Tags

, , , , , , ,

Title : Wish You Were Here 4

Pairing/Charas : Wonkyu, Yunjae, Kangmin, Minho

Disclaimer : All casts are belong to their self and God

Warning : Un-betaed, BL, OOC, Angst, AU, MPreg

Summary : All that we’ve done, all that we’ve shared, makes me realize that you all I need. And when you’re gone from my life, I just wish you were here. Be me with me again.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

“Kyuhyun-ah, kau dengar aku?” tanya Sungmin yang hanya dijawab dengan tatapan sedih dari Kyuhyun dan anggukan kepala.

“Sekarang kau dengarkan aku. Aku minta kau pulang saja dulu. Minho-ah akan segera keluar sebentar lagi. Jangan sampai dia melihat appanya menangis seperti ini. Nanti dia cemas dan kau tidak mau Minho-ah cemas bukan?!” sekali lagi Kyuhyun hanya mengangguk lalu menghapus airmatanya agar tidak tersisa lagi. Dalam benaknya benar kata Sungmin, dia masih harus mengurus Minho. Meski dia ingin berada dengan Siwon tapi dia masih punya tanggung jawab terhadap Minho.

Kyuhyun pun lalu segera beranjak memasuki taman kanak-kanak tersebut. Kyuhyun menyempatkan diri melihat ke arah Kangin yang masih di samping Siwon lalu melanjutkan lagi langkahnya. Kyuhyun harus sedikit berusaha karena ada beberapa orang yang berkerumun di sekitar tempat kejadian. Beruntung tidak sampai mengganggu taman kanak-kanak.

Berselang semenit dari kepergian Kyuhyun, ambulance yang ditunggu pun datang. Paramedis pun langsung menangani Siwon dan membawanya ke dalam mobil ambulance. Kangin menemani Siwon karena dia memang keluarga Siwon sedangkan Sungmin akan menyusul dengan mobil Kangin. Kangin sempat memberikan kunci mobilnya kepada Sungmin. Sungmin memang memilih tinggal karena dia harus berurusan dulu dengan polisi yang juga sudah tiba untuk menyelidiki tabrakan yang terjadi. Setelah semua selesai, ambulance itu langsung melaju menuju rumah sakit.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Rumah Sakit

Kangin membungkuk hormat kepada dokter yang menangani Siwon. Dokter itu hanya menepuk bahu Kangin ringan lalu beranjak pergi dari kamar tempat Siwon dirawat. Memang setelah selesai menangani Siwon di ruang gawat darurat, adiknya tersebut langsung dipindahkan ke ruang rawat biasa. Suatu keajaiban karena ternyata luka-luka yang di derita oleh Siwon tidak terlalu parah dan tidak membahayakan hidupnya. Siwon memang mengalami gegar otak ringan sehingga dia masih tidak sadarkan diri. Namun menurut dokter, dengan istirahat cukup dan perawatan dirumah sakit maka kondisi Siwon akan membaik. Dia akan segera sadar sebentar lagi.

Selain gegar otak ringan, Siwon juga mengalami patah tulang di bahu dan kaki kanannya sehingga harus di gibs untuk beberapa waktu. Kangin menolak untuk operasi pemasangan pen untuk patah tulang adiknya karena dia tidak mau adiknya di operasi untuk kedua kalinya sejak kecelakaan yang merengut kedua mata Siwon. Leher Siwon juga sedikit bergeser sehingga harus di gibs sementara waktu. Secara keseluruhan semua luka Siwon masih bisa sembuh meski membutuhkan waktu dan hal tersebut membuat Kangin lega.

Sepeninggalan dokter, Kangin lalu memasuki kamar rawat Siwon untuk menemani adiknya tersebut. Dia sudah menghubungi kedua orang tua mereka dan pasangan Yunho dan Jaejoong mengenai peristiwa hari ini. Semuanya terkejut bukan main dan langsung memberitahu Kangin bahwa mereka akan segera menuju rumah sakit secepatnya. Kangin tidak banyak protes dan berkata akan menunggu kedatangan mereka.

Setengah jam kemudian, pintu ruang rawat Siwon terbuka, menampakkan tuan dan nyonya Choi beserta Yunho dan Jaejoong. Keempatnya langsung menuju ke ranjang Siwon dan menatap cemas keadaan Siwon yang masih tidak sadarkan diri.

“Kanginnie, kenapa Siwon bisa kecelakaan lagi? Kenapa selalu anak umma yang menderita seperti ini?” tanya nyonya Choi khawatir sekaligus meminta penjelasan dari Kangin.

“Ini semua gara-gara aku umma.” Jawab Kangin yang langsung mendapatkan pandangan bingung dari semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut. Kangin menghela nafas berat sebelum menjelaskan dari awal pertengkaran Siwon dan dirinya sampai peristiwa tabrakan itu terjadi. Setelah Kangin selesai bercerita, semua orang terdiam sampai,

Bugh!!

Tinju yang dilayangkan oleh Yunho menghantam pipi Kangin dengan keras membuat sang anak tertua dari keluarga Choi itu jatuh ke lantai dan menyebabkan lebam dan sedikit sobekan di sudut bibir Kangin karena cincin yang dipakai Yunho. Yunho menatap dengan penuh kekesalan kepada Kangin karena secara tidak langsung dia yang telah membuat Siwon harus mengalami hal seperti ini lagi.

Yunho juga kesal karena Kangin bertingkah seperti anak kecil ketika dia bertemu lagi dengan Kyuhyun. Yunho tidak habis pikir kenapa Kangin masih saja mendahulukan emosinya daripada kepentingan Siwon jika sudah menyangkut masalah Kyuhyun. Yunho saja yang dulu begitu terpukul dengan keadaan Siwon karena Kyuhyun, sekarang sudah bisa memahami dan berusaha memaafkan Kyuhyun demi Siwon. Mengapa Kangin tidak mau?

Kangin sendiri hanya terduduk di lantai sambil memegangi pipinya dan sesekali menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya yang sobek. Kangin tidak ada niat sama sekali untuk marah maupun membalas Yunho karena dia merasa pantas menerima pukulan dari Yunho. Kangin justru ingin menghukum dirinya sendiri karena dia sudah lalai sampai dua kali terhadap keselamatan Siwon. Tidak ada seorang pun yang merasa sangat bersalah sebesar rasa bersalah Kangin sekarang.

“Choi Yunho! Apa kau sudah gila?! Mengapa kau memukul hyungmu?!” hardik tuan Choi yang tidak suka dengan perbuatan Yunho yang dianggap tidak sopan dan kasar terhadap kakaknya sendiri. Nyonya Choi juga menatap kedua putranya bingung dan cemas karena baru kali ini dia melihat Yunho berani memukul Kangin seperti itu.

“Kau itu kenapa hyung?! Siwon hanya ingin bicara denganmu. Mengutarakan keinginannya untuk bisa bersama lagi dengan Kyuhyun. Kenapa kau begitu egois dan tidak mau mendengarkan adikmu sendiri?!” geram Yunho terhadap Kangin.

Yunho tak mengerti mengapa kakaknya itu bisa begitu keras hati seperti ini? Apa memang Kangin sama sekali tidak bisa membukakan pintu maafnya untuk Kyuhyun, padahal Kyuhyun tulus ingin memperbaiki hubungannya dengan Siwon. Bahkan Siwon sendiri kelihatannya juga sudah bisa membuka hatinya lagi setelah pembicaraan mereka berdua tempo hari.

“Apa kau gila Yun?! Kyuhyun itu yang menyebabkan Siwon buta! Aku tidak mau adikku menderita lagi karena orang itu!” teriak Kangin menolak keinginan Siwon jika adiknya itu ingin kembali bersama Kyuhyun. Yunho menghela nafas, berusaha mengendalikan dirinya sebelum mencoba menyadarkan kakaknya tersebut bahwa urusan personal Siwon adalah urusannya sendiri. Bahwa sekarang mereka hanya bisa mendukung semua keputusan Siwon meskipun keputusan itu bertentangan dengan kemauan mereka.

“Tapi Siwon mencintainya hyung. Bahkan sampai sekarang. Meski sudah 6 tahun berlalu, Siwon masih mencintainya. Dan aku juga yakin Kyuhyun pun masih mencintai Siwon. Mereka saling mencintai meski sudah terpisah begitu lama. Apa itu tidak cukup bagi mereka untuk bersama? Kumohon hyung biarkan mereka menjalani hidup mereka sendiri.”

“Menjalani hidup mereka sendiri? Apa kau lupa Yun? Kyuhyun pernah selingkuh. Apa kau bisa menjamin dia tidak akan melakukannya lagi hah?! Sekali berbuat pasti akan mengulanginya lagi. Mana bisa aku membiarkan adikku jatuh ke lubang yang sama dua kali.” Yunho menggelengkan kepalanya. Dia tidak mengerti mengapa Kangin begitu keras kepala.

“Aku memang tak bisa menjamin hal itu tidak terulang lagi hyung, tapi jika benar Kyuhyun mengulanginya lagi maka berarti Kyuhyun memang bukan orang yang tepat untuk Siwon. Dan aku sendiri yang akan memastikan Siwon melupakan Kyuhyun. Tapi untuk sekarang, biarkanlah mereka.”

“Tidak akan! Aku tidak akan membiarkan adikku terluka lagi.”

“Hyung… Biar bagaimana pun ini hidup Siwon. Biarkan dia menghadapi setiap permasalahannya sendiri. Dan aku yakin hyung, aku yakin Kyuhyun tidak akan melakukan kesalahan itu dua kali. Dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan kedua dari Siwon. Aku bisa merasakan itu.” Bujuk Yunho lagi. Dia benar-benar berharap kakaknya itu mau mengerti. Dan Yunho merasakan bahwa Kangin mulai melunak ketika pria besar itu hanya terdiam, tidak membalas ucapan Yunho baru saja. Melihat itu, Yunho melanjutkan lagi.

“Jika Siwon yakin dia masih ingin bersama dengan Kyuhyun, kita hanya bisa mendukungnya. Sama seperti dulu hyung.” Kangin terus terdiam. Dia bahkan seperti tidak mendengar Yunho bicara ketika dia beranjak mendekari ranjang Siwon dan berdiri di sampingnya. Kedua orang tua mereka dan juga Jaejoong yang sedari tadi hanya diam menyaksikan pertengkaran berubah menjadi pembicaraan itu kemudian mendekati kedua kakak beradik itu. Nyonya Choi mendekati Kangin dan memeluk putra sulungnya itu dari samping dan sesekali mengusap-usapkan telapak tangannya di lengan kekar Kangin. Sedangkan tuan Choi dan Jaejoong mendekati Yunho. Tuan Choi menepuk bahu kokoh Yunho dan tersenyum kepada Yunho sementara Jaejoong melakukan hal yang sama seperti nyonya Choi kepada Kangin. Yunho pun yang merasakan rangkulan Jaejoong, mencium kening istrinya tersebut dan mengusapkan tangannya di atas tangan Jaejoong yang berada di lengannya.

Mereka semua terdiam sampai suara Kangin memecahkan keheningan tersebut. Dia berbicara sesuatu yang membuat semuanya terkejut namun tersenyum senang. Kangin mengatakan,

“Yunho, panggil Kyuhyun kemari. Biarkan dia menemui Siwon.”

TBC

Advertisements