Tags

, , , , , , , , , ,

Title : Home 4

Pairing/Charas : Wonkyu, Yunjae, Kibum, Minho, Kangin, Others later

Genre : Romance, Family

Disclaimer : all casts are belong to their self and God

Warning : Un-betaed, BL, OOC, AU

Summary : Being a father is a hard work, but I realize being children is also a hard work. Am I capable to understand them and help them with the cruelty of world? Am I capable to be called home for them?

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

“Maafkan appa sudah membentakmu seperti tadi sayang. Kau benar, appa hanya memalukan kalian jika appa seperti ini.”

“Appa, jangan bicara seperti itu. Bummie hanya…”

“Appa pergi dulu.” Potong Siwon cepat lalu bergegas kembali ke mobilnya, meninggalkan Kibum yang semakin merasa besalah dan sedih karena telah menyakiti hati Siwon dan Minho yang kebingungan dengan apa yang sudah terjadi dengan Siwon dan Kibum.

“Hyung, appa kenapa? Memangnya appa membentak hyung tadi? Masa sih?” tanya Minho beruntun setelah Siwon pergi melaju dengan mobilnya ke suatu tempat. Semua pertanyaan Minho tadi tidak dijawab satu pun oleh Kibum karena sekarang Kibum sedang menyesali tindakan dan ucapannya yang telah membuat sang ayah bersedih. Kibum tahu seharusnya dia tidak terbawa emosi seperti tadi. Seharusnya dia lebih berhati-hati dan tidak menyangkut pautkan ibunya.

“Hyung!”

“Diamlah Min. Hyung sedang berpikir!” seru Kibum kesal dengan rengekan Minho yang ingin tahu masalah antara dirinya dan juga appa mereka. Kibum menghela nagas sembali meremas rambutnya sendiri berharap bisa sedikit mengurangi perasaan yang tidak mengenakan itu.

Appa, maafkan Bummie. Seharusnya appa dengar dulu Bummie bicara.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Restoran K&S

“Apakah kau akan terus mematung seperti itu atau kau akan bicara apa masalahmu kepadaku, kuda bodoh?!” hardik seorang pria berbadan besar nan kekar kepada Siwon yang sedari tadi hanya mematung memandangi kopinya.

Setelah meninggalkan Kibum dan Minho di sekolah mereka tadi, Siwon bergegas melajukan mobilnya ke sebuah restoran milik sahabatnya, Kim Youngwoon atau lebih dikenal dengan nama Kangin. Siwon perlu menenangkan dirinya dan kembali berpikir tentang perasaannya kepada Kyuhyun.

Apa benar perasaannya kali ini hanya sementara karena Kyuhyun memiliki paras serupa dengan mendiang istrinya atau memang Siwon benar-benar menyukai Kyuhyun. Siwon terus memikirkan itu ketika dia memiliki waktu untuk menyendiri di restoran Kangin.

Begitu Siwon datang, dia memang langsung menuju meja tempatnya biasa duduk dan langsung memesan kopi kesukaannya. Hanya saja sejak kopi itu disuguhkan, minuman itu terlihat sebagai pajangan saja karena Siwon sama sekali tidak menyentuhnya. Dia justru terus memandangi kopi itu seakan kopi itu adalah benda terindah yang pernah Siwon lihat.

Kangin pun yang sejak Siwon datang dan langsung melamun seperti itu, menjadi bingung dan jengah sendiri. Pasalnya, dia tidak pernah melihat Siwon bersikap aneh dan seperti kehilangan arah. Terakhir kali dia melihatnya adalah ketika Kyuyoung meninggalkan mereka semua untuk selamanya.

Maka dari itu, Kangin mendekati meja Siwon dan mengambil tempat duduk di hadapan pria beralis tebal itu. Tadinya Kangin hanya duduk dan menunggu Siwon sadar dengan kehadirannya, tetapi setelah lima belas menit tanpa reaksi dari Siwon akhirnya Kangin gusar sendiri.

“Siwon. Siwon! Choi Siwon!” panggil Kangin lebih keras ketika dua panggilannya tak digubris oleh Siwon.

“Aku mendengarmu hyung.” sahut Siwon akhirnya menanggapi Kangin.

“Lalu kenapa kau diam saja?” tanya Kangin sambil menyingkirkan kopi yang sudah dingin itu. Lama Siwon mendiamkan Kangin tanpa memberikan jawaban. Matanya yang terus melihat ke bawah mulai diarahkan keatas untuk menatap Kangin. Siwon lalu mengusap wajahnya kasar sebelum akhirnya menjawab Kangin.

“Aku jatuh cinta hyung.” sahut Siwon sambil tersenyum pilu.

Siwon sadar sekarang setelah tadi terus berpikir dan mencoba menilik perasaannya sendiri. Siwon tahu rasa apa ini. Dia pernah merasakannya. Hanya saja dia mencoba menyangkal perasaan tersebut karena dia memikirkan dampak yang akan datang jika dia gegabah mengambil keputusan. Walau demikian, Siwon tak sanggup menampik rasa yang membuat perutnya seperti diserbu kupu-kupu itu, rasa menggelitik yang menyenangkan yang bernama cinta. Cinta kepada Kyuhyun, sahabat putranya sendiri. Pemuda manis dengan perbedaan usia sangat jauh dengannya.

Tidak. Siwon tidak melihat Kyuhyun sebagai pengganti Kyuyoung walau di satu sisi ketertarikan awal Siwon kepada Kyuhyun adalah parasnya, namun Siwon yang percaya pada love at first sight, tahu bahwa Kyuhyun sudah mencuri hatinya. Mungkin semua orang akan mencibirnya karena ini, terlebih lagi dia hanya bertemu Kyuhyun satu kali. Akan tetapi, Siwon juga tahu percuma saja membohongi dirinya sendiri, percuma membohongi hatinya. Hati yang beku sejak Kyuyoung meninggal. Hati yang sekarang menjadi hangat hanya dengan mengingat senyuman Kyuhyun.

Ya, Siwon jatuh cinta kepada pemuda yang dua puluh tahun lebih muda darinya. Begitu mudahnya jatuh kepada pesona Kyuhyun tanpa bisa menghindarinya.

Siwon tahu bahwa perasaanya ini akan membawanya ke jalan yang tak berujung. Jalan yang penuh dengan kerikil tajam jika dia menuruti kata hatinya. Jalan yang dia putuskan tidak akan dia lalui demi orang-orang yang dia kasihi. Siwon memutuskan untuk menyimpan rasa ini, membiarkan semuanya seperti sebagaimana awalnya, dan berharap dirinya tidak akan menjadi gila karena cinta ini.

“Bagus jika kau jatuh cinta Siwon-ah. Siapa wanita beruntung itu?” tanya Kangin antusias dan penasaran dengan kisah cinta Siwon. Kangin sangat senang mendengar Siwon bisa mencintai seseorang lagi. Bagi Kangin, cukup Siwon mengukung dirinya kepada kenangan akan Kyuyoung. Siwon masih cukup usia untuk menikah lagi dan Kangin ingin sekali sahabatnya itu untuk bahagia.

“Dia laki-laki hyung.”

“Oh.” Kangin terkejut dengan penuturan Siwon tadi. Kangin tidak mengira bahwa Siwon akan sama sepertinya.

“Ya, dia laki-laki. Tampaknya bergaul denganmu membuatku mulai melirik uke-uke manis.”

“Yah! Jadi kau menyalahkanku?!” protes Kangin tidak terima jika dia seperti disalahkan karena Siwon berubah jalur. Siwon hanya tertawa kecil meski tawanya itu terdengar dipaksakan. Kangin pun menyadari itu dan bukan Kangin namanya jika tidak mencoba mencari tahu apa yang membuat Siwon gelisah dan galau seperti ini.

“Kau kenapa Wonnie? Kau seharusnya senang karena kau bisa merasakan cinta lagi.” Selidik Kangin karena dia penasaran sekaligus cemas dengan keadaan emosi Siwon yang sekarang.

“Aku lelaki yang gagal hyung.” ucap Siwon datar.

“Kenapa kau berkata begitu?” tanya Kangin lagi mencoba menguak permasalahan apa yang bergelayut di hati sahabatnya itu. Jika hanya jatuh cinta biasa pasti Siwon tidak akan kalut seperti ini.

“Aku gagal menjaga janjiku kepada Kyuyoung untuk hanya mencintainya. Aku gagal menjadi ayah yang membanggakan untuk ketiga putraku. Aku gagal menjadi lelaki yang sesungguhnya.” Jawab Siwon masih dengan nada yang sama. Siwon seakan kosong dan tak memiliki hasrat atau rasa apapun.

Kangin menatap Siwon yang sekarang sedang memperhatikan jalan raya di depan restorannya. Kangin menghela nafas panjang, sedikitnya bingung harus mengkomentasi seperti apa untuk pernyataan Siwon tadi. Selama lima menit, keduanya hanya diam sampai Kangin mulai membuka mulutnya.

“Apa kau pikir Kyuyoung akan senang jika kau terus mencintainya, mencurahkan semua perasaan yang kau miliki hanya untuknya, tapi kau sendiri tidak mendapatkan cinta yang sama seperti yang kau berikan kepada Kyuyoung? Apa otak dungumu itu pernah berpikir bahwa Kyuyoung akan cemas dan tidak tenang di surga sana jika suaminya seperti mayat hidup karena tak mampu memecahkan sendiri masalah hatinya?” cibir Kangin kesal. Lelaki besar itu geram karena Siwon seperti menjadi lelaki lemah dan terus memikirkan dirinya sendiri.

“Gagal katamu? Ya, kau memang gagal. Gagal untuk membahagiakan dirimu sendiri.” Lanjut Kangin lagi.

“Siwon, kau tidak pernah akan mengkhianati Kyuyoung meski kau mencintai orang lain. Kau tidak akan pernah menjadi ayah yang gagal hanya karena kau mencintai orang lain selain ibu anak-anakmu. Kau akan selalu menjadi orang yang diandalkan oleh ketiga putramu. Kau tahu kenapa?” desak Kangin menginginkan jawaban dari Siwon, akan tetapi kebisuan menjadi jawaban terhadap pertanyaan Kangin.

Siwon masih tetap menatap jalanan yang terhalang kaca jendela meski gendang telinganya menangkap jelas perkatan Kangin. Dalam hati, Siwon berusaha meyakinkan dirinya bahwa yang diucapkan Kangin ada benarnya. Dalam hati Siwon ingin menjawab pertanyaan Kangin namun otaknya tak bisa merangkum kata-kata sehingga mau tidak mau Kanginlah yang menjawabnya untuk Siwon.

“Itu karena kau lah, ketiga putramu masih bisa merasakan kasih sayang orang tua mereka. Kyuyoung pun akan selalu merasa dicintai karena kau terus menyimpan kenangannya di hatimu. Saat kau mencintai orang lain, aku yakin kau pasti akan menyisakan sedikit ruang di hatimu untuk Kyuyoung. Kau tahu bagaimana caranya membagi kasih sayangmu dengan adil. Ketiga putramu lah buktinya dan mereka pula lah bukti bahwa kau akan terus mengingat Kyuyoung. Jadi berhentilah menjadi lelaki cengeng dan kejar cinta barumu itu.” Jawab Kangin yang mengundang helaan nafas panjang dari Siwon.

Pria tampan itu dua kali menghela nafas panjang. Dia setidaknya membenarkan setengah ucapan Kangin. Walau Siwon merasa masih jauh dari kata sempurna dalam membesarkan ketiga putranya namun selama ini Siwon melihat perkembangan putra-putranya cukup baik, bahkan Jaejoong yang memiliki keterbatasan pun bisa tumbuh menjadi seseorang yang mengagumkan. Siwon berusaha tak pilih kasih kepada ketiga putranya tersebut.

Kemudian cintanya kepada Kyuyoung. Cintanya tak pernah berkurang meski Kyuyoung tidak lagi mendampinginya. Kenangan bersama sang istri akan terus ada dalam hatinya.

Lalu apa masalahnya sehingga Siwon masih ragu untuk mendekati Kyuhyun. Tentu saja hal itu karena,

“Mungkin yang kau katakan benar adanya hyung, tapi tetap saja aku tidak bisa mengejar cintaku.”

“Aish! Memang apalagi masalahnya? Kalau hanya karena dia lelaki, hal itu sudah lumrah di lingkungan kita sekarang.” gemas Kangin dengan perkataan Siwon yang masih saja enggan untuk meraih cinta dan kebahagiaannya sendiri.

“Masalahnya bukan itu hyung.”

“Lalu apa?”

“Orang yang aku cintai masih berusia 17 tahun hyung.” Jawab Siwon sambil menoleh kepada Kangin dan tersenyum sendu ke arah pria besar itu, menanti reaksi Kangin yang pasti akan sangat kaget seperti,

“Hanya masalah perbedaan umu… APA?!!!”

Kedai Cho

Kibum berdiri di seberang jalan dari lokasi restoran atau mungkin lebih tepatnya kedai kecil milik keluarga Cho. Kibum terus berdiri disana sejak dia pulang sekolah tadi, tidak menghiraukan ajakan pulang dari Minho dan juga supirnya. Kibum justru melangkahkan kakinya ke rumah sekaligus kedai tempat orang tua Kyuhyun mencari nafkah.

Kibum sudah berdiri disana selama satu jam namun perhatiannya masih tertuju kepada pemuda manis yang dengan rajinnya melayani setiap pesanan yang datang. Kibum berusaha melupakan pegal dan peluh di tubuhnya. Tujuannya sekarang adalah berbicara dengan Kyuhyun. Meski hal tersebut tidak jadi Kibum lakukan karena dia sendiri gugup dan ragu untuk memulainya. Sampai akhirnya, Kyuhyun sendiri yang menyadari kehadiran Kibum lalu memanggil putra kedua keluarga Choi itu.

“Kibummie! Sedang apa kau disana?!” teriak Kyuhyun dari seberang jalan. Kibum kelabakan saat dia mendengar teriakan Kyuhyun. Dia semakin panik ketika Kyuhyun sepertinya meminta izin kepada ibunya dan berlari kecil menuju tempat Kibum berdiri sekarang. Sesampainya Kyuhyun di hadapan Kibum, Kyuhyun langsung menyapa Kibum lagi walau dengan nafas yang sedikit terengah-engah.

“Ka…hhhh… Kau sedang… apa Bummie?” tanya Kyuhyun sambil mencoba mengambil nafasnya. Sementara Kibum hanya diam tak tahu harus menjawab apa. Apa dia harus menjawab ‘oh, aku kemari ingin meminta maaf atas kejadian di sekolah tadi dan aku penasaran bagaimana pendapatmu tentang appaku?’. Tentu saja itu mustahil. Tapi Kibum benar-benar penasaran. Karena itu, dengan sisa keberanian yang dia miliki, Kibum membuka mulutnya dan mengatakan sesuatu.

“Kyu, um… Begini… Aku minta maaf atas kejadian di gerbang sekolah tadi. Aku tidak bermaksud berkata kasar kepadamu.” ucap Kibum memulai pembicaraan. Kyuhyun hanya tersenyum dan mengangguk singkat tanda dia tidak marah kepada Kibum. Sikap Kyuhyun itu juga merupakan tanda bagi Kibum untuk melanjutkan perkataannya.

“Lalu… Itu… Aku… Aduh, bagaimana memulainya?” gumam Kibum seorang diri, kembali tidak yakin harus mengatakan maksud kedatangannya kepada Kyuhyun. Kyuhyun sendiri menjadi tidak sabaran dengan sikap Kibum dan akhirnya berseru meminta Kibum secepatnya mengutarakan maksud kedatangannya.

“Yah!! Ada apa sih?! Kenapa kau dari tadi gugup begitu?!”

“Um… Aish! Kyu.”

“Apa?” desak Kyuhyun terus yang membuat Kibum akhirnya menarik nafas panjang kemudian membuangnya perlahan. Pemuda Choi itu berusaha menenangkan dirinya sendiri sebelum mengutarakan pertanyaan yang sedari tadi mengganggu pikirannya.

“Kyu?”

“Apa sih?!”

“Bagaimana pendapatmu tentang appaku?”

TBC

Advertisements