Tags

, , , , , , , ,

Waterfall Poster

( 。・_・。)(。・_・。 )

Title : Waterfall 5

Pairing/Charas : Wonkyu, Kangmin, Leeteuk, Heechul, Sibum, Yewook, more to come

Disclaimer : All casts are belong to their self and God, the poster were made by @SuciiCho

Warning : Un-betaed, GS, Attempt humor, OOC, AU, Family, Angst

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

“Aku disini oppa. Aku disini.” Kata yang sama terulang berkali-kali, mencoba meyakinkan Siwon bahwa dia tidak sendiri. Keduanya terus berpelukan, tanpa sadar ada sepasang mata yang memandang mereka dengan tatapan tak percaya dan nanar. Orang itu sampai menjatuhkan kantong belanjaan berisi kotak makan yang sengaja dia bawa demi sang adik. Kyuhyun dan Siwon tidak sadar mereka telah membuat sepasang mata hitam itu mengeluar cairan bening karena melihat mereka berpelukan.

^^^^^

“Yunnie sayang, appamu sedang sibuk sayang. Jadi mungkin hari ini dia tidak pulang.” jelas sang umma, Jung Sungmin kepada sang putra semata wayang, Jung Yunho.

“Memangnya appa sedang sibuk apa umma? Tidak biasanya appa tidak pulang seperti sekarang?” tanya Yunho lagi. Pertanyaan Yunho tadi disambut dengan senyum pilu terlebih dahulu oleh Sungmin sebelum wanita manis itu menjawab pertanyaan Yunho tadi.

“Appa sedang berusaha mendapatkan apa yang seharusnya menjadi haknya sayang.”

“Haknya?”

“Ya Yun, hak appamu sejak dulu.”

( 。・_・。)(。・_・。 )

Semilir angin dingin yang berhembus dengan pelan ternyata mampu membuat semua orang yang berada di taman rumah sakit buru-buru meninggalkan tempat yang indah tersebut karena tidak ingin terserang penyakit atau hanya sekedar mencari tampat yang lebih hangat.

Namun, hal tersebut tidak berlaku kepada dua orang berbeda jenis kelamin yang sedang duduk sedikit berjauhan di salah satu bangku taman. Keduanya hanya duduk tanpa mengatakan sepatah kata pun sejak mereka melepaskan diri dari kehangatan yang diberikan oleh tubuh masing-masing.

Siwon, pemuda yang tadinya hendak melarikan diri, yang tadinya hendak meninggalkan semua permasalahan dalam hidupnya, akhirnya memilih memikirkan sekali lagi semua tindakannya. Meskipun Siwon masih kukuh bahwa dia tidak mau merepotkan orang lain dan menjadi beban, akan tetapi kondisinya sekarang ini tidak memungkinkan bagi dirinya berdiri sendiri seperti dulu.

Jika dia tetap keras kepala, yang terjadi justru dirinya hanya akan menambah daftar masalah yang telah ditimbulkan oleh ibunya dulu dan Siwon tidak mau membuat nama ibunya yang sudah tercoreng akibat berurusan dengan narkoba dan kematian tragisnya menjadi lebih buruk karena dirinya yang ikut mati terlantar di jalanan.

Mengingat itu semua, Siwon memiliki niat baru dalam hatinya. Dia ingin membuat ibunya bangga dengan dirinya kelak. Siwon ingin Leeteuk bangga memiliki anak yang berhasil dan sukses. Yang terpenting juga bagi Siwon, dia ingin agar Leeteuk bisa beristirahat dengan tenang karena Siwon telah mendapatkan kebahagiaannya.

Bahagia. Satu kata yang sulit direngkuh Siwon sejak dia berumur 10 tahun. Sejak itu semua hal yang dia sebut kebahagian sirna hanya karena ego dari orang dewasa disekitarnya. Selama 7 tahun, Siwon harus lebih akrab dengan penderitaan dan kesusahan hidup. Namun sekarang, Siwon tidak mau lagi berurusan dengan itu semua. Siwon akan berusaha sebisanya agar dirinya bisa merasakan lagi namanya kebahagiaan. Walaupun untuk itu, Siwon harus berkompromi dengan emosi dan perasaannya sendiri terhadap ayah kandungnya.

Jung Kangin. Mengingat nama itu, Siwon menghela nafas panjang dan menutup matanya. Siwon tahu persis bahwa lelaki bermarga Jung itu akan bertarung habis-habisan dengan Heechul demi memperebutkan hak asuh atas dirinya. Hal inilah yang menajdi dilemma bagi pemuda berlesung pipi tersebut.

Di satu sisi, Siwon tidak mau menjadi beban ayahnya tersebut dan lebih memilih Heechul karena Siwon yakin Heechul mampu membantunya menjadi seseorang yang sukses dan berhasil. Akan tetapi, rasa ingin bersama dengan ayah yang selama tujuh tahun ini terpisah darinya, juga terus bergejolak dalam hati Siwon.

Pikiran awalnya tentang mereka yang tidak pernah memikirkan dirinya sama sekali, ingin Siwon hancurkan. Siwon ingin tahu apakah semua itu benar karena kenyataannya, saat Siwon merasa terpuruk dan sendiri, ada seseorang yang masih mau menemaninya, ada orang yang masih mau menjadi sandarannya dan orang itu adalah orang asing walau Siwon sudah mengenal wajahnya karena beberapa kali bertemu, tapi tetap saja gadis berambut ikal sebahu yang sudah memeluknya tadi merupakan sosok asing bagi Siwon.

Siwon membuka matanya dan mengalihkan pandangannya ke arah Kyuhyun yang sepertinya sedikit gelisah karena sejak tadi tidak ada satu pun dari mereka yang berbicara. Siwon juga memperhatikan pipi Kyuhyun yang putih mulus merona, entah karena kedinginan atau karena hal lain. Hanya saja, penampilan Kyuhyun sekarang, rambut yang bergoyang karena hembusan angin, pipi bulat lucu yang merona dan bibir yang tak henti-hentinya mengerucut imut, semuanya membuat Siwon semakin tertarik kepada Kyuhyun karena sosok menggemaskan gadis berusia 15 tahun itu.

Tanpa sadar, Siwon mengulurkan tangannya ke arah Kyuhyun dan jari-jarinya menyematkan rambut Kyuhyun yang sedikit berantakan ke telinganya. Menyadari adanya sentuhan lembut di sekitar daun telinganya membuat Kyuhyun menoleh kepada Siwon. Matanya membuka lebar, terkejut karena Kyuhyun tidak mengira akan disentuh sedemikian rupa oleh Siwon.

Rona merah muda yang sedang Kyuhyun usahakan untuk memudar, justru semakin kentara karena sentuhan Siwon. Kyuhyun pun langsung menundukkan kepalanya dan bergeser sedikit, menjauh dari tangan kasar namun hangat milik Siwon. Siwon sendiri sedikit kaget oleh tindakan Kyuhyun tetapi dia langsung paham mengapa Kyuhyun berbuat demikian.

Senyum simpul pun menghiasi wajah tampannya meski dengan rambut tipis di sekitar dagunya. Siwon meletakan tangannya di atas pahanya, memahami Kyuhyun tidak biasa dengan sentuhan orang lain apalagi orang yang masih asing baginya. Walau pun begitu, pandangan Siwon terus terarah pada Kyuhyun. Siwon tahu dirinya tertarik, sangat tertarik kepada Kyuhyun. Entah karena kebaikan Kyuhyun atau karena Kyuhyun yang memandang dirinya tanpa ada belas kasihan. Tatapan Kyuhyun yang murni mengkhawatirkan dirinya, tatapan Kyuhyun yang mengingatkan dia akan tatapan Leeteuk kala dia kecil dulu saat dirinya sakit, terluka atau merasa sedih. Tatapan penuh kasih sayang yang jarang Siwon temukan lagi.

“Nona.” Panggil Siwon karena jujur, dia selalu saja lupa menanyakan nama dewi penyelamatnya tersebut. Siwon hanya pernah sesekali mendengar beberapa orang memanggilnya Kyu atau Kyunnie. Tapi karena Siwon takut dia salah menyebutkan nama, maka dia memanggil Kyuhyun dengan sebutan nona. Sedangkan Kyuhyun yang dipanggil dengan sebutan nona tentu saja mendongakkan kepalanya, menatap Siwon sambil mengerutkan kedua alisnya, sedikit terganggu dengan panggilannya tadi.

“Namaku Kyuhyun. Kim Kyuhyun. Bukan nona.” Keluh Kyuhyun tak suka. Siwon melebarkan senyumnya dan mengangguk mengerti.

“Oke. Kyuhyun-ssi.”

“Aish! Aku tidak suka panggilan seformal itu. Cukup panggil aku Kyuhyun saja.”

“Hhhh… Baik, baik. Kyuhyun.” Ucap Siwon menyanggupi permintaan Kyuhyun. Kyuhyun akhirnya bisa tersenyum, memperlihatkan kecantikan alaminya. Siwon semakin terpana dibuatnya.

“Bagus. Kalau begitu aku bisa memanggilmu Siwon oppa.” Tegas Kyuhyun masih tersenyum imut.

“Akrab sekali.” Sahut Siwon menimpali. Siwon bermaksud menggoda Kyuhyun dengan mengatakan kata-kata tadi dan sepertinya tindakannya berhasil karena Kyuhyun kembali menatapnya lekat, mengerutkan kedua alisnya sebal dan mengembungkan kedua pipi bulatnya yang semaki bulat seperti bakpao.

“Kau tidak suka?” tanyanya dengan nada suara yang kentara sekali sangat kesal. Siwon akhirnya tak kuat menahan tawanya karena Kyuhyun begitu menggemaskan ketika sedang marah dan merajuk seperti sekarang.

“Ahahaha… Kau lucu sekali jika cemberut seperti itu. Pipimu mengembung layaknya bakpao. Ahahaha…”

“Jangan tertawa! Aish!!”

“Maaf, maaf Kyuhyun. Aku hanya geli melihat tampangmu itu.”

“Memangnya aku badut?! Seenaknya saja!”

“Tidak, kau bukan badut Tapi kau lebih lucu dan menggemaskan daripada badut.”

Begitu kalimat itu terlontar dari bibir Siwon, Kyuhyun langsung terpaku sambil memandang terkejut ke arah Siwon. Kyuhyun tidak mengira kalimat itu akan keluar begitu saja dari Siwon. Entah itu pujian atau ejekan, tetap saja membuat Kyuhyun menjadi menunduk malu, menutupi wajahnya yang sudah pasti memerah.

Kyuhyun tidak mengerti mengapa kalimat sederhana dari Siwon itu mampu membuatnya berdebar dan bertingkah seperti gadis yang sdang jatuh cinta. Padahal Kyuhyun sering menerima pujian yang lebih daripada yang diutarakan oleh Siwon. Kyuhyun selalu saja berubah menjadi aneh jika sudah berurusan dengan pemuda yang katanya adalah tunangan masa kecil sang kakak. Tunangan. Tunangan.

Rasa berdebar di hati Kyuhyun mendadadk berubah menjadi sendu. Tunangan sang kakak. Kyuhyun baru ingat jika Siwon adalah tunangan masa kecil Kibum. Bagaimana mungkin dia bisa merasakan sesuatu yang lain kepada tunangan kakaknya sendiri. Bagi Kyuhyun, ini sama saja seperti mengkhianati Kibum.

“Aku suka.” Suara rendah Siwon membuyarkan pikiran Kyuhyun. Gadis berambut ikal itu mengangkat wajahnya dan menangkap senyum berlesung pipi milik Siwon terarah kepadanya. Kyuhyun berpikir jika senyum Siwon sangatlah menawan dan tanpa bisa Kyuhyun tahan, dia pun ikut tersenyum kepada Siwon. Namun adegan saling senyum itu hanya berlangsung beberapa saat karena Kyuhyun ingat Siwon mengucapkan sesuatu.

“Suka? Apa maksudmu?”

“Hm? Dari tadi kau tidak menyimak ucapanku ya?”

“Eh?”

“Hhhh… Dasar. Aku bilang aku suka jika kau memanggilku dengan oppa.”

“EH? Benarkah?!”

“Kenapa kau kaget begitu Kyuhyun?”

“Ah… Tidak.” Ucap Kyuhyun pelan lalu merapatkan bibirnya. Dia tidak tahu harus berkata apa lagi. Saat ini, Kyuhyun masih saja memikirkan apa dirinya pantas menemani Siwon padahal seharusnya Kibum yang berada di samping Siwon. Kyuhyun tidak menyadari bahwa karena dirinya lah Siwon bisa lebih tenang dan berpikiran dengan kepala dingin.

Kyuhyun seakan lupa bahwa Siwon tidak pernah bersikap seterbuka ini jika bukan dengan dirinya. Bahkan Siwon masih bersikap canggung dengan Heechul sekali pun yang notabene terus berada bersamanya. Kyuhyun terus berkutat dengan pikirannya sendiri sehingga tidak mendengar panggilan Siwon sampai akhirnya pemuda itu mengguncang bahu Kyuhyun.

“Eh ya?!”

“Aku memanggilmu dari tadi. Kau melamunkan apa?” tanya Siwon sedikit tertawa geli melihat raut wajah lucu seorang Kim Kyuhyun yang terkejut. Kyuhyun sendiri merasakan pipinya panas karena malu kepergok sedang melamun. Dia langsung menggelengkan kepalanya kuat-kuat dan menyanggah ucapan Siwon.

“Aku tidak melamun!”

“Lalu kenapa kau tidak bereaksi saat aku memanggilmu?”

“Itu… aku… aku… Um…”

“Sudahlah. Kau tak perlu menjawabnya.” Sahut Siwon yang tidak tega melihat Kyuhyun kebingungan untuk menjawab pertanyaannya. Meski dalam hati, Siwon ingin sekali menggoda Kyuhyun karena gadis itu pasti akan memberikan reaksi dan raut wajah yang lucu. Terlebih lagi, Siwon sangat suka melihat rona merah menghiasi pipi bulat Kyuhyun.

Keduanya kembali terdiam. Menikmati keheningan taman itu dengan ditemani kehangatan yang menjalar dari masing-masing tubuh duduk agak berjauhan itu. Jarak tampanknya tidak terlalu berpengaruh karena hati mereka yang tentram. Paling tidak itu lah yang dirasakan oleh Siwon saat ini.

Sudah lama dia tidak duduk dengan seseorang seperti ini. Selama ini, semua orang pasti langsung menghindarinya karena sosoknya yang masih menjadi gelandangan. Tidak ada yang mau duduk dengannya karena takut atau jijik berdekatan dengannya. Namun berbeda dengan Kyuhyun.

Siwon masih ingat dengan jelas bagaimana Kyuhyun dengan santainya memberikan mantelnya bahkan memarahi teman-temannya sendiri karena berkata kasar kepada Siwon. Momen itu masih menjadi salah satu kenangan terindah bagi Siwon.

Tiba-tiba Siwon menegakkan tubuhnya dan langsung menatap ke arah Kyuhyun. Siwon teringat bahwa dia belum mengembalikan mantel Kyuhyun. Siwon juga merutuki kebodohan dirinya sendiri karena dia tidak tahu kemana mantel itu sekarang berada. Saat dia sadar, dia tidak melihat mantel itu ada didekatnya. Dalam hati, Siwon berjanji akan mencari mantel itu dan mengembalikannya kepada Kyuhyun.

“Kau kenapa oppa?” tanya Kyuhyun merasa aneh karena Siwon sepertinya sedang berpikir keras. Siwon tersenyum dan menggelengkan kepalanya lalu tiba-tiba mengacak rambut Kyuhyun, membuat gadis satu itu mengeluh karena Siwon membuat rambutnya berantakan. Sedangkan Siwon hanya tergelak dan bukannya semakin berhenti justru terus mengacak rambut Kyuhyun sampai Kyuhyun turun tangan menghentikan aksi Siwon itu dengan memegang tangan Siwon dan mendelik kesal ke arah Siwon. Melihat tampang cemberut Kyuhyun, Siwon bukannya takut tapi tertawa lepas karena pipi gembil Kyuhyun semakin mengembung dan menurut pemuda tinggi itu, wajah Kyuhyun terlihat menggemaskan.

“Berhenti tertawa oppa!” pekik Kyuhyun tidak terima ditertawakan. Siwon terus tertawa sampai cubitan Kyuhyun membuatnya mau tidak mau harus menghentikan tawanya sambil meringis kesakitan.

Tawa Siwon memang mereda namun senyum berlesung pipi itu tetap menghiasi wajah tampan Siwon. Dia menghembuskan nafasnya perlahan sambil menatap lekat ke wajah manis Kyuhyun. Terus menatap, sehingga membuat Kyuhyun sedikit salah tingkah. Kyuhyun baru saja akan bertanya kepada Siwon menatapnya terus ketika Siwon sudah lebih dulu membuka mulutnya.

“Kyuhyun.”

“Huh? Eh, ya!” pekik Kyuhyun kaget karena Siwon mendahuluinya. Siwon pun sedikit tersentak dengan pekikan Kyuhyun tetapi dia langsung mengendalikan keterkejutannya dan tersenyum lagi kepada Kyuhyun sambil berkata,

“Terima kasih.” Kyuhyun mengerutkan dahinya bingung dengan ucapan terima kasih dari Siwon. Terima kasih? Kyuhyun tidak mengerti mengapa tiba-tiba Siwon mengatakan dua kata itu kepadanya.

“Huh? Untuk apa?” tanyanya.

“Karena kau ada disini bersamaku. Menemaniku.” Jawab Siwon singkat. Kyuhyun terperangah dengan jawaban Siwon tadi. Apakah hanya karena itu Siwon berterima kasih kepadanya? Siapa pun pasti akan melakukan hal yang sama jika melihat keadaan Siwon. Itu yang dipikirkan gadis berambut ikal itu. Akan tetapi, Kyuhyun tidak mau terlalu ambil pusing dengan sikap Siwon. Dia mengangguk dan membalas senyuman Siwon dengan salah satu senyum manisnya.

“Um… Siwon oppa.” Kyuhyun memanggil Siwon, mencoba membuka pembicaraan terlebih dulu. Sejak tadi Kyuhyun memiliiki pertanyaan kepada Siwon yang begitu menggangu pikirannya. Hanya saja, gadis itu terlalu takut pertanyaannya akan menyinggung Siwon. Menurutnya, pertanyaan yang akan dilontarkan bersifat pribadi dan dia merasa orang asing sepertinya tidak pantas menanyakan hal tersebut. Tapi sungguh Kyuhyun sangat penasaran sehingga dia memberanikan dirinya dan bertanya kepada Siwon.

“Kenapa kau ingin pergi? Maksudku, kau tahu tubuhmu yang sekarang tak akan mampu bertahan di cuaca dingin seperti ini. Lagipula tadi kau juga bilang bahwa kau tidak punya tempat untuk berteduh. Jadi mengapa kau ingin pergi?” tanya Kyuhyun. Siwon tampak tidak terkejut dengan pertanyaan Kyuhyun tadi. Dia hanya menatap Kyuhyun datar lalu mengalihkan pandangan ke arah langit.

“Siwon oppa?”

“Menurutmu kenapa aku ingin pergi?” pertanyaan balik Siwon kontan mengherankan untuk Kyuhyun.

“Menurut aku? Yah!! Mana aku tahu?!”

“Ahahaha… Bercanda Kyu. Kenapa kau cepat sekali marah?”

“Habisnya kau ini…” ketus Kyuhyun kesal karena Siwon tidak menanggapi pertanyaannya dengan serius. Padahal Kyuhyun sudah takut pertanyaannya akan menyinggung Siwon. Siwon sendiri setelah meredakan tawanya hanya menghela nafas panjang lalu berpikir sejenak untuk menjawab pertanyaan Kyuhyun. Tak berselang lima menit, Siwon membuka mulutnya dan menjawab pertanyaan Kyuhyun tanpa memandang wajah gadis berambut coklat itu. Tatapan Siwon lurus ke arah langit seakan berharap bisa mendapatkan ketenangan dan kepercayaan diri jika dia terus memandang langit yang semakin kelam itu.

“Kenapa aku ingin pergi? Mungkin jawabannya karena aku merasa diriku tidak punya arti untuk siapa pun dan akan lebih lebih baik jika aku tidak pernah ada sehingga lebih baik aku pergi dan tidak menjadi pengganggu siapa pun juga.” Jawab Siwon dengan senyum simpul. Kyuhyun yang mendengar jawaban Siwon tadi sontak saja merasa tidak setuju. Baginya setiap orang pasti memiliki arti untuk seseorang.

“Oppa…” lirih Kyuhyun ingin membantah ucapan Siwon tapi tak sempat karena Siwon sudah mendahului Kyuhyun.

“Kau tak perlu menbantah ucapanku Kyu karena kau tidak tahu bagaimana hidupku selama ini.” Tegas Siwon yang langsung membungkam Kyuhyun. Memang benar, Kyuhyun tidak bisa mengatakan apa yang menjadi pendapatnya karena dia tidak tahu seperti apa hidup Siwon selama ini. Namun tetap saja Kyuhyun merasa Siwon salah besar jika menganggap dirinya tak punya arti.

Bagi Kyuhyun, Siwon masih memiliki arti karena jika tidak, bagaimana mungkin seorang Kim Heechul yang terkenal tidak memiliki belas kasihan terhadap siapa pun kecuali orang terdekatnya mau melakukan apa saja demi Siwon. Kakaknya, Kibum, saja sampai memegang janji selama tujuh tahun demi Siwon. Bahkan dirinya, entah apa yang terjadi dengan dirinya, memiliki perasaan yang kuat terhadap Siwon. Bagi Kyuhyun, dia tidak bisa melihat Siwon seperti sekarang. Dia tidak mau melihat Siwon menjadi orang yang memandang dunia dan setiap penghuninya hanya dari segi negatif. Jika banyak orang memperhatikannya seperti sekarang, jadi tidak mungkin Siwon tidak memiliki arti.

“Itulah yang aku rasakan saat aku memutuskan untuk pergi Kyu. Aku merasa aku bukan siapa-siapa dan akan lebih baik jika aku tak pernah ada di hadapan orang lain. Itu yang aku pikirkan ketika aku mencoba kabur dari sini.”

“Sampai aku bertemu denganmu.”

“Apa?”

“Aku tidak tahu apa kebaikan hatimu karena merasa iba kepadaku atau memang kau begini adanya, tetapi kau membuka mataku bahwa masih ada orang lain yang perduli kepadaku.”

“Oppa…”

“Apa kau tahu Kyu? Sejak usiaku 10 tahun, setiap orang yang melihatku selalu memandangku dengan tatapan mengasihani. Wajar saja mereka begitu karena hidupku sungguh menyedihkan. Lahir dari kedua orang tua yang tidak sanggup menjaga keharmonisan rumah tangga mereka, terbuang karena ibuku tidak sanggup bertahan dengan kebohongan ayahku, dan hidup terlunta-lunta karena aku tidak punya siapa pun yang mau membantuku. Mereka mengasihani aku tapi mereka tidak melakukan apapun. Mereka berlalu begitu saja.”

“Tapi tidak denganmu.”

“Kau mengulurkan tanganmu kepadaku tanpa berpikir macam-macam. Kau membantuku karena kau ingin membantuku. Kau membuatku percaya bahwa aku masih memiliki arti.”

“Aku tidak…”

“Terima kasih Kyu.”

“Ah! Kau membuatku malu saja oppa.”

“Kyu.”

“Ya?”

“Apa kau mengenal Jung Kangin?”

“Jung Kangin? Oh, maksud oppa Kangin ahjussi. Tentu aku kenal. Ummaku sahabat baik Sungmin ahjumma, istri Kangin ahjussi. Aku sendiri berteman dengan anak mereka Yunho-ah. Memang kenapa?”

“Tidak. Hanya aku kepikiran seperti apa Jung Kangin itu.”

“Kenapa oppa ingin tahu?”

“Jung Kangin adalah orang yang menolongku. Mungkin setelah tahu aku sebatang kara, dia ingin merawatku. Tapi dia sedikit berselisih pendapat dengan Heechul-ssi yang juga ingin mengasuhku. Ya, bisa dibilang aku bingung ingin memilih siapa.”

“Oh…”

“Kangin ahjussi itu orangnya tegas tapi dia sungguh baik dan berwibawa. Beliau sangat menyayangi keluarganya jadi jika oppa benar-benar akan diasuh oleh beliau, oppa pasti akan senang.”

“Begitukah?”

“Ya. Aku tahu persis dan aku berani menjamin. Tapi tetap saja, semua menjadi keputusan oppa siapa yang berhak menjadi orang tua asuh oppa.”

“Um, oppa. Maaf kalau aku lancang. Tapi kenapa Kangin ahjussi dan Heechul ahjumma ingin mengasuh oppa? Orang tua oppa kemana?”

“Orang tuaku sekarang hanya tinggal ayahku saja Kyu. Ibuku sudah meninggal tiga tahun yang lalu.”

“Oh Tuhan! Maafkan aku oppa. Aku…”

“Sudahlah. Tidak apa-apa.”

“Um… Oppa. Kalau oppa masih memiliki ayah, mengapa oppa tidak tinggal saja dengannya?”

“Ayahku sudah memiliki keluarga sendiri Kyu. Aku tidak mungkin menghancurkan kebahagiaannya.” Siwon tersentak sendiri dengan pernyataan tadi. Pemuda berlesung pipi itu termenung sesaat dan akhirnya tersenyum simpul. Dengan jawaban tadi, dia kini yakin bahwa di lubuk hatinya, Siwon masih sangat menyayangi Kangin sehingga dia tidak mau menjadi beban untuk Kangin.

Siwon tertawa kecil meski kedua matanya sudah berkaca-kaca. Tampaknya dia dan Leeteuk sama saja. Mereka berusaha melupakan dan membenci Kangin walau kenyataannya mereka hanya ingin dicintai oleh pria tersebut. Menyadari hal tersebut, membuat Siwon mengambil keputusan sendiri. Dia tak perduli jika semua orang akan marah kepadanya, tapi demi kebahagiaan semua orang, dia harus melakukannya.

“Oppa? Kau menangis? Kenapa? Apa ada yang terasa sakit? Apa ada ucapanku yang menyinggung oppa? Maafkan aku oppa. Aku tidak…” Ucapan Kyuhyun terputus ketika dirasa lengan Siwon memeluk tubuhnya dengan erat. Kyuhyun membeku, tidak tahu harus berbuat apa. Namun ketika Kyuhyun merasa baju dan bahunya basah, Kyuhyun tahu harus melakukan apa.

Dengan hati-hati Kyuhyun melingkarkan lengan rampingnya ke punggung dan leher Siwon. Telapak tangannya yang halus, mulai membelai rambut belakang Siwon dengan lembut dan perlahan. Sudah dua kali Kyuhyun melakukan ini. Pertama saat dia hendak menahan Siwon untuk pergi dan sekarang, saat dia merasa Siwon membutuhkan tempat untuk bersandar.

Kyuhyun tidak mengerti apa permasalahan Siwon sebenarnya, tapi Kyuhyun berjanji bahwa dia akan selalu disisi Siwon. Kyuhyun kini tidak lagi menginginkan agar Siwon tidak pergi karena Kibum, melainkan Kyuhyun ingin Siwon tetap disini karena Kyuhyun tahu diluar sana Siwon akan sendiri. Dan Kyuhyun tidak mau orang yang baru dikenalnya itu untuk menghadapi dunia ini sendirian. Kyuhyun tidak mau.

Kamar Rawat Siwon

“Dimana Siwon sekarang Chulie?!” teriakan lantang Kangin membuat Ryeowook, Yesung, bahkan Heechul menutup matanya rapat. Mereka tahu bahwa Kangin marah besar saat dia menemukan Siwon menghilang dari kamar rawatnya ketika berada dalam pengawasan Heechul.

“Jawab aku!! Dimana anakku sekarang?!” teriak Kangin lagi, gusar karena Heechul tidak memberikan jawaban sama sekali.

Tiba-tiba saja pintu ruang kamar rawat Siwon itu terbuka, memperlihatkan Kibum yang tersenyum meski ada gurat kesedihan di wajah cantiknya itu. Ryeowook yang pertama kali menyadari kehadiran Kibum mengerutkan keningnya heran. Ibu dua anak itu bingung kenapa Kibum kembali seorang diri. Bukankah tadi dia menyuruh anak sulungnya itu untuk mencari Kyuhyun dan makan malam bersamanya di tempat lain. Jadi mengapa Kibum datang ke kamar ini seorang diri.

“Bummie, kenapa kau kesini sayang? Mana Kyuhyun?” tanya Ryeowook. Mendengar nama Kyuhyun, hati Kibum sedikit sakit. Dia masih mengingat apa yang baru saja dia saksikan di taman rumah sakit. Adiknya, Kyuhyun, sedang berpelukan dengan Siwon, orang yang dianggapnya sebagai tunangan. Hati Kibum kembali merasa pedih jika mengingat pemandangan itu, namun agar tidak membuat ibundanya cemas, Kibum tersenyum lalu menjawab pertanyaan Ryeowook.

“Kyunnie ada di taman rumah sakit ini umma. Tadi aku mau memberikan makan malamnya, tapi karena aku ceroboh, aku menjatuhkan makan malam Kyunnie jadi aku bermaksud membelikan makan malam yang baru untuk Kyunnie.” Jawab Kibum sambil memasuki kamar rawat Siwon itu. Dia memilih berdiri di samping Ryeowook.

“Lalu untuk apa kau kesini sayang? Kantin rumah sakit masih diujung koridor ini bukan?”

“Ah, itu karena aku mendengar Kangin ahjussi meneriakan nama Siwonnie. Apa ahjussi mencari Siwonnie?” tanya Kibum kepada Kangin. Kibum mencoba mengalihkan pembicaraan dengan Ryeowook mengenai Kyuhyun. Kibum sedang tidak ingin membahas tentang Kyuhyun untuk saat ini. Sedangkan Kangin sendiri, dia langsung mendekati Kibum dan mencengkram lengan anak sahabatnya itu dengan kuat.

“Kau tahu dimana Siwon, Kibum-ah?!” desak Kangin tak sadar cengkramannya sedikit menyakiti Kibum.

“Um… Dia bersama dengan Kyunnie. Auw, maaf ahjussi. Bisa kau lepaskan tanganmu? Cengkramanmu terlalu kuat.”

“Ah! Maaf Kibum. Ahjussi hanya panik karena Siwon tidak ada dikamarnya. Tadi kau bilang dia bersama Kyunnie? Berarti Siwon ada di taman juga. Kalau begitu aku akan segera kesana dan…”

“Appa?” sapaan itu menyela perkataan Kangin. Semua orang yang ada di dalam kamar langsung menoleh ke arah suara tersebut berasal yaitu pintu kamar tersebut. Disana, mereka melihat Siwon yang sedang dipapah oleh Kyuhyun.

“Siwon-ah…” panggil Kangin menatap Siwon dengan tatapan sendu. Kangin hanya terharu karena dia mendengar dengan jelas Siwon memanggilnya appa dan bukan tuan Jung. Entah Siwon sadar atau tidak telah memanggilnya demikian namun momen itu menjadi momen yang berharga untuk Kangin.

Pria besar itu lalu menghampiri Siwon dan bermaksud mengambil alih tugas Kyuhyun karena sepertinya gadis itu kesusahan harus menompang tubuh Siwon yang lebih besar darinya. Dengan perlahan Kangin mengambil lengan Siwon dan menyampirkannya ke bahu Kangin. Kyuhyun memandang keduanya bingung meski sedetik kemudian wajahnya menyunggingkan senyum manis. Tampaknya, Kyuhyun bisa menebak apa hubungan Kangin dengan Siwon.

Lalu bagaimana dengan Kangin? Awalnya Kangin mengira Siwon akan menolak dengan tegas apapun yang Kangin lakukan kepadanya. Akan tetapi dia dibuat terperangah ketika Siwon diam saja bahkan tampak sedikit merapatkan dirinya kepada Kangin untuk menyamankan posisinya.

Bukan hanya Kangin yang dibuat terperangah dengan perubahan sikap Siwon yang melunak terhadap Kangin, semua yang berada disana juga sama terkejutnya dengan kejadian itu. Terlebih lagi mereka juga jelas mendengar Siwon menyebut kata ‘appa’. Semua menduga-duga apa yang telah terjadi dengan Siwon selama dia menghilang beberapa saat yang lalu.

“Appa, bisa bawa aku ke tempat tidur segera? Rasanya tubuhku sakit semua.” Keluh Siwon sambil meringis kesakitan. Kangin segera sadar dari lamunannya walau dia tak bisa menyembunyikan senyum keharuannya karena Siwon benar-benar memanggilnya appa.

Dengan cepat tapi berhati-hati, Kangin membantu Siwon untuk berbaring di tempat tidurnya. Dia juga langsung memanggil suster dan dokter untuk memeriksa keadaan Siwon. Selagi mereka menunggu kedatangan dokter dan suster, Kangin memberanikan diri berbicara kepada Siwon. Dia ingin tahu bagaimana perasaan sang putra sekarang ini.

“Siwon…”

“Tak perlu cemas appa, aku baik-baik saja. Pulanglah.” Sahut Siwon memotong perkataan Kangin. Dia cukup lelah dengan kejadian hari ini. Staminanya dan emosinya sudah terkuras habis. Yang diinginkannya sekarang adalah istirahat agar besok dia bisa menghadapi Kangin sebagai dirinya yang baru.

“Tapi appa perlu mengat…” Kangin mencoba lagi untuk bisa mengatakan apa yang ingin dia katakan, namun Siwon sekali lagi memotong ucapannya.

“Besok saja appa. Aku lelah. Besok kita akan bicarakan semua yang harus kita bicarakan. Aku janji.”

“Tapi…”

“Biarkan Siwon-ah beristirahat Kanginnie. Dia belum pulih. Besok kita kembali lagi.” Sahut Yesung memotong keberatan Kangin untuk meninggalkan Siwon tanpa bisa berbicara banyak dengannya. Kangin masih memiliki segudang pertanyaan dan begitu banyak yang ingin dia katakan kepada Siwon. Hanya saja, benar kata Yesung tadi. Siwon membutuhkan istirahat. Dia masih bisa datang besok, apalagi Siwon sendiri mengatakan bahwa dia mau berbicara dengan Kangin dan itu merupakan perkembangan yang baik untuk hubungannya dengan sang putra.

Kangin mengangguk lemah lalu beranjak meninggalkan kamar rawatnya putranya tersebut. Namun Kangin berhenti dan berputar lagi. Tanpa meminta izin atau memberi peringatan, Kangin memeluk Siwon dengan erat. Siwon sendiri cukup terkejut dengan pelukan Kangin, tetapi dia tersenyum simpul sebelum membalas pelukan Kangin.

Bapak dua orang putra itu sekali lagi dibuat tak bisa berkata apa-apa dengan perubahan Siwon. Entah dia harus berterima kasih kepada siapa, tapi Kangin bersyukur tampaknya jalan untuknya memperbaiki kesalahannya di masa lalu bisa terlaksana meski selangkah demi selangkah. Kangin mengeluarkan bulir-bulir airmatanya, tak kuasa menahan kegembiraannya.

“Terima kasih Siwon. Terima kasih.” Ucap Kangin senang karena Siwon masih mau menerima kehadirannya meski Kangin masih harus menunggu apakah perubahan Siwon ini permanen atau ada alasan lain.

“Hm. Sudah, appa pulanglah.” Sahut Siwon lalu mendorong pelan tubuh besar Kangin. Siwon sedikit terbelalak menyaksikan airmata mengalir di pipi Kangin. Dia tidak mengira Kangin akan menangis hanya karena Siwon mau membalas pelukannya. Tanpa sadar, Siwon menghapus jejak airmata di pipi Kangin dan memberikan senyum tipis kepada ayah kandungnya tersebut. Senyum Siwon menular kepada Kangin dan dibalas dengan senyuman yang lebih lebar juga usapan ringan di rambut Siwon.

“Kau istirahat yang benar. Jangan keluar seperti tadi. Kau membuat appa sangat khawatir.” Nasihat Kangin sebelum akhirnya benar-benar pergi meninggalkan kamar Siwon. Kepergiannya diikuti oleh Yesung, Ryeowook, Kibum dan Kyuhyun. Namun sebelum Kibum dan Kyuhyun benar-benar keluar, suara Siwon menahan mereka atau lebih tepatnya menahan Kyuhyun.

“Kyu, terima kasih untuk hari ini.” Sahut Siwon berterima kasih. Senyum berlesung pipinya terus terarah kepada Kyuhyun seakan dimata Siwon hanya ada Kyuhyun. Siwon tidak menyadari bahwa ada sepasang mata yang menatapnya dengan tatapan terluka kala dia bersikap semanis kepada Kyuhyun.

Sedangkan Kyuhyun, gadis itu membalas senyuman Siwon dengan senyuman, anggukan dan lambaian tangan sebelum memutar tubuhnya dan bergerak meninggalkan kamar tersebut diikuti oleh Kibum yang masih tampak murung.

Kini di ruangan itu tinggal Siwon dan juga Heechul. Wajah wanita cantik itu mengeras menahan kekesalannya yang sudah di ubun-ubun. Dia tidak bisa mempercayai apa yang baru saja dia lihat. Dia tidak habis pikir mengapa Siwon begitu mudahnya berubah dan menerima kembali Kangin dalam hidupnya. Heechul tidak mengerti trik apa yang digunakan pria bermarga Jung itu hingga Leeteuk dan sekarang anaknya dengan gampang memaafkan kesalahannya.

“Heechul-ssi.” Panggilan Siwon membuat Heechul menoleh dan memandang Siwon datar. Dia tidak marah kepada Siwon, Heechul hanya kecewa kenapa sifat Siwon tidak berbeda dengan Leeteuk. Heechul hanya takut jika Siwon akan sama terlukanya dan menderita seperti Leeteuk karena orang seperti Kangin. Dia ingin melindungi Siwon karena sebelumnya dia tidak bisa melindungi Leeteuk.

“Apa?” tanya Heechul sedikit dingin. Siwon tersenyum menanggapi sikap Heechul. Dia paham jika Heechul merasa dikhianati dengan sikapnya yang tadi bersahabat dengan musuh besar Heechul.

“Aku masih tetap akan tinggal bersama denganmu Heechul-ssi. Itu pun jika kau masih mau menampungku setelah apa yang terjadi.” Jawab Siwon yang langsung membuat wajah Heechul kebingungan.

“Tapi tadi kau…”

“Aku mungkin udah memaafkan appa tapi bukan berarti aku mau untuk tinggal bersamanya.” Sela Siwon sebelum Heechul selesai bicara. Heechul menajdi bertambah bingung dengan apa yang dikatakan oleh Siwon. Namun wanita cantik itu hanya menatap Siwon sejenak sebelum tersenyum dan berjalan mendekati pinggir tempat tidur. Heechul kemudian menunduk dan mendaratkan kecupan di dahi Siwon lalu melakukan hal yang sama dengan Kangin yaitu mengusap rambut Siwon.

“Kau akan selalu diterima di rumahku Siwon-ah dan mulai hari ini kita keluarga. Jadi jangan sekali-kali kau memanggilku Heechul-ssi. Cukup Chulie umma. Setuju?” tawar Heechul yang dijawab dengan anggukan oleh Siwon.

Heechul tahu bahwa masih banyak yang harus dia tanyakan ke Siwon mengenai dasar perubahannya, namun Heechul akan bersabar sampai besok. Besok pasti semuanya akan terungkap dengan jelas. Sekarang yang terpenting adalah Siwon dapat kembali pulih dan putra sahabatnya itu akan tinggal bersamanya dan bukan dengan Kangin. Karena meski Siwon sudah memaafkan Kangin, Heechul masih akan membalas dendam Leeteuk kepada pria itu.

Dengan pemikiran itu, Heechul memperlihatkan seringainya sambil menatap Siwon yang sudah nyaman di tempat tidurnya.

TBC

Advertisements