Tags

, , , , , , ,

Title : Wish You Were Here 2

Pairing/Charas : Wonkyu, Yunjae, Kangmin, Minho

Disclaimer : All casts are belong to their self and God

Warning : Un-betaed, BL, OOC, Angst, AU, MPreg

Summary : All that we’ve done, all that we’ve shared, makes me realize that you all I need. And when you’re gone from my life, I just wish you were here. Be me with me again.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

Flashback

“Siwonnie..”

“Aku lelah. Aku mau tidur.” Ucap Siwon tegas mengakhiri pembicaraannya dengan Kyuhyun. Siwon merebahkan tubuhnya di ranjang yang langsung di turunkan oleh Yunho agar dia merasa nyaman untuk beristirahat.

“Siwonnie.” Kyuhyun mencoba memanggil Siwon sekali lagi untuk mau terus berbicara dengannya. Kyuhyun masih belum mengucapkan kata maaf kepada Siwon. Hanya saja peringatan keras dari Yunho membuat Kyuhyun tidak bisa berlama-lama di kamar rawat Siwon.

“Kau dengar sendiri kalau adikku lelah Kyuhyun-ssi. Jadi kumohon kau mau pergi.”

“Tapi..”

“Kumohon Kyuhyun-ssi. Pergilah.” Ucap Yunho bersikukuh agar Kyuhyun segera pergi.

Kyuhyun memejamkan matanya sebelum akhirnya dia mengangguk dan berjalan gontai keluar dari ruangan itu. Ketika dia sampai di depan pintu, Kyuhyun menoleh dan mengatakan sesuatu yang membuat Siwon harus menangis keras di pelukan Yunho setelah Kyuhyun pergi dari kamar itu. Kyuhyun dengan sepenuh hatinya mengatakan,

“Semoga kau bahagia Siwon karena hal itulah yang akan membahagiakanku. Aku mencintaimu Siwon. Aku mencintaimu. Selalu. Maafkan aku dan selamat tinggal.”

End Flashback

( 。・_・。)人(。・_・。 )

Enam Tahun Kemudian

Siwon sedang menunggu di dekat lampu merah ketika ada seorang anak laki-laki berusia sekitar lima tahun yang menarik celananya. Siwon yang merasakan seseorang menarik celana bagian bawahnya segera menundukkan kepalanya.

“Ahjucci, apakah ahjucci ingin menyebelang jalan? Kalau ya, ayo Minho bantu.” Tawar bocah itu tiba-tiba kepada Siwon. Siwon tergelak ketika mendengar suara cadel sang bocah, tapi dia tersentuh karena bocah tersebut mau menolongnya karena mengetahui bahwa dirinya buta di lihat dari tongkat yang dibawanya. Meski sebenarnya Siwon sudah tidak perlu dibantu lagi. Siwon sudah terbiasa dengan kebutaannya. Justru dengan ketidak mampuannya sekarang, Siwon memiliki banyak hal baik terjadi dalam hidupnya. Contohnya, semua indera Siwon selain matanya berfungsi lebih baik sejak dia tidak bisa melihat dan itu membuat pekerjaan sebagai koki menjadi lebih baik. Keluarganya yang dulu workaholic dan tinggal terpisah sekarang tinggal di satu atap dan semakin dekat karena semuanya mengkhawatirkan dirinya. Bahkan Jaejoong pun setelah menikah dengan Yunho lima tahun yang lalu, ikut tinggal bersama dengan mereka sekarang.

Akan tetapi demi menghormati niat baik sang bocah, Siwon mengangguk pelan dan mengulurkan tangannya kepada sang bocah dengan nama Minho itu. Minho pun langsung menyambut dengan gembira uluran tangan Siwon. Bocah itu senang karena merasa sudah membantu orang lain yang membutuhkan seperti yang diajarkan oleh orang tuanya. Ketika lampu untuk pejalan kaki menyala hijau, Minho segera menuntun Siwon ke seberang jalan. Mereka berjalan perlahan sampai keduanya sampai di seberang. Begitu sampai, Minho yang seharusnya melepaskan tangan Siwon ternyata terus saja menggenggamnya. Siwon sedikit heran dengan perilaku bocah ini, namun Siwon tidak memaksakan dirinya untuk melepas genggaman tangan Minho di tangannya. Siwon membiarkan Minho tanpa berbicara apapun sampai Minho sendiri yang membuka mulutnya.

“Ahjucci.” Panggil Minho

“Ya?”

“Ahjucci cibuk tidak? Mau menemani Minho belmain tidak?” Siwon tertawa geli. Rupanya Minho kesepian dan butuh teman untuk bermain bersamanya. Siwon ingin sekali menemani Minho bermain, namun dia tahu kondisinya. Apa yang bisa dia lakukan untuk menemani Minho bermain?

“Ahjussi mau saja. Tapi ahjussi tidak bisa melihat, apa adik kecil tidak keberatan bermain bersama ahjussi. Lalu apa kau tidak takut bersama dengan ahjussi? Ahjussi bisa saja orang jahat.” Ingat Siwon kepada Minho. Siwon tahu dirinya tidak akan mencelakai orang lain apalagi anak kecil, namun Siwon sungguh heran dengan Minho yang berkeliaran sendirian siang-siang begini. Siwon berpikir kemana orang tua Minho? Mengapa mereka membiarkan Minho sendirian seperti ini? Bagaimana jika ada orang yang punya niat jahat bertemu dengan Minho lalu mencelakai anak ini? Dengan segala pemikiran itu, Siwon tak urung menjadi khawatir sendiri kepada Minho.

“Ah, ahjucci tidak mungkin olang jahat. Minho bica membedakan olang jahat atau bukan.” Jelas Minho yang membuat Siwon mengembangkan senyumannya. Rasa khawatir tadi sedikit menghilang.

“Benarkah?”

“Ya. Lalu kalau belmain, ahjucci cukup duduk di taman caja. Ahjucci juga cukup mengangguk ketika Minho memanggil ahjucci daddy.”

“Daddy?” tanya Siwon cukup terkejut. Dalam benaknya Siwon tidak mengerti kenapa anak ini menginginkan dirinya untuk berperan sebagai daddynya.

“Ya, daddy.” Ucap Minho yakin.

“Kenapa begitu?” tanya Siwon lagi.

“Kalena wajah ahjucci milip dengan wajah daddy Minho yang pelnah di kacih lihat oleh appa.” Jawab Minho jujur. Siwon terperangah mendengar jawaban Minho. Dia berpikir ternyata ada yang mirip dengannya dan orang itu adalah ayah anak ini.

“Oh ya?”

“Ya. Makanya cebagai gantinya kalena Minho cudah membantu ahjucci, ahjucci haluc menjadi daddy Minho untuk hali ini.”

“Oh, jadi kau membantu ahjussi karena menginginkan sesuatu. Wah, ternyata kau tidak tulus ya. Ahjussi sedih mendengarnya.” Sahut Siwon pura-pura bersedih. Dia ingin menggoda Minho dan ingin tahu bagaimana reaksi bocah satu itu apakah dia akan menyesal atau dia akan biasa saja. Dan sesuai dengan dugaan Siwon, Minho langsung memeluk kaki Siwon dan berteriak menyangkal ucapan Siwon.

“Bukan ahjucci! Bukan begitu makcud Minho. Ahjucci jangan malah. Minho tuluc membantu ahjucci tadi. Jangan malah ya.” Rajuk Minho. Siwon bisa mendengar nada penyesalan dari suara Minho dan dia tersenyum. Siwon menurunkan tubuhnya, mensejajarkan tinggi badannya dengan Minho lalu meraba wajah Minho meski pandangannya tidak mengarah ke wajah Minho.

“Tenanglah Minho, ahjussi hanya bercanda. Ahjussi dengan senang hati menemani Minho bermain. Ayo, tunjukkan jalannya.” Ucap Siwon memberikan senyum terbaiknya untuk Minho. Mendengar Siwon mau bermain dengannya, Minho juga tersenyum dengan lebar, menampilkan beberapa giginya kepada Siwon. Dan meski Siwon tak mampu melihatnya, Siwon bisa merasakannya dari tarikan pipi di wajah Minho.

Akhirnya Minho kembali menuntun Siwon ke taman yang memang berada tidak jauh dari tempat mereka sekarang. Minho terus menggenggam tangan Siwon selama perjalanan ke taman. Siwon sendiri, mengetahui bahwa tongkatnya tidak diperlukan melipatnya lalu membiarkan Minho yang menuntunnya. Tidak sampai lima menit, keduanya sudah sampai di taman yang cukup besar namun tidak terlalu ramai itu. Mungkin karena hari ini adalah hari kerja maka sedikit pengunjung di taman ini. Siwon sendiri seharusnya sudah ada di restoran miliknya, bekerja dan tidak berada di tempat ini jika bukan karena permintaan mendadak dari bocah yang baru saja dia temui beberapa menit yang lalu.

Siwon sendiri merasa aneh dengan dirinya hari ini. Dia heran mengapa dia begitu mudah menyetujui permintaan Minho. Siwon mengakui dia menyukai anak-anak, tapi dia juga tidak bisa begitu saja mengikuti setiap keinginan anak-anak yang datang kepadanya. Hanya saja, Minho terlalu menggemaskan dan juga terlalu pintar bagi Siwon untuk dia acuhkan. Siwon berpikir, mungkin tidak ada salahnya mengikuti keinginan bocah itu untuk kali ini, karena kesempatan dia akan bertemu lagi dengan Minho juga sedikit. Selagi Siwon berkutat dengan pikirannya sendiri, Minho sudah menggiringnya ke salah satu bangku taman yang cukup dekat dengan tempat bermain anak-anak. Minho lalu menuntun Siwon untuk duduk di bangku tersebut.

“Nah, ahjucci tunggu di cini ya. Minho mau belmain di cana.” Tunjuk Minho ke arah tempat permainan di depan mereka. Minho lupa jika Siwon tidak bisa melihat. Tetapi bocah cerdas seperti Minho langsung menyadari kesalahannya. Dia lalu mengambil tangan Siwon dan mengarahkannya lurus tepat ke arah tempat permainan tersebut.

“Di cana ya ahjucci.” Sahut Minho pelan. Dia kelihatan merasa bersalah karena tidak sengaja berbicara dengan Siwon seakan Siwon tidak buta. Siwon tersenyum haru mendengar betapa baiknya bocah di depannya ini. Siwon menarik tangannya dan mengacak rambut Minho sayang, membuat Minho kembali tersenyum lebar.

“Oke. Mulai cekalang, Minho akan memanggil ahjucci daddy.” Sahut Minho tegas yang hanya ditanggapi kekehan dari Siwon. Dia mengangguk lalu mendorong pelan tubuh kecil Minho untuk segera bermain. Minho dengan segera berlari menjauhi Siwon untuk bermain.

Setelah yakin Minho sudah pergi, Siwon merogoh saku celananya dan mengambil ponselnya. Siwon sudah hafal tombol-tombol ponselnya meski Yunho memasang program yang mampu memudahkan Siwon untuk bisa menghubungi siapapun di kontak ponselnya dengan menggunakan suara. Siwon menekan beberapa nomor sebelum mengarahkan ponsel tersebut ke telinga kirinya.

“Yoboseyo.” Suara di seberang sambungan telepon itu membuka pembicaraan.

“Yoboseyo, Jae hyung.” sahut Siwon singkat.

“Siwon-ah?! Kenapa kau belum datang padahal sudah lewat jam makan siang? Kau tidak kerja hari ini? Apa kau sakit? Tapi tadi saat sarapan kau baik-baik saja. Kau dimana sekarang? Perlu hyung jemput?” tanya Jaejoong terus menerus,membuat Siwon tertawa geli karena sikap Jaejoong yang selalu cemas akan keadaan Siwon.

“Aku baik-baik saja hyung. Kau tidak perlu memberondongku dengan pertanyaan-pertanyaan itu. Aku sedang ada di taman. Mungkin aku akan terlambat sampai ke restoran. Aku ada sedikit urusan.” Jelas Siwon.

“Urusan dengan siapa? Apa kau di taman dekat rumah kita? Aku akan kesana. Kau tunggu aku.” Tegas Jaejoong. Siwon sedikit kewalahan kala Jaejoong tiba-tiba saja berbicara akan menjemputnya. Siwon merasa Jaejoong tidak perlu melakukan hal itu untuknya. Dia bisa ke restoran sendiri.

“Tapi hyung..”

“Tidak ada tapi. Aku salah membiarkanmu pergi sendiri tadi setelah sarapan. Seharusnya aku memaksamu berangkat ke restoran bersama seperti biasanya.” Ucap Jaejoong lagi.

“Tapi tadi aku hanya ingin jalan kaki hyung. Aku sudah sering melakukannya. Dan kau jangan berlebihan mencemaskanku, sudah aku bilang aku baik-baik saja.”

“Dan sudah aku bilang tidak ada penolakan Siwon. Kau mau aku di bunuh oleh hyung-hyungmu jika terjadi sesuatu denganmu?” Siwon menghela nafas lagi. Selalu saja seperti ini. Semua anggota keluarganya selalu cemas berlebihan jika sudah menyangkut dirinya.

“Kalian saja yang terlalu cemas. Aku sudah dewasa hyung. Aku bisa menjaga diriku sendiri. Walau aku buta bukan berarti aku tidak mampu untuk melakukan apapun.”

“Kami tahu Siwon, tapi mengertilah. Dulu kami hampir kehilanganmu. Dan sekarang, kami tidak mau sesuatu terjadi lagi padamu. Kau paham dongsaeng tersayangku?!”

“Hhh.. Ya sudahlah. Aku tunggu.” Ucap Siwon lalu memutuskan sambungan teleponnya dengan Jaejoong. Siwong menghela nafas panjang. Memang inilah yang akan terjadi jika dia terlewatkan dari perhatian dan pengawasan kakak-kakaknya itu. Siwon bahagia karena mereka semakin memperhatikan dirinya, tapi terkadang Siwon merasa seperti beban untuk mereka semua. Terutama untuk Kangin. Sampai sekarang Kangin masih belum bisa melepaskan rasa bersalahnya karena kecelakaan Siwon. Kangin bahkan tidak mau menikah sampai dia melihat Siwon yang menikah dan memiliki seseorang yang mampu untuk bersanding dan menjaga Siwon dengan baik dengan segala kekurangannya.

“Appa!” teriakan Minho menyadarkan Siwon dari lamunannya. Dia lalu melambaikan tangannya sesuai darimana suara Minho tadi berasal. Siwon lupa bahwa Minho seharusnya memanggilnya daddy.

“Siwonnie?” panggil seseorang yang suaranya Siwon kenal dengan baik. Tanpa sadar Siwon berdiri dan menegangkan tubuhnya.

“Siwonnie.” Panggil orang itu dan yakin bahwa yang dilihatnya adalah Siwon, pemuda yang sekarang telah menjadi pria yang semakin tampan. Siwon masih saja terpaku di tempatnya sampai ada sebuah tangan yang memegang lengannya, baru Siwon bereaksi. Siwon menghempaskan tangan itu dan beranjak pergi sampai suara Minho membuatnya kembali terpaku. Bukan karena namanya yang di panggil atau pun karena panggilan appa dari bocah tersebut, melainkan balasan panggilan dari orang yang ada di sebelahnya sekarang kepada Minho.

“Appa!!”

“Minho sayang!” Orang disebelah Siwon mengenal Minho dan memangilnya dengan sayang pada saat Minho memanggilnya appa. Siwon membelakakan mata butanya tidak percaya dengan telinganya saat ini. Orang disampingnya ini telah memiliki seorang anak. Berarti dia telah melanjutkan hidupnya seperti yang Siwon kira selama ini. Orang itu sepertinya sudah berbahagia seperti keinginan Siwon.

“Minho, kenapa kau pergi sendiri dari taman kanak-kanak. Appa cemas sayang.” Sahut orang tersebut menegur Minho yang berjalan sendirian padahal dia masih terlalu kecil. Bocah yang baru berusia lima tahun yang baru saja sampai ke tempat Siwon dan orang itu berada, hanya merengut sebal kepada orang yang di panggil appa tersebut.

“Ini kalena appa. Kenapa tadi appa lama cekali menjemput Minho? Minho bocan, makanya Minho jalan-jalan.” Ujar Minho membela diri. Orang tersebut hanya menghela nafas panjang lalu menggelengkan kepalanya.

“Tapi Minho tidak boleh pergi sendiri seperti tadi. Kalau terjadi apa-apa dengan Minho bagaimana? Appa pasti sedih sayang.”

“Maaf appa. Minho janji tidak akan pelgi cendilian lagi.” Janji Minho di tanggapi oleh belaian lembut di rambut Minho dan kecupan ringan di dahinya. Minho lalu menyadari bahwa Siwon masih berada bersama mereka langsung meraih tangan Siwon dan menariknya untuk berhadapan dengan appa Minho.

“Appa! Lihat! Milip dengan daddy bukan?! Minho cenang kalena untuk hali ini, Minho bica punya dua olang tua cepelti teman-teman Minho.” Siwon menundukkan kepalanya ke arah suara Minho. Siwon sekarang baru mengerti mengapa Minho terasa begitu kesepian dan menginginkan dirinya berperan sebagai ayahnya. Ternyata Minho hanya memiliki orang itu sebagai orang tuanya. Dan sepertinya Minho juga tahu bahwa orang yang disebut appanya menyukai sesama jenis sehingga dia menginginkan seorang daddy. Siwon tak tahu apa sudah terjadi dengan daddy Minho. Mungkin karena sudah berpisah atau bahkan sudah meninggal dunia.

Siwon menoleh ke arah Minho sambil menatapnya dengan tatapan kosongnya itu walau gurat wajah Siwon menampilkan bahwa dia turut sedih dengan keadaan Minho. Siwon pun lalu mengangkat wajahnya dan menatap lurus ke depan, seakan dia menatap langsung kepada appa Minho. Siwon juga memberikan senyum kikuk dan sedih menandakan bahwa dia turut prihatin dengan keadaan orang di depannya itu. Ternyata kebahagiannya tidak sempurna karena pasangan orang tersebut sudah tidak ada.

“Jika kau berpikir aku menikah dan di tinggalkan, kau salah besar Siwonnie.” Tutur orang tersebut sambil tertawa geli karena wajah prihatin Siwon kepadanya. Orang itu bisa menebak tepat apa yang sedang di pikirkan oleh Siwon karena wjah Siwon selalu menggambarkan dengan jelas pemikirannya tersebut. Orang tersebut juga merasa sedikit senang sebab Siwon tampaknya masih memperhatikannya, jika dia masih bersimpati seperti itu kepadanya.

“Uh.. Maafkan aku. Aku hanya..” elak Siwon mencoba menutupi rasa kikuknya karena telah salah menduga.

“Tidak. Aku yang seharusnya minta maaf, karena anakku sudah merepotkanmu.”

“Tidak. Minho tidak merepotkan. Aku senang bisa menemaninya.”

“Baguslah. Lalu.. Apa kabarmu, Siwonnie?” tanya orang itu pelan.

“Baik. Aku baik Kyuhyun-ssi.” Sahut Siwon singkat kepada orang yang ternyata adalah Kyuhyun itu. Kyuhyun yang mendengar nama panggilan formal dari Siwon merasakan sakit lagi di dadanya. Kyuhyun tersenyum miris karena sepertinya walau Siwon masih menunjukkan simpati kepadanya dan juga meski mereka sudah berpisah cukup lama, Siwon masih belum bisa memaafkannya.

“Kau masih marah kepadaku ya?” tanya Kyuhyun tanpa basa basi lagi. Kyuhyun ingin tahu apakah Siwon masih marah kepadanya soal pengkhianatannya dulu.

“Eh? Marah? Tidak Kyu. Aku tidak pernah marah kepadamu.” Elak Siwon lagi. Jujur, Siwon memang tidak marah dengan Kyuhyun. Kecewa ya, tapi marah, Siwon tidak pernah merasakan hal itu terhadap mantan kekasihnya tersebut. Padahal Siwon pernah mencoba meluapkan semua rasa sakit dan kecewanya dengan berusaha untuk membenci Kyuhyun, namun dia tidak bisa. Siwon masih mencintai pemuda, ah bukan, pria berwajah manis itu dengan segenap hatinya.

“Lalu kenapa kau memanggilku seformal itu?” tanya Kyuhyun lagi membuyarkan lamunan Siwon.

“Aku, aku hanya..” Siwon sedikit tergagap untuk memberikan respon kepada Kyuhyun. Dia tidak tahu harus berkata apa. Siwon merasa bahwa dia memang sudah tidak berhak lagi memanggil Kyuhyun dengan panggilan sayang seperti dulu saat mereka bersama.

“Sudahlah hyung. Tidak apa-apa.” Potong Kyuhyun agar Siwon tidak terlalu gugup dengannya dan Siwon berterima kasih untuk itu dalam hatinya. Siwon sungguh tidak tahu harus bersikap bagaimana setelah bertemu dengan Kyuhyun secara tiba-tiba ini.

“Um, kalau begitu aku pergi dulu Kyu.” Pamit Siwon buru-buru. Dia tidak nyaman dengan keadaan yang canggung ini.

“Tunggu hyung.” Kyuhyun mencoba menahan kepergian Siwon, namun Siwon benar-benar tidak ingin berlama-lama dengan Kyuhyun. Siwon secara reflek menepis tangan Kyuhyun yang berusaha menggapai lengan Siwon. Dia takut Kyuhyun akan mengertahui perasaannya dan merasa terbebani dengan itu. Namun ketika Siwon sadar bahwa dia telah berbuat kasar terhadap Kyuhyun, Siwon jadi salah tingkah sendiri.

“Um maafkan aku Kyu, aku tidak bermaksud kasar.”

“Tidak. Tidak apa-apa hyung. Aku yang salah karena membuatmu terkejut. Aku hanya ingin mengundangmu untuk makan siang atau makan malam kapan pun kau bisa. Aku ingin mendengar kabar lengkapmu.” Lirih Kyuhyun. Tampak jelas di wajahnya bahwa dia kecewa dan sedih karena Siwon menepis tangannya baru saja. Kyuhyun semakin yakin bahwa Siwon masih marah dan belum bisa, mungkin bahkan tidak bisa untuk memaafkannya. Akan tetapi Kyuhyun mencoba menerima semua itu denganlapang dada. Kejadian enam tahun yang lalu memang adalah kesalahannya dan dia harus terima segala konsekuensinya. Meski begitu, bukan berarti Kyuhyun akan menyerah begitu saja. Kyuhyun justru ingin sekali agar Siwon mau berbicara dengannya lagi. Kyuhyun ingin untuk menyatakan kepada pria tinggi di hadapannya sekarang bahwa dia menyesal dan dia ingin minta maaf. Oleh karena itu, Kyuhyun mengundang Siwon untuk makan siang atau makan malam sekedar menjalin hubungan baik mereka lagi walau hanya sebatas berteman. Namun Kyuhyun harus menelan pil kekecewaan sekali lagi ketika Siwon menggelengkan kepalanya, menolak tawaran Kyuhyun.

“Maaf Kyu, aku tidak tahu kapan aku bisa meluangkan waktuku.” Tolak Siwon halus.

“Oh.. Baiklah. Ini kartu namaku. Jika kau berubah pikiran hyung.” sahut Kyuhyun sambil meraih tangan Siwon untuk menerima kartu namanya. Tapi Siwon tidak mau menerima kartu nama itu. Siwon menarik tangannya sehingga Kyuhyun tidak bisa meletakkan kartu nama itu di telapak tangan Siwon.

“Sepertinya tidak Kyu. Lagipula aku tidak mungkin bisa membacanya. Jika kau lupa, aku ini buta. Maaf.” Kyuhyun mematung sekaligus merutuki kebodohannya karena menyerahkan kartu nama itu dan bukannya langsung saja memberikan nomor teleponnya. Kyuhyun menatap sayu Siwon yang sekarang menurunkan tubuhnya untuk sejajar dengan Minho. Kyuhyun melihat Siwon yang duduk berlutut, Minho segera menghampiri Siwon dan meraih tangan besar pria tinggi itu agar Siwon bisa dengan mudah mengetahui posisi Minho berada. Siwon tersenyum lebar dengan sikap baik hati bocah kecil itu. Siwon semakin terharu karena Minho begitu pengertian dengan keadaannya. Setelah keduanya sejajar, Siwon membelai wajah Minho dan berpamitan dengan bocah lima tahun itu.

“Nah minho. Ahjussi pulang dulu ya, karena kau sudah bersama appamu sekarang.”

“Apa Minho bica beltemu dengan ahjucci lagi?” tanya Minho polos.

“Mungkin Minho. Mungkin.” Dengan ucapan itu Siwon berdiri dan membalikkan tubuhnya. Dia memanjangkan lagi tongkatnya lalu mulai berjalan perlahan meninggalkan ayah dan anak itu. Kyuhyun dan Minho tidak mengetahui bahwa Siwon saat ini sudah menangis. Dia menangis karena perasaan lega dan sedih yang menghinggapi hatinya. Lega karena Kyuhyun sudah melanjutkan hidupnya dengan memiliki Minho dan sepertinya Kyuhyun bahagia dengan itu semua. Sedih karena Siwon bukanlah bagian dari kebahagiaan itu. Siwon masih tahu diri untuk tidak mengganggu Kyuhyun lagi. Tidak dengan keadaannya sekarang. Karena itu Siwon menolak ajakan Kyuhyun untuk bertemu lagi. Siwon tidak ingin mengulang lagi sesuatu yang dia sendiri tidak yakin akan bisa berlangsung lama walau Siwon tidak bisa berbohong bahwa dia sangat merindukan Kyuhyun. Selama enam tahun berpisah, Siwon tidak pernah berhenti mencintai Kyuhyun dan mungkin selamanya dia akan terus mencintai Kyuhyun.

Di lain pihak, Kyuhyun memandang sendu punggung lebar Siwon. Kyuhyun tidak mengira bahwa dia bisa bertemu dengan Siwon secara kebetulan di taman ini. Selama enam tahu Kyuhyun berusaha untuk menemui Siwon tapi selalu dihalangi oleh keluarga Siwon sehingga Kyuhyun tidak bisa menemui Siwon sama sekali. Kyuhyun yang juga masih sangat mencintai Siwon, pernah berjanji jika dia bisa bertemu lagi dengan Siwon, maka dia akan berusaha mendapatkan hati pria tinggi pemilik senyum menawan itu. Kyuhyun tidak perduli jika dia mendapat tentangan lagi dari mana pun dan dari siapa pun. Kyuhyun sudah lelah dan muak berpisah dengan Siwon. Kyuhyun pun mengadopsi Minho karena saat dia tidak sengaja melihat Minho yang waktu itu masih berusia tiga tahun di panti asuhan yang dikelola oleh kakaknya, Kyuhyun seakan melihat replika dari Siwon. Tanpa banyak pertimbangan, Kyuhyun mengurus semua administrasi agar Minho bisa menjadi anaknya. Mungkin jahat jika Kyuhyun mengadopsi Minho untuk mengisi kerinduannya akan Siwon, namun dengan berjalannya waktu Kyuhyun benar-benar menyayangi Minho seperti anak kandungnya sendiri.

Kyuhyun sekali lagi melihat punggung Siwon yang sudah menjauh dari taman itu. Kyuhyun tersenyum simpul karena bagaimana pun juga dia akan berusaha agar Siwon menerimanya kembali. Kyuhyun akan berusaha sampai Siwon mencintainya lagi dan jika hal itu tidak mungkin terjadi, paling tidak dia bisa berteman lagi dengan Siwon. Kyuhyun tidak mau hidupnya sepi tanpa adanya Siwon.

“Appa.” Panggilan Minho menyadarkan Kyuhyun dari tatapannya kepada Siwon. Pria manis itu menoleh ke arah Minho.

“Ya sayang?”

“Apa Minho bica beltemu ahjucci, ah bukan, tapi daddy Minho lagi?” tanya Minho berharap. Kyuhyun tersenyum mendengarnya. Tampaknya Minho sangat menyukai Siwon dan ingin agar pria berlesung pipi itu mau menjadi daddynya. Dalam benak Kyuhyun, dia juga bersalah dengan pola tingkah Minho terhadap Siwon. Dia sendiri yang selalu menunjukkan foto Siwon kepada Minho dan berkata kepada Minho bahwa Siwon adalah ayahnya yang satu lagi. Sebenarnya itu adalah angan-angan Kyuhyun yang ingin memiliki keluarga dengan Siwon sebelum perbuatan bodohnya menghancurkan angan itu.

“Semoga sayang. Semoga.” Sahut Kyuhyun lalu mengangkat Minho dan menggendongnya ke mobil Kyuhyun dan pulang ke rumah mereka.

Kediaman Keluarga Choi

Siwon terlihat melamun di teras depan rumahnya. Pria tampan itu terus memegang sebuah kotak kecil beludru di tangannya. Siwon akan terus seperti itu jika tidak ditepuk bahunya oleh Yunho.

“Mengapa kau melamun Siwon-ah?” tegur Yunho yang langsung mengagetkan Siwon sehingga dia menjatuhkan kotak kecil itu.

“Hyung! Kau mengagetkan aku!” ketus Siwon sambil menggapai tongkatnya lalu berjalan ke arah suara jatuhnya kotak itu. Siwon berusaha mencarinya dengan bantuan tongkatnya sampai Yunho membuka telapak tangannya dan meletakkan kotak itu di tangan Siwon karena dia tadi yang menemukannya. Setelah itu Yunho membantu Siwon untuk duduk kembali.

“Terima kasih hyung.”

“Kenapa kau masih menyimpannya Siwon-ah? Benda itu hanya membawa luka lama. Kau harus melupakannya.” Sahut Yunho masih tidak rela adiknya terus bergantung pada masa lalu. Siwon tersenyum sedih mendengar ucapan Yunho. Siwon ingin mengikuti kata-kata Yunho, namun mudah dikatakan daripada dilakukan. Terlebih lagi, orang yang ingin dilupakannya tiba-tiba saja kembali setelah lama tidak terdengar kabarnya.

“Tidak apa-apa, bukan hyung. Lagipula cincin ini terlalu bagus untuk di buang. Mungkin aku bisa memberikan kepada Kangin hyung jika dia memiliki kekasih atau calon istri.” Tutur Siwon sambil terkekeh. Yunho memutar matanya malas ketika mendengar Siwon berkata demikian. Pemuda berlesung pipi itu memang selalu menganjurkan Kangin agar cepat menikah dengan berbagai cara. Mulai dari mengenalkannya dengan teman-temannya sampai memasukkan Kangin ke biro jodoh online, yang dibantu oleh Jaejoong juga tentunya. Yunho masih ingat bagaimana kesalnya Kangin tapi dia tidak mampu berbuat apapun karena Siwonlah yang melakukan semua itu.

“Suami maksudmu.” Ucap Yunho membenarkan ketika dia sadar dengan kata terakhir Siwon tadi.

“Eh? Kangin hyung juga menyukai laki-laki?” tanya Siwon benar-benar terkejut. Yunho tertawa geli lalu mengacak rambut Siwon.

“Memangnya kau tidak tahu? Makanya jangan di restoran saja, sekali-kali kau ikut ke pesta bersama kami.”

“Dan menjadi bahan lelucon teman-temanmu dan Kangin hyung? Terima kasih, tapi tidak terima kasih. Aku tidak mau kalian berdua di tertawakan karena aku.” Cibir Siwon sambil bercanda namun sedetik kemudian Siwon sadar bahwa dia telah kelepasan bicara. Siwon sebenarnya menyimpan hal ini dari Yunho dan Kangin karena takut reaksi keras mereka ketika mengetahui bahwa selama ini, jika Siwon ikut dalam pesta keluarga atau jamuan lainnya, dia sering dijadikan bahan lelucon oleh kolega Kangin dan Yunho. Siwon selalu dibilang seperti benalu dalam keluarga Choi yang terpandang dan terhormat. Selama ini hanya Jaejoong yang tahu perilaku kolega Yunho dan Kangin terhadap Siwon.

“Siapa yang berani menertawakanmu Siwon-ah?! Kenapa aku tidak tahu?!” Siwon meringis menyesal karena sudah kelepasan bicara. Dia merutuki kebodohannya sendiri.

“Bukan siapa-siapa hyung. Sudahlah.” Elak Siwon langsung.

“Tapi Siwon.”

“Sudahlah hyung. Aku tidak apa-apa.” Mendengar nada memelas dari Siwon membuat Yunho mengalah. Namun Yunho hanya mengalah sekarang karena nanti dia akan mencari tahu siapa saja yang sudah mempermainkan adiknya itu. Dia akan membuat orang-orang menyesal karena sudah membuat adiknya sedih. Bahkan dia akan memberitahu Kangin dan Yunho tahu bagaimana kejamnya Kangin terhadap orang-orang seperti itu.

“Terus apa Kangin hyung sudah punya kekasih hyung?” tanya Siwon mengalihkan pembicaraan dari dirinya. Yunho hanya menghela nafas singkat karena tahu pertanyaan Siwon tadi hanya untuk mengecoh dirinya. Tapi Yunho akan membiarkan sekarang lalu menjawab pertanyaan itu.

“Belum. Tapi ada seseorang yang membuatnya tertarik.” Jawab Yunho yang membuat mata Siwon membulat karena senang.

“Oh ya? Siapa?”

“Guru taman kanak-kanak.” Jawab Yunho singkat. Siwon terdiam sesaat mencoba memasukkan kata-kata Yunho tadi dalam otaknya. Semenit, dua menit, lima menit. Lalu Siwon berteriak.

“Eh?!!” Yunho tertawa terbahak-bahak melihat raut wajah Siwon yang terkejut. Alisnya yang tebal terangkat dua-duanya dan matanya semakin membulat. Setelah puas menertawakan wajah lucu Siwon, Yunho lalu menceritakan awal pertemuan Kangin dengan seorang guru pria yang bekerja di taman kanak-kanak.

Pria bertubuh lebih mungil daripada Kangin itu pernah tidak sengaja menolong Kangin ketika mobil Kangin bermasalah bersamaan dengan ponselnya yang tidak berfungsi karena baterainya habis sehingga Kangin tidak bisa menghubungi bengkel langganannya. Kangin saat itu juga sedang berada di daerah yang tidak dia kenal karena janji pertemuan dengan klien tersebut ditentukan oleh sang klien. Maka dari itu, betapa gusarnya Kangin karena dia tidak bisa berbuat apapun untuk bisa kembali pulang. Sampai satu motor mendekatinya dan menyapanya.

Kangin tidak bisa melihat wajah si pengendara karena dia masih memakai helmnya, namun Kangin tidak perduli. Dia langsung menanyakan apakah pengendara tersebut memiliki ponsel dan apakah dia boleh meminjamnya. Sialnya Kangin, si pengendara tidak membawa ponsel. Akan tetapi kesialannya hanya sebentar karena si pengendara bersedia mengantarkan Kangin pulang. Maka dengan tidak membuang banyak waktu Kangin menyetujui tawaran itu dan mengambil helm cadangan yang diberikan oleh si pengendara. Mereka pun berkendara sampai ke rumah keluarga Choi.

Sesampainya di sana, Kangin menawarkan si pengendara untuk masuk dulu tapi langsung di tolak karena dia harus segera pergi. Dia harus segera pulang ke apartemennya karena besok dia harus masuk kerja pagi-pagi sekali. Kangin pun memahami situasinya, hanya saja sebelum si pengandara pulang, Kangin ingin berkenalan dan sekaligus ingin menemui si pengendara itu lagi untuk mengucapkan terima kasih. Saat itulah si pengendara membuka helmnya dan menunjukkan wajah manis seorang pria mungkin lebih tepatnya di sebut pemuda karena wajahnya masih seperti mahasiswa. Senyumnya yang mempesona dengan gigi kelincinya membuat wajah manis itu terlihat lebih manis. Kangin seketika itu juga jatuh hati dengan si pengendara manis yang sekarang dikenal dengan nama Lee Sungmin.

Sesudah adegan Kangin terpesona dengan Lee Sungmin, Kangin lalu mulai mencari tahu lebih lanjut tentang Lee Sungmin. Dia bekerja sebagai guru taman kanak-kanak yang kebetulan sekali tidak jauh dari restoran tempat Siwon bekerja sehingga Kangin selalu menggunakan alasan makan siang di restoran Siwon untuk sesekali menemui Sungmin.

“Pantas saja Kangin hyung rajin ke tempatku hyung. Aku kira karena dia ingin bertemu denganku.” Sahut Siwon sambil merengut, membuat Yunho tertawa terbahak-bahak karena raut wajah Siwon yang cemberut itu.

“Ahahaha, kau saja yang tidak peka. Jae saja tahu.” Jawab Yunho di sela tawanya. Siwon semakin merengut mendengar tawa Yunho yang seakan mengoloknya tidak perduli terhadap kisah cinta Kangin.

“Tampaknya akan ada pernikahan lagi setelah pernikahanmu ya hyung.”

“Mungkin saja, Siwon-ah. Mungkin saja.” Kemudian mereka berdua terdiam menikmati udara malam yang sejuk. Mereka terus duduk seperti itu sampai Yunho membuka mulutnya.

“Siwon-ah.”

“Ya hyung?”

“Apa kau masih mencintai Kyuhyun?” Siwon tersentak mendengar pertanyaan Yunho. Siwon terpaku, tidak tahu harus mengatakan apa. Jika Siwon ingin jujur, tentu saja dia masih mencintai Kyuhyun. Tapi seharusnya pertanyaan itu bukan ditujukan kepadanya melainkan kepada Kyuhyun. Namun Siwon tidak mengutarakan hal itu kepada Yunho. Dia terus berdiam diri sambil menatap lurus ke depan.

“Kau tidak mau jawab ya. Tidak apa-apa. Aku hanya penasaran karena kau begitu berani ingin melamar kekasihmu itu walau kau masih muda dan belum bekerja seperti dirinya.” Ucap Yunho. Pria berwajah kecil itu memang ingin tahu alasan Siwon sampai begitu nekad ingin melamar Kyuhyun.

“Maksud hyung, aku yang masih kuliah dan hanya seorang pekerja sambilan dengan tidak memandang diriku sendiri berani untuk melamar Kyuhyun yang saat itu sudah terkenal sebagai penulis muda berbakat. Ya, sepertinya dari dulu aku sudah tidak tahu kedudukanku sendiri.” Cibir Siwon terhadap dirinya sendiri.

Plak!!

“Argh! Hyung! Kenapa kau memukulku?!” tukas Siwon tidak terima mendapatkan pukulan meski ringan dari Yunho. Yunho tidak menghiraukan keluhan Siwon terhadapnya. Kakak kedua Siwon itu justru memukul belakang kepala Siwon lagi dan kali ini cukup keras membuat Siwon semakin kesal dengan tindakan Yunho.

“HYUNG!!”

“Itu hukuman untukmu karena kau selalu saja rendah diri. Memang kenapa kalau kau masih kuliah? Kyuhyun sendiri juga tidak mengeluh.”

“Tidak mengeluh dengan perkataan namun mengeluh dengan perbuatan.” Yunho terdiam sesaat ketika Siwon mengucapkan kalimat tersebut. Yunho bisa merasakan bahwa Siwon sebenarnya masih memendam kekecewaan mungkin juga kekesalan karena pengkhianatan Kyuhyun meski Siwon selalu menyangkal perasaan itu.

“Kau masih marah dengan pengkhianatannya?” tanya Yunho memastikan. Siwon menghela nafas lagi sebelum menjawab Yunho.

“Tidak tahu hyung. Aku tak tahu apa yang aku rasakan.” Selesai Siwon mengatakan itu, Yunho dan Siwon sama-sama membisu. Mereka seakan tidak tahu harus bereaksi dan berkata seperti apa sejak Siwon mengucapkan perkataan tersebut. Jika ada yang menanyakan bagaimana perasaan Yunho sekarang tentang Kyuhyun, Yunho pun tidak tahu apa yang dia rasakan. Yang Yunho tahu, rasa marahnya sudah sedikit menguap. Mungkin karena pengaruh Jaejoong yang selalu mengatakan bahwa meski Kyuhyun melakukan kesalahan fatal namun tidak semestinya Yunho menyimpan dendam. Kyuhyun berhak mendapatkan kesempatan kedua jika pemuda manis itu sanggup membuktikan bahwa dia mau berubah dan masih mencintai Siwon.

Mengingat perkataan Jaejoong itu, Yunho menatap adiknya yang terus memandang lurus ke depan. Yunho melihat tatapan kosong Siwon dan dalam hati Yunho bisa mengerti mengapa Kangin tidak bisa melepas Siwon tanpa adanya pendamping. Bukan karena ketidakmampuannya melainkan karena kesepian yang akan mendera Siwon jika semua anggota keluarga mereka memiliki orang lain untuk diperhatikan selain dirinya. Yunho mengangguk beberapa kali seperti dia mendapatkan suatu kepastian akan perasaannya terhadap hubungan Siwon dengan Kyuhyun. Yunho lalu mengacak rambut Siwon lalu menanyakan sesuatu kepada Siwon.

“Siwon-ah.”

“Hm?”

“Apa kau akan memberikan kesempatan kepada Kyuhyun jika dia ingin kembali kepadamu?” tanya Yunho membuat mata Siwon membulat karena tidak mengira Yunho akan mengutarakan pertanyaan itu. Siwon menolehkan kepalanya mengikuti suara Yunho. Siwon ingin menjawab namun lidahnya kelu. Yunho sendiri ketika melihat adiknya terkejut seperti itu tersenyum miris lalu kembali bertanya.

“Apa kau akan memberikan kesempatan kepada dirimu sendiri untuk kembali dengan Kyuhyun, Siwon?” tanya Yunho lagi. Siwon memandang Yunho dengan mata butanya sendu. Dia tersenyum meski Yunho bisa melihat senyum Siwon dipaksakan. Siwon menggeleng lalu menjawab Yunho.

“Sepertinya tidak hyung. Hubunganku sudah benar-benar berakhir dengan Kyuhyun.” Jawab Siwon singkat. Yunho menggelengkan kepalanya begitu Siwon menjawab pertanyaan Yunho tadi.

“Kau tahu Siwon. Terkadang jika kau benar-benar ingin melanjutkan hidupmu, kau harus bisa melepaskan semua beban di hati. Dan itu termasuk dengan benar-benar memaafkan kesalahan orang yang kau cintai.” Sahut Yunho bijak. Siwon melebarkan kelopak matanya mendengar perkataan Yunho tersebut. Siwon tidak mengira Yunho mampu bersikap tenang seperti itu. Sementara Yunho yang melihat Siwon membelalakan matanya karena terkejut dan tidak percaya, langsung mengacak rambut adiknya itu.

“Jangan berwajah kaget seperti itu.” Siwon tertawa geli mendengar nada suara Yunho yang tidak terima akan reaksinya terhadap ucapan bijaknya tadi.

“Tidak, aku hanya heran hyung. Kenapa tampaknya kau seperti membela Kyuhyun?” Bela Siwon terhadap dirinya sendiri tanpa sadar bahwa dia menyebut nama Kyuhyun. Yunho tersenyum penuh arti ketika nama itu keluar dari bibir Siwon.

“Memang tadi aku menyebut nama Kyuhyun?” tanya Yunho menggoda Siwon. Siwon manjadi salah tingkah karena sudah kelepasan bicara. Secara tidak langsung dia memang mengakui bahwa dia masih mencintai Kyuhyun karena sudah menyebut namanya. Siwon memalingkan wajahnya dari Yunho, berusaha menutupi rasa malu dan rona merah muda di pipinya. Sedangkan Yunho hanya tersenyum menanggapi sikap Siwon yang jadi gelapan itu. Dia mengacak rambut Siwon lagi, yang memang adalah kebiasaan pria berwajah kecil itu, sebelum dia melanjutkan perkataannya.

“Aku tidak membelanya. Aku hanya ingin kau tidak terkukung kepada masa lalu. Aku rasa cukup bagimu merasakan sakit dan tersiksa karena terpisah dari Kyuhyun. Kau mencintainya Siwon dan kau tahu itu. Maka dari itu, maafkanlah dia dan kali ini aku harap kau sungguh-sungguh memaafkannya.” Sahut Yunho panjang lebar namun begitu menyentuh hati Siwon.

Selama ini Siwon secara tak sadar menyimpan kekecewaan yang begitu besar terhadap Kyuhyun namun karena sifatnya yang tidak ingin menyakiti orang lain, Siwon selalu mengatakan bahwa dia tidak marah. Bahwa dia mengerti. Tetapi pria mana yang tidak akan sakit hati menemukan kekasihnya bersama orang lain dalam keadaan seperti itu. Siwon menghela nafas panjang lalu tersenyum. Perkataan Yunho tadi memberikan ketenangan dalam hati Siwon. Jika kakaknya itu mampu menghilangkan amarahnya terhadap Kyuhyun, mengapa dia tidak. Dan Siwon harus mengakui bahwa sekuat apapun dia menyangkal bahwa dia tidak bisa bersama dengan Kyuhyun lagi, hati Siwon masih tetap mengejar baying-bayang Kyuhyun. Hatinya masih tetap menginginkan Kyuhyun selalu berada disisinya.

“Aku memang tidak bisa menipumu hyung.” ucapnya masih dengan senyum yang mengembang.

“Kau yang aneh karena baru sadar sekarang.” Balas Yunho ikut tersenyum. Yunho lega karena Siwon sepertinya mau menyadari bahwa dia tidak bisa melupakan Kyuhyun segigih apapun usahanya selama ini menutupi luka hati dan mencoba tegar demi keluarga Choi yang waktu itu sangat tidak menyukai Kyuhyun. Yunho tahu bahwa emosi keluarga mereka terhadap Kyuhyun adalah salah satu yang membuat Siwon tidak pernah menyinggung masalah antara dirinya dan Kyuhyun. Ketidaksukaan Yunho dan keluarga mereka terhadap Kyuhyun membuat Siwon melepaskan Kyuhyun selama 6 tahun terakhir ini. Yunho bersyukur karena Tuhan mau membuka pintu hatinya agar dia bisa membantu Siwon mendapatkan lagi cinta dan kebahagiaannya. Yunho juga yakin seluruh anggota keluarga mereka juga akan melakukan hal yang sama sepertinya karena mereka juga menginginkan kebahagian Siwon.

“Hhh.. Jika seperti ini, aku jadi bingung hyung. Kangin hyung menyukai lelaki, kau juga menikah dengan seorang lelaki, aku juga sama. Lalu Bagaimana nasib keluarga kita ya hyung? Siapa yang bisa memberikan penerus untuk keluarga kita?” tanya Siwon tiba-tiba setelah dia mengingat semua anak laki-laki menyukai sesama jenis. Siwon khawatir dengan nasib keluarga mereka terlebih lagi kepada orang tua mereka. Tuan dan Nyonya Choi pasti kecewa karena tidak bisa menimang seorang cucu dari darah daging mereka sendiri. Yunho yang mendengar ucapan Siwon hanya menggelengkan kepalanya. Tampaknya pikiran Siwon terfokus kepada Kyuhyun sehingga dia tidak menyadari banyak hal.

“Dengar Siwon-ah, aku dan Jaejoong bisa saja mengadopsi atau meminta bantuan dari surrogate mother. Tapi disamping itu semua, aku sungguh tidak habis pikir. Sebenarnya kau ini bodoh atau terlalu polos sih? Masa kau yang sahabatnya Jae tidak tahu kalau Jae itu istimewa.” Keluh Yunho.

“Eh? Maksud hyung?”

“Kami sangat beruntung karena Jae itu termasuk dari sejuta bahkan mungkin satu banding semilyar dari pria yang memiliki rahim.”

“Jadi?”

“Jadi keluarga kita akan memiliki penerus, Siwon-ah. Bahkan sepertinya dalam tujuh bulan ke depan, kau sudah menjadi seorang paman.” Ucap Yunho memberitahu berita yang seharusnya baru akan dia sampaikan saat acara perayaan pesta ulang tahun Siwon dua hari lagi. Maksud Yunho berita itu akan menjadi hadiah untuk Siwon namun karena melihat betapa sedih dan khawatirnya wajah Siwon saat ini, Yunho terpaksa membeberkan berita ini. Sementara Siwon kala mendengar berita suka cita itu langsung sumringah dan berdiri dengan cepat sambil meneriakkan kegembiraannya.

“Serius hyung?! Ya Tuhan. Ini berita bagus!! Terima kasih Tuhan.”

“Sudah! Jangan berdiri cepat-cepat begitu, nanti kau tersandung lagi.” Ingat Yunho namun terlambat karena Siwon sudah tersandung kaki kursi dan langsung menyebabkan Siwon jatuh terduduk dengan lututnya yang lebih dulu menyentuh lantai dengan cukup keras.

“Auch!!” teriak Siwon kesakitan.

“Baru saja aku bilang, kau sudah tersandung.” Ujar Yunho lalu membantu Siwon untuk duduk kembali. Yunho mengusap lutut Siwon, memastikan apakah ada darah di lutut Siwon.

“Hyung.” panggil Siwon pelan.

“Hm.” Jawab Yunho masih memeriksa lutut Siwon dengan seksama.

“Apa aku boleh untuk bahagia?” tanya Siwon pelan namun ada sedikit pengharapan di nada bicaranya. Yunho menengadahkan kepalanya dari lutut Siwon ke arah wajah Siwon. Dengan lembut Yunho menarik tubuh Siwon lalu memeluknya. Dengan setengah berbisik, Yunho menjawab pertanyaan Siwon tadi.

“Justru kau harus bahagia adikku sayang. Kau harus bahagia.”

TBC

Advertisements