Tags

, , , , , , ,

Waterfall Poster

( 。・_・。)人(。・_・。 )

Title : Waterfall 2

Pairing/Charas : Wonkyu, Kangmin, Leeteuk, Yesung, Heechul, more to come

Disclaimer : All casts are belong to their self and God, the poster were made by @SuciiCho

Warning : Un-betaed, GS, Attempt humor, OOC, AU, Family, Angst

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

Aku tak boleh menyerah! Aku masih bisa bertahan! Semoga aku tidak tertidur malam ini. Ayo Siwon! Masih ada empat jam lagi sebelum subuh. Setelah itu, aku bisa ke stasiun dan pergi dari kota ini. Ya, aku pasti bisa. Aku pasti bi… Sial! Aku mengantuk sekali!! Ayo bertahan Siwon! Bertahan! Siwon terus menerus berkata demikian sampai kesadarannya menipis. Siwon bahkan tidak tahu jika dirinya sekarang berada dalam pelukan Kangin yang sejak awal terus mengikuti kemana pun Siwon pergi. Kangin terlihat panik karena tubuh Siwon yang terasa sangat dingin dan detak jantungnya yang lemah.

“Hyung! Tolong aku hyung! Siwon-ah! Bangun nak! Jangan tidur disini! Kau bisa mati jika kau tidur sekarang! Siwon-ah! Siwon-ah! Siwon!” panggil Kangin berusaha membangunkan Siwon, namun pemuda itu seakan tuli dan semakin lama semakin menutup matanya.

“Oh Tuhan, tidak… SIWON!!”

( 。・_・。)(。・_・。 )

Pagi Hari – Rumah Sakit

“Siwon mengalami hyporthermia Kangin. Beruntung kau segera membawanya kemari karena jika tidak, mungkin kita bisa kehilangan Siwon karena tadi detak jantung sempat berhenti.” Sahut dokter Yoo menerangkan kepada Kangin kondisi Siwon. Kangin menghela nafas berat merasa sangat bersalah karena tidak segera membawa Siwon pulang dan justru membiarkan Siwon berada di taman itu berjam-jam. Raut wajah Kangin semakin mendung dan sendu. Dia semakin merasa berdosa pada mendiang istrinya karena tak mampu menjaga Siwon.

Kangin diam seribu bahasa, tak mampu bertanya lebih lanjut kepada dokter yang sudah lama membantu Kangin tersebut. Tenaganya seakan sudah habis. Kangin hanya bisa terduduk lunglai di bangku di depan ruang rawat Siwon dan menangkupkan wajahnya di kedua tangannya, mencoba menutupi kegalauan hati yang pasti terlihat jelas dari raut wajahnya.

dokter Yoo menggelengkan kepala, prihatin dengan keadaan ayah dan anak tersebut. Dokter Yoo tahu riwayat kehidupan Kangin karena dulu dialah yang berusaha mendamaikan Leeteuk dengan Kangin setelah keduanya bercerai. Namun kekeras kepalaan Leeteuk serta sakit hati yang dirasakannya terlalu besar sehingga menutup logika Leeteuk. Wanita itu memilih meninggalkan Kangin tanpa memberi kabar sama sekali sampai akhirnya ibunda Siwon itu meninggal karena over dosis.

Dokter Yoo ingat dengan jelas bagaimana cepatnya perubahan raut wajah Kangin ketika mendengar berita tentang Leeteuk dan Siwon. Kangin begitu gembira karena akan bertemu lagi dengan Siwon dan bisa berusaha untuk mendapatkan kata maaf dari Leeteuk hanya untuk dikecewakan dengan kematian tragis Leeteuk dan penolakan Siwon. Terlebih lagi ketika Kangin juga mengetahui kehidupan keras yang dijalani oleh Siwon selama dia menghilang dari pantauan Kangin.

Pria paruh baya itu kemudian menepuk bahu Kangin sebelum melanjutkan ucapannya yang sebenarnya belum selesai.

“Mulai sekarang, kau harus mengawasi kesehatannya karena selain Siwon terlalu lama berada di dalam suhu dingin, sepertinya anakmu itu sedikit malnutrisi. Itu salah satu penyebab daya imunnya tidak berjalan seperti seharusnya. Hidup di jalanan membuatnya seperti itu Kangin.”

“Aku tahu dokter Yoo, aku tahu.” Sahut Kangin pelan. Dia lalu bangkit dari duduknya perlahan dan melangkah menuju pintu kamar Siwon. Dia berdiri di depan pintu kamar putranya itu dan berhenti sejenak. Kangin memutar tubuhnya lalu membungkuk sedikit.

“Terima kasih dokter sudah menyelamatkan Siwon dokter Yoo.” Ucap Kangin berterima kasih.

“Tidak perlu berterima kasih Kangin. Aku mengenal Siwon sejak dia masih bayi. Ini sudah merupakan kewajibanku.” Balas dokter Yoo. Kangin menggeleng kepalanya dan memaksakan untuk tersenyum.

“Biar bagaimana pun juga aku tetap berterima kasih dokter.” dokter Yoo mengangguk saja karena dia tahu Kangin juga sama keras kepalanya seperti Leeteuk. Dokter Yoo menepuk lagi bahu Kangin sebelum mengucapkan kata pamit.

“Siwon akan sadar sebentar lagi, mungkin lebih baik kau segera masuk. Aku tinggal dulu Kangin. Kalau ada apa-apa kau bisa memberitahu suster dan aku akan segera datang.”

“Sekali lagi terima kasih dokter.” Dengan ucapan itu, dokter Yoo pergi meninggalkan Kangin yang masih berdiri di depan pintu kamar rawat Siwon. Pria berkepala empat itu baru saja akan membuka pintu tersebut jika saja dia tidak mendengar seruan yang sangat dia kenal.

“Yeobo!”

“Min…” sahut Kangin pelan membalas seruan wanita yang tubuhnya lebih kecil darinya itu. Kangin tersenyum ketika wajahnya berhadapan dengan wanita manis tersebut. Kangin mengelus punggung wanita itu dengan lembut, berusaha membantunya mengatur nafas setelah berlari ke arah Kangin. Setelah nafasnya teratur, wanita yang dipanggil Min itu menatap Kangin lalu tanpa peringatan, langsung mencium pipi pria berkarisma tersebut.

Lee Sungmin atau sejak tujuh tahun yang lalu telah menjadi nyonya Jung Sungmin adalah istri kedua Kangin. Dia adalah ibu tiri Siwon dan bisa dikatakan sebagai penyebab berakhirnya hubungan antara Kangin dan Leeteuk serta salah satu orang yang sangat dibenci oleh Siwon.

Pernikahan Kangin dan Leeteuk merupakan pernikahan yang terjadi karena perjodohan dari kedua mendiang orang tua mereka. Mendiang orang tua Kangin merasa berhutang budi kepada mendiang orang tua Leeteuk karena pernah dibantu sewaktu mereka mengalami kesulitan karena perusahaan Jung dinyatakan pailit. Keluarga Choi, marga Leeteuk sebelum menikah, membantu keluarga Jung sampai mereka mampu berdiri sendiri dan menjadi sukses seperti sekarang. Berdasarkan itu semua, maka untuk membalas jasa mendiang kedua orang tua Leeteuk, mendiang orang tua Kangin menjodohkan mereka padahal saat itu Kangin sudah memiliki kekasih yaitu Sungmin.

Tidak mampu melawan kedua orang tuanya, Kangin menerima perjodohan tersebut tanpa tahu bahwa Leeteuk sungguh-sungguh mencintainya. Leeteuk tahu bahwa Kangin terpaksa menikah dengannya, tapi saat itu dia yakin bahwa dia mampu membuat Kangin balik mencintainya. Leeteuk tidak pernah mengetahui bahwa Kangin sudah memiliki orang lain yang dia cintai. Sampai dua belas tahun pernikahan mereka, Leeteuk memergoki suami tercintanya, suami yang dia anggap setia meski tidak mencintai dirinya, suami dan ayah yang baik selama ini walau terkungkung dalam pernikahan dari perjodohan, sedang berciuman dengan wanita lain.

Hati Leeteuk hancur ketika dia mengetahui kenyataan bahwa Kangin masih terus berhubungan dengan kekasihnya. Bahwa selama ini usahanya menarik perhatian Leeteuk dan membuatnya agar bisa mencintainya tidak akan pernah berhasil karena kehadiran Sungmin. Meskipun begitu, Leeteuk masih ingin mempertahankan rumah tangganya, terlebih lagi Leeteuk dan Kangin memiliki Siwon. Leeteuk masih ingin bersama dengan Kangin meski hatinya terluka dalam.

Namun, pikirannya berubah ketika dia mengetahui bahwa tidak hanya Kangin mengkhianati pernikahan mereka, tapi Kangin juga memiliki seorang anak dengan Sungmin. Mengetahui kenyataan yang lebih pahit dari pengkhianatan Kangin menyebabkan hati Leeteuk yang hancur menjadi semakin tak berbentuk lagi. Leeteuk sudah tidak mungkin bersama dengan pria yang mungkin selamanya tidak akan pernah menganggapnya ada.

Oleh karena itu, Leeteuk mengambil keputusan untuk bercerai dengan Kangin. Leeteuk mengira paling tidak Kangin akan sedikit mencegahnya, namun Leeteuk sekali lagi harus menelan pil pahit kejamnya kehidupan ketika dengan mudahnya Kangin menanda tangani surat cerai darinya. Kangin bahkan tidak berjuang demi hak asuh atas Siwon yang langsung jatuh ke tangan Leeteuk. Musnah sudah harapan Leeteuk untuk bisa hidup bahagia dengan orang yang dia cintai. Semua hancur begitu saja.

Hanya saja satu hal yang tidak akan pernah Leeteuk ketahui bahwa Kangin sudah belajar untuk mencintainya. Kangin mencintai Leeteuk sama kadarnya dengan cintanya kepada Sungmin. Katakan dirinya serakah, tapi Kangin memang mencintai dua wanita secara bersamaan. Kangin mencintai Leeteuk sehingga ketika wanita itu meminta cerai darinya karena perselingkuhannya, Kangin tidak menahannya karena Kangin berpikir Leeteuk tidak akan menahan rasa sakit hatinya jika Leeteuk berpisah dengannya. Juga soal hak asuh anak, Kangin hanya berpikir bahwa bagi anak seusia Siwon saat itu, bersama dengan sang ibu adalah yang terbaik bagi putra sulungnya itu. Kangin pun sudah membuat persiapan agar Leeteuk dan Siwon masih bisa hidup tenang tanpa kekurangan satu apapun. Namun, satu hal yang luput dari perencanaan Kangin yaitu keinginan Leeteuk untuk menghilang dari kehidupannya.

Setelah bercerai, Leeteuk memilih pergi dari kediaman keluarga Jung meski Leeteuk sudah tidak memiliki tempat bernaung lagi selain keluarga Jung. Leeteuk sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi setelah kedua orang tuanya meninggal dunia. Semua kekayaan keluarga Choi sudah dilimpahkan kepada keluarga Jung karena saat itu mendiang orang tua Leeteuk mengira bahwa anak mereka akan dijaga seuumur hiduo oleh Kangin dan juga keluarga Jung. Meskipun begitu, meskipun Leeteuk tahu dia harus berjuang sendiri untuk menghidupi dirinya dan juga Siwon, tapi Leeteuk tidak bisa lagi tinggal bersama dengang Kangin. Leeteuk juga tidak bisa menerima bantuan apapun dari Kangin karena Leeteuk tidak bisa lagi berurusan dengan Kangin walau pria itu bersikeras untuk menjamin semua finansial Leeteuk dan Siwon.

Untuk menghindari Kangin seutuhnya, Leeteuk pergi jauh dari kota tempat tinggalnya selama ini. Hidup terlunta-lunta dari satu tempat ke tempat yang lain bersama Siwon yang saat itu cukup pintar untuk mengerti bahwa kedua orang tuanya tidak bisa lagi bersama dan bekerja serabutan demi sesuap nasi dan tempat berteduh. Leeteuk berusaha menghilangkan jejak keberadaan dirinya sampai harus memberhentikan pendidikan Siwon, dan benar-benar pergi dari kehidupan Kangin.

Sejak itulah Siwon harus merasakan kejamnya dunia. Sejak itulah Siwon sama sekali tidak merasakan lagi kasih sayang seorang ibu seperti sepuluh tahun pertamanya. Siwon harus berusaha menahan tangisnya ketika Leeteuk menjadi kasar bahkan memukulnya jika sedang kesal. Siwon harus terus menjadi anak baik dan tidak membantah perintah Leeteuk. Siwon harus menahan hasratnya untuk bisa bermain dan bersekolah layaknya anak-anak yang lain. Siwon haus menjadi anak yang kuat demi Leeteuk yang selalu menangis di tengah malam karena Kangin.

Siwon tak pernah menangis lagi sejak dia keluar dari kediaman keluarga Jung sampai suatu hari, dia menemukan Leeteuk sekarat karena over dosis obat-obatan terlarang. Siwon berusaha meminta bantuan ke semua orang yang dia temui, tapi tidak ada satu orang pun yang mau membantunya. Sampai akhirnya, Siwon menyerah meminta bantuan dan memilih menemani Leeteuk sampai ajal menjemputnya.

Di saat terakhirnya, Leeteuk mengerahkan semua tenaganya untuk bisa membelai pipi putra semata wayangnya itu. Dengan airmata yang terus mengalir, Leeteuk menatap lembut dan berusaha meminta maaf kepada Siwon atas sikapnya selama ini walau tidak ada satu suara pun yang terdengar dari Leeteuk. Leeteuk juga berusaha mengatakan bahwa Siwon harus tetap hidup meski dirinya harus berjuang sendiri. Kata demi kata yang tidak bisa keluar dari bibir Leeteuk dapat dipahami oleh Siwon.

Siwon terus menggenggam tangan Leeteuk, menciumi telapak tangan sang bunda sampai tangan itu terlepas dari genggaman Siwon. Leeteuk meninggalkan Siwon didepan mata pemuda berusia 14 tahun itu. Tangisan dan teriakan Siwon yang kala itu membahana di apartemen kecil dan kumuh tersebut merupakan tangisan pertamanya sejak dia hidup berdua saja dengan Leeteuk. Tangisan yang takkan pernah dilupakan oelh Siwon dan juga sebagai awal kebenciannya kepada Kangin dan Sungmin serta anggota keluarga Jung lainnya. Siwon merasa semua penderitaan yang dialami oleh Leeteuk adalah karena keluarga Jung tidak perduli siapa.

“Yeobo.” Suara lembut Sungmin mengagetkan Kangin. Tampaknya Kangin tidak sadar bahwa dia melamun, mengingat kenangan antara dirinya dan Leeteuk.

“Eh? Ya sayang?”

“Kau kenapa? Kok diam saja?” tanya Sungmin sambil mengusap pipi suaminya itu. Tersirat raut kekhawatiran di wajah Sungmin.

“Ah, aku… Aku baik-baik saja. Mungkin aku kelelahan.” Jawab Kangin agar Sungmin tidak bertambah khawatir. Sungmin mengangguk meski sedikitnya dia tahu bahwa Kangin sedang memikirkan Siwon dan juga mengingat Leeteuk.

Sungmin juga tahu bahwa hati Kangin sudah terbagi dua antara dirinya dan juga Leeteuk. Kepergian Leeteuk yang mendadak dan tragis menyebabkan Kangin sedikit banyak terpukul dan terus bersedih selama tiga tahun terakhir ini. Apalagi ditambah rasa cemas akan keberadaan Siwon yang sempat tak ada kabarnya sampai suatu hari tanpa sengaja Yesung menemukan Siwon yang bekerja dia konstruksi yang menangani proyek dari perusahaan Jung. Sungmin tersenyum, berharap dia mampu mengurangi beban Kangin walau dia tahu hal itu akan cukup sulit mengingat Siwon pasti membenci dirinya.

“Bagaimana keadaan Siwon? Dia baik-baik saja bukan?!” tanya Sungmin mengalihkan perhatian Kangin dari mengingat Leeteuk lebih jauh.

“Untuk saat ini Siwon baik-baik saja sayang. Kata dokter Yoo, sebentar lagi dia akan sadar. Aku akan menjenguknya sekarang.” Jawab Kangin lalu meneruskan niatnya memasuki ruangan dimana Siwon dirawat.

“Aku ikut.” Sahut Sungmin yang langsung ditanggapi dengan tatapan sendu dari Kangin.

“Min…” sahutnya pelan namun terdengar jelas di telinga Sungmin. Dia juga mengerti maksud penggilan itu. Sungmin memaksakan senyum lalu mengangguk.

“Em…benar juga. Aku akan menunggu disini.”

“Terima kasih sayang.” Ucap Kangin lalu mengecup sekilas bibir Sungmin dan membelai sebentar pipi Sungmin dengan ibu jarinya.

“Oh yeobo.” Panggil Sungmin lagi mencegah Kangin memasuki kamar Siwon.

“Ya?”

“Heechul eonnie akan datang. Aku pikir sebaiknya kau tahu.” Lanjut Sungmin. Kangin tampak sedikit terkejut dan bisa dikatakan sedikit cemas ketika mendengar nama Heechul, Kim Heechul, sahabat Leeteuk sejak keduanya masih di Junior High School.

Kangin tahu bahwa Heechul juga tidak menyukainya sejak dia bercerai dengan Leeteuk dan kehilangan jejaknya. Namun prioritas Kangin bukanlah kepada Heechul. Kangin bisa mengatasi Heechul. Sekarang hanya ada Siwon yang menajdi perhatiannya. Ya, Siwon, putranya.

“Ya, terima kasih sudah memberitahukan aku.” Sahut Kangin lalu melanjutkan langkahnya memasuki kamar Siwon.

Ketika Kangin memasuki kamar VVIP itu, dia disuguhi kamar yang terlihat mewah namun kosong. Alasannya karena kamar tersebut tidak dihiasi oleh karangan bunga, ucapan-ucapan ‘semoga lekas sembuh’ dan sebagainya. Keadaan ini sangat berbeda ketika Sungmin atau dirinya terkena penyakit yang diharuskan dirawat di rumah sakit atau ketika putra bungsunya yang sakit.

Ya, wajar, karena tidak ada orang yang tahu jika Siwon masih hidup sampai sekarang. Mereka semua menganggap Siwon mungkin sudah hidup di tempat yang sangat jauh bahkan ada yang memberitakan bahwa putra sulung keluarga Jung itu telah meninggal dunia bersama dengan sang ibu.

Kangin merasa miris kala dia mendengar berita tersebut. Kangin tidak mengerti mengapa sampai media tega memberitakan hal seperti itu karena Kangin tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Leeteuk ketika dia membaca atau mendengar berita itu. Kangin merasa Leeteuk pasti akan sangat membencinya karena menduga Kangin yang menyebarkan berita itu agar semua orang melupakan keberadaan dirinya dan Siwon.

Kangin mengusap wajahnya yang lelah. Lelah fisik dan juga mental. Selama ini Kangin selalu berusaha mencari keberadaan Leeteuk dan Siwon. Dia tidak perduli jika suatu saat Kangin menemukan mereka, Leeteuk akan memberikan reaksi keras ketika dia memaksa keduanya untuk tinggal bersamanya lagi.

Hanya saja, Leeteuk begitu pintar menyembunyikan dirinya dan juga Siwon sehingga ketika dia berhasil menemukan Leeteuk, wanita sebaik dan selembut malaikat itu, sudah pergi ke tempat yang tidak bisa Kangin capai untuk saat ini.

Kangin bergerak perlahan mendekati ranjang Siwon sambil menarik sebuah kursi dan menempatkannya di samping ranjang Siwon. Ayah Siwon tersebut kemudian menduduki kursi tersebut lalu memandangi wajah pucat Siwon. Wajah sendu Kangin terus menatap wajah tampan namun tirus itu.

Tak terasa bulir-bulir airmata mulai berjatuhan dari mata Kangin. Dengan hati-hati Kangin meraih tangan Siwon yang tidak tertusuk oleh jarum infus dan menggenggamnya dengan erat. Kangin membawa tangan itu ke arah bibirnya dan mencium punggung tangan Siwon sebelum merapatkan ke hidung Kangin.

“Maafkan appa Siwon, maafkan appa. Appa menyayangimu nak, sangat menyayangimu. Jadi appa mohon maafkan appa…” Isak Kangin terus memohon maaf kepada raga yang terus tertidur itu.

Pria pengusaha yang sukses dan terkenal berwibawa dan tenang di mata semua orang kini menangis tersedu-sedu sambil menggenggam tangan putranya yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Perasaan sedih sekaligus lega mengalir dengan bebas di relung hati Kangin.

Sedih karena Kangin tahu ketika siwon siuman nanti, pemuda itu akan kembali memberikan tatapan penuh kebencian dan menjauhinya, namun Kangin pun lega karena akhirnya dia bisa bertemu dengan Siwon. Kangin berjanji pada dirinya sendiri, meski Siwon akan memakinya, membencinya, bahkan memukulnya, Kangin tidak akan melepaskan lagi putranya tersebut. Kali ini Kangin akan memastikan Siwon akan hidup layak sebagaimana seharusnya.

Posisi Kangin terus seperti itu, dengan kepala yang tertunduk dan tangan Siwon yang digenggamnya. Kangin terlalu larut dengan perasaannya sendiri sampai dia tidak menyadari sepasang mata telah terbuka dan mendengar permintaan maaf darinya. Kedua bola mata hitam itu menatap lurus ke langit-langit kamarnya. Tanpa diberitahu pun, dia tahu dimana sekarang dia berada.

Dia juga tahu bahwa tangannya sedang digenggam oleh pria yang sampai detik ini tidak bisa dia maafkan. Namun dia membiarkan pria itu terus menggenggam tangannya tersebut karena meski sekuat apapun dia ingin membenci pria di sampingnya itu, dia tahu bahwa dia masih menyayangi pria yang memiliki andil membawanya ke dunia ini. Hanya saja, semua penderitaan ibunya dan dirinya sendiri tidak bisa begitu saja dia lupakan.

Rasa sakit hati itu masih terlalu dalam untuk bisa disembuhkan hanya dengan airmata pria tersebut. Terlalu lebar untuk bisa direkatkan kembali hanya karena dia masih memiliki rasa sayang meski sedikit kepada pria itu. Tidak, dia masih belum mampu melupakan betapa pria ini begitu mudahnya melepas seseorang yang sangat dia cintai.

Bagi pribadi di ranjang itu, perjuangan Kangin untuk bisa menemukan dan membawa kembali dirinya dan juga ibundanya sama sekali tidak berarti apapun juga. Baginya, Kangin sudah salah sejak awal ketika dia menerima begitu saja kata cerai yang terucap dari bibir Leeteuk.

Baginya, Kangin membiarkan dirinya menjadi anak yang dicap sebagai anak broken home, membiarkan dirinya harus menerima kenyataan bahwa kedua orang tuanya tidak akan lengkap seperti dulu.

Kanginlah yang membuatnya merasa dia tidak pernah memiliki seorang ayah. Kanginlah yang membuatnya membenci pria besar itu. Kanginlah yang membuat dia tidak mau berurusan dengannya apalagi sampai disentuh seperti sekarang. Ya semua karena Kangin. Semua karena pria berstatus sebagai appa kandungnya itu.

TBC

Advertisements