Tags

, , , , , , , ,

Waterfall Poster

( 。・_・。)(。・_・。 )

Title : Waterfall 6

Pairing/Charas : Wonkyu, Kangmin, Leeteuk, Heechul, Sibum, Yewook, more to come

Disclaimer : All casts are belong to their self and God, the poster were made by @SuciiCho

Warning : Un-betaed, GS, Attempt humor, OOC, AU, Family, Angst

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

“Aku mungkin udah memaafkan appa tapi bukan berarti aku mau untuk tinggal bersamanya.” Sela Siwon sebelum Heechul selesai bicara. Heechul menjadi bertambah bingung dengan apa yang dikatakan oleh Siwon. Namun wanita cantik itu hanya menatap Siwon sejenak sebelum tersenyum dan berjalan mendekati pinggir tempat tidur. Heechul kemudian menunduk dan mendaratkan kecupan di dahi Siwon lalu melakukan hal yang sama dengan Kangin yaitu mengusap rambut Siwon.

“Kau akan selalu diterima di rumahku Siwon-ah dan mulai hari ini kita keluarga. Jadi jangan sekali-kali kau memanggilku Heechul-ssi. Cukup Chulie umma. Setuju?” tawar Heechul yang dijawab dengan anggukan oleh Siwon.

Heechul tahu bahwa masih banyak yang harus dia tanyakan ke Siwon mengenai dasar perubahannya, namun Heechul akan bersabar sampai besok. Besok pasti semuanya akan terungkap dengan jelas. Sekarang yang terpenting adalah Siwon dapat kembali pulih dan putra sahabatnya itu akan tinggal bersamanya dan bukan dengan Kangin. Karena meski Siwon sudah memaafkan Kangin, Heechul masih akan membalas dendam Leeteuk kepada pria itu.

Dengan pemikiran itu, Heechul memperlihatkan seringainya sambil menatap Siwon yang sudah nyaman di tempat tidurnya.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Esok Hari – Kamar Rawat Siwon

Siwon terlihat melipat pakaian yang dia pakai ketika dia masuk pertama kali ke rumah saki tersebut. Siwon memandang pakaian yang sebenarnya sudah tidak layak untuk dipakai lagi lalu menatap pakaian yang diberikan oleh Heechul. Siwon tertawa miris melihat perbandingan pakaiannya dulu dan kini. Pakaian ini seperti mencerminkan perubahan dalam hidupnya, walau Siwon tidak tahu apakah perubahan ini akan lebih membuatnya bahagia.

Dulu dia hidup sebatang kara sejak meninggalnya Leeteuk. Dulu dia hidup terlunta-lunta, harus bekerja keras hanya demi bertahan hidup. Kini, dia dikelilingi dengan berbagai macam orang yang mengaku menyayanginya dan bahkan memperebutkannya. Kini Siwon tidak harus memikirkan harus melakukan pekerjaan apa demi mendapatkan uang karena Heechul dengan dermawannya membuatkan rekening bank atas namanya dan memasukkan jumlah uang yang tidak pernah Siwon lihat seumur hidupnya.

Siwon sempat menolak ketika tadi pagi Heechul memberikan buku rekening itu kepadanya namun Heechul bersikeras dan menjawab bahwa semua uang itu adalah uang Leeteuk yang pernah dia titipkan kepada Heechul. Entah Heechul berkata jujur atau hanya mencari alasan saja, namun Siwon, mau tidak mau, menerima pemberian Heechul itu. Siwon berpikir bahwa jika suatu saat Siwon memutuskan untuk hidup sendiri lagi, maka uang itu akan sangat berguna untuknya.

Siwon kembali membandingkan perubahan dalam hidupnya. Kini dia tidak usah mencari tempat berteduh karena Heechul akan membawanya ke rumah Heechul dan tinggal bersamanya. Meski resiko Kangin akan datang lebih besar daripada Heechul mencari tempat baru, namun Heechul tidak mau Siwon tinggal di apartemen yang dari segi keamanannya tak seketat rumah Heechul. Lagipula, bagi Heechul, rumah akan lebih nyaman daripada apartemen sehingga Heechul lebh memilih pulang ke rumah agar Siwon juga lebih nyaman.

Siwon menatap lagi pakaiannya lalu memasukkan ke dalam tas barunya. Siwon tetap akan menyimpan pakaian itu sebagai bagian dari masa lalunya. Siwon pun lalu meneruskan membereskan barang-barangnya yang memang hanya sedikit itu. Hari ini, dokter sudah memperbolehkan dia untuk pulang karena kesehatan Siwon mulai membaik. Meski harus banyak beristirahat, tapi Siwon tidak harus berada di rumah sakit.

Siwon baru akan menutup tasnya ketika dia melihat sebuah mantel perempuan disampirkan di salah satu kursi. Siwon menatap seksama mantel itu dan tersenyum lebar. Dia ingat pemilik mantel itu. Pemilik mantel itu adalah orang yang sudah membantunya baik dari fisik maupun dari hatinya.

“Apa yang sedang nona jutek itu lakukan ya?”

“Siapa yang kau sebut nona jutek Wonnie?” satu suara membuat Siwon terperanjat dan berbalik untuk menemukan sumber suara tersebut.

Heechul tampak bersandar di pinggiran pintu dengan senyum lebarnya. Dia sejak tadi sudah mengamati Siwon dan sedikit terkejut ketika pemuda itu bergumam dan menyebutkan kata ‘nona jutek’.

“Bukan siapa-siapa umma.” Jawab Siwon singkat. Senyum Heechul semakin lebar ketika telingannya mendengar SIwon memanggilnya dengan umma. Siwon sudah benar-benar menyamankan dirinya dengan Heechul dan bagi wanita sukses itu, semua hal tersebut adalah perkembangan yang baik.

“Kau yakin?” desak Heechul masih penasaran. Siwon tersenyum geli melihat tingkah sahabat ibunya tersebut yang benar-benar ingin tahu jalan pikirannya. Dia mengangguk sambil berjalan ke kursi dan mengambil mantel milik Kyuhyun itu.

“Oke, jika kau yakin. Umma hanya berpikir yang kau bilang nona jutek itu adalah putri kedua Ryeowook si cerewet.”

Blush!! Rona merah langsung menjalar di seluruh wajah Siwon, membuat Heechul tersenyum penuh arti.

“Oh, jadi memang dia. Apa kau suka kepada Kyuhyun, Wonnie?” tanya Heechul langsung. Wanita cantik itu memang terkenal dengan keterus terangannya dalam berbicara dan tentu saja itu membuat Siwon semakin salah tingkah.

“Kau suka kepada sang adik tapi kau ditunangkan ke sang kakak. Ironis sekali.” Tukas Heechul seperti menyesali ketidak beruntungan Siwon meski dalam hatinya dia tertawa geli. Siapa sangka kehidupan percintaan anak angkatnya itu akan serumit ini. Kegelian Heechul bertambah ketika dia melihat raut wajah kebingungan yang ditunjukkan oleh Siwon.

Anak ini pasti tidak sadar kemarin ada Kibum. Aku juga yakin, dia tidak sadar telah dipeluk oleh Kibum. Anak aneh. Leeteuk, aku heran mengapa anakmu sanggup hidup seorang diri selama tiga tahun jika sifatnya acuh tak acuh begitu. Batin Heechul seakan dia sedang berbicara dengan mendiang Leeteuk.

“Tunangan? Siapa yang bertunangan umma?” tanya Siwon bingung.

Benar bukan?! Dia tidak sadar telah bertemu tunangan masa kecilnya. Batin Heechul lagi sambil menggelengkan kepalanya.

“Kau ini benar-benar… Jadi selama ini kau tidak ingat pernah bertunangan?!”

“Aku?!” seru Siwon sambil menunjuk dirinya sendiri. Heechul tergelak melihat tampang bodoh yang diperlihatkan Siwon. Wanita yang tampaknya tak menua sedikit pun itu berjalan ke arah Siwon lalu mengacak rambutnya.

“Ya, kau itu sudah bertunangan. Dengan Kim Kibum, kakak Kim Kyuhyun, gadis yang seharian menemanimu di taman itu.” Jawab Heechul. Heechul menunggu reaksi Siwon yang seharusnya akan keluar pada

Tiga…

Dua…

Satu…

“APA?!!!” teriak Siwon yang membuat Heechul tertawa terbahak-bahak karena reaksi Siwon yang begitu lucu.

“Masa kau tidak ingat?! Ya ampun Wonnie. Kalian itu sangat dekat waktu kalian kecil. Aku tak percaya kau lupa dengan Kibum.” Goda Heechul sengaja membuat Siwon merasa tak enak dengan Kibum karena Heechul menduga Siwon memiliki perasaan justru kepada adik Kibum, Kyuhyun. Dan benar saja, tingkah Siwon yang terlihat gusar dan kebingungan membuat Heechul semakin ingin tertawa. Dasar kejam.

“Kau sebaiknya memutuskan ingin dengan siapa Wonnie karena kau akan segera bertemu dengan keduanya.”

“Huh?”

“Kau akan aku masukan ke sekolah yang sama dengan putrid-putri Kim Ryeowook cerewet itu.”

“Satu sekolah dengan Kyuhyun?!” tanya Siwon sedikit lebih antusias dari yang seharusnya. Rupanya mendengar dia akan bertemu lagi dengan Kyuhyun, membuat pemuda berlesung pipi itu kembali melupakan Kibum, seseorang yang seharusnya menjadi tunangannya.

“Ya. Kau senang?” tanya Heechul lagi. Namun kali ini Siwon tidak mengatakan apapun. Dia hanya tersenyum kikuk dan kembali berkutat dengan tasnya. Heechul tertawa kecil melihat tingkah malu-malu Siwon. Heechul lalu mendekati Siwon dan menarik tangan putra angkatnya itu untuk segera keluar dari kamar rawatnya. Akan tetapi Heechul tak bisa melanjutkan langkahnya karena Siwon tak bergerak sama sekali.

“Apa kita tidak menunggu appa?” tanya Siwon yang langsung mendapat tatapan tajam dari Heechul.

“Untuk apa kita menunggunya?” tanya Heechul balik.

“Aku berjanji akan bicara dengannya hari ini umma.”

“Kau tak perlu bicara dengannya sekarang Wonnie. Kita bisa melakukannya kapan saja.”

“Tapi…”

“Umma mohon Wonnie… Kita pulang sekarang.” Pinta Heechul sangat. Siwon ingin membantah namun dia menjadi tak tega dan akhirnya menghela nafas lalu mengangguk.

Sepertinya Chulie umma benar-benar tidak mau aku bertemu dengan appa. Aku tidak menyalahkannya. Aku sendiri mungkin tidak akan mau bertemu dia lagi jika bukan karena Kyuhyun yang menyadarkanku. Hhhh… Maafkan Wonnie appa, tampaknya kita tak bisa bicara sekarang. Batin Siwon sambil mengikuti langkah Heechul keluar dari kamar rawatnya tanpa menunggu kehadiran Kangin.

Sementara itu di kediaman keluarga Jung, Kangin sudah siap akan berangkat ke rumah sakit untuk ikut menjemput Siwon setelah dia mendapat berita bahwa Siwon sudah diperbolehkan pulang, ketika dia mendengar namanya di panggil oleh putra bungsunya, Jung Yunho.

“Appa? Panggil Yunho pelan. Tampak di raut wajahnya, Yunho ragu untuk mengutarakan apa yag ada dalam pikirannya.

“Ya Yun? Balas Kangin membuat Yunho sedikit tersentak. Dia diam sesaat sebelum menelan salivanya dan membuka bibirnya.

“Apa appa akan menjemput Siwon hyung?” tanya Yunho langsung. Jujur, Yunho sedikit takut menanyakan hal ini. Dia takut jawaban Kangin akan seperti yang dia duga.

Sejak Sungmin menceritakan perihal keberadaan Siwon dan statusnya sebagai anak kandung Kangin dari istri pertamanya, Leeteuk, Yunho mulai merasakan kekhawatiran. Dia khawatir bahwa Kangin akan lebih menyayangi Siwon. Yunho khawatir jika Kangin akan memcampakan ibu dan dirinya karena sudah menemukan Siwon, yang Yunho anggap sebagai penerus keluarga. Yunho khawatir jika semua kebahagiaan yang dia rasakan sekarang akan lenyap begitu saja dengan kedatangan Siwon.

Wajar jika Yunho berpikir demikian, karena Yunho melihat jelas perubahan yang terjadi pada diri Kangin. Dulu, ayahnya itu begitu kaku, bahkan terkadang dengan Yunho. Yunho selalu melihat Kangin menatap lama ke sebuah foto yang disimpan di dompet Kangin dan setelah menatap lalu mengusap permukaan foto tersebut, Yunho dikejutkan dengan airmata yang turun dari mata Kangin. Dua buah nama selalu terdengar ketika Kangin melihat foto tersebut.

Teukie, Siwon-ah. Kedua nama itu yang terucap dari bibir Kangin. Awalnya Yunho bingung namun dia mengesampingkan masalah itu dan melupakannya sampai Sungmin menceritakan semuanya. Semuanya sampai ke bagian bahwa Sungmin adalah simpanan Kangin semasa pria itu masih berstastuskan suami dari Choi Leeteuk. Dan Yunho merupakan anak dari hubungan tersebut, putra bungsu dari Kim Kangin dan bukan putra tunggal seperti yang Yunho kira selama ini.

Yunho terkejut dengan fakta itu. Bukan tentang dia yang mempunyai kakak kandung dari ibu yang berbeda, namun karena Sungmin tidak keberatan dengan statusnya sebagai simpanan dan terus berhubungan dengan Kangin sampai mereka resmi seperti sekarang. Yunho tentu kecewa, sangat kecewa dengan sang bunda. Dia tidak mengira bahwa selama ini kedua orang tuanya akan berbohong dan menutupi keberadaan seseorang yang seharusnya menjadi bagian dari keluarga mereka.

Ya, meski Yunho khawatir akan pecahnya perhatian Kangin kepadanya, namun pemuda berwajah kecil itu juga tidak ingin kakaknya kembali ke masyarakat sebagai orang asing. Walau Yunho tidak tahu apakah dia akan cemburu dengan Siwon karena perhatian Kangin yang tertuju kepadanya, bagi Yunho jika Siwon mendapatkan kebahagiaan yang sama dengannya, maka rasa bersalah Yunho karena perbuatan ibunya akan berkurang.

“Kenapa kau bertanya begitu?” tanya Kangin membuyarkan lamunan Yunho. Dia menatap Kangin lekat sebelum menggelengkan kepalanya.

“Ah, tidak appa. Lupakan saja.” Ucap Yunho. Dia tidak jadi menanyakan hal yang mengganggunya karena seharusnya dia sadar, tanpa pertanyaannya tadi, sudah jelas Kangin akan menjemput Siwon. Yunho hanya perlu menunggu seperti apa kehidupannya nanti jika Siwon tinggal bersama mereka.

Rumah Sakit

“Apa katamu?! Siwon sudah pulang?!” seru Kangin tak percaya dengan ucapan suster yang berada di bagian administrasi rumah sakit. Suster itu menatap Kangin tidak suka karena diteriaki seperti itu. Dengan ketus dia membalas.

“Ya tuan. Siwon-ssi sudah pulang sejak satu jam yang lalu. Dokter menyatakan Siwon-ssi sudah cukup sehat dan boleh pulang sehingga nyonya Kim Heechul segera mengurus kepulangannya.”

“Bukannya Siwon baru akan pulang sore ini?! Kenapa pihak rumah sakit tidak menghubungiku terlebih dulu?! Aku ini ayahnya!” bentak Kangin tidak suka dengan tindakan rumah sakit yang begitu saja melepas Siwon tanpa memberitahukannya terlebih dahulu. Bagaimana pun dia ayahnya dan Kangin juga yang membawa Siwon ke rumah sakit. Jadi Kangin tidak mengerti mengapa rumah sakit bisa begitu saja membiarkan Heechul membawa Siwon pulang.

Sementara sang suster administrasi hanya menatap Kangin datar. Sepertinya dia sudah biasa dengan perlakuan keluarga pasien yang marah-marah terhadap kebijakan rumah sakit. Dengan santai, suster administrasi itu menanggapi keluhan Kangin.

“Tuan, walau anda ayahnya, tetapi di berkas kami tercantum jelas bahwa wali sah atas Choi Siwon di mata hukum adalah nyonya Kim Heechul. Kami sudah memeriksanya terlebih dahulu sehingga kami bukan pihak yang sepatutnya menerima keluhan dari anda.”

“Tapi…” Kangin bermaksud ingin menyanggah lagi, namun sang suster dengan tegas menunjuk ke arah berlainan dari mejanya, secara langsung meminta Kangin meninggalkan tempat dia berdiri sekarang.

“Jika tidak ada yang bisa saya bantu lagi, mohon tuan segera meninggalkan meja saya. Saya masih banyak keluarga pasien lainnya yang perlu saya urus administrasinya.” Ucap suster tersebut membuat Kangin semakin geram dan bermaksud kembali berteriak jika tidak dihentikan oleh Yunho.

“Kau…”

“Appa, sudahlah. Siwon hyung sudah pulang. Lebih baik kita ke rumah Heechul ahjumma. Biar aku menghubungi Joongie dulu. Siapa tahu Siwon hyung benar ada disana.” Ujar Yunho mencoba menenangkan Kangin yang marah sambil menarik pria itu dari meja administrasi rumah sakit. Kangin berdecak kesal namun mau mengikuti Yunho keluar dari rumah sakit dan menuju mobil mereka di parkiran rumah sakit. Dalam perjalanan ke tempat parkir, Yunho berusaha menghubungi Joongie atau Kim Jaejoong, putri semata wayang Kim Heechul yang seumuran dengan Yunho.

Jaejoong dan Yunho adalah teman sejak kecil. Meski kedua orang tua mereka tak akur tapi tidak demikian dengan keduanya. Jaejoong dan Yunho merasa nyaman satu sama lain dan sepakat bahwa perseturuan kedua orang tua mereka tidak akan memperngaruhi persahabatan yang mereka jalin. Keduanya juga berteman dengan Kyuhyun meski tidak sedekat hubungan mereka berdua.

“Yoboseyo Joongie.” Ucap Yunho ketika panggilan ketiganya akhirnya diangkat oleh Jaejoong.

“Yoboseyo Yun.” Sapa Jaejoong manis. Jaejoong memang memiliki pribadi yang mudah bergaul dan ramah. Meski manja karena merupakan putri satu-satunya seorang wanita karir yang sukses luar biasa, namun Jaejoong tidak sombong dan baik kepada siapa saja.

“Joongie, maaf jika ini tiba-tiba, tapi apakah Chulie ahjumma pulang bersama seorang pemuda. Dia lebih tua sedikit dari kita.” Ujar Yunho berusaha mencari tahu keberadaan Siwon. Yunho tak bisa menjelaskan cirri-ciri fisik Siwon karena Yunho sendiri tak tahu seperti apa rupanya. Yang dia tahu bahwa Siwon lebih tua dari dirinya dan Jaejoong.

“…..”

“Joongie?”

“Oh maksud Yunnie, Siwon oppa. Ada, ada Yunnie. Siwon oppa ada di rumah Joongie. Kata umma, mulai sekarang Siwon oppa adalah oppanya Joongie. Keren sekali bukan Yunnie. Akhirnya Joongie punya oppa.” Jawab Jaejoong ceria dan antusias. Sejak dulu gadis berambut pirang kecoklatan itu memang ingin sekali memiliki saudara. Dan sekarang sang umma mengatakan bahwa Siwon adalah kakaknya. Bagaimana mungkin Jaejoong tidak merasa senang.

“Oh, Joongie sepertinya senang sekali dengan oppa baru Joongie.” Sahut Yunho pelan. Baru kali ini dia mendengar Jaejoong seantusias sekarang. Seceria-cerianya Joongie, gadis cantik itu jarang memekik sekeras tadi.

“Tentu saja Yun! Bayangkan saja, oppa Joongie itu keren!! Siwon oppa itu tampan sekali. Meski Joongie tak mengerti mengapa sepertinya Siwon oppa terlihat canggung ketika dilihat oleh banyak pelayan di rumah Joongie. Padahal mereka menatap Siwon oppa karena dia sangat tampan.” Puji Jaejoong kepada Siwon.

“Joongie suka dengan oppa baru Joongie?” tanya Yunnie masih dengan suara yang pelan. Entah kenapa, Yunho tak suka jika Jaejoong memuji pemuda lain sampai seperti itu.

“Um! Selain tampan, Siwon oppa juga baik dan gentleman. Baru datang saja sudah mau menemani Joongie merapikan boneka-boneka gajah Joongie. Padahal Yunnie sendiri selalu berkilah jika Joongie minta tolong.” Sungut Jaejoong kala dia ingat sahabatnya itu selalu mengelak jika Jaejoong meminta tolong untuk membereskan koleksi boneka gajahnya. Jaejoong yang tadinya ceria tiba-tiba berubah mood menjadi kesal.

“Itu karena bonekamu banyak sekali Joongie.” Kelit Yunho tak mau disalahkan oleh Jaejoong. Ya, mungkin jika melihat kenyataan bahwa memang jumlah boneka gajah Jaejoong yang tidak sedikit, maka sikap Yunho bisa dipahami. Siapa yang tidak akan lelah jika koleksi boneka gajah Jaejoong yang berasal hampir dari seluruh dunia itu sudah memenuhi dua kamar besar di rumah megahnya.

“Tetap saja. Yunnie tidak sayang sama Joongie. Tidak seperti Siwon oppa. Siwon oppa baru bertemu Joongie saja sudah baik begitu. Ah! Sudah! Mengingat itu jadi membuat Joongie kesal. Lebih baik Joongie pergi belanja sama Siwon oppa.” Tukas Jaejoong dan langsung menutup teleponnya tanpa mengucapkan kata pamit kepada Yunho.

Yunho membuka rahangnya lebar-lebar tak percaya gadis yang sudah menjadi sahabatnya sejak kecil itu bisa dengan begitu mudahnya memutuskan sambungan telepon darinya. Padahal selama ini sekesal-kesalnya Jaejoong kepada Yunho, Jaejoong tak pernah langsung memutuskan telepon seperti tadi.

Apa karena Jaejoong lebih nyaman dengan Siwon hyung sehingga dia tak memerlukanku lagi? Apa nanti semua orang akan bersikap sama seperti Jaejoong, memilih Siwon hyung dan meninggalkanku? Batin Yunho dengan dugaannya sendiri, terlalu jauh berasumsi. Pemuda itu menjadi murung jika mengingat sikap Kangin yang hampir sama dengan Jaejoong, menjadi lebih memperhatikan Siwon daripada dirinya.

“Yun? Bagaimana? Apa kata Joongie?” pertanyaan Kangin membuat Yunho tersentak dan sadar bahwa dia sedang bersama dengan Kangin. Yunho menatap Kangin sekilas sebelum menjawab appanya tersebut.

“Siwon hyung ada di rumah Chulie ahjumma appa.” Jawab Yunho setelah memasukan ponselnya ke dalam saku celana jeans-nya.

“Wanita itu! Padahal Siwon sudah bilang akan bertemu denganku dulu sebelum dia diperbolehkan pulang. Aish!” sentak Kangin sambil memukul keras kap mobilnya. Keduanya memang sudah berada di mobil mereka ketika Jaejoong mengakhiri panggilan telepon dari Yunho.

Yunho terdiam menyaksikan Kangin yang terlihat sangat marah. Dia sempat tak berani mengganggu sang ayah namun dorongan untuk mengetahui langkah yang akan dilakukan oleh Kangin, lebih besar dari rasa takutnya.

“Um, appa. Apa yang akan appa lakukan setelah ini?” tanya Yunho hati-hati.

“Tentu saja menjemput hyungmu pulang! Kenapa kau masih bertanya?!” bentak Kangin masih kesal dengan ulah Heechul. Dia tidak sadar bahwa telah membentak Yunho hanya karena pertanyaannya. Yunho semakin merasa Kangin tidak menyayanginya lagi karena selama ini jika Kangin marah sekali pun, belum pernah pria besar itu membentaknya seperti tadi.

“Maafkan aku appa. Aku hanya ingin tahu.” Jawab Yunho pelan. Dia masih sangat sedih dengan perubahan ini.

“Hhhh… Sudahlah. Kau pulang naik taksi saja Yun. Atau kau hubungi Song ahjussi. Minta dia menjemputmu. Appa akan ke rumah Heechul noona sendiri saja.”

“Aku ikut appa.”

“Untuk apa kau ikut? Lebih baik kau pulang dan menunggu dengan umma. Appa juga takut nanti kehadiranmu akan membuat Siwon tidak nyaman. Dia belum mengenalmu jadi lebih baik kalian tidak bertemu dulu.” Ucap Kangin dingin dan lalu masuk ke dalam mobil, menyalakannya dan menyetir ke arah pintu keluar parkiran rumah sakit, meninggalkan Yunho tanpa menunggu balasan dari Yunho.

Putra kedua Kangin itu menatap mobil sedan mewah sang appa dengan nanar. Yunho sadar benar bahwa matanya memanas dan airmata sudah membasahi pipinya, tetapi dia tidak perduli. Yang dia perdulikan adalah bagaimana caranya agar Kangin tidak bersikap sedingin itu kepadanya. Yunho tidak paham jika Kangin hanya sedang kesal dengan Heechul. Namun memang tidak seharusnya kepala keluarga Jung itu melampiaskan kekesalannya kepada Yunho.

Yunho menundukkan kepalanya agar orang-orang yang berada di sekitar parkiran rumah sakit tidak melihat wajahnya yang basah. Dia berbalik ke arah yang berlawanan dengan Kangin dan meninggalkan rumah sakit tersebut. Yunho meremas dadanya yang sakit karena kejadian tadi. Dalam hatinya, pemuda berusia 15 tahun yang masih labil itu berpikir,

Appa tidak menyayangiku lagi. Appa lebih menyayangi Siwon hyung. Ini pasti karena aku anak yang dihasilkan dari hubungan gelap. Aku anak yang sebenarnya tidak diinginkan.

TBC

Advertisements