Tags

, , , , , , ,

Title : Wish You Were Here 3

Pairing/Charas : Wonkyu, Yunjae, Kangmin, Minho

Disclaimer : All casts are belong to their self and God

Warning : Un-betaed, BL, OOC, Angst, AU, MPreg

Summary : All that we’ve done, all that we’ve shared, makes me realize that you all I need. And when you’re gone from my life, I just wish you were here. Be me with me again.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

“Serius hyung?! Ya Tuhan. Ini berita bagus!! Terima kasih Tuhan.”

“Sudah! Jangan berdiri cepat-cepat begitu, nanti kau tersandung lagi.” Ingat Yunho namun terlambat karena Siwon sudah tersandung kaki kursi dan langsung menyebabkan Siwon jatuh terduduk dengan lututnya yang lebih dulu menyentuh lantai dengan cukup keras.

“Auch!!” teriak Siwon kesakitan.

“Baru saja aku bilang, kau sudah tersandung.” Ujar Yunho lalu membantu Siwon untuk duduk kembali. Yunho mengusap lutut Siwon, memastikan apakah ada darah di lutut Siwon.

“Hyung.” panggil Siwon pelan.

“Hm.” Jawab Yunho masih memeriksa lutut Siwon dengan seksama.

“Apa aku boleh untuk bahagia?” tanya Siwon pelan namun ada sedikit pengharapan di nada bicaranya. Yunho menengadahkan kepalanya dari lutut Siwon ke arah wajah Siwon. Dengan lembut Yunho menarik tubuh Siwon lalu memeluknya. Dengan setengah berbisik, Yunho menjawab pertanyaan Siwon tadi.

“Justru kau harus bahagia adikku sayang. Kau harus bahagia.”

( 。・_・。)(。・_・。 )

Taman Kanak-kanak

Siwon berdiri di depan mobil mewah milik Kangin yang terparkir di samping jalan sambil sesekali mengangguk dan bergumam menanggapi suara yang terdengar melalui ponselnya. Hari itu Siwon tengah menunggu Kangin yang sedang menjemput pujaan hatinya alias calon kekasih untuk diperkenalkan kepada Siwon. Siwon memang memaksa Kangin untuk mengenalkan Lee Sungmin, pria yang mampu menaklukan hati Kangin yang terkenal keras bagaikan batu itu. Siwon sendiri sudah menunggu selama tiga puluh menit tapi kakak sulungnya itu belum juga menampakkan diri. Maka untuk membuang rasa jenuhnya, Siwon menghubungi Jaejoong hanya sekedar mengganggu kebersamaannya dengan Yunho.

Siwon tahu siang ini keduanya sedang mengunjungi dokter kandungan untuk memeriksakan kehamilan Jaejoong yang menginjak bulan ketiga. Siwon tahu benar jika Yunho dibiarkan berdua dengan Jaejoong, maka otak mesumnya akan langsung bekerja. Yunho akan mendekati dan menggoda Jaejoong meski mereka sedang di tempat umum. Karena alasan tersebut, Siwon ingin menolong Jaejoong yang pasti sudah merasa malu namun tidak mampu berbuat apa-apa, takut membuat suami tersayangnya itu marah dan merajuk. Siwon juga ingin mengerjai kakaknya yang baik hati itu sekaligus mengatasi kebosanannya karena dibiarkan menunggu oleh Kangin.

“Siwon?!” satu suara lembut menyebabkan Siwon yang masih bicara di telepon dengan Jaejoong mendadak terdiam dan itu membuat Jaejoong yang awalnya bingung karena tidak ada sahutan dari Siwon menjadi cemas.

“Siwon-ah? Siwon-ah?! Kau masih disana? Siwon-ah!” seru Jaejoong pada akhirnya setelah Siwon tak kunjung menjawab panggilannya. Siwon tersentak lalu meminta maaf kepada Jaejoong sebelum berpamitan dan menutup sambungan telepon mereka berdua. Siwon lalu memasukkan ponselnya ke saku celananya dan mencari arah suara tadi. Suara yang kini sangat dirindukannya meski selama ini Siwon memang selalu merindukan suara itu hanya saja rasa kecewa membuatnya tuli untuk mendengarkan kata hatinya dan tidak mau mengakui hal tersebut.

“Kyuhyun-ah.” Sahut Siwon sambil tersenyum. Kyuhyun yang saat ini berdiri tak jauh dari Siwon membuka rahangnya dan membulatkan matanya. Kyuhyun tidak percaya Siwon baru saja memanggilnya dengan lembut dan tersenyum kepadanya.

“Kyuhyun-ah?” Siwon mulai menajamkan pendengarannya karena suara Kyuhyun tidak terdengar lagi. Siwon mulai berpikir, jangan-jangan suara Kyuhyun yang memanggilnya tadi hanya angan-angannya saja. Siwon mulai menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri dan berjalan perlahan menjauhi mobil Kangin untuk menemukan apakah Kyuhyun memang ada didekatnya.

Bunyi tongkat yang mengetuk-etuk aspal jalanan membuat Kyuhyun tersadar dari keterkejutannya. Dia lalu melihat wajah Siwon yang kebingungan dan sesekali memanggil namanya. Kyuhyun mengerti Siwon mencari dirinya dan karena itu dia langsung mengumpat dirinya sendiri sebab dia telah membuat Siwon seperti itu. Dengan perlahan, tangan Kyuhyun meraih tangan Siwon yang memegang tongkat, memberitahu tahu bahwa dirinya ada tepat di hadapan pemuda tinggi berlesung pipi itu.

“Aku disini Siwon.” Sahut Kyuhyun masih dengan menggenggam tangan Siwon lembut. Siwon langsung memamerkan lagi senyum menawannya tersebut kala dia yakin bahwa orang didepannya adalah Kyuhyun.

“Kyuhyun-ah.” Sahut Siwon lagi memanggil nama Kyuhyun. Kyuhyun pun ikut tersenyum mendengarnya. Kyuhyun merasakan kelegaan yang luar biasa ketika Siwon menyebut namanya seperti itu dan masih bisa tersenyum setulus itu kepadanya. Harapan Kyuhyun agar Siwon mau memaafkannya untuk kesalahan yang telah diperbuat olehunya enam tahun yang lalu pernah kandas karena Siwon tidak mau mendengar penjelasan apapun darinya di taman waktu itu. Namun sekarang, sebulan sejak kejadian itu, Siwon ada disini, dihadapannya, tersenyum dan memanggilnya seperti tidak pernah terjadi apa-apa dengan hubungan mereka.

“Sedang apa kau ditaman kanak-kanak ini?” tanya Kyuhyun tanpa melepaskan tautan tangan mereka. Siwon pun membiarkan Kyuhyun menggenggam tangannya.

“Oh itu, aku hanya mengantar Kangin hyung.” jawab Siwon cepat. Jawaban itu membuat Kyuhyun sedikit gugup namun penasaran. Dalam benaknya mengapa Kangin juga bisa berada di taman kanak-kanak ini.

“Kangin hyung?” tanya Kyuhyun memastikan. Belum sempat Siwon menjawab pertanyaan Kyuhyun, yang bersangkutan tiba-tiba saja sudah berada di samping mereka berdua sambil berseru ke arah Kyuhyun.

“Sedang apa kau disini brengsek?!!” Kyuhyun memalingkan wajahnya ke arah Kangin. Dari raut wajahnya tampak Kyuhyun cukup kaget dan takut karena Kangin terlihat sangat marah. Anak Sulung keluarga Choi itu marah karena dia melihat tangan Kyuhyun yang memegang tangan Siwon dengan erat. Kyuhyun baru akan membuka suaranya menjelaskan keberadaan dirinya di tempat ini ketika iris matanya melihat kehadiran sepupunya, Sungmin di belakang Kangin. Kyuhyun sedikit terkejut melihat Sungmin bukan karena keberadaannya di taman kanak-kanak itu melainkan karena dia bersama dengan Kangin, terlebih lagi keduanya saling bergandengan tangan. Kyuhyun mulai bertanya kepada dirinya, ada hubungan apa antara Sungmin dan Kangin? Selama ini Sungmin tidak pernah bercerita jika dia dekat dengan seseorang.

“Sungmin hyung? Kau…” ucapan Kyuhyun terhenti ketika dia mendengar seruan dari Siwon. Kyuhyun pun menoleh dan mendapati dirinya sudah dibalik punggung Siwon. Punggung tegap dan bidang yang seakan mampu melindungi Kyuhyun dari bahaya apapun. Ada rasa senang meliputi relung hati Kyuhyun ketika Siwon berbuat seperti itu padanya. Kyuhyun seperti merasakan kenyamanan dan perlindungan dari Siwon seperti saat mereka masih bersama. Senyum manis pun tersungging di wajahnya yang putih.

Akan tetapi Kyuhyun segera mengeyampingkan dulu pikiran nostalgianya bersama Siwon dan kembali ke permasalahan awal yaitu Kangin. Kyuhyun bisa mendengar bahwa Siwon sekarang sedang mencoba menenangkan Kangin yang amarahnya masih meluap-luap hanya karena kehadirannya dan sikapnya terhadap Siwon tadi.

“Kangin hyung, kumohon tenanglah.” pinta Siwon dengan suara lembut namun sedikit ada penekanan. Tak dipungkiri Siwon cemas bahwa Kangin bisa saja sengaja atau tidak sengaja melukai Kyuhyun karena Kangin masih menyimpan kemarahan terhadap Kyuhyun karena perbuatannya dulu. Siwon berusaha agar hal itu tidak terjadi karena dia tidak ingin kedua orang yang dia sayangi terus saja berseteru seperti ini. Sementara Kangin sama sekali tidak mau mendengar perkataan Siwon. Pria tegap itu masih saja memandang Kyuhyun dengan tajam meski separuh tubuhnya tertutupi oleh tubuh Siwon. Pemikirannya akan Kyuhyun yang masih saja mengganggu Siwon setelah sekian lama menghilang, terus berputar dikepalanya. Kangin sama sekali tidak memikirkan kemungkinan jika pertemuan Siwon dan Kyuhyun kali ini murni kebetulan semata. Otak dan hatinya sudah dipenuhi terlebih dulu dengan amarah sehingga tidak bisa berpikir secara logis.

“Minggir Siwon. Aku perlu bicara dengan orang itu.” Perintah Kangin tegas. Siwon menggelengkan kepala dan mencoba sekali lagi membujuk Kangin agar tidak gegabah dalam bertindak.

“Hyung…”

“Minggir aku bilang!” bentak Kangin tegas. Siwon sedikit terperangah karena baru kali ini Siwon dibentak sedemikian rupa oleh Kangin. Selama ini Kangin selalu berbicara dengan lembut dan tenang kepadanya. Tapi kali ini Kangin memang benar-benar dikuasi oleh emosi sehingga tidak sadar dia telah membentak Siwon. Walaupun enggan, Siwon akhirnya bergeser sedikit meski tidak terlalu jauh dari Kyuhyun. Tangannya sedikit meraba, mencari tangan Kyuhyun yang sempat terlepas tadi. Kyuhyun yang menyadari hal yang dilakukan Siwon, dengan cepat menggenggam kembali tangan Siwon dan hal tersebut sempat dilihat oleh Kangin. Emosinya semakin meningkat meski Kangin membiarkan saja. Dengan wajah yang tegang dan dingin, Kangin mulai mengeluarkan suaranya.

“Sedang apa kau disini bersama adikku? Tidak cukup kau membuatnya terluka selama ini dan sekarang kau mendekatinya lagi hanya untuk membuat Siwon menderita!”

“Aku hanya..”

“Hanya apa?! Selama ini kau menghilang lalu tiba-tiba kau kembali. Untuk apa kau kembali?! Mengejar Siwon lagi?! Kenapa?! Karena kau sudah kehabisan pria-pria yang bisa kau goda dan sekarang kau mau menggoda Siwon, mengambil keuntungan karena dia bu…” Kangin menghentikan sendiri ucapannya karena dia sadar bahwa dia hampir saja kelepasan. Namun Siwon sudah bisa menangkap maksud perkataan Kangin dan dia hanya bisa menahan kesedihan dihatinya karena ucapan Kangin tadi. Selama ini ternyata Kangin masih saja tidak bisa melepaskan kenyataan bahwa Siwon sudah mampu menerima takdirnya dan menjalani sebagaimana seharusnya dia menjalani hidup.

Siwon sedikit kecewa karena Kangin sama sekali tidak mempercayainya yang sudah merangkul ketidakmampuannya sekarang dan berusaha untuk tetap memandang hidup dengan optimis. Siwon juga sedih karena kondisinya dan masa lalunya, Kangin yang harus menanggung rasa bersalah dan rasa tanggung jawab atas diri Siwon seumur hidup Kangin.

“Siwon-ah, maafkan hyung… Hyung tidak bermaksud…”

“Sudahlah hyung. Aku tidak apa-apa. Memang kenyataannya aku buta hyung. Hal itu takkan pernah berubah.” Ucap Siwon lirih. Siwon bermaksud agar Kangin tenang jika dia tidak memberikan reaksi keras atas perkataan hyungnya tadi. Namun Kangin salah mengartikan dan menganggap Siwon sedih karena dirinya. Kangin merasa kesal pada dirinya sendiri dan ujung kekesalan itu dia tumpahkan kepada satu orang yang dia anggap sebagai penyebab awal masalah ini.

“Kau! Lihat apa yang telah kau lakukan! Pergi! Jangan tampakan wajahmu lagi di depan Siwon maupun keluarga kami! Pergi!” teriak Kangin keras sambil menarik tangan Kyuhyun sehingga terlepas dari Siwon. Kangin lalu bermaksud mendorong Kyuhyun menjauh dari Siwon tapi lengannya dicekal oleh Siwon yang berusaha agar Kangin tidak mendorong Kyuhyun.

“Hyung! Hentikan! Lepaskan Kyuhyun! Dengar dulu!”

“Lepas Siwon!”

“Hyung!! Sudahlah!! Lepaskan!!” Kedua kakak beradik itu saling tarik menarik menyebabkan Kyuhyun sedikit meringis karena pegangan tangan Kangin mengencang di lengannya karena Kangin tidak mau melepaskan Kyuhyun. Tapi tak satu pun teriakan atau rintihan keluar dari mulut Kyuhyun. Kyuhyun tidak ingin membuat Siwon cemas karena kakaknya sudah menyakitinya.

Siwon sendiri kelabakan memisahkan Kangin dan Kyuhyun karena kondisinya yang tak bisa melihat. Siwon hanya mengandalkan ingatan dan indera perabanya. Siwon tahu seperti apa lengan kakaknya dan lengan itu yang sedang dia pegang sekarang. Siwon berusaha agar Kangin tidak jauh darinya karena dia tahu jika Kangin terlepas saja dari dirinya maka Kangin akan melakukan sesuatu terhadap Kyuhyun.

Sungmin sendiri yang sedari tadi diam menyaksikan pertengkaran Kangin, Siwon dan Kyuhyun, akhirnya turun tangan. Dia melihat adik sepupunya itu sudah kesakitan karena cengkraman Kangin dan merasa sudah saatnya semua kegilaan ini dihentikan. Lagipula mereka sekarang berada di depan sebuah taman kanak-kanak. Meski murid-muridnya belum keluar tapi sebentar lagi jam pulang dan Sungmin tidak mau pertengkaran ini menjadi tontonan anak-anak. Sungmin sendiri sudah gerah melihat beberapa orang yang lalu lalang berhenti sejenak melihat pertengkaran mereka.

“Jangan ikut campur Siwon!”

“Lepaskan hyung! Kumohon dengar dulu!”

“Aish! Kenapa kau keras kepala sekali?!!”

Plak!!

“Choi Kangin-ssi!! Berhentilah bertindak seperti anak-anak dan dengarkan dia!!” teriak Sungmin tegas sambil menunjuk ke arah Siwon. Tangan yang dipakai untuk menunjuk Siwonlah yang dipakai Sungmin tadi untuk menampar pipi Kangin. Sedangkan Kangin, setelah mendengar suara teriakan dari pemuda yang sekarang sedang memenuhi hatinya, akhirnya berhenti bergerak dan melepaskan cengkraman tangannya di lengan Kyuhyun. Wajahnya masih menunjukkan keterkejutan akibat perbuatan Sungmin.

Sementara Siwon dan Kyuhyun hanya mampu terpaku meski keduanya juga sama terkejutnya dengan kejadian yang baru saja mereka alami. Mereka tidak mengira ada orang yang meski ukuran tubuhnya lebih kecil daripada Kangin mampu berhadapan langsung dan menegur Kangin dengan keras.

“Disini banyak anak-anak, jadi aku minta kau tidak membuat keributan dan membuat mereka takut!” tegas Sungin kembali. Sementara Kangin hanya diam sesaat sambil mengelus pipinya. Kemudian tanpa banyak bicara, tiba-tiba Kangin menarik tangan Siwon, bermaksud mengajak Siwon masuk ke mobil. Kangin seolah tidak perduli dengan siapa dan keadaan di sekitarnya. Dia terus menarik tangan Siwon, memaksa pria yang kehilangan pengelihatannya itu untuk ikut bersamanya.

“Siwon! Jangan membuatku lebih marah dari ini! Kita pulang!”

“Tapi hyung…” ucapan lirih dari Siwon yang belum mau berpisah dengan Kyuhyun terlebih lagi dengan cara seperti ini membuatnya tanpa sadar menggenggam tangan Kyuhyun erat. Perbuatan Siwon tersebut ottomatis membuat Kangin semakin marah dan sekali lagi menarik tangan Siwon, bahkan kali ini lebih keras.

“Siwon!! Kalau kau masih menghormati aku sebagai hyungmu, kau ikut aku pulang sekarang!!” bentak Kangin marah. Siwon sungguh terkejut dengan bentakan Kangin tadi. Seumur hidupnya Kangin tidak pernah membentaknya seperti itu. Kangin memang pernah marah atau menegurnya dulu jika dia salah, namun nada suara Kangin tidak menusuk dan keras seperti sekarang.

Dalam hati Siwon tidak ingin membuat kakaknya itu lebih marah darinya tapi Siwon juga tidak ingin masalah yang terjadi sekarang semakin bertambah rumit. Maka dari itu, Siwon masih bersikeras untuk tidak mengikuti keinginan Kangin. Dia ingin agar Kangin dan Kyuhyun juga dirinya berbicara dengan kepala dingin dan hati yang tenang. Siwon semakin menggenggam erat tangan Kyuhyun dan hal itu tentu saja membuat Kangin semakin terbakar amarahnya namun sekaligus merasa sedih dan kecewa karena mengira Siwon lebih memilih Kyuhyun.

Kangin pun terdiam membuat Siwon gugup karena kakaknya tidak memberikan reaksi apapun. Siwon mengira bahwa Kangin akan kembali membentaknya. Namun, hal yang terjadi justru membuat Siwon terperangah tidak percaya. Kangin melepas pegangannya dari Siwon dan berkata sesuatu yang membuat Siwon menjadi sedih dan bersalah.

“Baik. Baik Siwon. Jika memang kau lebih menyayangi dia, hyung yang akan pergi. Hyung tahu bahwa hyung tidak mungkin bisa membahagiakanmu seperti dia. Seberapapun kerasnya usaha hyung, kau pasti akan selalu kembali kepada dia. Walaupun dia sudah menyakitimu sedemikian rupa.”

“Hyung, bukan maksudku…”

Stop! Hyung akan pergi jika itu maumu.”

“Hyung, tolong jangan salah paham. Aku…” Siwon berusaha meraih tangan Kangin yang dirasakannya masih berada didekatnya, Kangin sudah terlebih dahulu menampiknya sekaligus memotong ucapan Siwon. Siwon semakin merasa bersalah dan merasa seharusnya dia tidak keras kepala dan mengikuti Kangin lalu berusaha membujuknya di rumah nanti. Siwon sadar dia terlalu emosional karena sudah bertemu dengan Kyuhyun setelah dia menyadari perasaannya yang masih dalam kepada Kyuhyun.

Kangin sendiri merasa terkejut dengan apa yang baru saja dia lakukan. Dia bukannya ingin bersikap kasar terhadap adiknya sendiri, namun rasa kecewa terlalu mendominasi hatinya saat ini sehingga dia menampik tangan Siwon yang bermaksud menggapainya. Kangin menghembuskan nafasnya dengan perlahan sebelum melanjutkan langkahnya menuju mobilnya tanpa Siwon. Dia baru saja mau membuka pintu mobilnya ketika dia merasakan tangan Siwon mencekal lengannya. Rupanya Siwon terus mengikuti Kangin karena tidak ingin kakaknya pergi dengan kesalah pahaman.

“Hyung, aku mohon. Jangan pergi dulu. Dengarkan aku.” Pinta Siwon dengan sangat kepada Kangin untuk tetap tinggal. Kangin menutup matanya lalu membukanya cepat sambil berusaha melepaskan cekalan Siwon di lengannya.

“Lepas Siwon. Hyung butuh waktu sendiri.”

“Hyung, aku mohon hyu…”

“Lepaskan!!!” teriak Kangin kesal dan mendorong Siwon dengan keras. Entah kebetulan atau tidak, bertepatan dengan Kangin mendorong Siwon, mendadak ada sebuah mobil yang sedang melaju cukup kencang. Entah pengemudinya mabuk atau bodoh karena membawa mobilnya sekencang itu di jalan yang sudah dipasang tanda untuk berhati-hati, yang pasti pengemudinya tetap melajukan mobilnya tersebut. Dengan kecepatan tersebut, sulit baginya untuk bisa menginjak rem mobil tepat waktu. Maka apa yang terjadi sudah bisa diprediksi.

“SIWON!!” teriakan dari Kangin dan Kyuhyun pun tidak bisa menghentikan apa yang terjadi. Dalam hitungan detik, mobil tersebut menabrak Siwon yang sama sekali tidak tahu ada bahaya yang mengancam.

Ckitt!! Brugh!!

Begitu tabrakan itu terjadi, Kangin hanya bisa melihat tubuh adiknya tergeletak tidak sadarkan diri dengan kepala dan beberapa bagian tubuhnya mengeluarkan darah. Sementara mobil yang menabrak Siwon langsung dihentikan oleh beberapa orang yang berada disana agar tidak melarikan diri.

“Siwon-ah? Siwon-ah?! Siwon!!” teriak Kangin kalut tidak tahu harus berbuat apa. Dia merasa karena dia, Siwon berakhir seperti itu. Kangin menjatuhkan dirinya, berlutut di samping tubuh Siwon lalu dengan tangan bergetar Kangin membelai pipi adiknya dan sedikit menepuk pipi Siwon agar Siwon mau membuka matanya.

“Siwon-ah?! Bangun! Hyung tidak marah Siwon-ah. Maafkan hyung…” bulir airmata pun akhirnya jatuh kala Siwon terus saja diam tak bergeming. Kangin terus menepuk pelan dan membelai pipi Siwon sampai akhirnya dia menempelkan keningnya sendiri di kening Siwon sambil terus memohon agar Siwon mau bangun.

Keadaan Kyuhyun tak kalah cemas dan kacau dengan Kangin. Airmatanya sudah turun sejak tadi. Ingin sekali Kyuhyun berada disamping Siwon sekarang namun dia tahu Kangin tidak akan membiarkan dia menyentuhnya. Kyuhyun pun memiliki rasa bersalah sama halnya seperti Kangin. Kyuhyun merasa bahwa dialah awal pertengkaran Kangin dan Siwon sampai berakhir dengan tabrakan itu.

Sedangkan Sungmin yang lebih bisa mengendalikan dirinya bergegas menyuruh seseorang menghubungi rumah sakit dan polisi. Sungmin juga yang langsung mendekati Kangin yang masih bersama Siwon. Dengan tenang, Sungmin mengguncang bahu Kangin agar dia sadar akan keadaan sekitarnya.

“Kangin hyung. Kangin hyung!” panggil Sungmin terus sampai akhirnya Kangin mengangkat kepalanya dari Siwon dan menatap Sungmin.

“Kita harus membawa Siwon ke rumah sakit. Ambulance akan sampai sebentar lagi. Bisa aku minta tolong agar kau menjaga Siwon disini? Tekan sapu tangan ini di luka yang ada dikepalanya tapi usahakan jangan terlalu menggerakan leher ataupun kepalanya. Kita tidak tahu seberapa parah keadaannya. Bisakah kau melakukan itu hyung?” tanya Sungmin hati-hati. Dia ingin agar Kangin tidak terlalu larut dengan situasi dan perasaannya sendiri. Keadaan Siwon lebih penting sekarang.

Sungmin menunggu reaksi Kangin dan anggukan kepala darinya membuat Sungmin tersenyum lalu membelai pipi Kangin dengan sayang. Sungmin lega karena Kangin bisa mengendalikan perasaannya. Sungmin lalu beralih kepada Kyuhyun. Pria imut itu juga tahu peristiwa ini berat untuk sepupunya itu. Sungmin bergerak ke arah Kyuhyun dan menepuk pipinya pelan namun cukup membuatnya sadar. Sungmin menatap Kyuhyun lekat sebelum berbicara dengan nada yang sama dengan Kangin.

“Kyuhyun-ah, kau dengar aku?” tanya Sungmin yang hanya dijawab dengan tatapan sedih dari Kyuhyun dan anggukan kepala.

“Sekarang kau dengarkan aku. Aku minta kau pulang saja dulu. Minho-ah akan segera keluar sebentar lagi. Jangan sampai dia melihat appanya menangis seperti ini. Nanti dia cemas dan kau tidak mau Minho-ah cemas bukan?!” sekali lagi Kyuhyun hanya mengangguk lalu menghapus airmatanya agar tidak tersisa lagi. Dalam benaknya benar kata Sungmin, dia masih harus mengurus Minho. Meski dia ingin berada dengan Siwon tapi dia masih punya tanggung jawab terhadap Minho.

Kyuhyun pun lalu segera beranjak memasuki taman kanak-kanak tersebut. Kyuhyun menyempatkan diri melihat ke arah Kangin yang masih di samping Siwon lalu melanjutkan lagi langkahnya. Kyuhyun harus sedikit berusaha karena ada beberapa orang yang berkerumun di sekitar tempat kejadian. Beruntung tidak sampai mengganggu taman kanak-kanak.

Berselang semenit dari kepergian Kyuhyun, ambulance yang ditunggu pun datang. Paramedis pun langsung menangani Siwon dan membawanya ke dalam mobil ambulance. Kangin menemani Siwon karena dia memang keluarga Siwon sedangkan Sungmin akan menyusul dengan mobil Kangin. Kangin sempat memberikan kunci mobilnya kepada Sungmin. Sungmin memang memilih tinggal karena dia harus berurusan dulu dengan polisi yang juga sudah tiba untuk menyelidiki tabrakan yang terjadi. Setelah semua selesai, ambulance itu langsung melaju menuju rumah sakit.

TBC

Advertisements