sayang.” Sahut laki-laki yang bersama dengan Kyuhyun tidak terima. Sedangkan Kyuhyun semakin panik dan serba salah dengan situasinya sekarang. Dengan sekuat tenaga Kyuhyun mendorong laki-laki itu, tapi tetap saja sang lelaki tidak mau bergeming dari tempatnya.

“Zhoumi kumohon, pergilah.” Ujar Kyuhyun setengah memohon setengah memaksa. Akan tetapi pria bernama Zhoumi itu tidak mau sama sekali menghiraukan permintaan Kyuhyun. Dia justru membalikan tubuhnya dan memeluk mesra Kyuhyun, membuat pemuda manis itu semakin salah tingkah terhadap Siwon.

“Mi!! Lepas!!” ronta Kyuhyun yang sekali lagi tidak di gubris oleh Zhoumi.

“Tidak Kyu, dia benar. Tidak seharusnya aku berada disini. Aku hanya mengganggu kalian saja.” Tiba-tiba Siwon berbicara setelah dia lepas dari keterkejutannya. Dengan senyum pahit Siwon menatap Kyuhyun lalu beranjak pergi dari tempat itu.

“Siwon hyung.”

“Maafkan aku. Aku akan pergi. Permisi.” Setelah mengucapkan kata itu, Siwon melangkahkan kakinya meninggalkan apartemen Kyuhyun. Entah apa yang mendorongnya untuk segera pergi dari tempat itu, yang pasti Siwon tidak sanggup melihat wajah Kyuhyun sekarang. Hatinya terlalu sakit karena pengkhianatan yang dilakukan Kyuhyun. Sementara Kyuhyun, dia segera berlari mengejar Siwon dan berhasil mencegahnya di depan pintu lift. Kyuhyun tidak memperdulikan pakaiannya yang berantakan ataupun pemuda bernama Zhoumi yang masih berada di dalam apartemennya.

“Siwon hyung. Aku mohon dengarkan penjelasanku dulu.” Sahut Kyuhyun memelas sambil memegang lengan Siwon. Siwon sama sekali tidak bereaksi meski dia membiarkan tangan Kyuhyun memegangnya. Kyuhyun yang melihat Siwon diam saja memandang lift yang belum terbuka semakin merasa bersalah dan gelisah karena Siwon sepertinya tidak mau mendengarkannya. Namun dalam benak Kyuhyun, wajar jika Siwon hyung tidak mau mendengarnya. Orang waras mana yang tidak marah dan sakit hati ketika dengan mata kepalanya sendiri melihat kekasihnya bercumbu dan bersenggama dengan orang lain.

“Siwon hyung!” Kali ini Kyuhyun sedikit berteriak, putus asa karena Siwon masih tidak mau menatapnya. Namun sepertinya Kyuhyun bisa sedikit bernafas lega ketika tangan Siwon mengambil tangannya. Kyuhyun mengira Siwon mau mendengarkan penjelasannya. Akan tetapi, Kyuhyun harus menelan pil pahit penolakan ketika tangan Siwon mengambil tangannya hanya untuk melepaskan genggaman tangan Kyuhyun di lengannya. Kyuhyun menatap Siwon dengan mata berkaca-kaca menahan airmatanya agar tidak keluar.

“Aku minta maaf Kyu. Tampaknya aku tidak becus menjadi kekasihmu sehingga kau memilih laki-laki lain. Aku minta maaf karena tidak menyadari perasaanmu yang sebenarnya Kyu.” Ucap Siwon pelan, menyesali ketidak mampuannya sebagai kekasih Kyuhyun.

“Hyung! Apa yang kau bicarakan?! Dengarkan aku dulu. Aku minta maaf hyung. aku..”

“Sudahlah Kyu.” Potong Siwon langsung dengan nada suara yang tegas tapi tersirat kekecewaan yang dalam di dirinya.

“Hyung…”

“Tak ada yang perlu kau jelaskan Kyu, aku paham.”

“Bukan hyung, kau tidak mengerti! Hyung!” Siwon tidak menghiraukan teriakan Kyuhyun dan dengan perlahan memasuki lift yang akhirnya terbuka. Siwon menundukkan kepalanya dan tidak mau menatap Kyuhyun.

“Hyung..” lirih Kyuhyun berharap agar Siwon mau berhenti dan mendengarkannya, namun pintu lift itu tertutup dengan Siwon di dalamnya memastikan bahwa harapan Kyuhyun tidak akan terwujud.

Sementara itu Siwon yang sudah turun ke basement segera berjalan menuju mobilnya yang terparkir di basement apartemen Kyuhyun tersebut. Siwon langsung masuk ke dalam mobil dan mencoba menenangkan dirinya sendiri dari emosi yang meluap-luap ketika melihat Kyuhyun bersentuhan dengan lelaki lain. Siwon masih berusaha mencari alasan di balik pengkhianatan Kyuhyun. Kyuhyunnya yang sangat dia cintai.

“ARGH!!” Teriak Siwon keras dan memukul setir mobilnya dengan kedua tangannya berkali-kali sampai pemuda tersebut lalu meletakkan kepalanya di atas tangannya dan mulai menangis. Siwon membiarkan dirinya menangis dengan keras untuk mengeluarkan semua perasaan sakit hatinya, kecewanya, dan kesedihannya karena secara tidak langsung dia sudah kehilangan Kyuhyun.

“Kyuhyun.. Kyuhyun..” lirih Siwon mengucapkan nama mantan kekasihnya itu. Siwon terus memanggil namanya untuk memuaskan hatinya yang masih sangat mencintai Kyuhyun namun kenyataannya berbeda dengan apa yang dia inginkan. Kyuhyun jelas tidak mencintainya lagi.

Setelah beberapa lama, Siwon mengusap wajahnya, menghilangkan bekas airmata yang mengalir. Siwon lalu menyalakan mesin mobilnya dan melajukan mobil tersebut ke jalan raya menuju tempat pesta ulang tahun untuk dirinya di laksanakan. Sepertinya Siwon harus mengecewakan semua sahabat mereka dan orang-orang yang datang di pesta itu dengan memberitahu bahwa Kyuhyun tidak bisa hadir. Alasannya akan Siwon pikirkan nanti.

Mobil Siwon berhenti ketika lampu jalan menyala merah. Dia lalu tanpa sengaja melihat sepasang kekasih yang sedang berjalan berdua sambil menyatukan lengan mereka dengan mesra. Keduanya terlihat menikmati kebersamaan dari masing-masing pasangannya. Siwon yang melihat adegan itu merasa iri dan teringat kembali kepada Kyuhyun. Dia dulu pernah seperti itu dengannya.

Siwon tiba-tiba mengambil sebuah kotak kecil dari saku jaketnya dan membuka kotak tersebut. Di dalamnya terdapat satu cincin platinum bermahkotakan berlian berukuran kecil. Siwon tahu Kyuhyun tidak suka sesuatu yang mencolok. Maka dari itu, Siwon sengaja memesan khusus cincin ini untuk Kyuhyun. Inilah kejutan kecil Siwon untuk Kyuhyun. Siwon bermaksud melamar Kyuhyun di hari ulang tahunnya ini, namun semua rencana Siwon hancur berantakan. Dia tidak menyalahkan siapa-siapa. Keadaanlah yang tidak berpihak kepadanya.

Lampu jalan menyala hijau saat Siwon sedang memandangi cincin tersebut. Dengan sigap Siwon memasukan kembali cincin itu dalam kotaknya dan menyimpannya di saku jaketnya kemudian Siwon menjalankan kembali mobilnya. Namun, baru saja mobil Siwon akan melewati perempatan jalan itu, dari arah kanan melaju truk besar yang entah karena alasan apa tidak menghiraukan rambu lalu lintas.

Tabrakan keras pun tidak terhindarkan lagi. Truk besar itu menabrak mobil Siwon dengan keras, membuat mobil itu berbalik beberapa kali di udara sampai akhirnya jatuh beberapa ratus meter dari tempat tabrakan. Semua orang yang menyaksikan kejadian mengerikan itu, langsung berhamburan ke mobil Siwon dan kepada Siwon tentunya. Beberapa juga langsung menghubungi ambulans. Sementara Siwon di titik kesadarannya yang semakin menipis hanya satu yang ada dipikirannya.

Kyuhyun. Maafkan aku. Aku mencintaimu. Aku selalu mencintaimu. Selalu.

Rumah Sakit Pusat

Siang itu juga Kyuhyun yang saat itu masih di apartemennya sedang menyesali semua perbuatannya, mendapat kabar bahwa Siwon kecelakaan mobil dan sekarang dalam keadaan kritis di rumah sakit. Mendengar kabar tersebut, Kyuhyun langsung bergegas ke rumah sakit untuk memastikan kondisi Siwon.

Sesampainya di rumah sakit, Kyuhyun mencari tahu keberadaan Siwon dan bagaimana kondisinya. Seorang suster memberitahu bahwa Siwon masih berada di ruang operasi untuk tindakan penyelamatan. Mendengar hal itu, Kyuhyun langsung berlari ke arah yang ditunjuk oleh sang suster. Begitu dia sampai disana, Kyuhyun melihat Yunho dan Kangin yang merupakan kakak Siwon beserta Jaejoong, sahabat Siwon dan dirinya yang juga sekaligus tunangan Yunho. Kedua orang tua Siwon saat ini berada di luar negeri. Kemungkinan mereka sedang dalam perjalanan pulang untuk melihat keadaan putra bungsu mereka.

“Hyungdeul!” panggil Kyuhyun lantang membuat ketiganya menoleh ke arah Kyuhyun.

“Kyuhyunnie!!” seru Jaejoong yang langsung memeluk Kyuhyun yang saat ini sudah berlinang airmata. Keduanya saling berpelukan dengan erat berusaha menahan kepedihan karena peristiwa ini. Sedangkan Yunho dan Kangin hanya melihat Kyuhyun sekilas lalu kembali ke pikiran mereka masing-masing. Mereka semua menunggu kabar dari dokter yang menangani Siwon di dalam ruang operasi tersebut.

Tidak lama, lampu ruang operasi padam, menandakan bahwa operasi telah selesai. Yunho dan Kangin langsung berdiri dari bangku tunggu itu ketika keduanya melihat dokter keluar sambil melepaskan maskernya. Wajah dokter itu tidak bisa dibaca membuat Yunho dan Kangin semakin khawatir dengan keadaan adik mereka.

“Keluarga Choi Siwon-ssi?” panggilnya pelan.

“Kami dokter. Kami kakaknya.” Jawab Kangin yang langsung mendekati dokter tersebut bersama Yunho di belakangnya. Kyuhyun dan Jaejoong masih berdiri di tempat mereka.

“Operasinya sukses. Pendarahan adik anda bisa kami hentikan dan kami juga berhasil mengobati luka dalam adik anda.” Ucap dokter tersebut dengan senyum kecil yang membuat semua orang yang menunggu kabar baik tersebut menghela nafas lega.

“Syukurlah.”

“Akan tetapi..” Kangin dan Yunho yang baru saja akan berlega hati kembali cemas. Dalam benak mereka, apalagi yang mungkin terjadi dengan Siwon. Mereka berdua sama-sama berpikir mengapa dokter selalu memberitahu berita baik lalu semenit kemudian menyampaikan berita buruk.

“Kenapa dokter?” tanya Kangin lagi berharap Siwon tidak mengalami hal terlalu buruk. Namun harapan terkadang tidak pernah sejalan dengan kenyataan. Melihat senyum dari wajah sang dokter lenyap tak berbekas, Kangin dan Yunho tahu bahwa telah terjadi sesuatu terhadap Siwon.

“Kami tidak bisa menyelamatkan mata adik anda. Kecelakaan itu membuat korneanya rusak dan saraf pengelihatannya juga rusak. Dengan sangat menyesal, adik anda akan kehilangan pengelihatannya.” Sesal dokter tersebut. Begitu kalimat itu terlontar dari mulut sang dokter, Kangin dan Yunho serta Jaejoong dan Kyuhyun tidak mampu berbicara lagi. Mereka termangu dalam keterkejutan mereka dan masih tidak bisa mempercayai bahwa Siwon telah buta.

“Oh Tuhan.” Hanya ucapan itu yang bisa keluar dari mulut Yunho. Pria bermata tajam itu tiba-tiba merasakan tubuhnya limbung dan hampir saja jatuh jika tidak di tahan oleh Kangin.

“Yunho!” Yunho sedikit memegang kepalanya sebelum akhirnya bisa mengendalikan perasaan dan tubuhnya. Dia lalu memegang bahu Kangin dan mencoba berdiri tegak. Yunho lalu menatap dokter itu lagi dengan tatapan memohon.

“Apa tidak bisa dengan operasi pencangkokan mata dokter? Kalau soal biaya, dokter tidak perlu khawatir, kami pasti sanggup membayarnya.”

“Saya ingin sekali mengatakan ya, namun sepertinya operasi juga tidak akan bisa mengembalikan pengelihatan Siwon-ssi. Saya mohon maaf.” Ucap dokter tersebut sambil menghela nafasnya berat. Dia turut menyesal dengan keadaan yang sangat menyakitkan tidak hanya bagi di pasien tapi juga bagi keluarganya.

“Sebentar lagi Siwon-ssi akan dipindahkan ke kamar rawat. Anda bisa menjenguknya, tapi saya hanya mengijinkan satu sampai dua orang saja karena Siwon-ssi masih membutuhkan istirahat yang cukup untuk pemulihannya.” Saran dokter tersebut yang langsung di tanggapi oleh Kangin dan Yunho.

“Kami mengerti dokter. Terima kasih.”

“Saya permisi.” Pamit dokter tersebut lalu beranjak meninggalkan Kangin dan Yunho yang membungkuk kepada dokter tersebut. Sepeninggalan dokter itu, Kangin dan Yunho saling bertatapan kemudian menundukkan kepalanya mendengar kabar buruk itu. Kangin mengusapkan wajahnya kesal karena peristiwa ini sedangkan Yunho memukul dengan keras dinding rumah sakit membuat Jaejoong sempat menahan nafas. Keduanya berpikir kenapa adik mereka yang paling mereka sayangi harus mengalami hal ini. Dosa apa yang telah Siwon lakukan atau bahkan mungkin mereka perbuat sehingga keluarga mereka harus menerima cobaan seperti ini.

“Hyung..” Yunho memanggil Kangin lirih. Butiran bening itu sudah menetes di mata musangnya. Kangin menghapus airmata itu dari pipi Yunho lalu menarik bahunya dan mendekap adiknya itu. Yunho yang memang paling dekat dengan Siwon langsung menumpahkan semua airmatanya di bahu sang kakak. Tangannya meremas baju di punggung Kangin dengan erat seakan jika dia tidak sanggup lagi berdiri jika tidak berpegangan dengan Kangin. Kangin sendiri hanya mampu mengeratkan pelukannya terhadap Yunho dan berharap Yunho mampu menerima kenyataan ini. Kangin tahu bahwa diantara semua anggota keluarga mereka, Yunholah yang paling terpukul dengan berita kebutaan Siwon ini.

“Yun, kau harus kuat. Kau harus kuat demi Siwon.”

“Tapi hyung..”

“Sshh.. Jika kau tidak bisa menjadi sandaran Siwon, lalu siapa lagi? Tegarlah Yun, demi Siwon.” Yunho terdiam sesaat membuat Kangin sedikit ragu apakah Yunho bisa melakukan apa yang dia katakan tadi. Tetapi anggukan lemah Yunho yang terasa di bahunya mengisyaratkan bahwa Yunho akan berusaha mengikuti kata-kata Kangin.

Kangin bisa sedikit menyunggingkan senyum di wajahnya walau senyum itu terlihat hampa karena bagaimana pun kondisi dan situasi sekarang tidak memungkinkan untuk dirinya dapat tersenyum tulus. Kangin masih harus memikirkan bagaimana menjelaskan semua ini kepada orang tua mereka. Kedua orang tua mereka pasti akan sedih sekali, belum lagi merasa kecewa kepadanya karena tidak mampu menjaga adik bungsunya tersebut. Kangin memang menyalahkan dirinya sendiri tentang situasi yang menimpa adiknya, meski semua orang tahu bahwa semua yang terjadi kepada Siwon adalah kecelakaan, musibah yang tidak bisa di hindari oleh siapa pun.

Kangin dan Yunho terlarut dalam kesedihan mereka sehingga tidak menyadari bahwa ada satu orang lagi yang merasa terkejut dan bersalah karena cobaan yang menimpa Siwon. Kyuhyun yang sudah ikut berdiri tidak jauh dari kedua bersaudara itu, terpaku kala dia mendengar dokter mengatakan bahwa Siwon akan buta. Siwonnya akan buta. Kyuhyun mulai menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia tidak mau menerima bahwa Siwon akan kehilangan pengelihatannya. Saking terkejutnya dengan berita itu, Kyuhyun tidak mampu lagi menompang tubuhnya sendiri. Pemuda manis itu terduduk di lantai rumah sakit masih dengan menggeleng-gelengkan kepalanya sembari menutup wajahnya yang sudah basah karena airmata.

Ini salahku. Ini salahku. Ini salahku. Ulang Kyuhyun berkali-kali dalam benaknya. Dia terus begitu bahkan ketika Jaejoong mendekatinya dan memeluknya.

“Bagaimana ini hyung? Siwon jadi begini karena aku.” Sahut Kyuhyun kepada Jaejoong. Jaejoong bingung dengan perkataan Kyuhyun tadi, terlebih lagi Yunho dan Kangin yang juga sempat mendengarnya. Mereka heran kenapa Kyuhyun berbicara begitu.

“Apa maksudmu Kyu? Itu semua kecelakaan, bukan salah siapa-siapa.” Sela Jaejoong tidak mengerti arah pembicaraan Kyuhyun. Namun Kyuhyun menggeleng kuat dan mulai berbicara lagi.

“Ini salahku hyung. Jika saja Siwonnie tidak pergi dari apartemenku, jika saja Siwonnie bersamaku, dia pasti masih selamat. Dia pasti masih memiliki matanya.” Ucapan Kyuhyun tadi menimbulkan kecurigaan di hati Yunho dan Kangin. Mereka menyadari bahwa memang seharusnya Siwon bersama dengan Kyuhyun karena saat Siwon berpamitan tadi, dia bilang dia akan menemui dan mengajak Kyuhyun ke rumah Jaejoong. Tapi Siwon mengalami kecelakaan ini sendirian. Bukan maksud Yunho dan Kangin menginginkan sesuatu yang buruk terjadi kepada Kyuhyun, hanya saja keterangan polisi tadi mulai masuk akal.

Sebelum Kyuhyun datang, beberapa polisi datang dan menjelaskan kronologis kecelakaan Siwon. Tidak ada yang aneh dengan penjelasan polisi tersebut kecuali lokasi dan arah mobil Siwon saat kecelakaan. Mereka berdua sempat bingung karena arah mobil Siwon sedang menuju ke rumah Jaejoong dari arah apartemen Kyuhyun. Jadi jika Siwon sudah menjemput Kyuhyun, seharusnya Kyuhyun pun bersamanya. Maka dari itu ketika Yunho, Kangin dan Jaejoong menerima berita bahwa Siwon kecelakaan, mereka bertiga juga berpikir Kyuhyun ikut kecelakaan bersama Siwon.

“Kyuhyun. Jelaskan apa maksudmu?” desak Kangin setelah dia melepaskan pelukannya dari Yunho. Yunho pun menginginkan penjelasan yang sama dari Kyuhyun. Dia berdiri di samping Kangin yang sekarang berdiri di depan Kyuhyun yang masih terduduk di lantai. Jaejoong yang merasakan betapa seriusnya Kangin dan Yunho langsung membantu Kyuhyun untuk berdiri. Setelah yakin Kyuhyun mampu berdiri sendiri, Jaejoong pun pindah ke samping Yunho dan memeluk lengan Yunho sambil sesekali mengusap-usapkan telapak tangannya ke lengan pemuda berwajah kecil itu untuk menenangkannya. Tak lupa Jaejoong juga memeriksa punggung tangan Yunho yang lecet akibat tinjunya tadi. Sementara itu, Kyuhyun menghapus bekas airmata di pipi dan bulir airmata di kelopak matanya dengan kasar sebelum mulai menjelaskan peristiwa tadi siang yang terjadi di apartemennya. Dia menundukkan kepalanya karena takut menatap wajah Kangin dan Yunho. Kyuhyun tahu mereka berdua pasti akan marah besar padanya dan membencinya. Tapi Kyuhyun juga tahu mereka berhak tahu akan persoalan ini.

Beberapa menit setelah Kyuhyun menjelaskan semuanya, dua di antara tiga orang yang berdiri di hadapan Kyuhyun terpaku di tempatnya dengan pandangan menusuk dan penuh dengan amarah. Satunya lagi menatap Kyuhyun khawatir walau terbersit kekecewaan di mata bulatnya itu. Dan tanpa ada peringatan, salah satu tangan Kangin terangkat dan mendarat di pipi gembil Kyuhyun.

Plak!!

Bunyi tamparan itu sangat keras sampai terdengar oleh beberapa orang yang melewati tempat tersebut. Bahkan karena terlalu keras, Kyuhyun sampai tersungkur ke lantai rumah sakit dengan bibir yang berdarah dan pipi yang merah. Kyuhyun memegangi pipinya yang panas dan perih itu akibat tamparan dari Kangin. Dia hanya bisa menitikan kembali airmatanya sambil berusaha untuk berdiri sendiri. Jaejoong yang hendak membantunya tidak bisa berbuat banyak ketika lengannya dicekal oleh Yunho.

“Kau sebut dirimu kekasih Siwon?! Kau tak lebih dari pelacur!! Inikah balasanmu setelah apa yang sudah Siwon lakukan untukmu?! Dasar tidak tahu diri! Pergi kau! Aku tidak mau adikku menderita karena dirimu!” hardik Kangin marah besar. Kangin mengepalkan kedua telapak tangannya kuat agar dia tidak menghajar pemuda yang menjadi kekasih adiknya itu. Sedangkan Kyuhyun yang mendengar Kangin mengusirnya, langsung menatap Kangin dan menggelengkan kepalanya. Kyuhyun tidak mau jika tidak boleh bertemu lagi dengan Siwon. Kyuhyun tahu dia salah, tapi dia ingin menemani Siwon. Kyuhyun ingin menebus kesalahannya dan meminta maaf kepada Siwon. Untuk itu, Kyuhyun segera memeluk kaki Kangin dan memohon agar dia bisa tetap menunggui Siwon dan bertemu dengannya.

“Kumohon hyung, biarkan aku disini. Biarkan aku meminta maaf kepada Siwonnie. Biarkan aku..”

“Apa kau tuli?! Aku bilang aku tidak mau adikku menderita karena dirimu! Aku tidak akan membiarkannya untuk bersamamu lagi! Tidak akan pernah! Pergi!!” Kangin semakin terbakar amarah ketika mendengar permohonan Kyuhyun. Kangin tidak percaya semua ini terjadi kepada Siwon karena ada sangkut pautnya dengan Kyuhyun yang sangat disayangi oleh adiknya itu.

“Kumohon hyung, kumohon.. Aku tahu aku salah, tapi aku mencintai Siwonnie. Aku hanya ingin meminta maaf kepadanya. Kumohon hyung, ijinkan aku bertemu dengan Siwonnie.”

“Cinta katamu?! Cinta apa yang sanggup untuk berkhianat dari pasangannya?! Cinta apa yang sanggup menyakiti hati pasangannya?! Tidak. Kau tidak mencintainya Kyuhyun. Kau hanya senang mempermainkan hati adikku.”

“Tidak hyung! Itu tidak benar! Aku..”

“Pergilah Kyuhyun. Pergilah sebelum aku kehilangan kesabaranku. Kau tidak di inginkan disini. Kalau benar kau mencintai adikku, kau akan pergi.” Ucap Kangin sedikit melunak. Bukan karena dia kasihan dengan Kyuhyun melainkan Kangin terlalu lelah dengan semua ini. Kangin sedikit menghentakan kaki yang dipeluk Kyuhyun dengan kasar sehingga peganggan Kyuhyun terlepas.

“Hyung..” coba Kyuhyun lagi, namun tidak di dengar sama sekali oleh Kangin. Dia justru berbalik dan pergi ke tempat suster yang menangani kamar rawat untuk menanyakan dimana letak ruang rawat Siwon. Kangin juga mengajak Yunho untuk mengikutinya dan meninggalkan Kyuhyun.

“Ayo Yun. Kita harus melihat keadaan Siwon. Dia lebih membutuhkan kita sekarang setelah masalah ini.” Yunho mengangguk lalu menatap ke arah Kyuhyun lagi dengan pandangan menusuk kemudian ikut berbalik mengikuti Kangin. Tak lupa dia menarik lengan Jaejoong yang kelihatannya ingin menghibur dan menenangkan Kyuhyun yang masih saja terus menangis di lantai dingin rumah sakit tersebut.

“Jae! Ayo!” seru Yunho tak sabar karena Jaejoong sama sekali belum beranjak dari tempat itu. Mendengar panggilan Yunho tersebut, Jaejoong hanya menghela nafas panjang dan pasrah ketika lengannya di tarik oleh Yunho.

Kyuhyun kini sendiri di tempat itu. Dengan kekuatan yang masih di milikinya, Kyuhyun mencoba berdiri sambil memandangi punggung Kangin, Yunho, dan Jaejoong. Pandangannya kosong seperti orang yang kehilangan arah, tapi memang Kyuhyun saat ini kehilangan arah. Dia kehilangan lebih dari itu. Kyuhyun kehilangan orang yang benar-benar menyayanginya, orang yang benar-benar mengerti dirinya, orang yang mencintainya dengan sangat. Kyuhyun kehilangan Siwon dan itu karena kesalahannya sendiri. Karena dia tidak mampu berpikir panjang tentang semua yang dia lakukan. Karena dia tidak bisa mengendalikan emosi dan nafsunya. Karena dia bodoh. Airmata yang tak kunjung mengering itu kembali mengalir dengan derasnya, setia menemani kepedihan hati Kyuhyun.

Kyuhyun masih mencoba memaksa tubuhnya sendiri untuk bangun, tetapi kekuatannya sudah tak tersisa lagi di tambah dengan beban hati yang begitu berat. Kyuhyun terduduk kembali dan kali ini tidak ada Jaejoong yang memeluk dirinya sekedar sebagai penyemangat. Dia seorang diri. Kyuhyun sendiri.

“Huwa!! Siwon.. Siwon.. Maafkan aku.. Kumohon Siwon, maafkan aku.. Aku mencintaimu.. Aku mencintaimu.. SIWON!!” Kyuhyun berteriak tidak memperdulikan tatapan orang-orang yang melihatnya. Satu hal yang ada di hati Kyuhyun sekarang adalah Siwon.

Seminggu Kemudian

Siwon menatap keluar jendela dengan ekpresi datar. Tak banyak yang bisa pemuda itu lakukan sekarang karena seluruh pandangannya gelap gulita. Siwon sudah mengetahui bahwa dia buta akibat kecelakaan itu dan aneh untuknya bahwa dia bisa menerima kenyataan ini. Siwon tidak akan berbohong jika dia shok, sedih, dan takut ketika dia membuka matanya dan hanya gelap yang dapat dilihatnya. Siwon sempat meraung-raung dan bereaksi keras lima hari yang lalu. Namun setelah dia menangis puas di pelukan Yunho, keesokan harinya Siwon mampu tersenyum kembali walau ada sedikit kesedihan terpancar dari wajahnya. Dan sekarang Siwon mulai bisa menerima kenyataan bahwa dia buta dan harus belajar bagaimana untuk menjalani hidup sebagai orang buta.

“Siwon-ah.” Panggil seseorang yang ternyata Yunho membuat Siwon sedikit menggerakan kepalanya. Siwon mulai melatih inderanya yang lain untuk mampu mengenali keadaan sekitarnya. Untuk saat ini hanya itu yang bisa Siwon lakukan.

“Yunho hyung.” balas Siwon setelah dia mengenali suara Yunho. Siwon tersenyum lebar karena dia senang Yunho sudah datang. Sejak dua hari yang lalu, Yunho tidak bisa menjaganya karena Yunho harus menemui dosen pembimbingnya. Yunho adalah mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyelesaikan tugas akhir untuk bisa lulus.

“Hei. Hyung bawakan pemutar musikmu Wonnie. Hyung tahu kau pasti bosan.” Ujar Yunho sambil mengambil tempat duduk di samping ranjang Siwon. Siwon yang mendengar Yunho membawakan pemutar musiknya, terlihat semakin senang. Seperti anak kecil yang akan di berikan permen, Siwon membuka telapak tangannya dan meminta Yunho memberikan alat itu kepadanya.

“Benarkah hyung? Mana? Berikan padaku.”

“Ya ampun. Tidak sabaran sekali. Ini alatnya dongsaengku yang paling keren.” Sahut Yunho lalu mengacak rambut adik kesayangannya itu. Siwon memberikan senyum berlesung pipinya kepada Yunho yang membuat Yunho pun tersenyum.

“Terima kasih ya hyung.” ucap Siwon sambil meraba-raba alat itu. Siwon terus merabanya dan mencoba menyalakannya, tetapi Siwon kesulitan karena alat itu tidak memiliki titik-titik timbul seperti huruf braile yang kerap kali ada pada tombol lift. Yunho yang melihat adiknya terus berusaha menyalakan alat itu tanpa menyerah atau menunjukkan frustasi karena masih belum bisa menyalakan alat yang sebenarnya sangat mudah untuk di operasikan itu, meneteskan airmatanya. Hatinya pedih menyaksikan Siwon seperti sekarang. Adiknya tak lagi bisa melakukan apapun tanpa bantuan orang lain. Adiknya yang terkenal mandiri, sekarang harus bergantung kepada orang lain.

“Ah!” teriakan Siwon membangunkan Yunho dari lamunannya. Yunho langsung menghapus airmatanya dan melihat apa yang membuat Siwon berteriak seperti itu. Ternyata Siwon hanya terlalu senang karena bisa mengoperasikan alat itu. Yunho tertawa geli melihat tingkah adiknya yang seperti bocah. Tapi tawa itu lenyap kala Yunho mengingat Siwon yang selamanya akan buta. Dengan penuh kasih sayang, Yunho membelai rambut Siwon lalu berdiri dan memeluk Siwon.

“Hyung?” tanya Siwon bingung dengan perlakukan Yunho itu. Dia paham jika Yunho senang sekali memeluknya karena Yunho yang paling menyayanginya, namun kali ini Siwon merasakan sesuatu yang berbeda dari Yunho. Pelukan Yunho menyiratkan kepedihan.

“Nanti hyung bawakan pemutar musik yang lebih canggih dari yang kau pegang sekarang.” Tanggap Yunho tanpa memperdulikan panggilan penuh tanda tanya Siwon tadi. Yunho sengaja tidak mengatakan pemutar musik yang memiliki huruf braile karena dia tidak mau mengingatkan Siwon akan keadaannya sekarang. Sedangkan Siwon hanya tersenyum mendengar ucapan Yunho. Dia sekarang mengerti mengapa Yunho memeluknya seperti ini. Yunho tidak tahan melihat keadaannya sekarang dan Siwon juga mengerti bahwa Yunholah yang sebenarnya paling sedih dengan kebutaannya.

“Sudah seharusnya hyung. Alat ini kuno sekali. Bawakan aku pemutar musik yang paling canggih jika kau kemari lagi.” Canda Siwon. Yunho hanya tertawa lagi lalu melepaskan pelukannya. Kemudian Yunho kembali duduk dan mengambil sebuah apel lalu mengupasnya untuk Siwon sementara pemuda itu mendengarkan musik melalui earpiece.

Di sela-sela acara mengupas Yunho dan mendengarkan musik Siwon, tiba-tiba seseorang memasuki ruangan itu dengan perlahan. Terlihat jelas dari gerak-geriknya kalau orang tersebut ragu dan takut untuk memasuki ruangan tersebut. Yunho yang menyadari ada seseorang yang datang segera membalikkan tubuhnya. Betapa terkejutnya dia ketika sepasang matanya melihat wajah Kyuhyun. Yunho meletakkan pisau dan apel itu di piring lalu berjalan menghampiri Kyuhyun yang masih berada di depan pintu.

“Mau apa kau kesini? Bukankah sudah kami bilang bahwa kau tidak di inginkan disini?!” bisik Yunho namun dengan amarah terpancar jelas dari seluruh tubuhnya. Kyuhyun menatap Yunho dengan berbagai perasaan yang berkecamuk. Takut merupakan salah satunya, namun Kyuhyun berusaha melupakan rasa takut itu dan menguatkan hatinya demi tujuan dia datang ke tempat ini.

“Kumohon Yunho hyung. Biarkan aku melihatnya. Sekali saja, aku tidak akan berbicara apa pun. Setelah itu aku akan pergi.” Balas Kyuhyun juga dengan berbisik.

“Tidak. Aku mau kau pergi sekarang. Kau sudah banyak membuat Siwon menderita.” Tegas Yunho melarang Kyuhyun untuk menemui Siwon.

“Aku mohon hyung.” ucap Kyuhyun memelas. Dia benar-benar hanya ingin bertemu dengan Siwon. Kyuhyun hanya ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri jika Siwon baik-baik saja. Meski dia tahu Siwon tidak mungkin sama seperti dulu.

Selama seminggu ini, Kyuhyun bagaikan orang yang tak tahu harus bagaimana dengan hidupnya. Setelah kehilangan Siwon, Kyuhyun benar-benar merasakan kehampaan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya. Kyuhyun merasakan bahwa dengan bersama dengan Siwon, dirinya baru lengkap. Kyuhyun mengutuk dirinya sendiri karena telah menyakiti hati Siwon dengan perselingkuhan yang dia lakukan karena dia tergoda dengan bujuk rayu dan kata-kata manis dari orang lain.

“Hyung? Kau bicara dengan seseorang?” tanya Siwon setelah dia tidak merasakan lagi Yunho di sampingnya. Siwon sudah melepas earpiece yang dia gunakan dan meletakkan di pangkuannya. Yunho yang mendengar panggilan Siwon langsung membekap mulut Kyuhyun agar dia tidak bersuara sedikit pun. Yunho memandang Kyuhyun dan Siwon bergantian, sampai akhirnya dia menghela nafas panjang dan melepaskan tangannya dari mulut Kyuhyun.

“Tidak ada siapa-siapa Siwon-ah. Mungkin ada orang yang salah masuk ruanganmu.”

“Oh. Ya sudah. Lalu hyung, mana apelku?” tanya Siwon karena dia sempat mencium aroma apel yang di kupas oleh Yunho.

“Oh apel ya. Sebentar Siwon-ah.” Ucap Yunho singkat kemudian menatap balik ke arah Kyuhyun.

“Oke. Aku ijinkan. Tapi ini yang terakhir. Kau harus berjanji kau tidak akan mengganggu Siwon lagi.”

“Aku berjanji hyung. Aku berjanji.” Hati Kyuhyun sakit ketika dia harus mengucapkan janji itu, tapi demi bisa melihat Siwon, Kyuhyun akan melakukan apa saja.

Yunho mengisyaratkan agar Kyuhyun mendekati ranjang Siwon tapi tidak terlalu dekat sementara dia kembali ke tempat duduknya semula lalu mulai menyuapi Siwon dengan apel. Siwon yang merasakan ada apel di bibirnya, mulai memakannya dengan santai sampai beberapa menit dia tiba-tiba berhenti.

“Kyunnie?” panggil Siwon tak yakin. Yunho membelalakan matanya terperangah. Bagaimana Siwon bisa tahu jika Kyuhyun berada di ruangan yang sama dengannya. Kyuhyun sendiri menutup mulutnya, menahan isak tangisnya karena mendengar Siwon memanggilnya dengan panggilan sayang itu. Kyuhyun tidak mengira Siwon masih mau memanggilnya semanis itu padahal Kyuhyun sudah menyakitinya sampai seperti ini.

“Kyunnie? Kau berkhayal ya. Tidak ada orang lain selain kita Wonnie.”

“Benarkah hyung? Tapi aku mencium wangi tubuhnya.” Siwon bersikeras bahwa memang ada orang lain selain dirinya dan Yunho dan orang lain itu kemungkinan adalah Kyuhyun. Yunho mulai tidak suka dengan keadaan ini. Dengan mengibaskan tangannya, Yunho mengusir Kyuhyun. Kyuhyun sedikit keberatan untuk pergi, tapi dia ingat dengan janjinya dan dia akan memenuhi janji itu. Dengan berat hati, Kyuhyun mulai melangkah ke arah pintu. Akan tetapi belum dua langkah Kyuhyun berjalan, suara Siwon menghentikannya.

“Kyunnie? Kau disini bukan?! Kyunnie!” seru Siwon karena Kyuhyun tidak mengeluarkan suara sama sekali. Siwon yakin bahwa Kyuhyun ada di ruangannya sekarang.

“Oh maafkan aku. Aku tidak berhak lagi memanggilmu demikian. Kalau begitu Kyuhyun-ssi, kau ada disini bukan?!” Kyuhyun tercekat saat perkataan itu keluar dari bibir tipis Siwon. Kyuhyun ingin sekali membalas perkataan Siwon, namun mengingat masih adanya Yunho di tempat itu belum lagi janjinya kepada Yunho, maka Kyuhyun memutuskan tetap diam seribu bahasa walau hatinya seperti di tusuk pisau tumpul berkarat mendengar Siwon tidak lagi memanggilnya dengan panggilan sayang.

“Kyuhyun-ssi..” Siwon mencoba sekali lagi walau kali ini Siwon hanya bisa memanggil nama Kyuhyun lirih. Tanpa sadar Siwon menitikan airmatanya.

“Tampaknya kau memang tidak mau lagi berurusan denganku Kyu. Kau pasti malu mempunyai kekasih buta sepertiku. Ah, bukan kekasih. Mantan kekasih, karena jelas kau tidak menginginkan untuk bersamaku lagi.” Sahut Siwon pelan sambil tersenyum walau di paksakan. Kyuhyun membalikkan tubuhnya ketika dia mendengar Siwon berkata hal yang menyakitkan hatinya itu. Meskipun demikian, Kyuhyun masih saja terdiam walau airmatanya juga semakin deras mengalir.

“Mungkin ini terakhir kalinya kita akan bersua. Kau sudah membuat keputusan yang tepat untuk tidak bersamaku Kyu, karena aku pasti hanya akan menjadi beban untukmu. Terima kasih kau mau datang menjengukku.” Ucap Siwon lalu dengan perlahan dia memasang kembali earpiece dan meraba ke meja di samping ranjangnya untuk mengambil tisu.

Kyuhyun tidak sanggup lagi ketika dia melihat kesulitan Siwon sekarang karena kebutaannya. Dia melupakan janjinya kepada Yunho dan berlari ke arah Siwon dan memeluknya. Siwon tersentak karena adanya tubuh yang menerjangnya seperti itu, namun Siwon yang tahu wangi tubuh yang memeluknya ini mulai menyamankan tubuhnya walau Siwon tidak membalas pelukan itu. Kyuhyun pun merasakan bahwa Siwon tidak membalas, menatap Siwon dengan tatapan bertanya-tanya. Kyuhyun bahkan terlalu bingung sehingga tidak memperdulikan teriakan dan hardikan Yunho kepadanya. Dan kebingungan Kyuhyun semakin menjadi ketika Siwon melepaskan lengan Kyuhyun dari tubuhnya.

“Siwonnie?” panggil Kyuhyun pelan. Itu pertama kalinya Kyuhyun mengeluarkan suaranya.

“Ternyata aku benar, kau ada disini Kyuhyun-ssi. Terima kasih sudah datang. Aku baik-baik saja seperti yang kau lihat. Ya mungkin aku sedikit kesulitan sekarang, tapi kau tenang saja. Aku tidak akan merepotkanmu.”

“Siwonnie..”

“Aku senang bisa merasakan kehadiranmu lagi, tapi seperti yang aku bilang tadi. Sepertinya ini pertemuan terakhir kita. Terima kasih kau sudah memberiku kenangan manis saat kita bersama, tapi sudah saatnya kau memilih yang lebih baik untukmu Kyuhyun-ssi.”

“Tidak Siwon, kumohon jangan seperti ini.” Kyuhyun yang mulai mengerti arah pembicaraan Siwon hanya bisa menggelengkan kepala dan terus memohon agar Siwon tidak berbicara seperti itu kepadanya.

“Tidak Kyuhyun-ssi. Ini yang terbaik. Kau berhak mendapatkan kebahagiaan dan aku jelas bukan bagian dari kebahagiaanmu.” Sahut Siwon pelan.

“Siwonnie..”

“Aku lelah. Aku mau tidur.” Ucap Siwon tegas mengakhiri pembicaraannya dengan Kyuhyun. Siwon merebahkan tubuhnya di ranjang yang langsung di turunkan oleh Yunho agar dia merasa nyaman untuk beristirahat.

“Siwonnie.” Kyuhyun mencoba memanggil Siwon sekali lagi untuk mau terus berbicara dengannya. Kyuhyun masih belum mengucapkan kata maaf kepada Siwon. Hanya saja peringatan keras dari Yunho membuat Kyuhyun tidak bisa berlama-lama di kamar rawat Siwon.

“Kau dengar sendiri kalau adikku lelah Kyuhyun-ssi. Jadi kumohon kau mau pergi.”

“Tapi..”

“Kumohon Kyuhyun-ssi. Pergilah.” Ucap Yunho bersikukuh agar Kyuhyun segera pergi.

Kyuhyun memejamkan matanya sebelum akhirnya dia mengangguk dan berjalan gontai keluar dari ruangan itu. Ketika dia sampai di depan pintu, Kyuhyun menoleh dan mengatakan sesuatu yang membuat Siwon harus menangis keras di pelukan Yunho setelah Kyuhyun pergi dari kamar itu. Kyuhyun dengan sepenuh hatinya mengatakan,

“Semoga kau bahagia Siwon karena hal itulah yang akan membahagiakanku. Aku mencintaimu Siwon. Aku mencintaimu. Selalu. Maafkan aku dan selamat tinggal.”

End Flashback

TBC

Advertisements