Tags

, , , , , , ,

Someday We'll Know Rev

( 。・_・。)(。・_・。 )

Title : Someday We’ll Know 18

Pairing / Charas : Wonkyu, Yunjae, Kangteuk, GTop, Eunhae

Genre : Romance, Angst, Family

Rating : PG

Disclaimer : All casts are belong to their self and God, the poster belong to @SuciiCho

Warning : Un-betaed a.k.a. Typos, GS, a little mention of drugs used, Several OC, a rather fast plot, OOC, AU

Summary : Where is happiness? Only you could answer that.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

Siwon menghela nafas sekali lagi sebelum membalikan tubuhnya dan berjalan meninggalkan Yunho dan Kyuhyun yang sedari tadi hanya memperhatikan mereka berdua. Tidak ada kata yang terucap kala Siwon pergi begitu saja.

Dia butuh waktu untuk berpikir. Dia butuh ketenangan. Dan saat ini bukan saat yang tepat untuk mencari itu semua. Ada perjanjian yang harus dia selesaikan.

“Hyung…” Yunho bermaksud mengejar Siwon lagi namun niatnya terhenti oleh tangan Kyuhyun di lengannya. Kyuhyun menggeleng perlahan, mengisyaratkan agar Yunho tidak mengganggu Siwon dulu.

“Yun, lebih baik kita kesampingkan dulu masalah kita dengan Siwonnie. Kita selesaikan dulu urusan pekerjaan kita. Kita harus bisa membuatnya setuju untuk bekerja sama dengan perusahaan ini agar kita memiliki waktu untuk selalu bertemu dengannya dan berbicara dengannya.” Usul Kyuhyun yang langsung ditanggapi dengan anggukan oleh Yunho.

Benar kata Kyuhyun, jika perjanjian kerjasama mereka lancar berarti Siwon akan sering berada di WK Agency. Itu berarti Yunho bisa menemukan kesempatan untuk berbicara dengan Siwon tanpa diganggu oleh ‘penjaga’ kurus yang selalu berada di dekatnya itu.

Kyuhyun pun terlihat lega karena Yunho bisa memahami maksudnya. Dia lalu mengajak Yunho untuk mengikuti Siwon ke ruang rapat agar semua bisa cepat selesai.

Selagi mereka berdua berjalan beriringan, Yunho menanyakan sesautu yang membuat Kyuhyun mengingat hal penting yang bisa membuatnya sulit mendekati Siwon. Yunho bertanya,

“Kyu, apa kau sedang mendekati Siwon hyung?”

“Aku akan berusaha untuk mendapatkannya kembali.”

“Lalu bagaimana dengan kekasihmu, si Jay itu?”

Sial! Aku lupa kalau Jay itu kekasihku!

( 。・_・。)(。・_・。 )

Semua sudah selesai. Sebagian beban atas nama kepercayaan telah dipegang dengan baik olehnya. Amanat untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan baik ditunaikan olehnya. Sekarang yang perlu dipikirkan olehnya adalah bagaimana melanjutkan kepercayaan dan amanat itu untuk berubah menjadi pembuktian atas dirinya.

“Selamat Siwon-ah. Kau sudah berhasil menyelesaikan perjanjian kerjasama ini dengan baik. Seluruh poin yang diinginkan oleh Seunghyun hyung bisa kita dapatkan. Ini akan sangat menguntungkan perusahaan kita.” puji Hyukjae terlihat sangat puas dengan kinerja Siwon yang berhasil menyelesaikan perjanjian kerjasama dengan WK Agency.

Siwon menghela nafas panjang sebelum tersenyum menanggapi ucapan selamat dari Hyukjae. Siwon berpikir semua yang dia lakukan dalam rapat tadi sudah semestinya terlaksana. Siwon tidak mau mengecewakan Seunghyun yang sudah begitu baik kepadanya. Dan ketika semua berjalan sesuai dengan keinginannya, Siwon bisa berlega hati.

“Sekarang aku hanya tinggal meminta pengacara Ahn untuk mengurus penunjukanmu sebagai CEO GD Inc.” Siwon yang tadinya tersenyum senang langsung menurunkan garis bibirnya. Dia berbalik dengan cepat menghadap ke arah Hyukjae dan membelalakan matanya terkejut.

“CEO?!”

Yes. You are going to be our new CEO.”

“Ttt…tapi bukankah CEO GD Inc. itu Jiyong noona?! Ke…kenapa ak..aku yang jadi CEO barunya?!”

“Lho? Seunghyun hyung tidak mengatakan rencananya kepadamu Siwon-ah. Dia akan menyerahkan salah satu perusahaan ini kepadamu jika kau berhasil menyelesaikan perjanjian kerjasama ini. Lalu untuk Jiyong noona, dia tidak jadi memimpin GD Inc. karena akan sangat sibuk dengan launching fashion linenya.”

Fashion line?! Jiyong noona jadi untuk launching fashion linenya? Bukankah dia sempat ragu karena belum menemukan designer untuk partnernya nanti?”

“Dia sudah menemukannya ketika kau bolak-balik ke kantor ini. Seorang designer yang bekerja di salah satu rumah moda di negara ini. Designer itu juga sedang berusaha membuka labelnya sendiri, tapi kau tahu bahwa hal itu sulit jika kau belum menjadi designer utama.”

“Lalu, Jiyong noona menawarkan orang tersebut untuk berpartner dengannya agar suatu saat dia bisa membuka labelnya sendiri?!”

“Tepat sekali.”

“Untuk itu aku yang dikorbankan?!”

“Lihat sisi baiknya Siwon-ah. Kau sekarang salah satu orang berpengaruh di Choi Group dan mungkin saja akan berpengaruh di negara ini, sama halnya seperti hyung anehmu itu.”

“Apa aku bisa menolak keputusan itu hyung?”

“Menurutmu?” tanya Hyukjae balik meski dia tahu apa jawaban Siwon selanjutnya dan melihat Siwon yang menggerutu sendirian dengan sedikit mengumpat Seunghyun, membuat Hyukjae yakin Siwon mengerti situasinya sekarang.

Siapa yang mampu menolak keinginan… Ah ralat, lebih tepatnya perintah seorang Choi Seunghyun.

Hyukjae sendiri sebenarnya kaget dengan keputusan Seunghyun untuk menunjuk Siwon sebagai CEO perusahaan barunya. Menurut Hyukjae, meski Siwon mampu bekerja dengan baik, tapi Siwon belum memiliki banyak pengalaman. Namun, Seunghyun sangat keras kepala. Dia yakin Siwon mampu dan jika Seunghyun yakin maka yang bisa diperbuat oleh Hyukjae hanya ikut meyakini hal tersebut.

Lagipula, Hyukjae akan sepenuhnya mendukung Siwon layaknya Seunghyun. Layaknya seorang kakak.

“Sudahlah Wonnie. Kalau kau keberatan dengan posisi itu, kau bicarakan lagi dengan hyungmu.”

“Hhh… Aku bukannya tak mau membantu Seunghyun hyung, tapi posisi itu terlalu tinggi untukku.”

“Siwon…”

“…”

“Kau tak perlu pikirkan itu sekarang. Nikmati saja kehidupan barumu.” Nasihat Hyukaje sambil memperlihatkan senyum gusinya kepada Siwon. Lelaki tinggi itu tersenyum balik dan mengangguk.

Ya. Biarkan masalah posisi itu dia bicarakan nanti dengan Seunghyun. Sekarang biarlah dia menikmati kehidupannya yang sekarang.

Kehidupan baru.

“Hyung.”

Siwon bicara terlalu cepat.

Pria dengan senyum berlesung pipi itu menoleh ke arah suara yang memanggil hyung tadi. Wajahnya dibuat sedater mungkin meski di dalam hati, Siwon merasakan berbagai macam perasaan. Rindu, sedih, senang, gundah, dan masih banyak lagi hanya karena satu suara itu.

Bukan. Suara itu bukan milik Kyuhyun yang akan selalu mengjungkir balikkan dunianya. Bukan. Suara ini milik adiknya, Yunho.

“Untuk apa dia kesini?!” sungut Hyukjae ketika matanya menangkap sosok Yunho yang berdiri tak jauh dari dirinya dan Siwon.

“Hyung…”

“Dia hanya buat masalah aja Siwon. Lebih baik kau tidak menghiraukan dia. Ayo.” Ajak Hyukjae tak mau ambil pusing dengan kehadiran Yunho. Sementara Siwon masih ragu untuk memulai pembicaraan apapun dengan Yunho, mengikuti langkah Hyukjae yang sudah lebih dulu menjauh menuju lift.

“Hyung!” seru Yunho bersikeras untuk berbicara dengan Siwon. Siwon menghela nafas panjang sebelum berbalik dan menatap lurus ke arah Yunho. Siwon hanya diam menunggu Yunho yang memulai lebih dulu. Yunho tahu kakaknya itu menunggunya berbicara sehingga tanpa buang waktu, Yunho mendekati Siwon sampai keduanya saling berhadapan.

“Hyung, kita perlu bicara.”

“Bicaralah disini.”

“Tidak, tidak disini. Kita harus bicara di tempat lain.”

“Memang apa yang ingin kau bicarakan lagi?”

“Aku hanya ingin minta ma…”

“Minta maaf?! Untuk apa?”

“Hyung…”

“Mengapa kau bersikap seperti ini Yun? Sudah aku bilang kau tak salah. Sudah aku katakan aku tidak marah kepadamu lalu untuk apa kau terus meminta maaf?! Kau seperti anak kecil. Dewasalah sedikit! Aku pergi bukan untuk bertemu lagi denganmu yang masih kekanak-kanakan. Aku pergi berharap kau bisa lebih baik dari dulu. Aku pergi berharap saat aku bertemu denganmu, kau akan menjabat tanganku dan mengatakan bahwa hidupmu menjadi lebih baik daripada saat kau bersamaku. Karena jika memang demikian berarti kepergianku memang baik untukmu. Bahwa untuk sekali dalam hidupku, aku membuat keputusan yang benar untukmu. Tapi sekali lagi, kau membuktikan aku salah. Kau membuktikan bahwa aku memang tidak akan pernah bisa melakukan peranku sebagai seorang kakak.”

“Hyung… Tapi aku…”

“Sudahlah. Kita bicara nanti setelah kau bisa berpikir lebih jernih. Aku harus pergi.”

“Hyung…”

“Yun.”

“…”

“Aku janji kita akan bicara nanti. Tapi tidak sekarang. Jadi aku mohon, jangan menggangguku dulu. Aku sedang tak ingin melihatmu.” Tukas Siwon lalu berbalik kembali mengikuti Hyukaje yang sudah menunggu di dalam lift. Siwon tidak menatap wajah Yunho lagi meski Yunho sendiri sedang menatap punggung Siwon dengan tatapan sedih.

Siwon memasuki lift itu tanpa mengarahkan pandangannya kepada Yunho. Dia melihat ke segala arah kecuali wajah Yunho. Siwon tahu jika dia melihat wajah sedih Yunho, hatinya akan luluh dan untuk saat ini, Siwon tidak ingin terlihat lemah dihadapan Yunho dan Hyukjae.

Hyukjae menekan tombol lift dan begitu pintu lift tertutup rapat, Siwon menghela nafas panjang. Siwon mengusap wajahnya kasar sambil sesekali mengusap tenguknya juga. Siwon terlalu larut dalam kegundahan hatinya sampai tidak menghiraukan orang Hyukjae yang memanggil namanya. Siwon terus dalam pikirannya sendiri sampai Hyukjae menepuk bahu Siwon dan mengatakan bahwa mereka sudah sampai di lobi bawah.

Hyukjae tidak mau bertanya macam-macam karena dia melihat betapa gusarnya Siwon sekarang. Baginya, biar Seunghyun yang menangani bayi besar di sampingnya itu. Hyukjae hanya akan memastikan Siwon sampai di tempat Seunghyun dengan selamat karena melihat kondisi Siwon saat ini, Hyukjae tidak yakin pria tinggi itu akan sampai tepat waktu.

“Ayo Siwon.” Ucap Hyukjae setelah mobil yang dipanggil oleh Hyukjae sampai di depan gedung itu. Siwon benar-benar tidak menghiraukan sekelilingnya sampai dia tidak sadar sudah berada tepat di samping mobilnya tersebut.

“Silahkan tuan muda Siwon.” Supir Kim membukakan pintu belakang mobil sambil membungkuk hormat.

“Ayo.” Ujar Hyukjae juga menanggapi ucapan supir Kim. Siwon kembali menghela nafasnya, berusaha menenangkan dirinya agar tidak membuat semua orang cemas dengannya. Siwon tersenyum kepada Hyukjae dan supir Kim sebelum akhirnya masuk ke dalam mobil dan berlalu dari gedung WK Agency.

Apartemen Choi

“Bagaimana kalau syal ini dipadu dengan jaket ini?”

“Wow. Benar juga. Terlihat lebih chic. Tapi aku mau warnanya lebih cerah dari ini.”

“Bisa juga. Tampilan ini untuk koleksi selanjutnya, tapi untuk lauching fashion line anda, apakah anda tetap ingin mengusung couture?”

Yes, I do. It’s my style to be unique. Couture it’s my way to show myself and I think you want the challenge also.”

Yes. I’ve never been design couture before.”

“Jae, aku percaya kau pasti bisa.”

“Terima kasih atas kepercayaan anda.”

“Tidak, aku yang seharusnya berterima kasih karena kau mau menjadi designer utamaku Jae.” Pembicaraan di antara dua wanita yang mengerti benar tentang mode itu berlangsung dengan lancar dan terkadang diselingi dengan candaan.

Jiyong dan Kim Jaejoong. Bukan, bukan lagi Kim Jaejoong melainkan nyonya Jung. Jung Jaejoong. Wanita yang sama yang menjadi istri Jung Yunho. Wanita yang sekarang tengah dipandang dengan tatapan tidak percaya dari seorang Choi Siwon.

“Jae noona?” gumamnya tak percaya dengan pengelihatannya sendiri. Sementara kedua wanita itu menghentikan pembicaraan mereka dan menoleh ke arah Siwon sejak mereka mendengar pintu depan terbuka.

“Wonnie. Sudah pulang rupanya. Bagaimana hasil rapatnya?” sapa Jiyong balik sambil mendekat ke arah Siwon. Wanita cantik itu lalu memeluk Siwon dan mencium pipinya. Siwon yang tadinya diam karena terperangah akan kehadiran Jaejoong langsung tersadar dan membalas cium peluk dari Jiyong dengan perilaku yang serupa.

“Aku pulang noona. Rapat? Hasilnya bagus, sesuai dengan keinginan Seunghyun hyung.” Jawab Siwon dengan senyumnya meski matanya sesekali melihat ke arah Jaejoong.

“Dimana Hyukjae?” tanya Jiyong setelah menyadari ketidak hadiran Hyukjae.

“Masih di kantor Seunghyun hyung. Dia kesal karena disuruh kesana tapi ternyata Seunghyun hyung justru ada disini.” Tutur Siwon lagi menanggapi pertanyaan Jiyong. Jiyomng tertawa kecil mendengar suaminya yang terus saja mengerjai Hyukjae dan Siwon itu. Wanita modis itu baru saja akan membalas ucapan Siwon, ketika suara Seunghyun mendahuluinya.

“Itu karena aku ingin makan siang di rumah dasar kuda bodoh.” Tukas Seunghyun yang berjalan dari ruang makan ke ruang tamu apartemennya ini. Seunghyun menyeringai karena merasa menang telah berhasil menjahili Siwon dan Hyukjae, terutama Hyukjae. Sedangkan Siwon memutar matanya kesal karena sudah dijahili oleh hyungnya yang eksentrik itu.

“Lalu untuk apa hyung menyuruh kami ke kantor?” ketus Siwon sambil berjalan mendekati Seunghyun sampai berhadapan langsung dengan pria bermarga Choi tersebut. Seunghyun masih memasang senyum jahilnya sebelum tangannya dia arahkan ke rambut Siwon dan mengacak rambut adik kesayangannya itu.

“Tentu saja untuk menjahili kalian. Berhasil bukan?!”

“Sangat berhasil!” seru Siwon tidak terima selalu saja dikerjai oleh Seunghyun. Terlebih Seunghyun masih saja mengacak rambutnya. Seunghyun sendiri tertawa melihat raut wajah kesal adik kesayangannya itu dan mulai mengajak Siwon bergelut. Mereka berdua lupa dengan usia mereka sendiri dan terus saja bergelut layaknya anak kecil. Siwon juga terlalu larut dengan adu gelutnya dengan Seunghyun sampai melupakan kehadiran Jaejoong yang masih menatap Siwon dengan tatapan tak pecaya. Dalam pikiran Jaejoong dia masih belum percaya jika bisa bertemu dengan Siwon di tempat atasan barunya.

Seunghyun dan Siwon masih saja bertingkah laku layaknya bocah sampai suara Jiyong menghentikan aksi anak-anak mereka.

Knock it off you big babies! Sekarang kalian berdua makan dulu sana dan biarkan aku kembali dengan pekerjaanku. Suara kalian yang berisik itu membuatku pusing.” Sungut Jiyong walau senyum manis tersungging di bibirnya.

“Jiyong-ah/Noona… Kami tidak berisik!” protes Seunghyun dan Siwon bersamaan.

“Uhuh. Yeah, right. I can see that. Now go. Both of you.” Titah Jiyong tak terbantahkan. Seunghyun pun langsung menarik Siwon setelah dia melihat isyarat dari Jiyong untuk membawa adik mereka pergi dari tempat itu.

Jiyong sebenarnya menyadari sikap Siwon setelah dia melihat Jaejoong dan katakan saja instinct seorang perempuan, tapi Jiyong langsung merasakan bahwa Jaejoong adalah salah seorang dari masa lalu Siwon. Jiyong tidak ingin ikut campur terlalu dalam ke masalah Siwon namun demi melindungi hati adik kesayangan suaminya tersebut, maka Jiyong mau tidak mau harus turun tangan.

“Jae.”

“Ah, ya Jiyong-ssi.”

“Kau mengenal Siwon?” tanya Jiyong langsung membuat Jaejoong kaget dan kelabakan untuk menjawab.

“Eh?”

“Aku bertanya apa kau mengenal Siwon, adik suamiku?” tanya Jiyong ulang sambil menekan kata ‘adik’. Kata terakhir itu berhasil memancing Jaejoong sehingga raut wajahnya berubah dari terkejut menjadi penasaran.

“Adik?” tanya Jaejoong balik. Jiyong tersenyum kecil sebelum menjawab.

“Ya, adik. Sebenarnya secara hukum Siwon bisa dikatakan sebagai anak kami, tapi bocah besar itu tidak mau memanggil kami dengan sebutan umma dan appa.”

“…”

“Kenapa Jae?”

“…”

“Ah. Tepat dugaanku, kau salah seorang dari masa lalu Siwon.”

“Jiyong-ssi…”

“Boleh aku tahu apa hubunganmu dengan Siwon?” potong Jiyong langsung. Dia tidak mau mendengar terlalu banyak alasan. Dia hanya ingin Jaejoong mengatakan yang sebenarnya. Sementara Jaejoong, ibu satu anak itu menghela nafas berat. DIa tahu tidak ada gunanya berkelit. Dia hanya tidak mengira bahwa atasannya sekarang memiliki hubungan dengan Siwon. Dia tahu Siwon telah kembali dari Yunho tapi dia tidak mengira dunia akan sesempit ini sehingga mereka semua saling berhubungan. Jaejoong menghela nafas lagi sebelum menjawab Jiyong.

“Bisa dikatakan sekarang aku adik iparnya meski aku lebih tua beberapa tahun dari Siwon.” Jawabnya jujur.

“Adik ipar? Ah! Kau istri Yunho-ssi.” Sahut Jiyong menyadari identitas Jaejoong. Jiyong seharusnya sadar dari awal ketika dia melihat data Jaejoong. Pantas saja dia seperti mengenal nama Yunho di kolom keluarga Jaejoong.

Jiyong masih tersenyum kepada Jaejoong. Jiyong tahu bahwa Jaejoong bukanlah orang jahat dan justru Jaejoong kemungkinan bisa membantunya menyelesaikan permasalahan keluarga Siwon. Namun Jiyong perlu waktu dan sekarang bukan saat yang tepat. Jiyong pun yakin Siwon belum seratus persen siap.

“Jae, aku bukan orang yang menggabungkan masalah pribadi dengan urusan pekerjaan, tetapi jika masalah pribadi itu melukai orang-orang terkasihku maka aku bisa berubah pikiran. Jadi, aku tegaskan sekarang bahwa jangan sampai Siwon merasa kehadiranmu hanya melukainya.”

“Jiyong-ssi, aku tidak pernah bermaksud untuk melukai Siwon. Aku…”

“Aku paham Jae. Hanya saja aku ingin kau sepakat untuk hal ini. Jika Siwon tidak ingin berhubungan denganmu ataupun suamimu, kau harus bisa menerimanya. Deal?”

“…”

“Jaejoong.”

“Baik Jiyong-ssi. Lagipula aku bisa melihat Siwon bahagia bersama kalian jadi aku menerima syarat darimu.”

“Terima kasih Jae. Aku bisa tenang sekarang. Lebih baik sekarang kita fokus kepada pekerjaan kita dan biarkan Siwon sendiri yang mendekati kalian, oke.”

“Baik.”

“Nah, sampai dimana tadi?”

Restoran N

Kyuhyun menanti dengan sabar di salah satu meja di restoran langganannya tersebut. Wanita itu menegak wine sedikit demi sedikit yang sudah disediakan sejak dia datang ke restoran tersebut, menunggu kehadiran dari seseorang yang sejak satu jam yang lalu belum juga menampakan batang hidungnya sama sekali. Kyuhyun memang kuat terhadap alkohol namun jika dia harus meminum lebih banyak lagi, yang ada dirinya tidak jadi mengutarakan maksudnya memanggil orang tersebut.

“Kemana dia?! Kenapa belum datang juga?! Bukannya dia sedang tidak ada jadwal?!” gerutu Kyuhyun kesal karena orang yang ditunggunya sudah membuang waktunya yang berharga.

“Huft. Aku baru sadar kalau kami janjian seperti ini selalu aku yang menunggu. Aku jadi heran, kenapa dulu aku setuju saja menjalin kasih dengannya ya?” gumam Kyuhyun seorang diri sambil menyentuh pinggiran gelas wine dengan jari telunjuknya.

Ah! Aku ingat. Karena kami sudah melakukan ‘itu’ dan kemiripan wajahnya dengan Siwon. Batin Kyuhyun menjawab sendiri pertanyaannya.

Kyuhyun mendesah panjang. Dirinya merasa sangat bersalah jika mengingat kejadian malam saat dia bersama dengan Jay. Ah, ralat. Kyuhyun hanya mengingat pagi harinya dan bukan malam saat dia melakukan hubungan seks dengan Jay.

Awalnya Kyuhyun tidak yakin apakah benar dia sudah melakukannya dengan Jay, tapi ucapan Jay dan didukung dengan rasa sakit dan pegal di sekitar bagian bawah tubuhnya membuat Kyuhyun percaya saja kepada Jay.

“Tapi tidak ada bekas darah atau noda di tempat tidur waktu itu? Aku masih perawan, seharusnya ada bukan?! Apa Jay yang membereskannya ya?!”

“Atau bisa saja dia berbohong.” Ucap seseorang secara tiba-tiba membuat kaget Kyuhyun sampai hampir saja Kyuhyun menyenggol gelas wine miliknya dan menumpahkan isinya.

“Yunho! Apa sih?! Jangan mengagetkan aku! Sedang apa kau disini?!” pekik Kyuhyun marah karena hampir saja dia terserang serangan jantung. Yunho hanya mendengus mendengar pekikan Kyuhyun dan justru mengambil tempat duduk di hadapan Kyuhyun.

“Dia berbohong Kyu. Kekasihmu berbohong kepadamu.”

“Sok tahu! Memangnya bukti apa yang kau punya sampai bisa berkata demikian? Aku merasakan sakit kok saat di…”

Pluk.

Kyuhyun menghentikan perkataannya dan menatap amplop coklat yang isinya sedikit keluar itu. Kyuhyun menatap bingung dan bergantian ke arah amplop itu dan Yunho, berusaha menanyakan maksud amplop itu hanya dengan pandangan. Seakan mengerti, Yunho hanya mengarahkan dagunya ke amplop tersebut, mengisyaratkan Kyuhyun untuk melihat isinya.

Dengan enggan, Kyuhyun menyambar amplop itu dan mengeluarkan isinya yang ternyata berupa foto-foto. Satu per satu Kyuhyun melihat foto-foto tersebut dengan kedua mata bulatnya. Sorot mata yang tadinya tidak tertarik semakin lama semakin menyipit dan akhirnya memandang dengan tajam.

Kyuhyun menatap marah foto-foto tersebut sampai kedua tangan yang menggenggam foto dan amplop itu mengeras dan meremas kedua benda di tangannya tersebut.

“Yun, ini…”

“Itu benar. Aku mendapatkannya setelah meminta temanku menyelidiki Jay. Maafkan aku jika aku lancang Kyu, tapi aku tak bisa mempercayai dia. Jay terlihat baik namun aku merasa ada sesuatu yang salah dari dirinya. Itu sebabnya aku meminta temanku mengikutinya dan foto-foto itu hasilnya Kyu.”

“Dia… Beraninya dia!”

“Ya, Kyu. Selama ini dia berbohong. Kau tak pernah berhubungan badan dengannya. Kau memang dibawa ke hotel bersamanya, namun dia pergi sebelum berani menyentuhmu karena dia harus mengeluarkan temannya dari penjara. Dia baru kembali pagi hari ke hotel dan merekayasa situasi agar terlihat kau dan dia baru menghabiskan malam berdua.”

“…”

“Kau masih suci Kyu. Rasa sakit yang kau rasakan mungkin karena kau sempat beberapa kali jatuh ketika kau mabuk.”

“Oh Tuhan… Jadi selama ini… Betapa bodohnya aku! Seharusnya aku langsung ke dokter. Memeriksakan diriku. Tapi aku hanya percaya begitu saja dengan omong kosong dari lelaki sialan itu! Awas saja jika aku bertemu dengannya nanti! Akan aku…”

“Hai baby. Maaf aku terlambat. Aku ada sedikit urusan yang mendesak. Jadi… Baby, kenapa kau memandangku begitu?” tanya Jay bingung dengan tatapan membunuh yang diarahkan kepadanya tidak hanya dari Kyuhyun namun dia dapatkan juga dari Yunho.

Jay menjadi cemas dan jika boleh dia katakan takut kepada Kyuhyun dan Yunho karena tatapan mereka. Dan sudah sepantasnya dia merasa takut karena setelah ini, hidupnya akan benar-benar berakhir. Benar-benar berakhir.

Apartemen Choi

Siwon sedang melihat semua berkas berkaitan dengan WK Agency ketika Seunghyun memanggilnya ke ruang tamu. Siwon lekas beranjak dari meja kerjanya memenuhi panggilan itu.

“Ada apa hyun…” Siwon tak mampu meneruskan kalimatnya karena di hadapannya sekarang berdiri sosok wanita yang selalu memenuhi relung hatinya.

“Kyu…” lirih Siwon tak mengerti mengapa Kyuhyun bisa berada di apartemen tempatnya tinggal. Lebih tidak mengerti lagi dengan sikap Seunghyun yang terlihat biasa saja dengan kedatangan Kyuhyun. Padahal kemarin-kemarin sikapnya selalu antipati dengan Kyuhyun dan siapapun dari masa lalunya.

“Kau sudah disini Siwon-ah. Lebih baik kau ajak Kyuhyun-ssi ke ruang tengah. Kalian bisa bicara disana.” Sahut Seunghyun membuyarkan lamunan Siwon. Pandangan Siwon beralih dari Kyuhyun kepada Seunghyun. Dia menatap Seunghyun dengan penuh tanda tanya.

“Kau. Dia. Bicara.” Tiga kata yang penuh ketegasan itu menjadi jawaban Siwon. Walau Siwon masih tidak paham dengan situasi yang mendadak berubah ini, pria berlesung pipi itu tetap mengikuti perintah sang kakak dan membawa Kyuhyun ke ruang tengah apartemen luas itu. Begitu sampai, Siwon mempersilahkan Kyuhyun untuk duduk di sofa sementara Siwon memilih duduk di sofa yang lain, cukup jauh dari Kyuhyun.

“Kau ingin bicara apa Kyuhyun?”

“Langsung pada intinya. Tidak bisakah kau menanyakan kabarku dulu?”

“Kau terlihat baik. Akan terdengar seperti basa-basi jika aku bertanya demikian.”

“Lebih baik daripada kau bicara langsung seperti itu. Terlihat sekali kalau kau tidak mau melihatku apalagi sampai berlama-lama berdua denganku.”

“Sudahlah Kyu. Kau ingin bicara apa?”

“Oke. Jika kau ingin seperti ini aku akan langsung menyatakan maksud kedatanganku. Tapi aku peringatkan, jangan terkejut jika kau mendengarnya.”

“Memangnya hal apa sampai aku harus terkejut?”

“Tidak penting. Hanya aku ingin kau menjadi kekasihku lagi.”

3…

2…

1…

WHAT?!!!”

TBC

( 。・_・。)(。・_・。 )

n4oK0’s notes : Semakin aneh? Yes, I know. Kecepatan? Yeah, I notice. Pendek? Well, this chapter is 2K, but yeah this is quite short. Tapi at least I’m update something *pembelaan diri* Kkkk… XD Nao memang lagi aneh makanya semua ikutan aneh. Yang penting Nao udah buat Jay ama Kyu putus (walau ga tertuang disini).

Sedang berkerja keras menyelesaikan semua FF yang terbengkalai. Satu demi satu semoga bisa selesai.

I hope amazing readers will like this one, if not… Well that’s just sad for me T^T yet it’s a matter of choise. Don’t mind me. I’ll just cry on my own…

Kecup2 buat unn Indy, unn Anies, Unn Rina, unn Sita, Yola, Lya, and Vie… Again, we are what we are #plak XD

Terutama unn Sita. Don’t give a f**k to those basher unn. They’re just bunch of kiddies who need to grow up.

Oh dua lagi, my BFF KIRA and the talented poster maker @SuciiCho.

Last but not least, any kind of typos and keabsurdan dalam FF ini sudah mendarah daging, jadi muup, muup aja yak. Let me know aja kalau ada yang harus Nao perbaiki

Sip. Itu aja. Jangan lupa tinggalkan jejak amazing readers.

Keep Calm and Ship Wonkyu, Yunjae and Krisho 😀

Sankyu and Peace All

^^n4oK0^^

Advertisements